cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
WACANA “ATURE REDAKSI” DALAM MAJALAH JAYA BAYA (Tinjauan Aspek Gramatikal) Sukoyo, Joko
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan penanda kohesi aspek gramatikal pada wacana “Ature Redaksi”dalam majalah Jaya Baya. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data berupa teknik simak dan catat sedangkan penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih). Hasilnya, aspek gramatikal yang ditemukan meliputi konjungsi, referensi, elipsis dan substutusi. Konjungsi sebanyak 50%,  referensi sebanyak 36,9%, elipsis sebanyak 7,8% dan  substitusi sebanyak 5,3%.The research aims to describe cohesive signifier of grammatical aspect on Jaya Baya magazine’s “Ature Redaksi” discourse. Techniques applied to procedure of data collection are listening (simak) and writing (catat) techniques, whereas procedure of data analysis applied distributional method. Result of this research shows that grammatical aspects found are conjunction, reference, ellipsis, and substitution. Conjunctions are 50%, references are 36,9%, ellipsis is 7,8%, and substitutions are 5,3% of grammatical aspect found. 
PEMERTAHANAN UNGKAPAN DALAM BAHASA JAWA YANG MEMUAT KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BENTUK IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT SAMIN DI KABUPATEN BLORA -, Suprapti
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian budaya lokal yang dimiliki masyarakat di Indonesia sampai saat ini tetap merupakan kajian yang menarik, apalagi dalam era globalisasi seperti saat ini. Pemertahanan budaya lokal sering dibenturkan dengan pengaruh budaya global. Salah satu masyarakat yang sampai saat ini masih mempertahankan budaya lokal adalah masyarakat Samin. Penelitian ini bertujuan untuk mrngungkap (1) wujud kearifan lokal masyarakat Samin dan (2) bentuk pemertahanan kearifan lokal masyarakat Samin. Idiom dan ungkapan yang memuat kearifan lokal/ajaran masyarakat Samin sampai saat ini masih tetap ada dan menjadi pegangan hidup masyarakat Samin. Bentuk idiom dan ungapan tersebut berupa kata, kalimat, dan wacana. Selain itu, supaya ajaran tersebut masih tetap dijadikan pegangan hidup, para sesepuh berusaha mempertahankan ajaran tersebut dengan cara sesorah, memasukkan dalam tembang, dan dengan perbuatan/tindakan konkret. Local cultures that belong to Indonesian society is still interesting to be studied, even in the era of globalization. Maintaining local culture is often influenced with global culture. The current study aimed to discover: (1) forms of the local wisdom of Samin society, and (2) forms of the maintenance efforts of the local wisdom of Samin society. Idioms and expressions that contain local wisdom or local lessons of Samin society exist until now and become the way of life of Samin society. The forms of the idioms and the expresions are in words, sentences, and discourse. In addition, Samin elders have been maintaining the local wisdom through sesorah including in tembang  and everyday practices.
PEMBELAJARAN CERITA RAKYAT DENGAN MEDIA FILM ANIMASI MELALUI PENDEKATAN TERPADUPADA SD NEGERI MAOS KIDUL 03 KABUPATEN CILACAP Anjarsari, Destiani Rizky; Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat adalah ketidaktertarikan siswa terhadap cerita rakyat. Penggunaan media film animasi cerita rakyat dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kesulitan siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap pada pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.Rumusan masalah penelitian ini yaitu, (1) bagaimana perbedaan hasil belajar cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, (2) bagaimana perilaku siswa pada pembelajaran cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental designs dalam bentuk Intact-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil dan perilaku siswa dalam pembelajaran cerita rakyat pada siswa kelas IV SD, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini yaitu penggunaan media film animasi cerita rakyat melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes (perbuatan dan tertulis), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi, dan wawancara. Data hasil belajar dianalisis menggunakan program aplikasi SPSS 16, sedangkan data perilaku siswa dianalisis dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan dua hal, yaitu (1) nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas eksperimen sebesar 81,98, sedangkan nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas kontrol sebesar 61,58. Hasil uji beda (t-test) diperoleh t = 8,509 dan sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena tingkat signifikan uji beda kurang dari 0,05%, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pembelajaran cerita rakyat antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan (2) perilaku siswa pada kelas eksperimen secara umum sudah baik dalam fokus, antusias, keaktifan dan respon yang baik, sedangkan perilaku siswa kelas kontrol masih kurang dalam keaktifan, respon, antusias, dan fokus pada pembelajaran cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian, saran yangdirekomendasikan yaitu,(1) guru dapat menggunakan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa di SD Negeri Maos Kidul 03, sehingga siswa tidak mengalami kesuliatan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa, (2) siswa hendaknya diberi pengetahuan tentang cerita rakyat dari Kabupaten Cilacap, sehingga siswa dapat mengetahui cerita rakyat yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa, dan (3) Sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung penggunaan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.The fourth grade students of SD Negeri Maos 03 Cilacap regency, have difficulty in learning Javanese folklore. One of the factors that cause students have difficulties in learning the folklore is the disinterest of the students toward folklore. The use of folklore animation film media can be used as an alternative to overcome the problems of the fourth grade students of SD N Maos Kidul 03, Cilacap in learning Javanese folklore. The research problems of this study are, (1) how is the difference of learning outcomes of folklore by using the media of animation film through integrated learning in the experimental class and control class that does not use animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap, (2 ) how is the students’ behavior in learning folklore by using animated film media through integrated learning in the experimental class and control class that does not use the animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap. The method used in this research was the method of experimental research with pre-experimental research design in the form of Intact-Group Comparison. This research was conducted in fourth grade students. The dependent variable in this study was the learning outcomes and students’ behavior in learning folklore at the fourth grade students, while the independent variable in this study was the use of folklore animation film media through integrated learning in the experimental class. The research instruments were a test (deeds and written), interview guidance and observation sheet. Data collection techniques in this study were using tests, observations, and interview. Learning outcomes data were analyzed by using SPSS application program 16, while data of students’ behavior were analyzed using descriptive analysis technique. The results showedtwo things: (1) the mean score of learning folklore in the experimental class was 81.98, while the mean scoreof learning folklore in control class was 61.58. The results of t-test obtained t = 8.509 and sig. (2-tailed) of 0.000. Because of significant level of t-test wasless than 0.05%, it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes of learning folklore between experimental class and control class, and (2) the students’ behavior in experimental class generallywas good in focus, enthusiastic, liveliness and a good response, while the students’ behaviorin control class was still less in liveliness, response, enthusiastic, and focus on learning folklore. Based on the results of the research, the recommended suggestions are, (1) teachers can use the folklore animation film media “Legendha Ketapang Dengklok” in learning Javanese folklore at SD N Maos Kidul 03, (2) the students should be given knowledge about the folklore of Cilacap regency, and (3) Schools should provide facilities and infrastructure that supports the use of folklore animation film media “Legendha Ketapang value Dengklok “ in learning the Javanese folklore.
PERESTRUKTURAN TEMA TOPIKAL DALAM PENGINDONESIAAN KLAUSA BERBAHASA INGGRIS Mujiyanto, Yan
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah pokok: Bagaimana perestrukturan Tema Topikal untukmencapai perpadanan fungsional dalam pengindonesiaan teks berbahasa Inggris. Dengan demikian, tujuanpenelitian ini memberikan penjelasan mengenai perestrukturan Tema Topikal di dalam klausa untukmenghasilkan teks sasaran yang berpadanan fungsional dengan teks sumbernya. Penelitian yang dilakukandengan ancangan studi kasus ini diarahkan untuk secara terencana menganalisis teks tertulis yang berbahasaInggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia untuk memperoleh gambaran mengenai perpadananfungsional antara kedua bahasa tersebut. Empat langkah pokok yang ditempuh di dalam menganalisis seluruhdata ialah (1) penyusutan data, (2) displai data, (3) analisis data, dan (4) inferensi. Dengan prosedur itu,penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Tema Topikal direstruktur menggunakan dua cara. Cara pertamaadalah memertahankan pola klausa BSa sehingga dari tindak penerjemahan dihasilkan klausa BSa yang padaumumnya berpola seperti dalam BSu. Cara kedua adalah melalui proses tematisasi, yaitu memosisikan unsurtertentu Rheme pada awal klausa dalam fungsinya sebagai Theme, baik bertanda maupun tak bertanda.Perestrukturan ini pada umumnya dilakukan dengan inversi ataupun permutasi.Kata Kunci: topical theme, permutation, thematization
KEEFEKTIFAN MODEL SHOW NOT TELL DAN MIND MAP PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BERDASARKAN MINAT PESERTA DIDIK KELAS X SMK Sokhipah, Wiwit Lili; Mardikantoro, Hari Bakti
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana keefektifan penggunaan model show not tell pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK Kelas X, (2) bagaimana keefektifan penggunaan model mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X, (3) bagaimana keefektifan interaksi show not tell dan mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X. Simpulan penelitian ini adalah (1) Show Not tell efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi. (2) Mind Map efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat rendah. (3) Model Show Not Tell lebih efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi, sedangkan model Mind Map efektif digunakan dalam membelajarkan teks eksposisi pagi peserta didik yang memiliki minat rendah.Problems of this research are (1) how is the effectiveness of using Show Not Tell model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school, (2) how is the effectiveness of using Mind Mapping model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school, (3) how is the effectiveness of the interaction in Show Not Tell and Mind Mapping model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school. The conclusions of this research are (1) Show Not Tell is more effective to use in the learning of writing exposition text for students who have high interest;(2) Mind Mapping is more effective to use in the learning of writing exposition text for students who have low interest; (3) Show Not Tell is more effective than Mind Mapping model in the interaction of the learning of writing exposition text based on students’ interest.
PENERAPAN KETERAMPILAN PENGAJARAN READING DI SMA NEGERI MAKASSAR MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF -, Abbas
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh guru bahasaInggris di SMA dalam menerapkan pendekatan komunikatif pada pengajaranketerampilan membaca, khususnya masalah yang berkenaan dengan persepsi guruterhadap materi keterampilan membaca, keterampilan mereka dalam merancang satuanpelajaran dan mengembangkan materi keterampilan membaca, dan kemampuan gurudalam menyajikan materi tersebut di kelas. Penelitian ini menggunakan jenis instrumenangket untuk menjaring data terhadap persepsi guru dalam pengajaran keteramilanmembaca, dokumen ceklis untuk mengidentifikasi keterampilan guru dalam merancangsatuan pelajaran dan pengembangan materi keterampilan membaca, instrumen ceklisuntuk observasi di kelas digunakan untuk mengetahui keterampilan guru dalammenyajikan materi tersebut di kelas.Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru merupakan pengaruh dan faktorpenentu dalam pengajaran bahasa Inggris. Guru bahasa Inggris akan memilikiketerampilan yang baik dalam merancang dan mengembangkan materi keterampilanmembaca, bahkan mereka akan lebih mahir menyajikan materi tersebut apabila merekamemiliki persepsi yang baik terhadap dasar-dasar keterampilan membaca. This research identified the problems faced by SMU English teachers in theimplementation of communicative approach, particularly the problems in relation to theteachers' perception on reading skills teaching, their skill in designing their lesson planand developing reading materials, their performance in presenting materials in the class.The data were collected using three kinds of instruments, namely the open-endedquestionnaire to find out the teachers' perception on the reading skills, the officialdocument checklist to identify the teachers' skill in designing the lesson plan in teachingreading skills, and classroom observation checklist to know the teachers' teaching-performance in the class. Finally, result of this research showed that the teacher'sperception was influential and became determinant factor in English teaching. Theteachers had good skill in designing the lesson plan and developing the Reading skillmaterials and be skillful in presenting materials in the class if they had good perception onthe reading skill principles.
PENERAPAN ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENGARANG BERBAHASA INGGRIS Mujiyanto, Yan
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, pembelajaran mengarang berpengaruh pada minat siswa terhadapjenis-jenis atau genre karangan, namun, ternyata tidak terdapat hubungan antara teoriyang diajarkan dan kemampuan siswa dalam menghasilkan karangan yang berkualitasmemadai. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pengajar tidak atau belummemiliki pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang memadai terhadapkarakteristik berbagai genre karangan sehingga tidak mengherankan bahwa di dalamproses pembelajaran tidak terjadi penularan keterampilan itu dari pengajar kepadaasuhannya. Sebagai akibatnya, siswa tidak mampu menuangkan gagasan ke dalamjenis karangan tertentu yang memenuhi syarat-syarat yang diperlukan. Pencapaiantujuan pembelajaran keterampilan mengarang perlu diupayakan dengan berbagaialternatif model pembelajaran. Dalam hubungan itu, tulisan ini mencobamemperkenalkan model Critical Discourse Analysis (CDA) untuk pembelajaranketerampilan tersebut. Dengan CDA, siswa diharapkan terbiasa bersikap kritis dankreatif dalam menanggapi berbagai fenomena dan makna yang terdapat di dalamkarya sastra untuk kemudian mereka tuangkan dalam bentuk karangan yang memilikikarakteristik tersendiri. Pemahaman siswa atas berbagai makna dan nilai yangterdapat di dalam berjenis-jenis wacana merupakan prioritas utama model CDA ini.Dalam implementasi model CDA, pengajar dapat menyiapkan tiga tahap, yakni (1)tahap penjelajahan, (2) tahap interpretasi, dan (3) tahap perekaciptan. Dalammengimplementasikan model CDA, pengajar hendaknya mempertimbangkan bahanpengajaran berdasarkan penguasaan bahasa, psikologi siswa, dan latar belakangbudaya siswa.Kata Kunci: Critical Discourse Analysis, model pembelajaran, narrative
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF TEKS BIOGRAFI DENGAN MODEL INKUIRI TERPIMPIN BERPASANGAN DAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION PADA SISWA KELAS VII SMP Wulan, Dyah Nawang; Zulaeha, Ida; Haryadi, Haryadi
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan kemampuan membaca intensif teks biografi siswa dengan model inkuiri terpimpin berpasangan pada siswa kelas VII SMP; (2) mendeskripsikan kemampuan membaca intensif teks biografi siswa dengan model cooperative integrated reading and composition pada siswa kelas VII SMP; dan (3) mengetahui keefektifan pembelajaran membaca intensif teks biografi antara menggunakan model inkuiri terpimpin berpasangan dan cooperative integrated reading and composition  pada siswa kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pada kelas eksperimen satu menggunakan model inkuiri terpimpin berpasangan dan pada kelas eksperimen dua menggunakan model cooperative integrated reading and composition. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran inkuiri terpimpin berpasangan lebih efektif dibanding dengan model pembelajaran cooperative integrated reading and composition pada pembelajaran membaca intensif teks biografi.This study aims to: (1) deskription  skill intensive reading text biography student  with a pair of guided inquiry model in class VII student; (2) deskription skill intensive reading text biography student with a model of cooperative integrated reading and composition students of class VII SMP; and (3) determine the effectiveness of teaching intensive reading text biography of using guided inquiry model pairs and cooperative integrated reading and composition students of class VII SMP. This study was an experimental study. In one experiment class using pairwise guided inquiry model and the experimental class in half using a model cooperative integrated reading and composition. The results showed pairs guided inquiry learning model is more effective than learning model cooperative integrated reading and composition on a learning intensive reading text biography.
SIMBOL DAN MAKNA KEBANGSAAN DALAM LIRIK LAGU-LAGU DOLANAN DI JAWA TENGAH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN Fuadhiyah, Ucik
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang berbhineka tunggal ika sesungguhnya kaya akan budaya dan keseniantradisional di tiap-tiap daerah. Keanekaragaman seni budaya tersebut dapat dilihat dari aspek bahasa, kesenian,dan adat istiadat. Namun ironisnya, generasi muda sebagai penerus budaya tidak begitu banyak yang berminatmelestarikan maupun sekedar mempelajari seni budaya lokal. Bangsa Indonesia, masyarakat Jawa khususnyatidak menyadari bahwa banyak budaya dan kesenian modern terutama yang berasal dari negara asing sangatberpengaruh bagi pola pikir generasi muda. Persoalan ini sangat berkaitan dengan kondisi bangsa Indonesiayang belum juga lepas dari krisis sejak tahun 1997. Generasi muda sebagai penerus pembangunan hendaknyamemiliki rasa bangga dan jiwa kepahlawanan dalam menyikapi suatu masalah. Sikap tersebut dapat dimulaidengan rasa bangga dan mencintai seni budaya. Melalui seni seseorang belajar peka terhadap lingkungannya.Hingga sekarang ini, bangsa Indonesia telah mengalami krisis multidimensi. Berawal dari krisis moneter(ekonomi), krisis politik hingga krisis moral yang semakin menjadikan bangsa Indonesia terpuruk. Persoalantersebutlah yang melatarbelakangi munculnya gagasan penelitian tentang peran lirik lagu dolanan sebagaisalah satu dari seni sastra tradisional di Jawa Tengah dalam mewujudkan semangat persatuan dankebangsaan. Alasan lain karena hingga saat ini lagu dolanan cenderung dianggap sebagai lagu permainansemata. Melalui pendekatan hermeneutik fenomenologi penelitian ini mencoba mengungkap simbol dan maknadalam lirik lagu-lagu dolanan di Jawa Tengah. Simbol dan makna lirik lagu dolanan tersirat dalam pendidikanketuhanan, budi pekerti, dan kehidupan berbangsa dan bertanah air. Implementasi simbol dan maknakebangsaan lagu dolanan dalam pendidikan formal (sekolah) dapat dilakukan melalui pengajaran apresiasisastra pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa. Di dalam pendidikan non formal (keluarga, masyarakat: komunitasseni, sanggar seni, seniman) bentuk implementasi yang ditempuh sebagai upaya sosialisasi, dilakukan denganmengaplikasikan lagu-lagu dolanan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sehingga lagu dolanan bukanlagi dianggap lagu dolanan anak semata, tetapi merupakan seni sastra tradisi milik seluruh masyarakat.Kerjasama yang harmonis antara orang tua, lingkungan, lembaga terkait, dan pemerintah akan berandil amatbesar bagi kelestarian seni budaya daerah yang merupakan sumber aset budaya nasional.Kata-kata kunci : Simbol dan makna, lirik lagu dolanan, pendidikan formal dan non formal
ANALISIS STRUKTUR FISIK DALAM PANTUN DAN BUDAYA ADAT ISTIADAT TATA CARA PERKAWINAN KABUPATEN SAMBAS KARYA HAMDAN SIMAD DAN MUHANNI ABDUR Agustina, Rini; Amelia, Dea
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik pantun yang terdapat dalam Pantun dan Budaya Adat Istiadat Tata Cara Perkawinan Kabupaten Sambas karya Hamdan Simad dan Muhanni Abdur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu buku Pantun dan Budaya Adat Istiadat Tata Cara Perkawinan Kabupaten Sambas karya Hamdan Simad dan Muhanni Abdur. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah kajian isi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur fisik dalam pantun dan budaya adat istiadat tata cara perkawinan Kabupaten Sambas karya Hamdan Simad dan Muhanni Abdur meliputi: diksi, terdiri dari makna denotasi dan konotasi; pengimajian, terdiri 3 imaji; kata konkret, ditemukan kata-kata yang memberikan arti secara keseluruhan kepada pembaca; bahasa figuratif, terdiri dari 3 majas.This study aimed to describe the physical structure of a pantun that is contained in the pantun and the cultural customs of marriage etiquette from Regency of Sambas created by Hamdan Simad and Muhanni Abdur. This study uses descriptive method with a form of qualitative research. The source of the data in this study is the book of Pantun dan Budaya Adat Istiadat Tata Cara Perkawinan Kabupaten Sambas created by Hamdan Simad and Muhanni Abdur. Data analysis techniques in this research are the study of the contents The study concluded that the physical structure of the pantun and the cultural customs of marriage etiquette from Regency of Sambas created by Hamdan Simad and Muhanni Abdur include: diction, made up of the meaning of denotation and connotation; imagining, comprising 3 images; concrete words, found the words that give an overall sense to the reader; figurative language, consisting of 3 figure of speech