cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INTEGRALISTIK
ISSN : 08537208     EISSN : 25495011     DOI : -
Core Subject :
Integralistik is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The Integralistik is a academic journal that centered in citizenship studies i.e. civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
Desain Pesan Pendidikan Karakter Kebangsaan Siswa SMA di Kota Malang
Integralistik Vol 33, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v33i2.37862

Abstract

Pendidikan karakter bagi bangsa Indonesia pada saat ini sangatlah mendesak untuk dilaksanakan secara sistematis dan terarah, hal ini dilatar belakangi akan desakan adanya sumber daya manusia yang baik dari segi kognitif, dan psikomotorik, namun juga yang berkarakter yang sesuai dengan nilai Pancasila. Maka dari itu, perkembangan pendidikan tidak relevan lagi jika hanya mengedepankan perspektif ilmu pengetahuan dalam pengukuran kemampuan.  Penelitian dilakukan dengan rancangan deskriptif kulitatif. Subjek penelitiannya adalah guru dan peserta didik SMA Negeri Kota Malang. Teknik dalam pengumpulan data dilaksanakan melalui pengamatan, interview dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud desain pesan pendidikan karakter di SMA Negeri Kota Malang berdasarkan pada kebijakan sekolah, dipengaruhi oleh kebijakan Kementerian Pendidikan, serta berdasar kepada kurikulum yang berlaku saat ini. Praktek pendidikan karakter terintegrasi dengan berbagai kegiatan dan acara rutin sekolah, serta kegiatan ekstra kurikuler. Perwujudan pembudayaan nilai-nilai karakter dilakukan melalui kegiatan sekolah diantaranya kegiatan upacara bendera, pramuka, pembiasaan salam, senyum dan sapa, berdoa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan nasional, jum’at bersih kunjungan ke desa, serta berbagai kegiatan lainnya. Pesan yang dipergunakan sebagai bahan ajar dalam praktek pendidikan karakter di sekolah berupa nilai-nilai luhur bangsa Indonesia (Pancasila), nilai agama, serta berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat.
Analisis Wacana Kritis Berita Pemindahan Ibu Kota Negara Pada Youtube TvOneNews
Integralistik Vol 33, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v33i2.35802

Abstract

AbstrakTulisan ini bermaksud untuk membongkar wacana sosial politik secara kritis dengan menganalisis berita pemindahan ibu kota negara di media sosial youtube tvOneNews. Kajian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Dalam mengumpulkan data, teknik yang digunakan adalah studi dokumentasi dan telaah isi. Hasil yang diperoleh, dalam dimensi teks berita ini secara umum menegaskan tema pemindahan ibu kota negara yang dibingkai dari sudut pandang sosial ekonomi. Dalam dimensi kognisi sosial tvOneNews berusaha untuk mengkritisi secara tegas langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam pemindahan ibu kota negara. Sementara terkait konteks sosial, masyarakat Indonesia sedang berada pada situasi polemik yang mengakibatkan terbelahnya pandangan masyarakat menjadi kelompok pro dan kontra. Penulis melihat kajian semacam ini dapat dikembangkan lebih jauh dengan pendekatan atau model analisis yang berbeda mengingat isu ini akan terus berlanjut dan semakin hangat kedepannya. Abstract This paper intends to critically dismantle socio-political discourse by analyzing the news of the relocation of the nation's capital on the social media youtube tvOneNews.. This study uses a critical paradigm with a qualitative approach and uses the critical discourse analysis method of the Teun A. van Dijk model. In collecting data, the technique used is documentation study and content review. The results obtained, in the dimensions of the news text, generally emphasize the theme of moving the national capital which is framed from a socio-economic point of view. In the dimension of social cognition, tvOneNews tries to strictly criticize the steps taken by the government in relocating the nation's capital city. Meanwhile, related to the social context, the Indonesian people are currently in a polemic situation which has resulted in the splitting of public views into pro and con groups. The author sees that this kind of study can be developed further with a different approach or model of analysis considering that this issue will continue and be warmer in the future.
ANALISIS YURIDIS UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2017 TERHADAP PELAKSANAAN DESMIGRATIF
Integralistik Vol 34, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i1.40200

Abstract

Isu mengenai kasus pekerja migran menjadi fenomena yang banyak dibicarakan dalam dunia internasional. Program  Desbumi  (Desa  Peduli  Buruh  Migran)  yang diinisiasi  di  Kabupaten  Wonosobo  oleh  organisasi  masyarakat  sipil,  dengan tujuan memperbaiki kondisi pekerja migran melalui pemberdayaan komunitas. Desbumi memunculkan inisiatif berbagai komunitas dengan tujuan yang relatif serupa yaitu advokasi kepentingan pekerja migran. Pemerintah juga berinisiatif untuk menggagas program serupa pada tahun 2016, melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Program yang diberi nama Desa Migran Produktif (Desmigratif). Namun, pada kenyataannya, pekerja migran masih mengalami berbagai kasus. Permasalahan yang dialami oleh pekerja migran akan terus menerus ada dengan bentuk yang bervariasi. Disinilah perlu adanya evaluasi terkait peraturan tersebut yang menjadi pelindung migran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan hukum migran menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 serta bagaimana evaluasi program desmigratif dalam mewujudkan kepastian hukum pekerja migran. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Desmigratif sebagai upaya mengurangi jumlah pekerja migran Indonesia perseorangan dilakukan dengan mengadakan Pusat Layanan Migrasi, yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang informasi untuk memudahkan para calon pekerja migran dalam menyerap informasi, sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program Desmigratif sudah berjalan dengan baik, namun terdapat beberapa kendala yang dapat menghambat pelaksanaan program Desmigratif. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya-upaya yang dilakukan demi mengurangi kendala tersebut.
Penerapan Penilaian Sikap Siswa pada Pembelajaran Online
Integralistik Vol 34, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i1.39476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penilaian sikap siswa dalam pembelajaran online, dan untuk mengetahui faktor penghambat guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan penilaian sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Analisis data kualitatif dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Dalam model analisis interaktif ini, peneliti bergerak pada tiga komponen, yaitu reduksi data (data reduction), tampilan data (data display) dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Untuk keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, baik triangulasi teknis, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran online, guru tetap melakukan penilaian aspek sikap. Jenis penilaian sikap yang digunakan guru adalah observasi dengan instrumen lembar observasi. Penilaian sikap dilakukan pada tahap mengamati perilaku siswa selama pembelajaran, yang kemudian dicatat pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Selain observasi juga menggunakan instrumen penilaian diri. Kendala yang dihadapi saat melakukan penilaian sikap adalah: jaringan internet yang terkadang bermasalah, komunikasi yang terbatas, keterbatasan fasilitas yang dimiliki siswa, dan beberapa orang tua yang ekonominya rendah sehingga tidak mampu. untuk menyediakan fasilitas belajar online.This study aims to determine the implementation of student attitude assessment in online learning, and to find out the inhibiting factors for Pancasila and Citizenship Education subject teachers in carrying out the attitude assessment. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data was collected by using interview, observation and documentation techniques.The data obtained were analyzed qualitatively.Qualitative data analysis was carried out using the interactive model of analysis from Miles and Huberman. In this interactive analysis model, the researcher moves on three components, namely data reduction (data reduction), data display (data display) and conclusion drawing (verification). For the validity of the data, it is done by triangulation, both technical triangulation, source triangulation and time triangulation.The results of this study conclude that in online learning, teachers continue to carry out assessments of attitude aspects. The type of attitude assessment used by the teacher is observation with an observation sheet instrument. Attitude assessment is carried out at the stage of observing the behavior of students during learning, which is then recorded on an observation sheet that has been prepared previously. In addition to observation, it also uses a self-assessment instrument.Constraints faced when conducting attitude assessments are: the internet network which sometimes has problems, limited communication, limited facilities owned by students, and some parents have a low economy so they are unable to provide online learning facilities.
Ketahanan Nasionalisme Generasi Muda Simeulue di Era Globalisasi
Integralistik Vol 34, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i1.39944

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat realitas membangun ketahanan nasionalisme generasi muda di tengah arus globalisasi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitiatif untuk memahami gejala-gejala sosial di masyarakat. Dari penjelasna tersebut maka Penelitian ingin menganlisis ketahanan semangat nasionalisme generasi muda di SMA Kabupaten Simuelue di era globalisasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru Pendidikan Kewarganrgaraan yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data yang pakai ialah Teknik observasi dan wawancara. Dan teknik analisis datanya menggunakan tiga pendekatan yaitu reduksi data, display data dan verifikatif. Hasil penelitian menggambarkan lemahnya semangat nasionalisme diakibatkan oleh kuatnya arus globalisasi budaya asing yang mendegradasi semangat nasisonalisme generasi muda. Upaya membangun ketahananan semangat nasionalisme pada generasi muda dapat dilakukan dengan cara merekontruksikan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai manifestasi semangat nasionalisme bernegara pada generasi muda sehingga tumbuh kecintaan pada budaya bangsa Indonesia dan menjadi modal mewujudkan cita-cita nasiona. sebagai warga global dan meningkatkan budaya literasi kewarnegaraan yang dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan di sekolah dengan membentuk civic knowledge, civic skils, dan civic disposition sehingga terbentuknya generasi Indonesia yang smart and good citizen.The purpose of this study is to examine the reality of developing nationalism resilience in the younger generation in the age of globalization. This study is a qualitative descriptive study designed to better understand social phenomena in society. It seeks to analyze the resilience of youth nationalism in the era of globalization of high school students in Simuelue District. The subjects in this study were 10 Citizenship Education teachers. Observations and interviews are used in data collection techniques. While the data were analyzed using three approaches, namely data reduction, data display and verification. The study's findings show that the poor spirit of nationalism is driven by powerful currents of globalization of other cultures, which are weakening the younger generation's spirit of nationalism. Efforts to maintain the spirit of nationalism in the younger generation can be carried out by reconstructing Pancasila values as a manifestation of the spirit of state-nationalism in the younger generation, so that a compassion for Indonesian culture grows and becomes a capital for realizing national aspirations as global citizens, and increasing a culture of civic literacy that is inclusive. This is accomplished through civic education in schools, which develops civic knowledge, civic skills, and civic disposition in order to raise a generation of Indonesians who are knowledgeable and excellent citizens.
Pembelajaran Interpretasi Peraturan melalui Buku Ajar Politik Hukum Pidana pada Mahasiswa S1 Ilmu Hukum
Integralistik Vol 34, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i1.40398

Abstract

Pengembangan sarana pembelajaran melalui peningkatan kuantitas dan kualitas buku ajar menjadi hal penting bagi  mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi.  Buku ajar sebagai sarana peningkatan kompetensi dosen dan peningkatan prestasi mahasiswa. Penyediaan buku ajar yang minim dan kebutuhan mahasiswa sesuai dengan tujuan program studi menjadi alasan utama penelitian ini. Artikel ini bertujuan pada peningkatan kualitas buku ajar politik hukum pidana dilihat dari segi kualitasnya yaitu kualitas materi dan kebahasaan.  Peningkatan kualitas buku ajar melalui masukan para reviewer bidang hukum dan kebahasaan dengan Teknik analisis secara deskriptif kualitatif. hasil penelitian dan pembahasan berupa penyusunan buku ajar tergolong dalam kategori cukup memadai, hal ini berdasarkan pada peningkatan poin pada mahasiswa. Perbaikan buku ajar pada bidang hukum sesuai dengan kedalaman dan keluasan bidang hukum pidana. Segi kebahasaan melalui perbaikan dengan penggunaan bahasa komunikatif  serta peningkatan minat baca sekaligus logika berpikir mahasiswa.  Buku ajar telah memberikan nuansa baru pada peningkatan minat baca dan pemahaman materi mahasiswa dalam bidang politik hukum pidana.The development of learning facilities through increasing the quantity and quality of textbooks is essential for students and lecturers in higher education. Textbooks as a means of improving the competence of lecturers and improving student achievement. The supply of textbooks is minimal, and the needs of students following the objectives of the study program are the main reasons for this research. This article aims to improve the quality of criminal law political textbooks, namely the quality of the material and language. Improving the quality of textbooks through the input of reviewers in law and linguistics with qualitative descriptive analysis techniques. The results of research and discussion in the classification form of preparing textbooks are in the category of quite adequate. Based on the increase in points for students. Improvement of textbooks in the field of law by the depth and breadth of the field of criminal law. In terms of linguistics, improvements with the use of communicative language, increasing interest in reading, and students' logic of thinking. Textbooks have given a new nuance to increasing student interest in reading and understanding material in the field of criminal law politics
Implementasi Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sebagai Upaya Membangun Sikap Toleransi pada Mahasiswa dalam Kehidupan di Kampus
Integralistik Vol 34, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i1.40626

Abstract

Toleransi merupakan hal vital di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang pluralistik. Keberagaman yang ada tidak hanya memperkaya kebudayaan Indonesia tetapi juga dapat menjadi alat disintegralisasi bangsa yang mengancam keutuhan Negara. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sejauh mana implementasi mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai upaya membangun sikap toleransi pada mahasiswa dalam kehidupan di kampus. Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang, merupakan salah satu kampus pendidikan vokasi di Jawa Tengah. Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan telah berkomitmen untuk mencerdaskan bangsa, dan  mewujudkan sikap serta perilaku toleransi sesama warga negara Indonesia melalui bimbingan terhadap para mahasiswa yang berasal dari berbagai suku dan agama agar tercipta keselarasan dan sikap saling bertoleransi dan saling hormat menghormati, menerima perbedaan antara yang satu sama yang lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis, tektik pengumpulan datanya dengan wawancara langsung dengan nara sumber dan menggunakan kepustakaan dari buku literatur maupun jurnal ilmuah. Hasil Penelitian menunjukan bahwa mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat mewujudkan sikap toleransi mahasiswa dalam kehidupan di kampus. Wujud sikap toleransi mahasiswa di kampus diantaranya adalah saling menghormati perbedaan antara ras, suku, agama maupun budaya, serta kebersamaan saling gotong royong yang dapat dilihat melalui diskusi, tugas individu dan kelompok, proses pembelajaran di kelas, kegiatan organisasi di dalam maupun di luar kampus.Tolerance is vital in the midst of a pluralistic Indonesian society. The diversity that exists does not only enrich Indonesian culture but can also become a means of national disintegration that threatens the integrity of the State. This study aims to determine the extent to which the Pancasila and Citizenship Education courses are implemented as an effort to build tolerance among students in campus life. Akademi Ibu Kartini Semarang, is one of the vocational education campuses in Central Java. Akademi Ibu Kartini Semarang through the Pancasila and Citizenship Education courses has committed to educating the nation, and embodying attitudes and behavior of tolerance among Indonesian citizens through guidance to students from various ethnicities and religions to create harmony and mutual tolerance and mutual respect, accept the differences between one another. This research is descriptive analysis research, the data collection technique is by direct interviews with informants and using literature from literature books and scientific journals. The research results show that the Pancasila and Citizenship Education course can manifest students' tolerance in life on campus. The manifestation of student tolerance on campus includes mutual respect for differences between races, ethnicities, religions, and cultures, as well as mutual cooperation which can be seen through discussions, individual and group assignments, the learning process in class, organizational activities inside and outside the campus.
Pengembangan Bahan Ajar PPKn Digital Interaktif Berbasis Aplikasi Flip Builder Terhadap Pembentukan Civic Skill Siswa Marlina, Lina; Untari, Aryanti Dwi
Integralistik Vol 34, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i2.45049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membentuk civic skills siswa, terdapat dua kompetensi yaitu intellectual skill dan participation skill pada saat proses pembelajarn di kelas. civic skill siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMK Pasundan 1 Kota Serang terbilang masih sangat rendah dalam proses pembelajaran masih menggunakan bahan ajar yang masih konvensional, Pada penelitian ini peneliti mengembangkan bahan ajar PPKn digital interaktif berbasis aplikasi flip builder digunakan agar bahan ajar PPKn semakin menarik dan siswa merasa tidak jenuh       apabila belajar di kelas, metode penelitian yang digunakan adalah Research And Development, metode pengembangan dalam research dan development yaitu adanya potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, desain produk, validasi desain, perbaikan desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan pembuatan produk. (Sugiyono, 2017), metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektivan produk tersebut, dengan menggunakan tiga tahapan meliputi 1) Model pengembangan, 2) Prosedur Pengembangan, 3) Uji Coba Produk, Hasil penelitian menggambarkan bahwa merancang Bahan Ajar Digital Interaktif Berbasis aplikasi flip builder ini dapat meningkatkan kompetensi civic skill siswa, peneliti menyimpulkan bahwa pelajaran PPKn berbasis aplikasi digital interaktif dapat memberikan pembelajaran pada siswa agar menjadi warga negara yang terampil dan berguna bagi bangsa negara serta lingkungannya dikehidupan sehari-hari.This study aims to shape students' citizenship skills, there are two competencies, namely intellectual skills and participation skills during the learning process in class. civic skills of class X students of Office Administration SMK Pasundan 1 Serang City are still very low in the learning process still using conventional teaching materials, to be able to form civic skills students there is an effort to develop Civics learning media in the form of interactive digital Civics teaching materials based on the flip builder application. In this study the researchers developed interactive digital PPKn teaching materials based on the flip builder application used so that PPKn teaching materials were more interesting and students did not feel bored when studying in class, the research method used was the Research And Development research method, this method is the method used to produce products and testing the effectiveness of these products, using three stages including 1) Model development, 2) Development Procedures, 3) Product Trials. The results of the study illustrate that designing Interactive Digital Teaching Materials Based on this flip builder application can improve the competence of civic skills of Pasundan Vocational High School students. 1 City of Serang, PPKn lessons provide learning for students to become citizens who are skilled and useful for their environment or it can be said as an indicator of citizenship competence (civic skills), namely intellectual skills and participation skills.
Disrupsi Normalitas Nilai Generasi Muda dan Peran 3 Pilar Pendidikan Suparwi, Suparwi; Mahmud, Hadi; Khunaefi, Muhammad Wildan
Integralistik Vol 34, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i2.44619

Abstract

Di beberapa dekade belakangan, studi mengenai nilai agaknya mulai mengalami stagnansi atau setidaknya progres yang tidak signifikan. Di sisi lain, era gloabal, teknologi, dan informasi yang sangat cepat telah menciptakan disrupsi nilai. Nilai hedon adalah salah satu nilai yang tumbuh subur di era ini, dengan disrupsi normalitas yang semakin masif. Melihat fenomena tersebut, maka tujuan studi ini adalah untuk menjelaskan disrupsi makna hedon dan rekonstruksi nilai Pancasila melalaui 3 pilar pendidikan. Guna mencapai tujuan tersebut maka, studi ini menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kajian literatur, serta konsep normalitas Michel Foucault dan rekonstruksi milik B.N Marbun sebagai pisau analisis. Studi ini menemukan bahwa hedon telah menjadi nilai gaya hidup, yang secara trand di pandang normal oleh hampir semua generasi, terutama generasi Z. Meskipun gaya hidup hedon yang dipopulerkan oleh global melalui berbagai media teknologi informasi mempunyai efek motivasi dan suksesi. Namun tidak dipungkiri pula, dampak  gaya hidup hedon juga telah memberikan efek negative yang lebih banyak. Oleh karena itu, memfungsikan kembali tiga pilar pendidikan dengan nilai-nilai Pancasila adalah penting. Dengan demikian, studi ini telah berhasil memberikan sudut pandang yang komperhensif dan sensitif dalam kerangka nilai pada entitas gaya hidup masyarakat saat ini pada umumnya, dan generasi Z pada khususnya. 
Resolusi Konflik Etnis Antara Madura dan Dayak di Sampit Melalui Model Sinergi Integratif Basit, Abdul; Maftuh, Bunyamin; Malihah, Elly; Mufidah, Nastiti
Integralistik Vol 34, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v34i2.43306

Abstract

Perbedaan sosial ekonomi dan sosial budaya sangat berpengaruh terhadap konflik manakala faktor stereotipe negatif, kecemburuan sosial dan gesekan SARA kian tak terbendung. Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan dalam penelitian ini adalah terkait resolusi konflik etnis antara Madura dan Dayak pada kasus Sampit melalui model sinergi integrative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Adapun teknik analisis data menggunakan analisis konten atau isi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlu adanya resolusi konflik yang melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perwakilan dari masyarakat. Model sinergi integratif berupa rekonsiliasi, rekonstruksi dan mediasi dengan mengedepankan aspek musyawarah mufakat menunjukkan hasil yang sangat posifit dari kedua belah pihak. Penyelesaian masalah dengan sila keempat Pancasila ini menjadi bukti bahwa persoalan keberagaman masyarakat dapat diatasi dengan model sinergi integratif secara aktif dan bertanggung jawab baik secara horizontal maupun vertikal. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagai tindak lanjut resolusi konflik sosial, perlu adanya edukasi berupa sosialisasi kepada masyarakat yang kurang terdidik agar tidak mudah terhasut atau terpengaruh perilaku, sikap dan ucapan orang lain. Selain itu, toleransi, tenggang rasa, saling menghargai juga menjadi penting untuk diimplementasikan secara langsung dan berkelanjutan di tengah masyarakat majemuk.Socio-economic and socio-cultural differences greatly influence conflict when negative stereotypes, social jealousy and SARA friction are increasingly unstoppable. Based on this background, the purpose of this study is related to ethnic conflict resolution between Madurese and Dayak in the Sampit case through an integrative synergy model. This study used a qualitative approach with library research methods. The data analysis technique uses content or content analysis. Based on the results of the research, it shows that there is a need for conflict resolution involving various elements, starting from the central government, regional governments and representatives from the community. The integrative synergy model in the form of reconciliation, reconstruction and mediation by prioritizing aspects of deliberation for consensus showed very positive results from both parties. Solving the problem with the fourth precept of Pancasila is proof that the problem of societal diversity can be overcome by an integrative synergy model that is active and responsible both horizontally and vertically. The conclusions in this study indicate that as a follow-up to social conflict resolution, it is necessary to provide education in the form of outreach to less educated people so that they are not easily incited or influenced by the behavior, attitudes and words of other people. In addition, tolerance, tolerance, mutual respect are important to be implemented directly and sustainably in a pluralistic society.