cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONDISI OVERCROWDED DAN PEMBERIAN INFORMASI DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25160

Abstract

Abstract : Factors that contribute to misdiagnosis are cognitive factors, communication, system, and factors related to the patient. One of the factors related to the patient which is the number of patient visits Purpose Knowing the relationship between overcrowded conditions dan providing information anxiety family with patient in hospital emergency room arc love GMIM Manado. Design research This cross sectional technique of taking Sampling the sampling technique used by researchers is a non-probabiity sampling is accidential sampling which is a sample size of 80 people. Statistical Test Result Chi-Square test with a confidence level of 95% (α=0,05) and obtained p value 0,732 < 0,05 and p value 0,123 < 0,05. Conclusion That there is no relationship to anxiety informing families of patients at the Hospital of Arc of Love GMIM Manado and there was no correlation between the condition of anxiety Overcrowded with families of patients at the Hospital of Arc of Love GMIM ManadoKeyword: Overcrowded condition, Giving Information, Anxiety patient’s familyAbstrak : Faktor-faktor yang berkontribusi dalam kesalahan diagnosa adalah faktor-faktor kognitif, komunikasi, sistem, dan faktor yang berhubungan dengan pasien. Salah satu faktor yang berhubungan dengan pasien yaitu banyaknya kunjungan pasien Tujuan Penelitian Mengetahui Hubungan Antara Kondisi Overcrowded Dan Pemberian Informasi Dengan Kecemasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado.Desain Penelitian ini menggunakan cross sectional Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah non probability sampling yaitu accidential sampling yang merupakan cara pengambilan sampel dengan mengambil responden atau kasus yang kebetulan ada atau tersedia dengan Jumlah sampel 80 orang.. Hasil uji statistik Chi-Square test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,732 < 0,05 dan p value 0,123 < 0,05 Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan pemberian informasi dengan kecemasan keluarga pasien di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado dan tidak terdapat hubungan antara kondisi Overcrowded dengankecemasan keluarga pasien di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado.Kata Kunci : Kondisi overcrowded, Pemberian Informasi, Kecemasan Keluarga pasien
PERBEDAAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT DAN UNIT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Lumintang, Pascal; Kumaat, Lucky; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.7446

Abstract

The work stress is the stress that occurs when a person is unable to meet the demands of work or needs of the work. Stress among health care workers are well known, such as stress among nurses working in a hospital environment. Thesources of job stress in general nursing workload is excessive, the difficulties associated with other staff, difficulty caring for critically ill patients, dealing with the treatment and care of patients and care patient failure to care. The purpose of this study was to determain the work stress level difference of Emergency nurse and Inpatient nurse. This study used deskriptif analitik with cross sectional method. Sample that used were 34 people by purposive sampling technique, which consists of 17 nurse emergency and nurse Inpatient. The data were conducted with the work place stres scale questionnaire. The results showed 7 (41,2%) emergency nurse with low stres level and 12 (70,6%) inpatient nurse with no stress. Analysis data with Man-Whitney test (α=0,05) and The probabilty value is 0,002. The coclusion of this study is there work stress level difference of emergency nurse and inpatient nurse in pancaran kasih GMIM hospital Manado, emergency nurse have higher stress level than inpatient nurse. Keywords : Work stress level, Emergency nurse, Inpatient nurse Stres kerja adalah seorang tidak dapat memenuhi tuntutan pekerjaan atau kebutuhan dari pekerjaan. Stres di antara pegawai kesehatan sangat dikenal, seperti stres diantara para perawat yang bekerja di lingkungan rumah sakit. Sumber stres kerja perawat secara umum adalah beban kerja berlebih, kesulitan berhubungan dengan staf lain, kesulitan merawat pasien kritis, berurusan dengan pengobatan dan merawat pasien gagal membaik. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat stres kerja pada perawat di Instalasi Gawat Darurat dan Unit rawat Inap. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 34 orang berdasarkan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 17 perawat Instalasi Gawat Darurat dan 17 perawat Unit Rawat Inap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kusioner The Work Place Stress Scale. Hasil penelitian menunjukan 7 (41,2%) perawat Instalasi Gawat Darurat stres tingkat ringan dan 12 (70,6%) perawat Unit Rawat Inap tidak mengalami stres. Data dianalisis dengan uji Man-Whitney (α=0,05) dan diapatkan nilai Probabilitas 0,002. Simpulan terdapat perbedaan tingkat stres kerja perawat Instalasi Gawat Darurat dan Unit Rawat Inap Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Rekomendasi peneliti yaitu untuk mampu mengelolah sistem kerja yang efisien sehingga mengurangi stresor yang menyebabkan perawat stres. Kata Kunci : Tingkat stres kerja, Perawat Instalasi Gawat Darurat, Perawat Unit Rawat Inap
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAHPENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMASWOLAANG KECAMATAN LANGOWAN TIMUR Rondonuwu, Regita Gebrila; Rompas, Sefty; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11909

Abstract

Abstract :Diabetes mellitus is a group of symptoms that arise in a person caused by the presence of elevated blood glucose levels due to insulin deficiency that both absolute and relative terms. Exercise or physical activity is useful as controlling blood glucose levels and weight loss in patients with diabetes mellitus. Purpose of this study to analyze the relationship between exercise behavior with blood glucose levels in people of diabetes mellitus in community of Wolaang health center. Research method using cross sectional design. The sampling technique in this research is purposive sampling with 32 samples. Data is collected using questionnaires and observation sheets blood glucose levels. Results based on respondents with sporting activities at most in the medium category and blood glucose levels at most in the normal category. Test results based on Spearman Rho obtained values P= 0.001 with significance level (alpha) used is 0,01, so 0,01 α ≥ 0.001. Conclusion there is a relationship between exercise behavior with blood glucose levels of Diabetics Mellitus with closeness value or correlation coefficient of 0,547 and the level of relationship with the closeness of the medium category. Suggestion is expected to be a reference base to conduct further research into the control of diabetes mellitus and the relationship can be a comparison study if you want to do research on other factors in the control of diabetes mellitus. Keywords : Exercise Behavior, Blood Glucose Levels, Diabetes Mellitus Abstrak :Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin yang baik absolut maupun relatif. Olahraga atau aktivitas fisik berguna sebagai pengendali kadar gula darah dan penurunan berat badan pada penderita diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan antara perilaku olahraga dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus diwilayah kerja Puskesmas Wolaang. Metode penelitian menggunakan desain penelitiancross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 32 sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi kadar glukosa darah. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik responden dengan aktivitas olahraga paling banyak dalam kategori sedang dan kadar gula darah paling banyak dalam kategori normal. Hasil uji Spearman Rho diperoleh nilai P = 0,001 dengan tingkat kemaknaan (alfa) yang digunakan yaitu 0,01, jadi α = 0,01 > 0,001. Kesimpulan terdapat hubungan antara perilaku olahraga dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus dengan nilai keeratan atau koefisien korelasi dan tingkat hubungan sebesar 0,547 dengan kategori keeratan sedang. Saran diharapkan menjadi acuan dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan pengendalian diabetes mellitus dan dapat menjadi penelitian pembanding apabila ingin melakukan penelitian tentang faktor-faktor lain dalam pengendalian diabetes. Kata Kunci : Perilaku Olahraga, Kadar Gula Darah, Diabetes Mellitus
KEPATUHAN MELAKSANAKAN IMUNISASI DASAR DENGAN ANGKA KESAKITAN PADA BAYI USIA 9-12 BULAN DI PUSKESMAS MODOINDING Gannika, Lenny; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i2.25218

Abstract

Abstract Immunization is a way to improve one’s immunity against an antigen, so when he later stunned on antigens similar will not happen disease, so the role of parents in promotive health is efforts for baby is very important especially in fulfilling the completeness of basic immunization, so the baby can be freed from Diseases Yhat can be Prevented By Immunization (PD31). One program that has proven to be effective to suppress the morbidity of the result PD31 is a immunization. For that it is necessary complance implement basic immunization with morbidity in baby. The Purpose the study is analyze complance implement basic immunization with morbidity to baby aged 9-12 months in health center modoinding. The research method using descriptive analytic design with approach cross sectional. The result of the research in this study use purposive sampling. Data collection using chi square statistical test. Conclusion the Compliance Implement Basic Immunization With Morbidity To Baby Aged 9-12 Months In Health Puskesmas ModoindingKeyword : Basic Immunization. Morbidity To Baby Aged – 12 MonthsAbstrak Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpejan pada antigen yang serupa tidak akan terjadi penyakit, sehingga peran orang tua dalam upaya kesehatan promotif bagi bayi sangat penting terutama dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar, sehingga bayi tersebut dapat terbebas dari Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Salah satu program yang telah terbukti efektif untuk menekan angka kesakitan akibat PD3I adalah Imunisasi. Untuk itu perlu adanya kepatuhan melaksanakan imunisasi dasar dengan angka kesakitan pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kepatuhan melaksanakan imunisasi dasar dengan angka kesakitan pada bayi usia 9-12 bulan di Puskesmas Modoinding. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil Penelitian dengan menggunakan uji statistic Chi-square. Kesimpulan adanya kepatuhan melaksanakan imunisasi dasar dengan angka kesakitan pada bayi usia 9-12 bulan di Puskesmas Modoinding. Kata kunci : Imunisasi Dasar, Angka Kesakitan Pada Bayi 9- 12 Bulan
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP A BLU. RSUP. Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Widyana, Ni Luh Ayu; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5166

Abstract

Abstract: Patient Safety Goals is a requirement to be implemented in all hospitals accredited by the Commission on Accreditation of Hospitals. The use of patient’s identification bracelet is the first implementation of the six targets Patient Safety Goals, that is the accuracy of the identification of patients that aims to be able to identify patients who were admitted to the hospital, appropriately, at the time of service or treatment. Purpose: to know the description of the patient knowledge about the installation of the patient identification bracelet in inpatient A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Methods: this study used a descriptive survey. The sampling technique used is total sampling of respondent with 90 patients. Results: the study showed that knowledge most of the patients shave lack knowledge about the definition (68.9%), lack about purpose (67.8%), good about the use (53.3%), and good about characteristics (61.1%). Conclusion: description of the patient knowledge about the installation of the patient identification bracelet includes definition, purpose, the use and charateristics in inpatient A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado is in either category. Suggestions: patient's knowledge needs to be maintained so that properly maintained patient safety with the setting up of leaflets about identification bracelet will optimize patient safety policies that have been implemented in hospitals. Keywords: Patient’s Knowledge, Identification Bracelet Abstrak: Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) merupakan syarat untuk diterapkan di semua rumah sakit yang diakreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Penggunaan gelang identifikasi pasien adalah implementasi sasaran pertama dari 6 Sasaran Keselamatan Pasien yaitu ketepatan identifikasi pasien yang bertujuan untuk dapat mengidentifikasi pasien yang dirawat inap di rumah sakit secara tepat pada saat dilakukannya pelayanan maupun pengobatan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang pemasangan gelang identifikasi pasien di instalasi rawat inap A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian: survey deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden 90 pasien. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa pengetahuan pasien sebagian besar kurang tentang pengertian (68,9%), kurang tentang tujuan (67,8%), baik tentang pemakaian (53,3%), dan baik tentang karakteristik (61,1%). Kesimpulan: gambaran pengetahuan pasien tentang pemasangan gelang identifikasi pasien meliputi pengertian, tujuan, pemakaian, dan karakteristik di Instalasi Rawat Inap A adalah dalam kategori baik. Saran: pengetahuan pasien perlu dipertahankan agar keselamatan pasien terjaga dengan baik dengan pemasangan leaflet tentang gelang identifikasi akan mengoptimalkan kebijakan keselamatan pasien yang telah diterapkan di rumah sakit. Kata Kunci: Pengetahuan Pasien, Gelang Identifikasi
PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN COMORBID FAKTOR DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DI RUANGAN HEMODIALISA RSUP. Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Masi, Gresty N.M.; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i2.25163

Abstract

Abstract : Chronic kidney disease is a disease that causes the function of kidney organs to decrease until it is finally unable to does its function properly. Life quality is a conceptual model that aims to describe the client's perspective with a variety of terms. Therefore, the perspective of this life quality will be different among sick and healthy peoples. The purpose of this study was to find out the life quality of patients with chronic kidney disease with comorbid factors of diabetes mellitus and hypertension at Hemodialysis room of RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The method used in this research is the analytic observational with cross sectional design. Sampling technique in this research is saturated sampling with 60 amount of sample. Data processing using computer program by using chi-square test with significance level 95% (α = 0,05). The result showed that the number of respondents of chronic kidney disease with comorbid hypertension have good life quality as many as 29 respondents (96,7%) and who have poor life quality as much as 1 respondent (3,3%). Whereas for chronic kidney disease patients with comorbid diabetes mellitus who have good life quality as many as 13 respondents (43.4%) and who have poor life quality as much as 17 respondents (56.7%) and obtained p value = 0.000. This conclusion shows a comparison of life quality between patients with chronic kidney disease with comorbid hypertension and diabetes mellitus.Keywords : Quality of Life, Chronic Kidney DiseaseAbstrak : Gagal ginjal kronik merupakan suatu penyakit yang menyebabkan fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik. Kualitas hidup merupakan suatu model konseptual yang bertujuan untuk menggambarkan perspektif klien dengan berbagai macam istilah. Dengan demikian pengertian kualitas hidup ini akan berbeda bagi orang sakit dan orang sehat.Tujuan penelitian ini Mengetahui perbandingan kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal kronik dengan comorbid faktor diabetes melitus dan hipertensi di ruangan Hemodialisis RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu sampling jenuh dengan jumlah 60 sampel. Pengolahan data menggunakan program computer dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% ( α = 0,05). Hasil penelitian menunjukan jumlah responden gagal ginjal kronik dengan comorbid hipertensi yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 29 responden (96,7%) dan yang memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 1 responden (3,3%). Sedangkan untuk pasiengagal ginjal kronik dengan comorbid diabetes melitus yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 13 responden (43,4%) dan yang memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 17 responden (56,7%) dan didapatkan nilai p= 0,000. Kesimpulan ini menunjukan adanya perbandingan kualitas hidup antara pasien gagal ginjal kronik dengan comorbid hipertensi dan diabetes melitus.Kata kunci : Kualitas Hidup, Gagal ginjal kronik.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA SISWA SMP KRISTEN KAKASKASEN KOTA TOMOHON Dien, Riedel Jiemly; Kumaat, Lucky; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8036

Abstract

Abstrak: Gempa bumi termasuk bencana alam yang paling dahsyat. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yang sangat berpotensi sekaligus rawan bencana gempa bumi. Kurangnya pengetahuan dan kesiapan mengakibatkan timbulnya banyak korban, dimana paling banyak korban bencana gempa bumi adalah wanita dan anak-anak. Jarak SMP Kristen begitu dekat dengan gunung Lokon (kurang dari 5 km) yang masih aktif, mengakibatkan sekolah selalu menerima dampak gempa bumi sebelum gunung meletus berupa korban luka, kecemasan, dan terganggunya proses belajar. Tujuan untuk Mengetahui Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi Pada Siswa SMP Kristen Kakaskasen Kota Tomohon. Sampel berjumlah 60 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Desain penelitian yaitu one group pre-post test dan menggunakan lembar kuesioner untuk mendapatkan data dari responden. Hasil Penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon didapat nilai P-value sebesar 0,00 (<  = 0,05). Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada siswa SMP Kristen Kakaskasen Kota Tomohon. Saran agar pihak sekolah lebih giat melaksanakan pendidikan kesehatan khususnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta untuk peneliti selanjutnya, kiranya dapat meneliti mengenai faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Kesiapsiagaan Bencana, Gempa Bumi
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU DI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.17612

Abstract

Self confidence is one's beliefs on all aspects of its strengths and convictions that make a person feels able to achieve various goals in life. The aim of this study was to know the correlation between self-confidence with self-adjustment of new students at Nurse Study Program, Medical Faculty, University of Sam Ratulangi, Manado. The research method used was cross sectional study. The samples were 79 respondents of the second semester. By systematic random sampling, 30 individuals were selected as research respondents. Method of data collection was used questionnaire with a Likert scale and the data were analyzed using Chi-square using statistic program of computers. Results showed that based on the Chi-square statistical test, value ρ = 0,027. Thus, the p-value was smaller than α (0,05). This means that the Ha failed to be rejected and Ho failed to be accepted. Conclusion of this study is that there is a significant correlation between self-confidence and self-adjustment of the new students. Recomendations, new students are advised to receive a variety of conditions and activities and also traditions of the campus and for the next researchers to be able to expand the research aspects. Keyword : self-confidence, self-adjustment Rasa percaya diri merupakan keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kepercayaaan diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru di PSIK FK UNSRAT Manado. Metode penelitian yang dipakai cross sectional. Populasi adalah mahasiswa Semester 2 sebanyak 79 orang. Dengan systematic random sampling 30 orang terpilih sebagai responden penelitian. Uji Statistik datanya menggunakan uji statistik chi Square dengan bantuan program Statistik Komputer. Hasil penelitian dari hasil uji statistik chi Square diperoleh nilai ρ = 0,027. Berarti bahwa nilai p lebih kecil dari α=(0,05) dan dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ha gagal ditolak dan Ho gagal diterima. Kesimpulannya Terdapat hubungan yang bermakna antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru. Saran bagi mahasiswa baru agar dapat menerima keadaan kampus dengan berbagai kondisi dan kegiatan serta tradisi kampus dan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas aspek-aspek penelitian. Kata kunci : Kepercayaan diri, Penyesuaian diri
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA MANADO Yamin, Bahrudin; Mayulu, Nelly; Rottie, Julia
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2165

Abstract

Abstract: Obesity is a pathological condition in the presence of excessive fat accumulation of what is required for the function of the body. Obesity in terms of health is one of the nutritional disease, as a result of consuming food that far exceeds their needs This study aims to determine the relationship of energy intake with the incidence of obesity among primary school students in the city of Manado with analytical survey method using a Case Control design (Case Control ) sample 136 using the chi-square test (x2), at the 95% significance level (α 0.05). research proves that there is a significant correlation between high energy intake with the incidence of obesity among primary school students in the city of Manado conclusion there is a significant association between energy intake with the incidence of obesity with p = 0.002. High energy intake of the obtained value Odds Ratio (OR) of 4.058 (95% CI = 1.320 to 2.417), suggestions should be made prevention through nutrition counseling about obesity and risk factors of obesity in primary school students in each school through school health promotion programs by the Department of Health and in collaboration with relevant agencies. Keywords: children, energy intake, obesity Abstrak: Obesitas merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari apa yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Obesitas dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit gizi, sebagai akibat mengkomsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhannya Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan energi dengan kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar di kota Manado dengan metode penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan Case Control (kasus kontrol) sampel 136 menggunakan uji chi-square (x2), pada tingkat kemaknaan 95% (α 0,05).Hasil penelitian  membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi yang tinggi dengan kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar di Kota Manado kesimpulan Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi dengan kejadian obesitas dengan  nilai p sebesar =0,002. Jumlah asupan energi yang tinggi maka diperoleh nilai Odds Ratio (OR) sebesar 4,058 (95% CI = 1,320-2,417), saran perlu dilakukan pencegahan melalui  penyuluhan gizi tentang obesitas dan faktor-faktor resiko terjadinya obesitas pada siswa sekolah dasar di masing-masing sekolah melalui program peningkatan kesehatan sekolah oleh Dinas Kesehatan dan bekerja sama dengan instansi-instansi terkait Kata kunci : anak-anak, asupan energi, obesitas
PENGARUH PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI TERHADAP KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN DI RSJ. PROF. V. L. RATUMBUYSANG MANADO TAHUN 2016 Pinedendi, Novita; Rottie, Julia; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12920

Abstract

Abstract Upbringing Treatment of devisit treatment of x'self at soul trouble patient very needed to to train independence personal of hygiene. Target of this Research is know to influence applying of upbringing treatment of devisit treatment of x'self to independence personal of hygiene at patient in RSJ Prov. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado. This desain research is Analytic Observasional. Population in this research is all patient of devisit treatment of x'self residing in Room of Katrili And of Alabadiri RSJ. Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado amounting to 27 people with Intake of sampel in this research use Total technique of Sampling, instrument the used is observation sheet and kuesioner.Result of there are influence which is signifikan to applying of upbringing treatment of devisit treatment of x'self at patient (p=0.002). Pursuant to result of research. that Most responden answer to apply treatment upbringing and most self-supporting to personal of hygiene, hence from that better contribution at Nurse to be always give support apply treatment upbringing more optimal to be independence personal of higene more selfsupporting. Keywords: Upbringing Treatment Of Defisit Treatment Of X'Self, Schizoferania Abstrak Kesehatan jiwa adalah suatu bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan, atau bagain integral dan merupakan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia, salah satu permasalahan yang sering menjula pada klien dengan gangguan jiwa adalah defisit perawatan diri yang berkaitan dengan Personal Hygiene. Personal Hygiene sangat tergantung pada pribadi masing-masing yaitu nilai individu dan kebiasaan untuk mengembangkannya. Pemeliharaan personal hygiene berarti tindakan memelihara kebersihan dan kesehatan diri seseorang. Asuhan keperawatan defisit perawatan diri pada pasien gangguan jiwa sangat diperlukan untuk melatih kemandirian personal hygiene.Tujuan Penelitian ini ialah diketahui pengaruh penerapan asuhan keperawatan defisit perawatan diri terhadap kemandirian personal hygiene pada pasien di RSJ Prof. V. L. Ratumbuysang Manado. Desain Penelitian ini adalah pra eksperimental one group pra test post test design.Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien defisit perawatan diri yang berada diruangan Katrili dan ruangan AlabadiriRSJ Prof. V. L. Ratumbuysang Manado yang berjumlah 27 orang dengan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, instrument yang digunakan ialah kuesioner dan lembar observasi. Hasil Penelitian terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan asuhan keperawatan defisit perawatan diri pada pasien (p=0.003). berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa personal hygiene sebelum dan sesudan diberikan intervensi menunjukan paling banyak berada pada kategori ketergantungan sedang, maka dari itu sebaiknya kontribusi pada perawat agar selalu memberikan dukungan menerapkan asuhan keperawatan lebih optimal agar kemandirian personal hygiene lebih mandiri. Kata kunci: Asuhan Keperawatan Defisit Perawatan Diri, Gangguan Jiwa