cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
PERANCANGAN ALAT PRAKTIKUM PEMODELAN HUKUM PASCAL Fitrifitanofa, Winda
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.749 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Merancang alat praktikum yang menjelaskan konsep Hukum Pascal. (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan pada Hukum Pascal (3). Mengetahui pengaruh variasi besarnya gaya pada Hukum Pascal (4)Mengetahui pengaruh variasi luas permukaan bidang sentuh fluida pada Hukum Pascal (5) Mengetahui hubungan antara gaya dan luas permukaan bidang sentuh fluida dalam ruang tertutup. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, analisis data dilakukan secara kuantitatif sesuai hasil eksperimen dan kualitatif dengan analisis terhadap data kuantitatif. Pada pengujian awal alat ini dilakukan 2 kali percobaan. Percobaan yang pertama menggunakan tabung dengan luas bidang sentuh permukaan fluida yang sama, tetapi massa beban yang diletakkan pada tabung 1 berbeda-beda. Variasi massa beban dari 0.5 kg, 0.6 kg, 0.7 kg, 0.8 kg, 0.9 kg dan 1 kg, kemudian pada tabung 2 diukur nilai gayanya. Data percobaan yang di dapat kemudian dapat digunakan untuk menghitung besarnya tekanan pada tabung 1 dan tabung 2. Percobaan kedua dilakukan dengan memvariasi luas permukaan bidang sentuh tabung 1, tetapi tabung 2 luas permukaan bidang sentuhnya dibuat tetap. Gaya yang diberikan pada tabung 1 dibuat tetap yaitu 40 N (m= 4 kg, dengan asumsi g = 10 m/s2), setelah beban diletakkan pada tabung 1 dapatlah diukur gaya pada tabung 2. Variasi luas permukaan bidang sentuh tabung 1 yaitu, 8.04 cm2, 28.26 cm2, dan 44.17 cm2 Hasil penelitian menyatakan bahwa grafik hubungan antara F1 dan F2 saat luas bidang sentuh kedua tabung sama adalah linier increase, yakni jika F1 diperbesar maka F2 juga bertambah besar, sehingga dapat disimpulkan bahwa F1 dan F2 sebanding jika A1 dan A2 tetap. Pada percobaan 2 grafik hubungan antara A1 dan F2 adalah linier decrease yaitu jika nilai A1 diperbesar maka F2 akan semakin kecil jika F1 dan A2 dibuat konstan, sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara A dan F adalah berbanding terbalik. Setelah dilakukan perhitungan tekanan baik pada percobaan 1 maupun percobaan 2 dapat dilihat bahwa tekanan pada tabung 1 (P1) dan tekanan pada tabung 2 (P2) nilainya hampir sama, hal ini sesuai dengan Hukum Pascal yaitu tekanan zat cair pada ruang tertutup besarnya sama di titik manapun, sehingga dapat disimpulkan bahwa ala praktikum yang dirancang mampu menjelaskan konsep Hukum Pascal. Kata kunci : Hukum Pascal.
IMPLIKASI KKNI PADA KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN SAINS Kusminarto, Kusminarto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.738 KB)

Abstract

Pemerintah telah mempersiapkan peraturan perundangan yang mengatur masalah ketenagakerjaan untuk mendapatkan pengakuan kesetaraan oleh masarakat global. Institusi perguruan tinggi adalah lembaga yang bertanggung jawab menyiapkan tenaga kerja melalui pendidikan formal dalam jenjang vokasi, sarjana, pascasarjana serta profesi. Oleh karena itu perguruan tinggi juga harus menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut di atas di antaranya melalui penyesuaian kurikulum dan proses pembelajarannya agar lulusan yang dihasilkan mendapat pengakuan kesetraan tersebut. Melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) lembaga pendidikan formal khususnya perguruan tinggi harus menyesuaikan diri. Kata kunci: Kurikulum, KKNI, capaian pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS PENEMUAN DENGAN TEMA SPAGHETTI Tri Hastuti, Endang; Sunarno, Widha; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.161 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti; (2) mengidentifikasi karakteristik modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti; (3)mengetahui kelayakan modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti yang telah dikembangkan; dan (4) mengetahui keefektifan produk modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D). Model pengembangan yang dipakai adalah model Four-D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Penelitian ini diawali dengan penyusunan draf modul.Draf I modul ini divalidasi oleh ahli, guru, dan teman sejawat. Hasil validasi berupa draf modul II diujicobakan secara terbatas pada 10 siswa untuk mengetahui keterbacaan dan respon siswa terhadap modul yang dikembangkan, kemudian direvisi menjadi draf modul III. Draf modul III dilakukan uji coba lapangan pada 28 siswa dengan diberikan modul IPA terpadu berbasis penemuan kemudian direvisi menjadi modul akhir.Modul kemudian disebarkan ke guru IPA untuk mendapat umpan balik.Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar tes. Perlakuan di lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data penelitian diuji normalitas, homogenitas, normalized gain (gain score) dan uji paired t test. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan (1) pengembangan modul IPA terpadu berbasis penemuan menggunakan model 4D (four-D) yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran; (2) Kelayakan modul yang dikembangkan memiliki kategori “ sangat baik”; (3) pencapaian hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam kategori “Sedang”; (4) terdapat perbedaan hasil belajar siswa, sebelum, dan setelah diterapkan modul. Kata kunci: pengembangan, modul, IPA terpadu, penemuan, spaghetti.
ANALISIS KESUKARAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN FISIKA BERDASARKAN REPRESENTASI Murtono, Murtono; Setiawan, Agus; Zainul, Asmawi; Rusdiana, Dadi
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.785 KB)

Abstract

Multirepresentasi dapat digunakan untuk menganalisis kesukaran mahasiswa dalam menyelesaikan masalah fisika. Tujuan dari penelitian ini untuk mendiagnosis kesukaran-kesukaran mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan fisika. Penelitian dilakukan dengan memberikan soal pilihan ganda yang valid dan reliabel terhadap 401 mahasiswa Pendidikan Fisika yang telah menempuh mata kuliah Fiska Dasar I. Soal terdiri dari enam pernyataan, dengan masing-masing pernyataan dibuat empat representasi yang berbeda, sehingga total terdapat 24 soal pilihan ganda. Mahasiswa diminta untuk memulih option dari jawaban yang tersedia. Analisis didasarkan pada jawaban mahasiswa yang salah dan mempunyai fungsi pengecoh yang besar. Hasil diperoleh adalah terdapat variasi kesukaran yang berhubungan dengan jenis representasi. Kata kunci : berisi maksimal 5 kata penting dalam penelitian.
SINTESIS NANOPORI KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KLUWAK (PANGIUM EDULE) Dyta Habibah, Montic; Nurdiana, Henti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.449 KB)

Abstract

"Kluwak" (Pangium edule) is a native plant that grows in the wet tropical rain forests, including in Indonesia. This plant has several benefits. That’s the fruit can be used as a cooking spice like rawon, and that’s leaves can be used as an insecticide. But, the shell of “kluwak” can not be fully utilized. Therefore, it is necessary to do research on the manufacture of activated carbon nanopori of kluwak’s shell. In this study, activated carbon manufacturing process consists of three stages, including dehydration, carbonation and activation. Dehydration is the process of separating shell “kluwak” of impurities and water. The next process is the carbonation or authoring in airtight furnace. The results of the carbonation process is carbon. To make activated carbon into carbon activation process is carried out using a Polyvinyl Alcohol (PVA), and Polyethylene Glycol (PEG). Comparison of the sample with an activator made variations, namely 1:1, and 1:2. The activation process is done at a temperature of 80 ° C for 30 min. The results of this activation BET characterization to determine the pore size and surface area of the carbon. The results showed that the activation of PEG (1:2) obtained a surface area of 258,392 m² / g and that nanopori size is 1.132 nm. For PEG (1:1) obtained a surface area of 248,939 m² / g with a size of 1.199 nm nanopori. While the activation of PVA (1:1) obtained a surface area of 110 711 m² / g and that nanopori size of 1.275 nm. For activation of PVA (1:2) obtained a surface area of 157,755 m² / g and that nanopori size of 1.132 nm. The larger surface area of the carbon pore size gets smaller so it is possible for material to be used as super capacitor electrodes which has a large capacitance value. In these studies, indicate that the PEG activators better than PVA Keywords: shell of kluwak, Nanopori Activated Carbon, PVA, PEG
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Edi Kurniawan, Heru; Sarwanto, Sarwanto; Cari, Cari
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.49 KB)

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran IPA Fisika berbasis problem based learning terintegrasi pendidikan karakter untuk siswa SMP kelas VIII yang berkualitas dan mengetahui pencapaian hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi sampel validasi produk sejumlah 9 validator, sampel uji coba terbatas sejumlah 8 siswa, dan sampel uji coba diperluas sejumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi silabus, RPP, penilaian kognitif berupa soal tes hasil belajar (pretest-posttest), psikomotorik, afektif, lembar observasi sekolah, keterlaksanaan pembelajaran, karakteristik siswa, dan angket respon siswa. Uji coba diperluas dengan one group pretest-posttest design. Data hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji t dua sampel berpasangan dengan menggunakan program SPSS Statistik 18, sedangkan data hasil belajar psikomotorik dan afektif siswa dianalisis dengan melihat rata-rata pencapaian setiap aspek penilaian. Penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan memberikan kesimpulan: (1) pengembangan perangkat pembelajaran IPA Fisika SMP berbasis problem based learning terintegrasi pendidikan karakter dapat dilakukan menggunakan metode Research and Development oleh Borg & Gall yang dimodifikasi dengan membatasi langkah penelitian yang dapat menghasilkan suatu produk yang divalidasi dan diuji coba, (2) kualitas produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan nilai dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan, dan (3) pencapaian hasil belajar kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran mengalami peningkatan, aspek indikator psikomotor yang tinggi adalah mengecek alat bahan di laboratorium dan membawa perlengkapan belajar, serta aspek karakter yang tinggi adalah jujur, rasa ingin tahu, disiplin, dan kerja keras. Kata Kunci: pengembangan perangkat pembelajaran, problem based learning, pencapaian hasil belajar.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES SUMATIF FISIKA MENGGUNAKAN METODE SELF DAN FEEDBACK REVISION Anindia Ratopo, Kenny; Waskito, Sutadi; Harjunowibowo, Dewanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.612 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efektifitas dua metode revisi untuk mengembangkan instrumen tes sumatif Fisika yang sesuai dengan karakteristik tes Fisika yang baik dan baku. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan non tes. Sumber data berupa pola respon siswa pada tes. Analisis data pada kelompok kecil dilakukan secara kualitatif yang meliputi materi, konstruksi dan bahasa serta kuantitatif dengan menggunakan program MicroCat ITEMAN versi 3.00 untuk mengetahui taraf kesukaran, daya beda dan efektifitas pengecoh. Pengembangan tes dilakukan menggunakan tahapan: analisis kebutuhan, penyusunan spesifikasi tes, penulisan soal tes, penelaahan tes secara kualitatif, revisi I, uji kelompok kecil, analisis butir soal secara kuantitatif, revisi II dan uji kelompok besar. Pada tahapan revisi II digunakan dua metode revisi, yaitu self revision dan feedback revision. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari kedua metode revisi tersebut efektifitas metode feedback revision lebih tinggi daripada self revision. Hasil reliabilitas dari 20 butir soal revisi isi kedua metode sama-sama tergolong tinggi, yaitu 0,668 untuk metode feedback revision dan 0,633 untuk metode self revision. Untuk taraf kesukaran soal dari 20 butir soal yaitu dengan metode dengan metode feedback revision terdapat 2 butir soal tergolong mudah, 12 butir soal tergolong sedang dan 6 soal tergolong sukar. Sedangkan pada metode self revision terdapat 13 butir soal tergolong sedang dan 7 butir soal tergolong sukar. Disamping itu, taraf kesukaran untuk 6 butir soal yang direvisi dengan kedua metode tersebut diperoleh hasil metode feedback revision lebih unggul dibandingkan dengan metode self revision. Pada metode feedback revision diperoleh 5 soal kategori sedang dan 1 soal kategori sukar. Sedangkan pada metode self revision diperoleh hasil 4 soal kategori sedang dan 2 soal kategori sukar. Sedangkan daya beda untuk 6 butir soal yang direvisi dengan kedua metode tersebut diperoleh hasil lebih unggul dengan menggunakan metode feedback revision dibandingkan dengan menggunakan metode self revision. Hasil daya beda dari 20 soal revisi isi untuk kedua metode tersebut yaitu dengan metode self revision terdapat 1 soal kategori sangat baik, 10 soal kategori baik dan 9 soal kategori cukup. Dengan metode feedback revision terdapat 10 soal kategori baik, 9 soal kategori cukup dan 1 soal kategori jelek. Kata kunci : pengembangan, tes sumatif, self revision, feedback revision.
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM SAINS (FISIKA) UNTUK ANAK PENYANDANG KETUNAAN SERTA APLIKASINYA PADA PENDIDIKAN INKLUSIF Rosana, Dadan
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.363 KB)

Abstract

Dalam mengembangkan alat-alat praktikum yang dirancang khusus untuk kelas inklusif maka perlu diperhatikan karakteristik terpenting dari sekolah inklusi sebagai satu komunitas yang kohesif (menyatu dengan siswa noremal lainnya), menerima dan responsive terhadap kebutuhan individual siswa. Permasalahan yang seringkali muncul dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus adalah pada saat mereka harus praktikum. Kondisi ini juga sangat terasa pada saat pembelajaran Fisika yang karakteristik ilmunya memang berlandaskan pada kemampuan eksperimen.Pengalaman belajar yang realistik (seperti praktikum yang melibatkan kegiatan eksperimen dan demonstrasi) sangat diperlukan dalam pembelajaran Fisika. Padahal keterbatasan fisik karena tuna netra dan tuna rungu sangat menggangu bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu baik disekolah umum (pendidikan inklusif) maupun di sekolah khusus penyandang cacat. Namun kesiapan sistem pembelajaran yang dapat diakomodasi oleh penyandang cacat ternyata belum memadai. Hal ini terutama ketika siswa penyandang cacat akan mengikuti pengelaman belajar yang bersifat realistik, eksperimen Fisika misalnya. Belum ada model eksperimen Fisika yang dirancang khusus untuk melayani kebutuhan belajar anak penyandang tuna netra dan tuna rungu. Berdasarkan kenyataan itulah telah dikembangkan alat praktikum sains yang bersifat manual menggunakan indra peraba dan Voice Equipment (MFE) yang berbasis perubahan tegangan (potensial listrik) menjadi suara yang digunakan dalam praktikumfisika untuk anak penyandang tuna netra dan tuna rungu. Kata kunci : Alat praktikum sains (fisika), kelas inklusif, penyandang ketunaan.
PERANCANGAN KOLEKTOR SURYA SEBAGAI ALAT PRAKTIKUM FISIKA TENTANG KONSEP KALOR DI SMA KELAS X Arwanto, Budi; Oktova, Raden
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.923 KB)

Abstract

Telah dirancang dan diujicoba kolektor surya sebagai alat praktikum tentang konsep kalor untuk siswa SMA jurusan IPA kelas X. Kolektor surya tipe plat datar model serpentin dibuat sebanyak empat buah dengan spesifikasi yang sama, kemudian dilakukan uji fisik dan uji kelayakan penggunaan kolektor surya sebagai alat praktikum. Pengujian fisik dilakukan dengan pengamatan suhu air masukan dan suhu air keluaran selama tiga hari, dan hasilnya dirata-rata. Untuk uji kelayakan penggunaan kolektor di kelas sebagai alat praktikum, dilakukan uji coba praktikum, kemudian diberikan angket yang diisi oleh dua orang guru Fisika dan 12 siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Purworejo, Jawa Tengah, sehingga diperoleh nilai persentase kelayakan dalam skala 0 – 100%. Pada uji fisik diperoleh rata-rata berbobot kenaikan suhu air masukan tertinggi sebesar 14,2 ± 0,6 ˚C, dan kenaikan suhu air keluaran tertinggi sebesar 22,1 ± 0,8 ˚C. Uji kelayakan penggunaan kolektor untuk praktikum menunjukkan bahwa guru-guru Fisika memberikan persentase kelayakan sebesar 89,8 ± 0,5%, dan siswa memberikan persentase kelayakan sebesar 86,8 ± 3,6 %. Dapat disimpulkan bahwa kolektor surya tersebut layak digunakan sebagai alat praktikum. Kata Kunci : kolektor surya, alat praktikum, konsep kalor, SMA IPA kelas X
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS WEB UNTUK SMA KELAS X PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS Arsi, Fakhrizal; Vanza Febrianti, Kiar
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.902 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna internet yang cukup tinggi hingga mencapai 30%. Telah banyak weblog yang membahas fisika tetapi masih jarang ditemui web yang memuat materi tentang listrik dinamis yang disertai dengan animasi atau simulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis web pada pokok bahasan listrik dinamis yang sesuai dengan standar dan kelayakan media pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman dalam pembelajaran di kelas dan dapat menjadi sumber belajar suplemen untuk siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Media yang dikembangkan berupa website HTML dengan konten sub materi listrik dinamis untuk SMA kelas X, disusun menggunakan software CoffeeCup Free HTML Editor. Media disusun dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Program diuji oleh dosen ahli materi dan praktisi media berdasarkan indikator yang telah ditentukan dan kemudian hasilnya diolah menggunakan black block test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan masuk dalam kategori baik dengan komponen isi materi mendapat skor 91,35%, komponen teknis media 83,8%, dan hasil uji coba lapangan 78,1%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa website yang dikembangkan layak dijadikan sebagai media pembelajaran Fisika untuk SMA kelas X pada pokok bahasan listrik dinamis. Kata kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Website, HTML, Listrik Dinamis.

Page 9 of 15 | Total Record : 146