cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal S2 Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENERAPAN MODEL CHALLENGE BASED LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN PROYEK DITINJAU DARI KEINGINTAHUAN DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA -, Sodikin; -, Suparmi; -, Sarwanto
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning (CBL) denganmetode eksperimen dan proyek, keingintahuan belajar, sikap ilmiah, dan interaksinya terhadap prestasibelajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimendengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Surakartasemester II Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas X2 dan X3 yang diperolehmenggunakan teknik cluster random sampling. Kelas X2 diberi model CBL dengan metode eksperimen dankelas X3 diberi model CBL dengan metode proyek. Uji hipotesis menggunakan Anava. Berdasarkan hasilanalisis disimpulkan: 1) ada pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan proyek terhadap prestasibelajar kognitif sedangkan afektif dan psikomotorik tidak ada pengaruh; 2) ada pengaruh keingintahuanbelajar terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif sedangkan prestasi belajar psikomotorik tidak ada; 3) adapengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif siswa, sedangkan pada afektif dan psikomotoriktidak ada; 4) tidak ada interaksi antara pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan metode proyekdengan keingintahuan belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 5) tidak adainteraksi antara pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan metode proyek dengan sikap ilmiahterhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 6) tidak ada interaksi antara pengaruhkeingintahuan belajar dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa;7) tidak ada interaksi antara pengaruh model CBL dengan metode eksperimen dan metode proyek,keingintahuan belajar, dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU UNTUK SMP/MTs BERBASIS EKSPERIMEN PADA TEMA FOTOSINTESIS UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Dewi, Anggitalina Pramilia; -, Sarwanto; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada temafotosintesis; 2) menganalisis kelayakan modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada tema fotosintesis; 3)menganalisis efektivitas modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada tema fotosintesis terhadap keterampilanproses sains siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D yangdiawali dengan define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate(penyebaran). Kelayakan modul dinilai oleh validator ahli berdasarkan kelayakan isi, bahasa, penyajian,kegrafikaan, keterpaduan, basis eksperimen, dan keterampilan proses sains. Modul kemudian diuji coba terbataspada 10 siswa. Setelah direvisi, modul diuji coba lapangan pada 32 siswa. Keefektifan modul terhadapketerampilan proses sains dianalisis menggunakan gain score dinormalisasikan untuk pretest-postest kelas ujicoba lapangan. Hasil penelitian ini adalah: 1) modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada tema fotosintesismemiliki karakteristik sebagai modul yaitu bahan ajar, utuh, berdiri sendiri, adaptif, dan bersahabat, sedangkankarakteristik materi IPA Terpadu yaitu holistik, bermakna, otentik, dan aktif, yang disertai sintaks pembelajaranberbasis eksperimen untuk melatih keterampilan proses sains; 2) modul IPA Terpadu berbasis eksperimen padatema fotosintesis memiliki kelayakan isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan, keterpaduan, basis eksperimen, danketerampilan proses sains pada kategori sangat baik; 3) modul IPA Terpadu berbasis eksperimen pada temafotosintesis efektif meningkatkan keterampilan proses sains berdasarkan hasil N-gain score kelas uji cobalapangan yang menunjukkan kategori sedang.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI METODE OBSERVASI GEJALA FISIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARDAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Ristanto, Dwi; Sunarno, Widha; -, Cari
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan pembelajaran fisika dengan model ContextualTeaching and Learningmelalui metode observasi gejala fisis untuk meningkatkan hasil belajar danketerampilan berpikir kritis pada materi kemagnetan di kelas XII Imersi 1 SMA Negeri 2Karanganyar tahun pelajaran 2013/2014.Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai denganDesember 2013. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII Imersi 1 SMA Negeri 2 Karanganyartahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 26 siswa. Data prestasi belajar kognitif danketerampilan berpikir kritis diambil dengan teknik tes sedangkan prestasi belajar afektif danpsikomotor diambil dengan teknik observasi.Kesimpulan penelitian adalah 1) Model CTL melaluimetode observasi gejala fisis dapat diterapkandengan baik dengan dua siklus melalui empattahapanyaitu tahap observasi, tahap pengajuanmasalah, tahap pemecahan masalah, dan tahappemantapan konsep, 2) Model CTL melalui metodeobservasi gejala fisis dapat meningkatkan hasilbelajar pada materi kemagnetan dengan rinciansebagai berikut: a) Terdapat peningkatan persentasejumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar kognitif dari prasiklus (57,69%), siklus I(69,23%), dan siklus II (88,46%), b) Terdapat peningkatan capaian rata-rata prestasi belajar afektifdari prasiklus (62,82%), siklus I (70,83%), dan siklus II (83,33%), c) Terdapat peningkatancapaian rata-rata keterampilan proses sains dari prasiklus (63,65%), siklus I (69,23%), dan siklusII (83,24 %). 3)Model CTL melalui metode observasi gejala fisis dapat meningkatkanketerampilan berpikir kritis siswa dengan peningkatan sebagai berikut: a) Persentase jumlah siswadengan keterampilan berpikir kritis kategori tinggi mengalami peningkatan dari prasiklus(23,10%), siklus I (50,00%), dan siklus II (73,08%), b) Capaian rata-rata keterampilan berpikirkritis mengalami peningkatan dari prasiklus (62,70%), siklus I (67,41%) dan siklus II (72,67%).
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA DENGAN MEDIA GEOMETRI SEDERHANA BERORIENTASI PADA PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK -, Supriyono; Sunarno, Widha; -, Soeparmi
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan bahan ajar fisika media geometri sederhana yangdikembangkan untuk siswa SMP kelas 8 pada materi pokok cahaya. (2) efektivitas bahan ajar fisika denganmedia geometri sederhana yang dikembangkan untuk siswa SMP kelas 8 pada materi pokok cahaya.Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan di SMPN 1 Ngraho. Subyekpenelitian ini adalah siswa kelas 8 pada materi pokok cahaya. Bahan ajar fisika dengan media geometrisederhana dikembangkan berdasarkan data bahwa banyak siswa mengalami kesulitan aljabar dalammempelajari fisika khususnya pada materi pokok cahaya. Uji kelayakan bahan yang dikembangkan dilakukandengan: (1) validasi bahan ajar fisika dengan media geometri sederhana oleh ahli, guru dan teman sejawat;(2) uji terbatas dalam pembelajaran; (3) uji lebih besar terhadap 31 siswa pada 1 kelas; (4) analisis hasilvalidasi ahli, guru dan siswa; (5) analisis pelaksanaan pembelajaran. Uji efektivitas bahan ajar dilakukandengan membandingkan hasil tes kognitif kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan bahan ajarfisika dengan media geometri sederhana dan kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan bukukonvensional. Analisis hasil uji kelayakan bahan ajar fisika dengan media geometri sederhana oleh ahliadalah 4,51, oleh guru 4,51 dan oleh teman sejawat 4,55. Ketiga hasil analisis tersebut masuk dalam kategorisangat baik. Hasil uji efektivitas menunjukkan p-value > 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaankeefektifan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen adalah78,77 sedangkan rata-rata kelas kontrol adalah 72,53 sehingga bahan ajar fisika dengan media geometrisederhana efektif digunakan dalam pembelajaran fisika kelas 8 materi pokok cahaya.
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN PROYEK DITINJAU DARI AKTIVITAS DAN SIKAP ILMIAH SISWA Junaedi, Metri; Sunarno, Widha; -, Cari
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode eksperimen dan proyek,aktivitas, sikap ilmiah, dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorsiswa.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan dilaksanakan dari bulan Juni 2013 – Desember2013. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran2013/2014. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling yang terdiri dari dua kelas, XI IPA1dan XI IPA3. Kelas XI IPA1 diberi pembelajaran dengan metode proyek dan kelas XI IPA3 diberipembelajaran dengan metode eksperimen. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajarkognitif, angket aktivitas, sikap ilmiah, dan prestasi afektif serta lembar observasi untuk psikomotor siswa.Hipotesis diuji menggunakan ANOVA dengan desain faktorial 2x2x2 sel tak sama dengan bantuan softwarePASW versi 18. Dari hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan metode eksperimen danproyek terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; 2) tidak ada pengaruh aktivitasterhadap prestasi belajar kognitif, tetapi ada pengaruh terhadap prestasi afektif dan psikomotor siswa; 3) adapengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik namun tidak memberikanpengaruh terhadap prestasi afektif siswa; 4) tidak ada interaksi antara metode dengan aktivitas siswa terhadapprestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa namun ada interaksi dengan prestasi afektif siswa; 5) adainteraksi antara metode dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif tetapi tidak ada interaksidengan afektif dan psikomotor siswa; 6) tidak ada interaksi antara aktivitas dengan sikap ilmiah siswaterhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa; 7) tidak ada interaksi antara metode, aktivitasdan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.Kata Kunci: Inkuiri, metode eksperimen, metode proyek, aktivitas, sikap ilmiah.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS MASALAH DENGAN TEMA OTOT DI SMP NEGERI 2WONOGIRI TAHUNPELAJARAN 2013/2014 -, Wiyadi; -, ashadi; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Berdasarkan Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi bahwa IPA di SMP diajarkan secaraterpadu, tetapi pada kenyataannya pembelajaran IPA di SMP belum terpadu. Hasil analisis kebutuhanmenunjukkan bahwa guru dan siswa membutuhkan bahan ajar berupa modul IPA Terpadu. Tujuan penelitianini adalah mengembangkan modul IPA Terpadu yang layak dan efektif untuk pembelajaran IPA di SMP.Pembelajaran IPA Terpadu berbasis masalah menggunakan tipe connected. Penelitian ini merupakanpenelitian pengembangan dengan model 4-D. Produk Research and Development yang dikembangkan padapenelitian ini adalah modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema otot. Produk divalidasi oleh duadosen ahli. Setelah dilakukan revisi, produk diujicobakan pada kelas kecil sejumlah 10 siswa, setelahmengalami revisi kemudian produk diujicobakan pada kelas skala besar sejumlah 29 siswa. Untukmengetahui kelayakan produk digunakan instrumen penilaian yang dinilai oleh dosen ahli, guru IPA, temansejawat dan siswa dengan hasil sangat layak. Uji efektivitas produk dilakukan pretes dan postes untukmenentukan nilai N-Gain dengan hasil dalam kategori sedang dan dilihat dari hasil prestasi belajar, semuasiswa tuntas di atas KKM. Hasil uji homogenitas dan normalitas data N-gain kelas kontrol dan eksperimenadalah homogen dan normal. Hasil uji T-test diperoleh terdapat perbedaan signifikan antara N-gain kelaskontrol dan kelas eksperimen. Dengan demikian produk modul IPA terpadu dapat membedakan nilai sebelumdan sesudah menggunakan modul, dan meningkatkan nilai hasil belajar dilihat dari N-gain, layak danefektif digunakan.
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PREDICT, PLANNING, OBSERVE, EXPLAIN, WRITE(P2OEW) PADA MATERI PENCEMARANKELAS X SMA NEGERI 7 SURAKARTA Sekarningrum, Andini Dewi; -, Sajidan -; -, Sarwanto -
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model danperangkat pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang tepatuntuk diterapkan dalam pembelajarandapat meningkatkan kualitas dalamproses pembelajaran. Inovasi dalam pengembangan model dan perangkatpembelajaran perlu dilakukan agar pembelajaran menjadi bermakna. Penelitian pengembangan ini bertujuanuntuk mengetahui: (1) kelayakan model pembelajaran P2OEW pada materi pencemaran, (2) efektivitasproduk model pembelajaran P2OEW pada materi pencemaran terhadap hasil belajar, (3) perbedaan hasilbelajar siswa sebelum dan setelah diterapkanmodel pembelajaran P2OEW pada materi pencemaran.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mengadaptasikan model Borg& Gall yang dimodifikasi yaitu: (1) melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, (2)melakukan perencanaan, (3) mengembangkan bentuk produk awal, (4) melakukan uji coba terbatas, (5)melakukan revisi terhadap produk utama, (6) uji coba lapangan, (7) melakukan revisi terhadap produk. Hasilpenelitian menunjukkan: (1) kelayakan model pembelajaran P2OEW berkategori “Sangat Baik” setelahdilakukan uji coba lapangan, (2) peningkatan hasil belajar siswa cukup signifikan yaitu dalam kategori“Sedang” setelah diterapkan model pembelajaran P2OEW, (3) adanya perbedaan hasil belajar siswa setelahdilakukan uji secara statistik, yaitu perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah diterapkan modelpembelajaran P2OEW.
PENGEMBANGAN MODUL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) YANG DITERAPKAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI SPERMATOPHYTA -, Winarsih; -, Sajidan; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk: (1) mengembangkanmodul pembelajaran yang layak dalam pembelajaran biologi pada materi Spermatophyta di SMA, (2)mengetahui efektivitas modul Problem Based Instruction yang diterapkan dalam pembelajaran kooperatiftipe Think Pair Share pada materi Spermatophyta terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 ParangMagetan, (3) mengetahui efektivitas modul, model, dan media interaktif Problem Based Instruction yangditerapkan dalam pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada materi Spermatophyta terhadap hasilbelajar siswa di SMA Negeri 1 Parang Magetan.Prosedur penelitian yang digunakan ialah penelitian dan pengembangan (research and development)model konseptual menurut Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi delapan tahap yaitu: (1) potensi danmasalah, (2) pengumpulan data dan informasi, (3) pengembangan produk, (4) validasi produk, (5) revisi Iproduk, (6) uji coba produk pada skala kecil, (7) revisi II produk, (8) uji coba produk pada skala lapangan.Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, ahli modul, ahli pembelajaran, dan praktisi pembelajaran disekolah tempat penelitian. Metode penelitian yang digunakan pada pelaksanaan uji coba produk ialahdeskriptif kualitatif.Hasil penelitian dan pengembangan ini ialah: (1) dihasilkan produk pengembangan berupa modulProblem Based Instruction yang diterapkan dalam pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share padamateri Spermatophyta yang terbagi dalam dua kali kegiatan pembelajaran. Pada setiap kegiatan pembelajaranterdapat kegiatan “mari kita pikirkan”, “mari berpasangan”, “mari berbagi”, dan diakhiri dengan uraianmateri, post test, dan tugas terstruktur, (2) modul pembelajaran cukup efektif dalam meningkatkan hasilbelajar siswa sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (3) model, modul, dan mediainteraktif yang diterapkan secara bersama-sama juga cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswakhususnya pada materi Spermatophyta.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKABERBASIS MASALAH PADA MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWASMA Festiana, Ike; -, Sarwanto; -, Sukarmin
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik modul fisika berbasis masalah pada materi listrikdinamis, (2) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah mengikuti pembelajaranmenggunakan modul fisika berbasis masalah pada materi listrik dinamis. Jenis penelitian ini adalah researchand development yang menggunakan model 4-D meliputi: define, design, develop, dan disseminate, untukmengembangkan modul fisika berbasis masalah. Teknik pengumpulan data dimulai dengan tahap prapenelitian; analisis siswa, kurikulum, dan materi; tujuan pengembangan modul; pemilihan formatberdasarkan kriteria modul; desain awal modul, validasi draf I, uji coba kecil, dan uji coba di kelas.Instrumen yang digunakan adalah angket untuk validasi modul, silabus, RPP, kisi-kisi soal kemampuanberpikir kreatif, serta angket respon siswa dan guru. Pengembangan modul dinilai berdasarkan kelayakan isi,penyajian, dan bahasa oleh 2 dosen, 2 guru, dan 3 peer review. Hasil penelitian ini adalah (1) kualitas modulfisika berbasis masalah pada materi listrik dinamis yang dikembangkan berkategori baik, dan (2) kemampuanberpikir kreatif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis masalahpada materi listrik dinamis mengalami peningkatan.
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL STAD DENGAN PEER ASSESMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARANANANALITISDAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA Harsono, Efendi; -, Suparmi; -, Cari
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan kemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar siswapada materi dinamika gerak rotasi.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakanpada bulan April 2013 - Januari 2014 di SMA 1 Bae Kudus kelas XI IPA-3, tahun pelajaran 2013/2014 yangterdiri 35 siswa. Prosedur penelitian meliputi 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan tindakan,tahap observasi dan tahap refleksi. Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus. siklus I siswa belajar denganmodel STAD dan peer assessment aktivitas. Siklus II, siswa belajar dengan model STAD dilengkapi peerassessment aktivitas dan kemampuan penalaran analitis. Data prestasi belajar kognitif dan kemampuanberfikir analitis diambil dengan tes kognitif, observasi atau pengamatan.Kesimpulan penelitian: 1) ModelSTAD dengan peer assessment dapat terlaksana dengan baik melalui dua siklus, 2) Model STAD denganpeer assessment dapat meningkatkan kemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar siswa pada materidinamika gerak rotasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan peer assessment berpengaruhterhadap kemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar. Siswa yang mempunyai peer assessment tinggikemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar tinggi. Sedangkan siswa dengan peer assessment rendahkemampuan penalaran analitis dan prestasi belajar lebih rendah. Hal ini terjadi karena dalam peerassessment, siswa menilai pekerjaan teman-temannya yaitu siswa dituntut untuk menggunakankemampuannya memeriksa pekerjaan temannya. Siswa juga dituntut untuk bersikap jujur, tanggung jawab,dan aktif. Rincian hasil belajar sebagai berikut: a) terjadi peningkatan persentase jumlah siswa yangmencapai ketuntasan belajar kognitif dari sebelum tindakan (34,29%), siklus I (57,14%), dan siklus II(85,71%), b) terjadi peningkatan capaian rata kemampuan penalaran analitis dari kategori sangat baik siklus I(74,29%), siklus II (88,57%) sebesar (7,43%) dan terjadi penurunan capaian rata-rata dengan kategori baikdari siklus I (25,71%), siklus II (11,43%) sebesar 4,28%, yang disebabkan jumlah populasi kategori sangatbaik bertambah, c) terjadi peningkatan capaian rata-rata prestasi belajar, sebelum tindakan (62,34), setelahsiklus I (77,49), dan pada siklus II (82,57).

Page 7 of 14 | Total Record : 135