cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 19 (2011)" : 6 Documents clear
ANALISIS RISIKO BENCANA KAMPUNG MBAH MARIDJAN TERHADAP BAHAYA AWAN PANAS GUNUNGAPI MERAPI BERBASIS 3D ANALYSIS Yasin Yusup,
Pendidikan Geografi Vol 10, No 19 (2011)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Eruption of Merapi Volcano at 2006 aiming to South Slope passing Gendol River generate the damage impact of Kaliadem recreation  and " almost" touch the Kampong of mbah Maridjan. Morphological setting in those zones still able to limit the distribution of Glowing Cloud, so the impact limited. The burying of bunker kill 2 people caused by bunker location which not yet considered the possibility of hot cloud slide away from the channel of K. Gendol. Kampong of mbah Maridjan located in among 2 rivers that is K. Gendol and K. Kuning and encircled by the hills. This hills existence protects the Kampong of mbah Maridjan from the 2006 glowing  cloud slide down by magnitude 2 (Volcanic Explosion Index / VEI). Hill trusted by a local society as protection morphology. Though is safe from the hot cloud, but if the bigger eruption is happened (VEI > 2), risk of mbah Maridjan Kampong to the glowing cloud increase and the possibility of hot cloud slide away from the Cemara hills and run against the Kampong Maridjan become rise. Geographic Information Systems (GIS) by 3D Analysis tools from Arc View; terrain and Image overlay tools from Google Earth used in this research to analyze the relation of Merapi South Slope morphology with the glowing cloud distribution. Transect or profile tools used to know the effectiveness of valley and hill in limiting distribution of the glowing cloud. Here GIS can be told to ease the hazard, vulnerability, and disaster risk of mbah Maridjan Kampong to glowing cloud analysis.
PEMBELAJARAN GEOGRAFI FISIK DENGAN METODE STUDI LAPANGAN DALAM MEMAHAMI BENCANA ALAM Syaiful Khafid,
Pendidikan Geografi Vol 10, No 19 (2011)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aim of writing this article is to know the learning of physical geography by field study in understanding natural disaster. The core components of physical geography in unifying geography are space, lacation, environment, and map having the dimension of time, process, openness, and scale. The learning of physical geography is stressed on the phenomena of natural disaster which is caused by human activities, such as the overflow of hot mud, landslide, and flood in the hope that the learners have sufficient knowledge of physical geography in responding, understanding, and preventing natural disaster which occur in the region or in the neighbouring region. This can be achieved when geography teachers learn the material of physical geography by facilitating the learners to be active in conducting field study to understand the phenomena of the occuring natural disaster.
ANALISIS KETIDAKTERKAITAN ANTARA SUBSTANSI PADA STANDAR KOMPETENSI DENGAN SUBSTANSI PADA KOMPETENSI DASAR DAN MATERI PEMBELAJARAN DALAM KTSP-2006 UNTUK MATA PELAJARAN IPS SMP KELAS VIII SEMESTER I Murtedjo,
Pendidikan Geografi Vol 10, No 19 (2011)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum tahun 2006 ternyata belum dapat menyempurnakan kekurangan dari kurikulum 2004. Masih ada ketidakterkaitan antara substansi dalam stamdar kompetensi, kompetensi dasar dan materi pembelajaran yang dirumuskan dalam kurikulum tersebut. Analisis  dilakukan dengan mengambil sampel dari Model Silabus dan RPP terbitan BSNP tahun 2007 untuk mata pelajaran IPS SMP kelas VIII semester 1, pada SK, 1. Dari hasil analisis ditemukan 2 (dua) permasalahan pokok yaitu (1) terdapat materi social studies pada standar kompetensi yang dianalisis dalam bentuk socil sciences, pada kompetensi dasar, dengan problem aproach yang kurang sesuai;( 2) terdapat ketidakterkaitan antara substansi dalam kompetensi dasar dengan materi yang digunakan sebagai pokok bahasan dalam kegiatan pembelajaran. Solusi yang ditawarkan adalah: (a) merubah kompetensi dasar dan materi pembelajaran dengan menitik beratkan pada permasalahan sosial seperti yang ada pada standar kompetensi; (b) merubah materi pembelajaran yang mencerminkan pencapaian academic content standards serta performanced standards yang ada pada kompetensi dasar
PERKULIAHAN BIOGEOGRAFI DENGAN BUKU AJAR PADA MAHASISWA S.1 JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ( SUATU UJI COBA) Sulistinah,
Pendidikan Geografi Vol 10, No 19 (2011)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Didalam proses pembelajaran sumber belajar sangat penting, sumber belajar utama adalah adanya buku sumber atau bahkan buku ajar. Sebab, buku ajar tentu akan disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan rasional, relevansi maupun kompetensi dasar serta indikator yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Untuk itu dalam tahap awal kelayakan suatu buku ajar perlu kiranya diuji-cobakan dalam proses pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelakasanaan pembelajaran dengan buku ajar dan hambatannya, mengetahui kelayakan buku ajar Biogeografi menurut dosen serumpun dan tanggapan mahasiswa sebagai pengguna, serta mengetahui hasil belajar yang dicapai mahasiswa setelah menggunakan buku ajar tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut maka buku ajar diuji cobakan kepada mahasiswa dan juga penilaian dari dosen serumpun. Sebagai uji-coba adalah mahasiswa S.1 2003 yang pada semester gasal 2005/2006 memprogram matakuliah Biogeografi di Jurusan Pendidikan Geografi FIS-Unesa. Sebagai sampel adalah mahasiswa S.1 2003 klas B. Data diperoleh dengan angket dan observasi kemudian  dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan distribusi frekuensi dan persentase melalui tabulasi.Adapun hasil penelitian uji coba ini adalah buku ajar Biogeografi sudah layak untuk digunakan baik menurut dosen serumpun, reviewer, maupun mahasiswa dengan nilai 4,1 (kategori baik), sedangkan hasil belajar mahasiswa rata-rata 70,00 (kategori baik), demikian pula tanggapan mahasiswa cukup menggembirakan yaitu senang dengan pembelajaran yang dilengkapi dengan sumber yang jelas yaitu buku ajar. Namun demikian masih ada juga komentar yang sebagian besar mengharapkan sebelum terbit sebagai buku ajar masih perlu ditambahkan gambar-gambar, ilustrasi guna melengkapi materi yang masih bersifat abstrak.
TINJAUAN GEOGRAFIS PERBEDAAN HASIL USAHA TAMBAK BANDENG TRADISIONAL ANTARA DAERAH PANTAI UTARA GRESIK DAN DAERAH PANTAI TIMUR SIDOARJO Lucianus Sudaryono,
Pendidikan Geografi Vol 10, No 19 (2011)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Secara geografis, daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo memiliki perbedaan lingkungan berkenaan dengan kesuburan alami tanahnya. Sebagian besar petani tambak di kedua daerah masih mengelola tambaknya secara tradisional. Dengan demikian, faktor alami banyak berperan dalam menentukan keberhasilannya. Penelitian ini bermaksud membandingkan hasil usaha tambak bandeng tradisional antara daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo, untuk melihat peran factor alam dalam memfasilitasi pengelolaan tambak secara tradisional oleh masyarakat, berdasarkan perbedaan produktivitas usahanya. Dari 63 responden yang dapat dijumpai di pantai utara Gresik dan 36 responden di pantai timur Sidoarjo, diperoleh data tentang faktor-faktor produksi yang digerakkan dan hasil produksi yang didapatkan dari usaha tambak bandeng tradisional di kedua daerah. Faktor-faktor produksi yang dimaksud meliputi: 1) luas tambak, 2) jumlah benih yang ditebar, 3) biaya-biaya untuk membeli benih, mengupah pekerja, membayar pajak, menyediakan pupuk, pakan dan obat-obatan, dan 4) besarnya hasil usaha, dari segi berat ikan yang dipanen dan besarnya rupiah dari penjualan hasil panen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistis berdasarkan program SPSS yang berbasis computer. Dari analisis penelitian, ditemukan perbedaan yang cukup jelas pada hasil usaha tambak, antara pantai Gresik dan pantai Sidoarjo. Dari luas lahan usaha dan banyaknya ikan yang dipanen, ditunjukkan bahwa produktivitas lahan usaha tambak di pantai Gresik rata-rata 1097kg/ha, dan di pantai Sidoarjo 1048 kg/ha. Adapun dari modal usaha yang digerakkan dan keuntungan bersih yang didapatkan, ditunjukkan bahwa produktivitas modal usaha tambak di pantai Gresik rata-rata 277% per kali tanam, dan di pantai Sidoarjo 318% per kali tanam, dengan masa pemeliharaan selama 9 bulan. Perbedaan kedua nilai signifikan pada derajat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditunjukkan bahwa secara finansial usaha tambak tradisional di pantai timur Sidoarjo lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha tambak di pantai utara Gresik. Dalam hal ini, peran faktor alam dalam mempengaruhi pengelolaan tambak nampaknya lebih kuat di daerah pantai timur Sidoarjo daripada di daerah pantai utara Gresik.
SIKAP MASYARAKAT KABUPATEN TUBAN TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK-OBJEK WISATA DI KABUPATEN TUBAN Agus Sutedjo,
Pendidikan Geografi Vol 10, No 19 (2011)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan objek-objek wisata di Kabupaten Tuban dilakukan dengan tingkat yang berbeda. Perbedaan tersebut menimbulkan perbedaan jumlah wisatawan yang berkunjung dan hal ini dapat disikapi secara berbeda pula oleh masyarakat. Sehubungan dengan pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Tuban, ingin diketahui: 1) sikap masyarakat terhadap pengembangan kepariwisataan, 2) hubungan antara jarak tempat tinggal masyarakat dari objek wisata dengan sikap masyarakat. Untuk mencapai mencapai hal itu digunakan sampel penelitian penduduk yang tinggal di suatu dusun/kampung yang diambil secara random sampling melalui 3 tahap. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Skala Likert dan Chi Square. Observasi juaga dilakukan terhadap objek-objek wisata untuk mengetahui kondisinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat Kabupaten Tuban yang bersikap antagonism, sebagian kecil bersikap euphoria, dan dalam jumlah yang hamper seimbang bersikap apathy dan annoyance. Di samping itu terdapat hubungan yang signifikan antara jarak tempat tinggal masyarakat dengan sikap penduduk yakni tempat tinggal masyarakat makin jauh dari objek wisata makin menunjukkan keramahan terhadap wisatawan yang berkunjung

Page 1 of 1 | Total Record : 6