cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA MASYARAKAT KELURAHAN BAHU KECAMATAN MALALAYANG MANADO Dalawa, Farsyi Novelia; Kepel, Billy; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2181

Abstract

Abstract: Nutrition Status is state of the body that is the end result of a balance between the nutrients into the body and its use. One way to monitor nutrition status of adults is by measuring body mass index. Blood glucose levels be used as a parameter to the success of the metabolism in the body. In a certain state with respect to glucose levels in the body can occur hypoglycemia or hiperglikemia. The purpose of research this is to know the relation of nutrition status with fasting blood glucose levels in people in the village of Bahu. Method: this type of research is  obeservasional analytic with cross sectional design. The number of samples as much as 63 people taken by simple random sampling in bahu village. Data obtained process used by chi squre test with degrees of significance (α) = 0,05. The result showed that nutrition status with normal body mass index there was 8 person who has fasting blood glucose levels <110mg/dl  and 3 person has fasting blood glucose levels ≥110 mg/dl. While nutrition status with obese body mass index there was 35 person who has fasting blood glucose levels <110mg/dl and 17 person has fasting blood glucose levels ≥110 mg/dl. Conclusion in this research was not relationship between nutrition status with fasting blood glucose levels with value p=1,00 Keywords : Nutrition status, fasting blood glucose levels, body mass index Abstrak : Status Gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan penggunaannya. Salah satu cara untuk memantau status gizi orang dewasa adalah dengan mengukur indeks massa tubuh. Kadar glukosa darah dipergunakan sebagai parameter keberhasilan metabolisme di dalam tubuh. Dalam keadaan tertentu  sehubungan dengan kadar glukosa dalam tubuh dapat terjadi hipoglikemia atau hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kadar gula darah puasa pada masyarakat di Kelurahan Bahu. Metode: Jenis penelitian ini adalah obeservasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 63 orang, yang diambil secara simple random sampling di Kelurahan Bahu. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji chi squre dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Status gizi dengan Indeks massa tubuh normal ada 8 orang yang memiliki kadar gula darah puasa <110mg/dl dan 3 orang yang memiliki kadar gula darah puasa  ≥110 mg/dl sedangkan Status gizi dengan Indeks massa tubuh obes ada 35 orang yang memiliki kadar gula darah puasa <110mg/dl dan 17 orang memiliki kadar gula darah puasa ≥110mg/dl. Kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara status gizi dengan kadar gula darah puasa dengan nilai p=1,00. Kata kunci : Status gizi, kadar gula darah puasa, indeks massa tubuh
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI DI DESA KALAMA DARAT KECAMATAN TAMAKO KEPULAUAN SANGIHE Kaseuntung, Christiana; Kundre, Rina; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 3 (2015): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i3.8779

Abstract

ABSTRACT: Couples of childbearing age are married couples (husband-wife) whose have higher priority to use tools or means of contraception. Contraceptive such as injection, implant, pil, intrauterine device (IUD), and condom already known to the public but that became the problem is a couple like changing contraceptive. The aim of this research is to analyze the impact of health education to couples of childbearing age’s knowledge in contraception selective at Kalama Darat Kecamatan Tamako Kepulauan Sangihe. Research’s design has used pre-experimental with design one group pre test and post test design one group. The sample was taken by total sampling technique. The result of this research use by T-test aquired significant knowledge value with p=0,000 which is smaller than α = 0,05. The conclucion there are have a influence of health education for knowledge of childbearing age’s couples in choosing contraceptive. Advice for other researchers are expected to do more research in order to know deeper into the causes that affect contraceptve use by couple of childbearing age. Keywords: health education, knowledge of childbearings age’s couples, contraception selective. ABSTRAK : Pasangan Usia Subur (PUS) adalah pasangan yang berstatus menikah (suamiistri) dimana pasangan tersebut lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat atau cara KB. Alat kontrasepsi suntik, implant, pil, IUD, dan kondom sudah diketahui oleh masyarakat tapi yang menjadi penyebab disini masyarakat suka berganti-ganti alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan Pasangan Usia Subur dalam pemilihan kontrasepsi di Desa Kalama Darat Kecamatan Tamako Kepulauan Sangihe. Desain Penelitian menggunakan Pre-eksperimental dengan Design one group pre test and post test design dalam satu kelompok. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling. Hasil Penelitian dengan menggunakan Uji T-test diperoleh nilai pengetahuan signifikan yaitu p=0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam pemilihan kontrasepsi. Saran bagi peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut agar dapat menggali lebih dalam sebab-sebab yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS). Kata Kunci : Penyuluhan kesehatan, Pengetahuan PUS, Pemilihan kontrasepsi
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Majore, Cheryl Esther; Kalalo, Flora; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19477

Abstract

Abstract: The quality of human resources is related to the ability problem, both physical ability(health) and non-physical ability (which concerns the ability of work, thinking, mental, andother skills). Working fatigue in nurses results in decreased physical and mental abilities andloss of work efficiency. A nurse who has good performance is the main key in improving thequality of health services. Aimed, to determine the relationship between Work FatigueRelationship with Performance Nurse In Installation Inpatient Care RSU Pancaran KasihGMIM Manado. Method, used analytic survey method with cross sectional approach, by tookall sample from population (total sample) that is 44 people. By the test of Fisher’s Exact Testin level of significance 95% (α = 0,05). Results of based on research results, it can be concludedthat the fatigue of nurses in the category not tired of as much as 35 respondents (79,5%) ofrespondents. And nurse performance were largely included in the category of good with 40respondents (90,9%) of respondents, with p value 0,023 < α = 0,05. Summary of this study hasshown there is a relationship between work fatigue with the performance of nurses at InpatientCare Installation RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.Keywords: Fatigue Work, Performance of NursesAbstrak: Mutu sumber daya manusia yaitu menyangkut masalah kemampuan, baikkemampuan fisik (kesehatan) maupun kemampuan non fisik (yang menyangkut kemampuanbekerja, berpikir, mental, dan keterampilan-keterampilan lainnya). Kelelahan kerja padaperawat berakibat pada penurunan kemampuan fisik dan mental serta kehilangan efisiensi kerja.Perawat yang mempunyai kinerja baik merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitaspelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian mengetahui Hubungan Kelelahan Kerja DenganKinerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Metodepenelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan crosssectional, menggunakan sampel keseluruhan (total sampling) yakni 44 perawat pelaksana,dengan uji pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwakelelahan kerja perawat berada pada kategori tidak lelah sebanyak 35 responden (79,5%)responden. Dan kinerja yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 40 responden(90,9%) responden, dengan nilai p 0,023 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian inimenunjukkan terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kinerja perawat di InstalasiRawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.Kata kunci: Kelelahan Kerja, Kinerja Perawat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PERSALINAN NORMAL DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) DI IRINA D BLU RSUP PROF. dr. R. D. KANDOU MANADO Runtunuwu, Mission T.; Sinolungan, J S.V.; Sambeka, Jolie
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2204

Abstract

Abstrack: Knowledge is the result of “know”, and this is happening after the person performs sensing against an object certain. Normal delivery  is the process of spending a conception can live results from the uterus through the vagina into the outside world. Granting breast-fed this presented in newborn infants until six months and continued until baby was two years old. The purpose of this research is to know the relation of maternal vaginal birth with knowledge of breast milk (BREAST MILK) of Irina D. Design this research is observation analytic with cross sectional.  The number of samples as many as 57 mother. The result data processed by the use of simple test correlation with the value of a correlation p<0,05 to hypothesis test. The result obtained such as 0,331 with the value of p<0.05 which means the presence of no relationship knowledge the mother normal delivery with the provision of breast-fed. So the higher knowledge mother childbirth normal the higher also mother give breast-fed at his son. To test the relationships between variables obtained the value of r is equal to zero there are 15, r equals the negative there are 25, r equals positive there are 20 also value interpretation 0.00-0,199 is 51, and 0.20-0,399 is 9. The result showed variable are associated with negative its interpretation very low. Advice to health workers to always of  providing a lot of information to mothers gave birth to importance of breast-fed for a baby. Keywords: Knowledge, Normal delivery, Granting breast-fed. Abstrak: Pengetahuan adalah hasil ‘tahu’, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. Pemberian ASI ini diberikan selama bayi baru lahir sampai 6 bulan dan dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu persalinan normal dengan pemberian air susu ibu (ASI) di Irina D. Desain penelitian ini adalah observasi analitik dengan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 57 ibu melahirkan. Hasil data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji korelasi sederhana dengan nilai korelasi p<0,05 untuk uji hipotesis. Hasil yang didapatkan yakni 0,331 dengan nilai p<0,05 yang berarti tidak adanya hubungan pengetahuan ibu persalinan normal dengan pemberian ASI. Jadi, pengetahuan ibu persalinan normal sangat tinggi maka banyak ibu yang memberikan ASI kepada anaknya. Untuk uji hubungan antar variabel didapatkan nilai r sama dengan nol ada 15, r sama dengan negatif ada 25, r sama dengan positif ada 20 juga nilai interpretasi 0,00-0,199 ada 51, dan 0,20-0,399 ada 9. Hasil menunjukan variabel yakni berhubungan negatif dengan interpretasinya sangat rendah. Saran kepada petugas kesehatan agar selalu memberikan informasi yang banyak kepada ibu-ibu melahirkan akan pentingnya pemberian ASI untuk bayi. Kata Kunci: Pengetahuan, Persalinan Normal, Pemberian ASI.
PENGARUH TERAPI OKSIGENASI NASAL PRONG TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN PASIEN CEDERA KEPALA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Takatelide, Febriyanti W; Kumaat, Lucky T; Malara, Reginus T
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14739

Abstract

Abstrack: One of the emergency management at the head injury is the provision of oxygenation therapy such as by using nasal prongs to maintain the stability of oxygenation in the tissues of the body and brain. Adequate oxygenation to the tissues of the body can be seen with the results of measurements of oxygen saturation. Oxygen saturation is the percentage of oxygen which has been joined by a molecule of hemoglobin (Hb). The purpose of this study to determine the effect of oxygenation nasal prongs to changes in oxygen saturation head injury patients in the RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The research design is quasi-experimental design with time series. A sampling technique that consecutive sampling by the number of 16 samples. The results using paired t test SaO2 before and after the first 10 minutes, the first 10 minutes and 10 minutes both got value p-value = 0.000 <α 0.05. The results of the second test between 10 minutes and 10 third-obtained p-value = 0.005 <α 0,05 and repeated ANOVA test. Conclusion The results of this study indicate there are significant oxygenation therapy nasal prongs to changes in oxygen saturation head injury patients in the RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Suggestions are expected as a health worker to attend to the emergency oxygen as the initial action on head injury patients to avoid hypoxia. Keywords: Oxygenation Therapy, Nasal Prong, Oxygen Saturation, Head Injuries Abstrak: Salah satu pengelolaan kedaruratan pada cedera kepala adalah dengan pemberian terapi oksigenasi diantaranya dengan mengunakan nasal prong untuk menjaga kestabilan oksigenasi di jaringan tubuh dan otak. Oksigenasi yang adekuat pada jaringan tubuh dapat dilihat dengan hasil pengukuran saturasi oksigen. Saturasi oksigen adalah persentase oksigen yang telah bergabung dengan molekul hemoglobin (Hb). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh oksigenasi nasal prong terhadap perubahan saturasi oksigen pasien cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan time series. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dengan jumlah 16 sampel. Hasil penelitian menggunakan paired t test SaO2 sebelum dan sesudah 10 menit pertama, 10 menit pertama dan 10 menit kedua didapat nilai p- value = 0,000 < α 0,05. Hasil uji antara 10 menit kedua dan 10 ketiga didapat nilai p-value = 0,005 < α 0,05 serta uji repeated ANOVA. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terapi oksigenasi nasal prong terhadap perubahan saturasi oksigen pasien cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran diharapkan sebagai tenaga kesehatan untuk memperhatikan pemenuhan oksigen sebagai tindakan awal kegawatdaruratan pada pasien cedera kepala untuk menghindari terjadinya hipoksia. Kata kunci : Oksigenasi Nasal Prong, Saturasi Oksigen, Cedera Kepala
PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN Wuwung, Edgar Ch. Q.; Gannika, Lenny; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i1.28419

Abstract

Abstract: Background Nursing Services is a holistic service that encompasses Bio, Psycho, Socio and Spirituality which contains Caring attitude. Patient satisfaction can be influenced by several factors one of them is caring attitude of nurses.The Purpose of this study is to identify relationship between Nurse’s Caring and Patient Satisfaction at Hospital GMIM Pancaran Kasih Manado. Method of this study used cross sectional study design. Sample of this study consist of 90 respondents taken by random sampling method and data collection method used nurses caring and patient satisfaction  questionnaire. Chi-square was used to analyze the data. the Results of this study showed  out of 90 respondents, most of them were Satisfied (60%) and said that the Nurse have Caring attitude (58,9%) with p-value 0.04 smaller than 0.05. Conclusion of this study stated there was a relationship between Nurse’s Caring and Patient Satisfaction at Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Suggestions from this study are nurses expected should maintain the quality of Nursing Care so that patient satisfaction can be maintained.Keywords: Nurse’s Caring, Patient Satisfaction, Nurse, Nursing Management.Abstrak: Latar Belakang Pelayanan Keperawatan merupakan suatu pelayanan yang holistik yang melingkupi Bio, Psiko, Sosio dan Spiritual yang didalamnya terkandung sikap Caring. Kepuasan  pasien  dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah sikap caring perawat. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku Caring Perawat dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode studi ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel studi ini berjumlah 90 responden dengan metode pengambilan sampel random sampling dan untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner perilaku caring perawat dan kepuasan pasien. Uji chi-square untuk melakukan analisa data hubungan kedua variabel  Hasil dari penelitian ini, didapatkan dari 90 Responden yang diteliti sebagian besar Mengatakan puas (60%) dan berpendapat bahwa perawat  memiliki perilaku Caring (58,9%) dengan p-value 0.04 lebih kecil dari 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara Perilaku Caring Perawat dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Saran dari penelitian ini diharapkan perawat agar mempertahankan kualitas Asuhan Keperawatan agar kepuasan pasien dapat tetap terjaga. Kata Kunci : Perilaku Caring, Kepuasan Pasien, Perawat, Keperawatan Manajemen
HUBUNGAN PERSEPSI PADA PELAJARAN FISIKA DENGAN TINGKAT STRES SISWA DI SMA NEGERI 1 NANUSA TALAUD Tatuwo, Meini; Palandeng, Henry; Bawotong, Jeavery
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5923

Abstract

Abstrack :Perception is a process that is applied the knowledge in the past to collect and construe the stimulate which is listed by part of senses. Perception toward Physics lesson give an impact to the phase of stress in study. One of the factor which is influence the student’s perception in Physics lesson is the less of basic knowledge of Physics lesson caused by lack of Physics teacher. The Purpose of this study is to know the relationship between perception of Physics lesson with the phase of stress among student in SMA Negeri 1 Nanusa. The Methods of this research was using random Sampling (sampel acak) while the population in this research is everyo student in SMA Negeri 1 Nanusa, the sample in this research are 59 persons. The Statistical Test is using the Chi-square test with the significant level 95% = á 0,05. The Study Result of this research was found that the level of confidence 95% shows the value of p= 0,022. The value of p is smaller than the value of á = 0,05. The Conclusions of this research : there is a significant relationship between perception in Physics lesson with the phase of stress among student that the value (p = 0,022 á 0,05). Keywords:Perception, phase of stress among student. Abstrak : Persepsi adalah proses yang memanfaatkan pengetahuan sebelumnya untuk mengumpulkan dan memaknakan stimuli yang telah didaftar oleh organ penginderaan. persepsi terhadap pelajaran fisika sangat mempengaruhi tingkat stres siswa dalam belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi siswa pada pelajaran fisika adalah kurangnya dasar tentang pelajaran fisika pada siswa karena tidak adanya guru bidang studi.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi pada pelajaran fisika dengan tingkat stres siswa di SMA Negeri 1 Nanusa. Metode Penelitian menggunakan metode cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel yaitu teknik random Sampling (sampel acak) sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Nanusa, sampel dalam penelitian ini sebanyak 59 orang. Uji Statistikmenggunakanuji Chi-Squaredengan tingkat kemaknaan 95% = á 0,05.Hasil Penelitianyang didapat pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p=0,022. Nilai p ini lebih kecil dari nilai á = 0,05.Kesimpulan penelitian: terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi pada pelajaran fisika dengan tingkat stres siswa dengan nilai yang diperoleh (p = 0,022 á 0,05). Kata kunci : Persepsi, Tingkat Stres, Siswa
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS III SDN 1 & 2 SONUO Talibo, Rizki Safira; Mulyadi, Ns; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.10802

Abstract

Absract : Dental caries is a disease of hard tooth characterized by tissue damage, starting from the surface of the tooth extends toward the pulp. One of the caueses of dental caries is a cariogenic food. Cariogenic food is foods that are containing carbohydrates, sticky and easily disintegrate in the mouth. Another factor is the cause of dental caries is brushing teeth. Brushing teeth is cleaning the teeth of letover food scraps, bakteria and plaque. Goal of analyzing relationship frequency of cariogenic food consumption with the incidences of dental caries and relationship tooth brushing habits with the incidences of dental caries. Design is analitycal observational, with using planning cross sectional. Sampel taken by Total Sampling which approximately amount around 69 respondences. Research result on both the analysis use chi-square test obtained p value = 0,000 smaller than á < 0,05. Conclusion is there is a relationship frequency of cariogenic food consumption with the incidences of dental caries and there is a relationship tooth brushing habits with the incidences of dental caries. Suggestion can be used as information for the students of elemantary school 1 & 2 Sonuo such as counseling to the incidences of dental caries caused by frequency of cariogenic food consumption and tooth brushing habits. Keywords : Cariogenic Food, Tooth Brushing, Dental Caries. Abstrak : Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi meluas ke arah pulpa. Salah satu penyebab karies gigi adalah makanan kariogenik. Makanan kariogenik adalah makanan yang bersifat banyak mengandung karbohidrat, lengket dan mudah hancur di dalam mulut. Faktor lain penyebab karies gigi adalah menggosok gigi. Menggosok gigi adalah membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan, bakteri dan plak. Tujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi dan hubungan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi. Desain penelitian yang digunakan observasionel analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling yang berjumlah 43 responden. Hasil penelitian pada kedua analisis tersebut menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p value = 0,000 yang lebih kecil dari á = 0,05. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi dan terdapat hubungan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi. Saran dapat digunakan sebagai informasi yang bermanfaat kepada siswa SDN 1 & 2 Sonuo seperti penyuluhan kejadian karies gigi yang disebabkan oleh frekuensi konsumsi makananan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi. Kata kunci : Makanan kariogenik, Menggosok gigi, Karies gigi.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEPUASAN PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN KESEHATAN SOSIAL (BPJS) DI PUSKESMAS TIKALA BARU KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Rakinaung, Sintia Orpa; Pinontoan, Odi Roni; Hamel, Rivelino Spener
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i2.21577

Abstract

Background:Motivation is a force or factor that is contained in a person who gives rise to, moves and organizes his behavior. Motivation is basically a mental condition that encourages an action and provides strength that leads to the achievement of goals.Motivation to become a BPJS participant can be influenced by the needs of each individual, which is based on an expectation to get a satisfaction on what is received. Research Methods: This study researchers used a cross sectional study.The results:using Chi-Square statistical test with a confidence level of 95% (α = 0.05%), obtained p-value = 0.709> (α) 0.05% Conclusion: there is no relationship between motivation and BPJS patient satisfaction at Tikala Baru Health Center in Tikala Subdistrict, Manado City. Keyword :Motivation, satisfaction of BPJS patients. Latar Belakang: Motivasi merupakan suatu tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri seseorang yang menimbulkan, menggerakkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan dan memberikan kekuatan yang mengarahkan kepada pencapaian tujuan. Motivasi inilah yang mendorong seseorang untuk beraktifitas dalam pencapaian tujuan. Motivasi menjadi peserta BPJS dapat dipengaruhi oleh kebutuhan masing – masing individu, yang didasarkan oleh suatu harapan untuk mendapatkan suatu kepuasan atas apa yang diterima. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Hubungan antara Motivasi Dengan Kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Tikala Baru Kecamatan Tikala Kota Manado Metode Penelitian: Penelitian ini peneliti menggunakan penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05%), didapatkan nilai p-value=0,709> (α) 0,05%. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara motivasi dengan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Tikala Baru Kecamatan Tikala Kota Manado. Kata Kunci : Motivasi, kepuasanpasien BPJS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN DI POLI KIA PKM TUMINTING Zamriati, Wa Ode; Hutagaol, Esther; Wowiling, Ferdinan
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2249

Abstract

ABSTRACT: Physiological changes in the third trimester pregnant women especially maternal seem more complex and increased again compared to the previous trimester, and this is not another pregnancy because the growing conditions. Mothers who do not have the preparation for childbirth would be anxious and fear shows up in a periaku silent tears. Even if the birth as a normal physiological phenomenal, in fact labor berampak against bleeding, extreme pain and can cause fear even death either mother or baby (Janiwarty & Pieter, 2012). Objective: to know the Factors Which Are Associated with Maternal Anxiety Ahead of Labour in Poly Health Center Tuminting KIA. Research design: an observational analytic cross sectional approach. Population is taken using antenatal mothers in poly clinic Tuminting KIA, and the study sample using sampling techniques saturated, with the number of 50 mothers. Data collection through primary data and secondary data. The result: show that mild anxiety 26%, moderate 62%, and 12% by weight. Statistical test results showed that there was a significant relationship between age, parity and traumatic experience with a mother's anxiety level, while the level of education has no significant relationship with the level of maternal anxiety. Suggestion: have enhanced the role and support of health workers to improve the consultation, which is useful for pregnant women to be able to cope with anxiety in the face of labor, the role of educational institutions needs to be improved in order to further develop the science, especially the science of maternity nursing and psychiatric nursing on anxiety in pregnant women in face of labor in order to provide optimal nursing care, as well as the need for more research on anxiety in the third trimester pregnant women face labor relation with the frequency of antenatal care visits. Keywords: Age, Level of Education, Parity, Traumatic Experiences, Anxiety Levels ABSTRAK: Perubahan psikologi pada ibu hamil khususnya trimester III terkesan lebih kompleks dan meningkat kembali dibanding trimester sebelumnya, dan ini tidak lain dikarenakan kondisi kehamilan yang semakin membesar. Ibu yang tidak mempunyai persiapan untuk melahirkan akan lebih cemas dan memperlihatkan ketakutan dalam suatu periaku diam hingga menangis. Sekalipun peristiwa kelahiran sebagai fenomenal fisiologis yang normal, kenyataannya proses persalinan berampak terhadap perdarahan, kesakitan luar biasa serta bisa menimbulkan ketakutan bahkan kematian baik ibu ataupun bayinya (Janiwarty & Pieter, 2012) . Tujuan penelitian : untuk mengetahui Faktor-Faktor Apakah Yang Berhubungan dengan Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Di Poli KIA Puskesmas Tuminting. Desain penelitian : observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil adalah ibu hamil yang memeriksakan kandungannya di poli KIA puskesmas Tuminting, dan sampel penelitian menggunakan tekhnik sampling jenuh, dengan jumlah 50 ibu. Pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa kecemasan ringan 26%, sedang 62%, dan berat 12%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, paritas dan pengalaman traumatis dengan tingkat kecemasan ibu, sedangkan tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan ibu. Saran : perlu ditingkatkan peran dan dukungan dari petugas kesehatan dengan meningkatkan jasa konsultasi yang berguna bagi ibu hamil untuk dapat mengatasi kecemasan dalam menghadapi persalinan,  perlu ditingkatkan peran lembaga pendidikan agar lebih mengembangkan ilmu, khususnya ilmu keperawatan maternitas dan keperawatan jiwa tentang kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan agar dapat memberikan asuhan keperawatan secara optimal, serta perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan kaitannya dengan frekuensi kunjungan antenatal care. Kata Kunci: Umur, Tingkat Pendidikan, Paritas, Pengalaman Traumatis, Tingkat Kecemasan