cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal S2 Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA SIMULATIF KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ANALISIS KUALITATIF KATION GOLONGAN 1 Fathonah S, Rani; Masykuri, Mohammad; Saputro, Sulistyo
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil dari proses pengembangan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi analisis kualitatif kation golongan I; (2) kelayakan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi analisis kualitatif kation golongan I; (3) efektivitas penggunaan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi analisis kualitatif kation golongan I. Penelitian pengembangan multimediamenggunakan prosedur R&D menurut Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi 9 tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan draf produk; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi hasil uji coba; (6) uji coba lapangan; (7) revisi produk hasil uji lapangan; (8) uji pelaksanaan lapangan dan (9) revisi produk akhir. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan multimedia simulatif kimia berbasis inkuiri terbimbing telah dilaksanakan melalui prosedur R&D dan telah direvisi berdasarkan saran dan masukan dari validator dan praktisi serta telah diujicobakan kepada siswa pada uji coba skala kecil, menengah dan luas; (2) kelayakan produk dikategorikan sangat baik dan sangat layak digunakan dengan persentase penilaian 86% dari validator dan 87% berdasarkan penilaian praktisi; (3) produk yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar aspek kognitif dan afektif.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) PADA TEMA ENERGI Winarno, Winarno; Sunarno, Widha; Sarwanto, Sarwanto
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Ketersediaan bahan ajar yang mendukung pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu sesuai tuntutan kurikulum masih kurang. Berpikir dan terampil memecahkan setiap masalah adalah sarana untuk mengatasi persoalan pendidikan. Kemampuan berpikir peserta didik Indonesia berdasar analisis PISA hanya mampu menguasai pelajaran sampai level 3 saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul IPA terpadu dan  mengetahui karakteristik, kelayakan, dan efektivitas modul IPA terpadu berbasis High Order Thinking Skill (HOTS) yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengacu pada 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian diawali dengan studi pustakadan observasi lapangan selanjutnya menyusun draft-1 modul. Draft modul divalidasi oleh ahli materi dan teman sejawat kemudian direvisi menjadi draft-2.  Selanjutnya  diujicobakan secara  terbatas dan direvisi menjadi draft-3. Draft-3 modul diujicobakan pada kelompok besar di kelas VIII SMP N 3 Jatisrono. Uji coba  kelompok besar diawali dengan pretest dan setelah dilakukan pembelajaran menggunakan modul kemudian diakhiri dengan postest. Modul ini kemudian disebarkan ke guru IPA untuk mendapat umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan kualitas modul hasil pengembangan untuk kelayakan isi 91,3%, penyajian 94,0%, bahasa 91,3%, kegrafikan 92,6%, pendekatan 88,4%, dan keterpaduan 91,3%, jadi termasuk dalam kategori sangat baik.  Berdasarkan uji dua sampel berhubungan diperoleh thitung – 8,101 dan ttabel  adalah – 2,040, oleh karena - thitung< - ttabel maka H0 ditolak, maka keputusan uji antara postest dengan pretest mempunyai perbedaan efektivitas yang signifikan. Rerata prestasi belajar kognitif sebelum menggunakan modul 67,4 dan sesudah menggunakan modul 85,3. Hasil komentar guru pada tahap penyebaran adalah modul bagus dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
AUTHENTIC ASSESSMENT BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP KELAS VII PADA MATERI SUHU DAN PERUBAHANNYA Alfian, Alif; Siti Aminah, Nonoh; Sarwanto, Sarwanto
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: karakteristik, tingkat kevalidan dan reliabilitas instrumen, efektivitas penilaian, dan kepraktisan penilaian melalui authentic assessment berbasis scientific approach tema suhu dan perubahannya. Metode penelitian menggunakan Research And Development (R & D) mengacu pada model Four D dari Thiagarajan, Semmel dan Semmel dengan tahapan define, design, develop, dan disseminate. Kegiatan penelitian diawali dengan menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), bahan ajar, dan alat evaluasi yang divalidasi oleh Tim ahli. Pengujian keefektifan penerapan instrumen penilaian yang dikembangkan menggunakan analisis N-gain. Data validitas dan reliabilitas instrumen penilaian dianalisis dengan deskript if, data hasil belajar dianalisis dengan deskriptif, dan peningkatan hasil belajar dihitung dengan gain ternormalisasi. Hasil validasi ahli dan praktisi terhadap instrumen pada tiga aspek yaitu sintak, perangkat pembelajaran, dan perangkat evaluasi authentic assessment, rataan ketiga aspek tersebut  memperoleh nilai sebesar 94,25% dengan kategori sangat baik. Persentase hasil belajar ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan mencapai ketuntasan klasikal ≥ 80%. Rataan nilai sikap kelas eksperimen yaitu 3,22 mencapai kategori baik, rataan nilai keterampilan pada kelas eksperimen adalah 3,14 mencapai kategori baik, dan rataan nilai pengetahuan pada kelas eksperimen adalah 85,5 mencapai kategori baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen authentic assessment berbasis scientific approach valid dengan kategori sangat baik dan koefisien reliabilitas untuk setiap kompetensi penilaian mencapai kategori tinggi atau sangat reliabel. Implementasi perangkat authentic assessment berbasis scientific approach efektif untuk mencapai ketuntasan hasil belajar karena mencapai ketuntasan klasikal ≥ 80%, hasil uji keefektifan ditinjau dari analisis N-Gain ternormalisasi sebesar 0,73 mencapai kategori tinggi. Penerapan authentic assessment berbasis scientific approach praktis ditinjau dari rerata respons peserta didik dan guru mencapai kategori tinggi.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GROUP DISCOVERY LEARNING (GDL) PADA MATERI PROTISTA KELAS X SMA NEGERI KARANGPANDAN Febriana, Deny; Sajidan, Sajidan; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) pengembangan multimedia interaktif berbasis (GDL) pada materi protista, 2) mengetahui kelayakan multimedia interaktif berbasis (GDL) pada materi protista, dan 3) mengetahui keefektifan produk multimedia interaktif berbasis (GDL) disertai model dan modul terhadap hasil belajar pada materi protista. Penelitian menggunakan metode Reseacrh and Development (R&D) mengacu Gall, Borg, and Gall (1983) dengan sembilan tahapan. Kelayakan multimedia divalidasi ahli media, materi, perangkat pembelajaran, dan praktisi. Subjek uji coba penelitian adalah siswa SMA Negeri Karangpandan yang berjumlah 114 siswa. Pengumpulan data dengan angket untuk analisis kebutuhan, lembar observasi, dan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Produk yang  dikembangkan  adalah  multimedia  interaktif.  berbasis  model  GDL  pada  materi  protista,  sesuai kurikulum 2013, dan menggunakan program macromedia flash. Hasil analisis dengan N-gain menunjukkan bahwa kelas agregasi lebih tinggi dari kelas media dan kelas existing learning (0,61 > 0,57 > 0,39). Hasil analisis Paired Sample T-Test menunjukkan ada perbedaan hasil belajar aspek pengetahuan sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif berbasis GDL (sig 0,000 < 0,05). Hasil analisis Anova menunjukkan ada perbedaan hasil belajar aspek pengetahuan antara kelas media, agregasi, dan existing learning (sig 0,000 < 0,05). Hasil analisis Mann-Whitney U aspek psikomotorik menunjukkan tidak ada perbedaan antara kelas media dan agregasi (sig 0,107 > 0,05). Hasil analisis Mann-Whitney U aspek sikap menunjukkan ada perbedaan antara kelas media dan agregasi (sig 0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: 1) Produk yang dikembangkan dalam bentuk multimedia interaktif berbasis GDL pada materi protista, disesuaikan dengan kurikulum 2013, terintegrasi sintak model GDL, dan menggunakan program macromedia flash. 2) Multimedia interaktif berbasis GDL dinyatakakan layak digunakan  sebagai  media  pembelajaran  dengan  mendapatkan  nilai  85,53%  dalam  kategori  baik.  3) Multimedia interaktif berbasis GDL efektif pada hasil belajar aspek pengetahuan dan sikap, tetapi tidakefektif pada aspek psikomotorik. Hasil belajar antara kelas media, agregasi, dan existing learning menunjukkan ada perbedaan dan dalam kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA KEJU UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VII Rahmanto, Koniawan Fajar; Masykuri, Mohammad; Sunarno, Widha
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju; (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju; (3) keefektivan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju, terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall yang terdiri dari 10 tahapan, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi hasil uji coba awal, (6) uji lapangan utama, (7) revisi hasil uji lapangan utama, (8) uji lapangan operasional, (9) revisi produk akhir, dan (10) penyebaran produk. Prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall dengan 10 tahapan tersebut dimodifikasi pada jumlah subjek ujicoba. Validasi produk dilakukan oleh 2 ahli materi, 2 ahli penyajian, 1 ahli bahasa, 1 ahli media, 2 ahli pe ndidikan, 1 praktisi guru IPA, dan 2 teman sejawat. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Prambanan dengan subyek ujicoba awal terdiri dari 6 siswa kelas VII dan 1 guru IPA, subjek ujicoba lapangan utama 18 siswa kelas VII dan 2 guru IPA, serta subjek ujicoba lapangan operasional ada 32 siswa kelas VII F dan 1 guru IPA. Uji efektivitas kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan desain non-equivalent control group, yang di analisis menggunakan software SPSS dengan jenis uji Mann Whitney Test untuk keterampilan proses dan sikap, sedangkan kognitif menggunakan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik modul yang dikembangkan memiliki keterpaduan konten IPA tipe connected dengan adanya tahapan inkuiri terbimbing pada modul yang menyajikan fenomena IPA dalam kehidupan sehari- hari; (2) modul layak digunakan ditinjau dari aspek isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan, dengan perolehan skor modul siswa 3,76 (sangat baik) dan skor modul guru adalah 3,75 (sangat baik); (3) modul efektif meningkatkan keterampilan proses sains (sig. 0,000), hasil belajar sikap (sig. 0,000), dan hasil belajar kognitif (sig. 0,000). Besarnya peningkatan dilihat dari gain keterampilan proses sains 0,65 (sedang), gain sikap 0,65 (sedang), dan gain kognitif 0,35 (sedang). Jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada kelas eksperimen 18 siswa (56,25%), sedangkan pada kelas kontrol tidak ada yang mencapai nilai KKM.