cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
EFEKTIVITAS METODE OBSERVASI DENGAN LKS WORD SQUARE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Widiyanti, Fenny; Purwantoyo, Eling; Irsadi, Andin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v42i2.2917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode observasi dengan LKS Word Square terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Warureja Kabupaten Tegal semester genap tahun ajaran 2010/2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak 9 kelas. Sampel tiga kelas yaitu kelas VII G, VII H dan VII I diambil dengan teknik purpossive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan rancangan One-Shot Case Study. Hasil penelitian menunjukan bahwa 83,52% siswa aktif dalam pembelajaran serta 92,08% siswa telah melampui KKM pembelajaran (≥ 75% aktivitas siswa termasuk dalam kategori aktivitas sangat tinggi dan aktivitas tinggi serta 85% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai ≥ 65). Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode observasi dengan LKS Word Square pada materi klasifikasi makhluk hidup efektif terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. This research aims to find out effectiveness of  observation method application using  Word Square LKS toward activity and student learning result on human being clasification material. This research was done in SMP N 1 Warureja Kabupaten Tegal in semester VII  there were 9 classess. The sample was three classess which were VII G, VII H, and VII I and  taken using purposive technic sampling. This research is Quasi experimental design using One-Shote Case Study desaign. The research result showed that 83,52% student active in learning also 92,08% student was over learning KKM  (≥ 75% student activity which were include in very high activity category and high activity also 85% from all student  achieved  mark ≥ 65). The research summary is an observation method application using Word Square LKS on human being clasification material was effective toward activity and student learning result.  
DRAMA SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI YL (YOUNG LEARNERS) Widayanti, Maria Johana Ari
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 39, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v39i2.234

Abstract

Drama for teaching English for elementary school students is a real communicationinvolving ideas, emotions, feelings, and adaptations. Drama in young learners (YL)classrooms allows shy students to “hide behind” the character when they speakEnglish. There are some reasons underlying the use of drama for teaching English toyoung learners: (a) Drama helps children to activate language and have fun. Itencourages children to speak and allows to communicate, even with limited language,using nonverbal communication, such as body movements and facial expressions; (b)Drama is familiar to children. Dramatizing has been a part of children's lives sincetheir early age. They pretend to be adults in situations that are close to the reality. Theyalso behave as adults when they play their roles; (c) Drama helps children build theirconfidence. It means that by taking on a role, children can escape from everydayidentity. This is useful for children who are reluctant to use English or who do not likeworking in groups; (d) Drama dynamically nurtures children's cooperative ability in agroup.Kata Kunci : drama, media pengajaran, young learners
Meaning Negotiation and Learners’ Uptake in The Process of Teacher’s Corrective Feedback Nurwulandari, Eki; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v45i2.3179

Abstract

This research described and analyzed the teacher’s corrective feedback and learners’ uptake in the classroom interaction. This is a descriptive research. The sample of this research was 34 students of the eleventh graders of Medika Vocational High School Pekalongan. The data comprised of trancripts of 10 hours of narural classroom interactions recorded from a class of a teacher. The findings show that recast, clarification request, elicitation, repetition and explicit correction which successfully lead to student-generated repair, are rarely used by the teacher.  Dalam interaksi, ada memiliki negosiasi makna. Secara kualitatif, penelitian ini menggambarkan cara peserta didik memberikan serapan untuk umpan balik korektif guru di dialog transaksional siswa dengan mengumpulkan data. Secara quantitative, peneliti menganalisi presentase yang didapat dari masing –masing type yang digunakan pada umpan balik guru dan serapan dari peserta didik, dan presentase quesioner siswa dengan mempresentase kan masing- masing bagian dari quesioner. Peneliti bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan dimana guru mengoreksi kesalahan yang diucapkan selama suatu aktivitas tertentu di kelas XI SMK Medika. Hasil juga memperlihatkan bahwa corrective feedback sangat efektif dalam menghasilkan perbaikan siswa secara relatif yang jarang terjadi di kelas. Berdasarkan studi ini menuang kembali, meminta klarifikasi, penimbulan, pengulangan, dan perbaikan secara eksplisit sukses membuat siswa melakukan perbaikan yang jarang digunakan oleh guru. Data dasar terdiri trancripts dari 10 jam interaksi kelas naruralistic direkam dari kelas guru. Dari total berubah, peneliti telah menghitung 228 episode masing-masing berisi kesalahan yang dihasilkan oleh pelajar, sebuah Umpan bergerak korektif dari guru dan serapan berikutnya pelajar dalam menanggapi CF. Episode umpan balik korektif diidentifikasi dan diklasifikasikan menggunakan model modifikasi dari Lyster dan Ranta (1997). 
OPTIMALISASI GRUOP FIELD TOUR SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA MAHASISWA PRODI PBSJ Yuwono, Agus
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 40, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v40i1.2241

Abstract

Salah satu penyebabrendahnya keterampilan berbicara mahasiswa adalah strategi pembelajaran yang kurang akomodatif terhadap kondisi mahasiswa. Untuk itu perlu penelitian yang menggunakan strategi yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa yakni strategi Gruop Field Tour. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, observasi, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pembelajaran dengan strategi Gruop Field Tour ini nilai rata-rata kelas siklus I meningkat sebesar 63,47 dan siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 24,07. Peningkatan nilai rata-rata kelas keterampilan berbicara tersebut merupakan gabungan masing-masing aspek penilaian. Keterampilan berbicara bahasa Jawa mahasiswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakannya proses pembelajaran bahasa Jawa dengan menggunakan strategi Gruop Field Tour pada siklus I dan siklus II. One of the causes of students’ low speaking skill was learning strategy which does not sufficiently accommodate the students’ condition. A study which employs astrategy to improve the speaking skill in Javanese through Group Field Tour was required. The study was conducted in two cycles, each of which consisted of planning, observation, and reflection. The study showed that through the Group Field Tour the average score in cycle I improved 63.47 and in cycle II 24.07. The improvement of the average score of speaking was a combination of each assessment criterion. The students’ speaking skill in Javanese improved after the Group Field Tour strategy in cycle I and cycle II was executed
KOMIK SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN BAHASA YANG KOMUNIKATIF BAGI SISWA SMP Johana, Maria; Widayanti, Ari
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 36, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v36i1.523

Abstract

English has been learned since elementary school up to some semesters atuniversities. As a foreign and second language, communicative language teaching(CLT) could be done. The problem is: How comic can be used to teach readingcommunicatively at Junior High School? There are four teaching skills at Junior HighSchool’s level: reading, listening, speaking, and writing. Reading is one of four skillsthat is very important to be mastered by students. As a kind of reading text, comics arebrief and easy to understand. Comics as the teaching media can be used to motivatestudents enjoy in reading. At the communicative language teaching, the role of teacheris as a facilitator and allowing students involves in this learning process. Although ateacher is a facilitator, teacher still gives some assignments and instructions at class. Ateacher motivates students in speaking to reveal their thoughts. Students canparticipate actively in the language teaching process.Kata kunci: pembalajaran bahasa komunikatif, komik, media, definisi membaca
Peningkatan Kualitas dan Kemampuan Belajar Jarak Jauh Mahasiswa Universitas Terbuka Maulidia, Sri; Kuswanti, Eko; Arisanty, Melisa; Wiradharma, Gunawan; Widiyanto, Widiyanto
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i1.19703

Abstract

Pembelajaran jarak jauh saat ini menjadi primadona untuk diikuti oleh semua orang. Kondisi pandemi Covid19 menjadi alasan mengapa banyak lembaga pendidikan akhirnya harus memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh. Saat lembaga pendidikan lainnya belum menerapkan belajar jarak jauh, Universitas Terbuka sudah sejak lama menerapkan belajar jarak jauh tersebut. Kunci sukses belajar jarak jauh adalah implementasi keterampilan belajar mandiri. Masalahnya, menerapkan belajar jauh tidak mudah bagi sebagian besar masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas Terbuka sendiri.  Terlebih mahasiswa Unversitas Terbuka berasal dari berbagai kalangan, dari kalangan pejabat pemerintah hingga ada juga anak jalanan yang sangat perlu perhatian dari berbagai pihak. Salah satu yayasan yaitu yayasan Rabbani Sufi Institut Indonesia adalah yayasan yang menaungi peningkatan kualitas hidup anak jalanan. Banyak dari anak jalanan yang dikuliahkan di Universitas Terbuka dengan harapan dalam menunjang kehidupan yang lebih baik. Terkait permasalahan pembelajaran jarak jauh, perlu adanya pelatihan peningkatan kualitas kemampuan atau keterampilan belajar jarak jauh sehingga nantinya mahasiswa yang berasal dari anak jalanan ini bisa sukses kuliah di Universitas Terbuka. Pelatihan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan motivasi dan kualitas kemampuan pembelajaran jarak jauh mahasiswa dari Yayasan Rabbani Sufi Institut Indonesia.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EKOLOGI KURIKULUM 2013 BERMUATAN SETS MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Winarti, Yayuk; Indriyanti, Dyah Rini; Rahayu, Enni Suwarsi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i1.6665

Abstract

Materi pembelajaran bermuatan SETS dan model pembelajaran PBL dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan ekologi dan meningkatkan pemahaman materi ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar serta mendiskripsikan karakteristik bahan ajar yang dikembangkan. Metode  penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Desain penelitian uji coba skala luas menggunakan pretest-posttest control group design dan posttest-only control design. Hasil validasi bahan ajar yang dilakukan oleh ahli pendidikan, ahli materi dan praktisi pendidikan dengan rata-rata nilainya 91,67 (amat baik). Kepraktisan bahan ajar menurut siswa sebesar 91,00 (sangat baik) dan menurut guru sebesar 98,50 (sangat baik). Berdasarkan hasil belajar kognitif, sikap dan keterampilan modul yang dikembangkan efektif. Karakteristik modul ekologi hasil pengembangan yaitu materinya diawali dengan permasalahan sehari-hari yang ada disekitar kita. Permasalahan ditutup dengan pertanyaan yang mengarahkan ke pemahaman tentang SETS. Hasil belajar kelas kontrol dan kelas perlakuan terjadi perbedaan yang signifikan, baik pada penilaian kognitif, sikap dan keterampilan. T Learning materials contain SETS and PBL learning model can be used to solve the problems of ecology and to increase the understanding of ecological materials. This research is aimed to determine the validity, practicality, and effectiveness of learning materials and to describe the characteristics of the developed learning materials. The research method is a research and development. Design of large scale trials using a pretest-posttest control group design and posttest-only control design.The results of the validation materials made by education experts, materials expert and practitioners of education have average mark of 91.67. The practicality of materials according to the students of 91.00 and according to the teachers of 98.50. Based on the resuts of cognitive learning, attitudes and skills of developed modules, it works effectively. Characteristics of ecological module from that development is that the material is staryed from daily life problems around us. The issue is closed with a question leading to an understanding of the SETS. The results of study control class and experiment occurs a significant difference, both on the cognitive assessment, attitudes and skills. 
PERKEMBANGAN REPRESENTASI MENTAL MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR Soedjoko, Edy
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v38i1.491

Abstract

General Linguitics subject is a fundamental subject offered to semester 1students hoping to be the foundation for the students to understand other linhuisticsubjects. However, the students’ achievement in the subject was not yet optimum. Thesubject of the study was 400 freshmen of Indonesian language and literature studyprogram of Indonesian Language and Literature Department of Semarang StateUniversity who took general linguistic class. The study applied classroom actionresearch with two cycles. The results of the research were that the assessment andacademic tutorial for students in general linguistic could improve the students’ gradeand knowledge. This was shown from the improvement of the the pretest, formativetest, and posttest at the end of cycles 1 and II. The sum of the score of the pretest,formative test, and posttest at the end of cycle I are subsequently 1810, 2875, and2981. The average score of the three assements improved from 50.3 to 71.9 and 74.5.At the end of the cycle II the score improved from 3196 to 3384 with the averagescore improving from 81.7 to 84.6. Besides, the assessment and student academictutorial could change the behavior of the students who attended general linguisticclass. This was seen from the more positive change of the students’ behavior. With theplanned activities and obtained result, the writer suggests/recommends that thisactivity is applied to other subjects.Kata kunci : asesmen, tutorial, linguistik umum
Deskripsi Adopsi dari Sikap Ilmiah, Kesenangan dalam Belajar Fisika dan Ketertarikan Memperbanyak Waktu Belajar Fisika
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 48, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v48i1.18247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sikap siswa terhadap mata pelajaran fisika SMA di Provinsi Jambi, serta kendala atau masalah yang dihadapi siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif kuantitatif yang menggunakan prosedur penelitian yaitu rancangan penelitian survei. Penelitian ini melibatkan 220 siswa SMA di Provinsi Jambi. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan teknik analisis data yaitu descriptive statistic untuk data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil dari 3 indikator yang didiskusikan pada tulisan ini adalah indikator adopsi dari sikap ilmiah yaitu 47.3% siswa berkategori cukup baik. Indikator kesenangan dalam belajar fisika sebanyak 44.1% berkategori cukup baik. Indikator ketertarikan memperbanyak waktu belajar fisika sebesar 50.5% berkategori baik. The purpose of this study was to find out how the attitudes of students towards high school physics subjects in Jambi Province, as well as obstacles or problems faced by students. This type of research is quantitative qualitative which uses research procedures, namely survey research design. This study involved 220 high school students in Jambi Province. The instrument used was a questionnaire with data analysis techniques, namely descriptive statistics for quantitative data using descriptive statistics. The results of the 3 indicators discussed in this paper are indicators of adoption of scientific attitudes, namely 47.3% of students are categorized quite well. Indicators of pleasure in learning physics as much as 44.1% are categorized quite good. Indicator of interest in increasing physics learning time by 50.5% in good category.
TINGKAT KESULITAN PARTIKEL DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG BAGI PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS Rosliyah, Yuyun
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v42i1.2700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa sulit soal tes partikel dalam kalimat bahasa Jepang yang diberikan pada mahasiswa di Jurusan bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang. Dari hasil penyekoran diperoleh hasil  mahasiswa kelompok atas dan kelompok bawah masing-masing berjumlah 18 mahasiswa. Hasil tes menunjukkan, menunjukkan tingkat kesulitan soal tes terdiri dari tiga kategori, yakni sangat mudah, mudah, dan cukup mudah. Sedangkan butir soal dengan kategori sulit dan sangat sulit tidak ditemukan dalam data penelitian ini. Dengn demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan partikel di dalam tes termasuk dalam kategori tidak sulit. This study aims to determine how difficult about the test particles in a Japanese sentence given to the students in the English Department of Semarang State University. After the test, scoring sorted by highest score to lowest score, then get the upper and lower groups of students 18 students of each. Resulting from the test, the difficulty level of test consists of three categories: very easy, easy, and pretty easy. While the item about the difficult and very difficult categories is not found in the data of this study. It can be concluded that the use of particles in the test for students in the English Department are grouped into the category not difficult

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue