cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 48, No 1 (2019): April" : 10 Documents clear
Kesiapan Siswa Kelas XII SMK Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer Fauziyah, Syifa; Triyono, Mochamad Bruri
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kesiapan siswa Kelas XII SMK dalam menghadapi UNBK ditinjau dari kesiapan internal siswa yang terdiri dari aspek minat, motivasi, pengetahuan, dan sarana prasarana. (2) Kesiapan siswa Kelas XII SMK dalam menghadapi UNBK ditinjau dari kesiapan eksternal siswa yang terdiri dari aspek lingkungan sosial dan lingkungan non-sosial. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan pembuktian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas XII program keahlian Akuntansi di SMK Ma’arif 7 Kebumen yang berjumlah 32 siswa. Angket yang digunkan dalam penelitian dalam bentuk skala likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pada kesiapan internal siswa meghadapi UNBK, sebagian besar siswa memiliki kategori sedang (cukup siap). Pada aspek minat (90,63%), motivasi (84,37%), pengetahuan (75,00%), dan sarana prasarana (65,63%). (2) Pada kesiapan eksternal siswa meghadapi UNBK, sebagian besar siswa memiliki kategori sedang (cukup siap). Ditinjau pada aspek lingkungan sosial (53,13%) dan Lingkungan Non-sosial (81,25%). This study aims to determine: (1) Readiness of Vocational School Class XII students in facing CAT in terms of students’ internal readiness which consists of aspects of interest, motivation, knowledge, and infrastructure. (2) Readiness of Vocational School Class XII students in facing CAT in terms of students’ external readiness consisting of social and non-social environmental aspects. This study is a descriptive research with quantitative approach. The subjects of this study were all students on grade XII Accounting skills program at SMK Ma’arif 7 Kebumen which amounted to 32 students. Questionnaire used in research in the form of a Likert scale. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that (1) On the internal readiness of students facing CAT, most students have a moderate category (quite ready). On aspects of interest (90.63%), motivation (84.37%), knowledge (75.00%), and infrastructure (65.63%). (2) On the external readiness of students facing CAT, most students have a moderate category (quite ready). Viewed on social environmental aspects (53.13%) and Non-social Environment (81.25%).
Pengaruh Komitmen Belajar dan Lingkungan Kampus Terhadap Hasil Belajar Matematika Ekonomi Vhalery, Rendika
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18497

Abstract

Matematika Ekonomi merupakan salah satu mata kuliah yang ada diperguruan tinggi. Melalui mata kuliah matematika ekonomi diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi untuk menganalisis permasalahan ekonomi. Namun, fakta dilapangan mengungkapkan sebaliknya. Sebagian besar mahasiswa masih memiliki hasil belajar matematika ekonomi dibawah rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar matematika ekonomi. Penelitian ini dilakukan di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dengan melibatkan 167 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh komitmen belajar dan lingkungan kampus terhadap hasil belajar matematika ekonomi. Economic Mathematics is one of the courses in higher education. Through mathematics economics courses, students are expected to have the competence to analyze economic problems. However, the facts on the ground reveal the opposite. Most students still have under-average mathematics learning outcomes. This study aims to determine the effect of learning commitment and learning environment on learning outcomes in economic mathematics. This research was conducted at Indraprasta University, PGRI Jakarta, involving 167 students. The results showed that there was no effect of learning commitment and the campus environment on learning outcomes in economic mathematics.
Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Penyusunan RPP melalui Bimbingan Bertahap pada Kegiatan MGMP SMA Kota Palembang Lismalayani, Lismalayani
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.19697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan bimbingan bertahap pada kegiatan MGMP dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang baik dan benar, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai Pengawas Akademik dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru guru SMA Negeri Mapel Bahasa Inggris tahun pelajaran 2017/2018 dalam menyusun RPP yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Pengawas Akademik maupun observasi guru selama proses bimbingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 80,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Pengawas Akademik rata-rata (3,30), observasi guru rata-rata (3,40) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (68,95) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,30), observasi guru rata-rata (4,20) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (85,43) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan bimbingan bertahap dapat meningkatkan kompetensi guru guru Bahasa Inggris SMA Negeri Kota Palembang dalam penyusunan RPP yang baik dan benar. Disarankan agar Pengawas Akademik  lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP dengan baik dan benar. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of phased guidance in MGMP activities in an effort to improve teacher competency in preparing good and correct lesson plans, which are useful for improving professionalism as Academic Supervisors and for teachers to improve the learning process in the Classroom Action hypothesis: increasing the competence of teacher teachers in the English Language State Senior High School in the school year 2017/2018 in preparing good and correct lesson plans. This study was conducted in two cycles, each cycle two meetings. The stages of each cycle are planning, implementation, observation, and reflection. The indicators of success in this study are; 1) the results of Academic Supervisor observation and teacher observation during the guidance process have obtained an average score of> 4.0, 2) the work of the teacher in the preparation of RPP reaches> 85% with an average score of> 80.00. The results of the study in the first cycle of Academic Supervisor observation were (3.30), teacher observation on average (3.40) and individual work results averaged (68.95) with achievement percentage (0%). In the second cycle of observation the Principal averaged (4.30), the average teacher’s observation (4.20) and the individual work results averaged (85.43) with the achievement percentage (100%). Indicator of success has been achieved, the research was declared successful and stopped in cycle II. Conclusion; the implementation of gradual guidance can improve the competence of English teachers in Palembang City Public High School in the preparation of good and correct lesson plans. It is recommended that other Academic Supervisors conduct similar research in an effort to improve teacher competence, and to subject teachers so that they are able to formulate lesson plans properly and correctly.
Model Pembelajaran Kreatif, Terbimbing dan Mandiri Berbasis Lingkungan Sosial untuk Penulisan Kreatif Anggraini, Purwati; Widodo, Joko; Qur'ani, Hidayah Budi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18617

Abstract

Pendidikan dan pembelajaran sejatinya mempunyai tugas untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepada siswa agar bermanfaat bagi kehidupannya. Upaya ini terkait erat dengan sajian mata pelajaran di sekolah, termasuk di dalamnya materi menulis kreatif yang tercakup dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam studi pendahuluan ketika tim melakukan pengabdian di SMA Islam Batu, diketahui bahwa siswa di SMA Islam Batu sangat senang bercerita. Keterampilan berbicara siswa lebih baik daripada keterampilan menulisnya. Siswa merasa kesulitan ketika menuangkan ide cerita ke dalam sebuah karya kreatif, khususnya puisi atau cerpen. Kesulitan ini terletak pada kebingungan siswa untuk memulai menulis, semangat menulis siswa yang cenderung rendah, model pembelajaran yang dipergunakan guru belum memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide. Hal ini tentu sangat mengganggu dan perlu diselesaikan dengan segera, mengingat KD di kelas X-XII, baik itu mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk peminatan maupun umum menuntut siswa dapat menulis kreatif. Selain itu, industri kreatif saat ini memungkinkan siswa untuk dapat berkarya dan membuka peluang bagi siswa untuk mengaktualisasikan diri sekaligus dapat menjadi media promosi agar SMA Islam Batu lebih dapat diperhitungkan di masyarakat. Dengan menggunakan metode penelitian pengembangan, akhirnya dihasilkan model pembelajaran KTM (Kreatif, Mandiri, dan Kreatif) Berbasis Lingkungan Sosial untuk Siswa SMA. Model pembelajaran ini dinilai dapat mengarahkan siswa untuk lebih kreatif dan mandiri, karena siswa dihadapkan pada persoalan riil dan siswa diminta untuk mencari solusi atas persoalan yang diangkatnya sebagai ide pembuatan karya kreatif.Education and learning actually have the duty to provide knowledge, skills, and character to students so that they benefit their lives. This effort is closely related to the presentation of subjects in schools, including creative writing material included in Indonesian language subjects. In a preliminary study when the team did service at the Batu Islam High School, it was found that students in Batu Islamic High School were very happy to tell stories. Students’ speaking skills are better than their writing skills. Students feel difficult when putting story ideas into a creative work, especially poetry or short stories. This difficulty lies in the confusion of students to start writing, the spirit of writing students who tend to be low, the learning model used by the teacher has not facilitated students to explore ideas. This is certainly very disturbing and needs to be resolved immediately, considering KD in class X-XII, whether it is Indonesian language for specialization or general subjects requires students to be creative writing. In addition, the creative industry now allows students to be able to work and open opportunities for students to actualize themselves as well as being a media for promotion so that Batu Islam High School can be more calculated in the community. By using the development research method, finally the KTM (Creative, Independent, and Creative) learning model based on the Social Environment for High School Students was produced. This learning model is considered to be able to direct students to be more creative and independent, because students are faced with real problems and students are asked to find solutions to the problems he raised as the idea of making creative works. 
Deskripsi Adopsi dari Sikap Ilmiah, Kesenangan dalam Belajar Fisika dan Ketertarikan Memperbanyak Waktu Belajar Fisika Astalini, Astalini; Kurniawan, Dwi Agus; Sumaryanti, Sumaryanti; Effendi, Effendi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sikap siswa terhadap mata pelajaran fisika SMA di Provinsi Jambi, serta kendala atau masalah yang dihadapi siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif kuantitatif yang menggunakan prosedur penelitian yaitu rancangan penelitian survei. Penelitian ini melibatkan 220 siswa SMA di Provinsi Jambi. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan teknik analisis data yaitu descriptive statistic untuk data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil dari 3 indikator yang didiskusikan pada tulisan ini adalah indikator adopsi dari sikap ilmiah yaitu 47.3% siswa berkategori cukup baik. Indikator kesenangan dalam belajar fisika sebanyak 44.1% berkategori cukup baik. Indikator ketertarikan memperbanyak waktu belajar fisika sebesar 50.5% berkategori baik. The purpose of this study was to find out how the attitudes of students towards high school physics subjects in Jambi Province, as well as obstacles or problems faced by students. This type of research is quantitative qualitative which uses research procedures, namely survey research design. This study involved 220 high school students in Jambi Province. The instrument used was a questionnaire with data analysis techniques, namely descriptive statistics for quantitative data using descriptive statistics. The results of the 3 indicators discussed in this paper are indicators of adoption of scientific attitudes, namely 47.3% of students are categorized quite well. Indicators of pleasure in learning physics as much as 44.1% are categorized quite good. Indicator of interest in increasing physics learning time by 50.5% in good category.
Kesiapan Siswa Kelas XII SMK Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kesiapan siswa Kelas XII SMK dalam menghadapi UNBK ditinjau dari kesiapan internal siswa yang terdiri dari aspek minat, motivasi, pengetahuan, dan sarana prasarana. (2) Kesiapan siswa Kelas XII SMK dalam menghadapi UNBK ditinjau dari kesiapan eksternal siswa yang terdiri dari aspek lingkungan sosial dan lingkungan non-sosial. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan pembuktian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas XII program keahlian Akuntansi di SMK Ma’arif 7 Kebumen yang berjumlah 32 siswa. Angket yang digunkan dalam penelitian dalam bentuk skala likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pada kesiapan internal siswa meghadapi UNBK, sebagian besar siswa memiliki kategori sedang (cukup siap). Pada aspek minat (90,63%), motivasi (84,37%), pengetahuan (75,00%), dan sarana prasarana (65,63%). (2) Pada kesiapan eksternal siswa meghadapi UNBK, sebagian besar siswa memiliki kategori sedang (cukup siap). Ditinjau pada aspek lingkungan sosial (53,13%) dan Lingkungan Non-sosial (81,25%). This study aims to determine: (1) Readiness of Vocational School Class XII students in facing CAT in terms of students’ internal readiness which consists of aspects of interest, motivation, knowledge, and infrastructure. (2) Readiness of Vocational School Class XII students in facing CAT in terms of students’ external readiness consisting of social and non-social environmental aspects. This study is a descriptive research with quantitative approach. The subjects of this study were all students on grade XII Accounting skills program at SMK Ma’arif 7 Kebumen which amounted to 32 students. Questionnaire used in research in the form of a Likert scale. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that (1) On the internal readiness of students facing CAT, most students have a moderate category (quite ready). On aspects of interest (90.63%), motivation (84.37%), knowledge (75.00%), and infrastructure (65.63%). (2) On the external readiness of students facing CAT, most students have a moderate category (quite ready). Viewed on social environmental aspects (53.13%) and Non-social Environment (81.25%).
Pengaruh Komitmen Belajar dan Lingkungan Kampus Terhadap Hasil Belajar Matematika Ekonomi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18497

Abstract

Matematika Ekonomi merupakan salah satu mata kuliah yang ada diperguruan tinggi. Melalui mata kuliah matematika ekonomi diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi untuk menganalisis permasalahan ekonomi. Namun, fakta dilapangan mengungkapkan sebaliknya. Sebagian besar mahasiswa masih memiliki hasil belajar matematika ekonomi dibawah rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar matematika ekonomi. Penelitian ini dilakukan di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dengan melibatkan 167 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh komitmen belajar dan lingkungan kampus terhadap hasil belajar matematika ekonomi. Economic Mathematics is one of the courses in higher education. Through mathematics economics courses, students are expected to have the competence to analyze economic problems. However, the facts on the ground reveal the opposite. Most students still have under-average mathematics learning outcomes. This study aims to determine the effect of learning commitment and learning environment on learning outcomes in economic mathematics. This research was conducted at Indraprasta University, PGRI Jakarta, involving 167 students. The results showed that there was no effect of learning commitment and the campus environment on learning outcomes in economic mathematics.
Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Penyusunan RPP melalui Bimbingan Bertahap pada Kegiatan MGMP SMA Kota Palembang
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.19697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan bimbingan bertahap pada kegiatan MGMP dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang baik dan benar, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai Pengawas Akademik dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru guru SMA Negeri Mapel Bahasa Inggris tahun pelajaran 2017/2018 dalam menyusun RPP yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Pengawas Akademik maupun observasi guru selama proses bimbingan telah memperoleh skor rata-rata 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai 85% dengan nilai rata-rata 80,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Pengawas Akademik rata-rata (3,30), observasi guru rata-rata (3,40) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (68,95) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,30), observasi guru rata-rata (4,20) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (85,43) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan bimbingan bertahap dapat meningkatkan kompetensi guru guru Bahasa Inggris SMA Negeri Kota Palembang dalam penyusunan RPP yang baik dan benar. Disarankan agar Pengawas Akademik  lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP dengan baik dan benar. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of phased guidance in MGMP activities in an effort to improve teacher competency in preparing good and correct lesson plans, which are useful for improving professionalism as Academic Supervisors and for teachers to improve the learning process in the Classroom Action hypothesis: increasing the competence of teacher teachers in the English Language State Senior High School in the school year 2017/2018 in preparing good and correct lesson plans. This study was conducted in two cycles, each cycle two meetings. The stages of each cycle are planning, implementation, observation, and reflection. The indicators of success in this study are; 1) the results of Academic Supervisor observation and teacher observation during the guidance process have obtained an average score of 4.0, 2) the work of the teacher in the preparation of RPP reaches 85% with an average score of 80.00. The results of the study in the first cycle of Academic Supervisor observation were (3.30), teacher observation on average (3.40) and individual work results averaged (68.95) with achievement percentage (0%). In the second cycle of observation the Principal averaged (4.30), the average teacher’s observation (4.20) and the individual work results averaged (85.43) with the achievement percentage (100%). Indicator of success has been achieved, the research was declared successful and stopped in cycle II. Conclusion; the implementation of gradual guidance can improve the competence of English teachers in Palembang City Public High School in the preparation of good and correct lesson plans. It is recommended that other Academic Supervisors conduct similar research in an effort to improve teacher competence, and to subject teachers so that they are able to formulate lesson plans properly and correctly.
Model Pembelajaran Kreatif, Terbimbing dan Mandiri Berbasis Lingkungan Sosial untuk Penulisan Kreatif
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18617

Abstract

Pendidikan dan pembelajaran sejatinya mempunyai tugas untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepada siswa agar bermanfaat bagi kehidupannya. Upaya ini terkait erat dengan sajian mata pelajaran di sekolah, termasuk di dalamnya materi menulis kreatif yang tercakup dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam studi pendahuluan ketika tim melakukan pengabdian di SMA Islam Batu, diketahui bahwa siswa di SMA Islam Batu sangat senang bercerita. Keterampilan berbicara siswa lebih baik daripada keterampilan menulisnya. Siswa merasa kesulitan ketika menuangkan ide cerita ke dalam sebuah karya kreatif, khususnya puisi atau cerpen. Kesulitan ini terletak pada kebingungan siswa untuk memulai menulis, semangat menulis siswa yang cenderung rendah, model pembelajaran yang dipergunakan guru belum memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide. Hal ini tentu sangat mengganggu dan perlu diselesaikan dengan segera, mengingat KD di kelas X-XII, baik itu mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk peminatan maupun umum menuntut siswa dapat menulis kreatif. Selain itu, industri kreatif saat ini memungkinkan siswa untuk dapat berkarya dan membuka peluang bagi siswa untuk mengaktualisasikan diri sekaligus dapat menjadi media promosi agar SMA Islam Batu lebih dapat diperhitungkan di masyarakat. Dengan menggunakan metode penelitian pengembangan, akhirnya dihasilkan model pembelajaran KTM (Kreatif, Mandiri, dan Kreatif) Berbasis Lingkungan Sosial untuk Siswa SMA. Model pembelajaran ini dinilai dapat mengarahkan siswa untuk lebih kreatif dan mandiri, karena siswa dihadapkan pada persoalan riil dan siswa diminta untuk mencari solusi atas persoalan yang diangkatnya sebagai ide pembuatan karya kreatif.Education and learning actually have the duty to provide knowledge, skills, and character to students so that they benefit their lives. This effort is closely related to the presentation of subjects in schools, including creative writing material included in Indonesian language subjects. In a preliminary study when the team did service at the Batu Islam High School, it was found that students in Batu Islamic High School were very happy to tell stories. Students’ speaking skills are better than their writing skills. Students feel difficult when putting story ideas into a creative work, especially poetry or short stories. This difficulty lies in the confusion of students to start writing, the spirit of writing students who tend to be low, the learning model used by the teacher has not facilitated students to explore ideas. This is certainly very disturbing and needs to be resolved immediately, considering KD in class X-XII, whether it is Indonesian language for specialization or general subjects requires students to be creative writing. In addition, the creative industry now allows students to be able to work and open opportunities for students to actualize themselves as well as being a media for promotion so that Batu Islam High School can be more calculated in the community. By using the development research method, finally the KTM (Creative, Independent, and Creative) learning model based on the Social Environment for High School Students was produced. This learning model is considered to be able to direct students to be more creative and independent, because students are faced with real problems and students are asked to find solutions to the problems he raised as the idea of making creative works. 
Deskripsi Adopsi dari Sikap Ilmiah, Kesenangan dalam Belajar Fisika dan Ketertarikan Memperbanyak Waktu Belajar Fisika
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sikap siswa terhadap mata pelajaran fisika SMA di Provinsi Jambi, serta kendala atau masalah yang dihadapi siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif kuantitatif yang menggunakan prosedur penelitian yaitu rancangan penelitian survei. Penelitian ini melibatkan 220 siswa SMA di Provinsi Jambi. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan teknik analisis data yaitu descriptive statistic untuk data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil dari 3 indikator yang didiskusikan pada tulisan ini adalah indikator adopsi dari sikap ilmiah yaitu 47.3% siswa berkategori cukup baik. Indikator kesenangan dalam belajar fisika sebanyak 44.1% berkategori cukup baik. Indikator ketertarikan memperbanyak waktu belajar fisika sebesar 50.5% berkategori baik. The purpose of this study was to find out how the attitudes of students towards high school physics subjects in Jambi Province, as well as obstacles or problems faced by students. This type of research is quantitative qualitative which uses research procedures, namely survey research design. This study involved 220 high school students in Jambi Province. The instrument used was a questionnaire with data analysis techniques, namely descriptive statistics for quantitative data using descriptive statistics. The results of the 3 indicators discussed in this paper are indicators of adoption of scientific attitudes, namely 47.3% of students are categorized quite well. Indicators of pleasure in learning physics as much as 44.1% are categorized quite good. Indicator of interest in increasing physics learning time by 50.5% in good category.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue