cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Kelayakan Limbah Plastik untuk Pembuatan Hand Bouquet Pengantin Internasional Laksaningrum, Dita Pangesti; Marwiyah, Marwiyah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.25337

Abstract

Sampah plastik merupakan sampah yang paling sulit terurai. Limbah sendok plastik dan botol plastik yang tidak terpakai dapat diolah menjadi aksesoris seperti hand bouquet Pengantin Internasional.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan produk hand bouquet pengantin Internasional dari limbah plastik dengan uji inderawi dan uji kesukaan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil validitas menunjukkan bahwa semua produk mendapatkan kriteria sangat valid dengan nilai tertinggi diperoleh produk B (Round bouquet) dengan nilai validitas 85%, sedangkan nilai terendah diperoleh produk C (Cascade bouquet) dengan nilai validitas 73.3%. Hasil uji inderawi menunjukkan seluruh produk sangat layak dengan rata-rata nilai 95.5%, sedangkan hasil uji kesukaan menujukkan seluruh produk termasuk kategori sangat suka dengan rata-rata nilai 83.47%.
Komposisi Dodol Ganyong (Canna Edulis Ker), Tape Ketan Hitam, Sari Kedelai Ditinjau dari Uji Organoleptik Minantyo, Hari; Audrey, Kendrick; Yuwono, Victor Kurniawan
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.26631

Abstract

Komposisi Dodol  Ganyong (Canna Edulis Ker), Tape Ketan Hitam, Sari Kedelai Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dodol dari bahan dasar  ganyong, tape ketan hitam dan sari kedelai. Uji organoleptik dilakukan pada 90 orang panelis secara acak yang dibagi dalam tiga kali pengulangan dengan membagikan kuesioner dengan penilaian menggunakan skala likert. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai tekstur, aroma, warna dan rasa dari dodol. Hasil uji organoleptik dianalisis menggunakan software SPSS 22. Hasil rata-rata dari seluruh kualitas indrawi, dapat disimpulkan bahwa komposisi dodol dengan ganyong 100 gram paling disukai oleh panelis dengan nilai rata-rata total sebesar 3,46 atau netral agak suka. Tekstur tidak lengket, aroma dodol harum, warna dodol cokelat mengilap dan rasa dodol manis tidak asam.
Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Keterampilan Teknis Era Revolusi Industri 4.0 Anggoro, Ayub Budhi; Achmadi, Taofan Ali; Rohmantoro, Didik; Sari, Aritya Gusmala
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.28948

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 (ERI 4.0) telah berdampak pada pergeseran keterampilan teknis yang diperlukan oleh para pekerja. Mahasiswa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai calon pendidik dan tenaga kependidikan perlu dipersiapkan untuk memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan era tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengenai keterampilan teknis yang paling dibutuhkan dalam ERI 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 (lima) besar keterampilan teknis yang paling dibutuhkan oleh mahasiswa secara berturut-turut adalah keterampilan penerapan dan penggunaan teknologi; keterampilan memahami proses digitalisasi; keterampilan merancang; keterampilan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); serta keterampilan analisis dan pemrosesan data. Keterampilan-keterampilan teknis tersebut menunjukkan 5 (lima) besar yang paling dibutuhkan berdasarkan persepsi mahasiswa jurusan PKK, FT Unnes dengan persentase ³ 43 %. Skor mean hasil perhitungan menunjukkan ³ 5,16 yang berarti bahwa semua keterampilan teknis tersebut signifikan.
Motif Batik Belimbing: Kajian Sumber Ide dan Makna Simbolis Fauzia, Afifah Nur; Na'am, Muh Fakhrihun
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.21503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sejarah munculnya penciptaan motif Batik Belimbing khas Demak. 2) Mengkaji sumber ide dari motif Batik Belimbing khas Demak, dan 3) Mengetahui apa saja makna simbolis yang terkandung di dalam motif Batik Belimbing khas Demak. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi didukung pedoman berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sumber ide terciptanya motif Batik Belimbing khas Demak terinsiprasi dari kondisi alam daerah Demak, yakni buah belimbing dan sisik ikan. Batik Demak dikenal mempunyai motif-motif batik yang memvisualisasikan tentang keanekaragaman potensi alam terutama hasil bumi yang terdapat di Demak. 2) Sejarah munculnya motif Batik Belimbing khas Demak Motif batik Belimbing Demak dimulai sejak abad ke-6 silam. Pada saat itu kerajaan Islam pertama yang ada di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Fatah berada di Demak.  Makna simbolis yang terkandung dalam motif Batik Belimbing khas Demak adalah: (1) Jumlah sisi belimbing yang lima merupakan sebuah amalan yang dapat mengantarkan masyarakat Demak mencapa keselamatan dunia dan akhirat, yaitu menjalankan rukun Islam, dimana sholat lima waktu ada di dalamnya. (2) Motif glagahwangi bermakna bahwa sebagai manusia Demak harus terus memberikan manfaat dan berguna meskipun diremehkan dan dinafikan orang lain. (3) Motif Bintoro Aji berarti manusia harus berkerja keras. Bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Selain itu juga bersyukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki yang diberikan. 4) Motif Blimbing Jingga melambangkan kekuatan, kemauan, eksentrik, aktif, agresif, bersaing, memberikan pengaruh berkemauan keras dan penuh semangat. 5) Motif Sigaran Jambing Bledegg artinya memberi sebuah simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action).
Upaya Peningkatan Peilaku Hidup yang Bersih dan Sehat untuk Mewujudkan Santri Pesanten Tahfizh Daarul Qur`an Ungaran Peduli Sehat Astuti, Pudji; Paramita, Octavianti; Agustin, Eny Widhia; Nur Azizah, Syifa Nadia; Ramadhani, Poppy Sagita
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.26145

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting yang harus diusahakan. Kesehatan salah  satunya diwujudkan dengan perilaku hidup yang bersih dan sehat. . Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan kesehatan Masyarakat. Hidup yang sehat dan bersih misalnya dengan  menjaga pola makan yang seimbang, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Banyak sakit yang ditimbulkan karena tidak menjaga kebersihan. Pada masa sekarang ini telah terjadi pandemi Covid 19. Covid 19 telah memakan korban jiwa yang sangat banyak sekali diseluruh penjuru dunia, begitu pula di Indonesia. Penyebaran virus Corona disebarkan oleh droplet dari penderita kemudian sampai ke orang lain masuk melalui mulut, hidung dan mata, maka orang tersebut akan tertular. Sehingga penting sekali untuk berperilaku hidup yang bersih dan sehat.Demikian pula Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, dimana santrinya perupakan pemuda generasi bangsa. Santri tinggal diasrama sehingga harus memiliki kemampuan dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya mengkonsumsi makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhannya, memcuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. . Tugas utama santri adalah belajar, agar dapat belajar dengan baik maka badan harus sehat dan lingkungan diri dan sekitar dalam kondisi bersih. Santri adalah generasi muda bangsa. Bangsa Indonesia menanti karya-karya mereka untuk berkiprah dalam pembangunan, mensejahterakan Indonesia. Dengan demikian sangat penting diberikan pengetahuan dan ketrampilan  tentang perilaku hidup yang bersih dan sehat.Pandemi Covid 19 membawa dampak pada bidang pendidikan. kegiatan pendidikan dilakukan dengan jarak jauh sesuai surat edaran menteri pendidikan No 4Tahun 2020 tentang Pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (covid 19), tertanggal 24 Maret 2020. Hal ini menyebabkan pelaksanaan pengabdian tidak dapat bertatap muka dengan para santri.  Tim pengabdi memberikan tempat cuci tangan portable yang dilengkapi dengan langkah-langkah cuci tangan dengan baik dan benar. Pihak pesantren memberikan tanggapan positif, cuci tangan dengan baik dan benar merupakan hal yang vital dan harus dilakukan untuk menjaga kesehatan badan apalagi di masa pandemi covid 19. Tempat cuci tangan portable dengan dua sisi dan dilengkapi langkah-langkah mencuci tangan sangat membantu pihak pesantren dalam mentertibkan para santri untuk melakukan protokol kesehatan. Kedepannya setelah masa pandemi membaik dapat dilaksanakan kegiatan pengabdian kembali yang mendukung para santri dapat belajar lebih baik lagi.
Pengaruh Penggunaan Pati Garut (Maranta arundinacea) sebagai Bahan Lulur Tradisional terhadap Kehalusan dan Kecerahan pada Kulit Kering Syawaliyah, Salsa Ukhratus; Suryatna, Bambang Sugeng
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.24092

Abstract

Salah satu produk asli kosmetika Indonesia yaitu lulur tradisional. Bahan dasar dalam pembuatan lulur tradisional adalah tepung beras. Butiran pati garut lebih kecil daripada butiran tepung beras dengan kata lain pati garut lebih halus daripada tepung beras. Semakin halus atau semakin kecil butiran suatu bahan akan menyebabkan suspensi dari produk yang dihasilkan menjadi lebih homogen sehingga patut diduga lulur dari tepung pati garut berpotensi mempunyai manfaat lebih mampu menghaluskan dan mencerahkan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung beras dengan pati garut terhadap khasiat lulur menghaluskan dan mencerahkan kulit kering. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap I (pra penelitian) dan tahap II (penelitian). Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif persentase. Hasil penelitian ini adalah dari pemakaian ketiga jenis produk lulur menunjukkan responden yang menggunakan produk A3 memiliki pengaruh paling baik terhadap peningkatan kehalusan kulit dengan rata-rata persentase sebesar 54% serta pengaruh paling baik terhadap peningkatan kecerahan kulit dengan rata-rata persentase sebesar 12%  dengan kriteria cerah. Simpulan dari penelitian ini adalah subtitusi tepung beras dengan pati garut berpengaruh terhadap khasiat lulur menghaluskan dan mencerahkan kulit kering.
Pengaruh Teknik Pendinginan Pada Pembuatan Menchi Katsu Tahu Ikan Terhadap Daya Terima Konsumen Wirantomo, Dewo Pinta; Muhaenah, Yati Setiati; Mahdiyah, Mahdiyah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.23307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh subtitusi tahu putih pada pembuatan menchi katsu ikan terhadap daya terima konsumen berdasarkan aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pastry dan Bakery Program Studi Pendidkan Tata Boga Universitas Negeri Jakarta. Dengan waktu penelitian dimulai pada bulan Mei 2019 hingga Desember 2019. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel pada penelitian ini adalah menchi katsu tahu ikan dengan teknik pendinginan pada suhu ruang 30°C, suhu refigerator 8°C, dan suhu freezer -9°C kemudian diujikan kepada 30 panelis agak terlatih yang menilai keseluruh aspek. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Friedman dan uji Tuckey pada aspek warna, rasa, dan aroma menunjukan tidak adanya pengaruh teknik pendinginan menchi katsu tahu ikan. Sedangkan pasa aspek tekstur terdapat pengaruh. Kesimpulan hasil penilaian organoleptik secara umum bahwa menchi katsu tahu ikan dengan teknik pendinginan yang paling disukai oleh konsumen dari aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur terletak pada teknik pendinginan suhu freezer -9°C.
Aplikasi Teknik Slashquilt pada Busana Ready to Wear karimah, aliza ummu; Andarini, Asri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.24990

Abstract

Ruffels merupakan salah satu teknik manipulating fabric yang dibuat dari kain persegi yang dikerut sehingga menghasilkan visualisasi baru menjadi lebih pendek, bergelombang, dan bervolume. Pembuatan ruffles dapat dibuat dengan beberapa teknik berbeda sehingga menciptakan visualisasi yang berbeda pula. Dalam penggunaannya, ruffles dapat diaplikasikan pada busana pesta karena memberi kesan manis dan mewah pada penggunanya. Karena keunikan ruffles penulis terinspirasi untuk membuat busana pesta yang menerapkan tiga teknik ruffles sehingga menjadi sebuah kesatuan busana yang inovatif dan menarik. Tujuan perancangan produk busana ini adalah untuk mengembangkan keterampilan, memenuhi salah satu tugas mata kuliah kajian komperhensif tata busana dan juga memiliki pengalaman dalam menerapkan berbagai macam teknik dalam pembuatan ruffles pada busana pesta. Metode yang digunakan adalah project based learning. Manfaat dari penyusunan karya tulis ilmiah dan hasil penerapan diharapkan dapat memberi ide dan motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam menciptakan busana pesta yang berkarakter, indah, kreatif, dan inovatif.
Keutamaan Soft Skills Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Apriyani, Delta; Sudana, I Made; Krisnawati, Maria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.29117

Abstract

Soft skills memiliki peranan yang sangat penting untuk dapat menentukan tingkat kematangan seseorang terutama untuk siswa menengah kejuruan (SMK). Dunia Pendidikan saat ini tidak hanya mengutamakan keterampilan motorik saja akan tetapi keterampilan soft skills juga sangat dipertimbangkan untuk menentukan keberhasilan dari peserta didik. Keterampilan soft skills sangat dibutuhkan oleh peserta didik untuk dapat terjun di dunia usaha dan dunia industri, karena bagi kebanyakan DUDI keterampilan soft skills yang sangat diutamakan dalam mencari Sumber Daya Manusia. Banyak sekali keutamaan soft skill yang dimana sebagai salah satu syarat bagi peserta didik untuk bisa menjadi lulusan yang berkualitas dan sangat dibutuhkan oleh dunia kerja. Aspek-aspek yang terdapat dalam ilmu soft skills sangat dapat membantu peserta didik untuk bisa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sehingga dengan memiliki keterampilan soft skills yang baik dapat membantu peserta didik menjadi lulusan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Review ini berisi mengenai akan pentingnya keterampilan soft skill bagi peserta didik di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan agar dapat menjadi lulusan yang siap kerja sesuai dengan tujuan dari SMK itu sendiri, hal ini juga dapat membantu untuk mengurangi tingkat pengangguran dari lulusan SMK.
Pengaruh Substitusi Tepung Sorgum Putih pada Fig Bar terhadap Daya Terima Konsumen Riyanto, Wisnu; Alsuhendra, Alsuhendra; Mahdiyah, Mahdiyah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.23284

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung sorgum putih dengan persentase 50%, 60%, dan 70% pada pembuatan fig bar terhadap daya terima konsumen untuk aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian ini dilakukan pada di Laboratorium Pastry & Bakery UNJ dengan menggunakan metode eksperimen untuk menguji pengaruh substitusi tepung sorgum pada aspek-aspek organoleptik. Populasi pada penelitian ini adalah produk fig bar yang merupakan kue kering berlapis dengan isian pasta buah tin, sedangkan sampel penelitiannya adalah fig bar dengan substitusi tepung sorgum putih sebesar 50%, 60%, dan 70%. Uji hedonik dilakukan kepada 30 panelis agak terlatih yang merupakan mahasiswa aktif Program Studi Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa fig bar dengan substitusi tepung sorgum putih sebesar 50% merupakan produk yang paling disukai pada semua aspek yang diuji dengan rentang nilai dari 3,77 hingga 4,10 yang tergolong dalam ketegori suka. Hasil uji Friedman menyatakan terdapat pengaruh substitusi tepung sorgum putih pada aspek warna, aroma, rasa manis, tekstur dimulut dan kekerasan. Hasil uji Tuckey menunjukkan bahwa substitusi tepung sorgum putih pada fig bar dengan persentase 50% adalah yang paling disukai sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk camilan sehat yang kekinian.