cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Perbandingan Algoritma Pengelompokan Non-Hierarki untuk Dataset Dokumen Dyah Herawatie; Eto Wuryanto; Purbandini Purbandini
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2014
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membandingkan beberapa algoritma pengelompokan non-hierarki : K-Means, Bisecting K-Means, K-Median dan K-Medoid untuk data dokumen. Perbandingan dilakukan dengan menggunakan Fmeasure dan akurasi sebagai ukuran kualitas ketepatan hasil pengelompokan. Dalam penelitian ini data yang dipakai untuk eksperimen adalah artikel media masa yang berbahasa Indonesia yang diambil dari website Kompas (www.kompas.com) dan Detik (www.detik.com). Tahapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tahap pertama adalah pengambilan dan pemrosesan data. Sebelum dilakukan pengelompokan data, data dokumen terlebih dahulu harus melalui tahap pra proses, yaitu Detagging, Stopword removal, dan Stemming. Hal ini dimaksudkan agar kata-kata yang digunakan untuk membentuk term-document matrix hanyalah kata-kata khusus yang dapat merepresentasikan dokumen yang ada. Langkah selanjutnya adalah penentuan fitur dan penyusunan term-document matrix. Jumlah fitur yang digunakan untuk pengelompokan dinyatakan dengan persentase dari total fitur. Langkah terakhir : melakukan pengelompokan data set dokumen dengan menggunakan algoritma K-Mean, Bisecting K-Mean, K-Median, dan K-Medoid dengan menggunakan jarak Euclid dan cosinus. Dari hasil eksperimen dapat diambil kesimpulan bahwa algoritma pengelompokan yang memberikan hasil yang terbaik adalah K-Mean. Disamping itu Bi-secting K-Mean juga menghasilkan pengelompokan yang memuaskan. Selain itu jarak cosinus juga memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dengan jarak Euclid. Dari hasil ekperimen, hanya dengan menggunakan 10% sampai 30% fitur yang digunakan telah menghasilkan pengelompokan yang memuaskan.
Kendali Daya Dinamis pada Pemancar (Base Station) Sistem Komunikasi Generasi Ketiga WCDMA Tito Yuwono; Mahamod Ismail
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WCDMA telah dipilih sebagai air interface untuk sistem UMTS. Air interface inibekerja berdasarkan pada sistem akses jamak CDMA. Kendali daya dinamis diperlukanuntuk mendapatkan kualitas yang baik dengan daya yang minimum, sehingga kapasitassistem dapat ditingkatkan. Dari hasil simulasi didapatkan SINR 3,6001 dengan daya padapemancar 0.0825 watt, 0.0412 watt, dan 0,0466 watt.Kata kunci: kendali daya, daya, WCDMA, SINR.
Model Implementasi Mission Assurance dalam Business Process Management Arwin Datumaya Wahyudi Sumari; Firman Munthaha
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Business Process Management (BPM) menggunakan Teknologi Informasi (TI) sebagai salah satu sarana dalam merealisasikan tujuannya. Aktivitas BPM yang berlangsung dalam cyberspace selain memberikan keuntungan yang banyak, juga berdampak pada munculnya kerentanan-kerentanan dan ancaman-ancaman cyber dalam keamanan informasi BPM itu sendiri. Prosedur Mission Assurance dibutuhkan untuk menjamin keamanan informasi dari ancaman cyber yang bersifat dinamis dan terus berkembang. Dalam kajian ini diidentifikasikan peranan Mission Assurance dalam memberikan tingkat jaminan yang memadai untuk keberhasilan misi BPM. Identifikasi jaminan dan analisis dilakukan menggunakan Mission Assurance Category (MAC) dan Mission Assurance Analysis Protocol (MAAP). Hasil kajian menunjukkan Mission Assurance dapat memberikan pengukuran untuk menjamin misi dari BPM tercapai. Mission Assurance juga dapat mencegah dan mereduksi dampak-dampak dari serangan-serangan cyber yang kemungkinan dapat dialami oleh BPM.Kata kunci—Ancaman cyber; Business Process Management; Mission Assurance; Mission Assurance Analysis Protocol; Mission Assurance Category
Audit Sistem Informasi Persediaan Henny Hendarti; Krisna Darma Yanti; Megawati Megawati; Henny Henny
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Audit sistem informasi persediaan merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi dan mengetahui sejauhmana sistem informasi persediaan yang sedang berjalan (pengendalian manajemen dan pengendalian aplikasi)telah mampu mengcover resiko hingga pada tingkat yang dapat diterima oleh perusahaan sekaligus memberikanrekomendasi-rekomendasi konstruktif bagi perusahaan dalam rangka meminimalisasi resiko yang ada pada saatini dan yang akan terjadi dikemudian hari. Audit ini dilakukan dengan menggunakan audit around the computer.Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggali materi-materi yang bersumberdari berbagai buku dan sumber pustaka lainnya serta melakukan penelitian lapangan yang meliputi kuesioner,wawancara, observasi, dan testing aplikasi. Hasil yang dicapai dari proses audit berfokus pada kelemahankelemahanyang ada pada sistem dimana kelemahan-kelemahan tersebut disajikan dalam bentuk matriks resikodan pengendalian yang terdiri dari temuan masalah, potensi resiko (Impact dan Likelihood), keandalanpengendalian yang ada (Design dan Effectiveness).Kata kunci: Audit, Sistem Informasi Persediaan, Pengendalian Manajemen, Pengendalian Aplikasi.
PEMILIHAN SASARAN CROSS SELLING LAYANAN INTERNET SPEEDY PADA PELANGGAN TELEPON RUMAH MENGGUNAKAN ALGORITMA k-NEAREST NEIGHBOR Whidha Ayu Primastuti; Yati Rohayati; Mochamad Rian Murtiadi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan oleh PT Telkom untuk mempertahankan pelanggan dan meningkatkan pendapatannya, adalah dengan melakukan cross selling. Terhadap pelangan telepon rumah (telepon kabel) layanan yang akan ditawarkan dalam cross selling adalah layanan internet Speedy. Untuk dapat menetapkan pelanggan telepon rumah yang tepat, yang akan dijadikan sasaran dalam cross selling, maka dilakukan data mining. Dalam penelitian ini pemilihan pelanggan akan dilakukan dengan menerapkan algoritma k-Nearest Neighbor (KNN), yang merupakan salah satu metode klasifikasi data dalam data mining. Data yang digunakan dalam pembentukan model dengan algoritma kNN adalah data transaksi pelanggan telepon rumah, transaksi pelanggan Speedy, demografi, serta data kemampuan jaringan telepon rumah/kabel.Atribut data yang digunakan dalam pemodelan adalah : pendapatan perusahaan yang diperoleh dari abonemen, jumlah pendapatan sebelum pajak, tiket kredit untuk restitusi, serta tiket diskon untuk restitusi. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa jumlah k yang digunakan dalam pemodelan adalah 2 (dua). Setelah sasaran pelanggan dalam cross selling diperoleh, maka dilakukan perbandingan kesesuaian jumlah sasaran pelanggan yang dihasilkan model dengan jumlah sasaran penjualan Speedy. Untuk dapat menerapkan hasil pemodelan, dibutuhkan data tentang kelayakan perangkat jaringan, sehingga rekomendasi yang dapat diberikan kepada perusahaan bersifat realistis.
Aplikasi Pendeteksi Rambu Lalu-Lintas Menggunakan Operator Sobel dan Metode Hamming Ericks Rachmat Swedia; M. Ridwan Dwi Septian; Margi Cahyanti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membuat aplikasi untuk mendeteksi rambu lalu-lintas berdasarkan bentuk dengan menggunakan operator sobel dan mencari kemiripan citra menggunakan metode hamming distance.  Pengguna dapat memasukkan citra yang akan dicocokkan dengan citra yang terdapat dalam database.  Citra yang dipilih oleh pengguna akan ditransformasi menjadi  gray dan dilakukan proses deteksi tepi sobel.  Citra ini kemudian dicocokkan dengan citra yang terdapat dalam database dengan metode hamming distance, nilai hamming yang paling kecil merupakan citra yang  paling mirip.  Untuk database digunakan 205 citra berukuran 100x100 piksel yang dapat diunduh pada halaman https://id.wikipedia.org/wiki /Rambu_lalu_lintas. Citra-citra ini dijadikan basis data setelah melalui proses grayscale dan deteksi tepi.  Proses uji coba dilakukan dengan mengambil 10 citra rambu yang dipilih secara acak dari pencarian google sebagai proses input untuk dicari kemiripan dengan citra yang terdapat dalam database.  Berdasarkan hasil uji coba, aplikasi ini dapat digunakan untuk mendeteksi rambu lalu-lintas.
Sistem Penalaran sebagai Alat Pembelajaran Gerak Parabola Sri Hartati
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibangun sistem penalaran sebagai alat bantu pembelajaran gerak parabola. Sistem inidikembangkan dengan teknik-teknik animasi, yang memfasilitasi user dengan berbagai fasilitas pembelajaranantara lain fasilitas penalaran fisika, penjelasan teoritis fenomena fisika, dan fasilitas pengujian pemahamandengan latihan soal yang berkaitan dengan gerak parabola. Selain itu sistem menampilkan animasi gerakparabola dan berbagai parameter yang berkaitan dengan gerak parabola pada setiap saat.Sistem ini telah diuji dengan beberapa eksperimen, hasilnya menunjukkan bahwa sistem ini mampumemvisualisasikan gerak parabola, dan mampu dipakai untuk membantu pembelajaran dalam pemahamangerak parabola, maupun membantu evaluasi pemahaman tentang gerak parabola.Kata kunci: sistem visualisasi, animasi, gerak parabola
CHIEF INFORMATION OFFICER DAN PERANNYA DALAM AKTUALISASI MANAJEMEN STRATEGI Agung Darono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen strategi merupakan serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerjaorganisasi dalam jangka panjang. Perkembangan teknologi informasi (TI) juga memengaruhi perkembangankonsep dan implementasi manajemen strategi dalam organisasi. Sejalan dengan perubahan keberadaan fungsiTI dari level operasional menjadi strategis di beberapa organisasi, muncul pula satu fungsi manajerial baruyang disebut dengan Chief Information Officer (CIO). Tulisan ini akan menggunakan Strategic ManagementModel (Wheelen dan Hunger, 2004) sebagai kerangka kerja aktualisasi manajemen strategi. Sementara itu,peranan CIO akan menggunakan kerangka “Tiga Pasang Peran” (IBM Institute for Business Value, 2009).Tulisan ini memanfaatkan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Berdasarkan hasil analisisyang ada, peneliti memetakan dari setiap peran dari peran yang ada dalam “Tiga Pasang Peran” ke setiaptahapan yang ada dalam SMM. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan, terdapat peran tertentu yang lebihbanyak diperlukan dalam aktualisasi manajemen strategi. Pendekatan pemetaan peran dalam tulisan inimempunyai keterbatasan karena masih sangat mengandalkan inter-subjektifitas peneliti dengan hanya berbasispada analisis teks, tanpa dilengkapi pendekatan partisipatif/survei. Penelitian selanjutnya diharapkan dapatmenggunakan metode penelitian lain yang memungkinkan generalisasi hasil penelitian secara lebih memadai.
Aplikasi Pelayanan Administrasi Penduduk Desa Berbasis Web Programing Yuliant Sibaroni; Erwin Budi Setiawan; Mahmud Imrona; Feby Ali Dzuhri
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi olehinstansi pemerintahan dalam lingkup desa salahsatunya adalah proses pembuatan surat menyuratyang masih manual, dimana hal ini berdampakterhadap pelayanan yang kurang maksimal terhadappenduduknya. Penggunaan aplikasi microsoft officedalam pembuatan surat memiliki beberapakelemahan utama seperti ketergantungan terhadapkemampuan aparatur desa yang tinggi yangberakibat format surat menjadi berubah-ubah sertarawan terhadap keakuratan pencatatan data suratyang telah dibuat. Disisi lain, umumnya kemampuanIT aparatur desa adalah dibawah rata-rata dibandingtenaga administrasi lainnya sehingga penggunaanaplikasi khusus pelayanan administrasi persuratanmenjadi mutlak dibutuhkan. Adanya aplikasi suratmenyurat desa berbasis web programing inidiharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yangsedang dihadapi oleh setiap desa dalam melakukanpelayanan administrasi persuratan yang lebih baik.Manfaat lainnya adalah dapat membantu dalampencatatan data persuratan yang ada sehingga akanmembantu desa untuk melihat potensi desa secaralebih jelas, pelayanan administrasi yang dirasakanmasyarakat menjadi lebih baik dan transparan sertapraktek-praktek KKN dalam pembuatan surat didesa menjadi berkurang
MANAJEMEN MASALAH DALAM PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI (Studi Kasus pada ITENAS) Mira Musrini Putra
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen masalah adalah menginvestigasi penyebab dari insiden-insiden dan bertujuan untuk mencegahinsiden yang serupa untuk timbul kembali. Dengan menghilangkan kesalahan-kesalahan (error), dimana seringmembutuhkan perubahan struktural dari infrastruktur TI (teknologi informasi) pada suatu organisasi, jumlahdari insiden dapat dikurangi dengan berjalannya waktu. Manajemen masalah merupakan salah satu prosesuntuk pengelolaan infrastruktur TI (Teknolgi Informasi) yang dipandang cukup penting pada organisasi.Kerangka kerja manajemen yang digunakan untuk menganalisa proses ini adalah COBIT. Pada dokumen resmidari COBIT disediakan pedoman implementasi berikut daftar pengukuran kinerja, faktor kritis, indikatorketercapaian kinerja dan tingkat kematangan. Semua alat dirancang untuk mendukung keberhasilanimplementasi proses-proses TI. Analisa yang dilakukan adalah menentukan proses-proses yang dianggappenting, dan mengukur tingkat kematangannya. Studi kasus yang menjadi tempat penelitian adalah salah satuperguruan tinggi di Bandung. Tujuannya adalah mencoba memberikan rekomendasi tatakelola TI pada pihakmanajemen dan staf operasional terutama pada proses manajemen masalah. Adapun rekomendasi yangdiberikan berdasarkan enam atribut yang utama yaitu Awareness and Communication (AC) ,PoliciesProcedures and Standard (PSP), Tools and Automation(TA), Skill and Expertise (SE), Responsibilities andAccountabilities (RA), Goal Setting and Measurement (GSM). Rekomendasi ini diberikan dengan mengacu padaketentuan di COBIT dan ITIL.Kata Kunci: pengelolaan infrastruktur TI, infrastruktur TI, Cobit,

Page 64 of 142 | Total Record : 1420