cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
AKSEN FEMINITAS MASYARAKAT NELAYAN JAWA DI PESISIR REMBANG: TELAAH PERBEDAAN GENDER DALAM PENGGUNAAN BAHASA Qomariyah, U’um
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk memaparkan hubungan antara bahasa dangender dalam kaitannya dengan aksen bahasa. Permasalahan yang diangkatdalam penelitian ini adalah bagaimana aksen feminitas yang digunakan olehmasyarakat nelayan Jawa di pesisir Rembang dan faktor-faktor yangmenyebabkan perbedaan aksen tersebut. Pendekatan kualitatif digunakanuntuk menemukan keunikan objek dari sudut pandang yang utuh,komprehensif, dan holistik. Selain itu, pendekatan gender dalam kaitannyadengan sosial budaya suatu masyarakat juga digunakan dalam penelitian ini.Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa konstruksi bahasa, khususnyaaksen antara laki-laki dan perempuan mengalami perbedaan. Perbedaan itulebih disebabkan banyaknya vokal /o/ yang digunakan dalam tuturan laki-laki.Sedangkan perempuan lebih banyak menggunakan vokal /e/ atau /i/. Hasilpenelitian menengarai bahwa perbedaan aksen tersebut biasanya dilakukanoleh anak muda sedangkan para orang tua mereka cenderung bicara apaadanya. Kecuali beberapa keluarga yang dipandang sebagai keluarga berada.Mereka cenderung melakukan penyesuaian berdasarkan lingkungan terbarumereka. Hal yang menarik ternyata meskipun laki-laki dikatakan mempunyaiaksen yang lebih kasar dan terbuka dibandingkan perempuan, ternyata laki-lakitidak ingin meniru aksen yang dituturkan perempuan. Mereka lebih cenderungingin berbicara apa adanya. Untuk beberapa hal, terkadang perempuan di sanacenderung ”ambigu” Di satu sisi ketika mereka berbicara dengan orang yang”di atas” mereka, aksen mereka lebih cenderung halus, namun jika berbicaradengan orang sepadan atau ketika kemarahan muncul, mereka tidak akanmemperhatikan lagi aspek kesopanan. Faktor yang menyebabkan perbedaantuturan antara laki-laki dan perempuan di antaranya faktor sosial ekonomi dankonstruksi gender yang timpang.Kata Kunci: aksen, gender, bahasa
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENEMUKAN IDE POKOK DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI MEMBACA FLEKSIBEL DAN METODE THINK, PAIR, AND SHARE Pratama, Hangga Aria Adhi; Yuniawan, Tommi
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah masih rendahnya keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok pada siswa kelas VII H SMP Negeri 1 Gemuh. Hal ini karena siswa kurang tertarik dan kesulitan dalam membaca cepat, dan kesulitan menemukan ide pokok tiap paragraf. Selain itu, guru masih menggunakan metode ceramah sehingga siswa merasa bosan. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan strategi membaca fleksibel dan metode think, pair, and share dalam pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok ini. Hasil penelitian menggunakan strategi dan metode pembelajaran tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada proses pembelajaran membaca cepat. Pada siklus I hasil nilai mencapai 74,6 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,6 meningkat 6,0 atau sebesar 8,04%. Peningkatan keterampilan membaca cepat ini juga diikuti dengan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif.The problem that is raised in this study is the lack of students skiil in class VII H of SMP 1 Gemuh Kendal in speed reading. That  is because they are not interested in speed reading and difficulty to find main idea in each paragraph. On the other hand, the teacher still uses usual lecturing methode so that the students feel bored. Minimalize those lack, the writer used flexsible reading strategy and think, pair, share method in speed reading teaching. The result of research using strategy and method learning shows the impovement on speed reading learning process. In the cycle I the result is 74,6 than improves in cycle II become 80,6. So it rises for  about 6,0 or 8,04%. The improvement in speed reading also followed by the improvement of the student’s positive attitude.
BENTUK KOMBINASI KAJIAN TEORI DAN LAPANGAN DALAM PENERAPAN MATA KULIAH FOLKLOR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Indiatmoko, B.
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui bentuk kombinasi perkuliahanberbasis teori dengan kuliah kajian lapangan, (2) untuk mengetahuiimplementasi struktur kombinasi perkuliahan berbasis teori dengan kajianlapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptifstruktural kombinatif. Adapun pendekatan penelitian menggunakanpendekatan aplikasi kombinatif. Hasil penelitian adalah perkuliahan bentukkombinasi mata kuliah Folklor pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa danSastra Jawa Unnes dapat dihasilkan kombinasi bentuk perkuliahan yaknikuliah berbasis teori dan sekaligus dilanjutkan kuliah praktik lapangan.Implementasi struktur kombinasi pada tahap pertama dapat dilakukanperkuliahan di kelas dengan memperdalam teori folklor yang disertai dengancontoh. Perkuliahan pada struktur kedua dilakukan di lapangan dalam bentukpraktik melakukan inventarisasi folklor yang ada di masyarakat danmenemukan jenis dan bentuk folklor yang ada di masyarakat. Kuliah diakhiridengan penyerahan laporan dan re
CERITA API DI BUKIT MENOREH KARYA SH MINTARDJA : UPAYA LEGIMITASI KEKUASAAN MATARAM Supriyanto, Teguh
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita silat ADM menceritakan masalah seputar berdirinya dinasti Mataram mulai dari peperangan antara  Pajang dengan Jipang, runtuhnya Pajang, sampai pada berdirinya kerajaan Mataram. Kebanyakan para tokoh ADM dapat ditemukan dalam cerita babad Tanah Jawi. Berdasarkan pada penelitian intertekstual dapat ditemukan bahwa (1) cerita silat ADM ditulis berdasar cerita babad BTJ, (2) cerita silat ADM merupakan cerita babad Mataram modern, (3) cerita silkat ADM berfungsi melegitimasi kekuasaan panembahan Senapati. The silat story ADM tells about story of establishing  Mataram dynasty beginning from Pajang-Jipang confrontation, the falling of Pajang, and establishing of Mataram dynasty. Most of Characters are similarly to Babad story- a Javanese historiography.  Based on intertextuallity research, some elements of the text can be found. There are: (1) the silat story of ADM is composed based on Javanese historiography (BTJ), (2) the silat story of ADM is the modern historiographyof Mataram. (3) the silat story of ADM legitimates of Panembahan Senapati outhority.
VARIASI PEMAKAIAN TINGKAT TUTUR BAHASA JAWA DI WILAYAH EKS KARESIDENAN KEDU (KAJIAN SOSIODIALEKTOLOGI) Astuti, Eka Yuli
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims at studying the use of Javanese in Ex. Karesidenan Kedu (abbreviated as BJKK). Itis based on sociodialectology approach. This study deals with the social variables of the subjects includingtheir education, occupation, and age; besides rural-urban distinction that influences the variations BJKKspeakers. The language uses are classified into variations related to phonological, morphological,syntactical, lexical, speech-level aspects.The drawing of primary data was based on a research instrument containing 1001 questionsqualitatively developed from Swadesh List containing 200 new base-word items. The research location (RL)was classified into three RLs according their historical relations. There are RLs, i.e. RL -1 Magelang, RL -2Kebumen, RL -3 Dieng Wonosobo. The criterion of RL selection was based on the BJJS similarities (OP-1),Banyumas as well as Sundanese (RL-2) dialect influence, and lingual characteristics that are similar to thatof Banyumas dialect and BJJS (RL-3). All data have been analyzed using descriptive method.The research finding on phonological level showed that among he speakers at BJKK the phonologicalsystem has 8 vowels and 20 consonants. The BJKK words were formed through morphological process,such as affixation, reduplication, and composition process. In syntactical level, this research founddeclarative, interrogative, and imperative sentences based on the function and the related context, whosevariation can be applied in various speech level context such as Ng, Md, Kr, and KI. The acquisition ofspeech level of the three OP and six variables are different from each other. The speakers in RL-1 acquirethe speech level better than the ones in RL -2 and RL -3. The educated speakers whose occupation werefarmers, acquired the speech level better than the other variables.Among the speakers of Javanese at BJKK, there was a variety uses of phones and morphs such asthe use of {-aken} affix. This affix was intensively used at RL-2 and RL-3 as imperative Ng marking affix. Thistype of suffix was not used at BJJS whose affix was used in Kr level. The syntactical variation took place inthe part of imperatives and the use of dialect such as [si], [sih], [je], [lah], [.diG] used in informal situation.The dominating variety of lexicon that is different from BJJS was found in RL-2. In the speech level, thedominating variety was found in Kr level. BI interferences were intensively used in peripheral location. That isnot an extraordinary phenomenon when the speakers have obstacles to choose the best speech level order.Key words: sociodialectology, social variation, speech level variation
STRATEGI INDUCTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GRAMATIKAL MAHASISWA Kirana Dwi Areni, Galuh
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana penerapan metode pembelajaran Inductive Learning dalam suatu kelas Advanced English Grammar pada implikasinya untuk meningkatkan kemampuan gramatikal mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Unnes dan untuk mengetahui adanya perubahan perilaku mahasiswa ketika mempelajari grammar bahasa Inggris. Dalam merealisasikan metode ini, peneliti menggunakan beberapa tehnik kooperatif yang dikemukakan oleh Kagan (1992), seperti numbered head together dan team pair solo. Penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 4 yang mengambil kuliah Advanced English Grammar. Hasil dari PTK ini cukup memuaskan. Terdapat peningkatan persentase nilai mahasiswa yang cukup signifikan. Berdasarkan lembar observasi dan angket wawancara, sebagian besar mahasiswa menyatakan kesenangan mereka atas metode pembelajaran inductive learning karena pembelajaran grammar menjadi menyenangkan dan tidak monoton. Hal ini mempengaruhi keaktifan dan perubahan perilaku mereka secara langsung serta meningkatkan kemampuan gramatikal mereka secara tidak langsung.This study focuses on a class action research (CAR) which tried to apply a method of Inductive Learning in a class of Advanced English Grammar to improve the students’ grammatical competence and to find out whether there were students’ behaviour changes in learning English grammar. In realizing this method, the researcher used some cooperative learning techniques proposed by kagan (1992) such as numbered head together and team pair solo.This class action research (CAR) was conducted in two cycles. In each cycle, there were four steps, i.e planning, acting, observing, and reflection. The subjects of the study were the 4th semester students of an Advanced English Grammar class in academic year 2011/2012. Based on the data analysis, the result of this CAR was quiet satisfying. There was an increasing percentage of students’ test scores between cycle 1 and cycle 2. Based on the observation sheets and questioners given to the students, most of them liked Inductive Learning method to be applied in grammar classes because this method is fun and interesting. This attitude directly influenced their activity, motivation, and behavior in grammar classes which indirectly also increased their grammatical competence. 
EFEKTIFITAS METODE PROJECT WORK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG Setiawati, Ai Sumirah
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matakuliah Sakubun sering dianggap mata kuliah yang paling sulit bagi pembelajar maupun pengajar. Bagi pembelajar, mata kuliah ini sulit karena harus bisa mengaplikasikan seluruh materi kebahasaan secara tertulis dalam bahasa Jepang. Selain itu, pembelajar juga sering mengalami kesulitan dalam mencari ide apa yang harus mereka tulis. Pengajar banyak yang enggan untuk mengampu mata kuliah ini karena harus meluangkan waktu yang lebih banyak untuk mengoreksi hasil karangan.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan metode project work efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis pembelajar. Hal ini terbuki dengan meningkatnya rata-rata nilai prates 51,92 menjadi 60,84 dalam pascates. Peningkatan ini dinyatakan signifikan setelah dibuktikan dengan uji t (t-test).Berdasarkan hasil tersebut, metode project work akan bermanfaat jika diterapkan dalam pembelajaran menulis (sakubun). Namun, dalam pelaksanaanya membutuhkan kombinasi metode atau pendekatan lain supaya semua aspek kemampuan yang dibutuhkan untuk bias menulis dengan baik bias tercapai lebih sempurna. Kata Kunci: Efektivitas, Project Work, Sakubun
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA BERMUATAN BUDAYA JAWA BAGI PENUTUR ASING TINGKAT PEMULA Prasetiyo, Andika Eko
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA, (2) mengembangkan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula, (3) mendeskripsikan penilaian bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dilakukan dengan lima tahap. Setelah penelitian dilaksanakan, diperoleh hasil analisis kebutuhan menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA dengan karakteristik bahan ajar BIPA yaitu menggunakan ragam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan keterbacaan penutur asing tingkat pemula, mampu memotivasi, memiliki teknik latihan empat aspek berbahasa, serta latihan tata bahasa pada setiap babnya. Berdasarkan hasil penilaian, bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula dinilai sudah layak digunakan, meskipun masih perlu dilakukan perbaikan pada beberapa bagian. Sebagai sebuah produk pengembangan, produk bahan ajar BIPA yang dikembangkan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan penutur asing tingkat pemula dan pengajar BIPA terhadap bahan ajar BIPA yang bermuatan budaya Jawa.The purpose of this research are (1) to describe the characteristics neededin BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (2) to develop BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (3) to describe the assessment of BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level. This study uses Research and Development (R & D) approach performed with five stages. After the research was carried out, the results of analysis needed by foreign speakers and BIPAteachers with the characteristics of BIPA materials, that is a book with language that is easily understood and in accordance with the legibility with foreign speakers beginner level, able to motivate, has exercises in  four aspects of language and exercises of grammar in each chapter. Based on the result of assessment, BIPA materials based on Javanese culture is considered to be fit for use, although it still needs to revize in some parts. As a product development, developed BIPA materials product has the potential to meet the needs of foreign speakers beginner level and teachers toward the BIPA materials based on Javanese culture.
KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN BUTIR SOAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR -, Mujimin
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan untuk mengetahui perkembangan dan tingkatpencapaian hasil pembelajaran. Penilaian memerlukan data yang baik. Salah satu sumber data itu adalah hasilpengukuran. Pengukuran merupakan seperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasilkegiatan pembelajaran. Kegiatan pengukuran ini biasanya dilakukan melalui tes: baik tes prestasi belajarmaupun tes psikologi. Tes, sebagai alat ukur, perlu dirancang secara khusus sesuai dengan tujuanperuntukannya, dan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunannya.Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinanjawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiriatas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkanpengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkanmemilihnya jika tidak menguasai materinya.Kemampuan guru menyusun butir soal ujian akhir sekolah mata pelajaran bahasa Jawa sekolah dasartahun 2008/2009 di kecamatan Banyumanik masih memprihatinkan. Hal ini diperkuat hasil analisis terhadap soalyang disusun menunjukkan; soal dari SD Islam Terpadu Hidayatullah soal dengan kategori sukar 6%, sedang34%, dan mudah 60%. Soal ujian akhir sekolah dari SD Negeri Banyumanik 01 dengan kategori sukar 6%,sedang 26%, dan mudah 68%.Belum semua guru memiliki pengalaman menyusun butir soal tersebut. Hal ini terkait dengan sistempenyusunan butir soal yang diserahkan kepada tim tertentu. Hal ini dilakukan karena jika soal disusun dandiperbanyak oleh pihak sekolah biayanya lebih besar dibanding menginduk pada sekolah lain.Kata kunci: penyusunan, butir soal, ujian akhir sekolah
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MEDIA GAMBAR SERI YANG BERMUATAN NILAI KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENULIS PARAGRAF PESERTA DIDIK KELAS III Lestari, Retno Dwi; Mulyani, Mimi; Subyantoro, Subyantoro
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis paragraf peserta didik belum mendapatkan hasil yang maksimal. Guru masih kesulitan dalam mengajarkan menulis paragraf, sedangkan peserta didik kesulitan dalam memunculkan ide atau gagasan dan kurang menguasai keterampilan mikrobahasa. Penanaman nilai karakter pada peserta didik juga perlu dilakukan sejak dini. Oleh karena itu, model pembelajaran induktif dikembangkan dalam pembelajaran menulis paragraf dengan media gambar seri yang bermuatan nilai-nilai karakter. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebutuhan pengembangan, prinsip-prinsip pengembangan, desain, dan keefektifan model pembelajaran induktif dengan media gambar seri yang bermuatan nilai karakter untuk meningkatkan kompetensi menulis paragraf peserta didik kelas III SD. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dari Borg and Gall (Sugiono 2009:298), kemudian disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, yang meliputi tiga langkah, yaitu (1) studi pendahuluan dan awal pengembangan, (2) pengembangan, dan (3) pengujian/validasi. Dalam pengembangan model pembelajaran, produk yang dibutuhkan yaitu produk yang dikembangkan dengan menarik dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Selain itu, penilaian diberikan oleh dosen ahli dan guru dengan perolehan nilai rata-rata berkategori baik, serta efektif digunakan dalam pembelajaran.Paragraphs writing skills of students has not gotten maximum results yet. Teachers still has difficulties in teaching paragraphs writing, whereas students has difficulties in generating ideas or concepts and less skills in microlanguage mastery. Planting the value of the character on the learners also needs to be done early. Therefore, inductive learning model is developed in learning to write paragraphs with the help of the media image series which contains character values. The problem in this research is how the needs of the development of model, principles of model, design model, and effectiveness of inductive learning model with the media image series which contains character values to improve the competence of class III SD students in writing paragraphs. The design of this research is Research and Development (R&D) by Borg and Gall (Sugiyono 2009:298), then adapted to the needs of research, which includes three stages, namely (1) a preliminary survey, (2) development, and (3)test expert/ validation. In the development of model of teaching, the required product is a product developed with attractive packaging and adjusted to the learners. In addition, the assessment given by expert lecturers and teachers with an average value acquisition categorized as well, and effective to use in learning.