cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
DERAJAT FIBROSIS DAN NAS PADA HEPAR TIKUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 REMAJA Mohamad Alif Ramadan; Miranti Dewi Pramaningtyas; Rokhima Lusiantari
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.151315

Abstract

 Diabetes melitus merupakan penyakit kronis ditandai dengan peningkatan glukosa darah. Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 pada pada anak-anak dan remaja 6,5%.  Kondisi Diabetes Mellitus tipe 2 dapat menyebabkan gangguan NAFLD hingga NASH. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efek diabetes melitus tipe 2 terhadap gambaran fibrosis dan skor NAFLD pada histologi hepar tikus remaja. Penelitian ini menggunakan desain post-test only control group. Kelompok perlakuan diinduksi diet tinggi lemak 2 minggu dan streptozotosin. Kelompok kontrol positif diberi streptozotosin dan kelompok kontrol negatif diberi pakan standar. Organ hepar dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Pembacaan preparat berdasarkan kriteria NAFLD activity score (NAS) dan derajat fibrosis. Analisis data menggunakan Kruskal-Wallis Test dengan post-hoc Mann-Whitney U. Hasil pengamatan histopatologi hepar dengan kriteria NAS 1.80 ± 0.447 (K-), 2.20 ± 0.447 (K+), dan 1.60 ± 0.548 (P). Rata-rata hasil terkait derajat fibrosis 1.00 ± 0.000 (K-), 1.60 ± 0.894 (K+), dan 1.00 ± 1.000 (P). Hasil analisis perbandingan kriteria NAS antar kelompok tidak signifikan (p>0,05) dan begitu juga dengan fibrosis tidak signifikan (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara diabetes mellitus tipe 2 dengan gambaran histopatologi hepar pada tikus remaja.
PREVALENCE AND SENSITIVITY PATTERN OF GRAM-NEGATIVE BACILLI MULTIDRUG-RESISTANT (MDR) IN MOHAMMAD HOESIN HOSPITAL PALEMBANG Desi Oktariana; Vena Sabputri Sutrisno; Mastiar Endang Frida Siahaan; Phey Liana; Lusia Hayati
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.13796

Abstract

CASE REPORT : DEFINISI DAN FAKTOR PREDIKTOR THROMBOSIS STENT Jusup Endang; Enny Nugraheni
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.14515

Abstract

Implantasi stent telah menjadi kemajuan besar dalam intervensi koroner perkutan (PCI), mengurangi  frekuensi penutupan akut dan restenosis dari stent. Stent, bagaimanapun juga merupakan bahan logam, dan implantasi mereka dalam arteri koroner memicu aktivasi platelet, yang dapat menyebabkan pembentukan trombus dan trombosis stent berikutnya. Kejadian trombosis stent telah dilaporkan dalam sejumlah studi yang sebagian besar telah menemukan angka kejadiannya sebesar  0,5-2% dan kematian akibat trombosis stent telah dilaporkan setinggi 45%. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan riwayat klinis dan analisis kasus sub akut stent trombosis yang terjadi setelah penggunaan NSAID dan untuk meninjau prediktor yang menyebabkan stent thrombosis ini. Pasien usia 57 tahun dilakukan PTCA dengan menggunakan 2 stent DES overlapped pada daerah LAD. Paska tindakan pasien mengkonsumsi NSAID ibuprofen dan na diklofenak. Dalam 3 hari pasien masuk ke ruang gawat darurat RS PJNHK dengan diagnosa akut anterior STEMI onset 2 jam killip 1 TIMI 4/14 e.c dd/ sub akut stent thrombosis. Pasien dilakukan tindakan primary PCI. Selama perawatan pasien dengan klinis dan haemodinamik stabil dilakukan ekokardiografi didapatkan fungsi ventrikel kiri 30%.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PROGRAM ‘SAFE MOTHERHOOD’ DI PUSKESMAS PONED DALAM MENURUNKAN AKI AKIBAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN Efriyan Imantika; Rodiani Rodiani; Dian Isti Angraini
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15159

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan dan kemajuan pembangunan sebuah negara. Data SDKI tahun 2013 menunjukkan AKI di Indonesia 228/100.000 kelahiran hidup. Dari data Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dilaporkan oleh pemerintah dikabupaten/ kota selama 2009-2013 AKI berfluktuasi yaitu terdapat 152 pada 2011, meningkat 178 kasus tahun 2012 kemudian menurun 158 tahun 2013. Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan AKI ditetapkannya Program Safe Motherhood yang dimulai sejak 1997. Empat Pilar Safe Motherhood meliputi program Keluarga Berencana, Antenatal Care (ANC), Persalinan bersih dan aman, dan pelayanan Obstetri Essensial yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Masih tingginya AKI di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam memenuhi target pencapaian pembangunan dalam RPJM tahun 2015-2019. Tujuan kegiatan pengabdian ini diharapkan membantu mengevaluasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Safe Motherhood di Puskesmas Poned sehingga dapat lebih efektif dan berperan dalam menurunkan AKI di Indonesia khususnya Provinsi Lampung. Metode yang digunakan yaitu menetapkan tolak ukur penilaian pada evaluasi program Safe Motherhood yang belum memenuhi target di Puskesmas Panjang Tahun 2021 berdasarkan Permenkes No.4 tahun 2019. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Persentase capaian masing-masing pilar dalam program safe motherhood yaitu persalinan aman bersih oleh nakes di Puskesmas 79,5 %, antenatal care 72,9 %, pelayanan masa nifas 99,7 % dan program Keluarga Berencana 57,6 %.Ketercapaian program safe motherhood di wilayah kerja Puskesmas PONED Panjang meningkat sebesar 20 % dari tahun sebelumnya sehingga efektivitasnya dalam menurunkan AKI akibat kehamilan dan persalinan > 85 %.
MODEL “PIN SENJA” (PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Dian Isti Angraini; Efrida Warganegara; Ety Apriliana; Novita Carolia; Merry Indah Sari; Efriyan Imantika
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15011

Abstract

The PIN SENJA model (youth information and counseling center) is a model designed and modified for adolescent reproductive health and CIE activities, training on how to maintain the cleanliness and health of adolescent genital and reproductive organs and forming a PIN SENJA ambassador. This model is also designed in order to prepare family life for adolescents who are managed from, by and for adolescents in order to provide information and counseling services on reproductive health, how to protect and prevent reproductive health problems such as premarital sex, teenage pregnancy, early marriage, and genital infection. and sexually transmitted infections, HIV-AIDS, psychotropic narcotics and other addictive substances (drugs) and pornography. The aim of this program is to increase knowledge, attitudes and behavior of adolescents regarding reproductive health, improve adolescent skills to maintain personal hygiene and forming PIN SENJA ambassadors. The method that will be carried out is by providing counseling, training skills, and forming PIN SENJA ambassadors as CIE agents to 40 MA Dinniyah Putri Lampung students. The results of the evaluation of the implementation of community service showed that there was an increase in the participants' understanding by 90% which became a good understanding, and 10% of participants had sufficient understanding of reproductive health for adolescents. The CIE ability of MA Dinniyah Putri Lampung as a participant is also quite good, almost 95% of participants already understand and are able to do CIE through simulation evaluation and discussion. The mean pretest result was 57.87 and an increase in post-test results was 84. Based on the analysis using the Wilcoxon test, it was found that there was a statistically significant difference between the pretest and posttest scores of the participants regarding reproductive health (p = 0.000). Improving the ability of MA Dinniyah Putri Lampung students to conduct CIE on adolescent reproductive health in an effort to prevent adolescent health problems with the PIN SENJA model has proven effective.
ANALISIS POSTUR BELAJAR MAHASISWA SELAMA PERKULIAHAN DARING TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA MAHASISWA : REVIEW ARTIKEL Ayu Rahmayana; Novrikasari Novrikasari; Rizma Adlia Syakurah
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15767

Abstract

ABSTRAK Kesehatan dan keselamatan kerja adalah aplikasi ilmu yang mempelajari risiko keselamatan seseorang terkait lingkungan kerja guna mencegah timbulnya gangguan kesehatan dengan menempatkan pekerja sesuai kondisi fisologis dan psikologisnya. Begitupun dengan mahasiswa yang tidak terlepas dari permasalahan tersebut. Mahasiswa juga memiliki lingkungan belajar yang dapat berisiko menimbulkan masalah salah satunya hazard pada sistem penerapan belajar online atau daring. Selama masa pandemi Covid-19 terjadi perubahan  pola belajar seperti alur proses belajar, lamanya interaksi dengan media online selama proses perkuliahan dan pola duduk menjadi faktor penyebab munculnya low back pain. Low back pain merupakan nyeri pada punggung bawah yang bersifat lokalisasi disebabkan karena posisi yang tidak netral dengan kondisi statis dan dalam jangka waktu lama yang akan menyebabkan otot berkontraksi berlebihan dan mengakibatkan otot menjadi kaku. Adapun faktor penyebab terjadi low back pain antara lain personal factor (usia, jenis kelamin, antropometri, aktivitas fisik, riwayat kesehatan, pendidikan), physical factor (postur saat belajar, durasi belajar) dan physchosocial factor (stresss). Maka dari itu, peneliti melakukan analisis lebih lanjut mengenai faktor risiko tesebut apakah dapat berpengaruh terhadap timbulnya low back pain pada mahasiswa selama perkuliahan daring melalui penyebaran kueisioner yang berisi tentang data mahasiswa, kuesioner Rapid Entire Body Assessment (REBA), Riwayat kesehatan, Kuesioner International Physical Activity Quisionnaire (IPAQ)  dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS) .  Kata kunci : Covid-19, low back pain, daring, hazard
KARAKTERISTIK KARSINOMA SEL SKUAMOSA RONGGA MULUT DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2019 Ickman Setoaji Wibowo; Winarno Priyanto; Andri Hardianto
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15119

Abstract

Kanker rongga mulut merupakan salah satu penyakit saat ini yang menyebabkan kematian di berbagai negara. Skuamous sel karsinoma merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada rongga mulut. Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai karakteristik Skuamous sel karsinoma rongga mulut di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019. Penelitian ini bersifat studi deskriptif dengan rancangan retrospektif menggunakan data rekam medis. Penelitian ini bersifat total sampling yang dilakukan pada bulan Januari hingga Desember 2019. Variabel yang diteliti berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, jenis histopatologi dari skuamous sel karsinoma serta terapi yang dilakukan pada pasien tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan jumlah sampel yang didapatkan pada bulan Januari-Desember 2019 sebanyak 28 pasien terdiri dari 13 laki-laki (46%) dan 15 perempuan (54%). Penderita mayoritas berusia 18-65 tahun sebanyak 23 orang (82%) dengan lokasi paling banyak terjadi pada daerah glossus sebanyak 16 orang (57%). Well differentiated merupakan jenis yang paling banyak ditemukan berdasarkan pemeriksaan histopatologis sebanyak 17 orang (61 %). Berdasarkan tindakan yang dilakukan bahwa 24 orang (86 %) dilakukan tindakan terapi definitif dan hanya 4 orang (14 %) hanya dilakukan tindakan diagnostik. Gambaran karakteristik karsinoma sel periode Januari-Desember pada tahun 2019 adalah Perempuan memiliki prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan rentang usia 18-65 tahun. Berdasarkan lokasi dan pemeriksaan histopatologi mayoritas daerah yang terkena karsinoma sel skuamosa terjadi pada glossus dengan jenis histopatologi well differentiation. Penderita mayoritas dilakukan tindakan terapi definitif meliputi kombinasi terapi pembedahan, kemoterapi maupun radioterapi. l Karsinoma 
DIFFUSE LARGE B-CELL LYMPHOMA OF THE HEART Faizah Dwi Tirtasari; Budiarsinta Budiarsinta; Rita Cempaka; Nungki Anggorowati; Nugira Dinantia
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.15307

Abstract

Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) of the heart accounts for only 1% of primary cardiac tumors. Histopathologic examination becomes the primary key for diagnosis and immunohistochemical evaluation for non-Hodgkin lymphoma (NHL) subtype determination is able to predict disease progression and therapeutical modality. Case description: 70-year-old man complained of shortness of breath. Echocardiographic examination revealed mass occupied the left atrium measured 5.9 x 2.9 cm inherent with interatrial septum and mass with a stem in the right atrium measured 4.6 x 2.4 cm. Intraoperative, considerable amount of extracardiac mass was found, mass extension was unable to be determined. Thoracic surgeon decided to sample the extracardiac mass without performing cardiac surgery. The histopathologic features showed round blue cell tumor resembling a NHL. Immunohistochemical staining were consistent with diffuse NHL, large cell, high grade lymphoma, suitable for DLBCL. Round blue cell tumor of extracardiac mass with positive expression of LCA and CD 20 is suitable for B-cell non-Hodgkin lymphoma. Ki-67 immunohistochemical staining revealed a 70-80% proliferation index which indicates a high-grade lymphoma and defining diagnosis and treatment of DLBCL.
PENGARUH PEMBERIAN L-ARGININE TERHADAP PERBAIKAN KERUSAKAN ENDOTEL ARTERI CORONER PADA JANTUNG MENCIT (Mus Musculus) MODEL PREEKLAMPSIA Indra Wiji Sari Dewi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Etiologi preeklampsia masih belum diketahui dengan jelas.  Salah satu teori mengenai adanya ketidakseimbanan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan akibat iskemia plasenta menyebabkan terjadinya stres oksidatif. Sehingga terjadi peningkatan produk lipoperoksidasi dan nitritoksida sintase (NOS), sementara antioksidan enzimatik (vitamin C dan E), superoksida dismutase (SOD) dan glutation peroksidase (GPx) mengalami penurunan.  Pemberian L-arginine bertindak melalui jalur sintase nitrat oksida dengan cara menghambat nitrit oksida sintase inhibitor sehingga produksi nitrit oksida akan meningkat dan dapat memberi dampak terjadinya vasodilatasi vaskuler serta memperbaiki hipoksia, diharapkan  terjadi dilatasi vaskuler dengan ditemukannya nitrat oxide (NO) didalam endothelium plasenta, cakram korion dan pembuluh darah vili yang memiliki kontribusi pemeliharaan tonus pembuluh darah basal dan menurunkan kinerja vasokonstriktor seperti endotelin ( ET-1) dan tromboksan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian L-ARGININE terhadap gambaran kerusakan endotel : ketebalan dan  diameter arteri coroner pada jantung mencit (Mus Musculus) model preeklampsia. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental, menggunakan 30 mencit (Mus Musculus) bunting yang dibagi secara random dalam tiga kelompok, yaitu kelompok bunting normal, model preeklampsia dan model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine. Mencit model preeklampsia dibuat dengan menyuntikan anti Qa2 10 ng ip pada hari ke-1 sampai dengan hari ke-4 kebuntingan yang akan menghilangkan ekspresi Qa2 (homolog dengan HLA-G ibu hamil preeklampsia). Terminasi dilakukan pada kebuntingan hari ke-16, berat badan janin mencit di timbang dan dilakukan pengamatan perubahan gambaran histologi arteri coroner pada ketebalan dan diameter arteri coroner. Analisis statistik menggunakan histologi diameter arteri menggunakan uji statistik kruskall wallis, karena data dalam penelitian ini berdistribusi tidak normal. Adapun kelanjutan dari uji kruskall wallis adalah jika terdapat perbedaan yang bermakna maka dilakukan dengan uji Mann Whitney. Sedangkan pada histologi ketebalan dinding arteri coroner  menggunakan uji statistic one way anova karena data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Adapun kelanjutan dari uji one way anova adalah jika terdapat perbedaan yang bermakna maka dilakukan dengan uji post hoc t test   Hasil: Rerata diameter arteri coroner mencit bunting normal 1098,12 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia 821,58 µm. dengan nilai p=0,004 (p<0,05).  Rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia 821,58 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine 991,27 µm. dengan nilai p=0,019 (p<0,05).  Rerata diameter arteri coroner mencit bunting normal 1098,12 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine 991,27 µm. dengan nilai p=0,326 (p>0,05). Rerata ketebalan arteri coroner mencit bunting normal 178,13 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia 235,29 µm. dengan nilai p=0,009 (p<0,05). Rerata ketebalan arteri coroner mencit bunting normal 178,13 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine 169,96 µm. dengan nilai p=0,669 (p>0,05).  Rerata ketebalan arteri coroner mencit model preeklampsia 235,29 µm dibandingkan rerata diameter arteri coroner mencit model preeklampsia dengan pemberian L-Arginine169,96 µm. dengan nilai p=0,002 (p<0,05).      Kesimpulan: Pemberian L-arginine mengurangi ketebalan dinding arteri coroner dan memperluas diameter arteri coroner pada jantung mencit (Mus Musculus ) model preeklampsia. Kata Kunci: L-Arginine, ketebalan dinding arteri coroner, preeklampsia. 
RISIKO PRIBADI PENULARAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT TAHUN 2020 Muhammad Rynaldisatya Barsyah Putra; Irma Primawati; Anandia Putriyuni; Dita Hasni
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I1.14116

Abstract

Salah satu spesies Coronavirus (CoV), yaitu Severe Acute Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dapat mengakibatkan suatu penyakit menular yang disebut Corona Virus Disease-2019 (COVID-19). Semua orang pada umumnya rentan terhadap COVID-19, terutama orang-orang yang memiliki risiko pribadi untuk tertular oleh virus ini. Oleh karena itu, dengan mengetahui risiko pribadi penularan COVID-19 dapat bermanfaat bagi kita untuk berhati-hati saat menjalani kehidupan sehari-hari, berhati-hati untuk menghadiri suatu acara, lebih memahami bagaimana kondisi medis yang dapat mempengaruhi kesehatan sendiri jika sakit karena COVID-19, antisipasi perawatan medis yang mungkin diperlukan jika sakit, dan dapat mengelola kondisi apa pun yang untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. Tujuan penelitian adalah mengetahui risiko pribadi penularan Corona Virus Disease-2019 pada masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil: Berdasarkan hasil survei pada Masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat, didapatkan bahwa risiko pribadi tertular COVID-19, yaitu risiko rendah (67,7%), dan risiko sedang (32,3%). Responden dengan risiko tinggi tertular COVID-19 tidak didapat dalam penelitian ini. Survei ini merupakan gambaran individu yang secara sukarela berpartisipasi dalam mengisi kuesioner untuk dianalisis, namun demikian setidaknya penelitian ini dapat menggambarkan secara sekilas kondisi kota Padang saat ini. Kesimpulan: Responden yang memiliki risiko sedang untuk tertular COVID-19 yang terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan, kelompok umur 19-30 tahun, wilayah domisili di Kecamatan Koto Tangah, pendidikan terakhir sarjana/S1, dan pekerjaan jenis lainnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 3 (2022) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 2 (2022) Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 2 (2021) Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 3 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 2 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 3 (2017) Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 2 (2015) Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi More Issue