cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Implementasi Modul Analisis Kebijakan Pendidikan Berbasis Riset Fatkuroji Fatkuroji
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1305

Abstract

Problems faced by students in understanding the subject of Educational Policy Analysis are: difficulties in identifying the strategic educational issues and low understanding of material. There are two problems in this research, they are: first, how to design Educational Policy Analysis module; second, can using the module improve student learning. This study uses Research and Developement (RD) method. The subjects of this study are students who take the subject of Educational Policy Analysis. The techniques of data collecting used are observation, questionnaire and interview. Data analysis technique used quantitative and qualitative description by the expert judgment. The result shows that using module in learning can improve the quality of student learning. Based on the validation, using the Educational Policy Analysis module improves the quality of learning. Based on the results of t test, t countt table (3.426 2.021), with an error rate of  0,000%.AbstrakMasalah yang dihadapi para mahasiswa dalam memahami mata kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan yaitu kesulitan menentukan isu-isu strategis dalam pendidikan dan rendahnya daya serap mahasiswa terhadap materi. Penelitian ini mempunyai dua tujuan, pertama: bagaimana desain modul Analisis Kebijakan Pendidikan, kedua: apakah belajar dengan modul dapat meningkatkan kualitas belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and developement (RD). Subjek penelitiannya ialah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuisioner dan wawancara. Teknik analisis menggunakan deskripsi ahli validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan modul dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi, modul Analisis Kebijakan Pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil uji t, diketahui t hitung t tabel (3,426 2,021), dengan margin eror 0,000%.
The Reconstruction of Educational Basis in Homeschooling Group Khoiru Ummah Sigit Purnama
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3322

Abstract

The growth of community-based schools such as homeschooling is a new trend in Indonesia. This model was introduced with more emphasis on the role of parents in education, islamic knowledge and thought as learning material. This article discusses the basic reconstruction of education, strategic applications, and learning techniques applied in the Homeschooling Khoiru Ummah Group (HSG KU). This is qualitative research with a descriptive-analytical approach. Data is collected through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that in the HSG KU perspective, al-Ma'rifah is divided into two (1)al-'ilmu which have material as the object of research (al-maddah) obtained through the scientific method (thariqah ilmiyyah) and (2)tsaqofah which has materials as objects of research (al-maddah) and ideas (al-fikrah) are obtained through rational methods (tariqah aqliyyah). HSG KU implements talaqiyyan fikriyan (thoughts delivered through meetings) as learning strategies. While the technique (uslub) in learning is through dialogue, discussion, experimentation, and direct practice.
Salam Pembuka Redaktur tur
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.457

Abstract

Salam...
Religious Moderation as a New Approach to Learning Islamic Religious Education in Schools Ulfatul Husna; Muhammad Thohir
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5766

Abstract

Islam as a religion with a slogan that brings grace to the universe, however historically not all religious articulations are compatible. One example is extreme attitudes in religion. The most important element in realizing the peace mission in schools is learning Islamic Religious Education (PAI). This study was conducted to reveal how to maintain religious moderation in schools in preventing extremism. This field study at SMA Negeri 1 (Senior High School) Krembung, East Java, Indonesia uses a qualitative descriptive method. The results showed that school moderation uses three main principles, namely tawassuth, ta'adul and tawazun. These principles are able to create a moderate situation, create a school of peace, progress, and form a generation with moderate views. Abstrak Islam sebagai agama dengan semboyan pembawa rahmat bagi alam semesta, namun secara historis tidak semua artikulasi agama itu cocok. Salah satu contohnya adalah sikap ekstrim dalam beragama. Elemen terpenting dalam mewujudkan misi perdamaian tersebut di sekolah adalah pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Studi ini dilakukan untuk mengungkap bagaimana mempertahankan moderasi beragama di sekolah dalam mencegah ekstrimisme. Studi lapangan di SMA Negeri 1 Krembung, Jawa Timur, Indonesia ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama sekolah menggunakan tiga prinsip utama yaitu tawassuth, ta’adul dan tawazun. Prinsip-prinsip ini mampu menciptakan situasi yang moderat dan  mewujudkan sekolah damai, berkemajuan dan membentuk generasi yang berpandangan moderat.
Madrasah dan Ujian Nasional Supa’at Supa’at
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.566

Abstract

This research analysis the implication of the policy of the national final exams (Ujian Nasional-UN) in basic to high school that conducts every year by the government, the ministry of education and culture. This researchnot discussabout the validity of UN as government policy, butthe main focus of this research is the implication of UN to madrasah as Islamic education ins-titution that has unique and different character from general school. AsIslamic education,curriculum of madrasah based on the Islamic teachings which the sublime behavior as the final objective of Islamic education. In reality, the policy of UN has caused madrasah to become trapped in practical efforts to help student pass by focusing on repetitive practice of test inexamination subject.The defication of test scores and the application of the policy standardization have result in the process education causing fear in students, teachers, and madrasah management. Finaly, students experientstress and depressiondue to fear of failing the UN.  AbstrakPenelitian ini mengkaji implikasi dari kebijakan Ujian Nasional (UN) mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas yang dilakukan setiap tahun oleh Pemerintah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini tidak membahas tentang keabsahan UN sebagai kebijakan pemerintah, tetapi fokus utama dari penelitian ini adalah implikasi dari UN untuk madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang memiliki Karakter yang unik dan berbeda dari sekolahumum. Sebagai pendidikan Islam, kurikulum madrasah didasarkan ajaran Islam yang luhur perilaku sebagai tujuan akhir pendidikan Islam. Pada kenyataannya,kebijakan UN telah menyebabkan madrasah menjadi terjebak dalam upaya praktis untuk membantu siswa lulus dengan berfokus pada praktek berulang tes dalam subjek pemeriksaan. Perolehan nilai ujian dan penerapan standarisasi kebijakan mengakibatkan rasa takut pada siswa, guru, dan manajemen madrasah. Akhirnya, siswa mendapati stres dan depresi karena takut gagal dalam UN.
Madrasah Culture Based Transformational Leadership Model Nur Khoiri
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1160

Abstract

Leadership is the ability to influence, direct behaviour, and have a particular expertise in the field of the group who want to achieve the goals. Dynamic organization requires transformational leadership model. A school principal as a leader at school aims to actualizing good learning leadership. Leadership learning focuses on learning which components include curriculum, teaching and learning process, assessment, teacher assessment and development, good service in learning, and developing a learning community in schools based on organizational culture as value, assumption, belief evolved from the roots of member thought of the organization and believed by all members of the organization and implemented in everyday life that could give meaningKeywords: leadership, transformational leadership, headmaster, instructional leadership, organizational culture.AbstrakKepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi, mengarahkan tingkah laku dan memiliki keahlian khusus di bidang yang diinginkan kelompoknya untuk mencapai tujuan. Oganisasi yang dinamis memerlukan model kepemimpinan transformational. Kepala sekolah sebagai pimpinan memiliki tujuan untuk mewujudkan kepemimpinan pembelajaran yang baik. Kepemimpinan pembelajaran memfokuskan pada pembelajaran yang komponen-komponennya meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, assesment (penilaian hasil belajar), penilaian serta pengembangan guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah berbasis budaya organisasi yang berupa nilai, asumsi, kepercayaan yang berkembang dari akar pemikiran anggota organisasi dan diyakini oleh semua anggota organisasi serta dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari .
College Students’ Perception about the Implementation of Democratic and Humanist Learning Model in State Islamic Institute (IAIN) Sultan Amai Gorontalo Siti Asiah.T; Herson Anwar
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2713

Abstract

This research aims to analyse the perception of students of Islamic Education Management Study Program at Faculty of Teacher Training and Education, Islamic State University (IAIN) Sultan Amai Gorontalo about the implementation of democratic and humanist learning model. The sample used in the research was 98 respondents. The data analysis technique used was descriptive statistic by using Weighted Means Score (WMS) formula. The research result about student perception showed that lecturers at Islamic Education Management Study Program had already been applied democratic and humanist learning model perfectly in the interactive learning condition. To realize a democratic and humanist learning model, lecturer figure is needed that has the knowledge and ability to develop a model of democratic and humanist learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis persepsi mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo tentang penerapan model pembelajaran yang demokratis dan humanis. Jumlah sampel adalah 98 responden. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus Weighted Means Score (WMS). Hasil penelitian mengenai persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa model pembelajaran demokratis dan humanis sudah diterapkan dengan baik dalam suasana pembelajaran yang interaksi dan interaktif. Untuk mewujudkan model pembelajaran yang demokratis dan humanis, diperlukan sosok dosen yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengembangkan model pembelajaran demokratis dan humanis
Maximizing Religious Capital: Building English Villages Based on Islamic Education around the Campus Muhammad Saifullah; Sofa Muthohar; Sayyidatul Fadlilah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.5870

Abstract

Some Islamic groups, especially the traditional Indonesian circles, have a negative view of English. English is considered the language of infidel invaders and the language of hell. This paper aims to describe the development of society in implementing Islamic religious education while eliminating the negative impression of the use of English in Islamic societies to be an important language to be learned as a language of global communication. The research method uses the sociological phenomenological method. The results showed that the Amanah village had six social capital namely human capital, social capital, natural capital, physical capital, and financial capital and religious capital. The development strategy undertaken is to maximize religious capital by establishing religious institutions and carrying out religious activities by being given English language lessons. There are two centers of activity, namely the Baitussalam mosque and the AleC (Amanah Learning Center). Other capital that plays a significant role is social capital that is inclusive and accommodating towards migrants.AbstrakSebagian masyarat Islam terutama kalangan tradisional Indonesia berpandangan negative terhadap bahasa Inggris. Bahsa inggris dianggap sebagai bahasa para penjajah yang kafir dan bahasa neraka. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pembangunan masyarakat dalam melaksanakan pendidikan Agama Islam sekaligus menghilangkan kesan negative penggunaan bahasa Inggris di masyarakat Islam menjadi bahasa penting untuk dipelajari sebagai bahasa komunikasi global. Metode penelitian menggunakan metode fenomenologis sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampung Amanah memiliki enam modal sosial yaitu human capital, social capital, natural capital, physical capital dan financial capital serta religious capital. Strategi pembangunan yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan modal relgius dengan mendirikan institusi agama dan menjalankan kegiatan-kegiatan agama dengan diberi sisipan pelajaran bahasa Inggris. Pusat kegiatan ada dua yaitu masjid baitussalam dan AleC (Amanah Learning Center). Modal lain yang sangat berperan adalah modal sosial masyarakat yang bersikap inklusif dan akomodatif terhadap para pendatang.  
Ujian Nasional, Dulu, Kini dan yang Akan Datang: Tinjauan Normatif Muntholi’ah Muntholi’ah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.557

Abstract

The policy of the National Examination (UN) continues to get criticism from education experts, practitioners, as well as various elements of society. With the  problems happen in the implementation of National Examination, it can be af-firmed that the impacts of its implementation are more harmful than the objec-tives to be achieved. Considering the imbalances and disadvantages of the Na-tional Examination implementation, the government through the Ministry of Education should have to be more thoughtful and immediately review the policy  comprehensively. Thus, the purpose of education should be tailored to the interests of Indonesia, which is stated and defined in the the National Education Law No. 20/ 2003 on National Education System Chapter II, Article 3. AbstrakKebijakan Ujian Nasional (UN) terus menuai kritik dari para pakar dan praktisi pendidikan serta berbagai kalangan  masyarakat. Melihat banyaknya permasalahan dan carut-marut dalam pelaksanaan Ujian Nasional dapat ditegaskan bahwa dampak dari penyelenggaraan UN lebih banyak mudaratnya dari pada tujuan yang ingin dicapai. Menilik berbagai ketimpangan dan kemudaratan yang ditim bulkan akibat pelaksanaan UN, maka seyogianya pemerintah melalui Kemendiknas harus bersikap lebih bijaksana dan segera mengkaji ulang kebijakan UN secara komprehensif. Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang initujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3. 
Peningkatan Mutu Madrasah melalui Modal Sosial Ju’subaidi Ju’subaidi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.592

Abstract

This paper attempts to examine the important role of social capital in the meninges-forces madrasah education quality. Madrasah as national education subsystem has a heavy burden in carrying out the mandate of the law. The biggest problem is the activity of improving the quality of education that is determined by the achievement of the ultimate goal of education effectively and more efficiently. That goal is the realization of academic ability, moral and social. Structure and values of the communities around it is actually a social capital that should be used by the madrassa to improve the quality of education. Social capital is a means of achieving national education goals. AbstrakTulisan ini mencoba mengkaji peran penting modal sosial dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. Madrasah sebagai subsistem pendidikan nasional memiliki beban yang berat dalam mengemban amanat undang-undang. Problem terbesar adalah kegiatan meningkatkan mutu pendidikan yang ditentukan oleh ketercapaian tujuan akhir pendidikan secara efektif dan lebih efisien. Tujuan itu adalah terwujudnya kemampuan akademik, moral dan sosial. Struktur dan nilainilai yang dimiliki masyarakat sekitar sebenarnya merupakan modal sosial yang seharusnya dimanfaatkan oleh madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Modal sosial ini menjadi sarana mencapai tujuan pendidikan nasional. 

Filter by Year

2012 2025