cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
Perilaku Lentur Struktur Balok Komposit Beton Suprapto,
Teknika Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tegangan pada penampang balok beton bertulang dibagi menjadi daerah tekan dan daerah tarik. Dalam perencanaan daerah tekan diterima oleh beton dan daerah tarik sepenuhnya diterima oleh tulangan, dan kekuatan tarik beton diabaikan. Dalam rangka efisiensi bahan, maka secara logika daerah tarik dapat dibuat mutu beton yang lebih rendah dibanding dengan mutu beton daerah tekan. Sehingga struktur balok beton bertulang tersebut dapat dibuat komposit beton, dengan membedakan mutu beton pada daerah tarik dan daerah tekan. Pada kesempatan ini akan dibahas pengaruh komposit beton tersebut pada perilaku lenturnya. Penelitian dilakukan dengan membuat benda uji balok beton dengan memanipulasi perbandingan penampang daerah tekan, yang menggunakan mutu beton lebih tinggi dan daerah tarik yang menggunakan mutu beton lebih rendah. Untuk mengamati perilaku lentur, juga dibandingkan dengan balok beton yang mempunyai penampang seluruhnya mutu tinggi dan seluruhnya mempunyai mutu rendah. Selain mengamati perilaku lentur juga ingin dipelajari sumbangan kekuatan tarik beton pada daerah tarik, yang selama ini diabaikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar daerah mutu beton tinggi, kekuatan lentur semakin besar, dan semakin besar pula kekuatan menahan lendutannya, sehingga jika dibandingkan dengan balok yang mempunyai penampang mutu rendah semua, lendutan balok penampang komposit lebih tinggi, namun dibanding dengan balok beton yang mempunyai penampang mutu tinggi, lendutan balok penampang komposit lendutannya lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan tarik beton juga memberi sumbangan pada kekuatan tarik baloknya, yang ditunjukkan dengan peningkatan kekuatan lentur yang cukup besar antara balok yang berpenampang komposit dan balok yang berpenampang mutu tinggi. Tension in section of reinforced concrete of beam divided to depress area and interesting area. In the plan depress area to be accepted by interesting area and concrete is fully accepted by bone, and interesting strength of concrete disregarded. In efficiency to materials, hence logically interesting area can be made by quality of lower concrete compared to with quality of area concrete depress. So that the reinforced concrete of beam structure can be made is composite of concrete, by differentiating quality of concrete at interesting area and depress area. This opportunity will be studied by composite influence of the concrete at flexure behavior. Research done by making speciment of concrete beam with manipulation comparison of saction of depress area, using quality of higher concrete and interesting area which use quality of lower concrete. To perceive flexurer behavior, is also compared to concrete beam having saction entirely high quality and entirely have low quality. Besides perceiving flexure behavior also wish to be studied by interesting strength contribution of concrete at interesting area, is which during the time disregarded. The result of research indicate that ever greaterly of area quality of high concrete, ever greater flexure strength, and ever greater also strength arrest, so that in comparison with beam having saction of low quality all, deflection of saction higher composite, is but compared to with concrete beam having saction of high quality, deflection of saction composite of lower. This condition indicate that interesting strength of concrete also give contribution at interesting strength of beam, posed at with make-up of big enough flexure strength of beam which is composite saction and beamg which is high quality saction.
Kuat Lekatan Baja Tulangan Dalam Beton Pada Temperatur Tinggi Andang Widjaja,
Teknika Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kuat tekan beton dan kuat  lekatan baj tulangan beton polos maupun ulirdengan metode pull out dan semi beam. Benda uji dipanaskan dalam tungku baker dengan kenaikan suhu 100°Cdari suhu kamar hingga suhu 1000°C selam 4 jam sebagaimana dalam ASTM E 113. Dan diikuti dengan penyiraman sesaat setelah keluar dari tungku pembakar hingga suhu kamar. Dimensi benada uji terdiri atas silinde berdiameter 150 mm dan tingg 300 cm, kubus 150x150 mm3 dengan baja tulangan beton polos atau ulir yang ditanamkan, serta prisma ukuran 150x150x300mm3 dengan 2 baja tulangan polos maupun ulir yang ditanamkan di tengahnya.Bahan beton berasal dari local. Rencana pencampuran bahan beton denga kualitas 20 MPa. Pencampuran dengan mesin pencampur. Hasil  pengujian menyatakan bahwa kuat tekan beton 22,89 MPa pada suhu ruang. Kuat tekan meningkat 5% setelah terbaka pada suhu 200°C. Kemuddian menurun menjadi 40%, dan sampai 85% dari control setelah terbakar pada suhu 300°C hingga 1000°C. Kuat tekan beton setelah terbakar pada suhu 200°C diikuti dengan penyiraman dengan air memiliki kuat tekan 110% dari control, setelah itu menurun menjadi 96%-70% setelah terbakar suhu 500°C dan kuat tekan hanya tersisa 20% setelah terbakar suhu 1000°C.  Kuat lekatan baja tulangan beton polos dengan benda uji pull out sebesar 2,12 MPa pada suhu ruan. Setelah pembakaran suhu 100-500 menjadi 90%-51% dari control(2,12 MPa) dan makin menurun hingg 4%5-13% setelah mencapai suhu 600-1000. Kuat lekatan tulangan baja ulir lebih besar 70% daripada baja polos. Kuat lekatan tu;angan baja ulir menjadi 62% setalah pembakaran suhu 500, dan 31% setelah mencapai 1000. Kuat lekatan baja tulanga sisi atas dengan metoda semi beam,  1,72 MPa dan 2,43 MPa untuk tulangan di bawah. Akibat pembakaran 100°C -500°C kuat lekatan dengan metodasemi beam menjadi 45% setelah terbakar suhu 500, dan tersisa 15% setelah terbakar suhu 1000°C. Kuat lekatan tulangan setelah terbakar sisi bawah hampir memiliki nilai yang sama dengan sisi atas.   This paper discusses about bonding strength of reinforcing concrete steel bar at elevated temperature followed by air and water sprayed cooling. Specimens were either taken from concrete specimen that was subjected to heating of controlled temperatures in artificial furnace for 4 hours (ASTM E 113) and cooling by water spread suddenly after that. The specimen dimension were cylinder of 15 cm in diameter and 30 cm in high, cubical of 150 x 150 x 150 mm3 with steel bar embeded,  prism of 150 x 150 x 300 mm3 with steel bar embedded. They were designed on mix concrete of 20 MPa. The result showed that the compressive strength was 22.89 MPa. It was increase about 5% after heated at 200°C, then it were decreased to 40% to 85% up to 300°C till 1000°C. The compressive strength of heated concrete specimen then cooling by spead water cooling were about 110% after heated at 200°C, 96% to 70% after heated at 300°C to 500°C, and the residu compressive strength of 20% at temperature of  1000°C. The bonding strength of reinforcing steel bar of pull out method at room temperature was 2.12 MPa. Then they were decreased to 90%-51% after heated at 100°C to 500°C, and 43%-13% of control at temperature of 600°C to 1000°C. The bonding strength of reinforcing deform steel bar at room temperature was greater 70% than commonly reinforcing steel bar. The bonding strength of reinforcing deform steel bar were decreased to 62% after heated at 500°C, and 31% of control at temperature of 1000°C. Another method of bonding strength test were also taken. The bonding strength of reinforcing steel bar of semi beam method at room temperature was 1.72 MPa for upper side, and 2.43 MPa for lower side. The bonding strength of semi beam method specimens after heated at 500°C,  1000°C were 45% and 15% of controll. They were weakly as specimen of semi beam method for lower side.
Model Pengendalian Tarikan Dan Bangkitan Lalu-lintas Di Sekitar Pasar (Mall) (Studi Kasus Golden City Mall, DTC, Pasar Tambak Rejo) Dadang Supriyatno,
Teknika Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka penataan transportasi kota dengan memperhatikan keterbatasan lahan yang ada, berupaya untuk meminimumkan permasalahan lalu lintas yang ada perlu adanya penyusunan Model Tentang Pengendalian Tarikan dan Bangkitan Lalu Lintas di Sekitar Pasar (Mall), sebagai bahan acuan dalam mengatur kelancaran arus lalu lintas dan Analisis Dampak Lalu Lintas yang ditimbulkan. Pengendalian Bangkitan Lalu Lintas merupakan suatu hal yang sangat mendesak untuk segera dilakukan pada daerah pembangunan baru maupun yang diperkirakan dapat memberikan dampak lalu lintas pada jaringan jalan yang ada. Hal tersebut sangat dibutuhkan sebagai pendukung pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas, sehingga dapat mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib, aman, nyaman, efisien dan teratur. In order to settlement of town transportation by paying attention to land limitation, coping for the minimization of existing traffic problems need the existence of compilation Model About Attraction Operation and Awaken the Traffic of around Market ( Mall), upon which reference in arranging fluency of traffic current and Analyse the generated Traffic Impact. Operation Awaken the Traffic represent at very urgent matter to is immediately done/conducted at new development area and also estimated can give the traffic impact of at existing road;street network. The mentioned very required by as supporter of execution of management and rekayasa traffic, so that can realize the traffic and transportation of safe road;street, peaceful, quickly, fluent, orderly, peaceful, balmy, regular and efficient.
Daya Tampung Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Benowo Untuk Sampah Masyarakat Kota Surabaya Titiek Winanti,
Teknika Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah sampah di setiap tempat akan bertambah terus seirama dengan pertambahan penduduk dan kemajuan peradabannya. Semula Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) Surabaya ada di Desa Keputih Kecamatan Sukolilo Surabaya Timur. Namun sejak Oktober tahun  2001 masyarakat setempat menolak kedatangan sampah sehingga dengan situasi agak tergesa Pemerintah Kota  Surabaya mencari dan segera menetapkan lahan seluas kurang lebih 26 hektar di Kecamatan Benowo, yang merupakan batas dengan Kabupaten Gresik, sebagai penggantinya. Pengelolaan sampah di TPA Benowo seterusnya diserahkan kepada Dinas Kebersihan kota Surabaya. Pertanyaannya sampai kapan sampah Kota Surabaya bisa ditampung di TPA Benowo? Selama ini data volume sampah yang masuk ke TPA masih simpang siur.  Dalam kajian ini dilakukan penghitungan volume sampah berdasarkan jumlah armada (truk) yang masuk, yang datanya tercatat di bagian administrasi TPA Benowo.Hasil kajian mengungkapkan bahwa TPA Benowo bisa menampung sampah kota Surabaya sampai tahun 2009 dengan tinggi tumpukan sampah sekitar 20 meter di atas jalan. Dengan demikian tahun 2010 harus sudah siap lahan baru sebagai penggantinya. Penimbunan sampah di TPA dilakukan dengan open dumping setiap tebal sampah 4 meter ditutup dengan campuran kapur dan tanah (cover soil) tebal 30 cm. The volume of garbage every where will increase corelatted with population increase and modernity. From the beginning open dumping land (TPA) of Surabaya city at Sukolilo. However on Oktober 2001 the local people parry all of garbage. So that in the short time Surabaya Government decided  that the new open dumping land at Benowo width thereabouts 26 hectars, where to border on Gresik regency.Surabaya Government holds the Head of  Cleaning responsible for garbage management . The question in this study,   how long time the Surabaya’s garbage was  cought by Benowo open dumping land? In this study, the volume of garbage was calculate by  the number of truck  was into the land.  Result of this study expressed that Benowo open dumping area could already catch all of Surabaya’s garbage until 2009, therefore Surabaya Government have to prepare another land for garbage open dumping land on 2010.
Pemilihan Jaringan Komunikasi Remote Area Rig Onshore Dan Offshore Edy Sulistiyo,
Teknika Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi internet yang sangat pesat mendorong ke arah konvergensi dengan teknologi komunikasi lainnya. Standarisasi protokol komunikasi pada teknologi VoIP seperti H.323 telah memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan jaringan komunikasi lainnya seperti PSTN. Jaringan komunikasi yang telah luas tergelar di Indonesia adalah jaringan PSTN yang dikelola oleh PT Telkom. Untuk percangan jaringan tersebut perlu ditentukan posisi Network Operation  Center(NOC) , Point Of Presence (POP), Router , Gateway maupun pembangunan link antar kota – kota yang strategis dan efisien. Dalam perancangan jaringan VoIP, yang di tekankan kali ini adalah masalah delay dan Bandwidth. Delay didefiniskan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data dari sumber (pengirim) ke tujuan (penerima), sedangkan bandwidth adalah kecepatan maksimum yang dapat digunakan untuk melakukan transmisi data antar komputer pada jaringan IP atau internet. Teknologi konvensional menggunakan sistem telekomunikasi yang sangat boros bandwith di sisi perangkat telekomunikasi. Dari sisi data sebenarnya  relatif sama  artinya tidak terlalu jauh bedanya teknologi yang lampau dipakai dengan sekarang. Hanya di sisi penggunaan sarana telekomunikasi yang memang bisa dikatakan mengalami revolusi yang cukup berarti yaitu dengan menggunakan  teknologi yang akhir-akhir ini tengah booming di masyarakat, yaitu apa yang dinamakan teknologi VoIP (Voice over IP). VoIP ini bisa lebih menghemat bandwith karena menggunakan komprosi suara. Bisa dibayangkan bahwa jika kita menggunakan teknologi lama maka konsumsi bandwith bisa mencapai 64 kbps, jika menggunakan teknologi Voip hanya 32 Kbps maksimum. Untuk memperlancar kegiatan operasional digunakan beberapa sistem komunikasi. Tetapi   yang paling penting adalah komunikasi keluar pulau Pagerungan, karena Pagerungan tidak bisa terjangkau oleh sistem komunikasi biasa, contohnya hand phone sehingga untuk berkomunikasi dengan luar Pagerungan digunakan komunikasi satelit yang menunjang untuk komunikasi data, voice, kendali, dan juga pengawasan. Fast development of internet technology has made convergence of another communication technology. Standardization on communication technology of VoIP such as H.323 has made possibility in integrating with another communication network such as PSTN.  PSTN is the widest communication network in Indonesia is held by PT Telkom. To design the network it is needed the position of Network Operation Centre (NOC), point of  Presence (POP), Router , Gateway and also needed to construct the effective and`efficient link among strategic cities. The VoIP design emphasizes on delay and bandwidth factor. Delay is defined as the time needed for sending data from transmitter to receiver. Bandwidth is the maximum speed of data transmission among computer in IP or internet network. Conventional communication technology use inefficient bandwidth of telecommunication devices. From data transmission point of view, there are no significant difference between conventional and`modern communication technology. The new breaktroughon communication technology is the used of VoIP technology. VoIP technology has superiority in bandwidth saving because of sound compression. Because of its capability VoIP can safe the bandwidth until 59% from 64kbps to 32 kbps. For supporting operational activities, it is used some communication system, but the most important is communication system outside of Pagerungan island because on that area cannot be covered by conventional communication system such as handphone, so it is needed satellite communication system for handling data communication voice, control, and monitoring.
Analisis Sistem Pengendalian Antisurge Kompresor Menggunakan Metode Ruang Keadaan (State Space) Puput Wanarti Rusimamto,
Teknika Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk kondisi operasi yang tidak stabil pada kompresor adalah kondisi yang disebut surge. Untuk mencegah terjadinya surging, yang disebabkan karena rendahnya laju aliran pada suction kompresor, maka digunakan suatu sistem kontrol yang mengontrol pembalikan sebagian aliran dari discharge ke suction. Hasil perancangan dengan metode Ziegler-Nichols memberikan algoritma pengendalian dengan memberikan penampilan dinamik sistem yang diinginkan, dengan waktu settling 9,11 detik, waktu tunda 1,25 detik, waktu naik 1,82 detik, waktu puncak 2,67 detik dan offset keadaan mantap 2%. Analisa ruang keadaan memperlihatkan kriteria keadaan sistem yang diinginkan yaitu stabil, terkendali dan teramati. One of condition unstable of compressor operation is a condition which called surge. To avoid happening surge condition caused  low flow rate of suction compressor, so it was used a control system controlling reverse of part of flow from discharge to suction. The result of design by Ziegler-Nichols method give control algorithm with desired performance of dynamic system, settling time 9.11 second, delay time 1.25 second, rise time 1.82 second, peak time 2.67 second and steady state  offset 2%. State space analysis show fulfilled criterion of system condition as stable, controllable and observable.
Desain VHDL Sistem Pengirim Data Serial Asinkron 8 Bit Titiek Suheta, ; Arief Budijanto,
Teknika Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam paper ini melaporkan hasil perancangan sistem pengirim data serial asinkron 8 bit yang dibangun dari beberapa blok rangkaiandigital yaitu rangkaian control yang merupakan rangkaian kombinasional, rangkaian counter, register dan multiplekser. Pada perancangan sistem ini menggunakan metoda Alogorithmic State Machine (ASM) sebagai tahapan pertama, kemudian merepresentasikan dalam bentuk table keadaan. Langkah berikut melakukakan verifikasi dengan VHDL tools dari Altera Maxplus 9.5. Hasil simulasi yang diperlihatkan pada gambar 8. dan gambar 9. sudah sesuai dengan rancangan menggunakan ASM.   In this paper, reported the result of the design of eight bit asinkron serial data sender system is built from digital connection is the control conection or combination connection, counter connection, register and multiplexer.In this design system, uses ASM method as the first step is doing verification with VHDL tools from altera maxplus 9.5. The result of simulation is shown in picture 8 and 9 is suitable with the design using ASM.
Studi Eksperimen Campuran Premium TT Dan Toluena (C7H8) Terhadap Daya, Konsumsi Bahan Bakar, Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Supra Fit 100cc Luqman Syarief(, ; Aisyah Endah Palupi(2),
Teknika Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenambahan aditif dilakukan untuk memperbaiki kualitas BBM baik dari sisi performa maupun ekonomisnya, sedangkan sifat utama BBM yang harus dimiliki untuk kinerja optimal mesin adalah dapat memberikan campuran bahan bakar-udara dalam perbandingan yang tepat dan memberikan pembakaran secara normal pada saat yang tepat di dalam siklusnya. Sebagai bahan aditif, toluena mempunyai sensitivitas yang cukup rendah untuk membuatnya menjadi bahan bakar yang baik bagi mesin dengan beban yang berat. Toluena juga mempunyai specific gravity lebih besar dari bensin yang dapat mengurangi Sfc.Hasil penelitian secara eksperimen, menunjukkan campuran toluena pada premium TT dapat meningkatkan daya efektif (Ne), menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik (Sfc), dan menurunkan kadar emisi (CO dan HC). Additive addition is conducted to improve the quality of fuel from both the performance and economical side, while the main charateristic which fuel must own for the optimal machine performance is to be able to give the substances mixture between fuel-air in accurate composition and give the combustion normally in an appropriate time in its cycle. As an additive, toluena have such kind of sensitivity which is low enough to make fuel which is good for the heavy burden machines. Toluena also has specific gravity which is bigger than gasoline which can lessen the Sfc.The result of this experiment shows that toluena and premium TT mixture can improve the actual horsepower (Ne), degrade specific fuel consumption (Sfc), and degrade the emission rate (CO and HC).
Pengaruh Penggunaan Catalytic Converter Tembaga Berlapis Mangan Terhadap Kadar Polutan Gas Buang Motor Bensin Empat Langkah Warju(, ; Djoko Sungkono(2),
Teknika Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to decrease exhaust gas emission from four stroke gasoline engine is using cuprum (Cu) coated mangan (Mn) as active metal catalyst to reduce CO, HC and NOx emission. It is placed in exhaust system that is called catalytic converter.The experiment was carried out at Fuel and Internal Combustion Engine Laboratory Mechanical Engineering Departement ITS. In this experiment Honda Karisma X 125D engine was used. The test method is done by velocity gradient at full load (full open throttle valve). The test was carried out by comparing standard engine experiment and engine experiment with catalytic converter on exhaust system. The type of the test is desk test. Data analysis is done by using descriptive methods. The analysis shows that cuprum (Cu) coated mangan (Mn) as catalytic converter with 110 gr Cu + 90 gr Mn catalyst mass decreases vehicle emission that the greatest CO emission decrease at A/F 15 or exhaust gas temperature 273-340°C is up to 96,36%.
Pengaruh Penggunaan Catalytic Converter Kuningan (Cu-Zn) Terhadap Konsentrasi Polutan Gas Buang Motor Bensin Empat Langkah Andi Sanata, ; Djoko Sungkono,
Teknika Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One alternative for reduction pollutant is treating after combustion syatem. Placing catalytic converter in exhaust gas system, pollutant (CO and HC) can be decrease by chemical process such as oxidation and reduction.The experiment is being done at Internal Combustion Engine Laboratory Mechanical Engineering Department FTI-ITS. In this experiment Honda Karisma 125 cc motorcycle engine was used. The test result are comparing between standart engine experiment and engine experiment with catalytic converter on exhaust system.The analysis shows that brass (Cu-Zn) as catalytic converter with 160 gr catalyst mass treatment decreases CO pollutant up to 79,92% and HC pollutant up to 62,16% from standar engine treatment.

Page 2 of 11 | Total Record : 104