cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Pembelajaran Kalkulus Berbasis E-Learning Untuk Menumbuhkan Kreativitas dan Karakter Mahasiswa Supandi, Supandi; Kusumaningsih, Widya; Ariyanto, Lilik; Nurlaelah, E.; Turmudi, Turmudi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3131

Abstract

AbstrakPeneltian ini dilakukan untuk merancang desain pembelajaran Kalkulus berbasis E-learning untuk menumbuhkan kreativitas dan karakter mahasiswa  pada Prodi Pendidikan Matematika. Desain pembelajaran yang dibagi dalam beberapa tahap yakni: Perencanaan perangkat dan sarana yang akan digunakan pada saat pembelajaran, Pembuatan perangkat pembelajaran, Pembuatan media pembelajaran e-learning, Validasi perangkat dan media pebelajaran  dan e-learning oleh para ahli, Revisi hasil validasi oleh para ahli, Pengujian terbatas desain pembelajaran, Evaluasi  dan analisis hasil pengujian, Evaluasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dirancang berbentuk RPP, LKM dan Media E-learning dapat digunakan untuk proses pembelajaran dengan sedikit perbaikan. Hasil ujicoba terbatas menunjukan pula bahwa perangkat yang dibuat menumbuhkembangkan kreativitas mahasiswa, yang pada ujungnya adalah  terbentuknya karakter mahasiswa. Kata kunci:   pembelajaran; karakter; kreatif;  elearning   AbstractThe research was designing e-learning on Calculus to increase the creativity and student character in Mathematics Education Study Pogram. The learning design was divided into steps, that was: designing lesson plan and tool which would be used on learning, making lesson plan, making e-learning media, validating the lesson plan, learning kit, and elarning by experts, revising the result of validation process, limited testing of instructional design, evaluation and the result analysis. The research result show that the learning design those are RPP, LKM, and elearning kit could be used with a little implrovement. Limited test result also indicated that the instrument that was made could developed the creativity of student, and buid the student character. Keywords: learning, character; creative; elearning
Bayangan Konsep (Concept Image) Mahasiswa pada Konsep Kombinasi Ditinjau dari Perbedaan Gender dan Kemampuan Matematika Nurwahyu, Budi; Tatag, Y.E.S; Suwarsono, St.
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.5901

Abstract

Bayangan konsep seseorang merupakan kumpulan gambar mental yang disertasi dengan sifat-sifat dan proses-proses yang terkait dengan konsep tersebut yang ada dalam pikiran. Oleh karenanya bayangan konsep berbentuk konsepsi-konsepsi nonverbal terhadap suatu konsep formal. Paper ini mengungkapkan tentang profil bayangan konsep mahasiswa program studi matematika tentang konsep kombinasi, khususnya untuk mahasiswa laki-laki dengan kemampuan rendah  Matematika Dasar dan mahasiswa perempuan dengan kemampuan tinggi Matematika Dasar.  Penelitian ini menggunakan  penelitian pendekatan deskriptif kualitatif. Di dalam penelitian ini diungkapkan pula adanya miskonsepsi mahasiswa dan konflik kognitif serta respon intuitif terhadap konsep kombinasi dan pemecahan masalah yang terkait dengan kombinasi.  Selain itu, adanya kategori bayangan konsep instrumental dan bayangan konsep relasional yang dimiliki mahasiswa terhadap konsep kombinasi serta dalam melakukan pemecahan masalah yang terkait kombinasi.Someone’s concept image to a concept be a collection of all  mental pictures together with properties and processes associated to the concept in his/her mind. Therefore, concept image as a non-verbal perceptions of a formal concept. This paper is to show the profile of  concept image about concept of combination of the mathematics students who have high ability in basic mathematic. This study used qualitative descriptive approach. In this study was shown students’ concept image and thinking process of concept combination k objekt of n objek as a reciprocal  connection between concept images and formal concepts and also shown category of concept image including instrumental concept image  and relational concept image that belonged the students about concept of combination k object of n object.
Analisis Deskriptif Soal Geometri dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Berdasarkan Kriteria International Assessment TIMSS 2007 Rahayu, Etik; Suyitno, Hardi; Junaedi, Iwan
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i1.2608

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  domain kognitif dan aspek kognitif (required behavior) soal matematika dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas VIII berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007 dan proporsinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah soal geometri dalam Buku Matematika Bilingual SMP. yang berjudul “Mathematics for Junior High School Grade VIII 1st Semester” dan “Mathematics for Junior High School Grade VIII 2nd Semester” karangan karangan M. Cholik Adinawan dan Sugijono. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara tentang penggunaan buku matematika bilingual yang paling banyak digunakan di kota semarang. Pedoman analisis soal berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007, dengan validasi hasil oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal yang dianalisis memuat satu hingga tujuh aspek kognitif. Sebagian besar soal memuat 4 aspek kognitif yaitu 44.04 %, diikuti soal dengan 3 aspek kognitif  yaitu 36, 42%,  soal dengan 2 aspek kognitif yaitu 14, 90%, kemudian 1,99% untuk soal dengan 1 atau 5 aspek kognitif, dan 0,33% untuk soal dengan 6 atau 7 aspek kognitif. Proporsi tinggi pada recall (28.26%) dan compute (26.57%), diikuti dengan SRP (10.85%), implement (10.65%), retrieve (8.36%), recognize (6.17%), analyze (1.99%), measure (1.59%), generalize (1.09%), SNRP (1.00%), classify (0.80%), represent (0.80%), justify (0.80%), select (0.60%), model (0.30%), synthesis (0.20%). Secara keseluruhan berdasarkan International Assessment TIMSS 2007 soal yang termasuk domain knowing memiliki persentase paling tinggi (52.28%), domain knowing-applying (24.83%), domain knowing- reasoning (12.91%), dan hanya sedikit yang termasuk domain knowing-apllying-reasoning (3.97%). Serta terdapat 4 soal (1.32%) yang mempunyai ketidaksesuaian penggunaan mathematics terms serta 1 soal (0.33%) mempunyai kesalahan penyajian dalam  soal versi bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek kognitif (required behavior) yang termasuk dalam domain reasoning sangat sedikit dibandingkan dengan aspek kognitif (required behavior) pada domain knowing dan applying yakni 5.07%.
Komparasi Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Geometri Antara Model SPS dan Model SPS Dengan Hands On Activity Pambudiarso, Rezky Bagus; Mariani, Scolastika; Prabowo, Ardhi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i1.4739

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketuntasan penerapan model SPS, model SPS dengan hands on activity terhadap kemampuan pemecahan masalah; dan membandingkan rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah antara siswa model SPS dan siswa model SPS dengan hands on activity. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk Pretest-Posttest Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Karangtengah tahun ajaran 2014/2015. Dari 10 kelas, terpilih 3 kelas sampel yaitu kelas VIII E sebagai kelas eksperimen 1, VIII F sebagai kelas eksperimen 2, dan VIII G sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan uji proporsi dan uji ANAVA. Uji proporsi secara berturut-turut menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen 1 mencapai ketuntasan dengan 87% siswa nilainya ≥70 dan siswa kelas eksperimen 2 mencapai ketuntasan dengan 97% siswa nilainya ≥70. Uji ANAVA menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah dengan rata-rata terbaik adalah model SPS dengan hands on activity dan selanjutnya model SPS. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hands on activity mampu menjadikan kemampuan pemecahan masalah menjadi lebih baik lagi. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa model SPS, SPS dengan hands on activity memiliki tingkat ketuntasan yang baik dengan model terbaik adalah model SPS dengan hands on activity.The purposes of this research were to determine the completeness level of the SPS, the SPS model with hands on activity to the student’s problem-solving ability; and to compare the mean of problem-solving ability test among the SPS and the SPS model with hands on activity. This research was quantitative. The design that employed was the quasi experimental “pretest posttest control” design. The population was the 8th grade students of SMP Negeri 1 Karangtengah in 2014/2015. From 10 classes, gotten 3 sample classes were the VIII E as the 1st experimental, the VIII F as the 2nd experimental, and the VIII G as the control class. Methods of collecting data used were test, documentation, and observation. Then, the data were analyzed by the proportion and the ANOVA test. The proportion test shown that the 1st experimental class could achieve the completeness with 87% getting score ≥70; the 2nd experimental class could achieve the completeness with 97% getting score ≥70. The ANOVA test shown that there were differences in the mean of test with the best mean was from the SPS model with hands on activity. Its result shown that hands on activity could make problem-solving ability be better. Based on it, concluded that the SPS, the SPS model with hands on activity had good completeness with the best model was the SPS model with hands on activity.
Analisis Terhadap Kemampuan Doing Mathematics Mahasiswa Pada Perkuliahan Kapita Selekta Matematika Sekolah Hidayat, Asep Syarif; Cahya, Endang; Wahyudin, Wahyudin
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.3323

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan Sekolah Matematika belajar adalah realisasi maksimal matematika kompetensi melakukan melibatkan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, koneksi, representasi, dan pemahaman konseptual, diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan melakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh Sekolah Matematika digest belajar untuk melakukan matematika kompetensi siswa, dan perbaikannya. Para siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian adalah mereka yang mengambil Sekolah Matematika Digest 1 saja, di semester genap dari 2013-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Matematika Digest 1 tentu saja memiliki pengaruh yang kuat pada peningkatan kompetensi melakukan matematika siswa, baik komponen dengan komponen dan sepenuhnya, yaitu, kompetensi penalaran, komunikasi, koneksi, representasi, pemahaman konseptual, dan membuktikan. Selain itu, ditemukan bahwa 86% siswa dari matematika pemecahan masalah kompetensi yang sangat baik, sisanya 14% berada pada tingkat cukup. Sementara itu, kualitas peningkatan kompetensi melakukan matematika siswa, baik komponen dengan komponen dan sepenuhnya, jatuh ke dalam kategori yang adil.One of the indicators of the success of School Mathematics learning is the maximal realization of the doing mathematics competences involving problem solving, reasoning, communication, connection, representation, and conceptual comprehension, realized in the habits of thinking and doing. The research was a descriptive research by a survey approach intended to determine the influence of School Mathematics digest learning on students’ doing mathematics competence, and its improvement. The students selected as the subjects of research were those who took School Mathematics Digest 1 course, in the even semester of 2013-2014. The research findings showed that School Mathematics Digest 1 course has a strong influence on the improvement of the students’ doing mathematics competence, both component by component and wholly, i.e., reasoning competence, communication, connection, representation, conceptual comprehension, and proving. In addition, it was found that 86% students were of very good mathematic problem solving competence, the remaining 14% being at an insufficient level. Meanwhile, the quality of the improvement of students’ doing mathematics competence, both component by component and wholly, fell into a category of fair.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Kecemasan Belajar Matematika Irfan, Muhammad
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.8779

Abstract

Dalam memecahkan masalah, siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika mungkin mengalami kesalahan-kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika dalam pemecahan masalaha matematika. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kecemasan matematika tinggi mampu menyelesaikan permasalahan matematika sesuai langkah-langkah Polya. Namun, ia  mengalami kesalahan dalam tiga hal, yaitu: (1) kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, (2) pemaknaan model matematika, dan (3) ketidakkonsitenan dalam penggunaan simbol.In the problem solving, students learn math anxiety may have errors. This study aimed to analyze the errors that students learn math anxiety in mathematical problem solving. This type of study is a qualitative research with case study method. Sampling was done by using purposive sampling technique. The results showed that students who have high math anxiety was able to solve the problems of mathematics according to the steps Polya. However, he encountered an error in three ways, namely: (1) error in writing mathematical symbols, (2) the meaning of a mathematical model, and (3) inconsistent  in the use of symbols.
Studi Komparasi Model Pembelajaran Antara Inkuiri dan Advance Organizer Untuk Penalaran Matematis Parjayanti, A.D.; Wardono, Wardono
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i1.2883

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran Inkuiri efektif untuk penalaran matematis peserta didik; mengetahui pembelajaran Advance Organizer efektif untuk penalaran matematis peserta didik; dan untuk mengetahui pembelajaran Advance Organizer lebih efektif untuk penalaran matematis peserta didik daripada pembelajaran Inkuiri. Populasi penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VIII SMP Negeri 14 Semarang tahun pelajaran 2012/2013. Teknik sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling. Data diperoleh dengan metode tes dan metode observasi. Berdasarkan hasil tes kemampuan penalaran matematis diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 1 adalah 88,40 dan kelas eksperimen 2 adalah 84,15. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t, uji proporsi, dan uji beda dua rata-rata. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Inkuiri dan menggunakan pembelajaran Advance Organizer efektif untuk penalaran matematis peserta didik, dan pembelajaran Advance Organizer lebih efektif untuk penalaran matematis peserta didik daripada pembelajaran Inkuiri. This research is to determine inquiry effective learning for mathematical reasoning of learners; to determine Advance Organizer effective learning for mathematical reasoning skills students; and Advance Organizer to find more effective learning to mathematical reasoning skills of students in learning than inquiry. The study population was all the eighth grade students of Junior High School 14 Semarang school year 2012/2013. Engineering samples in this study were taken by purposive sampling. Data obtained with the test methods and methods of observation. Based on the results of tests of mathematical reasoning abilities obtained average value is 88,40 experimental class 1 and class 2 experiment is 84,15. The data obtained were analyzed using t-test, proportion test, and two different test average. It can be concluded that using the inquiry learning and Advance Organizer learning are effective learning to reasoning skills matematis learners, and Advance Organizer learning more effective to mathematical reasoning skills students than learning inquiry.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik Siswa SMP di Cimahi Putra, Harry Dwi; Akhdiyat, Agil Maulana; Setiany, Elvira Permata; Andiarani, Miranti
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i1.12473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kemampuan matematis siswa di salah satu sekolah menengah pertama di Cimahi. Pendekatan penelitian yang bersifat kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Instrumen adalah tes deskripsi yang menggunakan indikator kreatif dan kuesioner siswa. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VIII di salah satu SMP Cimahi, yang diikuti 33 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kemampuan kreativitas matematika siswa adalah kriteria yang cukup baik. Skor rata-rata siswa pada tingkat yang cukup kreatif.Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar bahasa Inggris tidak dapat memahami grafik dengan baik, para siswa tidak dapat menentukan titik koordinat pada grafik, para siswa tidak memahami konsep dengan tepat, pengertian operasi penghitungan aljabar siswa dan juga masih lemah. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum terbiasa menjawab pertanyaan yang mengandung indikator kreatif.This study aims to analyse the ability of students’ mathematical creative thinking in one of the junior highschools in Cimahi. The research approach used is qualitative with the descriptive method of analysis. Theinstrument is a description test that includes indicators of creative thinking and student questionnaires. The research was conducted on grade VIII students in one of Cimahi Junior High School, which amounted to 33 students. Based on the result of research, it is found that students’ mathematical creativity ability is to good enough criteria. The average student score is at a fairly creative level. The factors that cause learningdifficulties in solving the problem of creative thinking about straight line equation are the students cannotunderstand the graph of the problem well. The students cannot determine the coordinate point on the graph.The students do not understand the concept of the equation of the line through the gradient well. The abilityof the student’s algebraic counting operation also still weak, so the answer to be wrong. This shows thatstudents are not yet accustomed to answering questions that contain indicators of creative thinking.
EstimasiParameter ModelMixture Of Mixture Untuk Pengeluaran Rumah Tangga Pada Data Susenas Kota Semarang Abidin, Zaenal
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v2i1.1245

Abstract

BadanPusatStatistik (BPS) memilikitanggungjawabuntukmenyediakan data yangdibutuhkandalamperencanaanpembangunan.Beberapa data sosial yang yangdihasilkanBPS diperolehmelaluiSurveiSosialEkonomiNasional(Susenas).Susenasdidesainuntukmendapatkan data sosialpendudukdalamlingkup yangluas.Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmemperolehsuatufungsidistribusimixture ofmixture yang dibentukdarifungsidensitasrumahtanggadalambentukmixture.Dalampenelitianini, data yang akandigunakanadalah data persentasepengeluaranrata-rata per kapitasebulanmenurutjenispengeluarandangolonganpengeluaran perkapitasebulandari data SusenasKorJuli 2007 kota Semarang,untukdaerahperkotaansaja. Sebelumdilakukananalisis, dilakukaneksplorasi datadenganmengelompokan data kedalamtiapjenispengeluaran rumah tangga.Tahapberikutnya adalah menentukandistribusi data darijenispengeluaranrumahtangga.Kemudian menentukannilai parameter distribusi prior setiapjenis pengeluaran rumahtangga. Distribusi prior yang digunakanadalah prior konjugate (sekawan). Selanjutnyamenentukanmasing-masingfungsi posterior untukmasing-masingfungsisebaranpadafungsimixturewilayahdengan Bayesian –MCMCdenganmenggunakanpaket program WinBugs 1.4. Terakhir dilakukanestimasifungsisebaranmixtureofmixtureuntuktiapjenispengeluaran rumahtanggaDalampenelitianini model mixture of mixture yangdihasilkanadalah:(|, ) = 0.5011(|) + 0.4989(|). Kata kunci: MCMC, Mixture of Mixture, Susenas.
[RETRACTED] Analisis Metakognisi Peserta Didik dalam Pemecahan Masalah pada Materi Turunan Maulidyawati, Desi; Irham, Muhammad
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i1.13125

Abstract

[THIS ARTICLE HAS BEEN RETRACTED]Following a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif to article entitled “Analisis Metakognisi Peserta Didik dalam Pemecahan Masalah pada Materi Turunan” Vol 9, No 1, pp. 84-92, Juni 2018, DOI: 10.15294/kreano.v9i1.13125.The document and its content has been removed from Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue