Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Articles
460 Documents
Kebersyukuran: Studi Komparasi Perspektif Psikologi Barat dan Islam
Nadhila Safitri;
Alddino Gusta Rachmadi;
Talitha Quratu Aini
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 24 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasikan perbedaan konsep kebersyukuran dari perspektif psikologi barat dengan perspektif Islam. Komparasi yang dilakukan terhadap kedua konsep ini merupakan usaha untuk mengembangkan kajian Psikologi Islam. Pengkajian perspektif Psikologi Barat menggunakan konsep dari McCullough dan Emmons, sementara syukur dari perspektif Islam menggunakan konsep dari Al-Ghazali, Ibn Qayyim al-Jauziyah, dan Ibn al-Jauzy. Hasil komparasi literatur menemukan persamaan makna kedua konsep yang mengungkapkan nikmat dan kebaikan yang diperoleh serta mengungkapkan terima kasih. Perbedaan utama terletak pada objek syukur pada konsep Islam tidak hanya pada hal-hal baik, namun juga hal-hal yang tidak disukai sebagai tanda kasih sayang Allah. Hasil temuan, kelebihan, dan kelemahan dari masing-masing perspektif akan didiskusikan dalam studi ini.
Religiositas dan Stres Menghadapi Ujian Nasional pada Siswa Sekolah Menengah Umum
Belladina Aulina;
Fuad Nashori
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 2 (2012)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/psikologika.vol17.iss2.art3
The purpose in the research is to understand the correlation between religiosity and stress ahead of national exam in high school students. The hypothesis of this research is that there is negative correlation between religiosity and the stress ahead of national exams in high school students. The higher the religiosity, the lower stress ahead of the national exam. The lower the religiosity, the higher stress ahead of the national exam. Subjects of this research were students of the 3rd grade of high school. This research used the religiosity scale which is arranged by the researcher, based on the dimensions of religiosity according to Glock and Stark (Ancok & Suroso, 2008) and the stress scale, based on the theory of Sarafino (1994). Method of this research was used to verify the negative correlation between religiosity and stress ahead a national exam in high school students. Product moment correlation of Pearson shows the value of r = - 0.176 with p = 0.040 (p < 0.05), which means that there is a significant negative correlation between religiosity and stress ahead of national exams in high school students, thus the hypothesis is accepted.Key words: Religiosity, stress ahead of the national exam
Survey Leading Organization Pada Organisasi Islam
Dian J. Bantam
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 20 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/psikologika.vol20.iss2.art6
Islamic University is islamic organization that care with public's need, especially for education. One of the vision of Islamic Universities is leading and islamic, to bravely innovate and develop education based on islam. The aim of this study examined one models of Four God-Guided Organizations, there are leading organization. Sample included Islamic universities in Yogyakarta with 112 employees. MANOVA and descriptive test is used to analyze the data. Results showed approximately 48% of Islamic organizations including very low category and 6.3% very high category. In addition, results showed significant differences in the important component of leading organization (F (df22, 89) = 3.55, p < 0.05). Behavior aspects are very effective in Islamic organizations (M=11.44, SD=1.55) and last aspect are products (M=5.58, SD=1.01).Keyword: Four God-Guided Organizations (FGGO), Leading Organization (LO), Organisation Innovativeness, Survey.
Efek dari QS Ali Imran: 139 terhadap Self-efficacy Siswa Sekolah Menengah Atas
Inggrid Febrina;
Rinni Ayu;
Dian Nursita;
Rofifah Putri;
Priyanka Putri;
Galuh Ayu;
Alfi Fatchul;
Putri Dwi;
Dinda Ragil;
Yanuar Avif;
Putri Oktavia;
Euis Hanif;
Susatyo Yuwono
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 24 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh QS Ali Imran: 139 terhadap self-efficacy pada siswa SMA. QS Ali Imran: 139 dipilih karena memiliki makna yang sesuai dengan definisi self-efficacy itu sendiri, sehingga diharapkan dengan meninjau QS Ali Imran: 139 akan meningkatkan self-efficacy. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 47 siswi kelas X MAN 1 Surakarta yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala efikasi diri dengan aspek-aspek yang ditekankan oleh Bandura. Efek dari penelitian ini diketahui dengan mengurangi hasil post-test dan pre-test dan kemudian kami membandingkan hasil antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan Independent Sample T-test menghasilkan nilai t (2,586) dan p (0,013) <0,05. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan skor efikasi diri antara kelompok eksperimen (= 7,3043) dan kelompok kontrol (4,2500) setelah perlakuan. Ini berarti ada pengaruh positif QS Ali Imran: 139 pada self-efficacy siswa kelas X MAN 1 Surakarta. Dengan demikian, QS Ali Imran: 139 dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan self-efficacy.
Pengetahuan Poligami dalam Islam dan Sikap Terhadap Poligami pada Wanita Muslim
Yuli Pitriana;
Emi Zulaifah
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 20 (2005)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/psikologika.vol10.iss20.art3
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara pengetahuan poligami dalam Islam dengan sikap terhadap poligami pada wanita muslim. Hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara pengetahuan poligami dalam Islam dengan sikap terhadap poligami pada wanita muslim.Subjek dalam penelitian ini adalah wanita yang berstatus menikah dan belum menikah dengan rentang usia 18-40 tahun sejumlah 102 orang. Untuk mendapatkan data, peneliti mengembangkan alat ukur pengetahuan tentang poligama dalam Islam dan skala sikap terhadap poligami yang kemudian digunakan setelah melalui uji coba. Pada pengambilan data, peneliti mendatangi kos putri, dan majlis pengajian di wilayah utara Yogyakarta. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan dengan rxy =0,241 p=0,007 atau p < 0.01, sehingga hipotesis diterima.Dilakukan analisis terhadap hipotesis, dilakukan pula analisis tambahan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan tentang poligami dalam Islam yang dimiliki subjek dan apakah ada perbedaan sikap terhadap poligami jika dilihat dari status menikah dan belum menikah. Dari analisis data didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan poligami dalam Islam yang dimiliki subjek dan tidak ada perbedaan sikap terhadap poligami pada wanita muslim yang sudah menikah dan belum menikah. Selanjutnya analisis tambahan juga dilakukan untuk mencari apakah ada perbedaan sikap terhadap poligami jika dilihat berdasar item-item yang bersifat personal, maupun item yang lebih merujuk pada orang lain. Implikasi dan aplikasi penelitian ini didiskusikan.Kata kunci : Pengetahuan poligami dalam Islam, sikap terhadap poligami, wanita muslim
Empirical Investigation Of The Relationship Between Islamic Concept Of Al-Raja (Hope) And Higher Institution Students' Mental Well Being
Uswatun Hasanah;
Sri Nurul Milla;
Ismail Abdul Fatai
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 20 No. 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/psikologika.vol20.iss2.art1
The present research is an attempt to investigate the relationship between the concept of al-Raja [hope] as spiritual aspect in Islamic worldview and mental well-being. The study employs quantitative research method where 1045 higher institutions students were surveyed through administration of questionnaire. The Pearson moment correlation analysis was conducted with SPSS version 21 to investigate the relationship. The finding from the analysis shows that there is significant positive correlation between Islamic concept ofal-Raja (Hope) and student's mental well-being. The study provides implication for religious Islamic religious adherents as well as Muslim psychotherapist to see the Islamic concept of Raja as a factor that can boost individual mental state. Keywords : Mental health, well-being, al-raja (hope)
Apakah Terdapat Perbedaan Perilaku Mengganggu di Kelas Antara Anak Laki-Laki dan Perempuan di Bandung?
Elis Trisnawati;
Juntika Nurihsan;
Tina Hayati Dahlan
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 24 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suasana kelas yang kondusif adalah salah satu hal penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat siswa yang melakukan perilaku yang mengganggu dalam pembelajan. Perilaku mengganggu tersebut dapat menimbulkan efek yang negatif dalam pembelajaran. Perilaku mengganggu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah jenis kelamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan sikap siswa SMK terhadap perilaku mengganggu siswa di kelas berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengisian kuesioner oleh siswa SMK yang terdiri dari 189 orang dan berasal dari SMK di Kecamatan Bandung Kulon dan Parongpong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terbesar pada kategori sikap siswa terhadap perilaku mengganggu adalah kategori common yaitu sebesar 74% yang mempunyai makna bahwa siswa menganggap bahwa perilaku menggnggu adalah yang biasa terjadi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa perempuan mempersepsikan perilaku mengganggu siswa di kelas tersebut lebih mengganggu dibandingkan siswa laki-laki baik secara total maupun per dimensinya yaitu pelanggaran berat, pelanggaran ringan, makan atau minum dikelas, mengganggu kelas, keterlambatan dan ketidakhadiran serta tidak berpartisipasi dalam kelas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas.
Pengaruh Kelekatan Terhadap Ekspresi Emosi dalam Relasi Pernikahan
Rena Latifa
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 20 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this research is to explore: 1) the correlation between attachment style and emotional expression in a marital relationship, 2) the correlation between secure attachment style and positive emotional expression in a marital relationship, 3) the correlation between avoidant attachment style, 4) the correlation between anxiety and positive emotional expression. This study involved 58 person as participants. The results of this study demonstrated that there was a positive significant relationship between attachment style with the emotional expression in marital relationship. Attachment contribute 50.3% to the person positive emotions expression. The ability to express emotions in a positive way was increased if spouses had attachment for each other. This study also discovered that the most influential attachment style on the likelihood of a positive emotional expression is secure attachment styles. The more secure the person feeling to the spouse, the ability to express emotions in a positive way also increasing. Keywords: attachment style, emotional expression, marital relation
Pengaruh Distori Motivasi Tehadap tes Forced Choice
Johan Setiawan;
Amitya Kumara;
Dicky Hastjarjo
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 2 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss2.art6
Penelitian lni bertujuan untuk (1) mengawali proses adaptasi instrumen pengukuran psikologis The Survey of Interpersonal Values(SIV), satu instrumen yang berbentukforced·choice. ke dalam konteks masyarakat Indonesia. Hasil adaptasi tes SIV ke dafam konteks masyarakat Indonesia disebut Tes Survei Nifai-nifai Interpersonal (SNI),dan (2) mengetahui kemampuan dan efektivitas metode forced choice untuk mengatasi jawaban-jawaban yang tidak jujur dari responden suatu instrumen pengukuran psikofogis. Uji beda terhadap hasif tes 42 subjek mahasiswa LPK Tabitha(eksperimen 1) menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi kon·seling dan kondisi seleksi pada beberapa faktor dari SNI, yaitu KebaikanHati dan Kepemimpinan. Perbedaan ini menjadi sangat jelas terlihatdalam uji beda terhadap hasil tes 46 subjek mahasiswa baru FakultasTeologia UKOW (eksperimen 2) yang menunjukkan bahwa lima darikeenam faktor dalam SNI dapat dijawab dengan tidak jujur secarasignifikan. Pembahasan dan implikasi dari hasif penemuan ini diuraikansecara fuss dalam laporan penelitian. Hasil pengujian validitas konkurendan reliabilitas tes ulang pada skala-skala dalam SNI menunjukkanpotens, penggunaan SNI untuk keperluan pengukuran kepribadian diIndonesia. Kata kunci : distorsi motivasi. tes forced choice, social desirability
Perbedaan Kualitas Tidur Mahasiswa Pengamal Salat Tahajud dan Non Pengamal Salat Tahajud
Muhamad Machbub Aozai;
Setiyo Purwanto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 24 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kualitas tidur adalah kepuasan subyektif yang didapat seseorang dari tidurnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur antara mahasiswa yang menerapkan tahajud dan yang tidak menerapkan tahajud. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dan teknik purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang menerapkan tahajud dan tidak menerapkan tahajud yang berjumlah 90 mahasiswa. Analisis data ini menggunakan Independent Sample T-test. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa rata-rata empiris kualitas tidur seseorang yang menerapkan tahajud adalah 7,33 dan rata-rata empiris kualitas tidur dari seseorang yang tidak menerapkan tahajud adalah 8,53. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur mahasiswa berdasarkan implementasi dan non-implementasi tahajud dengan nilai signifikansi pada varian yang sama diasumsikan dalam jumlah 0,003 (p <0,05).