cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ordik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014" : 8 Documents clear
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PJOK , SUROTO
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan ke kurikulum 2013 telah resmi dicanangkan oleh pemerintah secara bertahap mulai 15 Juli 2013. Pemerintah telah merancang perjalanan guru sampai tahap implementasi melalui 3 tahap: pelatihan, pendampingan, dan pelaksanaan secara mandiri. Sebagian pakar dan praktisi pembelajaran PJOK ada yang terlibat dalam melahirkan dokumen pendukung kurikulum dan merancang aktivitas penyiapan guru sasaran, akan tetapi sebagian besar guru PJOK yang akan menjadi aktor implementasi pembelajaran belum semuanya memiliki pemahaman yang cukup dan memiliki keyakinan mampu menjalankannya. Dalam tulisan ini dicuplik 9 topik yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan menambah keyakinan diri akan mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 secara total.   Kata kunci: implementasi kurikulum 2013, guru PJOK, kompetensi
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BERORIENTASI TUGAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI INSTRINSIK DAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA PRIAMBODO, ANUNG; KRISTIYANDARU, ADVENDI; JANNAH, MIFTAKHUL
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan-perubahan perilaku seseorang selalu didasarkan pada motivasi tertentu. Motivasi bisa muncul dari dalam (instrinsik) dan juga dari luar (ekstrinsik). Motivasi dan disiplin diri merupakan faktor prediktif yang signifikan dalam keberhasilan prestasi (Waschull, S. B, 2005).  Motivasi instrinsik sangat dibutuhkan dalam pencapaian prestasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa motivasi instrinsik bisa ditumbuhkan melalui pemberian tugas yang sesuai dengan kemampuan siswa dan dalam prosesnya, guru dan orang tua memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap individu tanpa membandingkan dengan orang lain. Secara umum ada dua iklim pembelajaran (motivational climate) yang diciptakan oleh guru yaitu yang berorientasi tugas (task involvement) dan yang berorientasi ego (ego involvement). Tujuan mata pelajaran pendidikan jasmani adalah meningkatkan potensi fisik dan membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat (Permendiknas 22, 23 tahun 2006). Selama ini, pembelajaran pendidikan jasmani banyak menggunakan pendekatan kompetisi dan komparasi antar siswa dalam menilai kompetensi siswa. Kondisi ini lebih dekat dengan iklim yang berorientasi ego.  Bagi siswa yang tidak memiliki kelebihan atau minat dalam aktivitas gerak (olahraga), kondisi tersebut memberi dampak negatif berupa kecemasan, turunnya percaya diri, minat berolahraga dsbnya. Pembelajaran yang berorientasi tugas (task involvement) mengandung unsur-unsur penghargaan kepada individu sesuai dengan kemampuannya, individu diberi pilihan dalam menguasai materi dan masing-masing memiliki target yang berbeda dalam pembelajaran. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah melihat apakah pembelajaran yang berorientasi tugas (task involvement) akan mempengaruhi motivasi instrinsik dan hasil belajar motorik siswa  dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (development research). Dilaksanakan selama 2 tahun, pada tahun pertama melakukan analisis kebutuhan (need assessment) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pakar tentang pentingnya inovasi pembelajaran pendidikan jasmani untuk meningkatkan motivasi instrinsik dan hasil belajar motorik. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun pertama, melalui analisis Content Validity Ratio (CVR) diperoleh hasil bahwa buku panduan guru dan buku jurnal siswa bisa digunakan untuk menerapkan model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas, namun perlu revisi untuk petunjuk dan contoh praktis dalam penggunaannya. Berdasarkan hasil ujicoba lapangan, diperoleh hasil bahwa model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas ini dapat meningkatkan motivasi instrinsik siswa, siswa lebih puas dan senang. Pada aspek kemampuan motorik belum ada perbedaan yang signifikan dibanding dengan kelompok kontrol, sekalipun rata-rata kemampuan motorik kelompok eksperimen lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditetapkanlah sintaks model pembelajaran pendidikan jasmani berorientasi tugas, namun untuk penyempurnaan buku panduan guru, buku jurnal siswa perlu dilakukan uji coba lagi dengan skala yang lebih luas yang akan dilakukan pada tahun kedua penelitian.   Kata kunci: pendidikan jasmani, orientasi tugas, motivasi intrinsik, kemampuan motorik 
APLIKASI EXEL PADA PENILAIAN HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PJOK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Pardomuan, Ritoh; Santoso, Eko Yudi; Zoki, Achmed
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam pembelajaran PJOK sangat memerlukan suatu metode penilaian yang sesuai dengan kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator yang tercantum di dalam kurikulum 2013 yaitu penilaian pada aspek perilaku, pengetahuan, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu penerapan aplikasi metode penilaian pembelajaran PJOK dengan pokok materi yang disusun sesuai dalam implementasi kurikulum 2013 dan mengetahui tingkat standar teknis sebagai aplikasi penilaian pembelajaran PJOK yang akan menjadi standar penelitian dalam implementasi kurikulum 2013. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif yaitu proses analisis yang dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Hasil penelitian ini berupa aplikasi penilaian PJOK dalam implementasi kurikulum 2013, penilaian lebih sistematis, objektif, efektif dan efisien sehingga mempermudah kinerja guru dengan pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional. Dengan aplikasi ini akan menjadikan penilaian (khususnya penilaian PJOK) yang memiliki standar penilaian yang sesuai dengan implementasi kurikulum 2013.    Kata kunci: aplikasi penilaian, pembelajaran PJOK
EDUCATIONAL PLANNING TRAP ELEGANSI SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL (Renungan Pendidik Pasca Pembubabaran RSBI oleh Putusan MK)
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera. Begitu sering dan luasnya pembaharuan pendidikan di Indonesia hingga diumpamakan seperti roti besar yang tidak akan muat dimasukkan dalam kotak. Inovasi pendidikan yang sekarang sedang ramai diperbincangkan masyarakat adalah terkait rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Berdasarkan data analisis kondisi internal pendidikan nasional pada periode 2005-2009 Kemendikbud terhadap pendidikan tingkat dasar dan menengah dijelaskan bahwa Program pengembangan sekolah/madrasah bertaraf internasional (SBI) telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah sekolah bertaraf internasional dari tahun ke tahun. Kemudian kenyataan yang terjadi saat ini bahwa MK telah menetapkan untuk mengabulkan permohonan uji materi atas Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Dampak dari keputusan itu adalah dihilangkannya RSBI dalam sistem pendidikan di Indonesia. Berdasarkan realita tersebut, maka patutlah kita semua merenung, mengavulasi, dan melakukan refleksi mendalam apa dan bagaimana sebenarnya pendidikan yang sesuai dengan jati diri bangsa. Hal ini dikarenakan bahwa pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan tenaga-tenaga pembangunan (human resources) yang terdidik dengan etos kerja tinggi yang siap berkompetisi secara global.   Kata kunci: pendidikan, RSBI, sistem pendidikan nasional.
MUSIK DAN LATIHAN FISIK Putra, Adnyana
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik sering menyertai kegiatan seseorang saat melakukan latihan fisik. Musik bersifat menangkap perhatian, membangkitkan semangat, mood, dan memori, meningkatkan hasil kerja, mengurangi penghambatan, dan merangsang gerakan ritmis. Jenis musik dapat tergantung pada preferensi dari individu yang melakukan latihan. Pengaruh musik terhadap aspek-aspek dalam latihan telah banyak diteliti. Musik meningkatkan power output maupun running task (terutama yang high reference), namun tidak berhubungan dengan denyut jantung mapun kadar asam laktat darah. Musik yang diputar terbalik ternyata juga meningkatkan kadar hormone testosterone, vasopressin dan aldosteron. Musik berkaitan dengan penurunan skor RPE dan kecemasan, serta peningkatan mood dan rasa senang. Aktivitas bermain musik juga dapat meningkatkan fungsi kognitif, fungsi visuospasial, kualitas hidup serta memotivasi lansia untuk terus berolahraga.   Kata kunci: sifat musik, aktivitas latihan fisik, power output 
PENGEMBANGAN KARAKTER SEBAGAI PRIORITAS UTAMA DALAM PENDIDIKAN DJAWA, BERNARD
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu proses menanamkan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat kepada anak didik. Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk dan membimbing anak didik agar memahami, menyadari dan menginternalisasikan nilai-nilai dalam dirinya, sehingga bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai tersebut.             Dalam pendidikan karakter di sekolah, dilakukan secara terpadu meliputi tiga jalur yaitu pembelajaran, manajemen sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Langkah-langkah pelaksanaan pendidikan karakter meliputi perancangan implementasi, monitoring dan evaluasi, dan tindak lanjut. Pada tahap penyusunan perancangan yang harus diperhatikan: (a) identifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah, yang dapat merealisasikan pendidikan karakter, (b) menyiapkan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan program pembentukan karakter di sekolah. Pada tahap implementasi pendidikan karakter dilaksanakan secara terpadu dengan pembelajaran pada mata pelajaran terkait. Selain itu dirancang dan diimplementasikan dalam aktivitas manajemen sekolah seperti peraturan sekolah, perpustakaan, sarana dan prasarana, pembelajaran dan evaluasi. Pada tahap monitoring dan evaluasi secara umum bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana program pembinaan pendidikan karakter itu dilaksanakan. Pada tahap tindak lanjut digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan rancangan, mekanisme pelaksanaan dan sumber daya manusia, terkait dengan program pendidikan karakter.   Kata kunci:   pendidikan karakter, perancangan, implementasi, monitoring dan evaluasi, dan tindak lanjut.
PERAN PEMANDU OLAHRAGA SNORKLING DALAM MEMANDU WISATAWAN Muliarta, I Wayan
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata Indonesia dan Bali pada khususnya sudah tidak bisa diragukan lagi keistimewaannya. Kekayaan alam dan budaya menjadi ciri khas kebesaran pariwisata Indonesia. Daerah perairan Indonesia menyimpan kekayaan bawah air yang sangat menakjubkan. Perkembagan dan keberlangsungannya perlu ditingkatkan dan dijaga agar tetap lestari. Pramuwisata apapun bidangnya tidak bisa terlepas dari kualitas pelayanan yang disajikan selama proses kegiatan wisata. Menjaga kualitas pelayanan wiasata perlu etikad dan etika yang kuat agar dalam memberikan pelayanan tidak menghalalkan segala cara untuk memperoleh kesan positif, melahirkan empati dari wisatawan yang nantinya bermuara pada pemberianTIP atau uang tambahan oleh wisatawan kepada pramuwisata. Terkait dengan uraian latar belakang diatas maka permasalahan yang ada dibatasi pada bagaimana peran pemandu wisata olahraga snorkling dalam  memandu wisatawan. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pemandu olahraga snorkling dalam memandu wisatawan. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang bagaimana peran pemandu olahraga snorkling dalam memandu wisatawan.   Kata kunci: pemandu, snorkling, wisatawan
PENGARUH OLAHRAGA TRADISIONAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA (Studi Pada Siswa Kelas V SDN Gadingmangu 1 Perak dan Gadingmangu 2 Perak) Synthiawati, Novita Nur; Hamid, Faisol; Prasetyo, Guntum Budi
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah olahraga tradisional berpengaruh pada kebugaran jasmani siswa dan pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan pada siswa Sekolah Dasar Negeri Gadingmangu 1 perak dan Sekolah Dasar Gading mangu 2 perak. Diharapkan melalui olahraga tradisional akan menjadi latihan bagi guru untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman mengenai penggunaan permainan khususnya permainan tradisional sebagai media dalam modifikasi pembelajaran dan kebugaran siswa. Olahraga tradisional yang digunakan adalah gobag kreweng, bentengan, patel lele. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sedangkan desain yang digunakan randomized control group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V- Sekolah Dasar (usia 8-12 Tahun), dengan jumlah 40 siswa, sedang sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Gadingmangu 1 dan SD Negeri Gadingmangu 2 Perak Jombang menggunakan cluster random sampling. Dengan jumlah 20 siswa. Dari hasil perhitungan menggunakan uji t (uji beda) serta di presentase maka diperolah data kebugaran siswa putra yang menggunakan olahraga tradisional sebesar diperoleh t  2,101. Jadi t  (2,382) lebih besar dari t  (2,101). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedan yang signifikan pada kebugaran jasmani siswa putra  yang menggunakan olahraga tradisional dengan pembelajaran penjas. Untuk melihat pencapaiannya 30,1 % sudah meningkat, kebugaran jasmani siswa. Untuk hasil kebugaran jasmani putri menggunakan olahraga tradisional sebesar  t  adalah 1,469 dengan taraf signifikan 5 % dengan jumlah reponden 20 siswa dengan df = N1+N2-2=18, diperoleh t  2,101. jadi t 1,469  lebih kecil dari t  (2,101>1.469). maka hasil pencapaiannya 25,71%. Untuk mengetahui peningkatan kebugaran jasmani tersebut dapat dilihat dari peningkatan presentase tiap tabel  untuk putra hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani dikelompok experiment lebih tinggi dari pada dikelompok control  (30,1%>10.6%) begitu juga dengan kebugaran pada siswa putri dengan peningkatan (25,71>22,65)% secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa olahraga tradisional berpengaruh dalam meningkatkan kebugaran jasmani siswa . .Kata kunci: olahraga tradisional, kebugaran jasmani siswa

Page 1 of 1 | Total Record : 8