cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal S2 Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS POEW MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PADA MATERI PENCEMARAN Cahyono, Kelik Adi; -, Sajidan -; -, Sarwanto -
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar, grafis,sound, animasi, video dan lain-lain yang terintegrasi dan telah dikemas menjadi file digital (komputerasi),digunakan agar pesan atau materi pembelajaran diterima secara optimal oleh siswa. Penelitian pengembanganini bertujuan untuk mengetahui:(1) kelayakan multimedia interaktif berbasis POEW menggunakanMacromedia Flash pada materi pencemaran, (2) efektifitas multimedia interaktif berbasis POEWmenggunakan Macromedia Flash pada materi pencemaran terhadap hasil belajar, (3) perbedaan hasil belajarsiswa sebelum dan setelah diterapkanmultimedia interaktif berbasis POEW pada materi pencemaran.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mengadaptasikan model Borg& Gall yang dimodifikasi yaitu: (1) melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, (2)melakukan perencanaan, (3) mengembangkan bentuk produk awal, (4) melakukan uji coba terbatas, (5)melakukan revisi terhadap produk utama, (6) uji coba lapangan, (7) melakukan revisi terhadapproduk.Sedangkan hasil belajar psikomotorik dan afektif serta keterlaksanaan sintaks diperoleh melaluiobservasi yang dilakukan oleh tiga orang pengamat.Hasil penelitian menunjukkan: 1) kelayakan multimediainteraktif berbasis POEW ini mendapatkan nilai 83,66setelah dilakukan uji coba lapangan dan berkategori“Sangat Baik”, 2) pencapaian hasil belajar peserta didik setelah diterapkan multimedia interaktif berbasisPOEW ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam kategori “Sedang”, 3) setelah dilakukan ujisecara statistik diperoleh adanya perbedaan hasil belajar siswa, sebelum dan setelah diterapkan multimediainteraktif berbasis POEW.
PENDEKATAN LEARNING BY DOINGDALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MEDIA RIIL DAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN MOTIVASI BERPRESTASI Kusmanto, Aris; -, Suparmi; -, Sarwanto
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuanpenelitianini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan Learning by Doingmenggunakanmedia riil dan multimedia interaktif, kreativitas, motivasi berprestasi serta interaksinya terhadap prestasibelajar fisika.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentalyang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Salatiga denganpopulasi yang terdiri dari semua siswa kelas X tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukandengan cluster random sampling, terdiri dari empat kelas yang dikelompokkan dalam dua kelas eksperimen.Kelas eksperimen I (X7 dan X8) menggunakan media riil dan kelas eksperimen II (X3 dan X4) menggunakanmultimedia interaktif.Data kognitif dikumpulkan dengan tes, sedangkan data kreativitas dan motivasiberprestasi dengan angket.Data diuji dengan anava tiga jalan dengan desain faktorial2x2x2.Kesimpulanpenelitianadalah (1) ada pengaruh penggunaan media riil dan multimedia interaktifterhadap prestasi belajar fisika.Prestasi belajar kelas multimedia interaktif lebih baik dibanding dengan kelasmedia riil; (2) ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika.Prestasi belajarsiswa dengan kreativitas tinggi lebih baik dibanding siswa dengan kreativitas rendah; (3) ada pengaruhmotivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika. Prestasi belajar siswa dengan motivasiberprestasi tinggi lebih baik dibanding siswa dengan motivasi berprestasi rendah; (4) ada interaksi antaramedia pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika; (5) tidak ada interaksi antaramedia pembelajaran dengan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar fisika; (6) tidak ada interaksiantara kreativitas dengan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar fisika; (7) tidak ada interaksiantara media pembelajaran dengan kreativitas dan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar fisika.
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DILENGKAPI MEDIA PETA KONSEP DAN MEDIA LINGKARAN HIDROKARBON DITINJAU DARI KEMAMPUAN KERJASAMA DAN KEMAMPUAN MEMORI Ningtyas, Wahyu; Saputro, Sulistyo; Mulyani, Sri
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model TAI dilengkapi media petakonsep dan media lingkaran hidrokarbon, kemampuan kerjasama, kemampuan memori, dan interaksivariabel-variabelnya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dandilaksanakan dari bulan Januari 2012 - Oktober 2013. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2Banguntapan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik cluster randomsampling yang terdiri dari dua kelas, X-1 dan X-3. Kelas X-1 diberi pembelajaran dengan model TAIdilengkapi media peta konsep dan kelas X-3 diberi pembelajaran dengan model TAI dilengkapi medialingkaran hidrokarbon. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, dan kemampuanmemori, angket untuk prestasi afektif, dan kemampuan kerjasama. Hipotesis diuji menggunakan statistiknon-parametrik yaitu uji Kruskal Wallis. Dari hasil analisis data disimpulkan: 1) tidak ada pengaruhpenggunaan model TAI dilengkapi media peta konsep dan media lingkaran hidrokarbon terhadap prestasibelajar kognitif dan afektif siswa; 2) ada pengaruh kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar kognitifdan afektif siswa; 3) ada pengaruh kemampuan memori terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; 4) adainteraksi antara model pembelajaran TAI dilengkapi media peta konsep dan TAI dilengkapi media lingkaranhidrokarbon dengan kemampuan kerjasama terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa; 5) adainteraksi antara model pembelajaran TAI dilengkapi media peta konsep dan TAI dilengkapi media lingkaranhidrokarbon dengan kemampuan memori terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; 6) ada interaksi antarakemampuan kerjasama dan kemampuan memori terhadap prestasi kognitif dan afektif siswa; 7) ada interaksiantara model pembelajaran TAI dilengkapi media peta konsep dan TAI dilengkapi media lingkaranhidrokarbon dengan kemampuan kerjasama dan kemampuan memori terhadap prestasi kognitif dan afektifsiswa
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS KONFLIK KOGNITIF TEMA PEREDARAN DARAH DI SMP NEGERI 6 WONOGIRI -, Suryani; Sunarno, Widha; -, Soeparmi
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Sesuai KTSP pembelajaran IPA di SMP seharusnya disajikan terpadu, namun banyak kendala sehingga IPAdibelajarkan tidak terpadu, terpisah antara fisika dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahuipenyiapan modul yang dikembangkan; (2) mengetahui kualitas modul yang dikembangkan; (3) mengetahuiefektivitas modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan untukpembuatan modul IPA terpadu berbasis konflik kognitif tema peredaran darah. Penelitian dan pengembanganini melalui tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Draf modul yangdikembangkan divalidasi oleh ahli modul dan teman sejawat kemudian direvisi, diujicobakan terbatas,kemudian diujicobakan pada 1 kelas sesungguhnya dan direvisi menjadi modul produk akhir. Moduldisebarkan ke guru IPA untuk mendapatkan respon. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasimodul, soal hasil belajar, dan angket respon terhadap modul. Kualitas modul ditentukan dengan memvalidasidraf awal modul. Data yang diperoleh berupa skor, kemudian diubah menjadi data kualitatif skala empat.Hasil pre tes dan pos tes dianalisis dengan uji t dengan program SPSS 19. Kesimpulan hasil penelitian danpengembangan ini adalah: (1) modul yang dikembangkan setelah direvisi termasuk kategori "sangat baik"untuk kelayakan isi, bahasa, penyajian, kegrafikan, pendekatan, dan keterpaduan; (2) modul yangdikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan rerata nilai sebelum dansesudah menggunakan modul.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING MELALUI METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Rahono, Dowes; Sunarno, Widha; -, Cari
Jurnal Inkuiri Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) peningkatan motivasi belajar siswa dengan pendekatanProblem Solving melalui metode demonstrasi dan eksperimen; 2) peningkatan hasil belajar siswa denganpendekatan Problem Solving melalui metode demonstrasi dan eksperimen. Penelitian ini merupakanPenelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri empat tahap yaitu:perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Sukoharjo kelas XIIPA 3 semester gasal tahun pelajaran 2013/2014 pada bulan Juli - Desember 2013 dan teknik pengumpulandata menggunakan cara pengamatan, angket, dan tes obyektif. Hasil penelitian menunjukkan motivasi danhasil belajar siswa mengalami peningkatan. Motivasi belajar siswa pada kondisi awal atau pra siklus rata-rataklasikal 69,44%, siklus I 83,33%, dan siklus II 91,67%, pada aspek kognitif rata-rata klasikal kondisi awal61,11%, siklus I 77,78%, dan siklus II 88,89%, pada aspek afektif rata-rata klasikal kondisi awal 77,78%,siklus I 86,1%, dan siklus II 94,44% sedangkan pada aspek psikomotorik rata-rata klasikal kondisi awal75,00%, siklus I 80,56%, dan siklus II 91,66%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: 1) pembelajaranProblem Solving melalui metode demonstrasi dan eksperimen dapat meningkatkan motivasi belajar siswa; 2)pembelajaran Problem Solving melalui metode demonstrasi dan eksperimen dapat meningkatkan hasil belajarsiswa.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) KIMIA SMA/MA BERBASIS LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI LAJU REAKSI Hapsari, Natalia Diyah; Masykuri, Mohammad; Yamtinah, Sri
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E, (2) mengetahui kualitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E, (3) mengetahui efektivitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian dan pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 9 tahapan yaitu: (1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba pelaksanaan lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji coba pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir. Analisis Data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan: (1) telah berhasil dikembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E pada materi Laju Reaksi yang dilakukan berdasarkan tahapan penelitian dan pengembangan R&D yang terdiri dari 9 tahapan, (2) kualitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E pada materi Laju Reaksi memiliki kualitas sangat baik pada aspek komponen kelayakan isi, bahasa, penyajian dan kegrafisan dengan persentase sebesar 84,06% berdasarkan penilaian siswa dan 90,88% berdasarkan penilaian guru, (hasil uji efektivitas pada aspek pengetahuan terdapat perbedaan antara kelas eksperimen (pembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle 5E disertai Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E ) dan kelas baseline (pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E tanpa disertai Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E ),, sedangkan pada aspek sikap dan keterampilan tidak terdapat perbedaan.
PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN ANALISIS DAN RASA INGIN TAHU Fajri, Luluk; Ashadi, Ashadi; Utomo, Suryadi Budi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Inkuiri Terbimbing dan POGIL, kemampuan analisis, rasa ingin tahu, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dilakukan di SMA Batik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling dan diperoleh kelas XI IPA 3 dengan model inkuiri terbimbing dan XI IPA 4 dengan model POGIL. Uji hipotesis menggunakan analisis non parametrik Kruskal Wallis. Dari hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan model inkuiri terbimbing dan POGIL terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 2) tidak ada pengaruh kemampuan analisis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 3) tidak ada pengaruh rasa ingin tahu siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor, namun terdapat pengaruh pada prestasi belajar afektif, 4) ada interaksi penggunaan model inkuiri terbimbing dan POGIL dengan kemampuan analisis terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, namun tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar psikomotor, 5) ada interaksi penggunaan model inkuiri terbimbing dan POGIL dengan rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, namun tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar psikomotor, 6) tidak ada interaksi kemampuan analisis dengan rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor, namun ada interaksi terhadap prestasi belajar afektif, 7) ada interaksi penggunaan model inkuiri terbimbing dan POGIL, kemampuan analisis dan rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, namun tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar psikomotor.
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Sulastri, Sri; Maridi, Maridi; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) menggunakan media laboratorium riil dan laboratorium virtual ditinjau dari kemampuan awal dan interaksi sosial siswa. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Karanganyar Semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karanganyar. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium riil terdiri dari 28 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium virtual terdiri dari 29 siswa.Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar aspek kognitif. Uji coba instrumen tes kognitif meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, dengan α = 0,05 disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Teknik non tes untuk data interaksi sosial dan lembar observasi untuk aspek afektif dan aspek psikomotor. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan uji lanjut scheffe menggunakan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Ada pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (2) Ada pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar afektif siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa; (3) Ada pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif siswa; (4) Ada interaksi antara model belajar dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (5) Ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa, tetapi tidak ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif siswa; (6) Tidak ada interaksi antara kemampuan awal dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; dan (7) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran, kemampuan awal, dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
IMPLEMENTASI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE PADA MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI CALON GURU FISIKA Sukadi, Eti; Cari, Cari; Sarwanto, Sarwanto
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pedagogical Content Knowledge merupakan perpaduan antara pemahaman materi ajar (Content Knowledge) dan pemahaman cara mendidik (Pedagogical Knowledge). Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan kompetensi calon guru fisika melalui implementasi Pedagogical Content Knowledge. Penelitian dilakukan terhadap 37 orang mahasiswa pendidikan fisika semester dua tahun ajaran 2012/2013 kelas B pagi di IKIP PGRI Pontianak. Penelitian dilaksanakan dibulan Mei-Juni 2013 pada mata kuliah Fisika Dasar II yaitu materi Listrik Dinamis. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa Silabus, Satuan Ajar Perkuliahan, dan rancangan pembelajaran Pedagogical Content Knowledge merupakan instrumen yang berfungsi sebagai pendukung pembelajaran serta instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar berupa tes tertulis. Data penelitian dianalisis dengan Normalisasi Indeks Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar sebelum dan setelah implementasi Pedagogical Content Knowledge dengan indeks gain hasil belajar mahasiswa sebesar 0,51 berkategori sedang. Namun kendala waktu yang kurang dan penggunaan metode pembelajaran yang belum tepat pada suatu konsep hal ini termasuk dalam kekurangan dalam kompetensi pedagogik dan penguasaan materi yang masih terdapat kekurangan dalam penyampaian materi Listrik Dinamis yang termasuk dalam kompetensi profesional. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dosen pendidikan fisika mengevaluasi pembelajaran  sebagai bagian dari upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY LESSON TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS Kamala, Izzatin; Prayitno, Baskoro Adi; Sudarisman, Suciati
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) prosedur pengembangan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 2)  karakteristik modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 3) kelayakan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 4) efektivitas modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan terhadap literasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan hasil modifikasi model penelitian pengembangan dari Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Validasi desain produk dilakukan oleh ahli materi, ahli pendidikan, ahli media pembelajaran, ahli bahasa dan praktisi guru IPA. Subyek uji coba lapangan adalah 35 siswa kelas VII-B, subyek uji lapangan adalah 35 siswa yang diambil secara acak dari dua kelas yaitu VIIA dan VIIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengembangan IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson mengadaptasi kerangka modul dari Depdiknas 2008 yang terdiri dari bagian pembuka, inti dan bagian penutup.  Prosedur pengembangan menggunakan Borg & Gall yang telah dimodifikasi yang terdiri dari: penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan penelitian, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, revisi hasil uji coba lapangan, uji lapangan, revisi produk akhir dan diseminasi; 2) Modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan mempunyai karakteristik model keterpaduan webbed, basis modul Inquiry Lesson, dan sesuai dengan Kurikulum 2013; 3) kelayakan modul sangat baik dengan penilaian ahli materi 88%, ahli pendidikan 100%, ahli media pembelajaran 83%, ahli bahasa 82%, praktisi 93%; 4) penerapan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson pada kelas uji coba lapangan dan uji lapangan  secara signifikan dapat meningkatkan literasi sains siswa dengan rata-rata N-gain masing-masing sebesar 0,5 dan 0,62 pada kategori sedang. Uji korelasi gain literasi sains pada uji coba lapangan dengan uji lapangan memperoleh nilai korelasi sebesar 0,957 artinya hubungan korelasi literasi sains pada uji coba lapangan dan uji lapangan sangat kuat. Nilai p-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi sains siswa ketika siswa menggunakan modul pada uji coba lapangan dengan uji lapangan.

Page 8 of 14 | Total Record : 135