Dedi Kusnadi
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V-B SDN 045 TARAKAN Alamsyah, Samsuri; Annisa, Muhsinah; Kusnadi, Dedi
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.738 KB) | DOI: 10.24929/lensa.v8i1.29

Abstract

The purpose of this research is to improve science learning outcomes by applying science process skill approach to students of grade V-B SDN 045 Tarakan. The type of research used is Classroom Action Research (PTK). The subjects were 31 students, male students were 16 students and 15 students. This study was conducted in two cycles each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. Data obtained in this study include observation sheet of teacher activity, student activity, cognitive and psychomotor research. The results of research by applying science process skill approach can improve science learning outcomes in students of grade V-B SDN 045 Tarakan. In cycle I completeness of learning result of cognitive aspect 54,839% to 90,322% in cycle II, psychomotor aspect of cycle I is 64,516% to 100% in cycle. So it can be concluded that the research has been successful and in accordance with success indicators.
PENERAPAN TEORI VAN HIELE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SDN 045 TARAKAN Kusnadi, Dedi; Nanna, A. Wilda Indra
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.839 KB) | DOI: 10.35334/edu.v5i2.999

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas II SDN 045 dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh siswa melalui penerapan teori Van Hiele pada pembelajaran matematika. Kegiatan pembelajaran mengikuti fase-fase pembelajaran geometri menurut teori Van Hiele. Hasil penelitian diketahui bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I sebanyak 10 siswa yang tuntas dengan persentase 37,04%, sedangkan pada siklus II sebanyak 24 siswa yang tuntas dengan persentase 88,89%. Terjadinya peningkatan hasil belajar siswa disebabkan karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa seperti siswa sudah memahami unsur-unsur bangun datar dan bahkan mampu menggambar bangun datar (geometri). Maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan teori Van Hiele dapat memberikan pengalaman awal bagi siswa dalam memahami geometri. Selain itu, Hasil tanggapan siswa terhadap penerapan teori Van Hiele pada pembelajaran geometri di SDN 045 Tarakan, bahwa siswa dengan mudah memahami materi yang diajarkan, siswa merasakan perbedaan belajar melalui teori Van Hiele dengan belajar seperti biasa, siswa lebih mudah mengingat belajar matematika, siswa sangat aktif, termotivasi, tidak bosan, dan teori Van Hiele sangat bermanfaat untuk belajar matematika. Hasil penelitian ini, dijadikan sebagai acuan penelitian selanjutnya yaitu peningkatan pembelajaran geometri dari tahap? visualisasi ke tahap analitik pada teori Van Hiele, sehingga hasil belajar siswa akan terus meningkat dari satu tahap ke tahap yang lainnya.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN TES, KONSTRUKSI DAN ANALISIS BUTIR SOAL DI WILAYAH 2T Annisa, Muhsinah; Nanna, Andi Wilda Indra; Sofyan, Ahsan; Kusnadi, Dedi
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.468 KB) | DOI: 10.24929/lensa.v9i2.63

Abstract

Guru profesional harus memiliki 4 kompetensi, salah satunya yaitu  kompetensi pedagogik, dalam kompetensi pedagogik, salah satu aspek yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu dalam melakukan penilaian dan evaluasi. Hal ini mengacu pada Permendikbud No. 66 tahun 2013 bahwa penilaian yang dibuat harus berdasarkan acuan penilaian bagi pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Berdasarkan wawancara dengan guru-guru di SDN 004 Malinau Barat,  terdapat permasalahan dalam pembuatan soal. guru belum mengikuti kaidah penulisan soal, hal itu menyebabkan hasil belajar siswa belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Pelatihan Pengabdian Masyarakat menggunakan metode ceramah, penugasan dan diskusi serta pendampingan pembuatan kisi-kisi soal dan penyusunan soal. Langkah-langkah kegiatan yaitu dengan pelatihan berupa teori, penugasan secara mandiri dan diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Malinau. Data angket yang diberikan kepada peserta menunjukkan bahwa 58,3% merupakan hal yang baru, 75 % pelatihan ini sangat membantu dalam pelaksanaan tugas, 100% peserta memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan dan pelatihan sangat efektif. 91,3% mengatakan waktu seimbang dengan materi dan, dan 100% menyatakan perlu ada pelatihan lanjutan. 
Persepsi Mahasiswa dalam Penggunaan Ragam Platform Pembelajaran Daring Sucahyo Mas'an Al Wahid; Dedi Kusnadi; Frendy Aru Fantiro
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 8 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v8i2.15030

Abstract

Koneksi internet dan jaringan menjadi kebutuhan pada era globalisasi saat ini, apalagi dihadapkan situasi permasalahan pada kondisi covid-19. Bukan hanya perekonomian yang berdampak seperti pada pemberitaan yang ada, akan tetapi sistem pembelajaran pun ikut beradaptasi. Seperti sistem perkuliahan mode daring yang dapat mengoptimalkan interaksi antara dosen dan mahasiswa melalui forum diskusi yang terdapat pada platform yang digunakan. Tujuan penelitian mengenal persepsi mahasiswa dalam pemanfaatan berbagai macam moda platform pembelajaran daring. Jenis penelitian survey berupa angket, uji validitas oleh ahli bahasa dan ahli konten platform yang pernah terlibat melaksanakan pembelajaran daring, kemudian dilakukan paparan analisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa, kesiapan pengisian angket oleh mahasiswa 45 dari 100, presentasi pengetahuan tentang platform 95% menguasai secara otodidak. persepsi terkait platform chatting room familiar namun kurang dalam keefektifan pemberian materi, persepsi terhadap platform virtual class fitur sesuai tetapi berbasis sinkronus, persepsi pemberian platform video conference kelayakan pembelajaran daring memuaskan jika jaringan stabil
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMA NEGERI 1 MAKASSAR Dedi Kusnadi; Suradi Tahmir; Ilham Minggi
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2014): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.515 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2014v2n1a9

Abstract

>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika di SMA Negeri 1 Makassar yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru matematika yang mengajar di kelas X  sebanyak 3 guru yang terbagi dalam 2 guru yang sudah mengikuti pelatihan dan 1 guru yang belum mengikuti pelatihan Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan Pembelajaran Matematika oleh guru berdasarkan Kurikulum 2013 pada subjek NH dan ML  yang sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 berada pada kategori baik, begitu juga dengan subjek MB yang belum mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 berada pada kategori baik. Pelaksanaan Pembelajaran Matematika oleh guru berdasarkan Kurikulum 2013 pada subjek yang sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 berada pada kategori yang berbeda, subjek NH berada pada kategori baik, sedangkan subjek ML berada pada kategori cukup baik. Selanjutnya subjek MB yang belum mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 berada pada kategori cukup baik. Penilaian Pembelajaran Matematika oleh guru berdasarkan Kurikulum 2013 pada subjek NH dan ML yang sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 berada pada kategori baik, sedangkan subjek MB yang belum mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 berada pada kategori kurang baik.
PENERAPAN TEORI VAN HIELE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SDN 045 TARAKAN Dedi Kusnadi; A. Wilda Indra Nanna
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v5i2.999

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas II SDN 045 dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh siswa melalui penerapan teori Van Hiele pada pembelajaran matematika. Kegiatan pembelajaran mengikuti fase-fase pembelajaran geometri menurut teori Van Hiele. Hasil penelitian diketahui bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I sebanyak 10 siswa yang tuntas dengan persentase 37,04%, sedangkan pada siklus II sebanyak 24 siswa yang tuntas dengan persentase 88,89%. Terjadinya peningkatan hasil belajar siswa disebabkan karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa seperti siswa sudah memahami unsur-unsur bangun datar dan bahkan mampu menggambar bangun datar (geometri). Maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan teori Van Hiele dapat memberikan pengalaman awal bagi siswa dalam memahami geometri. Selain itu, Hasil tanggapan siswa terhadap penerapan teori Van Hiele pada pembelajaran geometri di SDN 045 Tarakan, bahwa siswa dengan mudah memahami materi yang diajarkan, siswa merasakan perbedaan belajar melalui teori Van Hiele dengan belajar seperti biasa, siswa lebih mudah mengingat belajar matematika, siswa sangat aktif, termotivasi, tidak bosan, dan teori Van Hiele sangat bermanfaat untuk belajar matematika. Hasil penelitian ini, dijadikan sebagai acuan penelitian selanjutnya yaitu peningkatan pembelajaran geometri dari tahap  visualisasi ke tahap analitik pada teori Van Hiele, sehingga hasil belajar siswa akan terus meningkat dari satu tahap ke tahap yang lainnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 006 TARAKAN Dedi Kusnadi; Linda Kusumawati
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i1.1379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas V SDN 006 Tarakan. Model pembelajaran kooperatif tipe NHT, siswa bertanggung jawab pada tugas yang diberikan oleh guru. karena didalam pembelajaran kooperatif tipe NHT siswa dibentuk kelompok dan diberi nomor yang berbeda pada setiap anggotanya. Siswa diarahkan untuk menyelesaikan soal yang sesuai dengan nomor anggota. Akan tetapi, pada umumnya siswa harus mampu menyelesaikan semua soal yang diberikan oleh guru. jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus, dimana setiap siklus meliputi tiga tahap yaitu perencanaan, tindakan disertai pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan wawancara dan data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami kenaikan/peningkatan. terlihat perbandingan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I hanya 53,33% atau 16 siswa yang tuntas, pada siklus II meningkat menjadi 63,33% atau 19 siswa yang tuntas, dan pada siklus III meningkat lagi menjadi 86,67% atau 26 siswa yang tuntas. Terjadinya kenaikan/peningkatan hasil belajar siswa dikarenakan adanya suatu perubahan yang dialami oleh siswa seperti siswa telah memahami operasi hitung pecahan dengan baik, siswa sudah terbiasa belajar secara kelompok, rata-rata siswa mengajukan pertanyaan dan bahkan menjawab pertanyaan baik dari guru maupun pertanyaan yang ajukan oleh kelompok. Siswa lebih berani untuk mempersentasikan hasil diskusi di depan kelas
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MEMBELAJARKAN MATEMATIKA SEBAGAI BENTUK PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK Muh. Fitrah; Dedi Kusnadi
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.007 KB) | DOI: 10.36987/jes.v9i1.2550

Abstract

Tujuan utama penelitian ini ialah mengeksplorasi beberapa hasil penelitian relevan dalam konsep pengintegrasian nilai-nilai islam dalam membelajarkan matematika sebagai bentuk penguatan karakter peserta didik. Metode penelitian ini ialah menggunakan studi kepusatakaan dengan rujukan dasar ialah Al-Qur’an, hadis, dan hasil penelitian terbaru (update) 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru harus menumbuhkan kembangkan dan mengintrepretasikan skill yang dimiliki untuk mengintegrasikan nilai ke-Islam-an yang berkaitan erat dengan matematika. Sehingga outpot dapat mengantarkan peserta didik menjadi insan yang berkemajuan dan berkarakter. Ditinjau dari pembelajaran matematika, bahwa mengintegrasikan nilai-nilai ke-Islam-an ialah memadukan antara nilai-nilai Islam dengan pembelajaran matematika yang tentu pada akhirnya diantara perpaduan itu akan menjadi satu kesatuan yang relevan. Terdapat beberapa konsep matematika dalam Al-Qur’an yang dapat diintegrasika, seperti: penjumlahan, perkalian, garis dan sudut, himpunan, bilangan, pengukuran, dan barisan dan deret aritmetika, dan lainnya. Disamping itu, terdapat beberapa langkah strategi pembelajaran yang dikaitkan dengan pengintegrasian nilai-nilai Islam, seperti; selalu menyebut nama Allah SWT, menyisipkan ayat atau hadits yang relevan, penelusuran sejarah, dan simbol ayat-ayat alam semesta. Tentu dari beberapa strategi tersebut memberikan efek positif pembelajaran matematika guna menumbuh kembangkan sikap jujur, sikap konsisten dan sistematis terhadap aturan, sikap adil, sikap tanggung jawab, dan sikap percaya diri.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY (AR) BERBASIS ANDROID PADA SISWA KELAS III SDN 015 TARAKAN Fitriani Eka Saputri; Muhsinah Annisa; Dedi Kusnandi
Widyagogik Vol 6, No 1 (2018): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.95 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v6i1.4562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Pembelajaran IPA Menggunakan Teknologi Augmented Reality (AR) Berbasis Android Untuk Siswa Kelas III SDN 015 Tarakan dan untuk mengetahui karakteristik Media Pembelajaran IPA Menggunakan Teknologi Augmented Reality (AR) Berbasis Android. Jenis penelitian ini adalah Reseach and Development (RD) dengan mengacu pada model pengembangan Sutopo (2003). Pelaksanaan penelitian terdapat lima tahap yaitu : 1) Concept, (Konsep), 2) Design (Perancangan), 3) Material collecting (pengumpulan bahan), 4) Assembly (pembuatan), 5) Testing (pengujian). Media ini akan divalidasi oleh 3 orang validator yaitu validator ahli media, validator ahli materi dan ahli praktisi. Uji coba produk untuk mengetahui respon siswa dilakukan di SDN 015 Tarakan pada kelas III sebanyak 28 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Media Pembelajaran IPA Menggunakan Augmented Reality (AR) Berbasis Android Untuk Siswa SDN 015 Tarakan Kelas III sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Self-confidence attitude of novice primary teachers reflection on teaching mathematics Enditiyas Pratiwi; A.Wilda Indra Nanna; Dedi Kusnadi; Irianto Aras; Dian Kurniati; Percy Sepeng
Jurnal Elemen Vol 8, No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v8i1.4022

Abstract

The teacher’s attitude towards mathematics teaching is seen as an essential factor in forming students’ attitudes towards mathematics. However, no one has extensively described the reflection of teachers’ self-confidence in teaching mathematics, especially for novice primary teachers. Therefore, the purpose of this study sought to describe a reflection of the self-confidence attitude of novice primary teachers in teaching mathematics. A questionnaire based on novice primary teachers’ teaching experience was administered to a total of 28 novice primary teachers (N = 22 males, N = 6 females) conveniently selected to participate in the study reported in this article. The semi-structured interviews data explored novice primary teachers’ reflections on the given questionnaire scale items. The qualitative data obtained from semi-structured interviews informed the quantitative information extracted from the questionnaires. The results showed that the reflection of the self-confidence attitude of novice primary teachers in low, moderate, and high participants on the scale of confidence in teaching mathematics raises three essential findings, specifically (1) ability on content knowledge, (2) ability to explain, and (3) ability in classroom management. The resulting reflection in low, moderate, and high participants on the scale was an attitude toward success in teaching mathematics, namely, the appraisal of others, and on the scale, the usefulness of mathematics teaching, namely the ability to understand the usefulness of mathematics.