cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM TENTANG KOLOSTRUM DI PUSKESMAS BAHU MANADO Sukari, Nensy Ratnawati; Rompas, Sefti; Bataha, Yolanda B.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5254

Abstract

Abstract: Colostrum is one of part of the milk that was so very important to be given to the first baby's life because colostrum has antibodies, especially immunoglobulin (IgA) to protect infants from infectious diseases and these substances will not be found in the second breast milk or formula milk. In addition, colostrum also contains protein, also high vitamins A and low fat so that it meets the nutritional needs of infants in the first days of birt and also help clean the meconium sort of baby's first stool greenish-black. Therefore colostrum must be given to infants. Objective: To determine the knowledge of postpartum maternal colostrum in Bahu Local Health Center Manado. Methods: Descriptive study. This research was conducted at the Bahu Local Center Manado. The amount of samples in the study is about 57 respondents and using total sampling. Results: showed that knowledge about postpartum maternal colostrum either category by 32 respondents (56.1%), insufficient knowledge as much as 19 respondents (33.3%) and the lack of knowledge as much as 6 respondents (10.5%). Conclusion: Knowledge about the definition of postpartum maternal colostrum, colostrum reflexes play a role in the composition of colostrum, colostrum benefit, the factors that cause a mother does not give colostrum, colostrum benefit in providing Bahu Manado PHC are in either category. Keywords : Knowledge, maternal postpartum, Colostrum. Abstrak: Kolostrum merupakan bagian dari ASI yang sangat-sangat penting untuk diberikan pada kehidupan pertama bayi karena kolostrum mengandung zat kekebalan terutama immunoglobulin (IgA) untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan zat ini tidak akan ditemukan dalam ASI selanjutnya ataupun dalam susu formula. Selain itu kolostrum juga mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan lemak rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran dan juga membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengetahuan ibu postpartum kolostrum di Puskesmas Bahu Manado. Metode Penelitian : penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bahu Manado. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 57 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian : menunjukkan bahwa pengetahuan ibu postpartum tentang kolostrum kategori baik sebanyak 32 responden (56,1%), pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (33,3%) dan dalam pengetahuan kurang sebanyak 6 responden (10,5%). Kesimpulan : Pengetahuan ibu postpartum tentang pengertian kolostrum, reflek yang berperan dalam kolostrum, komposisi kolostrum, manfaat kolostrum, faktor-faktor yang menyebabkan seorang ibu tidak memberikan kolostrum, keuntungan dalam memberikan kolostrum di Puskesmas Bahu Manado berada dalam kategori baik. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Postpatum, Kolostrum.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT MEDIK RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Timporok, Oliviani Phrystika; Mulyadi, Ns; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8201

Abstract

Abstrak : Instalasi Gawat Darurat sebagai gerbang utama penanganan kasus gawat darurat dirumah sakit memegang peranan penting dalam upaya penyelamatan hidupklien. Penelitian ini di latar belakangi oleh karena banyaknya pasien yang menunggu di Instalasi Gawat Darurat Medik untuk menunggu pulang atau pindah di ruangan inap. Waktu tunggu yang baik dapat meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pasien di IGD Medik RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian yang di gunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel di lakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi chi square di dapatkan nilai p= 0,000 < α= 0,05. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan adanya hubungan administrasi, sarana prasarana, tenaga kesehatan, keluarga dengan waktu tunggu pasien di IGD Medik RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran meningkatkan mutu pelayanan di IGD Medik RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas bagi pasien.Kata kunci : Waktu tunggu, Pasien
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAGULANDANG KABUPATEN SITARO Karim, Nur Afni; Onibala, Franly; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19468

Abstract

Abstract:Hypertension is a condition in which an increase in systolic blood pressure ≥130mmHg and diastolic pressure ≥80 mmHg. Hypertension is a worldwide health problem thatcontinues to increase. Physical activity is any body movement produced by skeletal muscle andrequires energy expenditure. The purpose of this study was to determine the relationship ofphysical activity with the degree of hypertension in outpatients in the work area of TagulandangPublic Health Center of SITARO Regency. Design the research is using observational analytic,using Cross Sectional approach. The sample is 40 respondents taken by using purposivesampling technique. Data were collected from respondents using physical activityquestionnaire sheet and observation sheet for degree of hypertension.Statistics Test Result Chi-Square of physical activity relation with degree of hyperetensi 95% (α≤0.05) and resultobtained p value 0.039. Conclusion that there is relationship between physical activity withdegree of hypertension in outpatient in work area of Tagulandang Public Health Center ofSITARO Regency.Keywords: Physical activity, degree of hypertensionAbstrak:Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik ≥130 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 80 mmHg. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yangterjadi diseluruh dunia yang terus meningkat. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yangdihasilkan oleh otot rangka dan memerlukan pengeluaran energi. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada pasien rawat jalan diwilayah kerja Puskesmas Tagulandang Kabupaten SITARO. Desain Penelitian yaitumenggunakan observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.Sampel sebanyak 40 responden yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling.Data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan lembar kuesioner aktivitas fisik danlembar observasi untuk derajat hipertensi. Hasil Uji Statistik Chi-Square hubungan aktivitasfisik dengan derajat hiperetensi 95% (∝≤ 0.05) dan hasil diperoleh pvalue0.039. Kesimpulanyaitu terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada pasien rawat jalandi wilayah kerja Puskesmas Tagulandang Kabupaten SITARO.Kata Kunci: Aktivitas fisik, derajat hipertensi
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN STRES HOSPITALISASI PADA ANAK USIA TODDLER DI IRINA E BLU RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Gaghiwu, Lidia; Ismanto, Amatus Yudi; Babakal, Abram
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2195

Abstract

Absract: Toddler age children vulnerable to stress because their ability to overcome and managing stress is yet limited. Hospitalization can become a stressor for children, making them experience stress of hospitalization. The stress of hospitalization of a child is influenced by several factors, one of them being the caring behaviour of the nurse. A nurse behaving caringly can lessen the stress or patient trauma during hospitalization. The purpose of this research is to know the relations between a nurse's caring behavior and the stress of hospitalization on children of toddler age at Irina E BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The design of this research is analytic descriptive with a cross sectional approach. The sampling technique used is accidental sample of as many cas 30 people. The analysis of data used the chi square test with help SPSS. The result of the statistic test showed that p value = 0.032 < α value = 0.05 (Ho rejected). Conclusion of this research that there was correlation between the nurse's caring behaviour and the stress of hospitalization on children of toddler age at Irina E BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Good behavior of the caring nurse minimizes the stress of hospitalization on children. Keywords : Nurse caring behaviour, Stress hospitalization and Toddler Abstrak: Anak usia toddler rentan terhadap stres karena kemampuan anak untuk mengatasi dan mengolah stres masih terbatas. Keadaan hospitalisasi dapat menjadi stresor bagi anak, sehingga anak akan mengalami stres hospitalisasi. Stres hospitalisasi pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ialah perilaku perawat saat merawat pasien. Perawat yang bertugas memberikan asuhan keperawatan harus mengembangkan perilaku caring, perawat yang berperilaku caring berarti perawat tersebut mampu mengurangi stres ataupun trauma pasien selama menjalani hospitalisasi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan stres hospitalisasi pada anak usia toddler di Irina E BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian ini ialah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan aksidental sampling pada 30 orang tua. Teknik analisa data menggunakan uji chi square dengan bantuan SPSS. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,032 < α = 0,05 (Ho ditolak). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan stres hospitalisasi pada anak usia toddler di Irina E BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Perilaku caring perawat yang baik akan meminimalkan stres hospitalisasi pada anak. Kata Kunci : Perilaku caring perawat, Stres hospitalisasi dan Toddler
PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF (PUZZLE) TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DESA LINAWAN KECAMATAN PINOLOSIAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Muloke, Inggried Claudia; Ismanto, Amatus Yudi; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14718

Abstract

Abstrack: Preschoolers are children at aged 36-60 months, during this period a child is prepared for school, where the senses and stimuli as well as acceptance of the receptor and memory process should be ready so that a child is capable to study with well, the learning process at this time is with play. Children’s kognitive ability could be indicated with play a game that using educational tool game. The purpose of this research is known the influence of educational tool game (puzzle) on children’s cognitive development at aged 5-6 years in the village of Pinolosian Sub-district Linawan Bolaang Mongondow Regency South. The design of this research uses pre-experiment method with one group pretest-posttest design. Sampling techniques uses sampling size, at least about 30 respondents. The results of statistical tests on Paired Sample t-test with a confidence level of 95% (α = 0.05) and the obtained p value 0.000<0.05. The conclusion indicates that there is the influence of teducational tool game (puzzle) children’s cognitive development at aged 5-6 years in the village of Pinolosian Sub-district Linawan Bolaang Mongondow Regency South. Keywords : Educational tool game (puzzle), Cognitive Development, preschoolers Abstrak: Anak prasekolah adalah anak yang berumur 36-60 bulan, pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, dimana panca indra dan sistim reseptor penerimaan rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik, proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Kemanpuan Kognitif anak dapat ditunjukan dengan cara melaksanakan kegiatan bermain menggunakan alat permainan yang mengandung unsur atau nilai edukatif. Tujuan Penelitian ini adalah diketahui pengaruh alat permainan edukatif (puzzle) terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di desa Linawan Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Desain Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-post test design. Teknik pengambilan Sampel menggunakan sampling size sebesar minimal 30 orang responden. Hasil Uji Statistik hasil uji Paired Sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan yaitu ada pengaruh alat permainan edukatif (puzzle) terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di Desa Linawan Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Kata Kunci : Alat Permainan Edukatif (Puzzle), Perkembangan Kognitif, Anak prasekolah
SCREENING FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS PADA INDIVIDU DENGAN RIWAYAT KELUARGA DIABETES MELITUS DI RSUD JAILOLO Watta, Relin; Masi, Gresty; Katuuk, Mario E.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i1.28410

Abstract

AbstractBackgroud: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by an increase in blood glucose. The purpose of this study is to describe the risk factors for diabetes mellitus in individuals with a family history of diabetes mellitus. This method used a descriptive design with a Survey approach. The sample in this study were 100 people in family members who have a family history of diabetes mellitus. The test results obtained are a family history of diabetes mellitus with a high risk of 96 respondents (96%). The description of knowledge on high-risk eating patterns was 80 respondents (80%), while attitudes toward eating patterns show 81 respondents (81%) were at high risk. The description of knowledge about physical activity shawed that 76 respondents (76%) had a high risk, while the attitude towards physical activity showed 37 respondents (37%) had a high risk and 63 respondents (63%) had a low risk. Conclusion there is a high risk of diabetes mellitus in individuals with a family history of diabetes, most respondents have low knowledge and attitudes about eating patterns so that they have a high risk of diabetes, and respondents' knowledge about high-risk physical activity but attitudes to low-risk physical activity.Keywords: Screening, Risk factors, Diabetes mellitusAbstrakLatar belakang: Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis  yang ditandai dengan peningkatan glukosa darah. Tujuan penelitian diketahui gambaran faktor resiko diabetes melitus pada individu dengan riwayat keluarga diabetes melitus . Metode penelitian deskriptif  dengan metode Survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang pada anggota keluarga yang memiliki riwayat keluarga diabetes melitus. Hasil hasil uji diperoleh yaitu gambaran riwayat keluarga diabetes melitus yang beresiko tinggi sebanyak 96 orang responden (96%). Gambaran pengetahuan pada pola makan yang beresiko tinggi sebanyak 80 orang responden (80%), sedangkan  sikap pada pola makan menunjukan  81 orang responden (81%) beresiko tinggi. Gambaran  pengetahuan tentang aktivitas fisik menunjukan 76 orang responden (76%) beresiko tinggi, sedangkan sikap pada aktivitas fisik yang menunjukan 37 orang responden (37%) beresiko tinggi dan  63 orang responden (63%) yang beresiko rendah. Kesimpulan terdapat resiko tinggi diabetes melitus pada individu dengan riwayat keluarga diabetes, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan sikap yang rendah tentang pola makan sehingga memiliki resiko tinggi terhadap diabetes, dan pengetahuan responden tentang aktivitas fisik beresiko tinggi tetapi  sikap pada aktivitas fisik  beresiko rendah.Kata Kunci : Screening, Faktor Resiko, Diabetes Melitus.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI POLI KIA PUSKESMAS TUMINTING Wanda K, Asri; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5307

Abstract

Abstract: Anxiety (Anxiety) is a fear that is not clear and is not supported by the circumstances. Pregnancy can be a source of anxiety stressor, Pregnancy classified into the first trimester, second trimester and third trimester. Anxiety experienced by pregnant women were divided into categories of types of pregnancy gravidity, age, and education level. The purpose of the study to determine the relationship of the characteristics of third trimester pregnant women with levels of anxiety in facing childbirth. Design research uses descriptive analytical method using a cross-sectional study design (cross-sectional study). The sample of 60 people. Analysis of the data using chi-square test (X2), the 95% significance level (α ≤ 0.05) showed the value of p= 0,017. Conclusion no relationship characteristics third trimester pregnant women with levels of anxiety in facing childbirth at Poly KIA public health of Tuminting. Advice for health care workers is expected to increase consulting services for pregnant women to be able to cope with anxiety in the face of labor. Keywords: Characteristics pregnant women, Anxiety Abstrak: Kecemasan (Ansietas) adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. Kehamilan dapat merupakan sumber stressor kecemasan, Kehamilan di kelompokkan menjadi trimester I, trimester II dan trimester III. Kecemasan yang dialami ibu hamil dibagi kedalam kategori jenis kehamilan graviditas, usia, dan tingkat pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil trimester III dengan tingkat kecemasan dalam mengahadapi persalinan. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study (study potong lintang). Sampel dalam penelitian berjumlah 60 orang. Analisa data menggunakan uji chi-square (X2), pada tingkat kemaknaan 95% (α ≤ 0,05) menunjukkan nilai p=0,017. Kesimpulan ada hubungan karakteristik ibu hamil trimester III dengan tingkat kecemasan dalam mengahadapi persalinan di Poli KIA Puskesmas Tuminting. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan jasa konsultasi bagi ibu hamil untuk dapat mengatasi kecemasan dalam menghadapi persalinan. Kata kunci: Karakteristik Ibu hamil, Kecemasan
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIS (MP-ASI) DINI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS MOTI KOTA TERNATE Luange, Bakri; Ismanto, Amatus Yudi; Karundeng, Michael Y
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.10792

Abstract

Absract : Earlier supplementary foods of breast milk (MP-ASI) is a food or beverage containing the nutrients given to baby or children aged 6-24 months in order meet nutritional needs in addition to breast milk. Acute Respiratory Infections (ARI) is an infectious disease that attacks the respiratory tract that is caused by bacteria and viruses. The purpose of this study was to determine the relationship between earlier supplementary foods of breast milk (MP-ASI) in the incidence of acute respiratory infections (ARI) in baby 0-6 months. The study design was a descriptive analytic with cross sectional method, the sample selection using purposive sampling. The results obtained are 38 respondents. Taking Chi-square p = 0.014 <  = 0.05. Conclusions of these studies show a link between the feeding of Earlier Supplementary Foods of Breast Milk (MP-ASI) in the incidence of acute respiratory infections (ARI) in baby 0-6 months working area of Public Health Moti, Ternate. Advice for health workers in order to further improve the plan, or the promotion of exclusive breast feeding until the age of 6 months and the provision of complementary feeding from 6 months regularly and directly. Keywords: Earlier Supplementary Foods of Breast Milk, Acute Respiratory Infections to Baby Age 0-6 Months 0-6 Months Absrak MP-ASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, di berikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan suatu penyaki infeksi yang menyerang saluran pernapasan yang bersifat akut, meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapsan bagian bawah yang di sebabkan oleh bakteri dan virus.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bayi 0-6 bulan. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan metode cross sectional, pemilihan sampel dengan menggunakan porposive sampling. Hasil yang di dapatkan yaitu 38 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji chisquare didapatkan nilai p = 0.013 <α= 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bayi 0-6 bulan wilayah kerja Puskesmas Moti Kota Ternate. Saran bagi petugas kesehatan agar lebih meningkatakan rencana atau promosi tentang pemberian ASI ekslusif sampai usia 6 bulan dan pemberian MP-ASI mulai 6 bulan secara berkala dan langsung. Kata Kunci : Pemberian MP-ASI Dini, Kejadian ISPA Bayi 0-6 Bulan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SIMULASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA YANG MENGALAMI SINKOP DI SMA 7 MANADO Kundre, Rina; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i2.25184

Abstract

Abstract: Falling unconscious usually occurs suddenly, Fainting can be caused by the patient for too long in the hot sun. Fainting can also be caused by external disease (weather, wind, heat) or internal diseases such as emotion or shock. The Purpose of this study is to determine the effect of health education and simulation on first aid knowledge and skill in students who experience syncope in SMA 7 Manado. Method this is Pre Experimental with Research Design that is in use One Group Pre Test Post Test. Sampling Technique using Systematic Random Sampling, with sample number 38 student. The Result of the research using Wilcoxon (The Signed Rank Test) sequence test obtained the significance value that is 0,001 <0,05. The Research Conclusions of this study indicate that there is an effect of health education and simulation on first aid knowledge and skill on students who experience syncope in SMA 7 Manado.Keywords : Syncope, knowledge, skillAbstrak: Jatuh pingsan biasanya terjadi secara mendadak, Pingsan dapat disebabkan akibat penderita terlalu lama berada di bawah terik sinar matahari. Pingsan juga bisa disebabkan penyakit luar (cuaca,angin,panas) atau penyakit dalam yaitu emosi atau keterkejutan.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dan simulasi terhadap pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada siswa yang mengalami sinkop di SMA 7 Manado.Metode penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan Desain penelitian yang di gunakan One Group Pre Test Post Test. Teknik pengambilan sampel menggunakan Systematic Random Sampling, dengan jumlah sampel 38 orang siswa. Hasil penelitian menggunakan uji urutan bertanda Wilcoxon (The Signed Rank Test) diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,001< 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dan simulasi terhadap pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada siswa yang mengalami sinkop di SMA 7 Manado.Kata kunci : Sinkop, pengetahuan, keterampilan
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Arifin, Sri Utami; Mayulu, Nelly; Rottie, Julia
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2240

Abstract

Abstract: Anaemia represent the problem of sis which is often met by in clinic in all the world, beside as especial health mass of society, especially in developing countries. This Kelaianan represent penyabab of kronik debilitas having big impact to social and economic prosperity and also health of physical. Target of this research is to know relation of Asupan Iihat vitamin of Gizi with Occurence of Anaemia. This Research is executed with method of cross sectional. Sampel counted 110 taken responder at random modestly. Hereinafter data the gathered to be to be processed constructively program computer of SPSS version 19 to be analysed with test of chi-square(x2) meaning storey;level 95% (α 0,05). Result of Asupan Iron of showed 45 people (40,9%) which [do] not fulfill number sufficiency of gizi while fulfilling number sufficiency of gizi equal to ( 59,1%) or 65 people. Asupan Protein of showed 35 people (31,8%) which [do] not fulfill number sufficiency of gizi while fulfilling number sufficiency of gizi equal to (68,2%) or 75 people. Asupan Vitamin of C showed 24 people (21,8%) which do not fulfill number sufficiency of gizi, while fulfilling number sufficiency of gizi equal to (78,2%) or 86 people. Occurence of Anemian is showed 44 people (30%) which is anaemia, while which is anaemia do not equal to (60%) or 66 people. Conclusion There are Relation having a meaning of Asupan Iron with occurence of Anaemia with p=0,01 There are [relation/link] having a meaning of Asupan Protein with Occurence of Anaemia with p=0,01 Do not there are relation having a meaning of Asupan Vitamin of C with occurence of Anaemia with p=0,10. Keyword : intake nutrition , AnemiaAbstrak: Anemia merupakan masalah medik yang sering dijumpai di klinik di seluruh dunia, di samping sebagai massalah kesehatan utama masyarakat, terutama di negara berkembang. Kelaianan ini merupakan penyabab debilitas kronik yang mempunyai dampak besar terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi serta kesehatan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Asupan Zat Gizi dengan Kejadian Anemia. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional. Sampel sebanyak 110 responden yang diambil secara acak sederhana. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan bantuan komputer program SPSS versi 19 untuk dianalisa dengan uji chi-square (x2) pada tingkat kemaknaan 95% (α0,05). Hasil Asupan Besi menunjukan 45 orang (40,9%) yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (59,1%) atau 65 orang. Asupan Protein Menunjukan 35 orang (31,8%) yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (68,2%) atau 75 orang. Asupan Vitamin C menuunjukan 24 orang (21,8%) yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi, sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (78,2%) atau 86 orang. Kejadian Anemian menunjukan 44 orang (30%) yang anemia, sedangkan yang tidak anemia sebesar (60%) atau 66 orang. Kesimpulan Terdapat Hubungan yang bermakna Asupan Besi dengan kejadian Anemia dengan p=0,01 Terdapat hubungan yang bermakna Asupan Protein dengan Kejadian Anemia dengan p=0,01 Tidak terdapat hubungan yang bermakna Asupan Vitamin C dengan kejadian Anemia dengan p=0,10.Kata Kunci: asupan zat gizi, kejadian anemia