cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
TABULARASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
LITERACY AND SENSE MAKING Murni, Sri Minda; Solin, Mutsyuhito
TABULARASA Vol 10, No 2 (2013): JURNAL TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Copy pasting has been one of the most frustrating phenomena in our academic life. It is found and ranged from students’ simple formative paper to end-of-course assignment. This article presents semester 1 students’ level of competence in sense making. The data was taken from the documents of students’ power point presentation in Literacy class at English Applied Linguistics State University of Medan. Prior to the presentation, the researcher assigned the students to devide the slides into 5 sections, i.e: introduction, connection, application, reflection, and connection as part of problem-based learning design. The findings show that only 33% of the presentations deliver the information completely in these 5 section, while 67% do not. In connection section, which is assigned for thepresentation of the main content of the article, it is found that only 11% of the presentation deliver complete information about the research which include the background (reasons, problems, objectives) of the research, the techniques in collecting data, the theories used to analyze data, the findings, and the discussion, while 89% do not. Analysis on the content of the slides show that only 33% of the presentation put relevant informations, while the rest (66%) do not. Further analysis of the content of the slides show that 66% of the presentations contains copy paste and only 33% represent the sense making ability. The findings imply that the level of the students’ ability in sense making is very low. It is suggested to find ways to improve this area of literacy skill by empowering all subjects.
Meningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Metode Diskusi Siswa Kelas VI SD N 050581 Pungai Tahun Ajaran 2013/2014 Misiah, Misiah
TABULARASA Vol 13, No 3 (2016): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang diadakan untuk mengatasi pemasalahan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VI SDN 050581 Pungai. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 4 tahap, yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan melakukan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data serta temuan selama proses perbaikan pembelajaran dari studi awal dilanjutkan tindakan perbaikan siklus kesatu, siklus kedua, dan siklus ketiga dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut .Penerapan metode diskusi pada pelajaran Matematika dengan konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga dapat meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar siswa. Pada proses pembelajaran berlangsung suasana kelas menyenangkan dan sudah sesuai dengan pendapat Bruner tentang teori belajar penemuan dan sudah sesuai dengan karakteristik dan perkembangan kognitif anak sekolah di tingkat dasar
Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Belajar IPA Melalui Metode Simulasi Berbasis Bioedutainment Pada Siswa SMP Negeri 1 Selesai Tahun Ajaran 2016/2017 Simanjorang, Edwin
TABULARASA Vol 15, No 1 (2018): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa terutama dalam materi sistem peredaran darah pada manusia melalui penerapan Metode Simulasi Berbasis Bioedutainment selama 2 Siklus dengan indikator keberhasilan 80% untuk hasil belajar dan 85% untuk keaktifan belajar. Pada tahap sebelum tindakan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 67,87 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 51,5%. Pada Siklus I rata-rata hasil belajar siswa menjadi 75,45 dengan persentase sebesar 72,7%; sementara pada pertemuan pertama keaktifan belajar siswa sebesar 36,4% dan pada pertemuan kedua menjadi 60,6%. Pada Siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 84,5 dengan persentase sebesar 87,8%; sementara pada pertemuan pertama keaktifan belajar siswa  84,4% dan pada pertemuan kedua menjadi 87,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan menggunakan Metode Simulasi Berbasis Bioedutainment dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar IPA siswa materi sistem peredaran darah pada manusia.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SHALAT SISWA KELAS VIII-E MELALUI METODE DEMONSTRASI DI SMPN 1 SALAPIAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Dahliani, Dahliani
TABULARASA Vol 13, No 2 (2016): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui Apakah melalui modifikasi metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan shalat siswa kelas VIII-E SMPN 1 Salapian tahun ajaran 2014/2015. Siswa melihat secara langsung guru mendemonstrasikan shalat dengan urutan dan cara yang benar dalam melakukan shalat baik dalam melakukan gerakannya ataupun dalam membacakan bacaan-bacaan yang ada dalam shalat karena shalat bukan sekedar gerakan saja, maka bacaannya pun harus dibacakan dengan benar. Pada penelitian ini didapat hasil bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan shalat siswa kelas VIII SMPN 1 Salapian tahun ajaran 2014/2015. Ini terbukti pada penelitian pra-siklus rata-rata hasil belajar masih 63,33 mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 75,3 dan meningkat lagi pada penelitian tindakan siklus II dengan capaian nilai di atas kriteria minimum 80 yaitu dengan nilai rata-rata 85,1.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Fisika Sihotang, Ebtan; Mukhtar, Mukhtar
TABULARASA Vol 14, No 2 (2017): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe-NHT  dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe-TGT, hasil belajar fisika siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan motivasi berprestasi siswa terhadap hasil belajar fisika. Teknik analisis adalah Anava dua jalur pada  signifikansi a = 0,05 yang dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil penelitian diperoleh; hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe-NHT lebih tinggi daripada hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe-TGT, hasil belajar fisika siswa dengan motivasi berprestasi tinggi lebih tinggi daripada hasil belajar fisika siswa dengan motivasi berprestasi rendah, terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar fisika siswa.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN SOFTWARE CABRI 3D TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MTS NEGERI TANAH JAWA KABUPATEN SIMALUNGUN Supriatno, Supriatno; Bukhori, Bukhori; Saragih, Sahat
TABULARASA Vol 14, No 1 (2017): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D terhadap kemampuan komunikasi matematik dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari: (1) Tes kemampuan awal matematika, (2) Tes kemampuan komunikasi matematik, (3) Angket kemandirian belajar siswa. Analisis data yang digunakan  analisis varian (ANAVA) dua jalur, dan dilanjutkan dengan menentukan koefisien determinasi  besar pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Kemampuan komunikasi matematik siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah tanpa bantuan software CABRI 3D. (2) Kemandirian belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah tanpa bantuan software CABRI 3D. (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D dan pembelajaran berbasis masalah  tanpa bantuan software CABRI 3D dengan kemampuan awal matematik siswa terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa. (4) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D dan pembelajaran berbasis masalah  tanpa bantuan software CABRI 3D dengan kemampuan awal matematik siswa terhadap kemandirian belajar siswa. (5). Besar pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D terhadap kemampuan komunikasi matematik adalah sebesar 31,84 %. (6). Besar pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D terhadap kemandirian belajar siswa adalah sebesar 11,06 %.
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS ANTARA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN AUTOGRAPH DI MAN 1 MEDAN Hasibuan, Nailul Himmi; Asmin, Asmin; Syahputra, Edi
TABULARASA Vol 13, No 1 (2016): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan geogebra dan autograph, interaksi antara model pembelajaran dan gender terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan deksripsi proses penyelesaian jawaban siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Instrumen terdiri dari tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket self eficacy. Analisis menggunakan ANACOVA. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan geogebra dengan Autograph dan proses penyelesaian jawaban siswa dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan geogebra lebih baik dibandingkan dengan Autograph.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, PERSEPSI TENTANG KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG Yanti, Ridarni
TABULARASA Vol 13, No 3 (2016): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang baik untuk melaksanakan semua tugas mulai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran evaluasi pembelajaran terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi kerja; (2) pengaruh persepsi kepala sekolah kepemimpinan transformasional terhadap motivasi kerja; (3) pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru produktif; (4) pengaruh persepsi kepala sekolah kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru produktif; dan (5) pengaruh kinerja motivasi guru untuk bekerja secara produktif. Subyek penelitian adalah guru SMP Tanjung Morawa Kabupaten Kabupaten Deli Serdang dengan sampel total 152 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random proporsional sampling. Metode penelitian adalah analisis jalur bertujuan untuk menguji teori dan memperoleh informasi tentang penelitian. Berdasarkan pengujian hipotesis menyimpulkan: (1) pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi kerja dengan thitung> ttabel (3,114> 1,645); (2) pengaruh persepsi kepala sekolah kepemimpinan transformasional terhadap motivasi kerja dengan thitung> ttabel (2,863> 1,645); (3) pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru produktif dengan thitung> ttabel (2,466> 1,645); (4) pengaruh persepsi kepala sekolah kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru produktif dengan thitung> ttabel (2,370> 1,645); dan (5) pengaruh kinerja motivasi guru untuk bekerja secara produktif dengan thitung> ttabel (6,205> 1,645). Hasil penelitian menggambarkan budaya organisasi, persepsi kepala sekolah kepemimpinan transformasional, dan motivasi kerja kinerja efek guru dari 33,7% dan sisanya keadaan tertentu lainnya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja guru untuk mempertimbangkan budaya organisasi, persepsi kepala sekolah kepemimpinan transformasional, dan motivasi dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah
Meningkatkan Kedisiplinan Guru Dalam Melaksanakan Tugas Melalui Penerapan Reward di SD Negeri 050745 Pangkalan Berandan Tahun Ajaran 2016/2017 Rosdiana, Rosdiana
TABULARASA Vol 15, No 1 (2018): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan guru. Subjek penelitian adalah 12 guru SD Negeri 050745 Berandan. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kedisiplinan guru mengalami peningkatan setiap harinya. Pada hari Senin (1) persentase kesiplinan guru adalah sebesar 33% dan pada siklus I sebesar 75% dan pada siklus II sebesar 100%.  Pada hari ke dua berturut-turut peningkatannya adalah 47% siklus awal, 50% siklus I dan 83% siklus II. Pada hari ke tiga berturut-turut 42% siklus awal, 75% siklus I dan 92% siklus II. Pada hari ke empat berturut-turut adalah 33% siklus awal, 58% siklus I, dan 82% siklus II. Kemudian pada hari ke lima persentase kedidiplinan guru berturut-turut adalah 25% siklus awal, 41,6% siklus I dan 75% siklus II dan pada hari ke enam 33% siklus awal, 67% siklus I dan 83% siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa dengan menerapkan Reward, kedisiplinan dalam melaksanakan tugas oleh Guru-guru SD Negeri 050745 angkalan Berandan akan mengalami peningkatan.
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DI SMP NEGERI 6 MEDAN Sitorus, Ermida Hormatua; Hasratuddin, Hasratuddin; Manullang, Maratua
TABULARASA Vol 13, No 2 (2016): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan LKS berbasis pendekatan saintifik yang telah dikembangkan, menghasilkan produk LKS yang valid berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan keterampilan berpikir kritis siswa di SMPN 6 Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran Thiagarajan dan Semmel, yaitu model four D yang telah dimodifikasi dan rancangan dalam uji coba menggunakan one group pretest-postest design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dengan rata-rata total validitas RPP sebesar 4,41; LKS sebesar 4,37; buku guru sebesar 4,38 dan buku siswa sebesar 4,38 (2) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik telah memenuhi kriteria kepraktisan yang ditinjau dari (a) uji coba I diperoleh rerata realisasi keterlaksanaan perangkat sebesar 72,3 dengan kategori tinggi dan pada uji coba II diperoleh rerata realisasi keterlaksanaan perangkat sebesar 85,75 dengan kategori sangat tinggi. Pada uji coba I diperoleh rerata total respon positif siswa sebesar 91%, dan pada uji coba II diperoleh rerata total respon positif siswa sebesar 92,59% sehingga kriteria ini telah tercapai. (3) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik telah memenuhi kriteria efektif yang ditinjau dari (a) Pada uji coba I diperoleh rerata total respon positif siswa sebesar 91,06%, dan pada uji coba II diperoleh rerata total respon positif siswa sebesar 94,79% sehingga kriteria ini telah tercapai. (b) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan keterampilan berpikir kritis siswa dengan menggunakan LKS berbasis pendekatan saintifik pada materi persamaan linier satu variabel dan pertidaksamaan linier satu variabel diperoleh dari rata-rata pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis pada uji coba I sebesar 2,71 meningkat menjadi 3,00 pada uji coba II dan rata-rata pencapaian keterampilan berpikir kritis matematis pada uji coba I sebesar 3,21 meningkat menjadi 3,32 pada uji coba II.

Page 7 of 13 | Total Record : 124