cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Eksperimen Pembuatan Egg Drop Cookies Berbahan Dasar Tepung Pati Umbi Ganyong (Canna edulis Ker) Istiqomah, Annisa’ Nur; Setyaningsih, Dyah Nurani; Suryatna, Bambang Sugeng
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui adakah perbedaan kualitas egg drop cookies substitusi pati ganyong dengan perbandingan pati ganyong dan tepung maizena sebesar 50% : 50%, 70% : 30%, dan 90% : 10%, ditinjau dari indikator warna, rasa, aroma, dan tekstur; 2) mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap egg drop cookies hasil eksperimen ditinjau dari indikator warna, rasa, aroma, dan tekstur; dan 3) mengetahui kandungan protein dan serat egg drop cookies hasil eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah Desain Acak Lengkap. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penilaian uji inderawi, uji kesukaan, dan uji laboratorium. Analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis Varian Klasifikasi Tunggal (ANAVA) untuk uji inderawi yang dilanjutkan dengan uji Tukey, analisis deskriptif untuk uji kesukaan, dan analisis secara kimiawi untuk mengetahui kandungan protein dan serat pada egg drop cookies hasil eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) ada perbedaan kealitas inderawi egg drop cookies subtitusi tepung maizena dan tepung pati ganyong ditinjau dari indikator warna. Sedangkan pada indikator rasa, aroma, dan tekstur tidak ada perbedaan; 2) keseluruhan sampel egg drop cookies menunjukkan kriteria disukai oleh masyarakat; dan 3) kandungan protein pada sampel A1(0% TPG) yaitu sebanyak 9,13%, pada sampel A2(50% TPG) yaitu sebanyak 9,17%, pada sampel A3(70% TPG) yaitu sebanyak 10,19%, dan pada sampel A4(90% TPG) yaitu sebanyak 13,26%. Kandungan serat pada sampel A1(0% TPG) yaitu sebanyak 4,26%, pada sampel A2 (50% TPG) yaitu sebanyak 3,97%, pada sampel A3(70% TPG) yaitu sebanyak 4,35%, dan pada sampel A4(90% TPG) yaitu sebanyak 4,07%.
Masker Daun Kelor, Daun Salam, dan Tepung Garut untuk Mengurangi Jerawat pada Wajah Marwiyah, Marwiyah; Pertiwi, Megawati Kusuma
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19551

Abstract

Jerawat merupakan kelainan kulit yang merisaukan remaja dan orang dewasa karena dapat mengurangi kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan wajah seseorang. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatan wajah yang telah ditemukan sejak dahulu untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. Sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan produk kosmetik yang ada dipasaran karena lebih praktis, padahal produk yang dijual banyak mengandung bahan kimia. Berbagai bahan kimia yang melekat pada kulit wajah menjadi faktor utama iritasi pada wajah yang berjerawat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui validitas masker daun kelor, daun salam dan tepung garut untuk mengurangi jerawat pada kulit wajah. (2) Mengetahui kelayakan masker daun kelor, daun salam dan tepung garut layak untuk mengurangi jerawat pada kulit wajah.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian menggunakan one-grup pretest-postest desaign. Obyek penelitian adalah masker daun kelor, daun salam dan tepung garut. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi. Subjek penelitian adalah 6 orang yang memiliki jenis jerawat Acne juvenile dan jenis kulit berminyak. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase. Penelitian ini menggunakan 3 produk, yaitu produk A (1 gr daun kelor dan 1 gr daun salam), produk B (2 gr daun kelor dan 1 gr daun salam) dan produk C (3 gr daun kelor dan 1 gr daun salam).Hasil penelitian menunjukkan hasil uji inderawi dari produk C memiliki persentase paling tinggi pada kriteria warna dan aroma. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa produk C memiliki persentase tertinggi pada indikator warna, aroma dan tekstur. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa kondisi jerawat responden yang menggunakan produk C mengering. Kesan pemakaian dari responden menunjukkan hasil bahwa semua responden merasa nyaman menggunakan masker daun kelor, daun salam dan tepung garut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) masker daun kelor, daun salam dan tepung garut dinyatakan valid untuk mengurangi jerawat pada wajah. (2) Masker daun kelor, daun salam dan tepung garut layak untuk mengurangi jerawat pada wajah melalui uji inderawi, uji kesukaan dan uji klinis dengan produk C daripada produk A dan B. Saran dari penelitian ini adalah para responden lebih baik menjaga keadaan wajah dengan cara sering membersihkan wajah dan mengurangi makan makanan yang memicu timbulnya jerawat.
Efektivitas Modul Penataan Sanggul Modern dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK Tata Kecantikan Maharani, Nadia Ika; Marwiyah, Marwiyah; Widowati, Trisnani
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19545

Abstract

Modul Penataan Sanggul Modern diharapkan dapat memberikan pembaharuan dalam proses belajar yang lebih kreatif dan dapat menambah motivasi belajar siswa yang dapat mempengaruhi prestasi dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui validitas dan efektivitas dari modul penataan sanggul modern. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif presentase dengan desain penelitian one group pretest-posttest design, menggunakan populasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga Tata Kecantikan Rambut kelas XII yang mengikuti mata pelajaran Penataan Sanggul Modern dan Kreatif berjumlah 27 siswa, sampel yang digunakan sampling jenuh dengan jumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan hipotesis­. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul penataan sanggul dalam katagori baik serta dapat meningkatkan hasil belajar.
Kualitas Organoleptik Roti Manis Subtitusi Tepung Jagung Kuning Dengan Metode Penepungan Berbeda Rosidah, Rosidah; Agustina, Titin; Paramita, Octavianti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19552

Abstract

Pemanfaatan tepung dari bahan pangan lokal utamanya jagung kuning telah banyak diterapkan pada olahan makanan yang sebelumnya berbahan dasar tepung terigu, baik sebagai bahan subtitusi ataupun bahan baku produk. Namun demikian belum banyak dilakukan pada olahan jenis roti terutama pada roti manis. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda yaitu metode penepungan basah dan metode penepungan kering  yang disubtitusikan pada tepung terigu sebanyak 25 prosen dalam pembuatan roti manis. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas organoleptik roti manis subtitusi tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda dilihat dari aspek warna, tekstur, rasa, aroma dan bentuk.  Pengujian menggunakan  panelis tidak terlatih sejumlah 80 orang untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap roti manis  subtitusi tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda. Hasil penelitian secara umum menunjukkan penggunaan tepung jagung kuning dengan metode penepungan berbeda tidak berpengaruh terhadap kualitas roti manis .Masyarakat menyukai kedua  roti manis subtitusi tepung jagung kuning dengan metode berbeda untuk aspek rasa dan bentuk.roti manis subtitusi tepung jagung kuning baik dengan metode penepungan basah maupun kering , sedangkan untuk aspek warna dan aroma ,masyarakat lebih suka roti manis subtitusi tepung jagung kuning  metode penepungan kering ,untuk aspek tekstur masyarakat lebih suka roti manis subtitusi tepung jagung metode penepungan basah.
Kelayakan Bulu Mata Palsu Berbahan Dasar Limbah Sabut Kelapa untuk Tata Rias Koestanto, Arum Dwi; Ihsani, Ade Novi Nurul
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19548

Abstract

Kelayakan merupakan kepantasan suatu objek untuk dijadikan sesuatu yang memiliki daya jual, bulu mata palsu yang terbuat dari limbah sabut kelapa dipilih dan diolah agar sesuai dengan standar bulu mata palsu yang ada dipasaran. Hasil dari pembuatan produk bulu mata palsu berbahan dasar limbah sabut kelapa yaitu model bulu mata palsu volume tebal tidak rata dan bulu mata palsu volume tebal zig zag. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas produk bulu mata palsu dari limbah sabut kelapa dan untuk mengetahui kelayakan bulu mata palsu berbahan dasar limbah sabut kelapa dilihat dari segi indrawi dan kesukaan. Metode pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen. Desain penelitian menggunakan desain one-shot case study. Objek penelitian yaitu bulu mata palsu dari limbah sabut kelapa. Tempat penelitian dilaksanakan di Gedung E10 laboratorium pendidikan tata kecantikan. Penelitian ini berlangsung pada Januari-Juni 2018. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan instrumen. Analisis data menggunakan deskriptif presentase.Hasil penelitian berdasarkan analisis data uji indrawi bulu mata palsu volume tebal tidak rata 71,87% dan bulu mata palsu volume tebal zig zag70,31%. Hasil analisis data uji kesukaan yaitu 84,17% untuk bulu mata palsu volume tebal tidak rata dan 92,08% untuk bulu mata palsu volume tebal zig zag. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis data penelitian uji inderawi, bulu mata palsu volume tebal tidak rata memiliki nilai rata-rata presentase lebih tinggi dibandingkan dengan bulu mata palsu volume tebal zig zag, berdasarkan uji kesukaan bulu mata palsu volume tebal zig zag memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan bulu mata palsu volume tebal tidak rata, namun kedua model bulu mata palsu berbahan dasar limbah sabut kelapa dinyatakan layak dari segi inderawi dan segi kesukaan untuk digunakan.
Kualitas Bakso Daging Ayam Hasil Pemanfaatan Putih Telur Limbah Praktek Mata Kuliah Pastry dan Bakery sebagai Bahan Pengenyal Alami Ditinjau dari Aspek Inderawi Astuti, Romiyatun Mijiling
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19553

Abstract

Kegiatan praktek dilaboratorium Pastry Bakery banyak  menghasilkan limbah putih telur yang belum dimanfaatkan. Putih telur dapat digunakan sebagai bahan pengenyal alami dalam proses pembuatan bakso. Bakso adalah salah satu bentuk olahan makanan berbentuk bulat yang umum terbuat dari daging yang sudah dihaluskan kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain seperti tepung tapioka, putih telur, es batu, dan bumbu-bumbu (bawang putih, garam, dan merica). Berdasarkan alasan tersebut peneliti mengambil penelitian  “Kualitas Bakso Daging Ayam Hasil Pemanfaatan Putih Telur   Limbah Praktek Mata Kuliah Pastry dan Bakery Sebagai Bahan Pengenyal Alami  Ditinjau dari Aspek Inderawi”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan putih telur persentase 0%, 20%, 40%,dan 60% dari berat daging ditinjau dari aspek inderawi ( warna, aroma, rasa, dan tekstur) terhadap bakso  daging ayam. Objek dalam penelitian ini adalah bakso daging ayam dengan penambahan  putih persentase 0%, 20%, 40%,60% dari berat daging. Metode dan alat pengumpulan data penilaian subyektif dengan uji inderawi oleh panelis agak terlatih. Teknik analisis data yang digunakan adalah diskriptif persentase dan analisis varian dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjuk ada pengaruh penambahan putih telur dalam proses pembauatan bakso daging ayam terhadap warna, rasa, tekstur dan Tidak ada pengaruh terhadap aroma bakso hasil penelitian.
Pengaruh Teknik Perendaman pada Pembuatan Tepung Sorgum Merah (Bicolor L) Ditinjau dari Kualitas Butter Cookies Mustika, Ayu; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Paramita, Octavianti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19549

Abstract

Tujuan penelitian ini sebagai berikut; 1) Mengetahui ada tidaknya perbedaan kualitas butter cookies tepung sorgum merah dengan perendaman yang berbeda, 2 hari, 72 jam dan perkecambahan 48 jam, perebusan 20 menit dengan suhu 100 ºC, 2) Mengetahui tingkat kesukaan masyarakat, 3) Mengetahui kandungan serat dan tanin dari hasil penelitian. Variabel bebasnya adalah perendaman yang berbeda terhadap biji sorgum merah yaitu 2 hari, 72 jam lalu dikecambahkan selama 48 jam dan perebusan biji sorgum pada suhu 100 ºc selama 20 menit. Variabel terikat dalam penelitian adalah kualitas inderawi menggunakan uji skoring, tingkat kesukan masyarakat menggunakan uji organoleptik, dan zat gizi meliputi kandungan serat menggunakan gravimetri dan uji tanin menggunakan analisis goldbeater’s skin. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis klarivikasi tunggal dilanjutkan dengan uji tukey, sedangkan analisis kesukaan masyarakat menggunakan analisis deskriptif presentase. Simpulan penelitian antara lain; 1) Adanya perbedaan kualitas dari masing-masing eksperiman Butter Cookies pada indikator warna, rasa, aroma dan tekstur, 2) Kualitas terbaik dari produk eksperimen adalah sampel C, 3) Hasil kesukaan untuk sampel eksperimen pada indikator warna adalah sampel C, indikator rasa adalah C, indikator aroma adalah C dan indikator tekstur adalah C. 4) Kandungan gizi sampel eksperimen tertinggi terdapat pada sampel K dengan kandungan serat sebanyak 2,0 % per 100 g dan tanin terendah sebanyak 1,18 % per 100 g.
Meningkatkan Pemahaman Etiket Sehari- Hari melalui Pendidikan Bagi Pengurus dan Anggota PKK Kelurahan Sukorejo Kodya Semarang Kuswardinah, Asih; Setyaningsih, Dyah Nurani; Saptariana, Saptariana
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19554

Abstract

Tujuan kegiatan, untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan, cara mengantisipasi dan memberikan solusi hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan anak usia remaja sampai dewasa bagi keluarga anggota PKK di Kelurahan Sukorejo, khususnya yang memiliki putera- puteri usia sekolah sampai dewasa. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan, metode yang digunakan, ceramah, tanya jawab, demontrasi, diskusi. Jumlah peserta 29 orang terdiri dari pengurus dan anggota PKK kelurahan Sukorejo, kodya Semarang. Hasil menunjukkan, adanya peningkatan pemahaman etiket sehari, rata- rata sangat baik; Hal ini terlihat dari kegiatan diskusi aktif mereka, yang lebih lanjut, berharap ada penyuluhan lanjutan. Kesimpulan, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan: Meningkatkan Pemahaman Etiket Sehari- hari dan memiliki kontribusi yang tinggi bagi masyarakat setempat. Saran yang diberikan: Untuk ketua tim penggerak PKK Kelurahan Sukorejo: Mohon untuk terus meningatkan kinerja para penggerak PKK dimulai dari tingkat RW, karena mereka memiliki potensi yang tinggi untuk maju dan sebagai kader yang semangat dalam pemberdayaan anggota PKK untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan dan implementasi etiket bermasyarakat yang benar dan santun.
TEPUNG UBI JALAR (Ipomea batatas (L) : SEBAGAI BAHAN MAKANAN SUMBER SERAT PANGAN DAN PREBIOTIK PENCEGAH DIARE AKIBAT BAKTERI PATOGEN Putri, Meddiati Fajri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6426

Abstract

Potensi ubi jalar sebagai sumber serat pangan   perlu dipelajari lebih lanjut. Serat pangan larut seperti oligosakarida secara selektif digunakan sebagai substrat pertembuhan mikroba bermanfaat dalam kolon (Bouhnik dkk.,1999) atau prebiotik. Prebiotik adalah bahan makanan tidak tercerna yang mempunyai manfaat bagi tubuh dengan selektifitasnya dalam menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas dari  satu  atau  beberapa  spesies  bakteri  yang  berada  dalam  kolon  dan  bakteri tersebut  berada  untuk  meningkatkan  kesehatan  tubuh  (Gibson  dan  Ruberfroid,1995).. Selain dapat meningkatkan populasi bakteri yang bermanfaat, prebiotik juga bermanfaat   untuk   memperbaiki   fungsi   usus   selama   fermentasi.   Berdasarkanpenelitian terdahulu, diketahui bahwa ekstrak kasar serat pangan ubi jalar dapatmeningkatkan  populasi  L. acidophplus  dan  dapat mencegah  diare akibat bakteri patogen (Ira budi astuti, 2005).
Perbaikan Kualitas Fisio - Kimia Tepung Kimpul (Xanthosoma Sagittifolium) dengan Metode Penepungan yang Berbeda Paramita, Octavianti; Ambarsari, Ambarsari
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15369

Abstract

Kimpul termasuk salah satu komoditi sumber karbohidrat yang sampai sekarang kurang mendapat perhatian baik pembudidayaan secara ekstensif maupun secara intensif apalagi proses pengolahan tepungnya. Tepung kimpul merupakan produk olahan dari umbi kimpul yang mengalami proses pengeringan, penghalusan, dan pengayakan. Tepung kimpul mengandung karbohidrat, protein, lemak yang baik. Permasalahan yang terjadi ketika tepung kimpul ini akan dikonsumsi yaitu adanya rasa gatal yang disebabkan adanya senyawa kalsium oksalat. Metode pembuatan tepung kimpul bisa dilakukan dengan beragam metode yang akan menyebabkan perbedaan kualitas fisio-kimia dan fungsional tepung yang dihasilkan. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka pengaruh proses pada kualitas fisio-kimia tepung perlu diketahui. Penelitian ini mempunyai tujuan jangka panjang yaitu mempelajari kualitas fisio-kimia tepung kimpul yang dihasilkan dari beberapa metode penepungan. Perbaikan kualitas tepung kimpul penting untuk dilakukan agar penggunaannya sebagai bahan baku dalam pengolahan pangan menjadi lebih luas. Melalui perbaikan metode ini diharapkan dapat diperoleh tepung kimpul dengan karakteristik yang diinginkan dan dapat diaplikasikan dalam pengembangan berbagai produk berbasis karbohidrat tinggi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada hasil kandungan protein tertinggi pada sampel K1 ( tepung kimpul dengan metode pembuatan disawut lalu dioven ). Sedangkan pada kandungan lemak paling rendah pada sampel K3 ( tepung kimpul dengan metode pembuatan disawut, dikukus lalu dioven ). Pada kandungan karbohidrat dan serat sampel yang mempunyai kandungan tertinggi pada sampel K3 ( tepung kimpul dengan metode pembuatan disawut, dikukus lalu dioven ).

Page 8 of 37 | Total Record : 364