cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edukasi
ISSN : 08520240     EISSN : 27464016     DOI : https://doi.org/10.15294/edukasi
Core Subject : Education,
Edukasi [p-ISSN 0852-0240] is a well-known and respected periodical that reaches an international audience of educators and others concerned with cutting-edge theories and proposals. The journal is an invaluable resource for teachers, counselors, supervisors, administrators, curriculum planners, and educational researchers as they consider the structure of tomorrow's curricula. Special issues examine major education issues in depth. Topics of recent themes include methodology, motivation, and literacy.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2020): November 2020" : 10 Documents clear
Penerapan Metode Project Based Learning Pada Muatan Lokal Batik Untuk Meningkatkan Kreatifitas Siswa Fisnani, Yeni; UZ, LM. Zulfahrin
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.26901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran muatan lokal batik menggunakan metode project-based learning. (2) Mendeskripsikan peningkatan kreativitas siswa menggunakan metode project- based learning. (3) Mendeskripsikan hasil karya siswa dengan metode pembelajaran project-based learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Setelah dilaksanakan penelitian dari kegiatan pratindakan hingga siklus II dengan metode project-based learning pada siswa kelas IV C SD Negeri Klego 01, kemampuan kreativitas siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari aspek kelancaran pada kondisi awal sebesar 35%, pada siklus I meningkat menjadi 71,07%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 88,21%. Aspek keluwesan pada kondisi awal sebesar 32,5%, pada siklus I meningkat menjadi 57,86%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 83,21%. Aspek keaslian pada kondisi awal sebesar 38,21% pada siklus I meningkat menjadi 70%, dan pada siklus  II meningkat lagi menjadi 92,5%. Aspek keterperincian pada kondisi awal sebesar 35%, pada siklus I meningkat menjadi 61,07%, dan pada siklus II menjadi 88,21%. Aspek kepekaan pada kondisi awal. sebesar 37,86%, pada siklus I meningkat menjadi 67,5%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 85,71%. Dari aspek kerativitas tersebut, dapat diketahui prosentase kreativitas siswa pada kondisi awal sebesar 35,71% dengan kriteria kurang, pada siklus I meningkat menjadi 65,5% dengan kriteria baik, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 87,57% dengan kriteria sangat baik.This study aims to (1) describe the local content learning process of batik using a project-based learning method. (2) To describe the increase in student creativity using the project-based learning method. (3) Describe student work using project-based learning methods. This study uses a Classroom Action Research method. After carrying out research from pre-action activities to cycle II with the project-based learning method for class IV C SD Negeri Klego 01 students, the students' creative abilities increased. This can be seen from the aspect of fluency in the initial conditions of 35%, in the first cycle it increased to 71.07%, and in the second cycle it increased again to 88.21%. The flexibility aspect in the initial conditions was 32.5%, in the first cycle it increased to 57.86%, and in the second cycle it increased again to 83.21%. Originality aspect in the initial conditions was 38.21% in the first cycle increased to 70%, and in the second cycle it increased again to 92.5%. The elaboration aspect in the initial conditions was 35%, in the first cycle it increased to 61.07%, and in the second cycle it was 88.21%. Aspect of sensitivity in the initial conditions. amounted to 37.86%, in cycle I increased to 67.5%, and in cycle II increased again to 85.71%. From this aspect of creativity, it can be seen that the percentage of student creativity in the initial conditions is 35.71% with poor criteria, in cycle I it increases to 65.5% with good criteria, and in cycle II it increases again to 87.57% with very good criteria.
Pengembangan Kartu Pantun Berbantuan Model Kooperatif Teams Games Tournament pada Materi Melisankan Pantun Kholifah, Kholifah; Sabilillah, Nugraheti Sismulyasih
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.27178

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan melisankan pantun pada siswa kelas V SDN Sidomulyo 01. Hal ini disebabkan karena media yang tersedia di sekolah masih kurang memadai dan kurang mendukung pembelajaran melisankan pantun. Selain itu, guru masih kurang kreatif dalam teknik penyampaian materi. Guru tidak menggunakan model pembelajaran yang membuat siswa aktif dan kreatif dalam melisankan pantun. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian pengembangan (Research and Development) yang mengembangkan media pembelajaran berupa kartu pantun. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) menghasilkan media kartu pantun, (2) menguji kelayakan media kartu pantun, dan (3) menguji keefektifan media kartu pantun. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil sebagai berikut. Rata-rata nilai siswa sebelum (pretest) yaitu 58,93 dan setelah mendapat perlakuan (postest) yaitu 78,35. Presentase peningkatan hasil unjuk kerja melisankan pantun yaitu sebesar 59%. Kartu pantun juga efektif untuk digunakan sebagai media penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi melisankan pantun, terlihat dari hasil uji perbedaan rata-rata dengan thitung sebesar 7,531 lebih besar dari ttabel yang hanya 1,703. Hasil perhitungan N-gain sebesar 0,44. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kartu pantun efektif meningkatkan keterampilan siswa melisankan pantun.This research is based on the expressing rhyme skill inadequacy of 5th grade student at Primary School Sidomulyo 01. Such phenomenon happens because the learning media in primary school is insufficient and unable to support the rhyme uttering learning. More to the point, the learning technique and model used by teacher cannot stimulate the students to be participatory, active, and creative in rhyme uttering learning.  Therefore, the researcher wants to do a research and development that evolves a learning media so-called rhyme card. This research aims (1) to produce rhyme card learning media (2) to know the properness of the rhyme card, and (2) to know the effectiveness of rhyme card. The result of the research shows the positive effect of rhyme card. The pretest means result of students expressing rhyme skill is 58,93 and after the treatment or posttest the means result is 78,35. It shows that the students’ rhyme uttering skill increased for about 58%. Rhyme card is also effective to support the expressing rhyme learning. The Paired t-Test done by the researcher shows that the t-value result is 7,531which is bigger than the t-table result, 1,703. The N-gain result is 0,44. From the explanation above, we can conclude that rhyme card is effective to increase the students’ rhyme uttering skill. The researcher suggests the teacher to develop another learning media so the students’ linguistics skill could increase
Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Dengan Metode Inquiry Pada Mata Pelajaran Geografi Paramisuari, Suci; Sariani, Novita
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.26740

Abstract

Penggunaan metode, pendekatan belajar mengajar dan orientasi belajar menyebabkan aktivitas belajar setiap siswa berbeda-beda. Ketidaksamaan aktivitas belajar siswa melahirkan kadar aktivitas belajar yang bergerak dari aktivitas belajar yang rendah sampai aktivitas belajar yang tinggi. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bervariasi. Jika guru biasa menggunakan metode ceramah, maka selanjutnya guru dapat menggunakan metode inquiry. Metode inquiry dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa lebih baik lagi. Guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa antusias dalam belajar dan juga membuat pembelajaran tidak membosankan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah action research (penelitian tindakan). Rancangan dalam penelitian tindakan ini terbagi atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaa, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI IIS 2 29 siswa dan seorang guru geografi. Penelitian memerlukan teknik pengumpul data adalah observasi langsung, komunikasi langsung dan dokumenter. Alat pengumpul datanya adalah lembar observasi, wanwancara dan dokumenter. Indikator keberhasilan aktivitas belajar siswa minimal 70% siswa aktif dalam belajar. Hasil aktivitas belajar mengalami peningkatan sebesar 15% dari siklus I ke siklus II yakni pada siklus I aktivitas siswa muncul 62% dan aktivitas tidak muncul  sebesar 38% pada siklus II terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa muncul sebesar 78% dan aktivitas tidak muncul sebesar 22%The use of methods, teaching and learning approaches and learning orientation causes the learning activities of each student to be different. The inequality of student learning activities gives rise to levels of learning activities that move from low learning activities to high learning activities. In order to overcome this problem, teachers need to create a more varied learning atmosphere. If the regular teacher uses the lecture method, then the teacher can then use the inquiry method. The inquiry method can improve student learning activities even better. Teachers can apply learning methods that can make students enthusiastic about learning and also make learning less boring. The method used in this research is action research (action research). The design in this action research is divided into four stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects in this classroom action research were 29 students of class XI IIS 2 and a geography teacher. Research requires data collection techniques are direct observation, direct communication and documentary. The data collection tools are observation sheets, interviews and documentaries. Indicators of the success of student learning activities at least 70% of students are active in learning. The results of learning activities increased by 15% from cycle I to cycle II, namely in cycle I student activity appeared 62% and activity did not appear by 38% in cycle II there was an increase in student learning activities appeared by 78% and activity did not appear for 22%.
Manajemen Pembelajaran Tataboga untuk Meningkatkan Vokasional Disabilitas Suryani, Eni; Suparman, Suparman; Rokhmiati, Rokhmiati; Handayani, Dini; Hufad, Achmad
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.27470

Abstract

Manajemen pembelajaran tataboga yang belum memberikan hasil terhadap peningkatan mutu lulusan siswa SMALB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembelajaran keterampilan vokasional bagi siswa tunarungu melalui keterampilan tataboga. Pembelajaran vokasional yaitu pembelajaran yang berkaitan dengan keterampilan dengan tujuan untuk menciptakan peserta didik yang memiliki keterampilan dasar untuk bekal hidupnya sebagai kecakapan hidup (life skill). Peralatan yang lengkap dan siap pakai, akan sangat membantu ABK dalam belajar untuk memahami konsep, memberikan pengalaman nyata, dan membentuk keterampilan.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan sehingga dibutuhkan adanya analisis dan mengkonstruksi obyek yang diteliti. Pembelajaran keterampilan vokasional bagi peserta didik untuk mempelajari keterampilan kecakapan hidup, sehingga ABK menguasai komptensi yang diharapkan. Standar kompetensi dan Kompetensi dasar untuk  pembelajaran vokasional belum ditetapkan oleh BSNP, oleh karena itu sekolah berkewajiban untuk mengembangkan SKKD pelajaran keterampilan voksional yang mengacu kepada Standar kompetensi Lulusan.Tataboga learning management that has not provided results in improving the quality of high school graduates. This study aims to determine the learning management of vocational skills for deaf students through tataboga skills. Vocational learning is learning related to skills with the aim of creating students who have basic skills for life as life skills. Complete and ready-to-use equipment will greatly assist ABK in learning to understand concepts, provide real experiences, and form skills. This study used descriptive qualitative method. Qualitative research is carried out in natural conditions and is inventive in nature so that analysis and construction of the object under study is needed. Learning vocational skills for students to learn life skills, so that ABK master the expected competencies. BSNP has not established competency standards and basic competencies for vocational learning, therefore schools are obliged to develop SKKD for vocational skills lessons that refer to the Competency Standards for Graduates.
Pengembangan Game Edukasi si Gelis Berbasis Android Untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Rokhman, Nur; Ahmadi, Farid
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.27477

Abstract

Adanya pandemi covid-19 memberi dampak signifikan pada dunia pendidikan.  Bagi siswa kelas 2 mata pelajaran bahasa inggris merupakan mata pelajaran sulit terlebih di saat pandemi covid 19 ini yang melarang pelaksanaan proses pengajaran secara tatap muka.  Materi bahasa inggris Kelas 2 Semester 1 diantaranya diajarkan kosakata angka, buah, sayur, baju dan hewan.  Pada umumnya anak-anak lebih suka bermain sehingga adanya game edukasi si gelis (genius english) ini bertujuan agar siswa dapat bermain dan belajar.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengemas materi kosakata kelas 2 sd menjadi sebuah game sehingga diharapkan kemampuan kosakata bahasa inggris dapat meningkat. Untuk menghasilkan game edukasi ini, peneliti menggunakan metode Research and Develompent dengan model pengembangan ADDIE yaitu meliputi Analisys, Design, Development, Implementation, dan Evaluasi.  Adapun software yang digunakan adalah Adobe Animate 2017, Adobe Photoshop, Adobe Air dan menggunakan bahasa pemrograman Action Script 3. Pada tahap evaluasi game edukasi ini terlebih dahulu melalui uji kelayakan oleh 2 ahli media dan 2 ahli materi dan menghasilkan nilai rata-rata kelayakan sebesar 90,6% atau sangat baik.  Game edukasi ini dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 dalam kosa kata bahasa inggris. Pada uji coba penerapan kepada sebanyak 20 siswa menghasilkan peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 32 point.  Game edukasi si Gelis (Genius English) ini dapat menjadi suplemen bahan pembelajaran kelas 2 sekolah dasar.The covid-19 pandemic has had a significant impact on the world of education. For grade 2 students, English is a difficult subject, especially during the COVID-19 pandemic which prohibits face-to-face teaching. English materials for Class 2 Semester 1 include numbers, fruits, vegetables, clothes and animals. In general, children prefer to play, so the existence of this educational game Gelis (English Genius) is intended so that students can play and learn. The purpose of this research is to package the vocabulary material for grade 2 sd into a game so that it is expected that the vocabulary skills of English can improve. To produce this educational game, researchers used the Research and Development method with the ADDIE development model which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The software used is Adobe Animate 2017, Adobe Photoshop, Adobe Air and uses the programming language Action Script 3. In the evaluation stage of this educational game, first it goes through a feasibility test by 2 media experts and 2 material experts and produces an average feasibility score of 90, 6% or very good. This educational game can improve the ability of grade 2 students in English vocabulary. In the application trial for as many as 20 students resulted in an increase in the class average score of 32 points. This educational game Si Gelis (Genius English) can be a supplement to the second-grade learning materials for elementary school.
A Study of the Seven Habits Among Teachers of Highly Educated and Motivated People in Government Schools in Palestine Jarad, Nashaat Abu; Ahmad, Jamilah; Tahir, Lokman Mohd; Jambari, Hanifah
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.27181

Abstract

Guru yang hebat dalam organisasi sekolah, karena mereka berkontribusi pada prestasi siswa, hasil sekolah, dan pertumbuhan pendidikan nasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji esensi tindakan dan motif tujuh orang yang sangat produktif di kalangan guru di Beit Lahia, Gaza. Analisis terhadap tujuh kebiasaan orang yang sangat sukses dipandang sebagai penghasut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan 70 responden memperoleh kumpulan kuesioner. Guru sekolah negeri di Beit Lahia, Gaza, adalah responden laporan ini. Versi 24.0 dari Program Statistik Sosial Sains (SPSS) digunakan untuk mengevaluasi data yang ringkas dan inferensial. Lupakan frekuensi, persentase dan rata-rata, statistik deskriptif digunakan. Statistik inferensi yang meliputi uji-T, uji ANOVA satu arah, dan Uji Korelasi Pearson digunakan untuk menjawab semua hipotesis penelitian. Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata rata-rata untuk tingkat praktik tujuh perilaku orang yang sangat sukses (min = 3,24) dan tingkat motivasi (min = 2) ditunjukkan. Selain itu, hasil juga mengungkapkan perbedaan substansial (p 0,05) untuk praktik tujuh perilaku individu yang dipengaruhi gender yang sangat produktif. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan penting antara praktik perilaku tujuh orang yang sangat sukses dengan tingkat motivasi guru di sekolah negeri Beit Lahia, Gaza. Simpulan penelitian ini dapat menjadi penting untuk membantu guru merefleksikan dan menguraikan kinerja mereka sendiri dan menghasilkan materi pembelajaran yang baru digunakan dalam konteks mereka.Great teachers in a school organization, as they contribute to student achievement, school results, and national education growth. This research is conducted to examine the essence of the actions and motives of seven highly productive people among teachers in Beit Lahia, Gaza. The analysis of the seven extremely successful people's habits is seen as inciting. This research uses quantitative approaches, and 70 respondents obtained a collection of questionnaires. The government schoolteachers in Beit Lahia, Gaza, are respondents to this report. Version 24.0 of the Science Social Statistics Program (SPSS) was used to evaluate concise and inferential data. Forget frequency, percentage and mean, descriptive statistics were used. Inference statistics which included T-test, one-way ANOVA test and Pearson Correlation Test were used to address all the study hypotheses. Based on the research findings, the average mean for practice level of seven highly successful people(s) behaviors (min = 3,24) and motivation level (min = 2) was shown. Furthermore, the results also revealed substantial differences (p 0.05) for the practice of seven behaviors of highly productive gender-affected individuals. The results also revealed that there is no important association between the practice of seven highly successful people (s) behaviors and the level of teacher motivation in the Beit Lahia, Gaza, state schools. The results of this study can be is important to help teachers to reflect and elaborate on their own performances and produce as a result learning material to be newly utilized in their contexts.
Tracing Study Relevansi Kompetensi Output dengan Tuntutan Kerja dan Kebutuhan Pasar Kerja Sunarso, Ali; Harits, Busyairi
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.27471

Abstract

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menghasilkan lulusan calon guru SD yang berkompeten dan profesional dalam bidangnya. Akan tetapi sebuah pertanyaan mengemuka, sudahkah para outputnya memenuhi kebutuhan pasar kerja mengemban amanah profesi yang sesuai kompetensi dan keahliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mentracing (tracer study) menganalisis: 1) Kesesuaian bidang pekerjaan alumni Prodi S-1 PGSD dengan latar belakang pendidikannya. 2) Relevansi kompetensi lulusan dengan tuntutan keahlian lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode Tracer Study, merupakan penelitian deskriptif evaluatif yang berusaha mendeskripsikan profil lulusan dan relevansi materi kuliah kurikulum Prodi S-1 PGSD FIP UNNES melalui pendekatan survei. Variabel profil kelulusan meliputi: 1) persentase lulusan yang sudah bekerja, 2) jenis pekerjaan, 3) jabatan dalam pekerjaan, dan 4) penghasilan pertama yang diperoleh. Variabel relevansi kurikulum Prodi S1-PGSD FIP UNNES dengan kebutuhan kompetensi lulusan yaitu lifeskill dan materi kuliah yang diterima lulusan dengan kebutuhan kerja. Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat untuk mendapatkan umpan balik tentang sistem atau proses pembelajaran agar menyesuaikan kompetensi lulusan dengan tuntutan dan kebutuhan dunia kerja pada masa sekarang dan mendatang.Elementary School Teacher Education, Faculty of Education, Semarang State University is one of the Educational Personnel Education Institutions (LPTK) that produces graduates of elementary school teacher candidates who are competent and professional in their fields. However, a question arises, have the outputs met the needs of the job market, carrying out the mandate of a profession according to their competence and expertise. This study aims to conduct tracer study to analyze: (1) The suitability of the field of work of the PGSD S-1 alumni with their educational background; (2) The relevance of graduate competence with the demands of graduate expertise in facing competition in the world of work. This study uses the Tracer Study method, which is a descriptive evaluative study that seeks to describe the profile of graduates and the relevance of the curriculum materials for the S-1 PGSD FIP UNNES Study Program through a survey approach. The graduation profile variables include: (1) the percentage of graduates who are already working; (2) types of work; (3) positions in work; and (4) first income earned. The variables of the relevance of the S1-PGSD FIP UNNES Study Program curriculum with the competency needs of graduates are lifeskills and course materials received by graduates with work needs. This research is expected to have benefits in obtaining feedback about the learning system or process in order to adjust the competence of graduates with the demands and needs of the present and future world of work.
Video Pembelajaran Sulaman Karawo Berbasis Karakter Melalui Kelas Maya di LKP Provinsi Gorontalo Djibu, Rusdin; Duludu, Ummyssalam
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.27180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Video Pembelajaran Sulaman Karawo Berbasis Karakter Melalui Kelas Maya di LKP Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan melihatnya dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengembangan. Pengembangan model dilaksanakan melalui langkah-langkah melakukan analisis kebutuhan pengembangan, menetapkan unsur-unsur yang akan di kembangkan, menyusun video pembelajaran, melakukan validasi video pembelajaran dengan ahli materi, ahli media dan penilaian warga belajar, dan menyusun model akhir. Kajian efektivitas video pembelajaran didahului implementasi video pembelajaran yang dilaksanakan melalui uji coba selama dua kali yakni uji coba tahap LKP Cakrawala. Dari hasil uji coba ini ternyata menunjukkan adanya dampak positif, tidak saja bagi warga belajar tetapi juga bagi pengelola LKP, penyelenggara pelatihan dan Narasumber.This study aims to determine character-based learning videos of Karawo embroidery through virtual classes at LKP Gorontalo Province. This research was conducted using a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques used in this study were observation, documentation, and interviews. through observation, interviews, and documentation study by looking at it from the planning, implementation, assessment, and development stages. Model development is carried out through the steps of conducting a development needs analysis, determining the elements to be developed, compiling learning videos, validating learning videos with material experts, media experts and learning citizen assessments, and compiling the final model. The study of the effectiveness of the instructional videos was preceded by the implementation of the learning videos which were carried out through two trials, namely the Cakrawala LKP stage trial. From the results of this trial, it turns out that there is a positive impact, not only for the learning community but also for LKP managers, training providers and resource persons.
Peran Orang Tua dalam Menanamkan Nilai Karakter Kearifan Lokal Pada Masyarakat Pesisir Bayu, Yunus; Rahmadina, Anastasya
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.26821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan peran orang tua menanamkan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnopedagogi. Hasil penelitian adalah orang tua memiliki pengaruh besar terhadap proses pembentukan karakter. Keteladan orang dapat mengantar anak/remaja diarahkan untuk secara aktif memajukan toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain. Hal ini dilakukan agar individu anak dapat merefleksikan target tersebut dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Perubahan individu yang konstruktif dapat menjadi cikal bakal lahirnya kehidupan keberagaman yang penuh penghormatan terhadap perbedaan dan diharapkan dapat menciptakan ikatan keragaman yang saling menguatkan, saling mendukung, dan menghormati satu sama lain. Nilai assitulung-tulungeng merupakan kekuatan budaya yang tercermin dari modal utama dalam membangun relasi sosiologis di tengah umat yang berbeda agama dan budaya. Paling tidak inilah yang bisa dipahami dari komentar Ikram di atas. Kesadaran personal yang diterangi oleh sinar iman kebenaran, tentu akan melahirkan kesadaran sosiologis yang berimplikasi pada terciptanya hubungan yang harmonis masyarakat pesisir.This study aims to describe the role of parents in instilling local wisdom. This study uses a qualitative method with an ethnopedagogical approach. The results showed that parents have a big influence on the character ordering process. Exemplary can lead children / adolescents to be actively directed to promote tolerance and respect for the beliefs of others. This is done so that individual children can reflect on these targets in everyday life in society. Constructive individual change can be the forerunner to the birth of a diverse life that is full of respect for support and is expected to create bonds of diversity that mutually reinforce, support one another, and respect one another. The value of assitulung-tulungeng is a cultural strength seen from the main asset in building sociological relations among people of different religions and cultures. At least this is what can be implemented from Ikram's comments above. Personal awareness that is illuminated by the light of faith in truth will certainly give birth to a sociological awareness which has implications for the creation of harmonious relationships in coastal communities.
Komunitas Kawan Dengar: Acquiring Online Counseling Microskills Mahanani, Fatma Kusuma; Rizki, Binta Mu’tiya; Pratiwi, Pradipta Christy; Mabruri, Moh Iqbal; Galuh Amawidyati, Sukma Adi
Edukasi Vol 14, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v14i2.27202

Abstract

Keluhan psikis semakin meningkat selama pandemic covid-19. Berbagai pihak semakin genjar memberikan layanan konseling secara daring. Hanya saja, tidak semua pihak memiliki keterampilan dasar konseling terutama secara daring yang mumpuni, salah satu pemberi layanan konseling gratis adalah komunitas kawan dengar. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pemberdayaan komunitas kawan dengar untuk mendapatkan keterampilan dasar konseling secara daring. Metode yang digunakan adalah eksperimen, menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Analisis data menggunakan uji beda paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan pada hasil pretes dibandingkan postes setelah perlakuan. Hasil tersebut menyajikan informasi baru di tengah minimnya hasil riset tentang keterampilan mikro dalam konseling secara daring sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang mendapatkan layanan konseling daring melalui komunitas kawan dengar.Psychological complaints increased during the covid-19 pandemic. Various parties are increasingly active in providing online counseling services. It's just that, not all parties have basic counseling skills, especially those who are qualified, one of the free counseling service providers is a community of listeners. The purpose of this service activity is to empower the community of listeners to gain basic counseling skills in a bold manner. The method used was experimental, using the One Group Pretest-Posttest Design design. Data analysis using different test Paired Sample T-Test. The results showed that there was a significant increase in pretest compared to posttest results after treatment. These results provide new information in the midst of the lack of research results on micro skills in counseling as well as providing benefits to people who get counseling services through the peer-to-peer community.

Page 1 of 1 | Total Record : 10