cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal S2 Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN PROYEK DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA Suyono, Purwo; Suparmi, Suparmi; Sarwanto, Sarwanto
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Masalah yang terjadi pada pembelajaran Fisika adalah masih rendahnya partisipasi siswa dalam aktivitas belajar sehingga belum bisa mencapai prestasi belajar yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri menggunakan metode eksperimen dan proyek, ditinjau dari sikap ilmiah, kreativitas belajar, serta interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XI jurusan otomotif dan mesin SMK Negeri 2 Jiwan tahun pelajaran 2012-2013, terdiri atas 8 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terdiri 2 kelas yaitu XIO3 dan XIM3. Data prestasi belajar kognitif dikumpulkan dengan instrumen tes; sikap ilmiah, kreativitas belajar, dan nilai afektif dengan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Hasil penelitian menyatakan: 1) pembelajaran dengan   metode proyek mempunyai prestasi belajar kognitif lebih tinggi dari eksperimen tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan untuk nilai afektif, 2) tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi kognitif dan nilai afektif siswa yang mempunyai sikap ilmiah tinggi dan sikap ilmiah rendah, 3) tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi kognitif dan nilai afektif antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi     dan kreativitas rendah, 4) tidak ada interaksi yang signifikan antara metode eksperimen dan proyek dengan sikap ilmiah dan kreativitas terhadap prestasi belajar ranah afektif dan kognitif siswa, 5) tidak ada interaksi yang signifikan antara metode eksperimen dan proyek dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif tetapi ada interaksi pada nilai afektif, 6) tidak ada interaksi yang signifikan antara sikap ilmiah dan kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, 7) tidak ada interaksi yang signifikan antara metode eksperimen, proyek, sikap ilmiah dan kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PREDICT, PLANNING, OBSERVE, EXPLAIN, WRITE (P2OEW) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS X SMA NEGERI 7 SURAKARTA Pratiwi, Yenny Putri; Sajidan, Sajidan; Karyanto, Puguh
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengembangan modul berbasis P2OEW, 2) Kelayakan modul berbasis P2OEW, dan 3) Keefektifan modul berbasis P2OEW pada materi pencemaran lingkungan kelas X SMA Negeri 7 Surakarta. Pengembangan modul berbasis P2OEW mengacu pada model research and developmen (R&D) dari Borg and Gall yang dimodifikasi meliputi langkah-langkah: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk I, 6) uji coba lapangan terbatas, 7) revisi produk II, 8) uji lapangan operasional, dan 9) revisi produk akhir. Hasil penelitian yaitu: 1) Pengembangan modul berbasis P2OEW dilakukan dengan memperhatikan karakteristik model P2OEW, kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik, materi pencemaran lingkungan, dilengkapi dengan wacana dan lembar kegiatan siswa, 2) Modul berbasis P2OEW layak berdasarkan penilaian dari ahli modul memperoleh 3,25 dengan kategori baik, ahli perangkat memperoleh 3,60 dengan kategori sangat baik, ahli materi memperoleh 3,61 dengan kategori sangat baik, penilaian praktisi memperoleh 3,67 dengan kategori sangat baik, penilaian siswa memperoleh 3,47 dengan kategori baik, dan 3) Modul berbasis P2OEW efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan nilai rerata pengetahuan kelas modul 78,54 dan kelas existing learning 69,74; nilai rerata sikap kelas modul 80,86 lebih baik daripada kelas existing learning 75,04 dalam sikap teliti, tanggung jawab, dan kerjasama; nilai rerata keterampilan kelas modul 80,96 dan kelas existing learning 75,74. Pengembangan modul berbasis P2OEW layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN KREATIVITAS Yudhayanti, Devita; Sunarno, Widha; Sajidan, Sajidan
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran sains teknologi masyarakat menggunakan eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan ditinjau dari sikap ilmiah (tinggi dan rendah), kreativitas (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar, interaksi model pembelajaran sains teknologi dan masyarakat menggunakan eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan ditinjau dari sikap ilmiah (tinggi dan rendah), kreativitas (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sampel tiga kelas; kelas eksperimen laboratorium, kelas eksperimen lapangan dan kelas biasa (exiting learning).Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika Ponorogo tahun pelajaran 2012/2013.Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan dengan tes, lembar observasi dan angket untuk hasil belajar kognitif, psikomotor, afektif , sikap ilmiah dan kreativitas. Hipotesis diuji menggunakan ANAVA tiga jalan.Dari hasil analisis data dan pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa : 1) ada perbedaan penggunaan model sains teknologi masyarakat dengan menggunakan eksperimen lapangan dan eksperimen laboratorium terhadap hasil belajar kognitif, psikomotor dan afektif . 2) ada perbedaan sikap ilmiah terhadap hasil belajar kognitif, psikomotor dan afektif siswa. 3) ada perbedaan kreativitas terhadap belajar kognitif,psikomotor dan afektif siswa. 4) tidak ada interaksi pembelajaran model sains teknologi masyarakat menggunakan eksperimen lapangan dan eksperimen laboratorium dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa, tetapi ada interaksi terhadap hasil belajar afektif. 5) tidak ada interaksi pembelajaran model sains teknologi masyarakat menggunakan eksperimen lapangan dan eksperimen laboratorium dengan kreativitas terhadap hasil belajar kognitif, psikomotor dan afektif siswa. 6) tidak ada interaksi antara sikap ilmiah dan kreativitas terhadap hasil belajar kognitif,psikomotor dan afektif siswa. 7) tidak interaksi antara model sains teknologi masyarakan menggunakan eksperimen lapangan dan eksperimen laboratorium dengan sikap ilmiah dan kreativitas terhadap hasil belajar kognitif, psikomotor dan afektif siswa.
PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI MODEL PEMECAHAN MASALAH DAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DASAR DAN SIKAP ILMIAH SISWA Rahma Guritno, Tri Aulia Mutia; Masykuri, Mohammad; Ashadi, Ashadi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah dan inkuiri terbimbing, Keterampilan Proses Sains (KPS) dasar, sikap ilmiah, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 1 Polokarto tahun pelajaran 2013/2014. Sampel yang diambil 2 kelas yaitu kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 2 diberikan model inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA 3 diberikan model pemecahan masalah. Hipotesis diuji menggunakan statistik non parametrik dengan uji Kruskall Wallis. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: 1) ada pengaruh pembelajaran kimia dengan menggunakan model pemecahan masalah dan inkuiri terbimbing terhadap prestasi ranah kognitif dan afektif, namun tidak ada pengaruh terhadap ranah psikomotor; 2) ada pengaruh KPS dasar terhadap prestasi ranah psikomotor, namun tidak ada pengaruh terhadap ranah kognitif dan afektif; 3) ada pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi ranah afektif dan psikomotor, namun tidak ada pengaruh terhadap ranah kognitif ; 4) ada interaksi antara model pembelajaran dengan KPS dasar terhadap prestasi ranah kognitif, afektif dan psikomotor; 5) ada interaksi antara model pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar ranah afektif dan psikomotor, namun tidak ada interaksi terhadap ranah kognitif; 6) ada interaksi antara KPS dasar dengan sikap ilmiah terhadap prestasi ranah psikomotor, namun tidak ada interaksi terhadap ranah kognitif dan afektif; 7) ada interaksi antara model pembelajaran, KPS dasar, sikap ilmiah terhadap prestasi ranah afektif dan psikomotor, namun tidak ada interaksi terhadap ranah kognitif.
PENGEMBANGAN MODUL IPATERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP DENGAN TEMAAIR LIMBAH RUMAH TANGGA Palayaswati, Indriyani; Masykuri, Mohammad; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik modul IPA Terpadu berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan tema air limbah rumah tangga dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa di SMP; 2) kelayakan modul IPA Terpadu untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa; 3) efektivitas modul IPA Terpadu untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian pengembangan modul IPA Terpadu ini menggunakan prosedur Borg and Gall yang dimodifikasi yang terdiri 7 tahap. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) Modul IPA Terpadu berbasis inkuiri terbimbing dengan tema air limbah rumah tangga yang telah dikembangkan memiliki karakteristik: a) modul yang utuh, berdiri sendiri; b) materi IPA Terpadu bersifat holistik, bermakna, dan aktif dengan aktivitas modul berupa sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains. 2) Modul IPA Terpadu yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik ditinjau dari kelayakan kualitas isi/materi, relevansi dan kredibilitas buku sumber, kesesuaian inkuiri terbimbing dalam memberdayaan keterampilan proses sains siswa, kesesuaian basis inkuiri terbimbing, kualitas metode penyajian, penggunaan ilustrasi, kelengkapan bahan penunjang, penyajian pembelajaran, kegrafikan, dan tampilan umum. 3) Modul IPA Terpadu yang dikembangkan efektif meningkatkan keterampilan proses sains berdasarkan hasil N-gain score sebesar 0,40 yang menunjukkan kategori sedang.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD BERBANTUAN ANIMASI FLASH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA Rokhim, Nur; Suparmi, Suparmi; Siti Aminah, Nonoh
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPA pada pokok bahasan Listrik Dinamis siswa kelas IX E SMP Negeri 24 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dan dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX E yang terdiri dari 25 siswa. Data diperoleh melalui pengamatan, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) penerapan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan animasi Flash dapat meningkatkan motivasi siswa dari 56% siklus I menjadi 100% pada siklus II, 2) penerapan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan animasi Flash dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 24 Surakarta pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 dari 56% siklus I menjadi 92% pada siklus II. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan animasi Flash dapat diterapkan pada kegiatan belajar mengajar IPA untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi Listrik Dinamis.
PENGEMBANGAN E-BOOK KIMIA BERORIENTASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI HIDROLISIS GARAM UNTUK KELAS XI MIA SMA/MA SEMESTER II Kristyaningsih, Barista; Saputro, Sulistyo; Raharjo, Sentot Budi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prosedur pengembangan e-book berorientasi PBL pada materi hidrolisis garam di kelas XI MIA SMA; (2) kelayakan e-book kimia berorientasi PBL pada materi hidrolisis garam di kelas XI MIA SMA Negeri 1, 2, dan 5 Madiun; (3) penggunaan e-book kimia berorientasi PBL pada materi hidrolisis garam di kelas XI MIA SMA Negeri 5 Madiun terhadap hasil belajar kognitif. Penelitian pengembangan e-book  menggunakan prosedur R&D menurut Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi 9 tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk e-book awal; (4) uji coba awal; (5) revisi I; (6) uji coba utama; (7) revisi II; (8) uji coba operasional dan (9) revisi III. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis deskriptif, teknik persentase, dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan e-book kimia berorientasi PBL telah dilaksanakan melalui prosedur R&D yang terdiri dari 9 tahap; (2) kelayakan e-book kimia berorientasi PBL berkualifikasi “sangat layak” untuk aspek materi dengan persentase 88,33% dan media dengan persentase 89,39% menurut para ahli; (3) penggunaan e-book kimia berorientasi PBL dalam pembelajaran mencapai ketuntasan klasikal sebesar 77,78%.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING YANG DIINTEGRASIKAN DENGAN GROUP INVESTIGATION PADA MATERI PROTISTA KELAS X SMA NEGERI KARANGPANDAN Prasetyana, Septina Dwi; Sajidan, Sajidan; Maridi, Maridi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Model Pembelajaran Group Discovery Learning (GDL) adalah model pembelajaran yang dikembangkan dengan mengintegrasikan model pembelajaran Discovery Learning dengan Group Investigation yang saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Penelitian bertujuan untuk 1). Mengembangkan Model Pembelajaran Discovery Learning (DL) yang diintegrasikan dengan Group Investigation (GI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMAN Karangpandan, 2). Menguji kelayakan Model pembelajaran DL yang diintegrasikan dengan GI pada materi protista untuk meningkatkan hasil belajar SMAN Karangpandan, 3). Menguji keefektifan produk Model DL yang diintegrasikan dengan GI disertai modul dan media untuk meningkatkan hasil belajar SMAN Karangpandan. Penelitian menggunakan metode Research And Development mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Responden pengembangan meliputi 2 validator, dan praktisi, uji coba skala terbatas 10 siswa, uji coba lapangan 28. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan hasil belajar kognitif dengan N-gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektifan model, Paired - Sample T test untuk mengetahui sebelum dan setelah penggunaan model, Independent t-test untuk mengetahui perbedaan hasil belajar. Data nilai aspek pengetahuan siswa kelas model, agregasi, dan existing learning dilakukan perhitungan prasyarat sebelum dilakukan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan 1). Pengembangan model pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan komponen model; 2). Hasil pengembangan model pembelajaran layak diterapkan pada materi Protista. Berdasarkan penilaian hasil validasi ahli memperoleh kategori baik, praktisi, dan penilaian siswa mendapatkan kategori sangat baik; 3). Model pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar. Ada perbedaan signifikan hasil belajar pengetahuan, dan sikap antara kelas model, agregasi, dan existing learning tetapi tidak ada perbedaan pada hasil belajar ketrampilan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model DL yang diintegrasikan dengan GI mengalami peningkatan keefektifan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERRING (REACT) PADA MATERI ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MAJEMUK DAN KREATIVITAS SISWA Kristiana Dewi, Novi Ayu; Siti Aminah, Nonoh; Sukarmin, Sukarmin
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah pengembangan modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik, mengetahui kualitas modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik, dan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa pada materi alat-alat optik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis REACT. Metode penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model  4-D meliputi tahapan define, design, develop, dan disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan materi dan media oleh   2 dosen, 2 guru, dan 2  peer review. Pengumpulan data kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa pada penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik dikembangkan berdasarkan kriteria modul yang diadaptasi dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas menggunakan model 4-D meliputi tahapan define berupa analisis kebutuhan, tahap design berupa penyusunan draf modul, tahap develop berupa validasi draf   modul, setelah valid dilakukan uji coba kecil pada 9 siswa yang kemudian diimplementasikan pada skala luas, dan tahap terakhir dilakukan disseminate pada 10 guru fisika di tiga kabupaten/kota provinsi Jawa Tengah. Modul yang dikembangkan memiliki kualitas dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran fisika. Ada peningkatan kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa non-aptitude selama pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis REACT pada materi alat optik, dan setelah menggunakan modul tersebut diperoleh gain faktor  sebesar 0,23 yang menunjukkan kecerdasan majemuk dan kreativitas aptitude siswa meningkat meskipun dalam kategori rendah.
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN LKS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, KREATIVITAS, DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI HIDROLISIS GARAM Hidayah, Nurul; Ashadi, Ashadi; Rahardjo, Sentot Budi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan aktivitas belajar (2) meningkatkan kreativitas verbal dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas X MIA C SMA Negeri 1 Kebumen tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 27 yaitu 7 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Data diperoleh dari tes kondisi awal, tes siklus I dan tes siklus II untuk mengetahui prestasi belajar aspek pengetahuan dan kreativitas verbal peserta didik. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas dan prestasi belajar aspek sikap dan keterampilan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan persentase. Dari hasil penelitian disimpulkan (1) pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan LKS dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran, (2) Kreativitas siswa dengan kategori kreativitas tinggi mengalami peningkatan sebesar 15 % (dari 48% menjadi 63%). (3) terjadi peningkatan hasil hasil belajar aspek pengetahuan sebesar 48% dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar aspek sikap terjadi peningkatan dari 14,81% siswa memperoleh nilai sangat baik (SB) pada siklus I meningkat menjadi 44,44% pada siklus II. Hasil belajar aspek keterampilan (praktikum dan presentasi) untuk siswa yang mendapat nilai B meningkat sebesar 34% (dari 41% menjadi 75% pada siklus II).