cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
ANALISIS PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA PERPUSTAKAAN STMIK PRINGSEWU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN MAHASISWA Tri Susilowati; Agus Suryana
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan STMIK Pringsewu merupakan perpustakaan yang mulai operasional sejak tahun 2002. Sampai dengan tahun ini telah banyak dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan terutama penambahan buku-buku referensi penunjang mata kuliah. Walaupun telah dilakukan penambahan sarana prasarana dan buku-buku penunjang namun masih minim mahasiswa yang enggan memanfaatkan perpustakaan. Berdasarkan hal tersebut ditemukan adanya permasalahan di perpustakaan seperti fasilitas, pelayanan, adminitrasi, dan penerapan TI sehingga dapat menyebabkan kurangnya minat mahasiswa untuk mengunjungi dan mencari referensi buku sehingga kepuasan mahasiswa juga menurun. Perpustakaan STMIK Pringsewu memanfatkan teknologi informasi sebagai alat bantu pengeloalaan pelayanan dan pengembangan perpustakaan seperti program aplikasi perpustakaan berbasis Customer Relationship Management (CRM) dibuat untuk membantu pengelolaan, pelayanan serta pengembangan perpustakaan yang ada pada perpustakaan. Tujuan dari Penelitian ini adalah Menganalisis kegiatan/manajemen perpustakaan dan hubungannya dengan kepuasan mahasiswa. Penelitian ini dibatasi hanya untuk mahasiswa dan upaya untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap perpustakaan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode survei dan quesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa terutama semester IV, V, VI, VII tahun 2012 pada sebanyak 200 mahasiswa. Sampel yang diambil sejumlah 20 orang. Hasil Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis Regresi Berganda dengan menggunakan Sofware SPSS for Windows versi 12.0. Hasil Penelitian yang dilakukan dengan uji T dan Uji F didapatkan menyatakan bahwa ρ value < α (p
Membangun Toolbox Algoritma Evolusi Fuzzy untuk Matlab Syafiul Muzid; Sri Kusumadewi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma evolusi fuzzy adalah sebuah teknik komputasi hasil perpaduan antara algoritma genetikadengan sistem fuzzy. Dalam algoritma evolusi fuzzy, tahapan proses sebuah masalah dapat diselesaikan sepertitahapan yang ada dalam algoritma genetika. Namun untuk penentuan parameter-parameter genetika sepertihalnya nilai probabilitas rekombinasi (crossover) dan nilai probabilitas mutasi dihasilkan melalui sistem fuzzy.Algoritma evolusi fuzzy diharapkan menghasilkan hasil yang lebih optimal.MATLAB adalah sebuah perangkat lunak yang mempunyai beberapa toolbox yang menerapkan konsepalgoritma genetika dan logika fuzzy. Sedangkan toolbox yang menerapkan konsep algoritma evolusi fuzzysampai saat ini belum tersedia.Diharapkan dengan adanya toolbox yang menerapkan konsep algortima evolusi fuzzy dapat membantupengguna untuk mempelajari dan memanfaatkan dari algoritma evolusi fuzzy..Kata kunci: Algoritma genetika, fuzzy, toolbox, Matlab, Evolusi, Algoritma evolusi fuzzy.
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Efektivitas Sistem Informasi Cholid Fauzi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sistem Informasi telah menjadi hal yangpenting bagi organisasi untuk dapat bersaing dalamlingkungan yang fokus pada teknologi saat ini. Denganacuan model DeLone dan McLean terdapat upaya untukmengukur kinerja atau efektifitas sistem informasi. Selainitu, budaya sebagai enabler juga harus diperhatikan dalamupaya organisasi untuk mencapai kinerja yang diinginkan.Model CVF dapat diketahui budaya diorganisasi. Studiliteratur dilakukan untuk dapat menggabungkan keduamodel. Dari kedua model ini, diusulkan sebuah modelpengaruh budaya terhadap efektifitas sistem informasiyang terdiri dari 6 konstruk efektifitas dan 5 konstrukbudaya yaitu kualitas informasi, kualitas sistem, kualitaslayanan, penggunaan dan manfaat. Konstruk budayaterdiri diri clan, adhocracy, market dan hierarchy.Evaluasi model dilakukan dengan menggunakan metodeSEM-PLS. Perancangan dan evaluasi dengan metodeSEM-PLS, dihasilkan model pengaruh budaya terhadapefektifitas sistem informasi yang terdiri dari 6 konstrukefektifitas yaitu Kualitas Informasi, Kualitas Sistem,Kualitas Layanan, Penggunaan,Kepuasan dan Efektifitasdan 3 konstruk dari pengaruh budaya yaitu Clan,Adhocracy dan Hierarchy.Kata kunci—Budaya Organisasi; IS Success ModelDeLOne & McLean (DM IS); Culture Value Framework(CVF); Efektifitas Sistem Informasi; SEM Partial LeastSquare)
Adopsi Metode Pengembangan Sistem Informasi di Indonesia: Studi Eskploratori Awal Fathul Wahid
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pengembangan sistem informasi (information systems development methods, ISDM) dibuat untuk menjamin bahwa SI yang dikembangkan dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan anggaran, dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Namun demikian, studi terhadap 32 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor menemukan adopsi ISDM di Indonesia masih rendah. Sebagian besar perusahaan mengembangkan metode sendiri dalam pengembangan SI yang sebagian di antaranya didasarkan pada ISDM yang sudah ada. Responden sepakat bahwa adopsi ISDM memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan usaha yang harus dilakukan untuk mempelajarinya. Temuan-temuan studi ini didiskusikan dan beberapa saran penelitian lanjutan juga dipaparkan.Kata kunci: metode pengembangan sistem informasi, adopsi, sistem informasi.
Pengukuran Tingkat Kesiapan E-Learning (E-Learning Readiness) (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi ABC di Jakarta) Rida Indah Fariani
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi e-Learning membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Banyak implementasi e-Learning mengalami kegagalan meskipun sudah didukung dengan dana besar dan persiapan matang. Oleh karena itu perlu dianalisis terlebih dahulu tingkat kesiapan organisasi dalam mengimplementasikan e-learning (e-Learning Readiness). Pengukuran e-Learning Readiness didasarkan pada model e-Learning Readiness dan dinyatakan dengan suatu indeks. Model e-Learning Readiness dibentuk oleh komponen e-Learning yang digunakan. Dalam penelitian ini digunakan framework penelitian dengan enam komponen utama yaitu Human Resource, Kultur Organisasi, Teknologi, Kebijakan, Keadaan Keuangan Organisasi dan Infrastruktur. Indeks readiness menggunakan indeks versi Aydin & Tascii dengan skala 1-5. Dengan diketahuinya indeks e-learning readiness suatu organisasi diharapkan dapat menjadi baseline untuk melakukan persiapan dan improvement. Selanjutnya untuk menguji validitas framework, studi kasus telah dilakukan untuk mengukur e-learning readiness pada perguruan tinggi ABC di Jakarta. Penelitian dilakukan terhadap karyawan yang terdiri dari manajemen dan dosen. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan wawancara terstruktur, sedangkan pengolahan data menggunakan teknik statistik deskriptif yang dipetakan terhadap indeks e-Learning Readiness versi Aydin & Tascii. Hasil penelitian menunjukkan perguruan tinggi ABC mempunyai indeks e-Learning Readiness sebesar 3.07 dari 3.40 yang diharapkan sebagai standar dari sebuah organisasi, yang berarti bahwa perguruan tinggi tersebut belum siap dalam melakukan implementasi e-Learning dan membutuhkan beberapa improvement. Beberapa rekomendasi diusulkan untuk perguruan tinggi ABC terkait dengan penelitian ini, yaitu pembuatan manajemen SOP, manajemen proyek, dan pembuatan IT Plan yang akan memberi arahan terhadap investasi TI, penyediaan infrastruktur dan optimalisasi struktur organisasi.
Manajemen Pengelolaan LAN dengan Remote System Application Irwan Pribadi; Mukhammad Andri Setiawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan pada saat ini sangatlah pesat. Hampir seluruh segi kehidupan tidaklepas dari teknologi jaringan ini. Local Area Network (LAN) merupakan salah satu bentuk dari teknologijaringan komputer yang perkembangannya sangat pesat dan bahkan telah digunakan hampir di seluruhkehidupan kita pada berbagai bidang. Proses manualisasi sangatlah menghambat seorang admin tersebutdimana waktu akan terbuang percuma jika melakukan pengawasan client dengan mendatangi komputer masingmasingclient tersebut. Kemudahan bagi seorang admin untuk melakukan pengaturan atau pengontrolan bagimasing-masing client pada jaringan LAN sangatlah diperlukan. Aplikasi remote sistem pada jaringan LANmerupakan sebuah solusi untuk bagi seorang admin guna menyelesaikan masalah client tanpa harusmendatangi komputer client tersebut.Kata Kunci: Remote Sistem, Administrasi LAN,
PolydetectTM - Polygraphic Method for Counterproductive Behavior Index Profiling Hashim Bin Hj Yusoff; Ahmad Zaki Abu Bakar; Rose Alinda Alias
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various tools have been utilized to help detect counterproductive behaviors including the use of penciland papers methods and polygraph techniques. The purpose of this paper is to study, design and develop aproof-of-concept polygraphic method for counterproductive behavior index profiling system for human resourceselection besides building and developing polygraphic repository of counterproductive behavior index profile.10 major areas are covered namely alcohol use, computer abuse, credibility, customer service, fundamentaldata, illegal drug use, sexual harassment, theft propensity, work attitude, and work history. Main advantages: 3major areas of concerns, namely little or no concerns (Angel) for lower scorers of 0-33, normal concerns(Human) for medium scorers of 34-55 and serious concerns (Devil) for higher scores of 56-100 are developedwith the ability of producing radar charts for each areas of concern. American Polygraph Association memberstrained as Polygraph Examiners shall be the primary user of this system for pre employment purposes andemployment screening. It also facilitates human resources department for personnel selection. This researchfocuses on the Axciton™ and Lafayette™ polygraph instruments that use the PolyScore algorithms anddevelopment of Polygraphic Method for Counterproductive Behavior Index Profiling System –POLYDETECTTM. Information System Research Design Framework and Multiple Perspective Framework arebeing utilized for the purpose.Keywords: Polygraph, Counterproductive Behavior Index Profiling, Repositories, Information System DesignResearch Framework, Multiple Perspective Framework.
PENILAIAN TINGKAT KEMATANGAN TATA KELOLA TI PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AKADEMIK Fitroh .
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian tingkat kematangan tata kelola TI pada sistem informasi akademik (SIM@K) menggunakan framework COBIT khusus domain PO dan AI studi kasus pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) Versi 4.0 merupakan model standar Tata Kelola TI yang telah mendapatkan pengakuan secara luas. Penelitian ini difokuskan pada dua domain utama COBIT, yaitu Planning and Organisation (PO) dan Acquisition and Implementation (AI) pada SIM@K UIN Jakarta, metode penelitian terdiri atas metode pengumpulan data yaitu kuisioner dengan teknik purposive sampling, wawancara dan analisis data menggunakan framework COBIT Versi 4.0, berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data, berada pada level 2 (reapetable but intuitive) untuk domain PO, sedangkan level 1 (Initial/ad-hoc) untuk domain AI. Temuan untuk masing-masing control objective berdasarkan hasil kuisioner dan wawancara, berdasarkan gap yang ada, kita menentukan tingkat expected maturity pada level 3 (define process) dan dapat dijadikan rekomendasi untuk setiap control objective yang memiliki gap maturity level berdasarkan detail control objective.
Simulasi Perbandingan Wi-Max dan 3G-WCDMA dalam Menghadapi Multipath Fading Gunawan Hendro; Muhammad Suryanegara; Dadang Gunawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi nirkabel berkembang sangat pesat dimulai dari First Generation dengan teknologi AMPShingga Third Generation yang menggunakan teknologi WCDMA dan CDMA 2000. Sementara itu, kemunculanWiMAX yang menerapkan sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dan AdaptiveModulation and Coding (AMC) menawarkan alternatif Broadband Wireless Access, dengan kecepatan transmisidata yang jauh lebih tinggi dari 3G. Dengan membandingkan antara teknologi 3G dan WiMAX, terdapatkeunggulan dan batasan dimana teknologi 3G menjanjikan mobilitas user yang tinggi, sedangkan WiMAX lebihbaik dalam hal transfer rate. Untuk melihat performa teknologi dalam hal mobilitas dilakukan analisis sifat fisiktransmisi nirkabel yaitu multipath fading.Makalah ini menganalisis kemampuan WiMAX yang menggunakan sistem guard time insertion dalammenghadapi multipath fading, dibandingkan dengan teknologi 3G pada sistem WCDMA (Wideband CodeDivision Multiple Access). Kedua teknologi disimulasikan dengan menggunakan bantuan computer-basedsimulation.Pada performa fluktuasi kuat sinyal dan nilai Bit Error, teknologi WiMAX lebih baik dari WCDMAdalam menghadapi multipath fading pada kanal transmisi yang direpresentasikan oleh gangguan AWGN danmultipath Rayleigh fading.
Rancang Bangun Aplikasi Identifikasi Aset TIK Menggunakan QR Code Berbasis Android: Studi Kasus Laboratorium Komputer UKRIDA, Kampus 1 Derry Susilo; Marcel Marcel
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Laboratorium komputer Kampus 1 UKRIDA telahmenerapkan teknologi virtualisasi untuk kegiatan dan layananoperasionalnya. Dalam penerapan teknologi virtualisasi adabeberapa komponen yang berperan penting sebagai tulangpunggung dari teknologi ini, yakni perangkat server sebagaipusat pemrosesan data dan perangkat jaringan sebagai jembatanyang menghubungkan perangkat client dengan server. Agarperangkat-perangkat ini dapat berkerja dengan baik dan reliabelsesuai dengan fungsinya, maka dibutuhkanlah perawatan yangtidak hanya mencakup dari segi software tapi juga fisikperangkat. Penelitian ini mencoba untuk mengajukan sebuahsolusi berupa rancang bangun aplikasi berbasis android yangbertujuan dapat membantu proses perawatan dari sisiidentifikasi perangkat. Fungsi identifikasi menggunakanteknologi QR-Code sebagai solusi penandaan unik untuk masingmasingperangkat. Semua informasi perangkat disimpan dalamdatabase padayang dapat diakses dari server melalui jaringanlokal.Keywords—Aplikasi; Android; Database; Identifikasi; QR Code;Studi Kasus; UKRIDA