cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA Sumarni, Woro; -, Soeprodjo; Rahayu, Krida Puji
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penerapan metodekasus menggunakan media audio-visual terhadap hasil belajar kimia ditinjau berdasarkanaspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelasXI IPA. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan teknik cluster randomsampling yaitu kelas XI IPA-4 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuandengan menerapkan metode kasus menggunakan media audio-visual setelah dilakukanuji homogenitas. Berdasarkan hasil uji estimasi rata-rata diperoleh rata-rata hasil belajarkelompok eksperimen antara 74,24-78,54 dan kelompok kontrol antara 66,08-70,94 danberdasarkan hasil uji estimasi proporsi siswa yang mencapai ketuntasan belajar padakelompok eksperimen berkisar antara 93,7%-100%, sedangkan pada kontrol berkisarantara 63%-89%. Berdasarkan hasil uji ketuntasan belajar diperoleh persentase ketuntasanbelajar klasikal untuk kelompok eksperimen sebesar 98% dan kelompok kontrol sebesar76%. Adapun hasil observasi terhadap ranah afektif dan ranah psikomotorik diperoleh nilairata-rata siswa pada kelompok eksperimen e” 65, sedangkan berdasarkan hasil angkettanggapan siswa terhadap pembelajaran, siswa yang menjawab termotivasi untuk belajarsebesar 78,05% dan 17,07% tidak termotivasi. Siswa juga merasa senang untuk belajarsebesar 75,6% dan yang tidak merasa senang sebesar 10,76%. Kata Kunci: metode kasus, media audio-visual
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HOTS (Higher Order Thinking Skills) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X Handayani, Ririn; Priatmoko, Sigit
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem solving berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) terhadap hasil be/ajar kimia siswa kelas X materi pokok larutan elektrolit dan konsep redoks. Populasinya adalah 286 siswa kelas X suatu SMA di Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dengan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Rata-rata nilai hasil be/ajar kognitif kelas eksperimen sebesar 84,06, sedangkan kelas kontrol 77,60. Kedua kelas berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama, sedangkan pada uji t dua pihak dihasilkan -trabel (-2,00)<thitung(4,32)>ttabei(2,00) yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Pada uji t satu pihak kanan diperoleh thitung (4,32)>trabe1 (1,67) yang berarti bahwa rata-rata hasil be/ajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hasil analisis korelasi diperoleh angka r=0,5079, sehingga signifikan dengan harga koefisien determinasi sebesar 25, 79%, berarti penggunaan pembe/ajaran problem solving berorientasi HOTS memiliki kontribusi sebesar 25,79% terhadap hasil be/ajar siswa, sedangkan 74,21% dijelaskan oleh variabel lain. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran problem solving berorientasi HOTS berpengaruh positif terhadap hasil be/ajar kimia siswa. Pembelajaran problem solving dapat merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa seperti berpikir kritis dan kreatif.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CHEMO-EDUTAINMENT UNTUK MATAPELAJARAN SAINS-KIMIA DI SMP -, Harjono; -, Harjito
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan media pembelajaran untuk mata pelajaransains kimia di SMP. Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya kendala implementasimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer. Dalam penelitian ini dikembangkan mediapembelajaran alternatif berbasis VCD dengan pendekatan konsep edutainment denganpertimbangan kemudahan penerapan dan ketersediaan alat pemutar VCD. Penelitian inidilaksanakan di laboratorium PBM jurusan Kimia FMIPA UNNES. Proses pembuatan mediapembelajaran diawali dengan tahapan pemilihan materi, penyusunan skenario, dan desainmedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memberikan apresiasi yang cukupbaik terhadap media pembelajaran chemo-edutainment yang sedang diujicobakan. Desainmedia pembelajaran sains-kimia untuk siswa SMP telah berhasil dibuat dalam bentuk VCDdengan memasukkan aspek-aspek yang perlu dimasukkan dalam paket media pembelajaransains-kimia SMP sesuai dengan karakteristik siswa SMP. Konsep Chemo-edutainment dalammedia pembelajaran model VCD untuk siswa SMP merupakan konsep yang perlu diwujudkandalam bentuk media pembelajaran yang inovatif dan menarik. Media pembelajaran yangtelah dikembangkan mendapatkan respon yang cukup baik untuk dapat digunakan sebagaimedia pembelajaran sains kimia di SMP baik di kelas maupun di rumah. Kata kunci: media pembelajaran, chemo-edutainment,sains-kimia SMP
KOMPARASI HASIL BELAJAR DENGAN METODE TUTOR SEBAYA DAN TEAM WORK LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA -, Soeprodjo; Susatyo, Eko Budi; -, Sukron
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2008): July 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan siswa di dalam kelas dapat dilakukan dengan menggunakan metodetutor sebaya dan kerja kelompok. Permasalahannya apakah ada perbedaan signifi kan antarasiswa yang diajar menggunakan metode tutor sebaya dengan metode kerja kelompok. Hal iniuntuk mengetahui apakah ada perbedaan signifi kan antara kedua metode tersebut. Denganpopulasi 237 siswa diperoleh sampel kelas XI IPA 4 diberi pengajaran metode tutor sebayadan kelas XI IPA 6 dengan metode kerja kelompok. Pengujian meliputi uji perbedaan duarata-rata, uji estimasi rata-rata hasil belajar dan uji estimasi proporsi ketuntasan hasil belajar.Dari hasil penelitian diperoleh thit = -2,884 dengan α = 5% diperoleh t(0,95)(77) = 1,657. Karenathit ≤ - t(0,95)(77) maka H0 ditolak, hal ini berarti ada perbedaan signifi kan antara metode tutorsebaya dengan metode kerja kelompok. Rata-rata hasil belajar metode tutor sebaya 66,46 –71,1 dengan proporsi ketuntasan 65,7% - 89,3%. Sedangkan estimasi rata-rata hasil belajarmetode kerja kelompok 71,57–75,63 dengan proporsi ketuntasan 81% - 98,4%. Dari hasilperhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dengan metode kerja kelompoklebih baik dari pada metode tutor sebaya.Kata Kunci: metode tutor sebaya, team work learning
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE MAKE-A-MATCH DENGAN MEDIA EVIDENCE CARD TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA MATERI ASAM-BASA Noviyanti, D.
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2012): January 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model cooperative learning type make-a-match dengan media evidence card terhadap hasil belajar kimia materi larutan asam-basa. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh dengan XIA1 sebagai kelas kontrol dan XIA2 sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan uji t dua pihak dihasilkan thitung(4,0293)> t1abe1(1,9925) yang berarti ada perbedaan yang signifikan, sedangkan uji t satu pihak kanan thitun9(4,0293)>t1abe1(1,9925) yang berarti rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. N-gain kelas eksperimen (0,71) lebih baik daripada kelas kontrol (0,52). Hal ini menunjukkan bahwa penggunakan model Coperative Learning type make-a-match dengan media evidence card mempengaruhi hasil belajar kimia materi larutan asam-basa sebesar 28,99% sehingga guru hendaknya berupaya menerapkan model pembelajaran ini pada materi lain.The study was aimed to determine the effect of the use of cooperative learning model of type make-a-card match with the evidence card media on chemistry learning outcomes of acid-base solution. The population was students of Science class XI. Sampling was performed by saturated sampling with XIA 1 as the control and XIA2 as the experiment class. The two sides t test produced tcount (4.0293)> Trable (1.9925) which means there was a significant difference, while the one right side t test produced tcount (4.0293)> T Table (1.9925), which means that the average cognitive learning outcome of the experimental class was better than that of the control class. N-gain of the experimental class (0.71) was better than that of the control class (0.52). This showed that the use of this model affected the learning outcomes of acid-base solution of 28.99%, so teachers should try to apply this learning model on another matter.
PENERAPAN MODEL LEARNING START WITH A QUESTION BERPENDEKATAN ICARE PADA HASIL BELAJAR Haryadi, Dheni Nur; Nurhayati, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besar kontribusi pengaruh model learning start with a question berpendekatan ICARE pada hasil belajar. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA5 sebagai kelas eksperimen. Metode pengumpulan data adalah tes, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil postes menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata sebesar 81,53, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 77,60. Hasil uji pengaruh antar variabel menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi biserial 0,4407 dan koefisien determinasi 19,42 %. Nilai afektif, nilai psikomotorik, dan nilai angket dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan hasil belajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik dari hasil belajar afektif dan psikomotorik kelas kontrol. Penerapan model learning start with a question berpendekatan ICARE memperoleh respon setuju dari siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model learning start with a question berpendekatan ICARE berpengaruh positif pada hasil belajar dan besarnya kontribusi pengaruh 19,42 %. This research aims to determine the influence and contribution value of learning start with a question model based ICARE approach on learning outcomes. Study design is posttest only control design. Sampling technique is used cluster random sampling. Class of XI IPA 4 as the control group and XI IPA 5 as the experiment group. Data collection methods are test, observation, documentation, and questionnaires. Posttest result showed that the average value in experiment group was 81,53 while the average value in control group was 77,60. Result of affecting among variable test show that biserial correlation coefficient value was 0,4407 and determination coefficient was 19,42 %. Affective value, psycomotoric value, and questionnaires value were analyzed by descriptive method. Result of descriptive analysis show that experiment group of affective and psycomotoric learning outcomes had better than control. Implementation of learning start with a question model based on ICARE approach get agreement from students. The research results concluded that the learning start with a question model based on ICARE approach get positive influence to learning outcome and contribution value was 19,42 %.
PENGEMBANGAN RUBRIK PERFORMANCE ASSESSMENT PADA PRAKTIKUM HIDROLISIS GARAM Puspitasari, Nila; Haryani, Sri; Widiarti, Nuni
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 8, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to produce innovation of performance assessment rubric on practicum salt hydrolysis material. The rubric was being consulted and validated by experts, then it was being revised and tested. The trial result was being analyzed and revised, then usage test was given. The research was conducted at SMA in Semarang using purposive sampling technique. A small scale was given to ten students and large scales were given to the students in class XI IPA 3 and XI IPA 4. The results showed that the validity of innovation of performance assessment rubric by experts was 86.46%. Implementation innovation of performance assessment rubric on practicum salt hydrolysis "test salt solution in water", the agreement has been reached between the observer and the student with the value of generalizability coefficient are 0.711 and 0.744. The impact of the use of performance assessment rubric is that the cognitive learning outcomes of the students can achieve mastery learning. In class XI IPA 3, there are 33 students from 38 students achieve KKM and in class XI IPA 4 there are 33 students from 37 students achieve values KKM. Student’s characters can also be developed during lab activities, such as discipline, honesty, independence, curiosity, responsibility, and cooperation. Based on the results, innovation of performance assessment research practicum salt hydrolysis "test salt solution in water" could be used as a guide to the performance assessment (psychomotor) of the students and increase understanding of the concept and fosters student’s character.  Keywords : Innovation, Performance Assessment Rubric, Salt Hydrolisis 
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN -, Soeprodjo; Priatmoko, Sigit; Sariana, Elisa Yuyun
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian  siswa SMA Negeri  1  Temanggung merasa  kesulitan memahami materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Hal ini dapat diatasi apabila guru menerapkan model pembelajaran learning Cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model learning Cycle terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri  1  Temanggung  tahun  ajaran  2007/2008  yang  berjumlah  143  siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling diperoleh kelas XI  IPA-4  yang  berjumlah  36  siswa  sebagai  kelas  eksperimen  yang  pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle dan kelas XI IPA-3 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas control. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai post test rata-rata kelompok  eksperimen  73,79  dan  kelas  kontrol  65,28. Pengujian  terhadap  hipotesis diperoleh harga r11 = 0,53 dan  SE r11 x 1,961 = 0,30. Oleh karena harga r11 > SE r11 x 1,961 dapat  disimpulkan bahwa ada  pengaruh penggunaan model  Learning  Cycle  terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Temanggung pada pokok materi kelarutan dan hasil  kali  kelarutan  tahun  ajaran  2007/  2008. Berdasarkan hasil  perhitungan koefi sien determinasi diperoleh pengaruh sebesar 28,38%.Kata Kunci: model learning cycle
PENGGUNAAN MEDIA SIRKUIT CERDIK BERBASIS CHEMO­ EDUTAINMENTDALAM PEMBELAJARAN LARUTAN ASAM BASA Saptorini, Saptorini; Priatmoko, Sigit; Diniy, Hidayah Hidzyam
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sirkuit cerdik terhadap hasil be/ajar siswa dalam pembelajaran kimia materi pokok larutan asam basa. Sirkuit cerdik adalah sebuah pengembangan media chemo-edutainment. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kudus tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 196 siswa yang terbagi dalam 5 kelas. Pengambi/an sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata hasil be/ajar kognitif kelas ekperimen sebesar 70, 17; sedangkan kelas kontrol 61, 00. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan hasi/ be/ajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melalui analisis metode korelasi diperoleh angka r=O, 638, sehingga signifikan dengan harga koefisien detenninasi sebesar 40, 68% yang berarti penggunaan sirkuit cerdik memiliki kontribusi sebesar 40, 68% terhadap hasil be/ajar siswa, sedangkan 59,32% dijelaskan oleh faktorlainnya. Selain itu, hasi/ analisis data observasi menunjukkan bahwa hasil be/ajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata aspek psikomotorik dam afektif ke/as eksperimen masing-masing sebesar 82, 80 dan 84, 10, sedangkan kelas kontrol masing-masing sebesar 72,57 dan 77,69.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN FLASH INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR Nursiam, Siti; Soeprodjo, Soeprodjo
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative Problem Solving (CPS) merupakan suatu model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan kreativitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Creative Problem Solving berbantuan flash interaktif efektif bila diterapkan pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPA di suatu SMA N di kota Magelang tahun pelajaran 2013/2014. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Uji yang digunakan untuk menganalisis data adalah uji perbedaan dua rata-rata, uji ketuntasan klasikal, dan uji estimasi rata-rata hasil belajar kognitif. Hasil uji perbedaan dua rata-rata dua pihak menunjukkan adanya perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji ketuntasan belajar kelas eksperimen mencapai ketuntasan belajar (individual dan klasikal) sedangkan kelas kontrol belum mencapai ketuntasan klasikal. Hasil uji estimasi rata-rata menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dari 86,25 sampai 87,35 dan kelas kontrol dari 81,45 sampai 82,55 sehingga bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving terbukti efektif diterapkan pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Creative Problem Solving (CPS) is a learning model that is centered on problem solving skills, followed by strengthening creativity. The purpose of this study was to determine whether the Creative Problem Solving learning model-assisted interactive flash effectively can be applied to the material solubility and solubility product. This research is experimental research with the entire population of students of class XI IPA at a high school in Magelang in 2013/2014 school year. Sampling techniques used cluster random sampling. Collecting data in this study used the methods of documentation, testing, observation, and questionnaires. The test is used to analyze the data are two average value test, mastery learning classical test, and the estimated average test results of cognitive learning. The result of the two average value indicated the differences between experimental group and control group. The result of the test was obtained that experiment group achieved the learning completeness (individual and classical) while control group had not achieved classical completeness yet. The result of the estimation of average treatments showed experimental group of the average of the test result was 86,25 until 87,35 and control group was 81,45 until 82,55 so it can be concluded that the learning model Creative Problem Solving has been effectively applied to the material solubility and solubility product.

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue