cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2008)" : 18 Documents clear
KARAKTERISTIK LEVEL METAKOGNISI SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Theresia Laurens,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The goal of teaching problem solving in mathematics is to develop student’s ability in monitoring and evaluating their  own’s thinking process. Such ability represent the part of mental activity which called metacognition. The process of problem solving happened by interaction among cognition and metacognition activity, where this interaction can be shown in a level of awareness is called by the level  of metacognition. By analysing the characteristic of student’s metacognition when they solved  mathematics problem, and compare it with the indicators of every metacognition’s level, then empirical we can find the characteristics  of the metacognition’s level.
Interaksi Siswa dalam Pembelajaran Matematika Realistik pada Materi Keliling dan Luas Persegipanjang di Kelas IV MIN Rukoh Banda Aceh Rahmah Johar, ; Vidia Purnama Sari,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Interaksi merupakan salah satu  karakteristik dari Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Guna melihat sejauh mana interaksi belajar siswa yang terjadi dengan PMR maka dilaksanakan penelitian pada materi keliling dan luas persegipanjang. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV MIN Rukoh Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola umum interaksi siswa yang terjadi dalam pembelajaran matematika realistik, untuk mengetahui aktivitas guru memfasilitasi interaksi siswa dalam pembelajaran matematika realistik, ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada materi keliling dan luas persegipanjang, dan  respon siswa terhadap pembelajaran matematika realistik. Data penelitian diperoleh dari pengamatan terhadap kemampuan guru dalam memfasilitasi interaksi siswa, interaksi siswa,  tes hasil belajar, dan angket respon siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) melalui PMR interaksi yang terjadi baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru menjadi meningkat dan juga diperoleh variasi pola umum interaksi yaitu: (a) SMS (Siswa – Materi – Siswa), (b) SSO (Siswa – Siswa  tanpa membicarakan materi), (c) SMG (Siswa – Materi – Guru), (d) Pola melingkar; (2) kemampuan guru dalam memfasilitasi interaksi siswa adalah sangat baik; (3) pembelajaran matematika realistik pada materi keliling dan luas persegipanjang tuntas secara klasikal; dan (4) respon siswa terhadap pembelajaran realistik adalah positif.
IMPLEMENTASI "GROUP-INVESTIGATION COOPERATIVE" BERORIENTASI KONTEKSTUAL DI SMPN 2 TAMAN SIDOARJO DALAM PEMBELAJARAN SAINS-KIMIA Harun Nasrudin, ; Utiya Azizah,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  To increase the quality of teaching-learning in science, contextual oriented using  “Group-Investigation Cooperative” was implemented. A classroom action research in three cycles has been done to know the effectiveness of science learning using contextual oriented. Students who were studying science at Junior High School seventh Year Student in 2007/2008 year. There are some important points can be drawn from the result of analysis: Implementation of “group investigation Cooperative” contextual oriented in science (1) can be done by teacher well and relevant with model’s syntax was implemented; (2) can improve students activeness in learning science, as indicated by discussion within students, doing investigation (theory/observation/experiment), teacher’s-students discussion, presentation of final product, and volunteer (student express their opinion and responses); (3) can improve students activeness in learning science, as indicated by the student’s achievement mastery for first cycle is 43,6%, the second cycle is 61,5%, and the third cycle is 74,4%; and (4) Most of students are wilingly to joint to this teaching-learning activity, and the improvement of students cooperate in esential concepts finding so learning not boring. Students can be done analysis and evaluation investigation result with their ideas, observation environment theirself, make report investigation and presentation of final product.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Rudy Kustijono,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat pesat membawa konsekuensi tentang pentingnya penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut. Proses pembelajaran dengan memanfaatkan TIK diyakini akan mempermudah pemahaman materi pelajaran. Permasalahannya adalah sekolah belum sepenuhnya memahami bagaimana memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Di samping kemampuan infrastruktur TIK yang belum mencukupi dan kemampuan sumber daya manusia (terutama guru) yang belum memadai. Seiring dengan semakin pesatnya penggunaan TIK dalam berbagai bidang, sangat mungkin terjadi bahwa kemampuan siswa dalam penggunaan TIK jauh melebihi kemampuan guru-gurunya. Sangat disayangkan bila pengetahuan dan kemampuan siswa dalam bidang TIK (terutama komputer) tidak dapat dimanfaatkan dengan baik dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan guru dalam penggunaan TIK. Dengan sikap positif (mempertimbangkan etika dan moral), maka pemanfaatan TIK dalam berbagai aspek kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan akan mendapatkan dampak yang positif pula. Oleh karenanya, pemberdayaan guru dalam pengembangan pembelajaran berbasis TIK yang mempertimbangkan etika dan moral sangat penting untuk dilakukan.
DESIGN RESEARCH OF SPATIAL THINKING AND NUMBER SENSE IN CHILDREN 5-6 YEARS OLD Rooselyna Ekawati,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Spatial thinking is one of the way to help children understand more about number sense.  In this design research, I observe the relation between the spatial thinking and emergence number sense. I look at children will use their spatial configuration of objects and determine the amount of it without counting. It will help children with low ability in number sense understand more the numbers through spatial thinking.
Pengembangan Model PBM Biologi Berbasis Kompetensi Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengajar Mahasiswa (Pengembangan Perangkat) Sifak Indana,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Tahap-tahap Pengembangan Secara prinsip pengembangan perangkat pembelajaran ini menerapkan empat tahap pengembangan yang disebut Model 4-D atau Four –D Model (Thiagarajan dkk., 1974), yaitu tahap pendifinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan pendisiminasian (dessiminate). Tahap pendisiminasian tidak dilakukan pada penelitian ini. Perangkat pembelajaran yang berhasil dikembangkan ada 3, yaitu Perangkat pembelajaran PBI untuk Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya dalam kehidupan, perangkat pembelajaran Diskusi kelas untuk struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pembentukan sel kelamin, ovulasi,menstruasi, fertilisasi, dan pemberian ASI, serta kelainan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia, dan perangkat pembelajaran Guided discovery untuk arti, prinsip dasar, dan jenis-jenis bioteknologi. Berdasarkan hasil validasi pada guru, dosen, dan mahasiswa pendidikan biologi FMIPA semester gasal 2005 A dan B (2 kelas), ternyata perangkat pembelajaran contoh model PBI, guided discovery, dan diskusi kelas untuk matakuliah PBM 3 (MKPBM 3) dinyatakan layak untuk dipergunakan sebagai contoh model perangkat pembelajaran perkuliahan.
PROFIL PENUGASAN GURU-GURU SMP DAN MTs DI WILAYAH KECAMATAN TAMAN SIDOARJO TERHADAP PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PASCA PENDAMPINGAN Nadi Suprapto, ; Woro Setyarsih,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Wilayah kecamatan Taman Sidoarjo terdiri atas 22 sekolah menengah pertama (SMP dan MTs) baik negeri maupun swasta. Hanya sebagian kecil yang memiliki SDM, sarana/fasilitas yang memadai. Sosialisasi KTSP pernah dilakukan di tingkat Kabupaten, namun belum menjangkau seluruh sekolah yang ada. Berlatar belakang hal tersebut maka diadakan kegiatan pendampingan pengembangan perangkat pembelajaran IPA berorientasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan kriteria evaluasi yang telah ditetapkan dan hasil penilaian yang diperoleh serta hasil olahan data atau angket pasca pendampingan dapat dikatakan bahwa penguasaan peserta atas komponen-komponen perangkat pembelajaran berorientasi KTSP berkategori  cukup, skor rata-rata pengembangan silabus dan RPP masing-masing  adalah 2,16 dan 2,33 dalam skala 0-4. Pelaksanaan kegiatan pendampingan dan materi yang disajikan dalam kegiatan pendampingan direspon semua guru dengan sangat baik atau menarik. Kesan tehadap penyaji dalam menyampaikan/memaparkan materi, teknik/cara penyajian baik pada teori maupun praktek, alokasi waktu yang digunakan penyaji dalam pendampingan sudah baik. Guru IPA tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, dari 10 butir indikator yang ditetapkan, sebanyak 79,23 % peserta tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Peserta menginginkan adanya pelatihan dan pendampingan terkait dengan pemanfaatan barang-barang bekas dan alat-alat sederhana di sekitar lingkungan sekolah untuk praktikum/percobaan IPA di SMP, baik memodifikasi peralatan yang ada maupun rancang bangun peralatan praktikum, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat mencerminkan life skill dan sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Pengaruh Model Pembelajaran Berpusat Pada Siswa Terhadap Kemampuan Berpikir Siswa Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII di Kabupaten Sidoarjo Raharjo,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:  Perubahan paradigma pendidikan dari teacher-centered menjadi student-centered yang berbasis konstruktivis belum nyata menunjukkan hasilnya. Para siswa SMP mempunyai kriteria guru yang baik adalah guru menerangkan dengan jelas dan humoris. Siswa merasa belum puas belajar bila guru belum sampai mendiktekan konsep yang harus dicatat di buku catatan mereka. Guru juga merasa belum mengajar bila ia tidak menerangkan panjang lebar tentang isi buku yang harus dipelajari pada hari itu. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan  dampak implementasi strategi pembelajaran berpusat pada siswa terhadap kemampuan berpikir   pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Sidoarjo. Dari hasil analisis data dan hasil pembahasan dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) Siswa yang belajar dengan menggunakan model IK mempunyai hasil belajar kognitif yang lebih baik daripada siwa yang belajar dengan menggunakan model PBI. (2) Hasil belajar  kognitif yang tertinggi adalah kombinasi Sistem Ekskresi dengan sekolah kategori kurang, sedangkan terendah adalah kombinasi pokok bahasan Sistem Pernapasan dengan sekolah berkategori sedang. (3) Jenis materi berpengaruh sangat signifikan terhadap kemampuan berpikir rendah dengan urutan nilai dari rendah ke tinggi sebagai berikut: Sistem Respirasi, Sistem Transportasi;  Sistem Pencernaan; dan Sistem Eksresi. (4) Ada  perbedaan kemampuan berpikir siswa sebagai akibat interaksi antara macam pokok bahasan (Sistem Pencernaan, Sistem Transportasi, Sistem Pernapasan, dan Sistem Ekskresi) dengan model pembelajaran konstruktivis (Pengajaran Berdasarkan Masalah   dan Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok). (5) Ada kecenderungan bahwa semua materi pelajaran Pencernaan, Transportasi, Pernapasan, dan Ekskresi yang dilakukan dengan model pembelajaran Investigasi Kelompok mempunyai hasil yang lebih tinggi daripada model PBM. (6) Ada  perbedaan kemampuan berpikir siswa sebagai interaksi akibat antara kategori sekolah (baik, sedang, kurang) dengan model pembelajaran konstruktivis (Pengajaran Berdasarkan Masalah   dan Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok). (7) Sebagian besar menunjukkan ada kecenderungan bahwa nilai hasil belajar kognitif yang diperoleh melalui model PBM lebih rendah dari IK, namun pola tersebut tidak diikuti oleh teraturnya pola pada kategori sekolah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PENGAJARAN MATEMATIKA PADA MAHASISWA S1 ILMU KEOLAHRAGAAN Nur Syamsiyah,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematics is one of basic science that has important contribution in science and technology masteries, not aside from science and technology of sport, even its applied or reasoning aspect. As basic of science and technology of sport, mathematics is taught to S-1 IKOR students.By jigsaw type cooperative learning every student is given responsible to understand the subject that has been determined because every student has to take a part and active in learning process in order the students have more motivation in learning so their ability in mathematics improves.The research questions in this study are : jigsaw type cooperative learning can improve S-1 IKOR students’ ability in mathematics has not been proven, and the students have been given jigsaw type cooperative learning get more ability improving in mathematics than the students have been given traditional learning has not been proven. In order to answer the questions, the researchers have already done ady on S-1 IKOR students class 2008 B and C amount 46 students as experiment group and class 2008 A amount 36 students as control group. The subject that is choosen for this research is trigonometry. This study uses  non randomized control group pretest-posttest design.The result of the study shows that there is an improvement of the score in the experiment group (the group which has been given jigsaw type cooperative learning), from the average score ( 60,47 ±  7,43) in the pretest increase to (65,86 ± 7,47) in the posttest. The result of data analysis using SPSS shows that t calculation (11,054) > (1,881) t table, in this case H0 is rejected. It can be concluded that jigsaw type cooperative learning can improve S-1 IKOR students’ ability on mathematics.There is also a difference on the improvement of the ability between experiment group and control group (which is given traditional learning). The first group shows a higher improvement, the average score is (12,15 ± 7,46), compare to the second group whose average score is (5,00 ± 3,39). The data analysis result shows that t calculation (5,335) > (1,800) t table, H0 is rejected. It can be concluded that the students have been given jigsaw type cooperative learning get more ability improving in mathematics than the students have been given traditional learning.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kimia Dasar I Pokok Bahasan Kesetimbangan Kimia dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Rinaningsih, ; Titik Taufikurohmah, ; Nita Kusumawati,
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1). Mengembangkan perangkat pembelajaran Kimia Dasar I dengan pokok bahasan Kesetimbangan Kimia di tingkat Universitas, yang bercirikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan (2) Mengetahui kualitas proses dan hasil belajar kimia dasar melalui penerapan perangkat pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian dilakukan melalui dua tahap, yaitu (1) Tahap Pengembangan Perangkat, dan (2) Tahap Pembelajaran nyata. Perangkat Pembelajaran yang dikembangkan adalah Materi Ajar, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Instrumen Hasil Belajar. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Aktivitas dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran menunjukkan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, hasil rata-ratanya sudah baik, (2). Mahasiswa melaksanakan kegiatan keterampilan kooperatif selama proses pembelajaran, (3) Kemampuan dosen secara keseluruhan dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sudah cukup baik, (4) Respon mahasiswa terhadap model dan perangkat pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada umumnya merasa senang, merupakan hal  baru dan berminat untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan model yang sama, (5) Hasil yang dicapai mahasiswa dalam belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sangat baik dan konsisten dengan adanya peningkatan proporsi jawaban benar mahasiswa. Secara umum Pembelajaran Kimia Dasar I pokok bahasan Kesetimbangan Kimia dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dapat meningkatkan kualitas perkuliahan dan prestasi belajar mahasiswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 18