cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Profil Pengetahuan Konseptual Siswa SMP di Jenjang Proses Kognitif Menganalisis Pada Materi Segi Empat Berdasarkan Jenis Kelamin Wulansari, Alvita; Rosyidi, Abdul Haris
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3158

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pengetahuan konseptual siswa SMP di jen-jang menganalisis pada materi segi empat berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian, 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan berkemampuan matematika sedang, ke-las VIII SMPN 3 Waru Sidoarjo tahun pelajaran 2013/2014. Instrumen penelitian terdiri dari soal tes dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara berbasis tugas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Tidak terdapat perbedaan pengetahuan konseptual subjek laki-laki dan perempuan di jenjang menganalisis. Baik subjek laki-laki maupun perempuan kurang dapat mengidentifikasi sifat-sifat segi empat dengan tepat sehingga tidak dapat mengorganisasikan keterkaitan antarbangun berdasarkan sifat-sifatnya. Kata Kunci: pengetahuan konseptual,  menganalisis, jenis kelamin, segi empat.  AbstractThis study aims to describe conceptual knowledge profile of the Junior High School students’ in evaluating stage of quadrilateral material based on sex difference. The subjects of this study consist of two male and two female seventh grade students of SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo academic year 2013/2014 that have average mathematics ability. The researcher employed test and interview guide as the instruments of the study. The instruments of this study are test sheet and interview guide.  Data collection is conducted through by task based interview. Data analysis is done conducted in qualitatively descriptive qualitative-descriptive by reducing the data, presenting the data, and drawing the conclusion reducing, presenting and concluding data. There is no a difference of conceptual knowledge between male and female subjects in analyzing stage. There is no conceptual knowledge difference between male and female subjects in analyzing stage. Both of them less can identify the characteristic of quadrilateral exactly, so cannot organize the relationship among planes based on their characteristic. Both of them are less in identifying the properties of quadrilateral such that all subjects cannot organize the relation among planes based on their properties. Keywords : conceptual knowledge , analyzing stage,  sex difference, quadrilateral.
Profil Berpikir Metaforis (Metaphorical Thinking) Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Pengukuran Ditinjau dari Gaya Kognitif Setiawan, Windi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.7127

Abstract

Berpikir metaforis adalah aktivitas mental dengan menggunakan metafora-metafora yang sesuai dengan situasi yang dihadapi. Metafora adalah suatu ide untuk mengaitkan masalah yang dihadapi dengan pengalaman sehari-hari dan materi matematika yang dikenalnya. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir metaforis siswa SMP dalam memecahkan masalah pengukuran ditinjau dari gaya kognitif. Subjek penelitian ini adalah dua siswa yang terdiri atas siswa bergaya kogntif reflektif  (SR) dan siswa bergaya konitif impulsif (SI). Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tugas pemecahan masalah dan wawancara semi terstruktur. Triangulasi waktu digunakan untuk menguji kredibilitas data. Hasil penelitian ini adalah deskripsi berpikir metaforis yang terdiri atas connect, relate, explore, analyze, transform dan experience. Secara umum, deskripsi berpikir metaforis kedua sebjek ialah sebagai berikut. Pada tahap connect, SR menghubungkan dua ide yang berbeda. Ide pertama adalah menentukan selisih keliling kedua persegipanjang dengan cara memisalkan pergeseran titik pada salah satu sisi persegipanjang sesuai keinginannya, perubahan keliling persegipanjang dengan memisalkan penambahan ukuran panjang dan lebar persegipanjang tersebut, dan jumlah panjang semua rusuk balok setelah panjang, lebar, dan tinggi balok diperpanjang sepertipada umumnya. Sedangkan ide yang kedua, ketiga hal tersebut dinyatakan dalam bentuk persamaan. Pada tahap relate, SR menghubungkan ide yang berbeda dengan pengetahuan yang dia miliki. SR menghubungkan dengan beberapa materi di matematika. Pada tahap explore, SR membuat model yang sesuai dengan permasalahan yang ia hadapi dan mendeskripsikan kesamaan kedua ide yang ia temukan. Pada tahap analyze, SR menjelaskan kembali langkah-langkah yang ia lakukan dalam menemukan selisih keliling kedua persegipanjang, perubahan keliling persegipanjang, dan jumlah panjang semua rusuk balok yang dinyatakan dalam bentuk persamaan serta mendeskripsikan kembali kesamaan kedua ide yang ia temukan. Pada tahap transform, SR menyimpulkan besarnya selisih keliling kedua persegipanjang setelah titik pada salah satu sisi persegipanjang digeser ke kiri atau kanan, perubahan keliling persegipanjang, dan jumlah panjang semua rusuk balok dengan tepat. Pada tahap experience, SR dapat menerapkan hasil yang didapat untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Pada tahap connect, SI menghubungkan dua ide yang berbeda. SI memiliki dua ide yang berbeda. Ide pertama adalah menghitung selisih keliling kedua persegipanjang sebelum titik pada salah satu sisi persegipanjang digeser, perubahan keliling persegipanjang dengan memisalkan penambahan ukuran panjang dan lebar persegipanjang tersebut, dan jumlah panjang semua rusuk balok sebelum ukuran panjang, lebar, dan tinggi balok berubah. Sedangkan ide yang kedua, ketiga hal itu dinyatakan dalam bentuk persamaan. Pada tahap relate, SI mengaitkan ide yang berbeda dengan pengetahuan yang dia miliki. SI menghubungkan dengan beberapa materi yang ia pelajari di matematika. Pada tahap explore, SI membuat model yang sesuai dengan permasalahan yang ia hadapi namun, ia tidak dapat mendeskripsikan kesamaan kedua ide yang ia temukan. Pada tahap analyze, SI menjelaskan kembali langkah-langkah yang ia lakukan sebelumnya dan tidak dapat mendeskripsikan kesamaan kedua ide yang ia temukan. Pada tahap transform, SI menyimpulkan besarnya selisih keliling kedua persegipanjang setelah titik pada salah satu sisi persegipanjang digeser digeser ke kiri atau kanan, perubahan keliling persegipanjang, dan jumlah panjang semua rusuk balok dengan tepat. Pada tahap experience, SI dapat menerapkan hasil yang didapat untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.Metaphorical thinking is the mental activity by using metaphors that fit the situation. Metaphor is an idea to link the problems faced by everyday experience and the familiar mathematical material. This research is descriptive research with qualitative approach that aimed to describe the metaphorical think profile of junior high school students for solving measurement problem based on cognitive style. The subjects of this research are two students consist of a student with cognitive style (SR) and a student with cognitive impulsive style (SI). The data collecting technique that used in this research is by giving the assignment of problem solving and semi-structured interviews. Triangulation of time used to test the credibility of the data out of this research. The result of this study is description of metaphorical thinking consists of connect, relate, explore, analyze, transform and experience. In general, description of metaphorical thinking of the two subjects is as follows. At connect stage, SR connected two different ideas. The first idea is to determine the difference between the two rectangular perimeter by supposing the friction of point in one of the rectangular’s side as SR wanted, the change of rectangle perimeter by supposing the extension of the length and width of the rectangle, and the total length of all the sides of the square after length, width, and height of the square that is extended just like in general. While the second idea is three of it is assumed using equation. At relate stage, SR connected the ideas that contrast with the knowledge SR had that related to some material in mathematics. At explore stage, SR created a model that appropriate to the problems SR faced and describes the similarities of two ideas that SR found. At analyze stage, SR reexplained the steps SR did in finding the difference between two rectangular perimeter, the changing of rectangle perimeter, and the total length of all sides of the square that is assumed using some equation and redescribe the similarities of two ideas that he found. At transform stage, SR concluded the difference magnitude between two rectangles after point in one of the rectangular’s side is shifted to the left or right, the perimeter changing of rectangle, and the total length of all the sides of the square appropriately. At this stage of experience, SR could apply the results obtained to resolve the problems faced. At connect stage, SI connected two different ideas. SI had two different ideas. The first idea is to calculate the difference between the two rectangular perimeter before point in one of the rectangular’s side is shifted, the changes of rectangle perimeter  by letting addition of the length and width of the rectangle, and the total length of all sides of square before the length, width, and height of the square was changed. While the second idea is to assume them as x equation. At relate stage, SI associated different ideas with the knowledge that SI had. SI connected with some materials that SI had learned in mathematics. At explore stage, SI made the model appropriate to the problems SI faced, but SI could not describe the similarity of the two ideas that SI found. At analyze stage, SI reexplained the steps which SI had done before and can not describe the similarities of the two ideas that SI found. At transform stage, SI summed up the magnitude both of rectangles perimeter after point in one of the rectangular’s side is shifted to the left or right, the perimeter changing of rectangle, and the total length of all the sides square appropriately. At experience stage, SI could apply the results obtained to resolve the problems faced. 
Pengembangan Soal Penalaran Model TIMSS Konteks Sumatera Selatan di Kelas IX SMP Hazlita, Hazlita; Zulkardi, Zulkardi; Darmawijoyo, Darmawijoyo
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.3326

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal-soal penalaran model TIMSS konteks Sumatera Selatan yang valid dan praktis dan untuk melihat efek potensial soal matematika tipe TIMSS konteks Sumatera Selatan terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMPN 9 Palembang yang berjumlah 29 orang. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 37,93% siswa menunjukkan tingkat kemampuan penalaran matematis yang baik. Sebanyak 55,17% siswa menunjukkan tingkat kemampuan penalaran matematis yang cukup dan sebanyak 6,90% siswa menunjukkan tingkat kemampuan penalaran matematis yang kurang. Berdasarkan hasil tes tersebut, jika nilai rata-rata siswa siswa sebesar 39,24 dijadikan sebagai batas acuan, maka bisa disimpulkan bahwa 31,03% siswa memiliki kemampuan penalaran matematis yang kurang, sementara 68,97% siswa sudah memiliki kemampuan pelanaran matematis yang cukup baik. Kata Kunci: Soal Penalaran; TIMSS; Konteks Sumatera Selatan  AbstractThe aim of this research was developing valid and practical TIMSS reasoning problem on mathematics context of South Sumatra. The subjects of this research were 29 students of class IX SMPN 9 Palembang. The method of research is the development of research. The results showed that 37.93% of students showed levels of good mathematical reasoning abilities, 55.17% of students showed levels sufficient mathematical reasoning ability and 6.90% of students showed levels of mathematical reasoning abilities are lacking. Based on the test results, if the 39.24 was determined as minimum limit of success, it means that 31.03% of students have less mathematical reasoning ability, while 68.97% of students already have sufficient mathematical reasoning ability. Keywords: Problem Reasoning; TIMSS; Context South Sumatra
Scaffolding sebagai Alternatif Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Kurniasih, Ary Woro
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i2.2871

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu berpikir tingkat tinggi Menurut Crawford & Brown (2002) berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) merupakan gabungan dari berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir pengetahuan dasar. Faktanya siswa masih kesulitan berpikir kritis matematika. Tulisan ini mengkaji scaffolding sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Scaffolding dapat diberikan kepada siswa dapat berupa memodelkan perilaku tertentu (modeling of desired behaviors), menyajikan penjelasan (offering explanations), mengundang partisipasi siswa (inviting student participation), verifikasi dan klarifikasi pemahaman siswa (verifying and clarifying student understandings), dan mengajak siswa memberikan petunjuk/kunci (inviting students to contribute clues). Pada prinsipnya scaffolding diberikan kemudian pemberian scaffolding dikurangi dan pada akhirnya dihilangkan setelah siswa benar-benar memperoleh pemahaman.
Analisis Time-Line dan Berpikir Kritis Dalam Pemecahan Masalah Matematika Pada Pembelajaran Kooperatif Resiprokal Rochmad, Rochmad; Agoestanto, Arief; Kurniasih, Ary Woro
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.4980

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui grafik time-line dalam diskusi untuk pemecahan masalah opened-ended dalam pembelajaran kooperatif resiprokal, mendeskripsikan langkah-langkah kegiatan pemecahan masalah open-ended dalam diskusi kelompok pada  pembelajaran kooperatif  resiprokal, dan mendeskripsikan  karakteristik berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Kegiatan pada penelitian ini adalah pembelajaran resiprokal 2 kali untuk mendapatkan data time-line tahap berpikir kritis dan time-line aktivitas pemecahan masalah matematika, tes berpikir kritis 2 kali, analisis karakteristik berpikir kritis berdasarkan tes 1 dan 2. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di  SMP Negeri 1 Ngadirejo Temanggung. Hasil penelitian ini adalah 4 kelompok diskusi melakukan tahap strategi pada berpikir kritis lebih lama dibandingkan tahap berpikir kritis lainnya (klarifikasi, simpulan, dan strategi. Untuk memecahkan masalah matematika, pada langkah pertama yaitu memahami masalah. Pada langkah ini siswa dominan melakukan aktivitas bertanya dan memprediksi. Pada langkah kedua yaitu merencanakan penyelesaian, siswa dominan melakukan kegiatan bertanya dan menjelaskan. Pada langkah ketiga yaitu melaksanakan penyelesaian, siswa dominan melakukan kegiatan menjelaskan dan bertanya. Sedangkan pada langkah keempat yaitu mengecek kembali, siswa dominan melakukan kegiatan menjelaskan.The purpose of this research is to know the time-line graph in the discussion for the solving of opened-ended problem in cooperative reciprocal learning, to describe the steps of open-ended problem solving activity in group discussion on reciprocal cooperative learning, and to describe the critical thinking characteristics of students in solving the open problem -ended. This research is a qualitative research. Activity in this research is reciprocal learning 2 times to get time-line data of critical thinking stage and time-line activity of problem solving of mathematics, critical thinking test 2 times, analysis of critical thinking characteristic based on test 1 and 2. Source of data in this research is student Class VIII in SMP Negeri 1 Ngadirejo Temanggung. The result of this research is 4 group discussion to do strategy phase on critical thinking longer than other critical thinking stage (clarification, conclusion, and strategy To solve mathematical problem, in step one that is understanding problem In this step student dominant doing activity of ask and predict In the second step is to plan the settlement, the dominant students do the activities of asking and explaining.In the third step is to carry out the settlement, the dominant students do activities explain and ask.While in the fourth step is to check again, the dominant students do explaining activities.
Model Deterministik untuk Epidemi Flu Babi Pada Populasi Babi Kharis, Muhammad
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v1i2.1493

Abstract

Flu babi yang pada tahun 2009 merebak membuat dunia khawatir akan terjadi epidemi yangmewabah secara global. Influensa babi merupakan penyakit saluran pernafasan akut yang sangatmenular, disebabkan oleh virus influensa tipe A yang termasuk dalam orthomyxovirus. Babimerupakan induk semang utama virus influensa babi. Virus tersebut dapat menular pada manusiadan bangsa burung atau sebaliknya. Dalam tulisan ini akan dikaji model matematika untuk epidemiflu babi pada populasi babi. Model tersebut merupakan model deterministik yang merupakanpendekatan untuk kasus epidemi ini. Diharapkan hasil kajian ini dapat bermanfaat dalampenanggulangan wabah flu babi pada sumber utama yaitu populasi babi sehingga dapat dilakukanpencegahan sebelum mewabah di populasi manusia.Kata kunci: Epidemi, Influensa babi, Model deterministik.
Analisis Tingkat Kognitif Uji Kompetensi pada Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Berdasarkan Taksonomi Bloom Susanti, Nancy Yunita; Trapsilasiwi, Dinawati; Kurniati, Dian
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4509

Abstract

Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Buku teks dilengkapi dengan soal-soal latihan yang belum terklasifikasi tingkat kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kognitif soal uji kompetensi beserta persentase masing-masing tingkat kognitif soal uji kompetensi pada BSE Matematika SMP Kelas VII kurikulum 2013 semester 1 maupun semester 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa soal uji kompetensi BSE Matematika semester 1 mencakup 9 variasi soal dari 24 variasi soal menurut tingkat kognitif Revisi Taksonomi Bloom. Dari 166 pertanyaan, terdapat 6.6% tingkat C2-faktual; 17% tingkat C2-konseptual; 22% tingkat C2-prosedural; 3% tingkat C3-faktual; 6.6% tingkat C3-konseptual; 28% tingkat C3-prosedural; 1.8% tingkat C4-konseptual; 14% tingkat C4-prosedural; 0.6% tingkat C6-konseptual; dan 0% pertanyaan tingkat yang lainnya. Sedangkan pada BSE Matematika semester 2 mencakup 11 variasi soal. Dari 170 pertanyaan terdapat 0.6% tingkat C1-faktual; 0.6% tingkat C1-konseptual; 2.9% tingkat C2-faktual; 15% tingkat C2-konseptual; 15% tingkat C2-prosedural; 8.2% tingkat C3-konseptual; 30% tingkat C3-prosedural; 4.7% tingkat C4-konseptual; 5.3% tingkat C4-prosedural; 14% tingkat C5-konseptual; 4.1% tingkat C6 konseptual; dan 0% tingkat yang lain.Textbooks have an important and strategic role in improving the quality of primary and secondary education. Textbook comes with practice questions are not yet classified the cognitive level. The aims of this study are determining the level of cognitive matter competency test along with the percentage of each level of cognitive matter competency test on BSE Class VII SMP Math curriculum 2013 1st half and 2nd semester. Type of research is descriptive research with a qualitative approach. It can be concluded that about half of the competency test BSE Mathematics 1 includes 9 variations of about 24 variations of matter according to the degree of cognitive Revised Bloom's Taxonomy. Of the 166 questions, there is a 6.6% rate of C2-factual; 17% C2-conceptual level; 22% C2-procedural level; 3% level C3-factual; 6.6% C3-conceptual level; 28% level of C3-procedural; 1.8% C4-conceptual level; 14% of C4-procedural level; 0.6% C6-conceptual level; and 0% of the questions that other level. While in the second half of BSE Mathematics includes 11 variations matter. Of the 170 questions contained 0.6% level of C1-factual; 0.6% C1-conceptual level; 2.9% rate of C2-factual; 15% C2-conceptual level; 15% C2-procedural level; 8.2% C3-conceptual level; 30% level of C3-procedural; 4.7% C4-conceptual level; 5.3% rate of C4-procedural; 14% of the C5-conceptual level; 4.1% C6 conceptual level; and the 0% level to another.
Meningkatkan Karakter dan Pemecahan Masalah Melalaui Pendekatan Brain-Based Learning Berbantuan Sirkuit Matematika Damayanti, Taulia; Sukestiyarno, Yohanes Leonardus
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3281

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kejujuran dan keterampilan pe-mecahan masalah, serta mengetahui ketuntasan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan pembelajaran pendekatan Brain-Based Learning berbantuan Sir-kuit Matematika. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek lima o-rang peserta didik kelas VIIIC SMP Negeri 1 Pecangaan yang yang memperoleh peringkat pertama, kuartil pertama, kuartil kedua, kuartil ketiga dan terakhir pada tes awal kemampu-an pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing subjek penelitian mengalami peningkatan karakter jujur serta keterampilan pemecahan masalah dengan kategori tinggi. Peserta didik juga dapat mencapai KKM baik secara individual maupun secara klasikal pa-da tes kemampuan pemecahan masalah. Simpulan yang diperoleh adalah karakter jujur dan keterampilan pemecahan masalah peserta didik meningkat, serta kemampuan pemecahan masa-lah peserta didik mencapai KKM melalui pembelajaran tersebut. Kata kunci:      Brain-Based Learning; jujur; keterampilan dan kemampuan pemecahan masalah; Sirkuit Matematika  AbstractThe purposes of this study were to describe how to increase and the increasing of honesty and problem solving skills students by Brain-Based Learning approach assisted by Math Circuit and to know the completeness of student’s problem solving ability. The research design was qualitative descriptive, subject research are five students of VIIIC SMP Negeri 1 Pecangaan who are obtained first rank, first quartile, second quartile, third quartile and the last rank on problem solving ability beginning test. The result showed that each subject of study had increase in honest character and problem-solving skill. Students also could achieve individual and clasical mastery learning in problem-solving ability test. The conclusion of this research are honest character and problem solving skills of students increased, as well as problem solving abilities of students reach the minimum mastering criteria.  Keywords:                             Brain-Based Learning; honesty; Math Circuit; problem solving skill and ability
Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan PMR untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ose, La
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i1.6981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) yang berkualitas baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume balok kelas VIII SMP. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian pengembangan dan eksperimen. Proses pengembangan perangkat pembelajaran ini mengikuti tahap pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D Thiagarajan yang telah dimodifikasi tanpa penyebaran (disseminate). Hasil pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PMR yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Sedangkan eksperimen digunakan untuk menggambarkan keefektifan pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) dan membandingkan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan PMR dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada materi luas permukaan dan volume balok. Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti diperoleh: 1) perangkat pembelajaran dengan pendekatan PMR pada materi luas permukaan dan volume balok telah memenuhi kriteria perangkat pembelajaran yang baik karena dinyatakan valid, praktis dan efektif dan THB menunjukkan valid, reliabel dan sensitif; 2) pembelajaran dengan pendekatan PMR efektif untuk mengajarkan materi luas permukaan dan volume balok. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran minimal baik, siswa aktif dalam pembelajaran, respon siswa terhadap pembelajaran positif, dan ketuntasan klasikal tercapai yaitu 83%; 3) hasil belajar siswa meningkat berdasarkan analisis statistik inferensial dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan PMR lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada materi luas permukaan dan volume balok kelas VIII SMP.This research aims at developing good Realistic Mathematic Education Approach Lesson Plan to increase Grade Eight Junior High School students’ learning result in the material of cuboid surface area and volume. This research is categorized as a research of experiment and development. This research applies modified Thiagarajan’s 4-D model of instructional design development by excluding the disseminating phase.  The results of this research are the lesson plan, the students’ worksheet, and the achievement test. The experiment phase in this research is intended to describe the effectiveness of the learning proses with Realistic Mathematic Education (RME) approach and also to compare the result of learning between those who learn with the realistic mathematic approach and those who learn with the conventional approach in the material of cuboid surface area and volume. The result of the analysis shows that (1) lesson plan applying the realistic mathematic approach for the material of cuboid surface area and volume has fulfilled the criteria of good instructional design as indicated to be valid, practical, and effective and the achievement test result is considered to be valid, reliable, and sensitive, (2) the learning process applying Realistic Mathematic Education (RME) approach is effective to teach the material of cuboid surface are and volume as it is indicated by the abilities of teacher to organize the learning process which reach minimally good criteria, the students are active, the students’ responses to the learning process are positive, and the classical result of learning reaches the percentage of 83%, (3) the students’ result of learning increases as indicated by the inferential statistical analysis. The result of learning of the students who learn with Realistic Mathematic Education (RME) approach is higher than that of the result of learning of the students who learn with conventional approach in the eighth grade of Junior High School material of cuboid surface are and volume.
Pengembangan Buku Ajar Matematika Tematik Integratif Materi Pengukuran Berat Benda untuk Kelas I SD Kurbaita, G.; Zulkardi, Zulkardi; Siroj, R.A.
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i1.2877

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan buku ajar matematika tematik integratif materi pengukuran berat benda. Subjek penelitian adalah siswa kelas I Abu Bakar Ash Siddiq SD IT Al Furqon Palembang yang berjumlah 27 orang. Metode yang digunakan pengembangan atau development research. Kevalidan tergambar dari hasil penilaian validator, dimana hampir semua validator menyatakan baik berdasarkan content (sesuai kurikulum dan materi), konstruk (sesuai dengan karakteristik/indikator yang ada) dan bahasa (sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku/EYD). Sedangkan kepraktisan tergambar dari buku ajar matematika tematik integratif yang telah dikembangkan dapat digunakan oleh siswa untuk belajar dan juga bisa dipakai guru dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Hasil tes siswa menunjukkan 9 orang siswa (33,3%) termasuk kategori sangat baik, 11 orang siswa (40,7%) termasuk kategori baik, 4 orang siswa (14,8%) termasuk kategori cukup, dan 3 orang siswa (11,1%) termasuk kategori kurang.The purpose of this research is to produce math textbook integrative thematic material objects weight measurements. The subjects were first graders Abu Bakar Siddiq Al Furqan SD IT Palembang totaling 27 people. The method used development or research development. Illustrated the validity of the assessment results validator, where almost all the validators declared either by content (appropriate curriculum and materials) , construct (according to the characteristics/indicators exist) and language (in accordance with the applicable rules of language/EYD) . While practicality is reflected in the thematic integrative math textbook that has been developed can be used by students to learn and teachers can also be used in presenting the material in the learning process. The test results showed students 9 students (33.3%) including the excellent category , 11 students (40.7%) categorized as good , 4 students (14.8%) categorized as adequate, and 3 students (11,1%) less category.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue