cover
Contact Name
Uni Tawangsasi
Contact Email
ej_swara@upi.edu
Phone
+6285899792376
Journal Mail Official
ej_swara@upi.edu
Editorial Address
Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik
ISSN : 28072677     EISSN : 28072502     DOI : -
1. Musik 2. Pendidikan Seni Musik 3. Pembelajaran Seni Musik 4. Komposisi Musik 5. Penelitian Seni Musik 6. Pertunjukan Seni Musik 7. Seni Musik Tradisional 8. Musik Komputer 9. Musik Kontemporer 10. Musik Barat
Articles 131 Documents
KESENIAN SURAK IBRA DI DESA KERTAJAYA KECAMATAN CIBATU KABUPATEN GARUT Lestari, Sonia Nurul
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 1 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i1.38485

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kesenian Surak Ibra Di Desa Kertajaya Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut” yang bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengetahui masalah bentuk penyajian pertunjukan surak ibra, perangkat surak ibra, serta fungsi surak ibra dalam masyarakat pendukungnya. Dikuatkan oleh beberapa teori mengenai seni pertunjukan, kategorisasi seni pertunjukan, bentuk penyajian seni pertunjukan, perangkat-perangkat seni pertunjukan, kesenian tradisional, musik ritual, fungsi seni pertunjukan, dan teori mengenai surak ibra itu sendiri.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Secara operasional, data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Semua data diolah melalui teknik reduksi, display data, dan verifikasi data. Hasil temuan penelitian ini adalah kesenian surak ibra merupakan kesenian khas yang dimiliki masyarakat Desa Kertajaya Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut. Surak ibra Desa Kertajaya diciptakan lagsung oleh bapak Ibra selaku orang yang sebelumnya ikut andil melestarikan boboyongan esem di Kampung Sindangsari Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Kesenian ini memiliki kekuatan magis yang kuat karena dalam pertunjukanya segelintir orang dirasuki mahluk ghaib agar dapat berkomunikasi dan menari, di iringi oleh instrumen dog-dog, terompet, kendang dan gong yang membawakan lagu-lagu sunda. Dalam fungsinya surak ibra memiliki fungsi sebagai hiburan pribadi bagi para penikmat dan pelaku, dan sebagai hiburan umum bagi masyarat pendukungnya.Kata Kunci:Surak Ibra, Desa Kertajaya, Seni Pertunjukan
Penggunaan Quipper School Dalam Pembelajaran Apresiasi Seni Musik Barat Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Tasikmalaya (Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Mata Pelajaran Seni Musik Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021) Nurfitriani, Senni Agis; Supriatna, Nanang
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 3 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i3.38405

Abstract

Quipper School sebagai salah satu aplikasipenyedia konten edukasi secara digital memilikikeunggulan dalam mempertemukan guru dan siswauntuk belajar secara digital sehingga mempermudahproses belajar. Quipper school diharapkan mampumenjadi jembatan  proses edukasi dimasa pandemicovid-19 ini, dalam hal ini dalam pengajaran apresiasi pertunjukan seni musik barat. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui peningkatan kompetensi apresiasiseni musik barat siswa menggunakan media pembelajaran quipper School di SMA Negeri 8 Tasikmalaya.Alasan penelitian ini adalah dikarenakan rendahnya apresiasi siswa terhadap pertunjukan musik barat yang ditunjukan dengan rendahnya  nilai siswa dalam pertunjukan musik barat. Dengan demikian, diperlukan adanya perbaikan dalam proses pembelajaran, diantaranya dengan pemanfaatan media pembelajaran quipper school. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakanmetode classroom action research dengan 2 siklus. Temuan dalam penelitian ini berdasaarkan format observasi untuk mengukur keaktifan, keseriusan dandisiplin siswa serta tes. Rata-rata nilai untuk materiapresiasi seni musik tentang pertunjukan musik baratpada siklus I sebesar 76,8, dan siklus II sebesar 82,8 Dengan demikian, skor perolehan siswa diatas nilaiKKM yakni 75,00. Ini berarti hipotesis penelitianditerima maka penggunaan media pembelajaranquipper school dapat memberikan pengaruh yang efektif terhadap materi apresiasi seni musik tentangpertunjukan musik barat, dan proses pembelajarandengan menggunakan penggunaan media pembelajaran quipper school telah berlangsungdengan baik.
"Ekosuar Bersama: Mengangkat Kesadaran Bahaya Volume Tinggi melalui Pendidikan Seni Musik untuk Mahasiswa dan Masyarakat Yustianingsih, Desti; Tawangsasi, Uni; Rachmad, Tono; Sukmayadi, Yudi
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 4, No 2 (2024): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v4i2.73554

Abstract

Menurut WHO, ada 1,5 miliar penduduk di dunia mengalami gangguan pendengaran, sebagian besar yakni remaja. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan remaja yang seringkali mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras. Selain itu, masyarakat awam menganggap bahwa semakin keras volume sebuah pertunjukkan musik, maka semakin bagus pertunjukkan musik tersebut. Misalnya, pertunjukkan musik di acara perayaan pernikahan, khitanan, atau hiburan pesta rakyat, seringkali volume musiknya diatur agar terdengar sejauh 5 km. Berdasarkan hasil angket dari 28 mahasiswa, mereka mengatakan bahwa pertunjukan musik sebagai contoh seperti acara pernikahan, pesta, hiburan, khitanan biasannya menggunakan intensitas volume yang cukup tinggi hingga rekor terjauh dapat terdengar hingga 5 km.Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran mengenai ilmu akustik dibutuhkan sebuah inovasi pembelajaran dengan substansi yang menarik, sederhana (tidak rumit), dapat mudah dipahami oleh mahasiswa dan masyarakat umum, serta bagaimana langkah langkah yang dapat diambil untuk memperkuat edukasi akustik, mengatasi tantangan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya volume tinggi dalam pertunjukan musik.Kata kunci:Pendengaran., volume musik, ilmu akustik, edukasi mahasiswa, Masyarakat.
PELESTARIAN KESENIAN GEMBYUNG DI PADEPOKAN DANGIANG DONGDO KABUPATEN SUBANG Supriatna, Rica Nanda; Supriatna, Nanang
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i3.31407

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pelestarian Kesenian Gembyung  di Padepokan Dangiang Dongdo Kabupaten Subang” merupakan penelitian mengenai bagaimana sistem pewarisan yang terdapat pada kesenian tersebut khususnya di Padepokan Dangiang Dongdo Kabupaten Subang. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dekumentasi. Hasil temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya kekhawatiran dari pendiri kesenian gembyung dangiang dongdo terhadap apresiasi masyarakat terhadap keseniann tradisional khususnya gembyung yang mulai mengalami penurunan sehingga terbentuknya tekad yang kuat untuk terus mempertahankan kesenian gembyung tersebut. Tidak hanya itu melakukan pengembangan namun tetap menjaga keaslian terhadap kesenian tersebut juga merupakan upaya agar kesenian gembyung ini dapat dikenal dan dapat terus dilestarikan.
PELATIHAN KESENIAN BANGRENG PANGGUGAH PUSAKA DI DESA TANJUNGKARANG TASIKMALAYA Fathurohman, Muhammad Aji; Karwati, Uus; Kurdita, Engkur
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 4, No 1 (2024): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v4i1.39169

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Pelatihan Kesenian Bangreng Panggugah Pusaka di Desa Tanjungkarang Tasikmalaya”. Tujuan penelitian yakni mengkaji proses pelatihan yang dilakukan terhadap anggota grup kesenian tersebut. Fokus penelitian yakni terkait kegiatan pelatihan yang dipimpin oleh Pak Didi Sukiman. Sampai saat ini pelatihan masih dilakukan sehingga grup kesenian tersebut masih bertahan. Menurut pelatihnya kegiatan pelatihan disamping menggali bakat seni juga bertujuan turut melestarikan keberadaan seni bangreng di daerah tersebut. Metode dalam penelitian ini yakni deskriptif analitik yang bertujuan menggambarkan persiapan,, proses dan hasil pelatihannya. Untuk memperoleh data-data penelitian dibantu dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini memberi gambaran bahwa: kegiatan pelatihan melalui tahap-tahap yakni: perencanaan waktu yakni setiap sabtu atau minggu malam, mulai dari pukul 20.00-23.00 WIB, materi berupa gending-gending yang dimulai dari jenis gending satu wilet, dua wilet dan gending posisi khusus; pelatih juga mengundang seniman serta masyarakat untuk kegiatan berlatih; berdasarkan prosesnya yakni menggunakan metode andragogi yang mana pendekatannya secara kekeluargaan, sesuai kondisi. Metode berlatih antara lain ceramah, instruksi, demonstrasi, metode simulasi, dan metode diskusi.  Hasil pelatihan akan dapat diamati dari bertambahnya skill para anggota khususnya dalam teknik memainkan gamelan dan penguasaan materi gending, pada waktu khusus hasil latihan ditampilkan dalam acara pertunjukkan.Kata Kunci : Pelatihan, Kesenian Bangreng
KOMPOSISI MUSIK ANGKLUNG "BAKIKIK" KARYA YADI MULYADI Nuranisa, Icha Siti
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 1 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i1.38407

Abstract

Penelitian ini berjudul “Komposisi Musik Angklung Bakikik karya Yadi Mulyadi.” Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui komposisi musik angklung. Fokus penelitian pada ide konseptual serta bentuk dari komposisi musik angklung Bakikik ini. Penelitian mengenai bagaimana ide konseptual komposisi musik angklung bakikik karya Yadi Mulyadi dan bagaimana bentuk komposisi musik angklung bakikik Karya yadi mulyadi. Maka, dilakukan teknik dan pengumpulan data melalui metode desktriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh melalui studi literatur berupa partitur serta buku-buku yang berkaitan dengan penelitian juga dengan pengumpulan dokumentasi audiovisual karya Bakikik ini. Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi komposisi yang diciptakan oleh komposernya, terutama faktor latar belakang Yadi Mulyadi yang kental akan kesenian tradisi. Dalam setiap karya yang diciptakan, Yadi selalu menggabungkan alat musik barat dengan alat musik tradisi namun selalu menjadikan alat musik tradisi sebagai melodi-melodi utama. Salah satu karya yang terinspirasi dari musik tradisi adalah Bakikik. Hasil dari penelitian karya bakikik yang diciptakan yadi mulyadi dengan ide krativitas yang merupakan interpretasi dari “Kaulinan Barudak” dengan konsep glocalizer dengan menggunakan alat musik angklung, toleat dan beluk sebagai alat musik lokal yang dikemas menjadi lebih dinamis dengan musik jazz. Bentuk dari karya ini A-B-C yang merupakan ternery atau 3 bagian.Kata kunci: Komposisi, Angklung, Bakikik
PEMAHAMAN TANGGA NADA DIATONIS SECARA AUDITIF PADA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANJARAN Suwandi, Maya Fauziah
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 2 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i2.38420

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul “ Pemahaman Tangga Nada Diatonis Secara Auditif Pada Kelas XI SMA Negeri 1 banjaran”, penelitian ini dilaksanakan terhitung sejak Akhir Februari hingga pertengahan Agustus. Fokus Penelitian yaitu untuk mengungkap fakta rendahnya tingkat pemahaman siswa kelas XI Ipa 5, semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di SMA negeri 1 Banjaran, pada Pemahaman Tangga Nada Diatonis Mayor dan Minor khususnya dalam Karya Musik Barat yang diperdengarkan. Dengan hal ini menimbulkan keresahan bagi peneliti, Mengingat kompetensi yang diharapkan sesuai silabus pembelajaran di sekolah tersebut, pada semester genap tahun ajaran 2020/2021  selain pemahaman  karakteristik musik atonal dan modal secara auditif, siswa juga harus mampu memahami tentang karakteristik musik tonal secara auditif. Guna memahami karakteristik musik tonal dibutuhkan pula pemahaman tangga nada diatonis mayor dan minor secara auditif.  Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Deskriptif Fenomenologis melalui Pendekatan Kualitatif. Mengingat keterbatasan waktu penelitian di lapangan, maka peneliti tidak mengambil seluruh siswa kelas XI, namun mengambil salah satu kelas yakni kelas XI Ipa 5 sebagai sampel penelitian. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan fakta bahwa siswa tidak terlatih kemampuan auditifnya, khususnya pada kemampuan tangga nada diatonis mayor dan minor untuk memahami karakteristik musik tonal. Selain itu, karena kondisi Pandemi saat ini menyebabkan kesulitan bagi guru untuk melatih auditif siswa khususnya untuk tangga nada diatonis mayor dan minor dalam pembelajaran daring. Pembelajaran musik melalui luring masih diyakini oleh sebagian guru seni musik sebagai kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan pembelajaran musik melalui daring. Kata kunci : Pemahaman tangga nada diatonis secara auditif
Pembelajaran Gerak Dan Lagu Melalui Lagu-lagu Kaulinan Barudak Di Kelas 2 SDN 1 Langkaplancar Pangrestu, Saranti Galih; Karwati, Uus; Sutanto, Toni Setiawan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 4, No 2 (2024): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v4i2.73102

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Pembelajaran Gerak dan Lagu Melalui Lagu-lagu Kaulinan Barudak di kelas 2 SDN 1 Langkaplancar”. Kaulinan barudak merupakan salah-satu kearifan lokal dan patut untuk dilestarikan karena memiliki nilai-nilai yang baik dalam pendidikan. Sebelumnya lagu-lagu kaulinan barudak kurang digemari oleh anak-anak dalam pembelajaran materi tersebut diberikan secara monoton yang hanya sebatas lagunya saja. Dengan adanya pembelajaran gerak dan lagu melalui lagu-lagu kaulinan barudak dapat menjadi suatu inovasi baru dalam pembelajaran seni di Sekolah Dasar terkhusus kelas 2. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan hasil pembelajaran diperkuat melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian : a. Pengembangan lagu-lagu kaulinan barudak dilakukan dengan cara interlocking materi lagu tokecang, perubahan tempo pada materi lagu oray-orayan. Lagu tokecang dipilih karena banyak di kenal oleh siswa terkesan meriah dan memiliki frase kalimat yang pendek. Setiap frase dapat dibuat bagian-bagian untuk sajian interlocking. Lagu oray-orayan bisa di variasaikan melalui cara perubahan tempo lagu yakni dengan tempo tempo lambat, tempo sedang dan cepat. Musikalitas pada siswa dilakukan dengan teknik bernyanyi sambil bergerak. b. implementasi dilakukan pada kelas 2 metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara demonstrasi, ceramah, drill, dan berkelompok yakni pada saat kreativitas gerak dalam menyanyikan lagu lagu tersebut. c. hasil implementasi menunjukan bahwa dengan adanya pengolahan dan pengembangan lagu kaulinan barudak materi lagu-lagu kaulinan barudak mudah di pahami dan di senangi oleh anak-anak serta mewujudkan pembelajaran yang kreatif. 
Teater Musikal Anak "Pemetik Senyuman" oleh Nuart School of Musical Theatre (Analisis Proses Penggarapan Musik) Vania, Nirvana; Sukanta, Sukanta; Gunawan, Iwan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i3.36286

Abstract

Teater musikal adalah salah satu bentuk pertunjukan teater yang menggabungkan lagu, dialog lisan, akting, dan tarian. Cerita dan konten emosional dari musik - humor, kesedihan, cinta, kemarahan - dikomunikasikan melalui kata-kata, musik, gerakan, dan aspek teknis dari hiburan sebagai satu kesatuan yang utuh. Berangkat dari sebuah puisi yang ditransformasikan menjadi sebuah pertunjukan dibutuhkan kemampuan kreatifitas tinggi dari seorang komposer dalam penggarapan dari segi cakupan seni pertunjukan dan musik pun memiliki peran krusial sebagai pemicu atau penggugah suasana. Penelitian ini berjudul “Teater Musikal Anak “Pemetik Senyuman” oleh Nuart School of Musical Theater: Analisis Proses Penggarapan Musik”. Permasalahan dan tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses interpretasi musik, proses garapan musik, dan penyajian pertunjukan dalam teater musikal anak “Pemetik Senyuman”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui logbook yang diberikan oleh mentor, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kordinasi sutradara berserta jajaranya berubah menjadi kerja secara ansambel berdasarkan pengetahuan dan keterampilan, hasil interpretasinya bisa merealisasikan program Nuart School of Musical Theatre sesuai dengan ekspetasi untuk tahap awal proses pengenalan tentang teater musikal pada anak-anak.
RE-ARANSEMEN LAGU “EMUT BAE” CIPTAAN DEDDY ODOY UNTUK ENSEMBLE STRING QUINTET Pratama, Aditya; Nusantara, Henri
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 4, No 1 (2024): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v4i1.40713

Abstract

Penelitian penciptaan ini berjudul “RE-ARANSEMEN LAGU “EMUT BAE” CIPTAAN DEDDY ODOY UNUTK ENSEMBLE STRING QUINTET”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana harmonisasi lagu emut bae yang populer di masyarakat, bagaimana re-aransemen yang digarap oleh peneliti, serta bagaimana aplikasi re-aransemen dalam bentuk string quintet kepada para musisi.. Untuk menjawab semua pertanyaan penelitian, maka dilakukan metode penelitian artistik (artistic research) yakni seniman itu sendiri yang meneliti dengan hasil luarannya adalah karya seni. Dalam metode ini, karya seni bukan sebagai objek akan tetapi sebagai subjek. Berdasarkan hasil temuan penelitian, bahwa harmonisasi lagu emut bae yang populer di masyarakat terdapat dua versi. Versi Hetty Koes Endang dan Nining Meida. Re-aransemen yang digarap peneliti berbentuk simulasi melalui software notasi. Dengan menggunakan VST (Virtual Sound Technology) sebagai media untuk para musisi berlatih. Latihan dilaksanakan melalui dua tahapan. Yang pertama latihan individual dan latihan bersama. Terdapat banyak penyesuaian antara notasi yang dibuat oleh peneliti sebagai simulasi kepada para musisi. Dengan adanya latihan bersama, berbagai permasalahan terkait karya penciptaan dapat terselesaikan dengan diskusi bersama para musisi. Hasil akhir dari penelitian penciptaan ini dibuat pengambilan video dan audio yang di rekam secara langsung lalu di publikasikan secara daring.