cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
ANALISIS PEMBENTUKAN POLA GRAF PADA KALIMAT BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH Yusuf, Yasin; Nurdiati, Sri; Silalahi, Paruhum
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge graph adalah sebuah pendekatan baru untuk memahami bahasa alami. Metodeini memiliki 9 relasi biner dan 4 relasi frame. Analisis suatu kalimat dengan menggunakanknowledge graph membutuhkan aturan pemotongan kalimat (chunking). Aturan chunkingsudah ada pada struktur kalimat bahasa Inggris dan Cina, tetapi belum ada untuk strukturkalimat bahasa Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk aturan chunkingpada struktur kalimat bahasa Indonesia dan membuat pola graf kalimat bahasaIndonesia.Tahapan penelitian ini adalah dimulai dengan studi literatur awal, pembuatanchunk indicator, pemotongan kalimat (chunking), pembuatan chunk graph, dan diakhiridengan kontruksi sentence graph. Hasil penelitian ini adalah aturan chunking kalimatbahasa Indonesia dengan indicator sebanyak 8, yaitu koma dan titik, kata ganti petunjuk,kata kerja bantu, kata depan, jump, kata-kata logika, jeda nafas, kata sambung. Selain itu,diperoleh pula pola graf kalimat bahasa Indonesia yang sekaligus menunjukkan arti(aspek semantik) dari kalimat yang dianalisis. This research aimed to construct chunking rule on Indonesian language sentencestructure and make pattern of Indonesian language sentence graph. It was done sinceknowledge graph is a new approach to understand natural language. This method has 9(nine) binary relation and 4 (four) frame relation. A sentence analysis using this approachneeds rule of sentence chunking, This research method was started from beginning ofliterary studies, chunk indicator constructing, sentence chunking, chunk graphconstructing, and sentence graph constructing. Result of this research was there was ruleof Indonesian language sentence chunking with 8 (eight) indicators such as periods, fullstops, demonstratives, auxiliary verbs, prepositions, jump, logical words, pauses,conjunctions. Besides that, it had also been achieved pattern of Indonesian languagegraph which gives meaning (semantic aspect) from analyzed sentences at once.
PENGEMBANGAN SISTEM AKADEMIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN LAYANAN AKADEMIK JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA -, Haryadi
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2007 Universitas Negeri Semarang melakukan peningkatan layananyang sangat berarti kepada mahasiswa dengan dicanangkannya penggunaanteknologi informasi komunikasi dalam memberikan layanan dalam bidangakademik. Layanan tersebut berupa sistem online yang diberi nama sistemlayanan terpadu (sikadu). Adanya sikadu dimaksudkan untuk meningkatkanlayanan akademik terpadu mahasiswa. Mahasiswa tidak harus datang kekampus, jurusan, untuk melakukan yudisium. Registrasi, isi KRS, dan revisi KRSjuga dapat dilakukan seperti itu. Disamping mempunyai manfaat yang sangatbesar, sikadu pada kenyataan mempunyai kelemahan atau kekurangan dalamimplementasinya. Dalam ”Daftar Komunian Pengunjung” di sikadu Milanelomengukur sulitnya mendaftar lewat sikadu. Keluhan yang disampaikan olehmahasiswa Unnes adalah semrawutnya sistem rombel dalam sikadu (Itah,Mahasiswa FMIPA 2006 Kompas Mahasiswa 2008.3) mengeluhkan sistemrombel. Masalahnya, bagaimanakah penerapan sistem sikadu di jurusanBahasa dan Sastra Indonesia yang sesuai dengan kondisi yang adadanpengambangan sistem akademik yang bagaimanakah yang dapatmeningkatkan layanan akademik jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hasilpenelitian ini ada dua hal. Pertama, penerapan sistem Sikadu di Jurusan Bahasadan Sastra Indonesia meliputi pesan mata kuliah, registrasi akademik, jadwalperkuliahan, sistem rombel, yudisium, dan transkrip nilai. Menurut mahasiswapenerapan keenam program di Sikadu mempunyai dampak yang positif dannegatip. Kedua, pengembangan sistem sikadu untuk meningkatkan layananakademik di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi pesan mata kuliah,registrasi akademik, jadwal perkuliahan, sistem rombel, yudisium, dantranskrip nilai. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mengembangkan sistemterpandu untuk pesan mata kuliah dan registrasi akademik. Sistem terprogramdigunakan untuk jadwal perkuliahan dan transkrip nilai.Sistem rombel yang adadi Sikadu dikembangkan dengan rombel kelas. Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia mengembangkan yudisium di Sikadu dengan yudisium bersama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (a) mahasiswa Jurusan Bahasadan Sastra Indonesia hendaknya mentaati program Sikadu yang terkait denganmereka secara baik dan benar, (b) dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesiahendaknya selalu membantu dan memfasilitasi mahasiswa yang bermasalahterkait dengan penerapan program Sikadu, (c) Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia hendaknya memfasilitasi dan membuat tata aturan yang terkaitdenga penerapan Sikadu, (d). Puskom Unnes hendaknya selalu meningkatkandan memperbaiki layanan yang terkait dengan penerapan Sikadu.Kata kunci: pengembangan, sistem, akademik, dan layanan.
PEMBENTUKAN REPUTASI CALON PRESIDEN 2014 DALAM BERITA DI MEDIA MASSA ONLINE : KAJIAN WACANA KRITIS Hariyani, Hariyani; Mardikantoro, Hari Bakti
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberpihakan media massa online dalam memuat berita sehingga membentuk reputasi kedua calon presiden 2014. Keberpihakan dalam membentuk reputasi pada berita di media massa online diwujudkan melalui tiga dimensi Faicrlough, yakni representasi, discourse practice, dan sociocultural practice. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan pustaka dan metode simak. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dan metode analisis wacana kritis model Fairclough. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa representasi wacana yang dimunculkan olehdetikNews.com,Kompas.com, dan VIVAnews.commemiliki kriteria yang sedikit berbeda. Namun ketiganya sama-sama melilih kata maupun kalimat sebagai bentuk fokus berita. Kata atau kalimat yang dimunculkan menunjukkan keberpihakan media terhadap calon preseiden; Tataran discourse practice, media detikNews.com dan Kompas.comcenderung berpihak kepada kubu Jokowi, keberpihakan ini terlihat dari pengemasan berita-berita yang dimunculkan kedua media tersebut. VIVAnews.com menunjukkan keberpihakan terhadap kubu Prabowo. Keberpihakan ditunjukkan dari berita-berita yang dimuat, yakni berita-berita yang muncul dominan tentang Prabowo-Hatta dan beberapa tentang Jokowi-JK tetapi VIVAnews.com memberikan kesan negatif; Tataran sociocultural practice, pembentukan reputasi calon presiden terlihat dari munculnya berita yang mengasosiasikan calon presiden dengan mantan presiden Soekarno dan Soeharto.This study aims to describe the online mass media bias in the news load so as to form a reputation both 2014 presidential candidates partisanship in shaping the reputation of the online news media Fairclough realized through a three-dimensional, ie, representation, discourse practice, and sociocultural practice. The data were captured using libraries and methods refer to. The method used in the analysis of the data is equivalent method and the method of critical discourse analysis Fairclough models. This study resulted in the following conclusions. First, discourse representation raised by detikNews.com, Kompas.com, and VIVAnews.com have slightly different criteria. But all three are equally melilih words or sentences as a form of news focus. Words or phrases that appear indicate media bias against candidates preseiden. Second, the level of discourse In practice, detikNews.com media and pro Kompas.com Jokowi camp, partisanship is evident from the packaging news raised both media. VIVAnews.com show partiality against Prabowo camp. Alignments shown on the news that was published, the news emerged dominant on Prabowo-Hatta and some of Jokowi-JK but VIVAnews.com leave a negative impression. Third, the level of sociocultural In practice, the formation of a presidential candidate's reputation can be seen from the emergence of news that associate with the presidential candidates former president Sukarno and Suharto.
WACANA NARATIF SHORT-SHORT STORY BOKKOCHAN KARYA HOSHI SHIN’ICHI Wardhaningtyas, Setyani
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Short-short story merupakan salah satu genre karya sastra yang khas Jepang. Karya ini dicirikan oleh kuantitaskarya yang pendek dan ending cerita yang tidak terduga. Penulis genre ini yang paling terkenal adalah HoshiShin’Ichi dan karyanya yang paling dikenal berjudul Bokkochan. Karya ini berisi cerita tentang seorang robotcantik yang dibuat dan kemudian dipekerjakan oleh pemilik bar di barnya. Teks dalam cerita ini banyakmengandung kode budaya Jepang dan tentu saja kode bahasa Jepang karena ditulis dalam bahasa Jepang.Dengan latar belakang tersebut, penulis akan mencari kohesi dan koherensi dari wacana naratif tersebut.Selain itu, karena ciri dari wacana naratif adalah alur, peristiwa, dan tokoh, maka penulis juga akanmendeskripsikan ketiga unsur tersebut. Teknik analisis data dapat juga disebut sebagai model seperti yangdigagas oleh Kaplan bahwa sesuatu yang ideal sangat wajar untuk ditiru. Teknik analisis yang dipakai adalahmelalui teknik dengan model analitik. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa alat pemarkah kohesi yangpaling banyak dipakai adalah kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal paling sering dipakai,sedangkan jenis kohesi gramatikal yang paling sering dipakai adalah konjungsi, elipsis, dan subtitusi.Sedangkan kohesi leksikal yang dipakai dalam wacana ini adalah reiterasi.Kata Kunci: wacana naratif, kohesi gramatikal, kohesi leksikal
PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MK LINGUISTICS AND EDUCATIONAL RESEARCH MELALUI METODE PROJECT-BASED LEARNING Wulandari, Rini Susanti; Wahyuni, Sri; Syafri, Frimadhona
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every university in Indonesia requires that students who are in the final stage of the study to have the ability make up thesis about uncovering phenomena, facts, issues, analysis, and draw conclusions on the outcome of the analysis In addition to the competence of cognitive nature, thesis-making process also involves a wide range of practical competence necessary to write scientific papers, such as mastery of the intricacies of research methods and how to apply it in real activity. The course of Linguistics and Educational Research designed to provide insight into the understanding of research, types of research, research terminology, research designs, and other types of analysis required. The end product of this course is a research proposal. This study focuses on how to implement the Project Based Learning (PBL) in the class of Linguistic and Educational Research by following the steps of project development recommended by Sheppar & Stoller (1995). The main data that drawn from observations made in the form of quantitative data such as post-test value and portfolio. Setiap perguruan tinggi di Indonesia mewajibkan para mahasiswanya yang sudah berada pada tahap akhir studi untuk memiliki kemampuan menyusun skripsi untuk mengungkap fenomena, fakta-fakta, permasalahan, analisis, dan simpulan hasil analisis tersebut. Selain kompetensi yang bersifat kognitif, proses pembuatan skripsi juga melibatkan berbagai kompetensi praktis yang diperlukan untuk menulis karya ilmiah, misalnya penguasaan terhadap seluk-beluk metode penelitian dan cara mengaplikasikannya di dalam kegiatan nyata. Mata kuliah Linguistics and Educational Research didesain untuk memberikan wawasan tentang pengertian riset, jenis-jenis riset, terminologi riset, disain-disain riset, dan jenis-jenis analisis yang diperlukan. Produk akhir mata kuliah ini adalah sebuah proposal penelitian. Penelitian ini difokuskan pada pengimlementasian Procect Based Learning (PBL) pada kelas Linguistic and Educational Research dengan mengikuti langkah-langkah pengembangan proyek yang direkomendasikan oleh Sheppar & Stoller (1995). Data utama yang ditarik dari observasi yang dilakukan adalah berupa data-data kuantitatif berupa nilai post test dan portofolio.
GAYA BAHASA DALAM CERPEN “WARGA KOTA KACANG GORENG” KARYA ADEK ALWI Wulandari, Rini Susanti
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beragam tulisan dapat dilihat adanya suatu kekhasan dari penulis yangsatu dengan penulis yang lain. Kekhasan tersebut salah satunya adalah tekniktertentu yang dimiliki penulis ketika menuangkan idenya ke dalam susunankata-kata, frasa-frasa dan kalimat-kalimat yang menggambarkan pola ataucorak tertentu. Teknik penulisan tersebut merupakan gaya penulisanpengarang atau penulis. Stilistika sangat berperan dalam penciptaan suatukarya tulisan atau karya sastra, diantaranya gaya bahasa, yang meliputi gayabunyi, gaya kata, gaya kalimat dan wacana, dan lain sebagainya. Analisisterhadap tulisan Adek Alwi terfokus pada analisis gaya bahasanya.Kata kunci: gaya bahasa, gaya bunyi, gaya kata, gaya kalimat, wacana
ANALISIS STRUKTURAL NASKAH DRAMA BERBAHASA JAWA 'SADUMUK BATHUK SANYARI BUMI' KARYA ARIH NUMBORO Fuadhiyah, Ucik
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur drama Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi berdasarkan teori struktural. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa unsur-unsur yang ada dalam teks drama. Adapun sumber data penelitian ini adalah naskah drama berjudul Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi karya Arih Numboro. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) untuk memperkuat eksistensi dan mendekatkan drama Jawa kepada generasi muda, baik drama tradisional (kentrung, ketoprak dsb) maupun drama modern (teater dan film) diperlukan dukungan dari berbagai pihak, 2) teori struktural dapat menjadi salah satu alternatif cara untuk mengkaji atau menganalisis unsur-unsur yang ada dalam sebuah naskah drama, 3) unsur-unsur yang terdapat dalam naskah drama Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi berdasarkan analisis struktural meliputi: tema, dialog, latar dan setting, tokoh, penokohan, alur atau plot, dan amanat. This research aimed to find out elements of Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi drama based on structural theory. It used qualitative descriptive analysis method. Its data were the elements in drama script. Its data source was drama script of Arih Numboro's Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi. Result of this research were 1) to strengthen the existence of and to approach Javanese drama to young generation, either traditional drama (kentrung, ketoprak, etc.) or modern drama (theatre and film), it needed support from many others; 2) structural theory could be an alternative way to study or analyse the drama elements; 3) the elements contained in this drama which were based on structural analysis were theme, dialogue, space and time setting, character, characterization, plot, and author's message
PENGGUNAAN LEKSEM BINATANG DALAM PERIBAHASA JAWA Kurnia, Ermi Dyah
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa akan mempermudah pemahaman orang terhadap nilai simbolik leksem yang digunakan. Hal ini erat kaitannya dengan latar belakang budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Dengan menganalisis kosakata suatu bahasa, lingkungan fisik dan sosial tempat penutur suatu bahasa akan terkuak. Ada keterkaitan antara bahasa dan cara pandang dunia penuturnya yang bisa terlihat dari pemakaian kosakata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Metode dan teknik analisis data menggunakan teknik content analysis atau dinamakan kajian isi digunakan untuk memanfaatkan data dari proses pengumpulan data yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah ranah penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa terbagi ke dalam lima ranah penggunaan, antara lain digunakan dalam ranah keluarga, masyarakat, spiritual, kerja, dan  sindiran. Dalam peribahasa Jawa yang menggunakan leksem binatang ditemukan beberapa makna yang muncul yaitu 1) hukum alam, 2) penyangatan, 3) perumpamaan, 4) pedoman hidup, 5) larangan, 6) lukisan kasus khusus. The use of animal’s lexeme in proverbs Java will facilitate the understanding of the symbolic value. It is closely related to the cultural background of Javanese community. We can determine the relation between language and society perspective by analyzing the vocabulary, physical and social environment of speakers. Collecting data used  “simak” methods and “cakap” methods with the techniques “simak libas cakap”, noting and recording. Methods and techniques of data analysis used. The results of this research was the animal’s lexeme in Javanese proverbs classified in five domains of use: family, community, spiritual, work, and satire.  Javanese proverbs that use animal’s lexeme have several meanings: 1) the laws of nature, 2) hiperbole, 3) parables, 4) a way of life, 5) prohibition, 6) special case.
PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA Nur, Himawatul Azmi; Lestari, Prembayun Miji
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsi wujud dan karakteristik pemakaian bahasa Jawa oleh santri pondok pesantren Hadziqiyyah Kabupaten Jepara. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena dimaksudkan untuk memahami fenomena yang di alami oleh subjek. Hasil analisis data mendapatkan deskripsi wujud dan karakteristik pemakaian bahasa Jawa oleh santri pondok pesantren Hadziqiyyah Kabupaten Jepara.The purpose of this research was to describe form and characteristics Java languageusage by students at traditional Muslim school Hadziqiyyah in regency Jepara. The approach which was used in this study was descriptive qualitative that was for understanding phenomena which was suffered by subject of the study. The results of data analysis to get a description of the form and characteristics Java language-usage by students at traditional Muslim school Hadziqiyyah in regency Jepara.
WUJUD FORMAL DAN WUJUD PRAGMATIK IMPERATIF DALAM BAHASA JAWA Kurnia, Ermi Dyah
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jika membicarakan tuturan imperatif atau kalimat perintah, biasanya yang ada di dalam benak kita adalahtuturan yang menggunakan konstruksi imperatif. Artinya, sudut pandang yang dipakai dalam kajian ihwaltuturan imperatif hanya berfokus pada aspek struktural. Padahal, pernyataan yang demikian dalamperkembangan pemakaian bahasa secara fungsional dapat menimbulkan persoalan. Persoalannya adalahbahwa dalam kegiatan bertutur makna pragmatik imperatif ternyata tidak hanya dapat dinyatakan dengankonstruksi imperatif saja melainkan dapat pula dinyatakan dengan konstruksi-konstruksi lainnya.Berdasarkan hal itu, maka permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah: (1) Bagaimanakah wujud formaltuturan imperatif dalam bahasa Jawa? (2) Bagaimanakah wujud pragmatik tuturan imperatif dalam bahasaJawa?Tujuan penelitian ini adalah (a) memaparkan wujud formal tuturan imperatif dalam bahasa Jawa, dan(b) memaparkan wujud formal tturan imperatif dalam bahasa Jawa. Data penelitian ini meliputi berbagaimacam tuturan dalam bahasa Jawa keseharian baik secara tertulis maupun secara lisan sejauh di dalamnyaterkandung maksud atau makna pragmatik imperatif. Data penelitian dapat berwujud tuturan yangmengandung tuturan imperatif langsung maupun tidak langsung. Data disediakan dengan mengunakanmetode simak dan cakap. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodekontekstual. Hasil analisis data disajikan secara informal, artinya hasil temuan penelitian disajikan dalambentuk kata-kata biasa yang sangat teknis sifatnya.Hasil penelitian ini adalah bahwa imperatif dalam bahasa Jawa memiliki dua macam perwujudan.Kedua jenis perwujudan itu mencakup (1) wujud formal imperatif dan (2) wujud pragmatik imperatif. Secaraformal, imperatif dalam bahasa Jawa meliputi (1) imperati aktif dan (2) imperatif pasif. Secara pragmatik,imperatif bahasa Jawa mencakup beberapa perwujudan, yakni imperatif yang mengandung maknapragmatik (a) desakan, (b) bujukan, (c) himbauan, (d) persilaan, (e) larangan, (f) perintah, (g) permintaan,dan (h) ngelulu. Dengan pelaksanaan kegiatan ang terencana dan hasil ang diperoleh, peneliti menyarankanagar penelitian yang berkenaan dengan pemakaian tuturan imperatif dalam bahasa Jawa perluditindaklanjuti dengan penelitian lain yang serupa, berancangan sama, namun memiliki ruang lingkup kajianyang lebih sempit, misalnya pemakaian tuturan imperatif bahasa Jawa pada ranah atau dialek tertentu,untuk mendapatkan analisis yang mendalam dan didapatkan kelengkapan pemerian pemakaian tuturanimperatif dalam masyarakat yang berbahasa Jawa.Kata kunci: wujud formal, wujud pragmatik, imperatif bahasa Jawa