cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS CTL MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA MATERI ALAT OPTIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA DI SMA Murtini, Lis; Aminah, Nonoh Siti; Rahardjo, Dwi Teguh
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.595 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya (1) Perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif siswa, (2) Perbedaan pengaruh kemampuan awal siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa, (3) Interaksi penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dan kemampuan awal terhadap kemampuan kognitif siswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial (2 x 3). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel yang diambil terdiri dari dua kelas yakni kelas X-5 berjumlah 41 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X-6 berjumlah 41 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik dokumentasi. Teknik tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan awal siswa sebelum diberi pembelajaran pada sub pokok bahasan Pemantulan dan Pembiasan Cahaya serta data kemampuan kognitif siswa pada sub pokok bahasan Alat Optik setelah diberi pembelajaran. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa pada kedua kelas. Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dengan isi sel tak sama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif siswa>), (2) Ada perbedaan pengaruh kemampuan awal siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa>, (3) Tidak ada interaksi penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dan kemampuan awal terhadap kemampuan kognitif siswa<.Kata kunci : pendekatan CTL, kemampuan awal, metode eksperimen, metode demonstrasi
Sistem Akuisisi Data Multi Kanal Berbasis Arduino Uno Kristiyanto, Danang Dwi; Purnama, Nuryani Budi
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 6 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.842 KB)

Abstract

Arduino Uno dipergunakan untuk melakukan akuisisi data multi kanal. Telah dibuat sistem akuisisi data yang bisa membaca 2 masukan sekaligus. Batas-batas frekuensi yang bisa terbaca juga sudah diketahui. Sistem yang dibuat bisa berfungsi sebagai osiloskop digital sampai batas tertentu.Kata kunci :Arduino Uno, multi kanal, , frekuensi rendah, osiloskop digital
Eksperimen Blended Learning Tipe Kelas Murni dan Aplikasi Praktis Sub Tema Biomassa Energi Terbarukan Ditinjau dari Minat Siswa Kelas VIII SMP N 7 Surakarta Widya Rahayu, July Trianita; Budiharti, Rini; Ekawati, Elvin Yusliana
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 5 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.571 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh model blended learning tipe aplikasi praktis dan tipe kelas murni terhadap kemampuan kognitif siswa; 2) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh minat belajar kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa; dan 3) mengetahui ada atau tidaknya interaksi pengaruh penerapan model pembelajaran dengan minat belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa.Populasi dalam penelitian ini adalahsiswa kelas VIII di SMP N 7 Surakarta. Sampel yang terpilih adalah kelas VIII D dan VIII E dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x3. Pengumpulan data dilaksanakandengan teknik angket untuk data minat belajar siswa dan teknik tes untuk data kemampuan kognitif siswa. Data tersebut kemudian dianalisis dengan Anava dua jalan. Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan Scheffe sebagai uji lanjut pasca Anava.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat perbedaan yang signifikan antara model blended learning tipe aplikasi praktis dan tipe kelas murni terhadap kemampuan kognitif siswa (Fa = 4,33 > F0,05;1;54= 4,02); 2) terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa (Fb = 4,42> F0,05;2;54=3,17); dan 3) tidak terdapat interaksi pengaruh penerapan model pembelajaran dengan minat belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa (Fab = 0,16> F0,05;2;54=3,17).Kata Kunci : blended learning tipe aplikasi praktis, blended learning tipe kelas murni, minat belajar, kemampuan kognitif
EVALUASI PROGRAM MANAJEMEN BLENDED LEARNING (STUDI KASUS MATA KULIAH GEOFISIKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNIVERSITAS SEBELAS MARET) Wahyuningsih, Daru
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.122 KB)

Abstract

Mata kuliah Geofisika merupakan salah satu mata kuliah pilihan di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sebelas Maret.  Tujuan yang hendak dicapai dalam mata kuliah tersebut adalah mahasiswa mampu menjelaskan bumi secara umum dan metode geofisika untuk eksplorasi bumi.  Mata kuliah Geofisika diselenggarakan sesuai dengan manajemen pembelajaran.  Manajemen pembelajaran adalah pengelolaan sumber daya pembelajaran sesuai dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara efektif dan efisien.  Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam mata kuliah Geofisika ini adalah pembelajaran campuran (blended learning), yaitu mencampurkan pembelajaran secara tatap muka dan online menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle. Pembelajaran online digunakan dalam aktivitas penyebaran materi, diskusi, dan evaluasi program.  Sumber daya pembelajaran dalam mata kuliah Geofisika meliputi sumber daya manusia, bahan, metode, dan mesin.  Evaluasi produk sebagai bagian dari evaluasi program pembelajaran Geofisika dilakukan untuk mengetahui kriteria kualitas manajemen pembelajaran yang dilakukan oleh dosen.    Dari angket evaluasi produk, diperoleh hasil bahwa keempat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan termasuk dalam kriteria baik atau skor empat pada skala linkert.  Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen blended learning pada mata kuliah Geofisika Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sebelas Maret Tahun Ajaran 2013/2014 telah dilaksanakan dengan baik oleh dosen. Kata kunci: evaluasi, program, manajemen, pembelajaran, campuran
Pengembangan Model Laboratorium Virtual Berorientasi Pada Kemampuan Pemecahan Masalah Bagi Calon Guru Fisika Gunawan, Gunawan; Harjono, Ahmad; Sahidu, Hairunnisyah
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 4 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.134 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model laboratorium virtual yang berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah bagi calon guru fisika. Penelitian ini direncanakan dilaksanakan selama tiga tahun. Pada tahun pertama ini, penelitian difokuskan pada studi pendahuluan, pengembangan dan validasi model laboratorium virtual hingga ujicoba terbatas yang melibatkan mahasiswa calon guru fisika. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengembangan model ini diperlukan untuk mendukung pembelajaran fisika, khususnya yang terkait dengan kegiatan eksperimen di laboratorium. Laboratorium virtual tidak dikembangkan untuk menggantikan eksperimen riil di laboratorium, melainkan untuk mendukung atau melengkapinya. Laboratorium virtual yang dikembangkan selanjutnya dikelompokkan dalam beberapa tema fisika seperti mekanika, gelombang, optika, termodinamika, listrik dan magnet. Selanjutnya, model yang dikembangkan divalidasi untuk mendapatkan masukan dari pakar terkait teknologi yang digunakan, desain maupun konten fisika dalam model yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Dalam ujicoba terbatas yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa fitur, pilihan gambar, dan beberapa simulasi yang perlu disempurnakan untuk menghindari kesalahan interpretasi calon guru terhadap konsep fisika yang direncanakan. Mahasiswa calon guru yang terlibat dalam ujicoba lebih termotivasi untuk terus belajar dan melakukan pembuktian-pembuktian terkait konsep yang sudah dipelajari. Model ini selanjutnya akan diujicoba pada skala lebih luas untuk mengukur pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah bagi calon guru fisika.Kata kunci : laboratorium virtual, pemecahan masalah fisika
Penentuan Konduktivitas Termal Logam Tembaga, Kuningan, dan Besi dengan Metode Gandengan Astuti, Irnin Agustina D
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.959 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konduktivitas termal logam tembaga, kuningan, dan besi dengan metode gandengan. Konduktivitas termal bahan merupakan ukuran kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan panas. Pada materi ini mahasiswa diharapkan lebih interaktif karena berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Jika pembelajaran yang disampaikan diiringi dengan eksperimen maka akan lebih memudahkan memahami materi konduktivitas termal. Metode gandengan ini merupakan salah satu metode yang baru yang dapat dilakukan dengan cara mendekatkan dua buah logam untuk dipanasi. Alat ini terdiri dari slide regulator merk TDG, amperemeter merk SP-20D, termokopel, penerjemah termokopel, dan jangka sorong. Bahan yang digunakan dalam peneitian ada tiga macam logam yaitu logam tembaga, kuningan, dan besi. Penentuan konduktivitas termal bahan ini dilakukan dengan logam yang telah dililiti elemen pemanas (nikelin) yang dipanaskan. Kemudian divariasi nilai tegangan listrik (V) antara 5 V-25 V. Diukur arus listrik (i) dan diukur perbedaan suhu (ΔT ) pada ujung-ujung logam. Selanjutnya dari data Vi terhadap ΔT ini dilakukan dengan regresi linier. Nilai konduktivitas termal diperoleh k = (3,5  0,1) ×102 Wm-1K-1untuk tembaga; k = (1,0  0,1) ×102 Wm-1K-1untuk kuningan; dan k = (0,8  0,0) ×102 Wm-1K-1 untuk besi.
Penentuan Koefisien Momen Inersia dengan Video Analisis Yusuf, Kholid
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.662 KB)

Abstract

Penentuan momen inersia benda yang menggelinding pada bidang miring dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain dengan pengintegralan , teori sumbu sejajar, teorema sumbu tegak lurus dan sifat simetri benda . Cara-cara di atas sulit dilakukan oleh siswa sekolah menengah karena harus memahami tentang kalkulus. Salah satu cara yang dilakukan dengan mudah adalah melakukan percobaan sederhana yaitu dengan cara menggelindingkan benda pada bidang miring. Hasil percobaan kemudian direkam dengan video dan dianalisis dengan Software Logger Pro. Sampel dalam penelitian ini adalah silinder pejal dan silinder berongga. Momen inersia silinder berongga I= MR2 yang berarti koefisien momen inersianya 1, sedangkan untuk silinder pejal I= ½ MR2 yang berarti koefisien momen inersianya ½ atau 0,5. Gerak benda dalam video ditracking dengan Logger Pro, data hasil tracking diubah dalam bentuk data dan grafik hubungan percepatan dan ketinggain benda untuk kemudian dilakukan fitting data. Hasil analisis data diperoleh koefisien momen inersia silinder berongga sebesar 0,95 dengan prosentase kesalahan 4,59 % dan untuk silinder pejal 0,47 dengan prosentase kesalahan 5,26%.Kata kunci: momen inersia, video, logger pro, fitting data.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN DENGAN TEMA PANTAI UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs Astuti, Ratih Artwiantini; Aminah, Nonoh Siti; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.436 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk;  (1) mendeskripsikan karakteristik modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. (2) mendapatkan modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah memenuhi kriteria kelayakan. Metode penelitian ini adalah R & D dengan mengacu model Borg dan Gall (1983) melalui 10 tahapan. Modul tersebut disusun berbasis empat pilar pendidikan yang terdiri dari unsur learning to do, learning to live together, learning to know, dan learning to be yang dijabarkan dalam materi dengan variasi kegiatan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi,  media, dan bahasa, serta uji coba (awal, utama, dan operasional) kepada siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon siswa dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul IPA dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected dan disusun berbasis empat pilar pendidikan (learning to do, learning to live together, learning to know dan learning to be) yang tersirat dalam modul. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, teman sejawat dan respon siswa) dan didukung oleh perhitungan cut off yang menyatakan modul berkategori layak.Kata kunci : Modul, Pembelajaran Berbasis Empat Pilar Pendidikan
Analisis Miskonsepsi Materi Fluida pada Buku Ajar Fisika SMA Respatiningrum, Nirmala; Radiyono, Yohanes; Wiyono, Edy
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 6 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.562 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui apakah ada miskonsepsi dan indikasi-indikasi lain yang dapat menyebabkan miskonsepsi pada materi Fluida dalam buku ajar Fisika berikut ini: (a) buku A (b) buku B (c) buku C (2) Mengetahui prosentase miskonsepsi yang ada di dalam ketiga buku ajar Fisika sampel pada materi Fluida.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah tiga buah buku ajar Fisika SMA, (a) buku A (b) buku B (c) buku C. Obyek penelitian ini adalah konsep Fluida dalam ketiga buku ajar Fisika sampel. Penelitian dilakukan dengan cara menguji konsep Fluida yang ada dalam buku ajar Fisika kemudian membandingkannya dengan buku Fisika Universitas dan wawancara tim ahli. Data yang telah dikumpulkan kemudian disajikan dalam tabel hasil analisis miskonsepsi. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Ada miskonsepsi di dalam ketiga buku ajar yang diteliti. Buku A terdapat 1 miskonsepsi, buku B tidak terdapat miskonsepsi dan buku C terdapat 2 miskonsepsi. Indikasi-indikasi lain yang dapat menimbulkan miskonsepsi pada masing-masing buku, dalam buku A terdapat 12 buah yang terdiri dari: 3 konsep tidak lengkap, 4 gambar perlu diperbaiki, 2 penulisan perumusan perlu diperbaiki, 1 penulisan notasi perlu diperbaiki, 1 penggunaan istilah perlu diperbaiki dan 1 salah ketik. Dalam buku B terdapat 16 buah yang terdiri dari: 2 konsep tidak lengkap, 8 gambar perlu diperbaiki, 1 penulisan perumusan perlu diperbaiki dan 5 salah ketik. Dalam buku C terdapat 8 buah yang terdiri dari: 2 konsep tidak lengkap, 3 gambar perlu diperbaiki, 1 penulisan perumusan perlu diperbaiki, 1 penulisan notasi perlu diperbaiki, dan 1 penggunaan istilah perlu diperbaiki. (2) Prosentase miskonsepsi yang terdapat pada ketiga buku ajar Fisika SMA adalah: (a) buku A : 5,88%, (b) buku B : 0 %, buku C : 11,11%.Kata kunci : miskonsepsi, fluida, kualitatif.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Snowball Throwing untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Aktivitas Belajar Siswa Pada Materi Fluida Tak Bergerak Kelas X MIA 1 Di SMAN 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2014/2015 Anggraeni, Dyane Putriera; Waskito, Sutadi; Fauzi, Ahmad
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 5 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.371 KB)

Abstract

Penelitian penerapan model pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo pada materi Fluida Tak Bergerak tahun pelajaran 2014/2015, (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo pada materi Fluida Tak Bergerak tahun pelajaran 2014/2015.Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model Kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 1 di SMAN 1 sebanyak 40 siswa dengan penelitian dikhususkan  pada materi pokok Fluida Tak Bergerak. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dengan guru, ulangan harian, angket dan kajian dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif didukung data kuantitatif.Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing  dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi Fluida Tak Bergerak kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo. Ketuntasan belajar meningkat, pada siklus I sebesar 57,50% dan siklus II sebesar 82,50%. Rata-rata hasil belajar siswa juga meningkat, pada siklus I sebesar 68,75 dan pada siklus II sebesar 78,63. (2) Penerapan model pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing  dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi Fluida Tak Bergerak kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan aktivitas belajar pada pra siklus, siklus I dan siklus II. Dari indikator aktivitas yang ditentukan diperoleh hasil sebagai berikut: (a) Siswa memperhatikan penjelasan guru/teman diperoleh hasil pra siklus 67,50 %, siklus I 74,49 %, siklus II 96,65 %, (b) Siswa  membaca buku Fisika/LKS diperoleh hasil pra siklus 50 %, siklus I 62,92 %, siklus II 92,92 %, (c) Siswa bertanya kepada guru jika ada hal yang kurang jelas diperoleh hasil pra siklus 10 %, siklus I 33,75 %, siklus II 38,33 %, (d) Siswa  berpartisipasi menjawab pertanyaan yang diberikan oleh siswa dari kelompok lain dalam model Kooperatif Snowball Throwing  diperoleh hasil  pra siklus 0 %, siklus I 86,25 %, siklus II 93,75 %, (e) Siswa berani memberikan tanggapan/sanggahan atas pendapat teman diperoleh hasil pra siklus 37,50 %, siklus I 44,17 %, siklus II 52,67 %, (f) Siswa memberikan pendapat/saran untuk memecahkan masalah dalam diskusi kelompok diperoleh hasil pra siklus 0%, siklus I 64,58 %, siklus II 83,75 %, (g) siswa menulis hasil pemecahan masalah dalam diskusi diperoleh hasil pra siklus 0%, siklus I 65 %, siklus II 92,67 %, (h) siswa mencatat materi yang disampaikan oleh guru diperoleh hasil pra siklus 62,50 %, siklus I 85 %, siklus II 96,25 %, dan (i) siswa berpartisipasi merumuskan pertanyaan yang relevan dengan tema dalam model Kooperatif Snowball Throwing  diperoleh hasil pra siklus 0%, siklus I 65,42 %, siklus II 94,17 %.

Page 11 of 15 | Total Record : 146