cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PERAWAT DI UNIT GAWAT DARURAT DAN POLIKLINIK RUMAH SAKIT UMUM GMIM PANCARAN KASIH MANADO Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino S.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i2.25185

Abstract

Abstract : Working as a nurse who is required to provide excellent service and quality for 24 hours to make a nurse must be in good body condition. Body conditions that should be in the resting phase must be conditioned on working conditions which can shift the body's natural clock which can lead to work stress and end with work exhaustion. Job fatigue can have a negative impact on the nurse's performance. The purpose of the study is the difference in the level of work exhaustion of nurses in the ER and the GMIM Pancaran Kasih General Hospital Polyclinic Manado. Desain research type with cross sectional approach. sample of 16 nurses in the ER and 16 nurses in the Polyclinic room. Result of statistic test Test of t difference of fatigue level of nurse work in emergency room and polyclinic of PancaranKasih Manado Hospital obtained p value = 0,861 <α (α = 0,05). Conclusion there is no difference in the level of fatigue of nurses' work in the ER and the GMIM Pancaran Kasih General Hospital Polyclinic Manado.Keywords : Work Fatigue, Nurse.Abstrak : Bekerja sebagai perawat yang dituntut memberikan pelayanan prima dan berkualitas selama 24 jam menjadikan seorang perawat harus berada pada kondisi tubuh yang baik. Kondisi tubuh yang seharusnya pada fase istirahat harus dikondisikan pada kondisi kerja yang mana dapat menggeser jam alami tubuh yang dapat mengakibatkan stress kerja dan berakhir dengan kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat berdampak negative terhadap kinerja perawat. Tujuan penelitian yaitu Perbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Perawat di UGD dan Poliklinik RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 16 perawat di ruangan UGD dan 16 perawat di ruangan Poliklinik. Hasil uji statistic Uji t perbedaan tingkat kelelahan kerja perawat di UGD dan Poliklinik RSU Pancaran Kasih Manado diperoleh nilai p = 0,861 < α (α = 0,05). Kesimpulan tidak terdapat perbedaan tingkat kelelahan kerja perawat di UGD dan Poliklinik RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Perawat.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE-2 DI POLI INTERNA BLU.RSUP. PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Sumangkut, Sartika; Supit, Wenny; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2235

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus is a Degenerative’s disease which really has been associated with Diet. Diet is an overview of the various, amount and composition of foodstuff to someone who eaten everyday.  Lifestyle city with diet high lipid, salt, sugar and often presents the party, cause the peoples inclined to eat the food more and result in many disease included Diabetes mellitus. WHO prediction increased total sufferer DM type 2 in Indonesia from 8,4 million on 2000 up to  possibly 21,3 million on 2030. The purpose of this research is to know about the relationship on diet with Diabetes Melitus type-2 in the clinic interna. BLU. Hospital. PROF. DR. R. D. Kandou Manado. This research is a descriptive analytic with cross sectional design (study cut latitude). The sampling method used to purposive sampling, The research method used in this study is cross sectional. Sample were taken based on purposive sampling that consist of 80 respondents. Research instruments used to quistionnaires study consisted of 15 questions. The answers of questions which there are in kuisioner, the data that already collected is being analized using the Chi-square test and counted by SPSS program. The result of this research which is gain the trusted level of 95% show value p=0,000. This p-value is smaller than α = 0,05. The conclusion of this research is showed that a significant relationship on diet with Diabetes Melitus type-2 in the policlinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado hospital. Suggestion for the medicals and nutritionist must keep give information about diet better to Diabetes mellitus patients in the clinic interna. BLU. Hospital. PROF. DR. R. D. Kandou Manado. Keywords : diet, diabetes mellitusAbstrak : Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit degeneratif  yang sangat terkait  pola makan. Pola makan merupakan gambaran mengenai macam-macam, jumlah dan komposisi bahan makanan yang dimakan tiap hari oleh seseorang. Gaya hidup di perkotaan dengan pola diet yang tinggi lemak, garam, dan gula, keseringan menghadiri resepsi/pesta, mengakibatkan masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan secara berlebihan mengakibatkan berbagai penyakit termasuk DM. WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian diabetes mellitus tipe-2 di Poliklinik Interna BLU RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional (potong lintang). Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan purposive sampling yaitu sebanyak 80 orang. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuisioner penelitian yang terdiri dari 15 pertanyaan. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuisioner, data yang didapatkan dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dan diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian yang didapat pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p=0,000. Nilai p ini lebih kecil dari nilai α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pola makan dengan kejadian diabetes mellitus tipe-2 di Poliklinik Interna BLU RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran peran penting dari tenaga medis dan para medis serta ahli gizi untuk terus memberikan informasi kepada pasien Diabetes mellitus yang berobat di Poliklinik Interna BLU RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, sehingga dapat mengatur pola makan dengan baik. Kata kunci : pola makan, diabetes mellitus
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN GOUT ARTRITIS DI PUSKESMAS TOBELO KECAMATAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA Bobaya, Paulina; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11889

Abstract

ABSRACT Background of the Study, Stress is the body's reaction to situations that cause stress, changes, quietness emotions and disturb the balance. purpose of this study is to determine the relationship with Genesis Gout Arthritis Stress at sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. This study using cross sectional method. Sample by using total sampling the number of samples used were 42 respondents. The data collected by using primary and secondary data collection. Population is all of Gout Arthritis Patients who come for treatment at the health center patients Tobelo Number of Respondents 42 people. results show the value of p = 0.009 with significance level α = 0:05 this shows that p <α this shows that There Stress Relationship with Gout Arthritis events in the sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. conclusion of this research is: There is a significant relationship between the incidence of Gout Arthritis Stress at sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. Suggestions: This study can be used as information materials for health centers to improve services, especially in the fight against disease Gout Arthritis. Keywords: Stress, Gout Arthritis ABSTRAK, Latar belakang studi, Stres merupakan reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketengangan emosi, serta menganggu keseimbangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan metode Cross sectional. Pemilihan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel yang digunakan yaitu 42 responden. Cara pengumpulan data dengan menggunakan pengumpulan data Primer dan sekunder. Populasi adalah seluruh Pasien Gout Atritis yang dating berobat di Puskesmas Tobelo Jumlah Responden pasien 42 Orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0.009 dengan tingkat kemaknaan α = 0.05 hal ini menunjukkan bahwa p < α hal ini menunjukkan bahwa Ada Hubungan Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : Terdapat Hubungan yang signifikan antara Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Saran : penelitian ini dapat dijadikan Sebagai bahan informasi bagi Puskesmas dalam meningkatkan pelayanan khususnya dalam upaya penanggulangan penyakit Gout Atritis. Kata kunci : Stres , Gout Atritis
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK HUSADA KIMIA FARMA SARIO MANADO Saring, Hidayati Ratriyo; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 7 No. 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25201

Abstract

Abstract : Psychological Well-being is a full achievement of one's psychological potential and a situation when individuals can accept their own strengths and weaknesses as they are, have life goals, develop positive relationships with others, become independent individuals, able to control the environment, and continue to grow personally . The Purpose of this study was to find out whether there was a correlation between religiosity and psychological well-being in patients with diabetes mellitus at the Husada Kimia Farma Sario Manado Clinic. Samples were taken by purposive sampling technique that is as many as 70 people who meet the inclusion criteria. The research design used was a cross sectional study and data collected from respondents used a religiosity questionnaire and psychological well-being. The results of the Spearman Rho statistical test obtained a correlation coefficient of 0.570 (with a value of p = 0,000) which means the value of p <α (0.05). Conclution of this research hypothesis was accepted, this shows that there’s a correlation between religiosity and psychological well-being in patients with diabetes mellitus at the Husada Kimia Farma Sario Manado Clinic. Keywords : Religiosity, Psychological Well-Being, Diabetes Mellitus PatientsAbstrak : Kesejahteraan Psikologis ialah sebuah pencapaian penuh dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan dan kelemahan diri apa adanya, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain, menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengendalikan lingkungan, dan terus bertumbuh secara personal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada penderita diabetes mellitus di klinik husada kimia farma sario manado. Sampel diambil dengan teknik pengambilan purposive sampling yaitu sebanyak 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Desain Penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner religiusitas dan kesejahteraan psikologis. Hasil Penelitian uji statistik Spearman Rho diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,570 (dengan nilai p= 0,000) yang berarti nilai p < α (0,05). Kesimpulan bahwa hipotesis penelitian diterima, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada pasien dengan diabetes mellitus di Klinik Husada Kimia Farma Sario Manado.Kata Kunci : Religiusitas, Kesejahteraan Psikologis, Pasien Diabetes Mellitus
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ANGGOTA KELUARGA PADA PENULARAN TB PARU DI PUSKESMAS WENANG DENGAN PERSEPSI KATEGORI BAIK Manarisip, Elvina Magdalena; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4053

Abstract

Abtract : Background.In Indonesia Pulmonary TB is a major public health problem. The number of TB patients in Indonesia is the 5th largest in the world. Many factors will affect the family anxiety Pulmonary TB transmission, among others, the perception of the disease. Purpose. This study aims to determine Representation the  stage of family anxiety In pulmonary TB transmission in Wenang health centers with good category in perception Method. This research uses descriptive analytic method using a cross-sectional study design to determine the relationship of perception of TB disease with anxiety on family members of TB transmission in the health center Wenang. The samples done by purposive sampling, obtained a total sample of 42 people from 84 population aged 15-60 years. Research. Perceptions of illness showed all respondents have a good perception of the disease. As for the anxiety level of all respondents totaling 42 people have high levels of anxiety are different. With the level of anxiety was the greatest as many as 16 respondents (38.1%), the next level of mild anxiety as much as 12 respondents, and severe anxiety level 8 respondents, while frantic as 6 respondents (14.3%). Key Word: Perception, family, anxiety, transmission. Abstrak : Di Indonesia TB Paru merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Jumlah pasien TB Paru di Indonesia merupakan ke-5 terbanyak di dunia. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan keluarga akan penularan TB Paru, antara lain persepsi penyakit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan anggota keluarga pada penularan TB Paru di Puskesmas Wenang dengan persepsi kategori baik. Metode. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, didapat jumlah sampel sebanyak 42 orang dari 84 populasi yang berusia 15-60 tahun. Hasil Penelitian. Persepsi penyakit menunjukkan  semua responden memiliki persepsi penyakit yang baik. Sedangkan untuk tingkat kecemasan seluruh responden yang berjumlah 42 orang memiliki tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Dengan tingkat kecemasan sedang yang paling besar yaitu sebanyak 16 responden (38,1%), selanjutnya tingkat kecemasan  ringan sebanyak 12 responden, dan tingkat kecemasan berat 8 responden, sedangkan panik sebanyak 6 responden (14,3%). Kata kunci: Persepsi, keluarga, kecemasan, penularan.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Umboh, Eunike Relsye; Kepel, Billy; Hamel, Rivelino S.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.15824

Abstract

Abstract : Motivasion to learn is the overall driving force in the one is able to raise the spirit orenthusiasm to learn. The learning achievementis is a result that has been obtained or achievedfrom activities that have been carried out or treated. Research purpose of this study was todetermine the relationship between learning motivasion and academic achievement in nursingscience student of the faculty of medicine at sam ratulangi university manado. Samples were 64respondents in the can by using purposive sampling technique. Research design is descriptiveanalytic with cross secrional approach and the data collected from respondents usingquestionnaires learning motivation and academic achievement questionnaire. Test using theFhiser’s Exact Test statistic with significance level α = 0,05% or 95%. Research results showedthe value of p = 0,000 < α = 0,05. The conclusion of this research that there is a relationshipbetween learning motivation and academic achievement in students of nursing science ProgramFaculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado. Recommendation: Results of this studycan be used as a source of information and learning materials specifically so that students can bemotivated to learn to achieve good academic achievement, and can add a reference orbibliography for further research in order to investigate more about the motivation to learn thataffect academic achievement.Keywords : Motivation, Academic AchievementAbstrak : Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang yangmampu menimbulkan semangat atau kegairahan belajar. Prestasi belajar adalah suatu hasil yangtelah diperoleh atau dicapai dari aktivitas yang telah dilakukan atau dikerjakan. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik padamahasiswa program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran universitas sam ratulangi manado.Sampel berjumlah 64 responden yang di dapat dengan menggunakan teknik purposive sampling.Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan data dikumpulkandari responden dengan menggunakan kuesioner motivasi belajar dan kuesioner prestasi akademik.Uji statistic menggunakan Fhiser’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95%. Hasilpenelitian didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapathubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik pada mahasiswa Program Studi IlmuKeperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi manado. Saran: Hasil penelitian inidapat digunakan sebagai sumber informasi serta bahan pembelajaran khususnya mahasiswa agardapat lebih termotivasi dalam belajar sehingga meraih prestasi akademik yang baik, dan dapatmenambah referensi atau pustaka bagi peneliti selanjutnya sehingga dapat meneliti lagi tentangmotivasi belajar yang mempengaruhi prestasi akademikKata Kunci : Motivasi Belajar, Prestasi Akademik
PERBEDAAN TERAPI BERMAIN PUZZLE DAN BERCERITA TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) SELAMA HOSPITALISASI DI RUANG ANAK RS TK. III. R. W. MONGISIDI MANADO Kaluas, Inggrith; Ismanto, Amatus Yudi; Kundre, Rina Margaretha
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7969

Abstract

Perasaan cemas merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami oleh anak prasekolah. Pada umumnya reaksi anak terhadap sakit adalah kecemasan karena perpisahan, kehilangan, perlukaan tubuh dan rasa nyeri. Sering kali hospitalisasi dipersepsikan oleh anak sebagai hukuman, ada perasaan malu dan takut sehingga menimbulkan reaksi agresif, marah, berontak, tidak mau bekerja sama dengan perawat. Untuk mengurangi kecemasan anak dapat diberikan terapi bermain. Tujuan untuk mengetahui perbedaan terapi bermain puzzle dan bercerita terhadap kecemasan anak usia prasekolah (3-5 tahun) selama hospitalisasi. Metode Penelitian menggunakan quasi experimental design dengan rancangan perbandingan kelompok statis. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Hasil penelitian analisa data menggunakan uji statistik paired sample t-Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05) didapatkan nilai p value = 0,000 < α = 0,05 (Ho ditolak). Kesimpulan yaitu ada perbedaan terapi bermain puzzle dan bercerita terhadap kecemasan anak usia prasekolah (3-5 tahun) selama hospitalisasi di ruang anak RS.TK.III R.W.Mongisidi Manado. Saran pemberian terapi bermain puzzle dan bercerita dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan anak usia prasekolah (3 – 5 tahun) selama hospitalisasi.Kata kunci : Terapi Bermain, Puzzle, Bercerita, Kecemasan, Anak Prasekolah, Hospitalisasi
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN ARTRITIS REUMATOID DI PUSKESMAS KAMPUNG BARU KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI Tedampa, Restu Gloria Putri; Mulyadi, Ns; Bataha, Yolanda B
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12876

Abstract

Abstract: Body Mass Index (BMI) is a tool or a simple way to monitor the nutritional status of adults, especially those relating to the deficiency and overweight. Rheumatoid arthritis is an inflammatory disorder of unknown cause that usually the synovial joints. The purpose of this study to analyze the relationship of body mass index (BMI) with rheumatoid arthritis in Kampung Baru sub-district Puskesmas Luwuk Banggai. The method used is observational analytic with cross sectional design. The sampling technique in this research is sampling saturated with the number of 61 samples. The data collection was conducted using questionnaires and observation sheets. The results based on chi-square test with a significance level of 95% (ɑ ≤ 0.05) obtained by value p = 0,010 which is smaller than ɑ (0.05) with Ho rejected and Ha accepted. The Conclusion there is a relationship of body mass index (BMI) with rheumatoid arthritis in Kampung Baru sub-district Puskesmas Luwuk Banggai. The Recommendations provide information on the impact of body mass index is not ideal for people with rheumatoid arthritis in Kampung Baru sub-district Puskesmas Luwuk Banggai. Especially regarding diet and activity patterns of patients with rheumatoid arthritis in order to maintain appropriate weight by height in order to remain in the category of normal body mass index. Key Word: Body Mass Index (BMI), Rheumatoid Arthritis Abstrak: Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Artritis rheumatoid adalah gangguan inflamasi yang tidak diketahui penyebabnya yang biasanya mengenai sendi sinovial. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan artritis reumatoid di Puskesmas Kampung Baru Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu sampling jenuh dengan jumlah 61 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (ɑ ≤ 0,05) diperoleh nilai p = 0,010 yakni lebih kecil dibandingkan ɑ (0,05) dengan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapat hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan artritis reumatoid di Puskesmas Kampung Baru Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Saran memberikan informasi tentang dampak indeks massa tubuh yang tidak ideal bagi penderita penyakit artritis reumatoid di Puskesmas Kampung Baru Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Khususnya mengenai pola makan dan pola aktivitas agar pasien artritis reumatoid dapat menjaga berat badan yang sesuai dengan tinggi badan agar tetap dalam kategori indeks massa tubuh yang normal. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), Artritis Reumatoid.
MOTIVASI PENYALAHGUNAAN LEM PEREKAT YANG MENGANDUNG LYSERGIC ACID DIETHYLAMIDE PADA REMAJA MENURUT KAJIAN MODEL SISTEM PERILAKU JOHNSON Kululu, Rahel A.; Kanine, Esrom; Buanasari, Andi
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.24347

Abstract

Abstrack: The use of narcotics, psychotropic and other addictive substances hasbeen used up to adolescents. Adolescents use drugs because it has many motivation, motivation arising from within themselves as well as the motivation that arise because of the encouragement from the outside.The use of this drug can also be seen in Johnson's behavioral system model by reviewing with seven subsystems. The purpose of this study is to determine the motivation of ehabon abuse in adolescents according to Johnson's behavioral system model.This research method using cross sectional design. The sampling technique used purposive sampling with a sample of 83 respondents. Methods of data collection using questionnaires of motivation and questionnaire Johnson behavioral system model.The result of Chi-square test results obtained significantly smaller than the value of 0.05 in the subsystem affilative p = 0.027, dependency subsystem p = 0.000, subsystem eliminative p = 0.006 and the aggressive subsystem p = 0.032. Conclusion of the results of this study indicate that there is a relationship motivation abuse of adhesive glue which contains lysergic acid diethylamidein adolescents according to Johnson's behavioral system model in the affiliative subsystem, dependency, eliminative and aggressive.Keywords:Drug abuse, motivation, adolescentsAbstrak: Penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sudah digunakan sampai dikalangan remaja. Remaja menggunakan napza karena memiliki berbagai motivasi baik motivasi yang timbul dari dalam diri sendiri maupun motivasi yang timbul karena adanya dorongan dari luar. Penggunaan napza ini juga dapat dilihat dalam sistem perilaku Johnson dengan mengkaji berdasarkan 7 subsistem Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi penyalahgunaan ehabon pada remaja menurut kajian model sistem perilaku Johnson. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 83 responden. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner motivasi dan kuesioner kajian model sistem perilaku Johnson. Hasil uji chi-square didapatkan lebih kecil dari nilai signifikan 0,05 pada subsistem afilatif p = 0,027, subsistem ketergantungan p = 0,000, subsistem eliminatif p = 0,006 dan pada subsistem agresif p = 0,032. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi penyalahgunaan lem perekat yang mengandung lysergic acid diethylamide pada remaja menurut kajian model sistem perilaku Johnson pada subsistem afiliatif, ketergantungan, eliminatif dan agresif.Kata kunci :Penyalahgunaan napza, motivasi, remaja
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KLIEN GOUT ARTHRITIS DI PUSKESMAS TAHUNA TIMUR KABUPATEN SANGIHE Kurniawati, Eni; Kaawoan, Adeleida; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5210

Abstract

Abstract: Gout Arthritis is a type of rheumatic diseases associated with impaired acid kinetic namely hyperuricemia. Hyperuricemia is a uric acid levels in the blood above normal, according to data from the District Health Center East Tahuna. Regency of Sangihe mentioned in the period January 2014 to March 2014 there were 143 patients with Gout Arthritis. The purpose of this study was to determine the effect of health education on knowledge and attitude of Gout Arthritis clients in health center East Tahuna. The research method used was a pre-experimental design with "One group Pre test post test design" in one group, the population in this study were all patients of Gout Arthritis who visit the Health Center East TahunaSangihe regency, with a samples 45 persons. The measuring instrument used was a questionnaire, the data obtained were processed using the Wilcoxon Sign Rank Test with a significance level (α) = 0.05. The results showed there is an effect of health education on knowledge and attitude of Gout Arthritis clientsin the health center East Tahuna, based on Wilcoxon statistical test obtained  = 0.000, which meant  was smaller than α (0.05). The conclusion of this research there was a effect of health education on knowledge and attitude of Gout Arthritis client’s in health center East Tahuna, Regency of Sangihe. Keyword: Health education, Knowledge, attitude, Gout Arthritis Client Abstrak: Gout Arthritis merupakan jenis penyakit reumatik berhubungan dengan gangguan kinetik asam yaitu hiperurisemia. Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah diatas normal, Berdasarkan data dari Puskesmas Tahuna Timur Kab. Sangihe menyebutkan dalam kurun waktu Januari 2014 sampai dengan Maret 2014 terdapat sebanyak 143 pasien penderita Gout Arthritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap klien Gout Arthritis di Puskesmas Tahuna Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-eksperimen dengan desain “One group pre-post test design” dalam satu kelompok, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien penderita Gout Arthritis yang berkunjung di Puskesmas Tahuna Timur Kab Sangihe, dengan jumlah sampel 45 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner, data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap klien Gout Arthritis di Puskesmas Tahuna Timur, dimana berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon diperoleh nilai = 0.000, yang berarti nilai  lebih kecil dari α (0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap klien Gout Arthritis di Puskesmas Tahuna Timur Kab. Sangihe. Kata Kunci : Penyuluhan kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Klien Gout Arthritis