cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
Kontrol Diri Anak dalam Mengakses Youtube Astriningsih, Salvia; Saptandari, Edilburga Wulan
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i3.24846

Abstract

Telepon pintar merupakan hasil dari perkembangan teknologi modern yang dapat diterima di masyarakat dan keberadaannya sangat dibutuhkan manusia untuk memudahkan komunikasi dan digunakan sebagai alat berselancar di jejaring internet. YouTube termasuk salah satu program video berbasis internet terpopuler di dunia yang dapat diakses melalui telepon pintar. Peran pengawasan orang tua dan kontrol diri anak menjadi kunci utama untuk meminimalisir penggunaan telepon pintar yang berlebihan, sebab penggunaan telepon pintar yang berlebihan dapat mengganggu berbagai aspek perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengawasan orang tua terhadap kontrol diri anak Sekolah Dasar dalam mengakses YouTube. Partisipan yang terlibat adalah 402 siswa sekolah dasar negeri. Penelitian dilakukan melalui survei kuesioner. Instrumen pengumpulan data ialah skala pengawasan orang tua dan skala kontrol diri. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan orang tua berperan negatif terhadap kontrol diri anak dengan sumbangan efektif sebesar 4,9% terhadap kontrol diri anak Sekolah Dasar dalam mengakses YouTube. Selain itu, ditemukan perbedaan pengawasan orang tua terhadap anak berjenis kelamin perempuan atau laki-laki dan kontrol diri anak perempuan lebih baik dibanding anak laki-laki, namun tidak berperan secara signifikan.Smartphone is becoming increasingly popular and essential in our daily life. Smartphone has a sizeable impact on society and almost all aspects of human life. Smartphone’s addiction among children has been growing since smartphone’s technological evolution and its high accessibility. YouTube is one of the most popular internet based video platforms that can be accessed via a smartphone. The role of parenting monitoring and children self-control is very important in minimizing smartphone’s addiction effects considering all relevant influencing factors. The study aims to determine the role of parenting monitoring towards the self-control of elementary school children in accessing YouTube. Participants in this study were 402 elementary school students. This study was conducted through the use of questionnaire survey method using scale of parenting monitoring and scale of self-control. The technical analysis used in this study was simple linear regression analysis. The results of this study showed that parenting monitoring had a negative effect on self-control of children with an effective contribution of 4.9% to elementary school children’s self-control in accessing YouTube. In addition, differences was found on parenting monitoring towards the children gender between female and male, and the results indicated that self- control of female children is better than male children, although it does not significantly contribute to the results.
Pola Asuh Autoritatif dan Efikasi Diri pada Self-Regulated Learning Siswa Remaja Wulandari, Putu Novia Putri; Swandi, Ni Luh Indah Desira
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i2.24654

Abstract

Siswa memiliki peran dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan cara menjalankan proses belajar yang baik serta mengerjakan tugas secara mandiri dan bertanggung jawab. Ini dapat dicapai apabila siswa mempunyai kemampuan self-regulated learning (SRL), yaitu kemampuan mengatur disiplin diri saat belajar. Terdapat faktor eksternal dan internal yang mendorong SLR siswa, yaitu pola asuh autoritatif (PAA) dan efikasi diri (ED). Penelitian ini hendak mengkaji peran PAA dan ED pada SRL siswa remaja di SMA Negeri 1 Ubud secara kuantitatif. Partisipan penelitian terdiri dari 198 siswa remaja di SMA Negeri 1 Ubud, yang dipilih melalui systematic random sampling. Alat ukur penelitian terdiri dari skala self-regulated learning (SRL), skala pola asuh autoritatif (PAA), dan skala efikasi diri (ED). Analisis hasil menggunakan teknik analisis regresi berganda yang mengindikasikan adanya peran PAA dan ED pada SRL sebesar 50,4% dengan signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima. Secara lebih lanjut, PAA diketahui berperan secara mandiri pada SRL serta ED juga berperan mandiri pada SRL siswa remaja di SMA Negeri 1 Ubud.Students take part in improving the quality of education by studying properly and completing their tasks responsibly. These can only be achieved when students have self-regulated learning (SRL), which is the ability to discipline themselves in the activity of studying. There are external and internal factors that encourage SRL of adolescent student, which is authoritative parenting (PAA) and self-efficacy (ED). This study wants to examine the role of PAA and ED in SRL of adolescent students in SMA Negeri 1 Ubud quantitatively. The participants of this study consisted of 198 adolescent students in SMA Negeri 1 Ubud who were chosen through systematic random sampling. The instruments of this study are self-regulated learning scale, authoritative parenting scale, and self-efficacy scale. This study using multiple regression analysis technique that show the role of PAA and ED in SRL by 50.4% with a significance value is 0,000 (p <0.05). Furthermore, this study indicates that PAA independently has significant role in SRL. ED also independently has significant role in SRL of adolescent students in SMA Negeri 1 Ubud.
Properti Psikometri Beck Hopelessness Scale pada Populasi Non-Klinis Indonesia Hutajulu, Jiwika Mira Joice; Djunaidi, Achmad; Triwahyuni, Airin
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 13, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v13i1.28037

Abstract

Teori hopelessness dari Beck telah dibuktikan memiliki struktur yang berbeda di populasi non-klinis. Hal ini diasumsikan karena konsep hopelessness tidak terlalu kuat pada populasi non-klinis. Penelitian pada populasi non-klinis dibutuhkan agar kita dapat memahami konstruk ini lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau properti psikometri dari Beck Hopelessness Scale (BHS) pada populasi non-klinis di Indonesia. Metode sampling yang digunakan adalah convenience sampling (N = 295) dan instrumen yang digunakan adalah translasi BHS dengan skala likert 6 skala. Properti psikometri ditinjau melalui analisis reliabilitas, daya diskriminasi, dan validitas. Reliabilitas internal consistency menunjukkan bahwa alat ukur ini memiliki reliabilitas yang tinggi (α = 0.918) dengan daya diskriminasi item berada di rentang 0.39 – 0.78. Confirmatory factor analysis menunjukkan bahwa model hierarchical (second-order) 3 faktor fit, dan mengonfirmasi teori hopelessness dari Beck (3 faktor 18 item). 2 item dari dimensi future expectations dieliminasi karena berkontribusi terhadap dimensi lain. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis bahwa alat ukur ini memiliki properti psikometri yang baik dan dapat digunakan untuk mengukur hopelessness pada populasi umum (non-klinis) di Indonesia.Previous researches have proved that the structure of Beck’s theory of hopelessness in non-clinical populations is different from clinical populations. The underlying assumption is that the concept of hopelessness is not as well established in non-clinical populations. Research in non-clinical populations is needed for further understanding about this construct, thus the aim of this study was to explore the psychometric properties of the Beck Hopelessness Scale (BHS) in Indonesian non-clinical sample. The samples were collected using convenience sampling (N = 295) and the instrument used was the translation of BHS using a 6-point Likert-scale. The psychometric properties were examined through reliability, item discriminant, and validity analyses. Internal consistency reliability exhibited satisfactory reliability (α = 0.918) and item discriminant analysis through corrected total-item correlation ranged from 0.39 – 0.78. Confirmatory factor analysis showed that hierarchical (second-order) 3-factors model fit the data, thus confirming Beck’s theory of hopelessness (3 factors 18 items). 2 items from future expectations factor were eliminated because of cross-loadings. The findings support our hypothesis that this instrument has a good psychometric property and thus can be used to measure hopelessness in non-clinical populations in Indonesia.
Work Engagement dengan Intensi Turnover pada Karyawan Cahyana, Krisna Satya; Prahara, Sowanya Ardi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i3.24073

Abstract

Ketidaksanggupan suatu perusahaan untuk mempertahankan karyawan dapat berdampak pada tingginya tingkat intensi turnover pada karyawan yang pada akhirnya akan merugikan perusahaan. Karyawan dengan kualitas yang baik tetapi tidak didukung oleh perusahaan dengan memberikan masa depan yang baik, membuat karyawan keluar dari pekerjaanya. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap keterkaitan work engagement dengan intensi turnover pada karyawan. Metode purposive sampling dipilih sebagai cara yang digunakan untuk mengambil subjek penelitian. Skala Work Engagement dan Skala Intensi Turnover digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment dari Karl Pearson. Hasil koefisien korelasi (rxy) antara variabel work engagement dan internsi turnover sebesar -0,328 (p<0,005). Hipotesis dalam penelitian ini diterima, hal ini ditunjukkan dari hasil tersebut. Artinya work engagement dengan intensi turnover pada karyawan memiliki hubungan yang negatif.The inability of a company to retain employees can have an impact on the high level of turnover intention for employees which in turn will harm the company. Employees with good quality but not supported by the company by providing a good future, make employees quit their jobs. The purpose of this study was to reveal the relationship between work engagement and turnover intentions in employees. The purposive sampling method was chosen as the method used to take research subjects. The Work Engagement Scale and the Turnover Intention Scale were used to collect research data, then analyzed using Karl Pearson's product moment correlation technique. The result of the correlation coefficient (rxy) between work engagement and internal turnover variables is -0.328 (p <0.005). The hypothesis in this study is accepted, this is indicated by these results. This means that work engagement with employee turnover intentions has a negative relationship.
Intensi Berwirausaha Ditinjau dari The Big Five Personality pada Mahasiswa Maulana, Firman; Prihastuty, Rahmawati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i2.26006

Abstract

Lulusan perguruan tinggi di Indonesia lebih banyak memilih untuk menjadi pencari kerja (job seeker) daripada menciptakan lapangan pekerjaan yang pada akhirnya secara mandiri hal tersebut meningkatkan angka pengangguran setiap tahunnya. Oleh karenanya, peningkatan kualitas dan kuantitas wirausahawan dibutuhkan di Indonesia. Prediktor terbaik bagi perilaku yang direncanakan seperti berwirausaha adalah intensi, oleh karenanya penting untuk menumbuhkan intensi berwirausaha pada mahasiswa. Salah satu faktor yang membuat individu memutuskan berwirausaha adalah kepribadian the big five personality dari mahasiswa yang akan dikaji dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan intensi berwirausaha ditinjau dari the big five personality pada mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparasi dengan teknik sampling proportional stratified cluster random sampling dengan sampel sejumlah 390 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan one way anova menggunakan bantuan program statistik. Hasil uji hipotesis menunjukan signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukan adanya perbedaan intensi berwirausaha ditinjau dari the big five personality. Analisis lebih lanjut dengan uji post hoc multiple comparisons ditemukan ada perbedaan intensi berwirausaha pada trait kepribadian openness to experience dengan trait kepribadian neuroticism dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), trait kepribadian conscientiousness dengan trait kepribadian neuroticism dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), trait kepribadian extraversion dengan trait kepribadian neuroticism dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), trait kepribadian agreeableness dengan trait kepribadian neuroticism dengan signifikansi 0,014 (p<0,05). Trait kepribadian opennes to experience memiliki mean empirik intensi berwirausaha tertinggi sedangkan trait kepribadian neuroticism memiliki mean empirik intensi berwirausha terendah.Higher education graduates in Indonesia prefer to become job seekers rather than creating jobs which in the end independently increases the unemployment rate every year. Therefore, increasing the quality and quantity of entrepreneurs is needed in Indonesia. The best predictor of planned behavior such  as entrepreneurship is intention, therefore it is important to foster entrepreneurial intention in students. One of the factors that make an individual decide to become an entrepreneur is a personality that will be studied further in this study through the big five personality. This study aims to determine whether there are differences in entrepreneurial intentions in terms of the big five personality of students. The type of research used is quantitative comparison. The sampling technique used was proportional stratified cluster random sampling with a sample size of 390 students. Data analysis using One Way Anova using the help of a data processing program. Hypothesis test results showed a significance of 0,000 which means there are differences in entrepreneurial intentions in terms of the big five personality. Further analysis using the post hoc multiple comparisons test found that there were differences in entrepreneurial intentions in the personality trait of openness to experience with the trait of neuroticism with a significance of 0,000 (p <0,05), the trait of conscientiousness with the trait of neuroticism with a significance of 0,000 (p <0,05), extraversion personality trait with neuroticism trait with a significance of 0,000 (p <0,05), personality trait agreeableness with neuroticism trait with a significance of 0.014 (p <0.05. The opennes to experience personality trait has the highest empirical mean for entrepreneurial intention, while the neuroticism personality trait has the lowest empirical mean for entrepreneurial intention).
Terapi Menulis Ekspresif Berbasis Online Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula Syafitri, Diany Ufieta; Laksmiwati, Adinda Azmi; Aziz, Abid Abdi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 13, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v13i1.26388

Abstract

Menjadi mahasiswa merupakan bagian dari tahap perkembangan dewasa awal yang penuh perubahan. Banyak penelitian menunjukkan kondisi ini berakibat pada adanya masalah pada kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi menulis ekspresif berbasis online untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Terapi ini dilakukan secara online, di mana subjek menerima instruksi melalui group chat dan mengirimkan hasil tulisan melalui email, dilakukan sebanyak empat hari berturut-turut dengan durasi masing-masing 65 menit. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 dan 3 di Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung. Penelitian ini menggunakan eksperimen kuasi dengan desain two group pre and post test design, di mana terdapat 1 Kelompok Eksperimen (KE) yang berisi 10 subjek dan 1 Kelompok Kontrol (KK) yang berisi 9 subjek. Analisis generalized linear model menunjukkan bahwa F = 0,000, p = 0,989 (p>0,05), yang berarti terapi menulis ekspresif berbasis online tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis subjek. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi hasil ini, yaitu dari kontrol eksperimen yang kurang, waktu pengukuran yang kurang panjang, dan perbedaan kultural yang didiskusikan dalam artikel ini.Being a college student is part of emerging adult development stage which full of changes. As a result, studies reported many of students experienced problems with their psychological well-being. This study aimed to examine the effectivity of online based expressive writing therapy to increase college students’ psychological well being. This therapy was conducted online, where subjects accepting instruction through group chat and send their writing through email in 4 consecutive days, in 65 minutes for each days. Subjects in this study were students in semester 1 and 3 in Faculty of Psychology Sultan Agung Islamic University. This study employed quasi experiment with two group pre and post test design with 1 experimental group which consisted of 10 subjects and 1 control group which consisted of 9 subjects. Generalized linear model analysis showed F = 0,008, p = 0,838 (p>0,05) which showed online based expressive writing therapy did not has any significant impact towards students’ psychological well-being. There were various factors contributing to this result which were the lack of experimental control, the neccessary to lengthen the measurement period, and cultural differences which discussed thoroughly in the article
“Sanggupkah Kita Bertahan?”: Studi Fenomenologi Penyesuaian Diri pada Dewasa Muda yang Berpacaran Beda Agama Kerta Yasa, Sotya Paramarta; Pratiwi, Pradipta Christy
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i3.27289

Abstract

Relasi beda agama merupakan tema yang mudah mendapat sorotan dan pro kontra. Relasi cinta beda agama kerap kali terjadi di tahap pranikah. Keanekaragaman agama, latar belakang, dan budaya di Indonesia, membuat peluang besar terciptanya relasi cinta beda agama. Seperti pasangan pada umumnya, relasi pacaran beda agama juga rentan akan mengalami konflik. Situasi konflik dipicu adanya perbedaan prinsip hidup yang mendasar pada individu berupa perbedaan agama. Dengan demikian, penting bagi pasangan dalam relasi cinta beda agama untuk mampu penyesuaian diri agar dapat mempertahankan hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyesuaian diri yang dimiliki oleh individu dalam relasi pacaran beda agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan penelitian fenomenologi. Pada penelitian ini terdapat dua narasumber primer dan empat narasumber sekunder. Hasil penelitian ini yaitu pada narasumber primer pertama, keyakinan diri menjadi faktor penting agar dapat menyesuaikan diri sehingga mampu mempertahankan relasi cinta beda agamanya saat ini. Pada narasumber kedua, faktor adanya penerimaan diri membantunya untuk dapat menyesuaikan diri sehingga bertahan dalam relasi pacaran beda agama. Oleh karena itu, kedua narasumber primer dalam penelitian ini mampu mempertahankan hubungannya dengan cara memiliki keyakinan diri dan penerimaan diri agar dapat menyesuaikan diri terhadap pasangannya.Interfaith relations are a theme that easily gets the spotlight and the pros and cons. Love relations between religions often occur at the pre-marriage stage. The diversity of religions, backgrounds and cultures in Indonesia creates great opportunities for the interfaith love relationships. Like couples in general, dating relationships of different religions are also prone to conflict. Conflict situations are triggered by differences in basic life principles for individuals in the form of religious differences. Thus, it is important for couples in interfaith love relationships to be able to adjust in order to maintain their relationship. This study aims to determine the description of self-adjustment possessed by individuals in dating relationships of different religions. The research method used is qualitative, with a phenomenological research approach. In this study, there were two primary sources and four secondary sources. The results of this study are that for the first primary resource person, self-confidence is an important factor in order to adapt so that they are able to maintain current interfaith love relationships. In the second resource person, the factor of self-acceptance helped her to be able to adjust so that she survived in a relationship between different religions. Therefore, the two primary sources in this study were able to maintain their relationship by having self-confidence and self-acceptance in order to adapt to their partners.
Pelatihan Manajemen Diri untuk Meningkatkan Work Engagement pada Kepala Toko di Perusahaan Ritel Bintang, Stepani Kartika; Oshel, Lorenzy; Hariyanto, Heru
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i2.23907

Abstract

Target penjualan dibeberapa toko PT. X masih belum mencapai target yang berdampak pada pendapatan perusahaan. Hal ini terlihat dari timbulnya permasalahan yang dialami oleh kepala toko, mengindikasikan rendahnya work engagement. Tujuan penelitian ini agar karyawan dapat menampilkan perilaku engagement di tempat kerja serta melakukan manajemen diri pada pekerjaannya. Pemilihan sample yang digunakan non probability sampling melalui purpose sampling dengan subjek penelitian 21 kepala toko (usia 19-31 tahun) dengan 6 sesi pelatihan. Desain penelitian yang digunakan metode campuran dengan desain sekuensial eksplanatori. Rancangan eksperimen one-group pretest-posttest design sebagai prioritas utama penelitian dengan hasil uji beda 0.025 (p < 0.05). Sedangkan, penelitian kualitatif menggunakan studi kasus sebagai data penunjang. Metode analisis data yang digunakan melalui organisasi data, kategorisasi pada tiap jawaban subjek, dan interpretasi. Uji kredibilitas dilakukan dengan menggunakan metode validitas argumentatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan pelatihan manajemen diri yang diberikan efektif untuk meningkatkan work engagement. Sejalan dengan hasil kualitatif bahwa kepala toko lebih mampu mengontrol emosi, lebih sabar dalam memimpin tim, perubahan gaya komunikasi secara langsung maupun melalaui whatsapp group, lebih terbuka dalam menerima kritik dan saran dari tim, membuat skala prioritas pekerjaan dan membuat pembagian kerja secara merata dalam masing-masing shift kerja untuk karyawan toko. Hal ini membuktikan adanya peningkatkan work engagement setelah diberikan pelatihan manajemen diri pada kepala toko.Sales target in several stores of PT. X still has not reached the target which has an impact on company revenue. This can be seen from the emergence of problems experienced by shop heads, indicating low work engagement. The purpose of this study is that employees can display engagement behavior in the workplace and perform self-management at work. The sample selection used non-probability sampling through purposive sampling with the research subjects 21 shop heads (aged 19-31 years) with 6 training sessions. The research design used mixed methods with explanatory sequential design. Experimental design with one-group pretest-posttest design as the main priority of research with different test results of 0.025 (p <0.05). Meanwhile, qualitative research uses case studies as supporting data. Data analysis methods used through data organization, categorization of each subject's answer, and interpretation. The credibility test is carried out using the argumentative validity method. Data collection was carried out through observation and interviews. The results of quantitative research show that self-management training is effective in increasing work engagement. The qualitative results show that the head of the shop is more able to control emotions, is more patient in leading the team, changes in communication styles directly or through WhatsApp group, is more open in accepting criticism and suggestions from the team, makes work priority scales and makes the division of labor evenly in each work shifts for shop clerks. This proves that there is an increase in work engagement after being given self-management training to the head of the shop.
Apakah Perbandingan Sosial dalam Menggunakan Instagram Berperan terhadap Kebahagian Remaja? Febrianthi, Adinda Nasha Ayu; Supriyadi, Supriyadi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i2.24605

Abstract

Seiring dengan meningkatnya prevalensi penggunaan media sosial Instagram yang diikuti oleh temuan-temuan dalam penelitian sebelumnya, mengatakan bahwa Instagram merupakan salah satu media sosial paling populer yang memiliki dampak paling negatif terhadap kesehatan dan well-being remaja. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi dampak penggunaan Instagram pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran perbandingan sosial dalam memoderasi pengaruh penggunaan Instagram terhadap kebahagiaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 437 mahasiswa S1 Universitas X. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Oxford Happiness Questionnaire (OHQ), Skala Iowa- Netherlands Comparison Orientation Scale (INCOM), serta Skala Penggunaan Instagram. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dan perbandingan sosial secara bersama-sama hanya mampu memprediksi kebahagiaan sebesar 7,72% dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p<0,05). Secara lebih lanjut, perbandingan sosial diketahui tidak memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara penggunaan Instagram dan kebahagiaan. Perbandingan sosial memiliki peran yang signifikan sebagai prediktor yang mandiri terhadap kebahagiaan.  Prevalence of Instagram is at its height that followed by findings in previous studies which said that Instagram is one of the most popular social media that give the most negative impact for adolescence health and well-being. It is essential to explore the phenomena of impact on adolescence use of Instagram. This research is a quantitative study to determine the moderating role of social comparison in the effect of Instagram usage on happiness. The sampling is done by proportionate stratified random sampling technique. A total of 437 undergraduate students were the participants of this study. This study used of three measuring tools are Oxford Happiness Questionnaire (OHQ), Iowa-Netherlands Comparison Orientation Scale (INCOM), and Instagram Usage Scale. The Moderated Regression Analysis (MRA) test showed that Instagram usage and social comparison can predict happiness by 7,72% and a significance value of 0,00 (p<0,05). Furthermore, the results showed that social comparison has no significant role on strengthen the effect of Instagram usage on happiness. Social comparison has significant role as predictor on happiness.
Uji Validitas Eksternal Tes Kepribadian HEXACO-60 Tarigan, Medianta; Fadillah, Fadillah
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 13, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v13i1.28408

Abstract

Penggunaan HEXACO-60 sebagai salah satu tes kepribadian yang digunakan untuk mengukur kepribadian seseorang masih belum cukup familiar di Indonesia. Sebagai bagian dari pengembangan alat ukur yang sangat diperlukan oleh para praktisi di lapangan, diperlukan uji psikometri yang dapat menunjukkan alat tersebut cukup valid untuk digunakan. HEXACO-60 memiliki tujuan yang sama dengan penggunaan tes kepribadian MBTI yaitu mengukur kepribadian secara objektif. Oleh karena itu, penelitian ini akan melihat hubungan antara dimensi pada tes HEXACO-60 dengan dimensi pada tes MBTI sebagai pengukuran validitas konkuren. Menggunakan metode penelitian kuantitatif, penelitian ini menggunakan total sampel sebanyak 1,016 partisipan yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja dari berbagai kalangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah koefisien korelasi Pearson. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan antara dimensi HEXACO-60 dan dimensi MBTI yang bersesuaian, dengan hubungan positif tertinggi (korelasi lebih dari 0.5) terdapat pada dimensi extraversion dan extrovert.The use of HEXACO-60 as a personality test that is used to measure a person's personality is still not quite familiar in Indonesia. As part of the development of measuring instruments that are indispensable for practitioners in the field, a psychometric test is needed that can show that the tool is valid enough to use. The HEXACO-60 has the same objective as using the MBTI personality test, which is to objectively measure personality. Therefore, this study will look at the relationship between the dimensions on the HEXACO-60 and the MBTI as a measure of concurrent validity. The research method used is quantitative research with a total sample of 1,016 participants consisting of students and workers from various backgrounds. The data analysis technique used was the Pearson correlation coefficient and the Mann-Whitney U test. The results obtained showed that there was a relationship between the HEXACO-60 dimension and the corresponding MBTI dimension, with the highest positive relationship (correlation more than 0.5) found in the extraversion and extrovert dimensions