cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 18 Documents clear
ANALISIS MISKONSEPSI GERAK MELINGKAR PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) FISIKA SMA KELAS X SEMESTER I Fitrianingrum, Nurul; Sunarno, Widha; Harjunowibowo, Dewanto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.914 KB)

Abstract

The research has purpose to investigate the books of physics, such as (1) the existance of misconseptions, (2) the percentage of misconceptions, and (3) other identification of aspects which has potential to cause misconception in circular motion particularly. These books are: (a) Tri Widodo, Fisika untuk SMA dan MA Kelas X, (b) Dudi Indrajit, Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, and (c) Setya Nurachmandani, Fisika 1 untuk SMA/MA Kelas X first edition 2009 published by Pusat Perbukuan Kemendikbud. The research is a descriptive qualitative research. The object of this research is the circular motion’s concepts. The techniques of data collection in this research were done by literature and interview the expertise to get the true concept. The techniques of data validation was persistence or constancy of observation. Data analysis technique that is used in this research is a qualitative descriptive analysis consist of four stages; data collection, data reduction, data display, and conclusions drawing and verifying. Based on data analysis it can be concluded that: (1) there are no misconceptions, (2) the percentage of misconceptions are 0%, and (3) other descriptions identification are: correct concept, the concept does not exist, the picture correction, writing notation correction, writing unit corrections, writing formulation correction, writing result calculation correction, and correction for writing explanation formula in correction the concept of circular motion in the three electronic books. Keyword: misconception, physics elektronic books, circular motion.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PERMAINAN ULAR TANGGA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MATERI GAYA Prasetyo Nugroho, Aris; Raharjo, Trustho; Wahyuningsih, Daru
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.043 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa ular tangga pada pembelajaran Fisika materi Gaya yang memenuhi kriteria baik ditinjau dari motivasi belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Data diperoleh melalui wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa permainan ular tangga termasuk kriteria sangat baik ditinjau dari motivasi belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil penilaian dari ahli materi dan ahli media memberikan rata-rata penilaian sebesar 87.778% dan hasil angket siswa awal dan akhir yang memberikan rata-rata peningkatan sebesar 6.943%. Selain itu juga dianalisis dengan menggunakan Uji-t berpasangan terhadap data masing-masing kelompok uji coba untuk mengetahui signifikansi dari peningkatan motivasi belajar siswa. Untuk uji perorangan SMP Negeri 1 Jaten diperoleh hasil perhitungan thitung= 6.286 > ttabel = 2.919 dan nilai Sig. = 0.024 < 0.05, dan SMP Negeri 1 Mojogedang thitung = 47.000 > ttabel = 2.919dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05 yang berarti sangat signifikan. Untuk uji kelompok kecil SMP Negeri 1 Jaten diperoleh hasil perhitungan thitung = 13.534 > ttabel = 1.796 dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05, dan SMP Negeri 1 Mojogedang thitung= 3.251 > t tabel = 1.796 dan nilai Sig. = 0.008 < 0.05 yang berarti sangat signifikan. Untuk uji kelompok besar SMPNegeri 1 Jaten diperoleh hasil perhitungan t hitung = 4.488 > t tabel = 1.699 dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05, dan SMP Negeri 1 Mojogedang thitung = 18.354 > t tabel = 1.689 dan nilai Sig. = 0.000 < 0.05 yang berarti sangat signifikan.Kata Kunci : Permainan Ular Tangga, Motivasi Belajar Siswa, Materi Gaya
PENGEMBANGAN TES FISIKA SMA KELAS X SEMESTER GANJIL Yunita, Wulan; Sar, Sarwanto; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.875 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes Fisika dan menganalisis hasil pengembangan tes Fisika SMA kelas X semester ganjil. Pengembangan pada penelitian ini menggunakan model 4D yaitu define,design, develop dan disseminate. Namun pada penelitian ini pengembangan hanya dilakukan hingga tahap develop. Subjek coba dalam penelitian yaitu siswa kelas XE dan XF SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2011/2012. Waktu penelitian adalah Juli sampai Desember 2011 bertempat di SMA Negeri 1 Kartasura. Data yang dihimpun berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, lembar penelaahan item tes dan tes kognitif siswa. Teknik analisis data menggunakan telaah kualitatif dan kuantitatif. Telaah kualitatif berupa expert judgment. Telaah kuantitatif yaitu dengan menghitung reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan efektivitas pengecoh item tes. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) Pengembangan tes pilihan ganda menggunakan model 4D meliputi tahap define,design dan develop. Tahap definemeliputi: a) analisis kebutuhan; b) analisis standar kompetensi; c) analisis kompetensi dasar. Tahap designmeliputi: a) menentukan tujuan tes; b) menentukan bentuk tes; c) menentukan panjang tes; d) pengembangan indikator tes; e) penyusunan kisi-kisi; f) penulisan item tes. Tahap develop meliputi: a) uji ahli; b) uji coba kelompok kecil; c) uji coba kelompok besar. 2) Produk akhir berupa tes sumatif Fisika kelas X SMA semester ganjil berbentuk tes objektif pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban. Materi tes meliputi Besaran dan Satuan, Vektor, Gerak Lurus, Gerak Melingkar, Dan Dinamika Gerak. Pengembangan 47 indikator tes dari kelima materi tersebut telah menghasilkan 83 item tes dengan parameter yang diterima. Dari 83 item tes tersebut kemudian disusun paket soal UAS yang terdiri dari 50 item tes. Parameter tes paket soal UAS tersebut adalah: a) reliabilitas 0,88; b) 48 item tes termasuk kategori sedang dan 2 item tes termasuk kategori sukar; c) 50 item tes daya pembedanya diterima; d) 50 item tes pengecohnya berfungsi. Kelebihan item tes yang dikembangkan antara lain item tes mudah dipahami, pokok soal jelas dan hanya ada satu jawaban benar. Kelemahan penelitian ini yaitu pengembangan item tes dilakukan berdasarkan teori tes klasik sehingga hasilnya tergantung karakteristik peserta tes.
PENERAPAN MEDIA KOMIK UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA MODEL KOOPERATIF DENGAN METODE DISKUSI PADA SISWA SMP NEGERI 5 SURAKARTA KELAS VII TAHUN AJARAN 2011/2012 MATERI GERAK Budiawanti, Sri; Jam, Jamzuri; Avrilliyanti, Herlina
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.322 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media komik pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi lebih baik daripada penggunaan media buku teks pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini diambil 60 siswa dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan Teknik Analisis Uji-t Satu Ekor. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji-t satu ekor dapat disimpulkan bahwa penggunaan media komik pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi lebih baik daripada penggunaan media buku teks pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melaui metode diskusi, dapat diketahui bahwa thitung = 0,025 sehingga   = -1,697 <  = 0,025 <  = 1,697 pada 0,05 maka ditolak. Dari uji-t satu ekor  tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media komik pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi lebih baik daripada penggunaan media buku teks pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran kooperatif melalui metode diskusi. Kata kunci: penerapan media komik, pembelajaran Fisika model kooperatif, metode diskusi, materi gerak
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BEBASIS SALINGTEMAS DENGAN TEMA BIOMASSA SUMBER ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN Arlitasari, Oni; Pujayanto, Puja; Budiharti, Rini
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.481 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengembangkan bahan ajar IPA Terpadu berupa modul yang berbasis SALINGTEMAS dengan tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan yang memenuhi kriteria baik. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif ini merupakan penelitian pengembangan berdasarkan model yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Prosedur pengembangan penelitian ini  meliputi: (1) Penelitian dan megumpulkan informasi, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan draft produk, (4).Uji coba lapangan awal, (5) Merevisi hasil uji coba lapangan awal, dan (6) Uji coba lapangan utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan observasi. Data-data yang diperoleh berasal dari validator yang terdiri atas 3 dosen ahli, 2 guru sebagai reviewer dan 3 peer reviewer serta responden yang terdiri atas 10 siswa dari dua SMP Negeri dan 30 siswa yang berasal dari lima SMP Negeri. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penilaian skor standar dari Saifudin Azwar yang kemudian dibagi menjadi lima kategori.Teknik analisis data kualitatif yang digunakan yakni model interaktif dari Miles dan Huberman yang melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengembangan bahan ajar IPA Terpadu berbasis SALINGTEMAS yang berupa modul dengan tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan secara umum sudah baik dengan kesesuaian hasil validasi dari ahli, peer reviewer dan reviewer dalam komponen materi, komponen bahasa dan gambar, komponen penyajian dan.Pengembangan modul IPA Terpadu berbasis SALINGTEMAS dengan tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan telah berhasil diujicobakan dalam lapangan tahap awal dan utama dengan hasil yang sangat baik. Kata kunci: bahan ajar, IPA terpadu, SALINGTEMAS, biomassa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MINDJET MINDMANAGER 9 UNTUK SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN ALAT OPTIK Khoirudin, Nanang; Wahyuningsih, Daru; Teguh Rahardjo, Dwi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.51 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Mindjet MindManager yang baik untuk materi Fisika SMA pada pokok bahasan Alat Optik. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Data diperoleh melalui wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Mindjet Mind Manager untuk materi Fisika SMA kelas X pokok bahasan Alat Optik,  termasuk dalam kriteria sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran (hasil penilaian ahli materi, ahli media, dan siswa memberikan rata-rata penilaian 91,77%).
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERUPA BULETIN DALAM BENTUK BUKU SAKU UNTUK PEMBELAJARAN FISIKAKELAS VIII MATERI GAYA DITINJAU DARI MINAT BACA SISWA Adi Setyono, Yulian; Karmin, Sukarmin; Wahyuningsih, Daru
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.208 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berupa buletin dalam bentuk buku saku untuk pembelajaran Fisika kelas VIII pada materi Gaya ditinjau dari aspek materi, konstruk, dan bahasa serta minat baca siswa. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan tahapan-tahapan yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran.Jenis data yang diperoleh bersifat kualitatif dan kuantitatif yaitu angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berupa buletin Fisika dalam bentuk buku saku memiliki kriteria sangat baik berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli bahasa Indonesia, dan ahli media memberikan rata-rata penilaian sebesar 86,56%. Media pembelajaran yang dikembangkan juga memiliki kriteria sangat baik bila ditinjau dari peningkatan minat baca siswa. Hal ini terbukti pada hasil angket minat baca awal dan akhir yang diberikan kepada siswa yang memberikan rata-rata peningkatan sebesar 11,13%. Selain itu juga dianalisis dengan menggunakan uji-t berpasangan terhadap data masing-masing kelompok uji coba untuk mengetahui signifikansi dari peningkatan minat baca siswa. Untuk uji coba perorangan diperoleh hasil perhitungan thitung = 6,957 > ttabel = 1,943 dan nilai Sig. = 0,001 < 0,05 yang berarti sangat signifikan. Untuk kelompok kecil didapatkan hasil perhitungan bahwa thitung = 7,848 > ttabel = 1,725 dan nilai Sig. = 0,000 < 0,05 yang berarti sangat signifikan. Untuk kelompok besar juga didapatkan hasil perhitungan bahwa thitung = 20,214 > ttabel = 1,725 dan nilai Sig. = 0,000 < 0,05 yang berarti sangat signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran berupa buletin dalam bentuk buku saku memiliki kriteria sangat baik bila ditinjau dari aspek materi, konstruk, dan bahasa serta minat baca siswa.   Kata kunci: fisika, media pembelajaran, buletin, buku saku, minat baca
PENYUSUNAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMP Rohayati, Isnaini; Siti Aminah, Nonoh; Yusliana Ekawati, Elvin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.943 KB)

Abstract

The aim of this research was to apprehend the characteristics of physics formative test instrument which has been arranged. This research was a basic research. The research had been done  in Surakarta and Girimarto involved respondent of students of class VIII A, B, C, D, E, F, and G SMP Negeri Girimarto on educational year 2011/2012. The test that had been arranged was a formative test of light matter. Data gathering was done by non-test technique and test technique. Data analysis technique that was used was qualitative analysis with problem study and quantitative technique with multiple choices problem analysis covered difference capacity, difficulty level, distractor effectivity, and problem reliability. The research finding was a qualitative study result by expert. From the qualitative study, it was obtained that many problems need to be revised since the answer choice were not alphabetical, uneffective sentences, and inappropriate matter . The result of field test I showed as follow: packet A: there were 6 problems of difficult category, 24 problems of medium category, and 10 complicated problems, from the difference capacity, there were 5 problems that had negative difference capacity, 5 problems were poor, 5 problems were satisfactory, 13 problems were good, and 12 problems were excellent. For the packet B problems, there were 13 difficult problems, 23 problems were medium, and 4 problems were easy. There were 12 problems rejected, 1 problems was poor, 4 problems were satisfactory, 15 problems were good and 10 problems were excellent based on the difference capacity. From the research finding, it could be be concluded that the arranged  test was “tes Formatif FisikaSMP Materi Cahaya, Tahun Pelajaran2011/2012”. The test was an objective test in multiple choices form with four answer choices of 50 problems. Time allocation of test doing was 90 minutes. The arranged test was equipped  by direction how to do and key answer. Characteristics of arranged test were packet A problems with 25% easy category, 60% medium category, and 15% difficult category. From the difference capacity, it was obtained that problems with excellent  difference capacity were 30%, good were 32,5%, satisfactory were 12,5%, poor were 12,5%, and rejected were 12,5%. From the effectivness distractor aspect, it was obtained that 85% of problems were four distractors functioned, and 15% problems were 3 distractors functioned, 0% problems were two distractors functioned, and 0% problems were one distractors functioned. Packet B problems, there were 10% of easy category, 57,5% of medium category, and 32,5% of difficult category. Based on the difference capacity, the problems with  excellent were 25%, good were 32,5%, satisfactory were 10%, poor were 2,5%, and rejected were 30%. Whereas from the effectiveness distractors aspect, it was acquired that 85% of problems were four distractors funtioned, and 12,5% problems were 3 distractors functioned, 2,5%  problems were two distractors functioned, and 0% problems were one distractor funtioned. From  the last test instument, it was attained that there were 22% of easy category, 54% of medium category, and 24% difficult category. Problems with excellent difference capacity were 10%, good were 36%, satisfactory were 28%, poor were 18%, and rejected were 8%. From the effectiveness distractor aspect, it was gained that  68% problems were four distractors functioned, and 28% problems were 3 distractors functioned, 4% problems were two distractors functioned, and 0% problems were one distractor functioned. From the three packet of test, the test that had the best quality and characteristics was the last test. Key words: Test arrangement, Formative test, Cognitive aspect.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MENGGUNAKAN MEDIA POCKET BOOK DAN TANPA POCKET BOOK PADA MATERI KINEMATIKA GERAK MELINGKAR KELAS X Hidayati Dyah Sulistyani, Nurul; Jam, Jamzuri; Teguh Rahardjo, Dwi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.885 KB)

Abstract

Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan hasil belajar Fisika siswa antara yang menggunakan pocket book dan tanpa pocket book pada materi Kinematika Gerak Melingkar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 4 Surakarta melalui teknik simple random sampling. Perbandingan yang diuji adalah hasil belajar Fisika siswa antara yang menggunakan pocket book dan tanpa pocket bookpada materi Kinematika Gerak Melingkar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa yang diperoleh dari nilai ulangan harian materi Gerak Lurus. Keadaan awal diuji kesamaa data dengan uji normalitas dengan metode Liliefors, uji homogenitas dengan metode Barlett dan uji-t dua ekor untuk mengetahui kesamaan keadaan awal siswa. Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar Fisika siswa yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji-t dua ekor.Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan pocket book (nilai mean= 81,27) dan tanpa pocket book (nilai mean= 77,73) terhadap hasil belajar Fisika siswa pada materi Kinematika Gerak Melingkar kelas X,. Hasil perbedaan diperoleh thitung> ttabel=2,097>2,000 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti ada perbedaan hasil belajar Fisika siswa yang menggunakan pocket book (X1) dan tanpa pocket book (X2)pada materi Kinematika Gerak Melingkar. Kata kunci: Hasil belajar, menggunakan pocket book, materi Kinematika Gerak Melingkar.
PERAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PATI Widyaningtyas, Anisa; Karmin, Sukarmin; Radiyono, Yohanes
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.147 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya peran lingkungan belajar dan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sejumlah 288 siswa dengan sampel 50 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik angket digunakan untuk mendapatkan data lingkungan belajar dan kesiapan belajar. Angket yang digunakan dalam penelitian telah diujicobakan untuk mengetahui validitas dan reabilitas angket. Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data prestasi belajar fisika. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier ganda dengan uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas, uji independensi, dan uji linieritas. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peran lingkungan belajar dan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati dengan koefisien korelasi sebesar 0.451 dan koefisien arah regresi sebesar F = 6.009 dengan sumbangan efektif sebesar 20.4%. Sumbangan efektif masing-masing prediktor yaitu lingkungan belajar memiliki peran 13.175% dan kesiapan belajar memiliki peran 7.189%.

Page 1 of 2 | Total Record : 18