cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
BATA BETON BERLUBANG DARI ABU BATUBARA (FLY ASH DAN BOTTOM ASH) YANG RAMAH LINGKUNGAN Sulistyowati, Nurul Aini
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v15i1.7117

Abstract

Coal ash (fly ash and bottom ash) is the waste produced by industries that use coal as a fuel source energy. Currently, the textile industry in Pekalongan city has been using coal fuel. Coal combustion waste if not dealt with seriously will be caused of environmental problems. These problems can be overcome by utilizing coal combustion waste in the manufacture of hollow block. This research uses experimental methods of making cube mortar 5 cm x 5 cm x 5 cm and hollow block 10 cm x 19 cm x 39 cm. Composition of the mix used to  cube mortar 1 PC : 8 aggregate (sand + coal ash) with aggregate percentage of 4 variations. The aggregate percentages with optimum compressive strength used to manufacture of hollow block. The compressive strength tested on age 7, 14, 21 and 28 days with repetition as much as 5 times. Testing outcomes showed that hollow block manufacture with aggregate percentages in 20 % sand + 60 % bottom ash + 20 % fly ash has compressive strength 24.15 kg/cm2 and included to IV quality and its product may be utilized for non-structural wall. TCLP test showed that hollow block using fly ash and bottom ash are classified as B3 waste has a test value  below the quality standards of established by the government.Abu batubara (fly ash dan bottom ash) merupakan limbah yang dihasilkan oleh industri yang menggunakan  bahan bakar batubara sebagai sumber energi. Pada saat ini industri tekstil di Kota Pekalongan telah menggunakan bahan bakar batubara. Limbah pembakaran batubara bila tidak ditangani dengan serius berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan limbah pembakaran batubara dalam pembuatan bata beton berlobang. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen pembuatan mortar kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm dan bata beton berlobang 10 cm x 19 cm x 39 cm. Komposisi campuran mortar kubus 1 PC : 8 agregat (pasir+abu batubara) dengan persentase agregat sebanyak 4 variasi. Persentase agregat dengan kekuatan tekan tertinggi digunakan dalam pembuatan bata beton berlobang. Pengujian kekuatan tekan pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari dengan ulangan sebanyak 5 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bata beton berlobang dengan persentase agregat 20 % pasir + 60 % bottom ash + 20 % fly ash mempunyai kekuatan tekan sebesar 24,15 kg/cm2 termasuk kedalam mutu IV dan dapat digunakan untuk dinding non struktural. Uji Total Characteristic Leaching Procedure (TCLP) memperlihatkan bahwa bata beton berlobang yang menggunakan fly ash dan bottom ash yang tergolong limbah B3 mempunyai nilai uji dibawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. 
INTRUSI AIR LAUT DI KABUPATEN PEMALANG Utomo, Karuniadi Satrijo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i2.7066

Abstract

One of water suply problem at costal areas of Pemalang Regency is saltwater intrusion. Aims of this study are to predict that saltwater intrusion and its map, also to prepare suitable efforts to reduce that problem. Result of this study shows that saltwater intrusion at unconfined aquifers on coastal areas of Comal and Ulujami Districts will reach 5.8 km length from their shorelines and at their confined aquifers will reach 4.0 km length from their shorelines in 2013. Whilst, saltwater intrusion at both confined and unconfined aquifers on coastal areas of Pemalang, Taman, and Petarukan Districts will only reach less than1 km length from their shorelines in 2013. For reducing that problem in the future, it is important to cultivate mangrove, to control sink discharge from the existing well pumps, and to build more collective deep wells.Satu di antara masalah penyediaan air baku di daerah pantai Kabupaten Pemalang adalah Intrusi  air laut. Tujuan studi ini adalah untuk memprediksi dan memetakan intrusi air laut di wilayah tersebut, serta menyiapkan upaya pengendaliannya. Hasil studi ini menunjukkan bahwa intrusi air laut pada aquifer bebas di Kecamatan Comal dan Ulujami akan mencapai 5,8 km dari garis pantai dan pada aquifer tertekan akan mencapai 4,0 km dari garis pantai di tahun 2013. Sementara itu, intrusi air laut pada aquifer bebas maupun tertekan di Kecamatan Pemalang, Taman, dan Petarukan masih akan mencapai kurangdari 1 km dari garis pantai di tahun 2013. Untuk mereduksi masalah itu di masa datang, penting dilakukan reboisasi mangrove, pengendalian debit pemompaan dari sumur-sumur yang ada, dan membangun sumur-sumur dalam kolektif.
PENGUJIAN SIFAT MEKANIK BAMBU (METODE PENGAWETAN DENGAN BORAKS) Handayani, Sri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i1.6921

Abstract

Bamboo is an alternate material for wood In the structure of building, because bamboo has more easy found and cheap, if it followed with the processing technology of bamboo as an effort to improve preservation and strong. Preservation method with boraks is the other way characteristic of bamboo developing to improve quality of bamboo. The research purpose is to know comparative result mechanics strength of bamboo (compressions, tensile, and flexure strengths), due to its preservation method with the boraks. Two species of bamboo are used in this research, they are Ori and Wulung. Analysis result shown there are different mechanics strength of bamboo between preserve and not preserve. Mechanics strength of bamboo preservation have more strength. Therefore, usage bamboo in building materials, first rate of the construction, will need maximally processing with preservation of boraks.Bambu sebagai bahan alternatif pengganti kayu dalam bahan bangunan gedung perlu dipertimbangkan, karena bambu mempunyai kelebihan mudah didapatkan dan murah, apabila disertai dengan teknologi pengolahan bambu akan mampu meningkatkan keawetan dan kekuatan bambu. Metode pengawetan dengan menggunakan boraks merupakan salah satu upaya perbaikan sifat-sifat bambu yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan mekanik bambu (tekan, tarik dan lentur) akibat adanya metode pengawetan dengan menggunakan boraks. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu Ori dan Wulung, yang sering dipakai untuk keperluan bahan bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan kekuatan mekanik bambu dengan dan tanpa pengawet. Kekuatan mekanik bambu yang diawetkan dengan boraks mempunyai kekuatan lebih tinggi. Oleh karena itu, pengggunaan bambu untuk bahan bangunan terutama dalam penggunaan sebagai konstruksi perlu adanya penanganan bambu secara maksimal dengan pengawet boraks. 
ANALISIS POLA PERJALANAN TRANSPORTASI PENDUDUK DAERAH PINGGIRAN Sugiyarto, Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i1.6947

Abstract

To get residence in the center of the city is very difficult at this time especially because of the high-rising prices. For this reason, middle class and lower class residents solve the problem by looking for residence in the outskirts of town, but as a consequence they are far from their workplace and from schools. The flow of these middle class and lower class people to the outskirts of town has brought about a special impact. The sampling method employed in this research was proportional random sampling, a method in which samples are chosen randomly from the districts under investigation by paying special attention to group I (the poor), group II (the middle class) and group III (the have) . Trip distribution for the residents of Mijen and Gunungpati districts is mostly spread only around the respective districts [i.e. Mijen and Gunungpati], while for the residents of Ngaliyan district, the targets of most of their trips are the various districts of Semarang city. From the point of view of moda used, most outskirts residents use the motorbike to do their daily trips. Residents of Ngaliyan and Mijen districts mostly cover the distance between their residence and the places of their daily activities (around 1 - 5 km) within 20 - 30 minutes. While those of Gunungpati district mostly cover the distance (5 - 10 km) within 10 - 20 minutes.Untuk mendapatkan tempat tinggal di pusat kota saat ini sangatlah sulit terutama karena faktor harga yang relatif mahal. Maka bagi penduduk golongan menengah kebawah solusinya adalah mencari tempat tinggal di daerah pinggiran kota dengan konsekuensi jauh dari tempat kerja atau tempat pendidikan. Mengalirnya golongan ini dari daerah dekat pusat kota ke daerah pinggiran ternyata mempunyai dampak tersendiri. Metode pengambilan sampel adalah sampling random proporsional yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak dari lokasi kecamatan yang diamati dengan memperhatikan golongan I (ekonomi lemah), golongan II (menengah) dan golongan III (ekonomi kuat). Sebaran tujuan perjalanan untuk penduduk kecamatan Mijen dan Gunungpati sebagian besar hanya di sekitar wilyah kecamatannya masing – masing, sedangkan untuk penduduk kecamatan Ngaliyan, sebagian besar tujuan perjalanan mereka adalah berbagai kecamatan di Kota Semarang. Dari sisi moda yang digunakan, sebagian besar penduduk daerah pinggiran menggunakan sepeda motor untuk melakukan perjalanan sehari - hari.  Penduduk kecamatan Ngaliyan dan Mijen sebagian besar menempuh jarak ke tempat aktifitas sehari – hari sejauh antara 1 – 5 km dengan lama perjalanan rata-rata antara 20 – 30 menit. Sedangkan penduduk kecamatan Gunungpati sebagian besar menempuh jarak ke tempat aktifitas sehari – hari sejauh 5 10 km dengan lama perjalanan antara 10 – 20 menit.
PENGARUH PASANGAN DINDING BATA PADA RESPON DINAMIK STRUKTUR GEDUNG AKIBAT BEBAN GEMPA Indarto, Himawan; Pardoyo, Bambang; Fahria R, Nur; Puji L, Ita
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i1.6689

Abstract

For analysis purpose, the model system of structure is created as open frame structure rather than massive structure. However, the brick wall will affect to the behavior of the dynamic response when the earthquake induces the structure. The results of structural analysis by time history method using El-Centro earthquake, it reveales a significant difference of base shear between two types of structural model: (i) brick wall structure and (ii) non-brick wall structure. The base shear exists on the brick wall structure 20 percent greater than non-brick wall structure. Therefore, a structure without brick wall will be more irressistant due to the earthquake. The structural analysis using static equivalent method as point out in Standard of Earthquake Resistant for Building and Non Building (SNI 03-1726-2012) revealed that earthquake distribution loads relatively equal for brick wall structure and non-brick wall structure. The difference of earthquake load approximately 10 percent among two type of structure. Thus, it could be concluded that static equivalent method is more reliable to estimate the earthquake load of the structure rather than other method.  This research suggests that in the structural design practicality, the effect of brick wall should be considered as a part of the structural analysis model.Untuk keperluan analisis, sistem struktur biasanya dimodelkan sebagai struktur rangka terbuka, dimana hanya elemen-elemen struktur yang terbuat dari material beton saja yang disusun didalam pemodelan struktur. Adanya pasangan dinding bata pada sistem struktur akan mempengaruhi perilaku dari respon dinamik struktur pada saat terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Riwayat Waktu (Time History Analysis) menggunakan gempa El-Centro, didapatkan perbedaan nilai base shear yang cukup signifikan  antara struktur dengan dinding bata yang dipasang monolit dengan struktur tanpa dinding bata. Base shear yang terjadi pada struktur dengan dinding bata lebih besar 20% dibandingkan dengan beban base shear yang terjadi pada struktur tanpa dinding bata. Jika hal ini tidak diperhatikan pada saat perencanaan struktur, maka struktur akan lebih mudah rusak jika terjadi gempa. Dari hasil analisis struktur dengan Metode Statik Ekivalen sesuai yang tercantum di dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1726-2012), didapatkan nilai distribusi beban gempa pada struktur gedung yang relative sama besar untuk bangunan dengan dinding bata dan tanpa dinding bata. Perbedaan besarnya distribusi gaya gempa untuk bangunan dengan dan tanpa dinding bata, kurang dari 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Metode Statik Ekivalen ini cukup aman digunakan untuk memperkirakan beban gempa yang bekerja pada struktur.
PENGARUH WARNA TERHADAP KAMAR TIDUR ANAK Setyohadi KP, RM. Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i1.7002

Abstract

Stock colors are very influential to the psychology of room occupants, because the bedroom is a very personal space. Each resident room has character, lifestyle, and needs vary. Color also depends on the age of room occupants. Color also has character and personality that makes it different from each other. Color can create a certain impression can even affect human feelings. Childhood is very long in the span of his life, because at that time someone has to know the objects and colors that have never known. During this period a person will also learn about life. Color is one of the media to develop the imagination, especially the children who are still in the development. The ideal child's bedroom is a room safe, healthy, and can stimulate creativity and develop a child's imagination. How to choose furniture and interior knacks appropriate, arrange furniture, and make use of lighting in accordance with the age of the child so the child comfortable in his room so as to create a child's room a charming, comfortable and able to meet some aspects such as function rooms, health, safety, psychological, and other aspects. For the bedroom children aged 6-12 years tend to use natural color and color of "heavy. " Colors are cheerful atmosphere and character produces fresh and creative imaginations to develop their full potential.Efek warna sangat berpengaruh bagi psikologi penghuni kamar, karena kamar tidur adalah ruang yang sangat pribadi. Setiap penghuni kamar memilki karakter, gaya hidup, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Warna pun tergantung pada usia penghuni kamar. Warna juga mempunyai karakter dan kepribadian yang menjadikannya berbeda satu sama yang lain. Warna dapat menimbulkan kesan tertentu bahkan dapat mempengaruhi perasaan manusia. Masa anak-anak sangat panjang dalam rentang kehidupannya, karena pada masa tersebut seseorang telah mengenal benda dan warna yang belum pernah diketahui. Pada masa tersebut seseorang juga akan belajar tentang kehidupan. Warna merupakan salah satu media untuk mengembangkan imajinasi khususnya anak-anak yang masih pada masa perkembangan. Kamar tidur anak yang ideal adalah kamar yang aman, sehat, serta dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi anak. Bagaimana memilih perabot dan pernik interior yang tepat, menata mebel, dan memanfaatkan pencahayaan yang sesuai dengan usia anak sehingga anak nyaman berada di kamarnya sehingga tercipta kamar anak yang memikat, nyaman serta dapat memenuhi beberapa segi seperti fungsi kamar, kesehatan, keamanan, psikologis, maupun segi-segi lain. Untuk kamar tidur anak usia 6-12 tahun cenderung menggunakan warna natural dan warna “berat”. Warna tersebut menghasilkan karakter suasana ceria dan segar serta dapat mengembangkan daya imajinasi mereka secara optimal.
TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI PADA TATA LETAK INTERIOR AREA BACA PERPUSTAKAAN Studi Kasus : Ruang Layanan Referensi Perpustakaan DaerahProvinsi Jawa Tengah Malik, Sutrati Melissa; Setyowati, Erni; Setiabudi, Wahyu
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6903

Abstract

Space and light are elements that need to be considered in an interior design library. Space Reference Service Central Java Provincial Library during opening hours turn on the lights as an additional light to illuminate the room, this was done because of the condition of the room to maximize the natural light into the room was minimal. This minimal conditions also influenced the layout of the furniture arrangement bookshelf is in the range of openings so that the incoming light is reduced. The purpose of this study was to measure and analyze Level Natural Lighting Interior Layout In Area Read Space Reference Service. The discussion and analysis in this study is quantitative descriptive. Method of Measuring the level of natural lighting in the room is done on a point of reference services Main Measure that is based on the position where the lamp. (Code TU), namely at point Measure Side opening window light in space and outer space, on each plan space services. (Code TUD and TUL) and the Supplementary Measure point in the field of reading the reading table in each room service. (Code TUB). Measuring point is taken at a flat field which is located at the height of 0.75 m or 75 cm above the floor. This flat surface called the working field (Frick, 2008) The results of this study the intensity level of natural light in the space can be further enhanced by optimizing the openings on several sides of the building are not obstructed, Placement Area Read in the reference services optimized by the arrangement of the furniture layout in order to light who entered the area can read more leverage and a standardized 225 lux, furniture layout pattern of structuring a strong influence on a bright light into the space and visual comfort of the space. Results of measurement are mostly located below the minimum threshold standards library reading area that is 225 lux occurs because perletakkan furniture is placed on the side of the light source..Ruang dan cahaya adalah elemen yang perlu dipertimbangkan dalam sebuah rancangan interior Perpustakaan. Ruang Layanan Referensi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah pada jam pelayanan menyalakan lampu sebagai cahaya tambahan untuk menerangi ruangan, hal ini dilakukan karena kondisi ruangan untuk memaksimalkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan sangat minim. Kondisi minim ini juga dipengaruhi pengaturan layout perabot rak buku yang berada di jangkauan bukaan sehingga cahaya yang masuk menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengukur dan menganalisa Tingkat Pencahayaan Alami Pada Tata Letak Interior Area Baca Ruang Layanan Referensi. Pembahasan dan analisa pada penelitian ini secara kuantitatif deskriptif. Metode Pengukuran tingkat pencahayaan alami pada ruang layanan referensi dilakukan pada Titik Ukur Utama yakni berdasarkan pada posisi letak lampu. (Kode TU), Titik Ukur Samping yakni pada bukaan cahaya jendela dalam ruang dan luar ruang, pada setiap denah ruang layanan. (Kode TUD dan TUL) dan Titik Ukur Tambahan yakni pada bidang baca yakni meja baca pada setiap ruang layanan. (Kode TUB). Titik ukur diambil pada suatu bidang datar yang letaknya pada tinggi 0,75 m atau 75 cm di atas lantai. Bidang datar ini disebut bidang kerja (Frick,2008).Hasil penelitian ini tingkat intensitas cahaya alami dalam ruang dapat lebih ditingkatkan lagi dengan mengoptimalkan bukaan di beberapa sisi bangunan yang tidak terhalang, Penempatan Area Baca di ruang layanan referensi dioptimalkan dengan penataan layout perabot agar cahaya yang masuk sampai ke area baca dapat lebih maksimal dan sesuai standar 225 lux, Pola penataan layout perabot berpengaruh terhadap kuat terang cahaya yang masuk ke dalam ruang dan kenyamanan visual pengguna ruang. Hasil pengukuran yang sebagian besar berada di bawah batas minimum standar area baca perpustakaan yakni 225 lux terjadi karena perletakkan perabot diletakkan berada di sisi sumber cahaya. 
KARAKTERISTIK MARSHALL DAN INDEKS KEKUATAN SISA (IKS) PADA CAMPURAN BUTONITE MASTIC ASPHALT (BMA) Wahjoedi, Wahjoedi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i2.1720

Abstract

One of utilizing the latest technologies in this type asbuton asphalt mixture is asbutonmicro mixing with asphalt in the form of oil mastik called Butonite Mastic (BM), whereas the mixedtype generated by using this binder is a mixture Butonite MasticAsphalt (BMA). Therefore, thepurpose of this study is to evaluate the characteristics of the mixture Butonite Mastic Asphalt (BMA)and the Index Strength Time (IKS) BMA Mixture obtained from the Marshall immersion test(Marshall Immersion). According to the research objectives, then the object of research used amixture of BMA and mix Asphalt Concrete Layer Bina Marga No.garadasi. IV for comparison. Typeof testing is limited to testing and soaking Marshall Marshall (Marshall Immersion). While theanalysis focuses on parameter analysis, Marshall and Strength Time Index (IKS) a second mixture.The research results showed that the mixture of BMA has a lower reliability than the AsphaltConcrete Layer mixture of water infiltration due to the influence of soaking process Marshall.However, BMA mixture has an endurance of more than a mixture of asphalt concrete layer to theinfluence of the addition or subtraction and asphalt content. In addition, the value of the mixture IKSafter Marshall Immersion BMA still be above the minimum value of 75% is required by Bina Marga. Salah satu pemanfaatan teknologi terbaru dalam campuran aspal asbuton tipe asbutonmikro adalah pencampuran dengan aspal dalam bentuk minyak mastik yang disebut ButoniteMastic (BM), sedangkan jenis campuran yang dihasilkan dengan menggunakan pengikat inimerupakan campuran Butonite MasticAsphalt (BMA). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengevaluasi karakteristik dari campuran Butonite MasticAsphalt (BMA) dan IndeksKekuatan Sisa (IKS). Campuran BMA diperoleh dari uji perendaman Marshall (MarshallImmersion). Sesuai dengan tujuan penelitian, maka objek penelitian yang digunakan adalahcampuran BMA dan campuran Lapisan Beton Aspal Bina Marga No gradasi IV untukperbandingan. Jenis pengujian terbatas pada pengujian dan perendaman Marshall (MarshallImmersion). Penelitian difokuskan pada analisis parameter, Marshall dan Indeks Kekuatan Sisa(IKS) kedua campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran BMA memiliki keandalanyang lebih rendah dibandingkan dengan campuran Lapisan Beton Aspal terhadap peresapan airakibat pengaruh proses perendaman Marshall. Namun, campuran BMA memiliki daya tahan lebihdibandingkan campuran lapisan aspal beton terhadap pengaruh penambahan atau pengurangankadar aspal. Selain itu, nilai IKS campuran setelah Perendaman Marshall, BMA masih berada diatas nilai minimal 75% yang diperlukan oleh Bina Marga.
ANALISIS KAPASITAS RUANG PARKIR MOBIL PENUMPANG OFF STREET FIK DAN FT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Julianto, Eko Nugroho
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i2.7481

Abstract

A desire to achieve campus conservation program is one reason in revamping the needs of existing parking spaces.Hopefully, by the analysis of the need for parking spaces can make the guidance on land use for parking space that is required to students as parking lot users. Parking lot that exists today in FIK and FT for passenger cars has an area of 1447 m² effective parking with a capacity of 74 units of the parking space static and dynamic capacity of 3985 cars. Based on the calculation and the results of a field survey for the parking space requirement, it is found now that this park is now unable to serve the needs that exist during peak hours, especially when approaching Friday prayers. But for it just only a short-time then it is not a problem. To solve problems that exceed the maximum accumulation of quota only brief can be solved with on-street parking system that uses the model 90º angle. Another way to solve parking problems in FIK and FT is with a good management system. Appropriate analysis of the importance of the capacity calculation FIK and FT parking space is for 38 units of space parking system with dynamic capacity with a record of eliminating all the parking area with the intention of maximizing. Keingingan untuk mewujudkan program konservasi kampus juga ikut melatarbelakangi dalam pembenahan kebutuhan ruang parkir yang sudah ada. Diharapkan dengan adanya analisa tentang kebutuhan ruang parkir dapat menjadikan pedoman tentang pengaturan tata guna lahan untuk lahan parkir yang diperlukan kepada pihak universitas selaku pihak pengelola dan mahasiswa sebagai pengguna lahan parkir. Pelataran parkir yang ada saat ini di FIK dan FT untuk mobil penumpang memiliki luas area parkir efektif 1447 m2 dengan kapasitas statis 74 SRP dan kapasitas dinamis 3985 mobil. Berdasarkan hasil perhitungan dan hasil survai lapangan kebutuhan ruang parkir untuk saat ini sudah tidak dapat melayani kebutuhan yang ada pada saat jam-jam puncak terutama hari jum’at saat mendekati ibadah sholat jum’at. Tapi karena itu tidak berlangsung lama maka hal itu tidak di jadikan permasalahan. Untuk menyelesaikan permasalahan akumulasi maksimum yang melebihi kuota yang hanya berlangsung singkat tersebut dapat di pecahkan dengan sistem perparkiran on street yang menggunakan pola sudut  90º. Cara lain yang digunakan untuk mengatasi masalah perparkiran di FIK dan FT adalah dengan sistem pengelolaan yang baik. Sesuai analisis perhitungan maka didapat KRP FIK dan FT adalah sebesar 38 SRP dengan sistem kapasitas dinamis dengan catatan menghilangkan semua lahan parkir yang ada dengan maksud pemaksimalan. 
BEHAVIOUR OF HOLLOW COLUMNS CONFINED WITH FRP Kusumawardaningsih, Yuliarti; Tousi, Neda Fayaz; Nandang, Budi Sinaga
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i1.6964

Abstract

Confining columns with fiber reinforced polymer (FRP) composites have been investigated in the last few decades to answer problems in upgrading and retrofitting reinforced concrete (RC) columns; however, most studies concentrate on solid columns. This paper investigates the comparative behaviour of FRP confined hollow RC columns subjected to axial concentric loading. A total of twelve RC columns made from high strength concrete (HSC) were tested. Six of the columns had a circular cross section and five of them were hollow columns.  The remainder columns had a square cross section, similarly five of them were hollow columns. Six columns from each configuration were left unconfined as control specimens, while the others were confined with FRP. It was found that FRP confinement increased hollow RC columns’ axial load and ductility capacities; and hollow columns having circular holes had better performance compared to hollow columns having square holes. Pelapisan kolom dengan komposit fiber reinforced polymer (FRP) telah diteliti selama beberapa tahun terakhir untuk menjawab masalah-masalah dalam peningkatan dan retrofit kolom-kolom beton bertulang; tetapi kebanyakan penelitian berkonsentrasi pada kolom-kolom solid. Tulisan ini mengungkapkan perbandingan perilaku dari FRP yang melapisi kolom beton bertulang berlubang yang dibebani oleh beban aksial terpusat. Sejumlah dua belas kolom terbuat dari beton mutu tinggi di uji. Enam kolom memiliki penampang bundar, dimana lima diantaranya adalah kolom berlubang. Kolom lainnya memiliki penampang persegi, dimana lima diantaranya adalah juga kolom berlubang. Enam kolom dari tiap konfigurasi tidak dilapisi oleh FRP berperan sebagai kolom control, sedangkan yang lainnya dilapisi dengan FRP. Dihasilkan bahwa pelapisan dengan FRP meningkatkan beban aksial dan kapasitas daktilitas  kolom berlubang; kolom dengan lubang bundar memiliki perilaku yang lebih baik daripada kolom dengan lubang persegi.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue