cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
KUALITAS SUMBER AIR MINUM DAN PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE Wandansari, Arry Pamusthi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i1.2826

Abstract

Penyakit Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakitpotensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Pada tahun 2012 sampai bulanApril dijumpai 148 kasus diare dan 35 di antaranya berasal dari Desa Karangmangu.Masalah penelitian adalah bagaimana hubungan antara kualitas sumber air minum danpemanfaatan jamban keluarga dengan kejadian diare di Desa Karangmangu KecamatanSarang Kabupaten Rembang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antarakualitas sumber air minum dan pemanfaatan jamban keluarga dengan kejadian diare.Metode penelitian explanatory research dengan pendekatan secara cross sectional.Populasi adalah penduduk Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sejumlah 45 KK.Analisis data dengan uji chi square atau uji fi sher sebagai alternatifnya. Hasil penelitianmenunjukkan ada hubungan antara kualitas sumber air minum (p = 0,008) danpemanfaatan jamban keluarga (p = 0,005) dengan kejadian diare. Simpulan penelitian,ada hubungan antara kualitas sumber air minum dan pemanfaatan jamban keluargadengan kejadian diare.Diarrhea is an endemic disease in Indonesia and a potential outbreak disease are oft encause death. In 2012 until April found 148 diarrhea cases and 35 of them came from Karangmanguvillage. Research problem was how the relationship between quality of drinkingwater sources and utilization of family latrines with diarrhea incidence in Karangmanguvillage, Sarang District, Rembang. Research purpose was to determine the relationshipbetween the quality of drinking water sources and utilization of family latrines with diarrheaincidence. Explanatory research method with cross sectional approach. Th e populationis Karangmangu village community, Sarang district, Rembang. Sampling using purposivesampling, amounts 45 families. Data analysis by chi-square test or Fisher test as an alternative.Th e results showed no relationship between the quality of drinking water sources(p=0.008) and family latrine use (p=0.005) to diarrhea incidence. Th e conclusions, therewas a relationship between the quality of drinking water sources and utilization of familylatrines with diarrhea incidence.
LAMA TIDUR DAN AKUMULASI KELELAHAN KERJA (ACCUMULATED FATIGUE) PADA DOSEN Yogisutanti, Gurdani
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3467

Abstract

Fatigue merupakan fenomena normal bagi setiap orang yang dapat dikurangi dengan istirahat maupun tidur. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama waktu tidur dengan akumulasi kelelahan kerja pada dosen. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan desain cross sectional digunakan dalam penelitian terhadap 236 partisipan berasal dari 8 sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di Jawa Barat. Lama waktu tidur per hari diukur menggunakan kuesioner dan akumulasi kelelahan kerja diukur menggunakan instrumen self-diagnosis Check List for Assessment of Worker’s accumulated fatigue. Rerata waktu tidur adalah 6,23±1,1 jam per hari). Hasil uji statistik menggunakan Product Moment didapatkan lama waktu tidur berkorelasi negatif dengan gejala kelelahan subjektif (r=-0,132; p<0,05), kondisi kerja(r= -0,169; p<0,05) dan akumulasi kerja (r=-0,173; p<0,05). Semakin tinggi lama tidur, maka semakin rendah kelelahan kerja yang terjadi. Kurangnya waktu tidur dalam jangka waktu yang lama dapat berakibat pada kualitas hidup dosen dan dapat menyebabkan sakit. Untuk mengurangi akumulasi kelelahan kerja harus cukup waktu tidur dan beristirahat.Fatigue is a normal phenomenon that can be reduced by rest and sleep. The aims of this study was to uncover the relationship between lecturers’ sleep duration and their job burnout. This research was conducted at 2013. The cross sectional design was applied to 236 participants from eight private Health Sciences School in West Java. Sleep durations were measured by a questionnaire and Self-diagnosis Check List for Assessment of Worker’s accumulated fatigue was used to measure lecturers’ job burnout. Results have shown that rates of the sleep duration in a day were around 6,23±1,1 hours. Product moment test has shown that the sleep duration had negative correlation with subjective fatigue (r=-0.132; p<0.05), working conditions (r=-0.169; p<0.05), and working accumulation (r=-0.173; p<0.05). The more sleep duration the lower job burnout. Long term sleepiness can be affected to  quality of live. Adequat sleep one of best way to deal with job burnout problems.
METODE FOCUS GROUP DISCUSSION DAN SIMULATION GAME TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI Rizki, Nanda Aditya
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2255

Abstract

Hasil studi pendahuluan di SMK Hidayah Semarang menyebutkan dari 101 siswa kelas XI, hanya 9 siswa (8,9%) yang berpengetahuan baik tentang KRR, 19 siswa (18,8%) yang berpengetahuan cukup, dan 73 siswa (72,2%) berpengetahuan kurang. Permasalahan pada penelitian ini adalah adakah perbedaan pengaruh antara metode Focus Group Discussion (FGD) dan metode Simulation Game (SIG) terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode FGD dan metode SIG terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Metode penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non randomized pretest-postest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Hidayah Semarang berjumlah 172 siswa dan sampel 60 siswa dengan teknik propportional stratified sampling. Pengumpulan data dengan pretest dan posttes. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh antara metode FGD dan metode SIG terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (p=0,001). Metode SIG lebih berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan KRR dibandingkan dengan metode FGD, karena rata-rata skor SIG lebih tinggi dari rata-rata skor FGD (38,18>22,82). Simpulan penelitian adalah metode SIG lebih efektif daripada metode FGD. The results of preliminary study in SMK Hidayah Semarang mentioned from101 students of class XI, only 9 students (8.9%) had good knowledge about reproduction, 19 students (18.8%) had good enough knowledge, and 73 students (72.2%) had less knowledge. Problem research was how difference between Focus Group Discussion (FGD) and Simulation Game (SIG) effect to improve students’ knowledge. The purpose of the study was to determine the effect of FGD and SIG methods to improve students’ knowledge. A quasi-experimental research method was used by non randomized pretest-posttest with control group. The population in this study was all students of class XI Hidayah high school Semarang amounts 172 students and 60 students as samples by proportional stratified sampling. Data were collected by pretest and posttest. The results showed no difference between FGD and SIG effect to improve student’s knowledge about reproductive health (p=0.001). SIG method has more influence to increase reproduction knowledge compared with FGD, because SIG mean scores higher than FGD mean score (38.18 > 22.82). Conclusion, SIG was more effective than FGD.
PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP LARVASIDA ALAMI Pratiwi, Ameliana
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2817

Abstract

Penggunaan insektisida khusunya larvasida kimia sintetik meninggalkan residu yang berdampak negatif bagi lingkungan, sehingga dikembangkan penelitian larvasida alami untuk menekan dampak negatif larvasida kimia. Penelitian tentang larvasida sebelumnya telah banyak dilakukan dilaboratorium namun penerapan dimasyarakat belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penerimaan masyarakat terhadap larvasida serai. Penelitian dilakukan di Kota Semarang pada tahun 2011, dengan desain deskriptif study ini melibatkan 25 responden sebagai penilai untuk menilai penerimaan larvasida serai dalam aspek tampilan (warna dan bau), kemudahan penggunaan, penerapan di tempat perkembangbiakan nyamuk, dan ketersediaan bahan larvasida.  Dianalisis dengan metode deskriptif presentase. Ekstrak berpotensi untuk diterima di masyarakat sebagai larvasida, karena memiliki bau yang disukai oleh masyarakat dan ketersediaan bahan yang cukup melimpah di alam. Namun keraguan masyarakat untuk menerima ekstrak serai sebagai larvasida dikarenakan proses penggunaannya berkaitan dengan penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sehingga mengurangi minat masyarakat dan lebih cenderung untuk lebih memilih menguras bak mandi daripada menggunakan larvasida. The use of synthetic chemical insecticides especially larvacide leave residues that have a negative impact on the environment, so the natural larvacide research was developed to reduce the negative impact of chemical larvacide. Research on larvacide laboratory has previously done in the community, but the application has not been done. This study aims to reveal the public acceptance of larvacide lemongrass. Study design was descriptive study involving 25 respondents as assessor for acceptance larvacide lemongrass display aspect (color and odor), ease of use, application in mosquito breeding sites, and the availability of materials larvacide.  Analyzed with descriptive method percentage. Extract the potential to be accepted in society as larvacide, because it has the smell is liked by the community and the availability of materials are relatively abundant in nature. But doubts the public to accept as lemongrass extract larvacide use due process associated with the use of clean water for daily use. Thereby reducing the interest of the community and are more likely to prefer the bathtub drain instead of using larvacide.
DETERMINAN STATUS GIZI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Pahlevi, Andriani Elisa
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i2.2807

Abstract

Gizi buruk masih merupakan isu sentral. Ada berbagai faktor yang menyebabkan masalah ini menjadi sangat kompleks. Masalah penelitian adalah faktor apakah yang berhubungan dengan status gizi. Tujuan dari penelitian untuk menentukan faktor yang berhubungan dengan status gizi pada anak-anak kelas 4, 5, dan 6 di Sekolah Dasar 02 Ngesrep Banyumanik, Semarang. Metode penelitian survei, dengan menggunakan pendekatan belah lintang. Populasi sebanyak 64 siswa. Teknik sampling purposif digunakan untuk memperoleh sampel 62 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data status gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu (p=0,0001), pendidikan ibu (p=0,0001), pendapatan keluarga (p=0,0001), penyakit menular (p=0,001), tingkat konsumsi energi (p=0,0001), tingkat konsumsi protein (p=0,0001). Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan status gizi adalah jumlah anggota keluarga (p=0,074). Simpulan penelitian, variabel yang berhubungan dengan status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, penyakit menular, tingkat konsumsi energi, dan tingkat konsumsi protein.Malnutrition remains a central issue. There are various factors that cause this problem becomes very complex. The research problem was whether the factors associated with nutritional status. The purpose of the study to determine factors associated with nutritional status in children grades 4, 5, and 6 in 02 Ngesrep Banyumanik Elementary School, Semarang. Survey research methods, using cross sectional approach. Population were 64 students. Purposive sampling technique was used to obtain a sample of 62 people. The technique of data collection was done by interview, observation, and documentation, while the nutritional status of the data was done with anthropometric measurements. Data analysis was performed using univariate and bivariate chi square test. The results showed that factors associated with nutritional status were the level of maternal knowledge (p=0.0001), maternal education (p=0.0001), family income (p=0.0001), infectious disease (p=0.001), the level of energy consumption (p=0.0001), and the level of protein intake (p=0.0001). Factors not associated with nutritional status was the number of family members (p=0.074). The conclusion, variables related to nutritional status were the level of maternal knowledge, maternal education, family income, infectious diseases, energy consumption levels, and levels of protein consumption.
Analisis Risiko Pajanan Pestisida Terhadap Kesehatan Petani Yuantari, Maria G. Catur; Widianarko, Budi; Sunoko, Henna Rya
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3387

Abstract

Petani dalam mengolah lahan membutuhkan pestisida untuk memberantas hama dan gulma. Namun di sisi lain pestisida dapat membahayakan kesehatan diri petani, konsumen, organisme non target serta lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alur pajanan pestisida yang dapat masuk ke tubuh petani berbasis analisis risiko. Metode penelitian dengan exploratory research  dengan desain penelitian cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara pada 54 petani. Pajanan pestisida dapat masuk ke dalam tubuh petani melalui kulit, pernapasan dan pencernaan. Petani dapat terpajan pestisida pada waktu membawa, menyimpan, memindahkan konsentrat, mencampur, menyemprot serta membersihkan alat semprot yang telah digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan RQ (Risk Quotient) 54 petani mendapatkan nilai lebih dari 1, yang berarti lebih dari batas aman yang diperkenan. 40,7% petani menggunakan bahan aktif dalam sekali pencampuran lebih dari 10 jenis serta 51,9% petani melakukan penyemprotan menghabiskan 6-10 tangki dalam sehari. Semakin besar peluang pajanan pestisida dapat meningkatkan tingginya kejadian  keracunan kronis pada petani. Analisis risiko dapat memberikan gambaran  pajanan pestisida dalam tubuh petani, melalui tahapan identifikasi bahaya, dosis response, penentuan pajanan serta penetapan karakteristik risiko. Petani harus menggunakan pestisida dengan benar dan bijak dengan membaca label kemasan, penyemprotan pada waktu yang tetap dan penggunaan alat pelindung diri untuk menjaga keselamatan di tempat kerja.  Farmers cultivate agricultural land require pesticides to eradicate pests and weeds. But on the other hand, pesticide may be risking their own health, consumers, non-target organisms and the environment. The aim of this study to determine the flow of pesticide exposure that can enter the body of farmers based on risk analysis. The method uses an exploratory research with a cross sectional study design. The data collection had been done by observation and interviews with 54 farmers. Farmers exposed to pesticides through dermal, respiratory, and digestion. Farmers may be exposed to pesticides in agricultural land at the time of carrying, storing, transferring the concentrate, mixing, spraying and cleaning spray equipment that has been used. Based on the calculation of the value of RQ (Risk Quotient) 54 farmers obtain the results of more than 1, which means the excess of allowable safe limit. 40.7% of farmers use the active ingredient in a single mixing more than 10 types of active ingredient and 51.9% of farmers are spraying spend 6-10 tank in a day. The greater the chance of exposure to pesticides may increase the high incidence of chronic poisoning in farmers. Risk analysis can provide an overview of pesticide exposure in the body of farmers, through the stages of hazard identification, dose response, exposure determination and the determination of risk characteristics. Farmers should use pesticides properly and wisely by reading  the instructions on the packaging label, spraying at a fixed time and the use of personal protective equipment to maintain safety at work.
HUBUNGAN LAMA PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DENGAN FREKUENSI KEJADIAN ISPA Prameswari, Galuh Nita
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v5i1.1857

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama pemberian ASI secara eksklusif dengan frekuensi kejadian penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dalam 1 bulan terakhir pada anak usia 1-2 tahun  di wilayah kerja Puskesmas Srondol Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan rancangan belah lintang. Jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 81 anak. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubu-ngan yang signifikan antara lama pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi kejadian ISPA dalam 1 bulan terakhir (nilai p<0,05). Arah hubungan kedua va-riabel tersebut adalah negatif, yang berarti semakin lama pemberian ASI secara eksklusif maka frekuensi kejadian ISPA dalam 1 bulan terakhir akan semakin kecil. Zat kekebalan yang terdapat dalam ASI antara lain akan melindungi bayi dari penyakit infeksi. AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship of exclusive breastfeeding duration with the frequency of disease incidence of between respiratory infections (ARI) in the last 1 month in children aged 1-2 years in the working area of Srondol Health Center Semarang. The method used in this study is a survey with cross sectional design. The number of samples taken as many as 81 children. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between duration of exclusive breastfeeding with the frequency of ARI in the last 1 month (p-value <0.05). Direction of relations between the two variables are negative, meaning the longer exclusive breastfeeding on making the frequency of occurrence in the last 1 month ARI will be smaller. Antibodies contained in breast milk, among others, will protect infants from infectious diseases.Keywords: Exclusive breastfeeding; Acute respiratory infections (Ari); Children
EVALUASI KEBIJAKAN JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) DALAM PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI INDONESIA Helmizar, Helmizar
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i2.2849

Abstract

Adanya kenyataan bahwa AKI meningkat progresif, walaupun telah dibentuk suatu kebijakan jampersal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan dan menganalisis evaluasi implementasi kebijakan Jampersal ditingkat pelayanan kesehatan ibu hamil dan melahirkan dan  dukungan pemerintah daerah kabupaten-kota serta stake holder lainnya. Analisis evaluasi kebijakan menggunakan metode observasional prospektif, dengan pendekatan analisis semi kuantitatif kualitatif. Hasil analisis dari beberapa aspek kebijakan meliputi pengambil atau pembuat keputusan, pelaksana kebijakan, lingkungan kebijakan, penerima kebijakan, dan dampak kebijakan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kebijakan Jampernal belum mampu mencapai hasil yang diharapkan dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), bahkan kenyataan yang dihadapi saat ini menunjukan hasil yang negatif terhadap tujuan yang hendak dicapai. Perlunya peningkatan payung hukum kebijakan Jampersal dalam bentuk Instruksi Presiden (INPRES), sehingga akan mengikat para pelaku kebijakan yang terkait di kabupaten-kota. The fact maternal mortality rate increased progressively although the system has been established of universal delivery coverage (Jampersal) policy, so that the purpose of this study was analyze evaluation of the policy implementation of universal delivery coverage (Jampersal) in health maternal  pregnancy  and  implication supporting from government and other stakeholders in city-district level. Evaluation analysis of the implementation of Jampersal policy used prospective observational method and used qualitative and quantitative analysis. The results of the analysis showed that some aspects of the policy include making or policy-makers, policy implementers, policy environment, recipient policies, and the impact of policies. The result of analysis can be concluded that the policy Jampersal not been able to achieve the expected results in decrease mother mortality rate (MMR) and infant mortality rate,  even the current reality was showed the negative results from objectives to be achieved. The needed for increased legal protection in the form of policy Jampersal such as Presidential Instruction (INPRES) , so it will be binding on the relevant stakeholders in districts and cities.
BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN RABIES PADA ANJING DI AMBON Wattimena, Jeany Ch.; -, Suharyo
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i1.1748

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dan faktor risiko pengetahuan, sikap dan praktek tentang perawatan anjing dengan kasus rabies. Desain penelitian ini adalah kasus-kendali. Sampel penelitian ini terdiri dari 65 kasus dan 65 kendali. Sampel diambil dengan acak sederhana, uji chi square dan Odds Rasio yang digunakan dalam analisis data. Hasil studi ini menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik 52,3%, ada hubungan antara pe-ngetahuan tentang perawatan anjing rabies dengan anjing (p = 0.002, OR = 3,1). Responden dengan sikap yang baik adalah 51,5%, tidak ada hubungan antara sikap perawatan anjing rabies dengan anjing (p = 0.380 OR = 1,3). Responden dengan praktek buruk 50,8% dan ada hubungan antara praktek perawatan anjing dengan rabies (p = 0.001, OR = 8,6). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan yang kurang mengenai perawatan anjing dan praktek yang buruk perawatan anjing menjadi faktor risiko dari rabies anjing. AbstractThe objective of this study is to identify relation and risk factors of knowledges, attitudes and practices about dog cares with rabies cases. The design of this study is case-control. Samples of this study consist of 65 cases and 65 controls. Samples are taken by simple random sampling, chi square test and odds ratio used in data analysis. Results of this study show that respondents with good knowledges are 52,3%. There is a relation between knowledges about dog care with the dog rabies (p=0,002, OR=3,1). Respondents with good attitude are 51,5%. There is no relation between attitude of dog care with the dog rabies (p=0,380  OR = 1,3). Respondents with bad practice are 50,8% and there is a relation between practice of dog care with the dog rabies (p=0,001,  OR=8,6). In conclusion, the knowledge about dog care and bad practice of dog care becomes the risk factor of the dog rabies.Keywords: Risk factors; Dog care; The dog rabies
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH BERISIKO TERHADAP KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN Azinar, Muhammad
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2639

Abstract

Perilaku seksual pranikah di kalangan mahasiswa semakin meningkat, sehingga diperlukan perhatian khusus dari semua pihak termasuk perguruan tinggi. Kasus kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi, dan infeksi menular seksual pranikah semakin banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Permasalahan penelitian adalah  faktor apakah yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah berisiko KTD pada mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah berisiko KTD pada mahasiswa. Metode penelitian adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah sebagian mahasiswa yang berusia remaja (18-24 tahun) yang berjumlah 380 mahasiswa, dengan proporsional simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 12,1% mahasiswa memiliki perilaku seksual pranikah berisiko terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukkan ada lima variabel yang secara signifikan berhubungan dengan perilaku seksual pranikah mahasiswa yaitu religiusitas, sikap, akses dan kontak dengan media pornografi , sikap teman dekat, serta perilaku seksual teman dekat. Simpulan penelitian adalah perilaku seksual teman dekat, sikap responden terhadap seksualitas, dan religiusitas dominan mempengaruhi perilaku seksual pranikah berisiko KTD pada mahasiswa. Increasing premarital sexual behavior among college students today needs special attention from all parties, including the universities. The case of an unwanted pregnancy, abortion, and sexually transmitted infections premarital are more common among students. Research problem was whether the factors that influence the risk of premarital sexual behavior to unwanted pregnancy in college students. Research purpose was to determine the factors that influence to premarital sexual behavior to unwanted pregnancy in college students. Methods research was explanatory research with cross sectional approach. Sample was mostly teenage students (18-24 years old) who totaled 380 students, by proportional simple random sampling. The results of this study showed that 12.1 % of students have high risk of premarital sexual behavior to unwanted pregnancy. Bivariate analysis by chi square test showed that religiosity; attitudes, access and contact with pornography media, close friend’s attitudes and sexual behavior were significantly associated with premarital sexual behavior of students. Conclusion, close friend’s sexual behavior, respondent’s sexuality attitudes, and religiosity dominant influence to sexual behavior for student’s unwanted pregnancy.

Page 53 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024