cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD)
ISSN : 23381140     EISSN : 25273043     DOI : -
Core Subject : Education,
JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar) is a journal of Elementary School Teacher Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Malang. The scope of its journal is an elementary school, education, innovation of learning, learning methods and media, learning innovation, and learning management. This journal will be published twice in a year in April and September.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
How To Teach Deaf Students In Elementary Schools? Otang Kurniaman; Eka Fauziah; Eddy Noviana
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.14969

Abstract

Deafness is a hearing loss that is different from other normal students so that a teacher must be able to provide optimal learning so that the purpose of this study provides an overview of the learning done by the teacher in teaching students. The use of this research method is a qualitative method using observation and interview instruments. Technical analysis of data 1) Reducing data means making a summary, choosing the main things, focusing on important things, looking for themes and patterns, discarding what is considered unnecessary. 2) Presentation of data is directed so that the results of the reduction data are organized, arranged in a relationship pattern so that it is more easily understood 3) The initial conclusions put forward by researchers are still temporary and will change if strong evidence is found that supports the next stage of data collection. The results of this study illustrate that learning for students with disabilities should pay more attention by giving views and touches so that they know that the teacher invites them to communicate that has a facial expression. Not too many methods are used in teaching but the approach is done by solving problems and providing concrete examples by maximizing voices and facial expressions in a voice in order to train the hearing of deaf students.
Persepsi Mahasiswa dalam Penggunaan Ragam Platform Pembelajaran Daring Sucahyo Mas'an Al Wahid; Dedi Kusnadi; Frendy Aru Fantiro
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 8 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v8i2.15030

Abstract

Koneksi internet dan jaringan menjadi kebutuhan pada era globalisasi saat ini, apalagi dihadapkan situasi permasalahan pada kondisi covid-19. Bukan hanya perekonomian yang berdampak seperti pada pemberitaan yang ada, akan tetapi sistem pembelajaran pun ikut beradaptasi. Seperti sistem perkuliahan mode daring yang dapat mengoptimalkan interaksi antara dosen dan mahasiswa melalui forum diskusi yang terdapat pada platform yang digunakan. Tujuan penelitian mengenal persepsi mahasiswa dalam pemanfaatan berbagai macam moda platform pembelajaran daring. Jenis penelitian survey berupa angket, uji validitas oleh ahli bahasa dan ahli konten platform yang pernah terlibat melaksanakan pembelajaran daring, kemudian dilakukan paparan analisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa, kesiapan pengisian angket oleh mahasiswa 45 dari 100, presentasi pengetahuan tentang platform 95% menguasai secara otodidak. persepsi terkait platform chatting room familiar namun kurang dalam keefektifan pemberian materi, persepsi terhadap platform virtual class fitur sesuai tetapi berbasis sinkronus, persepsi pemberian platform video conference kelayakan pembelajaran daring memuaskan jika jaringan stabil
Peningkatan Minat Belajar Siswa Tunagrahita Menggunakan Model STAD Berbantuan Puzzle di Kelas 1 Sekolah Dasar Nia Dwi Mawanti; Yus Mochammad Cholily
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.15182

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa tunagrahita kelas 1 SD melalui strategi pembelajaran kooperatif gaya STAD berbantuan puzzle. Subjek penelitian ini adalah Mudayaroh, S. Pd selaku wali kelas 1 SD Islam Plus Al-Mudhofar dan Novia Fitri Iman Sari S. Pd selaku guru pendamping khusus yang bertindak sebagai subjek yang memberikan tindakan, Kepala SD Islam Plus Al-Mudhofar sebagai subjek yang membantu dalam pengumpulan data, sedangkan siswa kelas 1 tunagrahita SD Islam Plus Al-Mudhofar Tahun Ajaran 2020/ 2021 yang berjumlah 2 siswa perempuan sebagai subjek peneliti yang menerima tindakan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada siklus II, persentase nilai DS adalah:  82% untuk persentase menyebutkan angka, 82% untuk persentase menyamakan angka ,84% untuk persentase menambahkan angka, dan 87% untuk pesentase mengurangi angka. Sedangkan SH memperoleh persentase nilai 75% untuk menyebutkan angka, 75% untuk menyamakan angka, 78% untuk menambahkan angka, dan 74% untuk mengurangi angka, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif gaya STAD dengan menggunakan media puzzle bilangan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan minat belajar siswa SD tunagrahita kelas I.
Penerapan Literasi Sains di Kelas IV Sekolah Dasar Falistya Roisatul Mar'atin Nuro; Beti Istanti Suwandayani; Intan Nurul Majid
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 8 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v8i2.15189

Abstract

Hasil PISA tahun 2018 telah diumumkan oleh  The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pengukuran PISA dilakukan di Indonesia dengan melibatkan 12.098 peserta didik yang tersebar di 399 sekolah. Data tersebut menunjukkan tingkat literasi peserta didik masih rendah. Literasi yang rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas negara yaitu jumlah output yang dihasilkan dalam suatu periode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi literasi sains kelas IV sekolah dasar, (2) faktor pendukung dalam pelaksanaan literasi sains kelas IV di sekolah dasar, dan (3) faktor penghambat dalam pelaksanaan literasi sains kelas di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terlaksananya literasi sains di kelas IV, (2) faktor pendukung dalam gerakan literasi sains yaitu SDM (guru kelas, orang tua peserta didik, kepala sekolah, dan warga sekolah) dan fasilitas yang tersedia di sekolah (perputakaan sekolah, referensi buku bacaan di sekolah, dan pojok baca), dan (3) faktor penghambat dalam gerakan literasi sains yaitu kurangnya dukungan beberapa orang tua peserta didik dan kurangnya minat baca peserta didikHasil PISA tahun 2018 telah diumumkan oleh  The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pengukuran PISA dilakukan di Indonesia dengan melibatkan 12.098 peserta didik yang tersebar di 399 sekolah. Data tersebut menunjukkan tingkat literasi peserta didik masih rendah. Literasi yang rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas negara yaitu jumlah output yang dihasilkan dalam suatu periode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi literasi sains kelas IV sekolah dasar, (2) faktor pendukung dalam pelaksanaan literasi sains kelas IV di sekolah dasar, dan (3) faktor penghambat dalam pelaksanaan literasi sains kelas di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terlaksananya literasi sains di kelas IV, (2) faktor pendukung dalam gerakan literasi sains yaitu SDM (guru kelas, orang tua peserta didik, kepala sekolah, dan warga sekolah) dan fasilitas yang tersedia di sekolah (perputakaan sekolah, referensi buku bacaan di sekolah, dan pojok baca), dan (3) faktor penghambat dalam gerakan literasi sains yaitu kurangnya dukungan beberapa orang tua peserta didik dan kurangnya minat baca peserta didik
Analisis Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Daring Menggunakan Ms. Teams pada Masa Pandemi Covid-19 Kunti Dian Ayu Afiani; Meirza Nanda Faradita
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i1.15971

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran daring menggunakan Ms. Teams pada masa pandemic covid-19 pada kelas IV SD Muhammadiyah 26 Surabaya. Metode yang digunakan peneliti berupa metode penelitian kualitatif deskripstif sebab penjabarannya tidak menggunakan angka, statistik melainkan dijabarkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan observasi, angket terbuka, wawancara dan dokumentasi. Indikator yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan Ms. Teams yaitu (1) memperhatikan materi selama pembelajaran daring berlangsung, (2) mendengarkan guru saat pembelajaran daring berlangsung, (3) aktif bertanya pada  saat  pembelajaran  daring, (4) disiplin menyalin materi yang diberikan guru pada pembelajaran daring, (5) kreatif menanggapi penjelasan guru disaat pembelajaran daring, dan (6) bersemangat mengikuti pembelajaran daring dari awal sampai akhir pelajaran. Hasil  penelitian  aktivitas siswa selama pembelajaran daring menggunakan Ms. Teams pada masa pandemic covid-19 (1) siswa memperhatikan materi selama pembelajaran daring berlangsung, (2) siswa kurang yang tidak mendengarkan guru saat pembelajaran daring berlangsung, (3) siswa kurang bertanya pada  saat  pembelajaran  daring, (4) siswa menyalin materi yang diberikan guru pada pembelajaran daring, (5) siswa kurang kreatif menanggapi penjelasan guru disaat pembelajaran daring, dan (6) siswa bersemangat mengikuti pembelajaran daring dari awal sampai akhir pelajaran disertai kehadiran tepat waktu. Beberapa faktor kendala saat pembelajaran daring yaitu: (1) kurangnya kesadaran para orat tua atau wali siswa bahwa pembelajaran daring sangat penting, (2) keterbatasan fasilitas yang dimilik siswa, (3) kondisi jaringan yang tidak stabil.
PENINGKATAN PERAN PENJAMINAN MUTU SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD MUHAMMADIYAH 9 “PANGLIMA SUDIRMAN” MALANG Sony Darmawan
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 6 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v6i1.5898

Abstract

Dalam rangka melaksanakan standar penilaian di SD Muhammadiyah 9 “Panglima Sudirman” Malang, artikel ini akan mendeskripsikan mengenai implementasi penjaminan mutu soal untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Deskripsi implementasi ini sangat berguna untuk menentukan langkah atau kebijakan terkait dengan standar penilaian, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar para siswa di SD Muhammadiyah 9 “Panglima Sudirman” Malang.
PENGEMBANGAN MODUL TEMATIK BERBASIS STM (SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT) Arnelia Dwi Yasa
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 6 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v6i1.5899

Abstract

Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, sehingga peserta didik dapat belajar mandiri. Modul dalam pembelajaran hendaknya disesuaikan sains, teknologi dan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengembangkan modul suplemen dalam pembelajaran berupa modul tematik berbasis STM (sains, teknologi dan masyarakat) yang valid dan menarik. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data, menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan valid dan menarik untuk digunakan dalam pembelajaran.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PRAKTIKUM IPA MATERI BAGIAN-BAGIAN BUNGA DAN BIJI PADA MAHASISWA PGSD STKIP MUHAMMADIYAH BANGKA BELITUNG Yuanita Yuanita
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 6 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v6i1.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keterampilan proses sains mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung pada praktikum I PA materi bagian bunga dan biji dan analisis kesulitan keterampilan proses sains pada praktikum IPA. Sampel yang digunakan yaitu mahasiswa prodi PGSD yang terdiri dari 42 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpul data terdiri dari lembar observasi, LKS dan wawancara. Dari hasil analisis data diketahui bahwa keterampilan proses sains mahasiswa prodi PGSD pada keterampilan proses sains tergolong tinggi dimana hasil menunjukkan keterampilan menggunakan alat dan bahan dengan nilai rata-rata 76,4 kategori sedang, keterampilan mengamati dan mengobservasi dengan nilai rata-rata 81,4 kategori tinggi, kemampuan mengelompokkan/klasifikasi dengan nilai rata-rata 82,1 kategori kategori tinggi dan kemampuan mengkomunikasikan dengan nilai rata-rata 82,8 kategori tinggi. Dari hasil wawancara kesulitan mahasiswa PGSD pada Keterampilan Proses Sains saat praktikum IPA yaitu latar belakang bidang ilmu Sosial saat masih di Sekolah Menengah Atas sehingga tidak terbiasa dalam keterampilan Proses Sains terutama keterampilan Proses Sa ins penggunaan alat dan bahan
SELF ESTEEM PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR UNTUK PENCEGAHAN KASUS BULLYING Dian Fitri Nur Aini
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 6 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v6i1.5901

Abstract

Usia sekolah dasar merupakan fase perkembangan awal untuk memasuki dunia pendidikan formal. Pada fase usia tersebut anak mengalami transformasi dari mengenal beberapa individu dan lingkungan menuju lingkungan yang memiliki anggota yang lebih kompleks yaitu lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah memiliki beberapa permasalahan yang umumnya terjadi. Bullying adalah salah satu permasalahan yang terjadi pada anak di lingkungan sekolah. Dampak yang ditimbulkan dari bullying dapat mempengaruhi seluruh aspek dalam diri anak baik fisik maupun psikologis. Kasus bullying dapat ditangani dengan menggunakan beberapa metode yang disesuaikan dengan konten permasalahannya. Optimalisasi self esteem merupakan salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mencegah kasus bullying pada anak usia sekolah dasar. Self esteem needs merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan anak. Kebutuhan penghargaan diri yang baik terhadap diri anak dapat meningkatkan kepercayaan dirinya. Dukungan dan keterlibatan lingkungan keluarga dan sekolah sangat dibutuhkan untuk mencapai kebutuhan self esteem. Koordinasi yang baik dari lingkungan keluarga dan sekolah untuk mendukung peningkatan self esteem dapat menciptakan anak dengan konsep diri yang baik sehingga dapat mengatasi berbagai masalah bullying yang berasal dari lingkungannya
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL KABUPATEN TULUNGAGUNG UNTUK KELAS V SD TEMA BANGGA SEBAGAI BANGSA INDONESIA Tyas Deviana
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 6 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v6i1.5902

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran tematik di SD merupakan hal yang baru. Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran tematik salah satunya diterbitkan buku teks oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang disusun dan digunakan secara nasional, sehingga kurang mengapresiasi kearifan budaya lokal daerah siswa. Pada dasarnya pembelajaran tematik bertujuan untuk mengenalkan siswa pada lingkungan yang terdekat dengan siswa. Modul merupakan salah satu jenis dari bahan ajar cetak. Perbedaan modul dengan ba han ajar cetak yang lain yaitu pada modul siswa dapat belajar secara mandiri dan memuat konsep bahan pengajaran yang dapat dipelajari sendiri oleh siswa (self instruction), dengan begitu siswa akan aktif belajar (active learning). Analisis kebutuhan pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Kabupaten Tulungagung ini meliputi analisis kurikulum, analisis siswa, serta analisis kondisi lapangan. Berbagai analisis dilakukan untuk mengetahui kebutuhan perlu dikembangannya modul pembelajaran berabsis kearifan lokal yang menyeluruh sesuai dengan kondisi siswa, kurikulum, serta kondisi di lapangan. Analisis kebutuhan yang menyeluruh dan akurat diharapkan dapat dikembangkan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Kabupaten Tulungaung yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.