cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
Perbedaan Capaian Perkembangan Sosial antara Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan dan Remaja yang Tinggal Bersama Orang Tuadi MTs Taqwal Ilah Semarang Rahmatika, Febriana; Deliana, Sri Maryati; Muhammad, Amri Hana
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i1.11914

Abstract

Abstrak. Tidak semua anak memiliki keluarga yang utuh. Banyak anak menghabiskan masa perkembangan tanpa pengasuhan orang tua kandung.Anak-anak dengan kondisi di atas dapat ditemukan di panti asuhan.ini bertujuan untuk mengetahui perbedaancapaian perkembangan sosialantara remaja yang tinggal di panti asuhan dan remaja yang tinggal bersama orang tuadi MTs Taqwal Ilah Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif.Populasi penelitian ini adalah siswa MTS Taqwa Ilah dengan sampel yang diambil sebanyak 30 subjek remaja yang tinggal di panti asuhan dan 30 subjek remaja yang tinggal bersama orang tua. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah disproportionate stratified random sampling.Data penelitian diambil menggunakan skala perkembangan sosial remaja berdasarkan indikator-indikator perkembangan sosial yang dikemukakan oleh Luellayang terdiri atas 58 item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan capaian perkembangan sosial antara remaja yang tinggal di panti asuhan dan remaja yang tinggal bersama orang tua di MTs. Taqwal Ilah Semarang. Hubungan interpersonal antara anak asuh dengan ibu asuh harus ditingkatkan supaya dapat mengantarkan remaja pada perkembangan yang sesuai dengan usianya. Kata Kunci : Perkembangan Sosial, Remaja Abstract. Not all children have families that are intact. Many children spend their developmental care giving without biological parents.Children with the above conditions can be found  in orphanages. It aims to tell the difference close to social development between teenagers who live in orphanages and teenagers living with parents in MTs Taqwal llah of Semarang. This study is a comparative quantitative research.The population of this research is the student of  MTs Taqwal llah with the samples taken are 30 subject teenagers who live in orphanages and  30 subjects teenagers who live with parents. Data collection  technique which is  used  in this research is disproportionate stratified  random sampling.Research Data taken using a scale of social development of teenagers based on social development indicators according to Luellayang which is consists of 59 items. The results showed that there is a difference between social developments close to teenagers who live in orphanages and teenagers living with parents in MTS Taqwal Ilah of Semarang. Interpersonal relationships between foster care and foster mother should be improved so that it can deliver on the development of teenagers according to their age.Key Words: Social Development, teenagers
HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN OUTSOURCING PT BANK RAKYAT INDONESIA CABANG CILACAP Nursanti, Herdiarti Dwiputri; Nuzulia, Siti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13333

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi dari fenomena bahwa kondisi lingkungan yang semakin sulit, maka karyawan outsourcing perlu merasa optimis untuk meraih masa depan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui gambaran optimisme pada karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap, mengetahui gambaran subjective well-being karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap, dan mengetahui ada tidaknya hubungan antara optimisme dengan subjective well-being karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap.            Berdasarkan latar belakang tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara optimisme dengan subjective well-being karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap. Penelitian ini menggunakan studi populasi dikarenakan jumlah karyawan outsourcing di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap adalah 62 orang. Optimisme diukur dengan menggunakan skala optimisme yang memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,839. Subjective Well-Being diukur dengan menggunakan skala Subjective Well-Being. Yang mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,849. Peneliti menggunakan kolerasi Product Moment Pearson yang dibantu dengan program SPSS 17.0 for windows.            Hasil penelitian menunjukkan variabel optimisme pada subjek penelitian berada pada kategori tinggi yang berarti bahwa optimisme yang dimiliki karyawan outsourcing tinggi. Variabel subjective well-being pada subjek penelitian berasa pada kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara optimisme sengan subjective well-being  dengan nilai r = 0,516 dengan nilai signifikansi atau p = 0,000. Hal ini mengidikasikan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara optimisme dengan subjective well-being pada karyawan outsoucing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap. Sehingga semakin tinggi optimisme yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi kebahagiaan dan kepuasan hidupnya. Hal ini dikarenakan optimisme akan membawa bagaimana individu belajar lebih realistis menghadapi kondisi sulit dalam kehidupan serta mampu mengerjakan sesuatu menjadi lebih baik seperti dalam pekerjaan, pendidikan, dan hubungan sosial.Kata Kunci: optimisme, subjective well-beingAbstract. This research is based of the phenomenon that is increasingly difficult environmental conditions, then the outsourcing employees need to feel optimistic for the future reach. This study is aim to know the description of the employee outsourcing optimism PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap, know the description of Subjective well-being of employees outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap, and knowing the relationship between optimism with subjective well-being of PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap.            Based on this background the proposed hypothesis is that there is a positive relationship between optimism with subjective well-being on employee outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap. The research was conducted at PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap. This study uses population studies because the number of outsourced employees at PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap is 62 people. Optimism was measured using a scale of optimism that has a reliability value of 0.839. subjective well-being measured using the Subjective Well-Being scale. Which has value of 0.849 reliability. Researchers using the Pearson Product Moment correlation which is assisted by the program SPSS 17.0 for windows.            The results showed optimism on the subject of study variables are in high category, which means that the optimism that employees have high outsourcing. Variables on subjective well-being of research are at high criteria. The result showed that there is positive relationship between optimism with subjective well-being with a value of r = 0.516 with a significance vale or p = 0.000. This indicates that there is a significant positive relationship between optimism with subjective well-being on employee outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap. So the higher optimism that employees have, the higher happiness and life satisfaction. This is because the optimism will carry how individuals learn to be more realistic to see an event and the future, can help in dealing with difficult circumstances in life and are able to do something for the better as in employment, education, and social relationships.
FORGIVENESS ISTRI PADA SUAMI YANG PERNAH BERSELINGKUH DAN MENGANGGUR Permata, Pradipta Ayu Lintang; Sugiariyanti, Sugiariyanti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i1.11615

Abstract

Abstrak. Forgiveness adalah sikap individu yang telah disakiti untuk tidak melakukan perbuatan balas dendam terhadap pelaku, sebaliknya adanya keinginan untuk berdamai dan berbuat baik terhadap pelaku, Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran forgiveness pada istri sebagai upaya untuk mengembalikan keutuhan rumah tangga akibat suami yang tidak bekeraja dan perselingkuhan dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan istri memaafkan kesalahan yang dilakukan suami. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang masih bertahan dalam perkawinan. Karakteristik subjek pada penilitian ini ialah istri berusia 50 tahun keatas (dewasa madya) yang bekerja maupun tidak bekerja , subjek yang menikah lebih dari 10 tahun, memiliki suami yang pernah berselingkuh dan menganggur total. Hasil penelitian ini menunjukan walaupun suami telah melakukan kesalahan besar dan membuat kedua subjek terluka, namun kedua subjek masih bisa memaafkan kesalahan suaminya. Hal ini terjadi karena subjek merasa memiliki kualitas hubungan yang baik dengan suami setelah suami meminta maaf dan merasa bahwa pernikahannya masih berharga, menurut subjek pernikahan merupakan hal yang sacral dimana pernikahan hanya boleh sekali dilakukan dalam seumur hidup, sehingga tidak menghalangi dirinya untuk memaafkan.Subjek dapat mengekspresikan secara konkret pemaafan melalui perilaku, dan sudah dapat merasakan dan menghayati adanya pemaafan dalam dirinya.  Kata Kunci : forgiveness, berselingkuh, menganggurAbstract. Forgiveness is the attitude of individuals who have been hurt to not commit acts of revenge against the perpetrators , otherwise the desire to make peace and do good to the offender. The purpose of this study is to look at the picture of his wife Forgiveness as an attempt to restore the integrity of the household due to a husband who does not work and infidelity and what factors are causing the wife to forgive the mistakes made by the husband . This study used a qualitative method with a case study approach . Subjects in this study amounted to two people who remained in the marriage . Characteristics of the subjects in this research wife is aged 50 years and older ( middle age ) who worked or did not work, subjects who were married more than 10 years , has a husband who had an affair and the total unemployed These results indicate although the husband has made a big mistake and make the two subjects was injured, but the subject still can not forgive her husband's fault . This happens because the subject was to have a good quality relationship with her husband after her husband apologized and felt that her marriage is still valuable, according to the subject of marriage is a sacred thing that marriage should only be done once in a lifetime, so it does not prevent him to forgive. Subjects can be expressed in concrete terms forgiveness through behavior, and has been able to feel and appreciate their forgiveness in him . Keywords : Forgiveness, affair, unemployee
PERBEDAAN KONFLIK INTRAPERSONAL DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN PADA IBU Khofiannida, Indah; Hardjanta, George
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris perbedaan konflik intrapersonal ditinjau dari status pekerjaan pada ibu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan konflik intrapersonal antara ibu bekerja dan tidak bekerja. Konflik intrapersonal pada ibu bekerja lebih tinggi dari pada ibu tidak bekerja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 125 ibu-ibu Desa Jebol Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, yang terbagi atas 63 ibu bekerja dan 62 ibu tidak bekerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Skala Konflik Intrapersonal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik uji- t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan konflik intrapersonal antara ibu bekerja dan tidak bekerja yang ditunjukkan dengan nilai Uji-t = 4,481 (p < 0,01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.  
KEPUASAN PERKAWINAN PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI ANAK Kristanti, Puji; Soetjiningsih, Christiana Hari
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11606

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan perkawinan pada pasangan yang belum memiliki anak. Partsipan penelitian yaitu 2 pasangan suami-istri yang belum memiliki anak dan tidak mengadopsi anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pasangan partisipan, merasakan kepuasan perkawinan meskipun belum memiliki anak.Kata Kunci: kepuasan perkawinan pada pasangan yang belum memiliki anak Abstract. The purpose of this study to determine the factors that influence marital satisfaction in couples who have not had children. Partsipan research that two couples who do not have children and do not adopt children. This study uses a qualitative method. The results showed that both pairs of participants, marital satisfaction despite not having children.Keywords : marital satisfaction in couples who have not had children
Kebermaknaan Hidup Dan Subjective Well-Being Pada Lanjut Usia Bersuku Jawa Di Provinsi Jawa Tengah Pratomo, Anistya Wulandari; Liftiah, Liftiah; Dahriyanto, Luthfi Fathan
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13315

Abstract

Abstrak. Lansia ditandai dengan kemunduran fisik dan psikologis. Lansia diharapkan mampu memiliki sikap menerima dengan penuh kesadaran bahwa usia telah bertambah tua dan hal tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan hidup. Nilai-nilai kebudayaan juga mempengaruhi sedikit banyaknya kebermaknaan hidup dan subjective well-being pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang kebermaknaan hidup dan subjective well-being pada lansia bersuku jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan indigenous psychology. Responden penelitian berjumlah 500 orang, yaitu lansia bersuku Jawa berusia di atas 60 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah open-ended questionaire. Hasil penelitian ini diketahui bahwa kebermaknaan hidup menurut lansia bersuku Jawa adalah ketika hidupnya berguna (67,60%). Tujuan untuk memperoleh hidup yang bermakna adalah adanya keinginan untuk hidup bahagia dan sejahtera (44,23%). Sumber kebermaknaan hidup yaitu interaksi dengan lingkungan sosial (33,61%). Pengaruh yang dirasakan ketika hidup bermakna adalah suasana hati yang positif (47,49%) dan ketika hidupnya tidak bermakna, pengaruh yang dirasakan adalah memiliki perasaan negatif (47,16%). Sementara itu, subjective well-being menurut lansia bersuku Jawa adalah memiliki perasaan yang menyenangkan (55,20%), faktor yang mempengaruhi subjective well-being adalah relasi sosial yang baik (27,96%) dan efek yang dirasakan setelah mencapai subjective well-being adalah muncul perasaan yang menyenangkan (59,97%). 91% lansia bersuku Jawa juga menyebutkan ada keterkaitan antara kebermaknaan hidup dan subjective well-being. Kata Kunci: kebermaknaan hidup, subjective well-being, lanjut usia bersuku jawa Abstract. Elderly characterized by physical and psychological setbacks. Elderly required acceptance with full awareness of the fact that age has an aging affect the welfare of the elderly. Cultural values also affect somewhat the meaningfulness of life and subjective well -being in the elderly. The purpose of this study was to describe about the meaningfulness of life and subjective well-being in the elderly javanese tribes. This study use indigenous psychology approach. Respondents numbered 500 people, consist of elderly Javanese tribes over the age of 60 years. Data collection method used was a survey study using purposive sampling technique. Data collection tool used was an open -ended questionaire. The results of this research note that the meaningfulness of life in the elderly when his monosyllabic Java is useful (67.60 %). In order to obtain a meaningful life is the desire to live a happy and prosperous (44.23 %). Meaningfulness of life is a source of interaction with the social environment (33.61 %). Influence is felt when life is meaningful positive mood (47.49 %) and when his life is meaningless, perceived influence is having negative feelings (47.16 %). Meanwhile , subjective well -being in the elderly is a Java tribes have pleasant feelings (55.20 %), factors that influence subjective well -being is a good social relations (27.96 %) and the effects felt after reaching subjective well - being is emerging sense of fun (59.97 %).
PERBEDAAN KEMANDIRIAN REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN DENGAN YANG TINGGAL DI RUMAH BERSAMA ORANG TUA (Studi Komparatif pada siswa kelas 9 MTs Al Asror Semarang) Sari, Merdiah Dwi Permata; Deliana, Sri Maryati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9575

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah kemandirin yang merupakan aspek penting dalam perkembangan pada diri remaja dimana mereka bisa bertindak sesuai dengan keinginannya tetapi tetap bertanggung jawab terhadap tindakannya tersebut. Kemandirian tentu diharapkan oleh orang tua terdapat pada diri anaknya. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian remaja. Lingkungan pendidikan dapat meliputi pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu adakah perbedaan kemandirian pada remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di rumah. Subjek pada penelitian ini berjumlah 80 subjek. 40 subjek yang tinggal di pondok pesantren dan 40 subjek yang tinggal di rumah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala kemandirian berdasarkan aspek kemandirian Steinberg. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik statistik independent sample t-test. Skala kemandirian terdiri dari 45 item dengan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya 0,663. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan kemandirian antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dan remaja yang tinggal di rumah. Kedua kelompok remaja tersebut sama-sama pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka baik orang tua ataupun pengasuh pondok ditingatkan lagi lingkungan yang baik untuk remaja mengembangkan kemandiriannya agar kemandirian yang dimiliki lebih baik lagi. Hasil penelitian ini memiliki keterbatasan antara lain adalah peneliti tidak memasukkan variabel-variabel utama yang dapat mempengaruhi kemandirian pada remaja.  Abstract. Background of this research was that autonomy is an important aspect in the development in adolescents where they can act in accordance with his wishes but still be held responsible for his actions. Autonomy certainly expected by parents there on his son. Education is one of the factors that could affect the autonomy of adolescents. Environmental education can include family education, school, and community. Therefore is there any difference in autonomy on teens who live in boarding schools and adolescents who live in the House. This research is a comparative quantitative research aims to find out the difference autonomy an adolescents living in boarding schools and adolescents who live in the house. The subject of this research totalled 80 subject. 40 subjects living in boarding schools and 40 subject who lives at home. Sampling in this study using simple random sampling. Research data taken using scale autonomy based on aspect autonomy of Steinberg. Methods of data analysis statistical techniques used are independent sample t-test with the help of program data processing. Scale autonomy consists of 33 items with alpha cronbach coefficient of reliability 0,869. Based on the results of the study showed no difference between the autonomy of adolescents living in boarding schools and adolescents who live in the house. Two groups of adolescents that are equally on the high category. Based on the results of this research, then either the parents or caretakers cottage increases the longer a good environment for teens to develop his autonomy so that autonomy owned better again. The results of these studies have limitations, among others, are the researchers did not include major variables that can affect in adolescents autonomy.
ASSESSING TODDLER TEMPERAMENT USING INDONESIAN VERSION OF THUMAS AND CHESS TTS IN YOGYAKARTA Muti’ah, Titik
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13347

Abstract

Abstract. The purpose of this study (as part thesis of Muti’ah, 2009) is assessing toddler temperament by using Thomas and Chess in Yogyakarta. Mothers of the toddlers completed the Toddler Temperament Scale (TTS) and the Socioeconomic Status. Data were collected through fill-in the TTS (toddler temperament scale) from 84 toddler respondents which were living in Yogyakarta. From the data, it was found that The TTS’ internal consistency of Indonesian toddlers was 0.653, considered acceptable and shows a high validity. The exploratory test obtained has shown that the temperament characteristic (activity, regularity, adaptability, mood approach, intensity, persistence, distractibility and threshold of Indonesia toddlers had no much different pattern compared to others countries using a similar scale. The socioeconomic effects upon the toddler behavior styles were found slightly influences in some dimensions. From the research done, this study has provided the evidence that the toddler behavioral styles were varied according to the cultural context and the characteristics of the raters (mothers). Keywords: toddler, temperament, tts
PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Hasmalawati, Nur
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17383

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerjaatau Quality of Work Life (QWL) dan motivasi kerja terhadap kinerjakaryawan. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah Kader TB-HIV yangberjumlah 50orang, terdiri dari 36 orang perempuan dan 14 orang laki-laki yangusianya antara 18-63 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linearganda. Teknik pengambilan data dengan menggunakan skala Likert. Hasilanalisis menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja sangat berpengaruhterhadap kinerja. Hal ini dilihat dari nilai R Square 0,313 dan nilai sig 0,000yang artinya kualitas kehidupan kerja sebagai variabel bebas mempengaruhivariabel terikat yaitu kinerja sebesar 31%, sedangkan sisanya dipengaruhi olehvariabel lain. Tetapi lain halnya dengan motivasi kerja, nilai signifikansi 0,489 >0,05 menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja.Apabila atasan memperhatikan kualitas kehidupan kerja dengan baik, makakinerja karyawan semakin tinggi dan akan produktif dalam meningkatkanpelayanan kepada masyarakat. Abstract. This study aims to determine the effect of quality of work life or Quality of WorkLife (QWL) and work motivation on employee performance. Subjects in thisstudy were 100 TB-HIV Cadres, consisting of 36 women and 14 men with ages18 to 63 years. This research uses multiple linear regression analysis. Data istaken by using Likert scale. The results showed that the quality of work life isvery influential on performance. It can be seen from the value of R Square 0,313and the value of sig 0,000 which means the quality of working life asindependent variables affect the dependent variable is the performance of 31%,while the rest is influenced by other variables. But unlike the work motivation,the significance value of 0.489> 0.05 indicates that the motivation of work hasno effect on performance. If the boss pays attention to the quality of working lifewell, then the higher the employee performance and will be productive inimproving services to the community.
AGRESIVITAS REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA KABUPATEN “X” Noviadi, Randy; Budiningsih, Tri Esti; Martiarini, Nuke
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17389

Abstract

Abstrak. Siswa di SMA swasta Kabupaten Demak menunjukkan adanya perilaku agresifmeskipun sekolah-sekolah tersebut telah melakukan upaya untukmenghindarkan siswanya dari perilaku agresif. Ini berarti siswa pada SMAswasta masih memiliki emosi yang kurang stabil dan cenderungmemperlihatkan adanya perilaku agresif. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran agresivitas remaja di Sekolah Menengah Atas SwastaKabupaten Demak. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Swasta Kabupaten Demak.Teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling sehinggajumlah sampel yang diambil sebanyak 305 siswa yang berasal dari 9 SMASwasta di Demak. Metode pengumpulan data menggunakan skala agresivitasremaja diadaptasi dari Buss-Perry Aggression Questionnaire Scale (BPAQ).skala agresivitas remaja terdapat 29 aitem dengan 26 aitem yang valid dan 3aitem yang gugur. Reliabilitas skala agresivitas remaja dengan koefisien sebesar0,890. Analisis data menggunakan teknsik statistik deskriptif. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa (1) Agresivitas remaja pada siswa SMA Swasta diDemak secara umum tergolong dalam kategori sedang cenderung ke rendah. (2)Agresivitas remaja pada siswa SMA Swasta di Demak berdasarkan empat aspekpembentuk yaitu physical agression dalam kategori rendah cenderung ke sedangsedangkan aspek verbal agression, anger dan hostility berada dalam kategorisedang cenderung ke rendah. Aspek yang tertinggi dari siswa sebagai bentukagresivitas adalah hostility sedangkan aspek terendah yaitu physical agression.(3) Agresivitas remaja berdasarkan asal sekolah yang memiliki tingkatagresivitas tertinggi adalah SMA Pembangunan Demak dengan kategori sedangdan agresivitas terendah adalah SMA Abdi Negara dengan kategori rendahcenderung ke sedang. Abstract. Students at Demak Public Private High School demonstrate aggressivebehavior even though the schools have made efforts to prevent their studentsfrom aggressive behavior. This means that students in private high school stillhave less stable emotions and tend to show aggressive behavior. The purposeof this study was to find out the description of aggressiveness of adolescents atPrivate High School Demak District. This research type is descriptivequantitative. The population in this study is all high school students PrivateDemak District. The sample technique used is cluster random sampling so thatthe number of samples taken as many as 305 students from 9 private high80schools in Demak. The data collection method using adolescentaggressiveness scale was adapted from Buss-Perry Aggression QuestionnaireScale (BPAQ). Questionnaire aggressiveness scale adolescents there are 29items with 26 valid items and 3 items that fall. Reliability scale aggressivenessadolescents with coefficient of 0.890. Data analysis using descriptivestatistical technique. The results of this study indicate that (1) aggressivenessof adolescents in private high school students in Demak generally fall into lowto moderate category. (2) The aggressiveness of adolescents in private highschool students in Demak is based on four aspects of physical agression in thelow category tend to moderate while the aspect of agression, anger andhostility are in the moderate to low category. The highest aspect of the studentas a form of aggressiveness is hostility while the lowest aspect is physicalagression. Aggressiveness of adolescents based on the origin of schools thathave the highest aggressiveness level is the High School of DemakDevelopment with the medium category and the lowest aggressiveness is thelow to medium moderate high school Abdi Negara. The advice given is thatschools need to provide direction and guidance periodically so that studentscan reduce aggressive behavior. directives through training and guidance inaddition to BK teachers, guidance also needs dilakukkan by parents ofstudents. For the aspect of hostility as the highest aspect of aggressiveness,students need to actively follow religious activities or discussions such asspiritual extracurricular and discussions of Islamic studies in order to formpositive thoughts. The next researcher also needs to add another variable thatis predicted to affect aggression in adolescents.