cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
KLASIFIKASI KALIMAT PASIF BAHASA JEPANG Hernawati, Heni
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimat pasif bahasa Jepang dikenal dengan istilah ukemi. Akan tetapi, adabeberapa ahli yang menyebutnya dengan istilah judoobun. Suatu kalimatdisebut kalimat pasif apabila kalimat tersebut memenuhi syarat secaramorfologis, sintaksis, dan semantis. Secara morfologis terdapat perubahanbentuk verba dari konstruksi aktif menjadi pasif dengan menambahkan sufikspada verba aktif. Secara sintaksis yaitu frase nomina pengisi nonsubjek kalimataktif transitif atau ditransitif dijadikan pengisi subjek kalimat pasif, dan pengisisubjek kalimat aktif menjadi nonsubjek pada kalimat pasif. Secara semantis,apabila pelaku tidak lagi menjadi topik suatu kalimat. Klasifikasi kalimat pasifbahasa Jepang dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu kalimat pasif yangberasal dari kalimat aktif transitif, kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktifitrbansitif, kalimat pasif yang berasal dari kalimat berpredikat verba intransitif,dan kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktif berobjek frase nomina posesif.Kata kunci : ukemi, judoobun
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF MELALUI TEKNIK KALIMAT MENGALIR DENGAN MEDIA GAMBAR Muazinzah, Dian; Mulyani, Mimi
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menulis teks tanggapan deskriptif, mendeskripsikan perubahan sikap spiritual, mendeskripsikan perubahan sikap sosial, mendeskripsikan peningkatan pengetahuan peserta didik,dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks tanggapan deskriptif melalui teknik kalimat mengalir dengan media gambar pada peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Kalinyamatan Jepara. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pada tes pengetahuan prasiklus sebesar 62,97. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 66,81 atau dalam kategori cukup baik dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi sebesar 82,81 atau dalam kategori baik. Hasil penelitian tes keterampilan pada prasiklus sebesar 66,5 atau dalam kategori cukup baik. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 77,2 dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi sebesar 84,3. Peningkatan menulis teks tanggapan deskriptif juga diikuti dengan perubahan sikap belajar peserta didik ke arah yang lebih baik selama proses pembelajaran menulis teks tanggapan deskriptif melalui teknik kalimat mengalir dengan media gambar.The purpose of this study is to describe the process of learning to write descriptive text responses, describes the spiritual attitude change, describing change social attitudes, describing an increased knowledge of learners, and describe the improvement of writing skills through the technique of descriptive text responses sentences flow with media images on students of class VIIC SMP Negeri 1 Kalinyamatan Jepara. The learning process is carried out through two cycles, the first cycle and second cycle. The results of this study showed that the average value of the class on the knowledge test pre-cycle at 62.97. In the first cycle increased by 66.81 or in a category quite well and the second cycle increased by 82.81 or more in both categories. The results of research on skills tests pre-cycle 66.5 or category quite well. In the first cycle increased by 77.2 and the second cycle increased again by 84.3. Improved writing descriptive text responses are also accompanied by changes in attitudes towards learners learn better during the process of learning to write descriptive text responses through techniques sentences flow with media images.
ANALISIS GAYA BAHASA WACANA DI ASAHI.COM Nurhayati, Silvia
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa wacana dalam surat kabar online asahi.com. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis data kalimat dan kata berbentuk tulisan dari asahi shinbun online. Penelitian ini menemukan bahwa bahasa yang digunakan oleh surat kabar online asahi.com lebih mengutamakan efesiensi penulisan yang tertuang dalam penggunaan gaya bahasa elipsis. Pelesapan terjadi pada unsur partikel no、unsur kata kerjasuru、dan kopula da. Meskipun terjadi pelesapan, hal itu tidak mempengaruhi atau mengaburkan makna informasi dan opini yang disampaikan kepada pembaca. Selain itu munculnya gaya bahasa eufemisme lewat media huruf katakana dan kata yang mengandung arti idiom, untuk melukiskan opini atau informasi yang dianggap kurang baik. Meskipun demikian tidak ada standar yang jelas mengenai penggunaan kedua gaya bahasa ini sehingga berakibat pada penggunaan bahasa Jepang yang midare (tidak teratur). This research aimed to find out the use of figurative language of discourse on the online newspaper asahi.com. It used qualitative method for analysing data. The data were sentences and words in a form of writings from asahi shinbun online. The result of the research was the language used by the online newspaper, asahi.com, prioritize more on writing efficiency filled on elliptical style. A vanishing language occured on no、particle, suru、verb element, and da copula. However, it did not influence and blur out significances of information and opinion uttered to the reader. Besides that, euphemism appeared through media of katakana letters and idiomatic words in order to illustrate less good opinion and information. As a result, there was no clear standard about the use of those two figures of speech, and it caused the use of midare (irregular) Japanese language. 
DEIKSIS NUMERAL DALAM WACANA JUAL BELI Baehaqie, Imam
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini deiksis yang dikenal hanya meliputi deiksis orang, deiksis ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis social. Sampai saat ini belum diadakan penelusuran terhadap deiksis numeral. Misalnya kata-kata tujuh lima yang dinyatakan sebagai harga itu maksudnya bias (a) Rp 7.500,00, (b) Rp 75.000,00, (c) Rp 750,00, (d) Rp 7,5 juta, (e) Rp 75 juta atau (f) Rp 750 juta tergantung  pada konteksnya, dalam hal ini sesustau yang diperjualbelikan, pelaksana jual beli, dan waktu transaksi. Dari hasil penelitian ditemukan wujud dan factor penyebab terbentuknya deiksis numeral dalam wacana jual beli. Dilihat dari jumlah bilangan pengacunya, deiksis numeral dapat  berwujud deiksis numeral satuan, deiksis numeral puluhan, dan deiksis numeral ratusan. Adapun berdasarkan jenis acuannya, deiksis numeral meliputi deiksis numeral harga dan deiksis numeral ukuran. Sementara itu, factor-faktor penyebab terbantuknya deiksis numeral adalah factor kejelasan kontsks (latar tuturan, tujuan tuturan, dan lain-lain), serta factor kesantunan. Up to present, we only know personal deixis, spatial  deixis, temporal deixis, discourse deixis,  and social deixis. There was no study on numerical deixis. For example, the expression of seventy-five as a  price could be interpreted as (a) Rp7.500, 00, (b) Rp75.000, 00, (c) Rp750.000,00, (d) Rp7.500,000,00, (e ) 75.000.000,00 , or (f) Rp750.000.000,00.  It depends on its context, such as goods, sellers, buyers, and  time of the transaction.  The research findings reveal the forms and the reasons for  forming the numeral deixis in the discourse of trading. From the number of  digits of reference, the numeral deixis can be in the form  of the numeral deixis of  unit, the numeral deixis of tens, and the numeral deixis of  hundreds. Based on kinds of the references,  the numeral deixis  include  the numeral  deixis of price and the numeral deixis of size. The clarity of the contexts determines the numeral deixis including background of the speakers, the receivers, the purposes, and more importanly, the politeness.
PEMBENTUKAN REPUTASI CALON PRESIDEN 2014 DALAM BERITA DI MEDIA MASSA ONLINE : KAJIAN WACANA KRITIS Hariyani, Hariyani; Mardikantoro, Hari Bakti
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberpihakan media massa online dalam memuat berita sehingga membentuk reputasi kedua calon presiden 2014. Keberpihakan dalam membentuk reputasi pada berita di media massa online diwujudkan melalui tiga dimensi Faicrlough, yakni representasi, discourse practice, dan sociocultural practice. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan pustaka dan metode simak. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dan metode analisis wacana kritis model Fairclough. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa representasi wacana yang dimunculkan olehdetikNews.com,Kompas.com, dan VIVAnews.commemiliki kriteria yang sedikit berbeda. Namun ketiganya sama-sama melilih kata maupun kalimat sebagai bentuk fokus berita. Kata atau kalimat yang dimunculkan menunjukkan keberpihakan media terhadap calon preseiden; Tataran discourse practice, media detikNews.com dan Kompas. comcenderung berpihak kepada kubu Jokowi, keberpihakan ini terlihat dari pengemasan berita-berita yang dimunculkan kedua media tersebut. VIVAnews.com menunjukkan keberpihakan terhadap kubu Prabowo. Keberpihakan ditunjukkan dari berita-berita yang dimuat, yakni berita-berita yang muncul dominan tentang Prabowo-Hatta dan beberapa tentang Jokowi-JK tetapi VIVAnews.com memberikan kesan negatif; Tataran sociocultural practice, pembentukan reputasi calon presiden terlihat dari munculnya berita yang mengasosiasikan calon presiden dengan mantan presiden Soekarno dan Soeharto.This study aims to describe the online mass media bias in the news load so as to form a reputation both 2014 presidential candidates partisanship in shaping the reputation of the online news media Fairclough realized through a three-dimensional, ie, representation, discourse practice, and sociocultural practice. The data were captured using libraries and methods refer to. The method used in the analysis of the data is equivalent method and the method of critical discourse analysis Fairclough models. This study resulted in the following conclusions. First, discourse representation raised by detikNews.com, Kompas. com, and VIVAnews.com have slightly different criteria. But all three are equally melilih words or sentences as a form of news focus. Words or phrases that appear indicate media bias against candidates preseiden. Second, the level of discourse In practice, detikNews. com media and pro Kompas.com Jokowi camp, partisanship is evident from the packaging news raised both media. VIVAnews.com show partiality against Prabowo camp. Alignments shown on the news that was published, the news emerged dominant on Prabowo-Hatta and some of Jokowi-JK but VIVAnews.com leave a negative impression. Third, the level of sociocultural In practice, the formation of a presidential candidate’s reputation can be seen from the emergence of news that associate with the presidential candidates former president Sukarno and Suharto.
PEMAKAIAN BAHASA KOMUNITAS PEDAGANG DI PASAR KLEWER KOTA SALA: SEBUAH PERAN KAJIAN SOSIOLINGUISTIK MENJAGA TRADISI Utami, Triyoga Dharma
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan perwujudan pemakaian bahasa dan pola interaksi verbal,mengetahui register dalam bertransaksi dan bersosialisasi serta mengidentifikasi faktor penentu pemakaianbahasa komunitas pedagang beretnik Jawa dengan mitra-tutur yang beretnik bukan Jawa. Kajian mengacupada teori sosiolinguistik. Tulisan ini berdasarkan penelitian kualitatif penulis pada tahun 2004. Data yangdikumpulkan adalah percakapan sehari-hari di lokasi penelitian. Ditemukan bahwa pemakaian bahasa olehpemilik kios dan penjaga kios sebagai anggota komunitas pedagang beretnik Jawa terkait erat denganhubungan sosial keseharian mereka. Hubungan sosial terwujud karena interaksi teratur dan berulangdengan pemilik kios lain, penjaga kios lain, pembeli, pemasok, dan penagih. Bahasa yang digunakan adalahbahasa Indonesia, bahasa Jawa dan campuran. Faktor penentu pemakaian bahasa terbagi menjadi faktorbahasa dan non-bahasa. Faktor bahasa meliputi bahasa Jawa dialek Solo, tingkat tutur, dan posisi bahasaJawa sebagai bahasa ibu. Faktor non-bahasa mencakup keragaman latar belakang etnis penutur,perwujudan hubungan sosial antar-penutur, dan tradisi budaya.Kata kunci: pemakaian bahasa, sosiolinguistik, keragaman, tradisi budaya
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BUDAYA JEPANG Diner, Lispridona
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah deskripsi tentang peningkatan motivasibelajar budaya Jepang dan bahasa Jepang setelah pembelajaran bahasa Jepang melaluipemanfaatan sumber belajar. Pembelajar bahasa Jepang tingkat dasar yang sudahmemiliki pengetahuan tentang budaya Jepang dapat termotivasi dalam belajar budayamelalui pembelajaran nihonjijo. Metode yang digunakan adalah metode observasilangsung.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket.Angketdisebarkan kepada mahasiswa semester 1 yang mengikuti mata kuliah nihonjijosejumlah58 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarangangkatan 2013. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) belajar budaya Jepangmelalui pemanfaatan sumber belajar dapat memotivasi pembelajar bahasa Jepang dalambelajar budaya Jepang, dan (2) dari keempat sumber belajar yang dimanfaatkan ketikapembelajaran nihonjijo, pemanfaatan orang sebagai sumber belajar merupakan sumberbelajar yang menjadi motivasi mahasiswa dalam belajar budaya Jepang paling tinggi. This research aimed to describe the increase of increase of motivation of learningJapanese culture and Japanese language after learning Japanese language through the useof learning source. Students of Basic Japanese language having knowledge about Japaneseculture could be motivated in learning culture through nihonjijo learning. Method ofinvestigation applied in this research was direct observation method. Technique ofcollecting data applied was questionnaire technique. The questionnaire was given to firstsemester students of 2013 batch of Japanese Language Education Study Program ofSemarang State University joining nihonjijo course at the amount to 58 students. Thisresulted that (1) learning Japanese culture through the use of learning source couldmotivate students of Japanese language in learning Japanese culture, and (2) from thosefour learning sources used in learning nihonjijo, the use people as learning sources waslearning source which became the students' motivation in leaning the supreme Japaneseculture.
POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT PONTIANAK DALAM NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE BERDASARKAN PERSPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK Basid, Abdul; Jannah, Nur Islamiyatul; Hamzah, Muh. Zuhdy
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola kehidupan masyarakat Pontianak yang tergambar dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye berdasarkan perspektif strukturalisme genetik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: a) Fakta-fakta kemanusiaanyang tergambar dalam novel ini adalah kehidupan masyrakat Pontianak yang bermata pencaharian sebagai seorang pengemudi sepit. Namun, eksistensi sepit hari ini semakin memudar karena munculnya kapal feri; b) Subyek kolektif yang tergambar dalam novel ini adalah sulitnya mencari pekerjaan di kota Pontianak. Hal ini membuat sebagian masyarakat tetap bermatapencaharian sebagai pengemudi sepit; c) Strukturasi karya sastra yang terdapat dalam novel banyak menjelaskan relasi antara tokoh dengan tokoh dan tokoh dengan objek atau dunia; d) Pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam novel adalah pusat aktivitas masyarakat Pontianak adalah sungai; dan e) Dialektika keseluruhan bagian dan penjelasan pemahaman yang ada dalam novel ini menunjukkan bahwasanya sub-sub tema yang ada memang saling mendukung satu sama lainnya. Hal ini dapat dilihat dari segi fakta-fakta kemanusiaan, subyek kolektif, strukturasi karya, pandangan dunia pengarang yang memang saling berhubungan, dan saling mendukung dalam menggambarkan peristiwa-peristiwa yang ada.This research aims to elaborate the pattern of life of Pontianak people depicted in your novel Kau, Aku and Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye based on the perspective of genetic structuralism. This research is qualitative research. The results of this research are: a) The humanitarianfacts elaborate in this novel is the life of the people of Pontianak who are living as a driver of sepit. However, the existence of today’s sepit is fading due to the emergence of ferry boats; b) The collective subject elaborate in this novel is the difficulty of finding a job in the city of Pontianak. This makes some people remain livelihood as sepit drivers; c) The structure of literary works contained in the novel many describes the relationship between figures and figures and figures with objects or the world; d) The author’s world view contained in the novel is the center of Pontianak community activity is the river; and e) The whole dialectic of the passage and the explanation of understanding in this novel shows that the sub-themes are indeed mutually supportive of each other. This can be seen in terms of humanitarian facts, collective subjects, work structures, authors’ worldviews that are interconnected, and mutually supportive in describing the events that exist.
CITRA PEREMPUAN KUASA DALAM PERSPEKTIF KRITIK SASTRA FEMINIS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL-KHALIEQY Qomariyah, u'um
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir ini, isu perempuan telah mendapat perhatian, terutama oleh orang-orang yang memandang dan menganggap perempuan diperlakukan tidak adil dalam keluarga dan masyarakat. Kaitannya dengan sastra, permasalahan yang ada tidak terbatas pada keterlibatan perempuan di dalam dunia penciptaan, kritik dan sebagai penikmat saja, tetapi yang tidak kalah penting pula adalah bagaimana sosok perempuan direpresentasikan di dalam sebuah teks sastra; khususnya perbandingan teks yang diciptakan laki-laki dan perempuan. Tulisan ini mencoba melihat bagaimana citra perempuan kuasa dalam novel PBS. Permasalah yang diangkat mencakup manifestasi budaya patriarki terhadap kedudukan peempuan, dominasi dan kekerasan terhadap perempuan, dan citra perempuan kuasa dalam novel PBS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Hasil menunjukkan bahwa; pertama manifestasi budaya patriarki terlihat dalam beberapa hal misalnya dalam tradisi keluarga pesantren yang sepertinya membuat perbedaan antara kedudukan laki-laki dan perempuan; tradisi perjodohan yang tidak memberikan pilihan bagi perempuan untuk memilih pasangan hidupnya sendiri; tradisi berpendapat yang menafikan peran perempuan karena perempuan dihegemoni untuk bisa nrimo ing pandum. Kedua, perempuan dalam PBS ternyata mengalami dominasi dan kekerasan. Kekerasan itu dimanifestasikan dalam bentuk fisik dan psikis. Tokoh perempuan dalam novel ini, Annisa, mengalami kekerasan fisik dan psikis dari suami dan keluarganya. Perannya benar-benar dimimalisir hanya karena dia seorang perempuan. Ketiga, manifestasi budaya patriarki dan dominasi serta kekerasan yang dialami Annisa tidak menyebabkan ia menjadi perempuan yang lemah dan menerima begitu saja akan nasib yang menimpanya. Annisa mencitrakan perempuan kuasa dengan pencitraannya yang tegas terhadap prinsip, cerdas, kritis, bertanggung jawab, bertekad kuat dan pantang menyerah. Berdasar pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam PBS, sosok Annisa sebagai tokoh utama perempuan mencitrakan sosok perempuan kuasa dilihat dari perlawanan-perlawanan yang diberikan terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan.Kata Kunci: citra kuasa, dominasi, patriarki, pesantren
KEEFEKTIFAN KETERAMPILAN MENULIS POSTER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTUN YANG BERMUATAN CINTA LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Wardhani, Ernita Eka; Sulistyaningrum, Septina
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini menentukan keefektifan keterampilan menulis poster dengan menggunakan media kartun yang bermuatan cinta lingkungan dan membuktikan apakah media kartun yang bermuatan cinta lingkungan lebih efektif digunakan pada pembelajaran menulis poster atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melakukan kajian terhadap dua kelompok yang berbeda, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Desain penelitian ini menggunakan tipe non-equivalent control group design. Kelompok eksperimen menggunakan media kartun yang bermuatan cinta lingkungan, sedangkan kelompok kontrol melakukan pembelajaran tanpa menggunakan media kartun yang bermuatan cinta lingkungan. Temuan penelitian ini adalah adanya peningkatan rata-rata nilai siswa pada kelompok eksperimen 63,78 untuk tes awal menjadi 75,12 untuk tes akhir dengan peningkatan sebesar 1,87%, sedangkan pada kelompok kontrol 62,06 untuk tes awal menjadi 72,5 untuk tes akhir dengan peningkatan sebesar 1,78%. Hal tersebut bermakna kelompok eksperimen lebih efektif dibanding kelompok kontrol.The purpose of this study determines the effectivenessof learning to write using the media cartoon poster-laden love of the environment and prove whether love-laden cartoon media environment more effectively used in the teaching of writing poster or not. This study is an experimental study reviewing two different groups, namely the experimental group and the control group. This study design using type of non-equivalent control group design. The experimental group used the cartoon medium-laden love of the environment, while the control group do the learning without the use of media-laden cartoon love the environment. The findings of this study was the increase in the average value of the students in the experimental group 63,78 to 76,12 for the initial test become final test. With increase of 1,87%, whereas in the control group to test the initial 62,06 to 72,5 for the final test with an increase of 1,78%. It is significantly more effective experimental group than the control group.