cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Transmisi Ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah: Studi Evaluasi Pembelajaran Ke-Nu-an di SMA Al-Ma’ruf Kudus Shodiq Shodiq
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.523

Abstract

Almost every group and community-based organizations provide education in the form of school / madrasah to transmite their ide, indeed Nahdlatul Ulama (NU). One of the characteristics of a school / madrasah NU is their learning from ke-NU an. Research using qualitative methods and approaches, and the evaluation model used is the CIPP evaluation model. The results of this study is that the im-plementation of learning from the ke-NU-an in SMA NU al-Ma'ruf was successful in education and socialization Ahlussunnah wal Jama'ah, while strengthening the character of the ke-Nuan and fanaticism students. This success can be achieved with the support of other subjects similar such as Fiqh Amali, Tarikh NU, Hujjah Aswaja, and provide good facilities AbstrakHampir setiap kelompok dan atau organisasi masyarakat menyelenggarakan pen-didikan berupa sekolah/madrasah, tidak terkecuali Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu ciri dari sekolah/madrasah NU adalah adanya pembelajaran ke-NU-an. Penelitian menggunakan metode dan pendekatan kualitatif, dan model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi CIPP. Hasil penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan pembelajaran ke-NU-an di SMA NU al-Ma`ruf dapat dikatakan berhasil dalam mewariskan dan mensosialiasikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah ala NU, sekaligus memperkuat karakter ke-NU-an dan fanatisme siswa-siswinya. Keberhasilan ini dapat dicapai dengan didukung oleh mata pelajaran-mata pelajaran lain yang sejenis seperti Fiqih Amali, Tarikh NU, Hujjah Aswaja, dan Kitab Kuning, serta adanya fasilitas yang memadai
Akhlak Mulia dalam Pandangan Masyarakat Mustopa Mustopa
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.581

Abstract

This paper elaborate on views of the community on a noble character. Categori-zation of noble character is different in view of the public. This study used a qualitative approach which is the data derived from the literature and society. The results of this study indicate that the noble character in view of the public looks through oral and actions and it is always behaved by someone, and it is not temporary. Normative morality is embedded in the inner nature of the soul that gives rise to act with ease. Morals reflected in a person in relation to God and the community. It was influenced by heredity, environment, and both formal and non-formal education. Individually, moral goodness cause calmness and serenity in a person and make it easier to interact socially with the community.AbstrakTulisan ini menguraikan pandangan masyarakat tentang akhlak mulia. Kategorisasi akhlak mulia berbeda-beda dalam pandangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sumber datanya berasal dari literatur dan masyarakat. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa akhlak mulia dalam pandangan masyarakat tampak melalui lisan dan perbuatannya dan selalu ada pada seseorang, dan tidak bersifat temporer. Akhlak secara normatif merupakan sifat batin yang tertanam dalam jiwa yang memunculkan perbuatan dengan mudah. Akhlak terpantul dalam diri seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan dan masyarakat. Hal itu dipengaruhi keturunan, lingkungan, dan pendidikan baik formal maupun nonformal. Secara individual, kebaikan akhlak menyebabkan ketenangan dan ketenteraman pada diri seseorang dan secara sosial memudahkan berinteraksi dengan masyarakat.
Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Penerapan Card Sort Learning Nur Fadilah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1547

Abstract

Appropriate learning methods should be applied in order to maximize the students’ ability during learning activities. The purpose of this study is to determine the improvement of learning achievement of Islamic Religious Education (PAI) through the application of card sort learning method. Action study conducted on PAI learning. The material of this learning is to  understand the provision of sholat of fourth graders of Gunungsari State Elementary School 2 Kaliori Sub district Rembang District Lesson Year 2015/2016. The indicator of successful learning in this research is 75%. The results showed that the percentage of learning mastery at the pre cycle stage was 10.7%, 67.9% in the first cycle, and in the second cycle reached 92.9%. The average score of students' test results also increased significantly, ie the pre cycle stage was 58.8, the first cycle was 72.4, and in the second cycle reached 78.9. This means, through the implementation of card sort learning methode can improve student learning achievement on PAI learning material understanding the provision of sholat.  lAbstrakMetode pembelajaran yang tepat harus diterapkan untuk memaksimalkan kemampuan siswa selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penerapan metode card sort. Studi tindakan (action research) dilakukan pada pembelajaran PAI materi mengenai rukun sholat siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Gunungsari 2 Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016. Indikator eHasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar pada tahap pra siklus sebesar 10,7%, pada siklus I sebesar 67,9%, dan pada siklus II mencapai 92,9%. Nilai rata-rata hasil tes siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu para tahap pra siklus sebesar 58,8, siklus I sebesar 72,4, dan pada siklus II naik menjadi 78,9. Hal ini berarti, melalui penerapan card sort learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PAI materi mengenal rukun sholat.
Spiritualistic Humanistic Communication Strategy on Learning Aqidah Akhlaq at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Yogyakarta, Indonesia Andi Prastowo; Muhammad Jamroh Latief
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.2592

Abstract

This study discusses the communication strategy in learning Aqidah Akhlaq to foster humanistic values and spiritualistic intelligence of learners in religious Elementary School  Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Yogyakarta. This study used a qualitative approach with case study method. Data were collected by in-depth interview, observation, and documentation, then analysed by interactive model. The results of this study revealed that communication strategy to cultivate the values of humanistic spirituality in MIN 1 Yogyakarta includes 3 three kinds: teachers as a compelling speaker, teachers as less effective preachers, and teachers as moderators.AbstrakPenelitian ini membahas strategi komunikasi dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq untuk menumbuhkan nilai-nilai humanistik dan kecerdasan spiritualistik peserta didik di Sekolah Dasar Agama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi komunikasi untuk menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas humanistik di MIN 1 Yogyakarta meliputi 3 tiga jenis: guru sebagai pembicara yang meyakinkan, guru sebagai pengkhotbah yang kurang efektif, dan guru sebagai moderator. 
OPTIMALISASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) Supangat Rohani Hamli Syaifullah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.463

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Sudah sepatutnya kita harus menjaga, membimbing dan melindunginya agar dirinya merasa menjadi manusia yang utuh. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No 23 Tahun 2002, Pasal 1 ayat 2 yang berbunyi: Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Undang-undang tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa anak memiliki hak yang sama seperti yang dimiliki oleh orang dewasa. Dimana hak tersebut bertujuan untuk melindungi nilai-nilai kemanusiaan sebagai nikmat dari Allah SWT yang harus disyukuri bersama.
Qur’anic-Based Educational Leadership: An Inquiry Into Surah Al-Fatihah Dakir Dakir; Ahmad Fauzi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.2.6203

Abstract

The study of leadership has become an important part amid a multidimensional crisis and a decline in morality in various leadership settings; the significance of this leadership influences the organizational system's sustainability. Thus, this research study aims to build a portrait of Islamic education leadership as an ideal leadership model through the internalization of al-Fatihah's values. This study aims to unpack Islamic school leadership values and principles from al Fatihah verses as an ideal leadership model by internalizing al-Fatihah's values. The findings suggest a) Surah al Fatihah contains Islamic school leadership value derived from rabbaniyah value (monotheism) and Insaniyah value (relationship with others). b) changing Islamic school leadership paradigm from indoctrination to active participation. This study demonstrates that all Islamic education organizations should act by inspiring without indoctrination, awakening without hurting, and arousing without forcing.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Lian G. Otaya
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.571

Abstract

Internalization of values-based character education on student himself can be done through an objective and transparent assessment system. This will be useful to foster honesty, discipline, and responsibility of students. Objective assessmentwas actually born of conscience. The real truth in it as something that is produced by conscience is something that is pure and candid. Transparent assessment of the implementation of the assessment should be known, from the aspect of the valuesobtained, the basic decision-making, processing until the final result indicated value, and acceptable. With such a rating system that would give birth to a student who has a character to help form a strong mental. Strong mental is precondition to be qualified competitive human.AbstrakInternalisasi pendidikan karakter berbasis nilai pada diri mahasiswa dapat dilakukan melalui sistem penilaian yang objektif dan transparan. Hal ini akan berguna untuk memupuk kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab pada diri mahasis-wa. Penilaian yang objektif itu sebetulnya terlahir dari hati nurani. Kebenaran sejati ada di dalamnya karena sesuatu yang dihasilkan oleh hati nurani merupakan sesuatu yang murni dan apa adanya. Penilaian yang transparan harus diketahuipelaksanaan penilaiannya, dari aspek nilai yang didapat, dasar pengambilan keputusan, pengolahan nilai sampai hasil akhirnya tertera, dan dapat diterima. Dengan sistem penilaian yang demikian akan melahirkan mahasiswa yang memiliki karakter dalam membantu pembentukan mental yang kuat. Mental yang kuat merupakan prasyarat untuk menjadi manusia yang berkualitas dan kompetitif.  
Implementasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Slawi Kabupaten Tegal Srijatun Srijatun
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe background of this research by orphanages using pesantren education system. This research used descriptive type of qualitative analysis approach. The research findings were that providing education orphanage's daughter Aisyiyah Slawi used modern boarding school education model. Orphanages also used pwsantren model of school that carry out 24 hours of education. Provision of education were classified into three namely informal and non-formal education and formal. Content of curriculum were taught the Qur'an, Hadith, Aqeedah, Fiqh, recitation, and morality. Implementation of this education model schools still faced problems such as; First, the child can not fully implement the activities as scheduled. limited salary for Ustadz/ ustadzah (teachers). Third, the limited funds for the procurement of the facilities, appropriate boarding school program. Fourth, not all administrators to participate actively in accordance duties. Fifth, not all officials understand the educational model boarding school.AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh panti asuhan yang menggunakan sistem pendidikan pesantren. Penelitian ini mengunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan penelitian adalah penyelenggaraan pendidikan panti asuhan puteri aisyiyah Slawi ini mengunakakan model pendidikan pondok pesantren modern. Panti asuhan menggunakan model pendidikan pesantren yakni melaksanakan pendidikan 24 jam. Penyelenggaraan pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga yakni pendidikan informal dan nonformal dan formal. Mapel yang diajarkan mengikuti kurikulum pesantren yakni qur’an, hadist, aqidah, fiqih, tajwid, dan akhlaq. Penerapan model pendidikan pesantren ini masih menghadapi hambatan-hambatan diantaranya; pertama, belum seluruhnya anak dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai yang dijadwalkan. Kedua terbatasnya dana insentif untuk ustad / ustadzah. Ketiga, terbatasnya dana untuk pengadaan fasilitas / sarana, sesuai program pondok pesantren. Keempat, tidak semua pengurus ikut aktif sesuai tugasnya. Kelima, tidak semua pengurus memahami model pendidikan pondok pesantren. Model; Pendidikan; Pondok Pesantren; Panti Asuhan
The Importance of Problem Based Learning in Islamic Higher Education Nur Kholis
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2532

Abstract

This article aims to explain the importance of applying the Problem Based Learning (PBL) method in Islamic Religious Colleges (PTKI). this study uses literature review. The results of the study indicate that PBL is a constructive learning method that uses problems as a trigger for the learning process. This method is important for students in Islamic higher education in constructing their own learning experiences and knowledge, to improve critical thinking skills, problem solving, train communication skills, and improve student learning outcomes. AbstrakArtikel ini bertujuan memaparkan tentang pentingnya penerapan metode Problem Based Learning (PBL) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL adalah metode pembelajaran konstruktivistik yang menggunakan masalah sebagai pemicu proses pembelajaran. Metode ini penting untuk mahasiswa di pendidikan tinggi Islam dalam mengkonstruk pengalaman belajar dan pengetahuan sendiri, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, melatih keterampilan komunikasi, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa. 
Learning Innovation with Mobile Devices ICT In Majlis Ta’lim Raudhotun Nisa Jakarta, Indonesia Heni Ani Nuraeni
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5979

Abstract

Information Communication Technology (ICT) is a public demand in the industrial era 4.0. This study examines the use of mobile devices (ICT) in learning at the Majlis Ta’lim Raudhatun Nisa, Jakarta, Indonesia. Majlis ta'lim is a conventional Islamic educational institution for studying and practicing religious knowledge. The results of the study found that the majlis ta'lim Raudhotun Nisa was quickly responds to the demands of the times by making basic learning innovations. Learning does not only use conventional media but has used mobile devices in the form of projectors, laptops, and smartphones including WhatsApp, Facebook, and Instagram. Although most of the participants are elderly people who are not tech-savvy yet, the use of mobile devices has served as a means of socialization and communication and an effective means of modern learning. Abstrak: Teknologi Komunikasi Informasi (TIK) merupakan tuntutan masyarakat di era industri 4.0. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan perangkat seluler (TIK) dalam pembelajaran di Majlis Ta'lim Raudhatun Nisa, Jakarta, Indonesia. Majlis ta'lim adalah lembaga pendidikan Islam konvensional untuk mempelajari dan mengamalkan ilmu agama. Hasil penelitian menemukan bahwa majelis ta'lim Raudhotun Nisa dengan cepat merespon tuntutan zaman dengan membuat inovasi pembelajaran dasar. Pembelajaran tidak hanya menggunakan media konvensional tetapi telah menggunakan perangkat mobile berupa proyektor, laptop, dan smartphone termasuk WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Meski sebagian besar pesertanya adalah lansia yang belum paham teknologi, penggunaan perangkat seluler telah berfungsi sebagai sarana sosialisasi dan komunikasi serta sarana pembelajaran modern yang efektif.

Filter by Year

2012 2025