cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
MODEL PERSAINGAN DUOPOLI YANG MEMPERTIMBANGKAN BELANJA PEMASARAN Farham HM Saleh
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tingkat prsaingan yang semakin ketat, perusahaan berusaha mempertahankan bahkanmemperluas pangsa pasarnya dengan berbagi cara. Salah satu cara yang paling banyak digunakan dalampasar persaingan yang fair adalah melalui belanja pemasaran. Pada pesaingan duopoli perilaku satuperusahaan berpengaruh signifikan terhadap perilaku perusahaan pesaing, sehingga ketika perusahaan yangsatu berusaha memperluas pangsa pasar melalui belanja pemasaran, maka perusahaan pesaingpun akanmelakukan hal yang sama. Untuk itu pada penelitian ini ingin diformulasikan model matematik yang dapatmenggambarkan perilaku pesaingan duopoli yang mempertimbangkan faktor belanja pemasaran. Faktorbelanja pemasaran tersebut dalam model direpresentasikan dengan fungsi biaya yang berbentuk fungsikuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya unit sangat berpengaruh terhadap output yangdihasilkan perusahaan. Oleh karena itu usaha belanja pemasaran harus dengan penuh pertimbangan dankehati-hatian karena dapat berdampak pada biaya unit yang semakin besar.
Analisis Perencanaan Waktu Proyek Sistem Informasi menggunakan Critical Path Method dan Metode Kurva Pangkat Sri Ngudi Wahyuni; Manik Hapsara, P.hD
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Perencanaan proyek merupakan cara dalammengelola proyek agar dapat diselesaikan tepat waktu, sesuaidengan biaya dan sumberdaya yang dianggarkan. Critical PathMethode dan kurva pangkat merupakan metode matematis yangdapat digunakan untuk perencanaan waktu proyek agar lebihefisien. Penelitian bertujuan melakukan analisis perencanaanwaktu proyek Client Application Monitoring Systems (CAMS)yang akan dibangun berdasarkan pola pengembangan proyekpada tahun sebelumnya di Universitas X. Hasil Penelitian adalahdengan menggunakan CPM dan metode kurva pangkat rencanawaktu pengembangan CAMS sebesar 155.62 hari atau + 26minggu. (Abstract)Keywords— Perencanaan waktu; CPM dan Rank CurvaMethod
Aplikasi Sistem Informasi K3 dengan Metode Rula dan Niosh Tri Pujadi; Harisno Harisno; Erik Sugiarto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian pada berbagai proses produksi untuk menemukan kadar penerapanK3 di suatu perusahaan, mengidentifikasi tingkat bahaya yang muncul dalam pekerjaan serta memberikanrekomendasi penyelesaiannya. Metode dalam perhitungan untuk identifikasi tingkat bahaya dalam bekerjamenggunakan persamaan atau rumus pengangkatan beban dari NIOSH (NIOSH Lifting Equation) dan metodeRULA (Rapid Upper Limb Assessment). Hasil yang akan dicapai yaitu pengembangan model perangkat lunakaplikasi sistem informasi untuk mendukung perhitungan data sesuai kondisi di tempat kerja tersebut.Kata Kunci: RULA, NIOSH, Aplikasi Sistem Informasi
ANALISA NILAI GUNA TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERBAIKAN PROSES PENYEDIAAN BARANG PADA PT XYZ Nerva Juniari Manalu; Muhammad Andri Setyadi; Rusliyawati .
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penambangan dan produksi pada industri hulu minyak dan gas bumi membutuhan pasokan barangdengan karakteristik yang spesifik, berteknologi mutakhir, dan memerlukan ketepatan waktu yang tinggi.Kesalahan pasokan barang akan mengakibatkan kerugian dan mengancam keselamatan pekerja danlingkungan. Penelitian ini membahas tentang peran teknologi informasi dalam perbaikan proses pengadaanbarang pada perusahaan hulu migas di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data kinerjaproses pengadaan barang dari salah satu perusahaan hulu migas di Indonesia sebagai studi kasus. Data kinerjaproses pengadaan barang diambil dengan acuan SCOR Metrics dari Supply Chain Council, KPI yangdikeluarkan oleh perusahaan, dan pengukuran waktu proses pengadaan barang. Informasi mengenai penerapanteknologi informasi meliputi : waktu implementasi, lama pengerjaan, sumber daya manusia yang digunakan,inisiator, alasan perbaikan proses, tipe solusi teknologi informasi, dan pola perbaikan proses. Kedua datadianalisis menggunakan metode analisis time series, untuk melihat perubahan kinerja sebelum dan sesudahimplementasi teknologi informasI. Hasil analisis menunjukan perbaikan sistem informasi proses pengadaanbarang ikut meningkatkan kinerja proses pengadaan barang. Penerapan teknologi informasi menjadi saranabagi manajemen untuk menerapkan kebijakan baru dan memantau jalanya proses untuk mendongkrak kinerjaproses.Kata kunci : ERP, IAMS, SCM, KPI, pengadaan, inbound logistics, kinerja, pengelolaan rantai pasokan,kemitraan dengan pemasok, SCOR Model.
The Methodology of Remote Sensing Image Data Scale Space Forming Wiweka Wiweka; M. Natsir
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remote sensing image has information and reality of earth surface content. The principle aim of the producing n-classes object is information extraction. The need of users can be defined correspond to the information scale of object classes, the scale issue is their studying. It will be important as the scaling property has a characteristic hierarchy and link, from the class level of global scale to detail scale. The scaling is performed by using the Gaussian function, the scaling result with factor of more than 100 gives an homogenous image and also object class forms conserving image.Keywords: remote sensing, image, Gaussian, kernel, space, scale.
Rancangan Model Algoritma Pohlig-Hellman dengan Menggunakan Multiple-key Berdasarkan Algoritma RSA Multiple-key Allwin Simarmata
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut keamanan data yang tangguh. Dalam hal keamanan data kriptografi juga berkembang dengan cepat. Banyak algoritma baru yang dibuat dan dikembangkan dengan harapan dapat memberi keamanan data yang lebih baik.Algoritma Pohlig-Hellman dan Algoritma RSA merupakan bagian dari kriptografi dari kelompok algoritma asimetris yang identik dengan pembangkitan bilangan prima sebagai kuncinya.Algoritma RSA sudah lebih baik dibandingkan algoritma Pohlig-Hellman yang sudah ada sebelumnya. Hal ini karena Algoritma RSA menggunakan dua bilangan prima sebagai kunci sedangkan algoritma Pohlig-Hellman hanya menggunakan satu kunci saja.Untuk mengembangkan Algoritma Pohlig-Hellman maka penulis merancang model Algoritma Pohlig-Hellman dengan menggunakan multiple-key untuk pengembangan algoritma Pohlig-Hellman sebelumnya.Rancangan model diperoleh dengan meneliti kekuatan dan kelemahan yang ada pada algoritma Pohlig-Hellman dengan cara membandingkannya dengan algoritma RSA dan algoritma RSA Multiple-key. Kekuatan dan kelemahan dari algoritma diukur berdasarkan kecepatan proses dan tingkat kesulitan algoritma untuk ditembus oleh pihak lain.Kesamaan konsep dalam menggunakan kunci bilangan prima menjadi dasar penulis untuk pengembangan algoritma ini. Teorema Fermat digunakan dalam pembangkitan bilangan prima yang digunakan sebagai kunci pada algoritma. Berdasarkan kelebihan dan kekurangan tersebut selanjutnya didapat rancangan pengembangan algoritma Pohlig-Hellman dengan konsep multiple-key. Model ini tentunya lebih baik dibandingkan dengan algoritma Pohlig-Helman sebelumnya karena dengan penambahan kunci berlapis menjadikan algoritma lebih sulit untuk ditembus pada proses enkripsi dan dekripsi.
Aplikasi Teknologi Penginderaan Jauh dan Uji Validasinya untuk Deteksi Penyebaran Lahan Sawah dan Penggunaan/Penutupan Lahan Dwi Nowo Martono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satellite remote sensing data provide up to date valuable information on landuse/cover existingcondition. Developing standardized and methodology with sufficient accuracy, for assessment the spatialdistribution of agricultural land is prime needed. Landsat Thematic Mapper were used to detect and assess thespatial distribution of wetland rice and land use/ cover in Lampung Province as a case study by applying digitalanalysis Hybrid (supervised) classification approach.To validate or the accuracy detection is to used a statistically approach sampling design (which areconsist of point sampling accuracy and area sampling accuracy) in the selected sample blocks and samplesegments. Area sampling accuracy mainly stressed to assess the accuracy wetland rice spatial distribution.To determine the correctness of land use/ cover types is assigned to that pixel matches the trueclassification of ground segment observation represented by pixel value of digital satellite images. The result ofland use/ cover analysis and classification were compared with the ground data observation contain accuracydetection ranging from 76,7 % (bushes) and 100% (forest). Wetland rice accuracy detection have about 84,5%accuracy. Wetland rice spatial distribution analysis over the segments and sample blocks, were compared withthe ground data assessment and observations have only less than 6% and 21,7% deviation in flat areas andsloping areas respectively. Increasing on slope steepness, and the variety plant growth/ vegetation will befollowed by increasing deviation. High accuracy detected existing agricultural land use very helpful forstrengthening food security and site selection potential areas for agricultural commodities extensification.Keywords: remote sensing, detection, digital analysis, Wetland rice, landuse/cover, accuracy assessment
Sistem Informasi Pemupukan Lahan Pertanian Kasirah Kasirah
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk merupakan media pembantu penyubur tanaman yang dapat memberikan hasil produktif bagi petani. Dimana pupuk tersebut terdapat berbagai macam, diantaranya pupuk alam dan pupuk buatan. Pada saat ini jenis pupuk buatan yang beredar sangat banyak misalnya Urea, NPK, ZA, Organik, dan lain-lain. Dalam hal ini petani diharapkan dapat lebih selektif dalam pemilihan dan penggunaan pupuk yang ada. Adapun pada perancangaan optimasi sistem pertanian ini menggunakan system pakar dimulai dari pengumpulan data-data dilanjutkan dengan penganalisaan data.Kata kunci: Optimasi, Pertanian, Pupuk, Lahan
Error Control pada Jaringan Wireless ATM Berbasis CDMA Menggunakan Kode Concatenated Hafidudin Hafidudin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem telekomunikasi bergerak generasi ketiga memerlukan suatu penelitian intensif di berbagaibidang penelitian. Salahsatunya adalah mengenai skema error kontrol yang cocok untuk diterapkan. Padapeneltian ini dievaluasi mengenai unjuk kerja dari suatu bagian sistem error kontrol pada jaringan wirelessATM berbasis CDMA menggunakan kode concatenated, yaitu lapisan fisiknya dengan menggunakanpengkodean Reed Solomon sebagai inner code dan pengkodean konvolusi sebagai outer code. Unjuk kerja yangditeliti adalah nilai bit error rate (BER) yang dapat dicapai oeleh error control tersebut tersebut. Untuk itudilakukan suatu simulasi dari suatu sumber ke penerima dengan menggunakan metode akses CDMA. Sumberberupa user yang membangkitkan paket CBR dan VBR. Hasil penelitian menunjukan bahwa concatenated codedengan menggunakan kode konvolusi dengan rate R=1/3 mempunyai kemampuan untuk diterapkan padajaringan wirless ATM, dengan jumlah paket = 200 palet, teknik pengkodean tersebut mampu mencapai errorfree pada Eb/No = 10 dB, sedangkan dengan jumlah paket = 100 paket mampu dicapai pada Eb/No = 9 dBKata Kunci: error control, concatenated code, reed solomon, konvolusi, cdma, watm
PENENTUAN ASSOCIATION RULE PADA PEMILIHAN PROGRAM STUDI CALON MAHASISWA BARU MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS WIDYATAMA BANDUNG Fitrah Rumaisa
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diketahui mulai tahun 2001 Universitas Widyatama (UTama) memiliki 11 program studi. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru, calon mahasiswa diperbolehkan memilih maksimal 3 (tiga) pilihan program studi. Selama ini, belum pernah diketahui rule pemilihan program studi yang dilakukan oleh calon mahasiswa. Sehingga strategi khusus yang dilakukan dalam kegiatan promosi. Salah satu alternatif solusi dari masalah tersebut menerapkan teknik data mining, sehingga dapat dilakukan penelusuran pada data historis untuk mengidentifikasi pola data yang dimiliki terhadap subyek yang diteliti yang didasarkan pada sifat-sifat data yang teridentifikasi sebelumnya. Dalam penelitian ini akan menggunakan algoritma apriori untuk mengetahui asosiation rule pemilihan program studi calon mahasiswa.

Page 88 of 142 | Total Record : 1420