cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
Mengembangkan Keterampilan Kewirausahaan Peserta Didik Melalui Bisnis Daring dan Pelatihan Pemasaran Digital Fitriani, Somariah; Ilyas, Hamzah Puadi
Jurnal Abdimas Vol 25, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v25i1.24585

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk melatih para siswa sekolah menengah kejuruan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan mereka dan memahami bagaimana pemasaran digital dan bisnis online bekerja di era teknologi ini. Selain itu, para siswa belajar bagaimana memasarkan produk melalui online dengan menggunakan aplikasi belanja seperti Shopee. 38 siswa jurusan akuntansi, administrasi kantor dan teknik jaringan komputer dan tiga guru mengajar kewirausahaan berpartisipasi dalam pelatihan ini. Pelatihan 12 jam dilakukan di sekolah menengah kejuruan Al Falah yang berlokasi di Jakarta Selatan, yang dibagi menjadi empat sesi selama dua hari. Pelatihan ini meningkatkan pemahaman mereka tentang pengetahuan pemasaran digital dan bisnis online. Para siswa dapat mengoperasikan komputer dan telepon seluler cara menjual produk melalui Shopee. Mereka juga menjadi lebih sadar akan terminologi spesifik yang terkait dengan topik pemasaran digital dan bisnis online, seperti afiliasi, copywriting, dan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan siswa dan pengetahuan mereka tentang pemasaran digital dan bisnis online.
Pendampingan Jurus Tunggal Berbasis Digital di Kampung Silat Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor Lubis, Johansyah; Sukur, Abdul; Asmawi, Moch.; Irawan, Astri Ayu
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.17047

Abstract

Perkembangan olahraga pencak silat sebagai salah satu budaya bangsa Indonesia di dunia, terlihat makin diterimanya oleh masyarakat luas, bahkan Unesco akhir tahun 2019 mengakui sebagai salah satu budaya bukan benda milik Indonesia. Pencak silat juga berkembang sebagai olahraga kompetisi mulai di tingkat multy event SEA Games dan Asian Games, selain kejuaraan Dunia single event yang sudah berjalan 24 kali mulai tahun 1982. Salah satu nomor lomba adalah Jurus tunggal. Jurus tunggal adalah yang mengangkat dari keindahan gerak dari berbagai aliran dan perguruan di Indonesia, Malaysia, brunei dan Singapore. kebutuhan akan kompetensi jurus tunggal sangat dibutuhkan oleh para pelatih dan atlet di Indonesia, mengingat hampir setiap event pencak silat jurus tunggal diperlombakan, baik tingkat pra-remaja, remaja sampai Dewasa, di tingkat O2Sn maupun POPnas dan POMnas. Proses pembelajaran dengan menggunakan Digital menjadi hal penting setelah bergulirnya Revolusi Industri 4.0, dimana hampir semua pelajar memiliki smart phone dan mudah mengakses internet, harapan dengan digital pembelajaran yang benar dari sumber yang terbaik akan membantu pemuda Kampung Silat Jampang, mengingat kampung silat jampang (KSJ) ini menjadi salah satu binaan dari Dompet Dhuafa yang menjadikan kampung ini desa wisata yang terdapat program kampung silatnya. UNJ sebagai salah satu Pembina olahraga silat memiliki kepedulian akan pengembangan jurus tunggal kepada masyarakat kampung Jampang. Metode kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dengan pendampingan, yaitu memberikan pelatihan langsung ke masyarakat selama lebih kurang 1 bulan atau 4 kali seminggu melalui pendampingan pelatih, kemudian diberikan URL youtube jurus tunggal yang sudah disiapkan dan di ambil data melalui google form. Indikator Ketercapaian proses pendampingan dengan angket tentang evaluasi diri. The development of Pencak Silat as one of Indonesia’s cultural heritage can be indicated from its acceptance by international audience. In 2019, UNESCO inscribed Pencak Silat on the Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pencak Silat has also become sport competition in multi-event SEA Games and ASIAN Games, in addition to the single-event world championship which has been running 24 times since 1982. As one of event categories, Jurus Tunggal (Single Stance) showcases artistic moves from variant styles and schools of silat from Indonesia, Malaysia, Brunei, and Singapore. The Jurus Tunggal assistance is highly needed by coaches and athletes of Silat in Indonesia, considering that Jurus Tunggal is contested in almost every Pencak Silat event such as O2SN, POPnas, and POMnas, either in pre-teen, teen, or adult category. Industry 4.0 has made digital learning essential. At this time, almost each student is equipped with smartphones and internet connection. This is expected that the right digital learning from the best sources would help young practitioners of Pencak Silat in Kampung Silat Jampang (KSJ), which is one of tourism assisted villages of Dompet Duafa. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) as one of the assistants of Pencak Silat sports has concern for the development of Jurus Tunggal to the people in Kampung Jampang by carrying out a community service program. This program allowed UNJ to offer assistance in the form of comprehensive training for approximately a month or 4 weeks. Coach’s personal assistance and instructional Youtube video of Jurus Tunggal were employed. After the program finished, the participants were instructed to take part in a survey using Google form.
Pelatihan Bijak Bermedia Sosial sebagai Upaya Pendidikan Karakter pada Remaja Iswanto, Haifa Firyal; Anggraeni, Risna; Kartikasari, Reny; Bahij, Aida Tika Biluthfil; Kadarwati, Sri
Jurnal Abdimas Vol 25, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v25i2.32993

Abstract

Di era teknologi yang berkembang pesat, bermain media sosial menjadi rutinitas bagi masyarakat khususnya para remaja. Remaja dapat menunjukkan eksistensi diri mereka melalui media sosial dengan berbagai unggahan. Namun, media sosial juga memiliki dampak bagi penggunanya baik dampak positif maupun negatif. Dampak Positif dari bermedia sosial dapat menambah wawasan dan bertemu dengan banyak orang. Namun dibalik itu terdapat dampak negatif mengenai penyalahgunaan penggunaan media sosial. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja dampak yang ada dalam media sosial dan seberapa pentingkah media sosial bagi pendidikan karakter serta seberapa pentingkah diadakannya pelatihan yang berjudul “Bijak Bermedia Sosial bagi Remaja”. Menggunakan metode pelatihan secara virtual yang kemudian dievaluasi dengan membagikan kuesioner untuk mengambil data-data yang kami butuhkan dari para remaja yang sesuai dengan kriteria penelitian kami. Hasil  yang diperoleh yaitu intensitas pemakaian media sosial yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan interaksi sosial remaja. Oleh karena itu, menurut para remaja, perlu adanya pelatihan bijak bermedia sosial agar mereka dapat menggunakan media sosial dengan lebih baik.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN HIDROPONIK Badingatus Solikhah; Trisni Suryarini; Agus Wahyudin
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i2.16278

Abstract

Berdasarkan analisis situasi diketahui bahwa sebagian besar ibu-ibu warga Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sehingga mereka mempunyai waktu yang cukup banyak untuk melakukan kegiatan yang mampu menambah penghasilan. Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan ibu rumah tangga dengan memberi pelatihan bercocok tanam atau berkebun dengan sistem hidroponik. Konsep “Hidroponik” merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air/larutan mineral bernutrisi tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Sistem bertanam “Hidroponik” ini merupakan konsep bertanam yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Luaran jangka panjang yang diharapkan dari pengabdian ini adalah peningkatakan penghasilan dan peningkatan kesejahteraan melalui hidroponik. Guna mencapai target luaran yang telah direncanakan, kegiatan pengabdian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) pemaparan materi “Hidroponik” untuk memberikan pemahaman; (2) Pelatihan kepada masyarakat dan Praktik Pembuatan “Hidroponik” yaitu dengan menggunakan barang bekas; serta (3) pendampingan selama satu bulan atas praktik berkebun dengan system “Hidroponik” yang dibuat dimasing-masing rumah warga. Hasil dari pengabdian ini adalah terbentuknya kebun hidroponik yang ditempatkan di RT 04/RW 02 Kelurahan Kalisegoro yang dikelola bersama serta kebun hidroponik dengan botol bekas yang ditanam di rumah masing-masing warga sebanyak 24 rumah.
INOVASI METODE BELAJAR DENGAN WAYANG PELEPAH PISANG GUNA MENINGKATKAN RASA BAHAGIA PADA ANAK TUNAGRAHITA Nafsiah, Maqfira Izzata; Ambarwati, Tri sandi; Farida, Yuliana; Rizqyputri, Okti Iyumi; Mukaromah, Mufatikhatul
Jurnal Abdimas Vol 24, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i3.14945

Abstract

Menurut American Asociation on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM, anak tunagrahita adalah anak yang memiliki fungsi intelektual dibawah rata-rata. Bukan hanya kemampuan intelektual saja, namun juga kemampuan untuk bersosialisasi, menerima informasi, dan kepribadian yang cenderung tertutup. Dengan adanya hambatan tersebut anak tunagrahita membutuhkan metode belajar khusus agar mereka bisa mengembangkan diri. Namun, fasilit  as pendidikan di Indonesia hanya memberikan pengetahuan umum, atau tidak adanya pendampingan emosional kepribadian. Oleh karena itu perlu adanya inovasi metode pembelajaran untuk meningkatkan rasa percaya diri pada anak tunagrahita disini penyusun mengenalkan program OJO NGERSULO, dalam program tersebut anak-anak dilatih untuk tampil didepan umum berkomunikasi dengan baik.  
Diseminasi Teknologi Budidaya Sayuran Hidroponik dengan Pendekatan Bioklimatik Bagi Kelompok Tani Munggaran Desa Pancawati Kecamatan Klari Kabupaten Karawang. Laksono, Rommy Andhika
Jurnal Abdimas Vol 24, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i3.16313

Abstract

Tujuan kegiatan ABDIMAS ini adalah merubah pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan Kelompok Tani Munggaran Desa Pancawati  dalam memperhatikan gizi dan kesehatan keluarga, serta pentingya memanfaatkan pekarangan rumah dengan menerapkan hidroponik untuk membantu perekonomian keluarga. Dilaksanakan di Kelompok Tani Munggaran Desa Pancawati  Kecamatan Klari Kabupaten Karawang dari bulan April sampai Agustus 2018.Metode yang digunakan dalam kegiatan ABDIMAS ini yaitu penyuluhan dengan metode ceramah, pelatihan, demonstrasi, praktek dan pendampingan, yang dilakukan oleh para dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UNSIKA kepada Kelompok Tani Munggaran Desa Pancawati  Kecamatan Klari Timur Kabupaten Karawang.Hasil yang dicapai dari kegiatan abdimas ini adalah perubahan pemahaman keterampilan dan sikap peserta pelatihan Kelompok Tani Munggaran, Ibu PKK Desa dan Perangkat Desa Pancawati Kecamatan Klari tentang  pentingnya pemanfaatan pekarangan dengan budidaya sayuran hidroponik dengan pendekatan Bioklimatik. Sekitar 95 % Peserta pelatihan Kelompok Tani Munggaran, Ibu PKK Desa dan Perangkat Desa Pancawati Kecamatan Klari dapat memahami berbagai sistem hidroponik dengan pendekatan Bioklimatik. Sekitar 95% Peserta pelatihan Kelompok Tani Munggaran, Ibu PKK Desa dan Perangkat Desa Pancawati Kecamatan Klari telah menerapkan dan mampu membuatan instalasi hidroponik dengan pendekatan Bioklimatik. Sekitar 80% Peserta pelatihan Kelompok Tani Munggaran, Ibu PKK Desa dan Perangkat Desa Pancawati Kecamatan Klari mampu melakukan pemilihan, persemaian, penanaman, pemeliharaan  beberapa komoditas sayuran hidroponik dengan pendekatan Bioklimatik. Sekitar 20% Peserta pelatihan Kelompok Tani Munggaran, Ibu PKK Desa dan Perangkat Desa Pancawati Kecamatan Klari mampu melakukan penanganan pascapanen, pengepakan, dan pemasaran produk hidroponik dengan pendekatan Bioklimatik.Rekomendasi dari kegitan abdimas ini adalah Perlu adanya pembinaan dari UPTD Pertanian kepada peserta pelatihan yang mampu memproduksi sayuran daun secara hidroponik dengan pendekatan Bioklimatik. tentang pemasaran yang lebih baik dengan menjalin kerjasama dengan restoran, pedagang besar dan supermarket di wilayah Karawang. Mengembangkan jumlah anggota masyarakat dan tingkat kesadaran  masyarakat Desa Pancawati tentang memanfaatkan pekarangan rumah dengan menerapkan hidroponik keluarga dengan pendekatan bioklimatik untuk membantu perekonomian keluarga. Pengelolaan hidroponik keluarga di pekarangan rumah dapat dilakukan  terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak misalnya : BPLH, Dinas Pertanian, Karang Taruna, LSM, serta pihak Swasta, yaitu : Restorant, Cafe, dan Mall, Perusahaan. Kata Kunci : Gizi Keluarga, Hidroponik, Kelompok Munggran,  
Pelatihan Pembelajaran Drama Online Untuk Guru Bahasa/Sastra Sekolah Menengah Padmo Adi Nugroho, Yohanes; Yuliati, Ria; Susanto, Eri; Trihapsari, Hardianing; Nugrahani, Rizky Aulia Putri; Hamonangan, Suthan Malik
Jurnal Abdimas Vol 25, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v25i2.33139

Abstract

Pandemi global COVID-19 memaksa para pengajar mengubah sistem pembelajaran dari tatap muka di kelas menjadi pembelajaran online. Para pengajar perlu menemukan teknik yang cerdas agar materi pembelajaran online dapat diterima oleh siswa dengan mudah dan menarik. Tim Pengabdian kepada Masyarakat FIB 2021 mencoba membantu para pengajar Bahasa/Sastra—khususnya para pengajar kelas drama—untuk menemukan teknik cerdas dalam mengajarkan drama secara online dengan mudah dan menarik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah: 1) Mengetahui apa saja persiapan dan teknik yang perlu dipakai dalam mengadakan praktik drama secara online, 2) Mengetahui cara memanfaatkan platform video konferensi (Zoom Meeting/Google Meet) sebagai sarana melakukan pelatihan dan bimbingan drama baik monolog maupun dialog secara online oleh para guru SMA kepada para siswa mereka, 3) Mengetahui bagaimana cara memanfaatkan platform video konferensi (Zoom Meeting/Google Meet) dan media sosial (Instagram, TikTok, Youtube) sebagai sarana mengeksekusi pertunjukan drama baik monolog maupun dialog secara online oleh para siswa. Teori-teori yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah teori mengenai teater, teks drama dan penampil, peta cerita, serta seni ekspresif dan media/kelengkapan. Khalayak sasaran dari program ini adalah guru Bahasa/Sastra di kota-kota besar di Pulau Jawa. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk Pelatihan Pembelajaran Drama Daring/Online dengan tatap muka daring melalui platform panggilan video (seperti Meet/Zoom). Pelatihan Drama Online berjalan lancar pada 27 Agustus 2021. Sementara, ekshibisi pertunjukan online berjalan lancar pada 18 September 2021.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG METRIS DI SEKOLAH DASAR NEGERI SEKECAMATAN CISAUK, TANGERANG Stephanus Ivan Gunawan; Sri Hapsari Wijayanti
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i2.8983

Abstract

Belajar berhitung dianggap paling sulit sehingga tidak mengherankan bahwa fobia terjadi di antara siswa sekolah dasar terhadap pelajaran ini. Siswa merasa sulit untuk memahami, tidak bersemangat untuk belajar, dan akhirnya berpengaruh pada prestasi pembelajaran. Keluhan tersebut berasal dari guru di sekolah dasar negeri di Kecamatan Cisauk, Tangerang, Jawa Barat. Mereka mengatakan bahwa siswa kurang bersemangat untuk belajar berhitung atau matematika dan merasa sulit untuk memahami meskipun mereka telah mengulang pelajaran tersebut berkali-kali. Selain itu, siswa sering kali kurang beruntung dalam kompetisi matematika yang diadakan setiap tahun di Cisauk. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar di Cisauk melalui metode berhitung  metriks. Metode ini dikenal cepat, mudah dan menyenangkan. Target kegiatan ini adalah guru dan siswa dari tujuh belas sekolah dasar negeri di Cisauk. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga pertemuan, yaitu pelatihan untuk guru, pendampingan guru dan siswa, dan kompetisi untuk siswa. Secara umum, pemahaman guru tentang pelatihan berada pada tingkat yang cukup. Mereka telah menerapkan metode ini kepada siswa di kelas. Penguasaan siswa terhadap metode ini dapat dibuktikan dari kecepatan dan ketepatan saat kompetisi. Namun, siswa masih lemah dalam operasi hitung perkalian, pengurangan, dan penambahan  secara hafalan.
OPTIMALISASI INTERNET MARKETING DALAM PEMASARAN PRODUK KERAJINAN SLB nurfaizah, nurfaizah
Jurnal Abdimas Vol 24, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i2.16877

Abstract

Internet marketing menjadi fenomena baru di dalam dunia pemasaran. Keunggulan internet marketing dalam menjangkau wilayah yang lebih luas memudahkan dalam melakukan promosi suatu produk. SLB B Yakut Purwokerto memiliki produk kerajinan tangan yang dihasilkan oleh para siswa namun masih sangat kecil lingkup pemasarannya. Pemasaran hanya dilakukan pada saat ada kunjungan dari instansi atau sekolah lain atau ketika ada kunjungan orang tua siswa ke sekolah. Maka dari itu, untuk memperluas pemasaran produk kerajinan tangan para siswa SLB B Yakut Purwokerto, pengabdian ini berusaha memberikan pengetahuan, informasi dan pelatihan mengenai internet marketing serta bagaimana cara untuk melakukan optimalisasi penggunaan internet marketing dalam proses pemasaran produk kerajinan tangan. Pelaksanaan ini melalui tiga tahapan, yaitu tahap pertama melakukan koordinasi baik antartim pelaksana pengabdian maupun dengan mitra, tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program pengabdian dan tahap ketiga merupakan tahap evaluasi kegiatan pengabdian. Pengabdian melibatkan siswa dan guru SLB B Yakut Purwokerto, tim pelaksana dan mahasiswa dalam pelaksanaan pengabdian. Pengabdian ini diharapkan akan mampu memberikan pengetahuan baru kepada pengelola SLB B Yakut Purwokerto mengenai internet marketing dan mampu memanfaatkan atau mengoptimalkan internet marketing dalam proses pemasaran produk.
Peran Digital Marketing sebagai Upaya Peningkatan Omset Penjualan Bagi Klaster UMKM di Kota Semarang Hapsoro, Bayu Bagas; Palupiningdyah, Palupiningdyah; Slamet, Achmad
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i2.17880

Abstract

Peranan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak dapat dipisahkan dari upaya para Stakeholder terkait untuk mewujudkan pertumbuhan sekaligus mengangkat kesejahteraan para pelaku UMKM. Salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan pelaku UMKM, adalah dengan meningkatnya omset penjualan. Kondisi ini diharapkan dapat tercapai, dengan memaksimalkan strategi pemasaran digital, yang di-desain khusus untuk para pelaku UMKM di Kota Semarang. Hal ini menjadi penting, karena percepatan teknologi yang bergerak sangat cepat, menyebabkan perubahan perilaku konsumen dalam memilih dan melakukan transaksi jual beli. Situasi inilah yang mendorong UMKM harus mampu berbenah dan melakukan inovasi, untuk tidak hanya sekedar bertahan, tetapi juga mampu menikmati keuntungan finansial dari perubahan teknologi yang terjadi saat ini. 

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue