cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
AUTOMATIC ESSAY GRADING SYSTEM MENGGUNAKAN METODE LATENT SEMANTIC ANALYSIS Rizqi Bayu Aji; ZK. Abdurrahman Baizal; Yanuar Firdaus
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses evaluasi hasil belajar e-learning tipe soal yang sering ditemui adalah pilihan ganda dan isiansingkat. Meskipun penilaian secara esai relatif sulit dilakukan secara objektif, namun soal esei dipandang masihdibutuhkan untuk melakukan proses evaluasi belajar. Sebab bentuk esei ini memiliki kelebihan dalammerepresentasikan kemampuan pelajar dalam memahami hasil pembelajaran.Penelitian ini dibuat suatu sistemberbasis web untuk mengevaluasi hasil pembelajaran. Metode yang digunakan dalam automated essay gradingsustem ini adalah Latent Semantic Analysis (LSA). Metode ini mempunyai ciri khas untuk mengekstrak danmerepresentasikan kalimat dengan perhitungan matematis dan mementingkan kata-kata kunci yang terkandungdalam sebuah kalimat tanpa memperhatikan karakteristik linguistiknya. Perhitungan matematis dilakukan denganmemetakan ada atau tidak adanya kata dari kelompok kata pada matriks semantik dan kemudian diolahmenggunakan teknik aljabar linier Singular Value Decomposition (SVD). Implementasi Automated Essay GradingSystem ini menggunakan bahasa pemrograman PHP. Sedangkan proses SVD menggunakan bahasa Java libraryJAMA. Setelah dilakukan analisis pengujian, dapat disimpulkan bahwa metode LSA telah dapat digunakan untukmenilai jawaban esai dan telah menghasilkan output sebuah nilai. Hal yang mempengaruhi penilaian adalahbesarnya dimensi matriks tereduksi pada SVD. Korelasi penilaian human raters dengan sistem adalah yangdihasilkan adalah 45,03% dan 50,55%.
Perancangan Aturan Kebijakan Ruangan Berdasarkan Konteks Aktivitas Dan Jumlah Orang Menggunakan Rule-Based Untuk Pengendalian Perangkat Listrik Mokhammad Nurkholis Abdillah; I Wayan Mustika; Bimo Sunarfri Hantono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung universitas memiliki berbagai ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda. Pengoperasian perangkat listrik suatu ruangan pada gedung tersebut umumnya mengikuti jadwal penggunaan ruangan. Namun pengoperasiannya terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan, seperti jumlah lampu yang dihidupkan tidak memperhitungkan jumlah orang didalam ruangan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan aturan kebijakan (policy) untuk mengatur operasional perangkat listrik dengan memper-timbangkan karakteristik ruangan dan jumlah orang. Karak-teristik ruangan mengacu pada fungsi ruangan, kapasitas ruangan, dan perangkat listrik yang terpasang di dalam ruang-an. Aturan tersebut dikembangkan dengan metode rule-based dan diimplementasikan ke dalam sistem penjadwalan yang terintegrasi dengan Google Calendar. Hasil dari pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa aturan yang dikembangkan berhasil menentukan policy yang akan diterapkan untuk mengendalikan perangkat listrik sesuai dengan jenis aktivitas dan jumlah orang.
Pemanfaatan Global Positioning System (GPS) dalam Bidang Transportasi Darat Imam Rozali
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan diri manusia sebagai individu dan makhluk sosial yang dianugerahiakal pikiran dan budi pekerti menumbuhkan sifat untuk dapat memenuhi setiap kebutuhanyang ingin diraihnya. Di sisi lain, perkembangan teknologi sebagai bagian dari daya dukungterhadap kekuatan kontrol yang dibutuhkan semakin pesat. Atas dasar aspek-aspekmendasar diatas itulah, dikembangkan sebuah perangkat pelengkap kebutuhan manusiayang, sementara ini, diberi nama VeTra (Vehicle Tracking). VeTra merupakan produk yangmemadukan beberapa teknologi yang berkembang sehingga menjadi produk layanan dalambentuk tracking benda. Apapun jenis benda tersebut, baik dalam kondisi diam ataupunbergerak dapat diketahui posisinya dengan mempergunakan teknologi Global PositioningSystem (GPS). Untuk tahap riset awal akan dilakukan menggunakan media pengiriman datavia sms ke server system, namun untuk selanjutnya akan dikembangkan pengiriman data viagelombang radio. Riset ini masih membutuhkan biaya dan waktu untuk pengembangan.Begitu luas kemungkinan pengembangannya karena trend ke depan sistem GPS ini akanmenjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat.Kata kunci: global posistioning system, transportasi darat, vehicle tracking, riset teknologiinformasi, bisnis teknologi informasi.
PENGARUH PENYEKALAAN PADA EKSTRAKSI CIRI PENGABURAN DAN PERATAAN BLOK YANG MENGGUNAKAN TAPIS GAUSSIAN 2D Linggo Sumarno
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstraksi ciri mempunyai peran yang penting dalam bidang pengenalan karakter, terutama untuk mengurangi jumlah data citra yang akan diproses. Pengaburan dan perataan blok adalah satu dari beberapa metode ekstraksi ciri yang menggunakan pendekatan multiresolusi. Untuk melakukan pengaburan suatu citra, diperlukan adanya tapis pelewat rendah 2D. Tapis Gaussian 2D merupakan salah satu tapis pelewat rendah yang dapat digunakan untuk keperluan tersebut. Berdasarkan hasil percobaan, terlihat bahwa penyekalaan pada ekstraksi ciri pengaburan dan perataan blok mempunyai sedikit pengaruh dalam meningkatkan kinerja tingkat pengenalan. Penyekalaan tersebut dapat sedikit meningkatkan kinerja tingkat pengenalan hingga sekitar 0,5%, bila dibandingkan dengan tanpa penyekalaan.
Peramalan Harga Saham Perusahaan Menggunakan Artificial Neural Network dan Akaike Information Criterion Eliyani Eliyani
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan syaraf tiruan merupakan model yang meniru cara kerja jaringan neural biologis. Padamakalah ini menerapkan salah satu metode jaringan syaraf tiruan yaitu backpropagation dengan fungsi aktivasisigmoid untuk peramalan harga saham perusahaan. Kriteria informasi untuk seleksi model menggunakanAkaike Information Criterion.Penentuan peramalan saham ini berdasarkan pada variabel-variabel data transaksi saham biasa, berupakombinasi harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, harga penutupan, index pergerakan saham danvolume saham yang terjual. Hasil peramalan adalah harga saham penutupan esok hari. Arsitektur jaringanyang digunakan untuk peramalan adalah 5-30-1 dengan learning rate 0.04 dan momentum 0.8.Kata kunci: Backpropagation, Fungsi Aktivasi, Sigmoid, Learning Rate, Momentum dan Akaike InformationCriterion.
Purwarupa Sistem Penghitungan Sel Polen Berdasarkan Citra Mikroskopis Digital Ainan Nur; Izzati Muhimmah
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tumbuhan, serbuk sari atau sel polen memiliki peranan penting untuk terjadinya fertilisasi. Faktor umum yang mendorong terjadinya proses fertilisasi adalah viablitias sel polen tersebut. Metode yang digunakan untuk mengetahui viabilitas sel polen salah satunya adalah metode pewarnaan dengan menggunakan FDA (Fluorescein Diacetat). Setelah melakukan metode pewarnaan, sel polen diamati dibawah mikroskop untuk mengetahui sel yang hidup dan sel mati. Sel inilah yang akan digunakan dalam penelitian penulis. Perbedaan sel hidup dan mati dapat dibedakan berdasarkan pendaran warnanya. Citra yang diamati dibawah mikroskop akan memberikan perbedaan pendaran warna. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan nilai rata-rata RGB untuk membedakan pendaran warna. Kemudian nilai RGB tersebut diuji dengan menggunakan T-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata yang dimiliki oleh sel berpendar dan tidak pendar. Dari hasil T-test didapat bahwa nilai R berbeda secara signifikan. Selain itu, dilakukan ekstraksi ciri bentuk yaitu area, eccentricity, perimeter, dan circularity terhadap objek berpendar dan tidak pendar. Nilai ini yang akan menjadi batasan perbedaan antara sel berpendar dan tidak pendar. Kemudian setelah dilakukan seleksi fitur, dilakukan proses klasifikasi dengan menggunakan metode jarak Mahalanobis pada nilai G dan B. Hasil klasifikasi kemudian diuji dengan menggunakan uji validasi Single Decision Threshold yang menghasilkan nilai akurasi sebesar 92,79%, nilai presisi sebesar 91,15%, dan nilai recall sebesar 93,05%.
PROGRAM SIMULASI PERHITUNGAN POPULASI FLUKS NEUTRON DALAM TERAS REAKTOR NUKLIR Bagus Tri Atmoyo; Syarip Syarip; Supriyono Supriyono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program simulasi perhitungan fluks neutron dalam teras reaktor nuklir memiliki input berupa fraksi neutronkasip (β), konstanta peluruhan (λ), reaktivitas (ρ), umur satu generasi neutron (l ) dan waktu (t). Data tersebutdiolah untuk menyusun suatu persamaan karakteristik guna memperoleh akar-akar persamaan karakteristik (wj)dan residu (Aj). wj dan Aj digunakan dalam membentuk persamaan populasi fluks neutron terhadap fungsi waktu(nt/n0). Output dari program ini berupa populasi fluks neutron terhadap fungsi waktu yang ditampilkan dalambentuk angka maupun grafik. Pengujian dilakukan salah satunya dengan memasukkan data β dan λ dari isotopU235, ρ dan l masing-masing sebesar 0,002 dan 0,001 s. Hasil pengujian menunjukkan nilai nt/n0 saat t = 0 ssebesar 0,07088 dan mengalami peningkatan yang signifikan saat t = 55 s menjadi 1,31444 dan saat t = 150 smenjadi 167,21324. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa bila ρ > 0 maka grafik populasi fluks neutronterhadap waktu cenderung menjauhi nol.
Three-Pass Protocol Concept in Hill Cipher Encryption Technique Andysah Putera Utama Siahaan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Encryption is imperative in the world of computers. Delivery of data requires a technique that the data is free from attack. Hill Cipher is the popular cryptography method. There are so many techniques that have been made to dismantle the message. Hill Cipher uses the symmetric key model. This key must be distributed to the recipients so that they can restore the ciphertext into plaintext. To avoid the key interception, the Three-Pass Protocol can be implemented to this situation. It avoids the key delivery. By using this technique, either the sender or the recipient does encryption and decryption by their keys respectively without sharing them with each other. It is impossible to the attacker to get the key since the both participants keep the keys safely. Hence, the information transmission is more secure than not using this concept.
Deteksi Fitur Citra Stereo Terpolarisasi Mohammad Iqbal; Imam Ahmad Trinugroho
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan citra terpolarisasi membutuhkan penanganan khusus, terlebih jika kita menggunakan citra inidalam sistem stereo. Citra terpolarisasi yang terbentuk dari instalasi sistem optik pada sistem pencitraan(imaging system) konvensional akan menghasilkan citra yang berkualitas rendah. Pasangan citra yangcenderung ’gelap’ jika diterapkan begitu saja dalam sistem stereo untuk melakukan pencocokan citra (imagematching) kiri dan kanan akan menghasilkan kecocokan yang rendah pula. Dalam makalah ini, penulismencoba melakukan penyetaraan histogram pada tiap pasang citra terpolarisasi yang diambil, lalumemanfaatkan algoritma SIFT untuk melakukan pencocokan citra, kemudian membandingkan hasilnya denganpencocokan citra SIFT pada pasangan citra terpolarisasi orisinil. Selain itu, dalam makalah ini juga dibahasbeberapa kemungkinan konfigurasi parameter SIFT untuk pencocokan citra dan instalasi sistem polarisasi citrayang memungkinkan untuk mendapatkan hasil citra terpolarisasi yang berkualitas cukup, tanpa mengurangiinformasi polarisasi yang ada di dalamnya.Kata Kunci: polarisasi citra, sistem stereo, pencocokan citra
OPTIMISASI KAPASITAS KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID PV/WG MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Julius A. Tanesab; Marthen Liga
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas komponen pembangkit listrik hybrid PV/WG yang optimalsesuai dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan beban listrik menggunakan algoritma genetika. Pada simulasi inidihasilkan jumlah komponen pembangkit listrik yang optimal dengan biaya sistem yang minimum tanpa terjadipelepasan beban (no rejection load) selama masa operasi 25 tahun. Tahap awal penelitian adalah mengetahuispesifikasi teknis, capital cost dan maintenance cost setiap komponen pembangkit listrik system hybrid PV/WG.Tahap kedua adalah memilih kombinasi komponen yang mampu memenuhi kebutuhan daya beban dengan dataintensitas cahaya matahari, kecepatan angin dan suhu selama satu tahun. Tahap ketiga adalah prosesoptimisasi hasil kombinasi yang lolos pada tahap kedua menggunakan algoritma genetika dan memilihkombinasi dengan biaya yang terendah. Hasil simulasi menunjukan bahwa algoritma genetika dapatdiaplikasikan untuk mengoptimisasi kapasitas komponen pembangkit listrik hybrid PV/WG dengan waktukomputasi sekitar 2 menit menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7. Selain itu sistem pembangkit listrikhybrid PV/WG memiliki biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan stand-alone PV ataupun WG.Kata Kunci : Algoritma genetika, hybrid PV/WG, intensitas cahaya matahari, suhu, kecepatan angin

Page 90 of 142 | Total Record : 1420