cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
MEMBEDAH INSTAGRAM: ANALISIS ISI MEDIA SOSIAL PARIWISATA BALI Surijah, Edwin Adrianta; Kirana, Cokorda Tesya; Wahyuni, Ni Putu Julian Dian; Yudi, Putu Chrisna; Astini, Ni Komang Budi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9560

Abstract

Abstrak. Instagram dan media sosial bertautan erat dengan perkembangan dunia pariwisata. Penelitian deksriptif kualitatif ini mencermati akun media sosial yang fokus pada pariwisata di Bali dan menganalisis bagaimana interaksi pengguna Instagram dengan muatan yang diunggah oleh akun tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi  (content analysis) yang dilakukan terhadap sepuluh akun media sosial dengan pengikut terbanyak dan seratus unggahan terakhir masing-masing akun. Gambar, keterangan gambar, dan hashtag yang dipakai kemudian dibandingkan dengan memperhatikan preferensi pengguna Instagram. Sebagai uji silang, komparasi terhadap hasil focus group discussion dilakukan untuk meningkatkan keyakinan terhadap temuan data. Hasil riset mengungkap berbagai tipe gambar yang diunggah. Preferensi pengguna atau pengikut akun cenderung mengarah pada gambar yang menunjukkan kesan alamiah, sederhana, serta memiliki keterangan yang informatif. Abstract. Instagram and social media are loosely inter-related with tourism development. This descriptive qualitative research aims to investigate social media accounts which focus on Bali tourism. It analyzed interaction between Instagram users activity and uploaded posts by those accounts. This research employed qualitative content analysis approach which was addressed towards ten major accounts with most followers and one hundred recent posts from each account. Pictures, captions, and hashtags are alligned with users preferences. As a cross-check, focus group discussion were held to increase confidence. Results show various types of picture. Users or followers incline to prefer pictures with more naturalistic and simplistic feel while also retaining detailed information.
GANGGUAN INSOMNIA PADA MAHASISWA YANG MENYUSUN SKRIPSI (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang) Ariantini, Fitria Anggun; Hariyadi, Sugeng
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13341

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran insomnia yang dialami mahasiswa selama menyusun skripsi, penyebab insomnia yang dialami subjek, gejala yang dialami subjek, serta srategi yang dilakukan untuk mengatasi insomnia tersebut. Insomnia merupakan suatu kondisi ketidakpuasan seseorang dalam hal kuantitas atau kualitas tidurnya dan berlangsung selama beberapa waktu (Lumbantombing, 2004). Insomnia dapat disebabkan karena masalah psikis pada seseorang, rasa cemas dan perasaan takut yang berlebihan, bekerja terlampau lama dank eras, rasa sakit dan perasaan tidak menyenangkan.   Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang tengah menyusun skripsi yang mengalami insomnia selama lebih dari 1 bulan. Subjek berjumlah dua orang subjek primer dan dua orang subjek sekunder subjek sekunder. Peneliti mengambil sampel penelitian dari mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang. dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik partisipasi non partisipan, yaitu peneliti secara pasif tidak terlibat langsung dalam aktivitas yang sendang berlangsung dan terjadi sambil mencatat tingkah laku di sekitarnya. Peneliti juga menggunakan teknik wawancara yang bersifat semiterstruktur yaitu wawancara yang dilakukan secara terbuka tetapi tetap berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan tertulis.   Berdasarkan keseluruhan hasil dan pembahasan dalam penelitian yang diperoleh dalam penelitian studi kasus ini maka dapat disimpulkan bahwa, jenis insomnia yang dialami subjek termasuk insomnia kronis (cronic insomnia). Bila subjek sudah lama sekali tidak bisa tidur (dalam dua pulah mepat jam subjek tidak tidur), subjek langsung meminum obat tidur yang diperjualbelikan secara bebas. Gejala-gejala insomnia yang diaalami subjek antara lain subjek mengalami kesulitan untuk memulai tidur. AR harus membuat dirinya merasa lelah terlebih dulu agar dapat tidur, jika tetap tidak dapat tidur maka AR akan memaksakan memejamkan mata agar dapat tidur, sedangkan NM harus menutup matanya dengan kain agar dapat tertidur. Gejala lain adalah kedua subjek merasa lesu dan pusing saat bangun tidur dan susah berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan. 
PENGARUH IKLIM SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP TEUKU UMAR SEMARANG Hapsari, Ornela; Hariyadi, Sugeng; Prihastuty, Rahmawati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i1.11913

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi dari fenomena di dunia pendidikan yang muncul saat ini adalah banyaknya siswa yang tidak disiplin dalam belajar, misalnya sering datang terlambat ke sekolah, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tidak mengikuti upacara bendera, dan lebih mengkhawatirkan lagi adalah berkelahi dengan teman yang terutama sering dilakukan oleh siswa. Kedisiplinan dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, kedisiplinan para guru dan interaksi antar semua unsur yang ada di sekolah, komponen-komponen ini di dalam dunia pendidikan di sebut dengan iklim sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif korelasional bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Iklim Sekolah terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VII di SMP Teuku Umar Semarang. Subjek pada penelitian berjumlah 70 subjek. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala iklim sekolah dan skala kedisiplinan belajar. Metode analisis data yang digunakan adalah adalah korelasi product moment. Skala iklim sekolah terdiri dari 51 item yang valid dan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya 0,943. Skala kedisiplinan belajar terdiri dari 35 item yang valid dan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya 0,899. Berdasarkan analisis korelasi product moment diperoleh nilai r= 0,857 dengan taraf signifikansi atau p= 0,000 dimana p < 0,01. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh antara keduanya adalah positif. Jadi jika iklim sekolah tinggi maka kedisiplinan belajar juga tinggi. Berdasarkan analisis koefisien determinasi 34,4 % kedisiplinan belajar dapat dipengaruhi oleh iklim sekolah dan 65,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi sekolah SMP Teuku Umar untuk meningkatkan iklim sekolah agar lebih kondusif sehingga kedisiplinan belajar yang dimiliki para siswa semakin meningkat.Kata Kunci: Iklim Sekolah, Kedisiplinan, Belajar Abstract. This research is motivated of the phenomenon in the world of education that emerged at this time is the number of students who are not disciplined in learning, for example, often come late to school, truancy, collect duties not timely, not doing homework, not following the flag ceremony, and even more worrying is primarily a fight with a friend who is often done by students. Discipline is affected by school leadership, teachers and discipline of interaction between all the elements that exist in schools, these components in the world of education called the school climate. This study is aimed to determine the quantitative correlation School Climatic Effects on Student Discipline in the Junior Class VII Teuku Umar Semarang. Subjects in the study were 70 subjects. Sampling in this study using simple random sampling technique. The data were taken using a scale of school climate and discipline scale study. Data analysis methods are used is the product moment correlation. School climate scale consists of 51 items that are valid and Cronbach alpha reliability coefficient of 0,943. Learn discipline scale consists of 35 items that are valid and Cronbach alpha reliability coefficient of 0,899. Based on the analysis of product moment correlation values obtained r = 0,857 with a significance level or p = 0,000 where p < 0,01. It shows that the effect between the two is positive. So if the climate of high school then learn discipline too high. Based on the analysis of the coefficient of determination 34,4 % disciplinary learning can be influenced by school climate and 65,6 % influenced by other factors. The results of this study can provide input for junior high school Teuku Umar to improve school climate that is more conducive to learning discipline owned by students is increasing.Keywords : School Climate , Discipline , Learning 
PENYESUAIAN DIRI REMAJA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH OTORITER ORANG TUA Ardiyanto, Dody; Pratiwi, Shinta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13332

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dan penyesuaian diri remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri pada remaja. Semakin baik penyesuaian diri pada remaja, dan sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 89 siswa-siswi SMP Negeri 1 Pati. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknikk cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan dua skala yaitu Skala Penyesuaian Diri Remaja dan Skala Persepsi terhadap Pola Asuh Otoriter Orangtua. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik kolerasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri remaja yang ditunjukkan hasil rxy = 0,448 dan p = 0,000 (p < 0,01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.Kata Kunci: Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dan penyesuaian diri remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri pada remaja. Semakin baik penyesuaian diri pada remaja, dan sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 89 siswa-siswi SMP Negeri 1 Pati. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknikk cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan dua skala yaitu Skala Penyesuaian Diri Remaja dan Skala Persepsi terhadap Pola Asuh Otoriter Orangtua. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik kolerasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri remaja yang ditunjukkan hasil rxy = 0,448 dan p = 0,000 (p < 0,01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.
TERAPI HOLISTIK SEBAGAI MODEL PENANGANAN SKIZOFRENIA (Studi Kasus di Griya Pemulihan Siloam Yogyakarta) Wulandari, Kristiana Puspita; Hendriyani, Rulita; Mabruri, Moh. Iqbal
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Terapi Holistik di GPSY merupakan terapi yang digunakan untuk menangani skizofrenia secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan secara medis, fisik, psikis, rohani, sosial dan keluarga. Penanganan skizofrenia tersebut memiliki prosentase kekambuhan lebih kecil dibandingkan prevalensi kekambuhan skizofrenia dengan penanganan menggunakan model terapi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan skizofrenia dengan menggunakan Terapi Holistik yang dilakukan di GPSY. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus eksplanatoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi (catatan lapangan), dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu: Terapi Holistik terdiri dari beberapa jenis terapi, berupa; Terapi Medis, Terapi Rohani, Terapi Sosial, Home Care, Home Visit dan Konseling Keluarga; Terapi Holistik mampu memulihkan skizofrenia karena meningkatkan kesadaran diri (self awareness), self suggestion dan resiliensi, ketrampilan sosial, kebermaknaan hidup (meaningfulness of life), dan dukungan keluarga. Kata Kunci: Terapi Holistik; SkizofreniaAbstract. Terapi Holistik in GPSY is a therapy used to treat schizophrenia with the comprehensively approach in the medical, physical, psychological, spiritual, social and family. The treatment of schizophrenia has a smaller percentage of recurrence compared the prevalence of schizophrenia relapse with treatment with other therapies. The goal of this research is to determine the treatment of schizophrenia by using a Terapi Holistik that is performed in GPSY.This study includes qualitative research with explanatory case study research design. Data collection techniques used were interviews, observation (field notes), and documentation.The result of this research obtained: Terapi Holistik consists of several types of therapy, such as; Medical Therapy, Spiritual Therapy, Social Therapy, Home Care, Home Visit and Family Counseling; Terapi Holistik is able to recover schizophrenia because it enhances self-awareness, self-suggestion and resilience, social skills, meaningfulness of life and family support.Keywords: Holistic Therapy; Schizophrenia
PERBEDAAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANTARA SISWA COEDUCATIONAL SCHOOL DAN SINGLE SEX SCHOOL DI KOTA SEMARANG Tama, Adhy Putra; Hendriyani, Rulita
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i3.14116

Abstract

Abstrak. Sekolah berdasarkan sistem pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu coeducational school dan single sex school.Data studi awal memperoleh hasil bahwa siswa coeducational school dan single sex school memiliki tingkat kecerdasan interpersonal yang berbeda.Penelitian ini bertujuan membuktikan apakah ada perbedaan kecerdasan interpersonal pada dua jenis sekolah.Jenis dan desain penelitian adalah kuantitatif komparasi. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XII coeducational school dan single sex school. Teknik sampling pada coeducational school menggunakan total sampling dengan jumlah yaitu 65 siswa.Sedangkan pada single sex school digunakan teknik sampling kuota dengan jumlah 65 siswa.Alat ukur penelitian adalah skala kecerdasan interpersonal dan dianalisa secara inferensial menggunakan independent sample t-test.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan kecerdasan interpersonal antara siswa coeducational school dan single sex school. Uji hipotesis diperoleh hasil nilai signifikansi 0,281 > 0,05. Hipotesis penelitian ini ditolak, siswa coeducational school dan single sex school mempunyai tingkat kecerdasan interpersonal pada kategori sedang s/d tinggi.Peneliti memperoleh kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan kecerdasan interpersonal antara siswa coeducational school dan single sex school.Saran penelitian yaitu sekolah yang memiliki siswa dengan kecerdasan interpersonal dalam kategori tinggi diharapkan dapat mengembangkan program yang bertujuan meciptakan generasi muda dengan kecerdasan interpersonal yang lebih baik. Kata Kunci: Kecerdasan Interpersonal; Single sex school; Coeducational school Abstract.School based on learning system can be divided into two namely coeducational school and single sex school. Early study data obtained results that students of coeducational school and single sex school had different levels of interpersonal intelligence. This study aims to prove whether there are differences in interpersonal intelligence in two types of schools.The type and design of the study is quantitative comparison. The study population is the students of class XII coeducational school and single sex school. The sampling technique in coeducational school using total sampling with the amount of 65 students. While the single sex school used quota sampling technique with the number of 65 students. The research tool is the scale of interpersonal intelligence and analyzed inferential using independent samplet-test.The results showed no differences in interpersonal intelligence between students coeducational school and single sex school. Hypothesis test results obtained value of significance of 0.281> 0.05. The hypothesis of this study was rejected, coeducational school students and single sex school had interpersonal intelligence level in medium to high category.The researchers concluded that there was no difference in interpersonal intelligence between coeducational schoolgirls and single sex schools. The research suggestion is that schools that have students with interpersonal intelligence in the high category are expected to develop a program that aims to create a younger generation with better interpersonalintelligence.
SIKAP DAN EKSPEKTASI MAHASISWA NON KEPENDIDIKAN PROGRAM PROFESI KEGURUAN IKIP PGRI SEMARANG TERHADAP PROFESI GURU Sukmaningtyas, Gayatri; Purnomo, Daniel
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan ekspektasi terhadap profesi guru. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan incidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan karena faktor kebetulan yang dijumpai oleh peneliti. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 150 orang yang terdiri dari semua prodi. Metode penguntpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi, yaitu skala sikap terhadap profesi guru sebanyak 53 item dan skala ekspektasi terhadap profesi guru sebanyak 58 item. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0.365 dengan p = 0.00 (p < 0.05) yang artinya ada hubungan antara sikap dan ekpektasi terhadap profesi guru pada mahasiswa mahasiswa non kependidikan program profesi keguruan di IKIP PGRI Semarang. This research aimed at discovering the attitude and expectation towards teacher profession. The conducted research was one of descriptive quantitative study. The sample in this research was taken using incidental sampling technique, i.e. a sampling performed due to the incidental factors the researcher found. The sample taken in this research was 150 respondents consisting of those coming from all majors. The data collection method in this research used psychological scale, namely scale of attitude towards teacher profession as many as 53 items and scale of expectation towards teacher profession as many as 58 items. The analysis result indicated a value of r = 0.365 with p = 0.00 (p < 0.05), meaning that there was a relationship between attitude and expectation towards teacher profession in non-educational students of teacher profession program in IKIP (Institute of Teacher Training and Pedagogy) PGRI Semarang.
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA PUNKERS DI SURAKARTA Sujoko, Sujoko; Khasan, Mohammad
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11605

Abstract

Abstrak. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri bagi setiap manusia  Pada fase inilah seorang individu mengalami masa-masa labil dan mencari komunitas demi terpenuhinya hasrat eksistensi. Individu yang berada dalam dalam tahap perkembangan remaja, membutuhkan penerimaan yang besar dari kelompok sosial. Salah satu kelompok remaja yang banyak mendatangkan pertanyaan dari masyarakat luas karena stereotip negatifnya adalah kelompok punk. Punker adalah suatu komunitas yang memiliki banyak stigma negatif di mata masyakarat. Pada penelitian kali ini, tim peneliti tertarik untuk mengetahui makna hidup anak punk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan datanya. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan perspektif subjektif anggota komunitas punk dalam memaknai kehidupannya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan eksploratif maka analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif deskriptif yaitu melakukan abstraksi setelah rekaman fenomena-fenomena khusus dikelompokkan menjadi satu. Kebermaknaan hidup pada punkers di Surakarta lebih kepada kebebasan berkehendak. Kebebasan berkehendak mempunyai arti kebebasan menjadi diri sendiri, seperti; bebas bermain musik, bergaul dan lain sebagainya. Kehendak hidup bermakna menurut punker adalah perasaan senang dan nyaman serta dapat diterima oleh keluarga dan teman sesama punkers. Punk merupakan jalan yang dianggap benar sebagai penuntun kehidupan mereka. Kata kunci : Makna hidup, punker.  Abstract. Adolescence is a period of searching for identity of everyone. In this phase an individual experiences unsteady periods and seeks community for the fulfillment of the existence desires. Someone who are in the adolescent development phase, require a great acceptance from social groups. One of many teenagers who get questions from the wider community because of its negative stereotypes is punk. Punker is a community that has a lot of negative stigma in society. In this research, the research team is interested to know the meaning of punk kids’ life. This research uses qualitative approach by using interview as the data collection method. The focus of this research is to describe the subjective perspective of punk community members in understanding their life. This is a qualitative research  with explorative approach, hence the data analysis uses descriptive inductive  that is doing abstraction after recording of special phenomena grouped into one. The result showed that the meaning of life on punkers in Surakarta is to get freedom of will. Freedom of will means the freedom to be oneself, such as; feel free to play music, hang out and so forth. The meaning of life will, according to punker is feeling of pleasure and comfort and also can be accepted by punkers family and friends. Punk is a way that is considered as something true as their life guide. Keywords: Meaning of life, punker
Terapi Spiritual Islami : Suatu Model Penanggulangan Gangguan Depresi Razak, Ahmad; Mokhtar, Mustafa Kamal; Wan Sulaiman, Wan Sharazad
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13313

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan menguraikan tentang terapi spiritual Islami sebagai suatu model dalam penanggulangan gangguan depresi. Satu trend yang menarik belakangan ini dalam bidang psikologi, yaitu semakin meningkatnya kalangan profesional muslim dan masyarakat umum terhadap nilai-nilai Islam. Tidak hanya memperbincangkan mengenai nilai-nilai islami, tetapi bahkan lebih jauh dari itu oleh kalangan profesional muslim semakin gandrung mengkaji dan mengembangkan dimensi keilmuan dengan berbasis islami. Mereka semakin menyadari pentingnya nilai-nilai Islami dalam membangun suatu paradigma. Terapi spiritual Islami adalah salah satu paradigma dalam dimensi psikologi yang mulai banyak dikaji dan dipraktekkan oleh kalangan masyarakat. Berdasarkan hasil-hasil penelitian dan pendapat para profesional menunjukkan adanya pengaruh terapi spiritual islami terhadap penanggulangan depresi.  
Pengukuran Ego Depletion Berbasis Indigenous Psychology Undarwati, Anna; Mahabati, Aini; Khaerani, Andewi Cahaya; Hapsari, Ayu Dyah; Kristanto, Andreas Agung; Stephany, ndah Sasmitohening; Prawitasari, Johana Endang
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9574

Abstract

Abstrak. Ego Depletion adalah kondisi individu merasa tertekan, terlalu lelah dan terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi dan mengembangkan skala ego depletion berdasarkan konsep indigenous psychology. Data dikumpulkan melalui focus group discussion (FGD) untuk mengeksplorasi aspek ego depletion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ego depletion didefinisikan sebagai kelelahan psikologis (41%), kelelahan fisik (20%), dan berdaya (13%). dapat disimpulkan bahwa ego depletion adalah kondisi ketika orang memiliki kelelahan psikologis dan fisik, energi yang terbatas yang mempengaruhi masalah kognitif, pasif, tugas menjadi tidak optimal dan menyebabkan reaksi negatif dan masalah sikap. 60 aitem skala ego depletion diberikan kepada 60 mahasiswa. Hasil menunjukkan, validitas dan reliabilitas ynag cukup tinggi, dengan kisaran skor rix = 0111 - rix = 0.700 dan Alpha-Cronbach = 0.939. Hanya 8 aitems tidak valid. Selanjutnya, aitem disederhanakan, dari 60 menjadi 30 aitem saja, dan hasi analisis statistik menunjukkan keandalan sebesar 0.918 dengan validitas rix = 0310 - rix = 0.700.Abstract. Ego Depletion is condition feel underpressured, overly tired and limited  resources. In these research, we explore and develop ego depletion scale based on indigenous psychology. We collect data by focus group discussion  (FGD) to explore ego depletion aspects. Finding research has shown that ego depletion is defined as psychological exhaustion ( 41%), phisical exhaustion (20%), and powerless (13%). Participants conclude  than ego depletion is condition when people have psychological and physical exhaustion ,  limited energy that influence cognitive problem, passive, inoptimal task and cause negative reaction and attitude problem. Sixty aitems of ego depletion scale were given to 60 students. Result indicate that scale has high validity and reliability, with corrected aitem total corelation range are rix = 0,111 – rix = 0,700 and Alpha-Cronbach = 0,939. Only 8 aitems invalid . We summarize the aitems into 30 aitems and statistical result shown that reliability are 0,918 with corrected aitem total corelation range are rix = 0,310 – rix = 0,700.