cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Liberating People; Critical Pedagogy on the Revolutionary Thought of Hassan Hanafi M. Rodinal Khair Khasri
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3914

Abstract

The researcher observed the dimension of critical pedagogy in the context of Hassan Hanafi revolutionary thought. He was very good founding the fundamental thought in theology of liberation named Left Islam. This research used a literature study and historical-factual method to analyze the dimension of critical pedagogy on Hassan Hanafi revolutionary thought. The result of this research was new understanding about critical pedagogy dimension on Hassan Hanafi thought. First. Dehumanization in the context of education is inseparable from the influence of Western cultural imperialism. Second, The critical pedagogy found in Hassan Hanafi's thoughts is a pedagogy that aims to eliminate the destructive nature caused by the one-dimensional view that results in educational disorientation from the true educational goal of liberating people. AbstrakArtikel ini mempresentasikan hasil penelitian terhadap pemikiran revolusioner Hassan Hanafi sehingga ditemukan dimensi pedagogi kritisnya. Hassan Hanafi merupakan sosok pemikir Islam yang sangat baik di dalam membangun pemikiran-pemikiran fundamental di dalam konteks teologi pembebasan, serta yang paling terkenal ia sebut dengan istilah “Kiri Islam”. Penelitian ini termasuk dalam klasifikasi studi literatur dengan metode historis-faktual di dalam menganalisis dimensi pedagogi kritis di dalam pemikiran Hassan Hanafi. Hasil penelitian ini adalah pemahaman baru tentang dimensi pedagogi kritis di dalam pemikiran Hassan Hanafi. Pertama, dehumanisasi dalam konteks pendidikan adalah akibat dari pengaruh imperialisme budaya Barat. Kedua, pedagogi kritis Hasan Hanafi fokus pada upaya membangkitkan kesadaran eksistensial di tengah beragam permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pedagogi kritis yang ditemukan di dalam pemikiran Hassan Hanafi merupakan pedagogi yang bertujuan untuk menghilangkan hal yang bersifat destruktif yang disebabkan oleh pandangan berdimensi-satu yang mengakibatkan disorientasi pendidikan dari tujuan pendidikan yang sesungguhnya yaitu memerdekakan manusia. 
STUDI PENINGKATAN MUTU MADRASAH TSANAWIYAH DI KOTA JAMBI K.A. Rahman man
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.456

Abstract

Obyek penelitian adalah seluruh madrasah tsanawiyah di kota Jambi, negeri maupun swasta. Subyek penelitian kepala ma-drasah, guru dan komite madrasah. Bertujuan untuk menganalisis kebermaknaan kontribusi kepemimpinan kepala madrasah, iklim organisasi, dan partisipasi masyarakat terhadap mutu madrasah tsanawiyah, serta menemukan strategi peningkatan mutu madrasah. Metodologi penelitian dengan survei melalui pendekatan kuanti-tatif dan menggunakan teknik kuisioner. Ditemukan bahwa kepe-mimpinan kepala madrasah berkontribusi signifi kan terhadap mutu madrasah. Namun terungkap pimpinan madrasah belum maksimal mengkomunikasikan program madrasah pada masyarakat. Iklim or-ganisasi berkontribusi signifi kan terhadap mutu madrasah. Namun temuan menunjukkan bahwa guru dan kepala sekolah kurang mem-baur satu sama lain. Partisipasi masyarakat berkontribusi signifi kan terhadap mutu madrasah. Namun temuan menunjukkan bahwa ma-drasah belum sepenuhya melibatkan pihak masyarakat. Mutu ma-drasah dikembangkan dengan memotivasi siswa agar sering tampil pada perlombaan, untuk melatih keterampilan berkomunikasi, serta meraih prestasi yang bisa meningkatkan rasa percaya diri.
Islamic Education and Da’wah Strategies Based on Culture in the Ilir-ilir Song of Sunan Kalijaga Mulyono Mulyono
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5881

Abstract

The purpose of this study is to examine the educational and da’wah strategies based on the culture in the Song Ilir-ilir Sunan Kalijaga. By using library research methods and content analysis techniques, the results as follows: 1) With a cultural approach, Sunan Kalijaga invites and educates the public to embrace Islam as a new religion that came to Java around the 13-15 century AD. 2).  Persuasively, Sunan Kalijaga made people aware of Islam by carrying out the five pillars of Islam while leaving all beliefs and deeds prohibited by Islam. 3) With the metaphor of Blimbing (star fruit).  Sunan Kalijaga assures people that whoever obeys the commands of Islam, will find peace and happiness in living in this world and the hereafter. Educators and preachers in various events create the Ilir-ilir Song as a cultural-based educational and da’wah strategy that remains popular in the millennial era. AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi pendidikan dan dakwah Islam berbasis kultural dalam lagu Ilir-ilir Sunan Kalijaga. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dan teknik analisis isi (content analisys), maka hasilnya dapat disimpulkan berikut: 1) Dengan pendekatan kultural, Sunan Kalijaga mengajak dan mendidik masyarakat untuk memeluk Islam sebagai agama baru yang datang ke tanah Jawa sekitar abad 13-15 M. 2) Secara persuasif, Sunan Kalijaga menyadarkan masyarakat untuk memeluk Islam dengan melaksanakan rukun Islam yang lima seraya meninggalkan segala keyakinan dan perbuatan yang dilarang Islam; 3) Dengan metafora buah blimbing, Sunan Kalijaga menyakinkan masyarakat bahwa barangsiapa yang taat menjalankan perintah Islam, kelak mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Para pendidik maupun juru dakwah dalam berbagai event mengkreasi lagu Ilir-ilir sebagai strategi pendidikan dan dakwah berbasis kultural yang tetap populer di era millineal.   
Antisipasi Degradasi Moral di Era Global Sofa Muthohar
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.565

Abstract

In the globalization era, environment has a broad definition. Someone could very easily find an atmosphere that he likes. It brings to positive or negative effects. Teenagers (aged 12-22 years) are the generation most vulnerable to the negative influences that lead to moral decadence. This problem is verydifficult to overcome if it just rely on the secular West psychological theories. Islamic education is expected to provide a solution to these problems through functional strategy, integral and progressive. Religious teachings not only memorized but should also be presented in the spirit to assist youngpeople in solving the problem. This strategy could be: guiding problem solving in dealing with problems themselves and society as well as the formation of an integral understanding of his relationship with God. Teens should have spirit that can transform itself into a superior person. AbstrakDalam era globalisasi, lingkungan memiliki definisi yang luas. Seseorang bisa sangat mudah menemukan suasana yang dia suka sehingga memunculkan efek positif atau negatif. Remaja merupakan generasi yang paling rentan terhadap pengaruh negatif yang menyebabkan dekadensi moral. Masalah ini sangat sulit diatasi jika hanya mengandalkan teori-teori psikologi Barat yang sekuler. Pendidikan Islam diharapkan mampu memberikan solusi masalah ini melalui strategi yang fungsional, integral dan progresif. Ajaran agama tidak hanya dihafal tetapi juga harus dihadirkan dalam jiwa untuk mendampingi kaum muda dalam menyelesaikan masalahnya. Strategi ini bisa berupa: pembimbingan problem solving dalam menghadapi persoalan diri dan masyarakatnya serta pembentukan pemahaman secara integral tentang hubungannya dengan Allah. Remaja harus memiliki mental yang dapat merubah dirinya menjadi pribadi yang unggul.
Idaaratu al Wahdah al Namthiyah li at Tathwiri al Tarbiyah al Islamiyah Ahmad Danusiri
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1186

Abstract

Islam, through the Quran proclaims that its mission includes the teachings to the whole universe, Everything in the universe is maintained by Islam, and none of the symptoms is ignored. The revelations also include the traditions of the Prophet that are authentic (shahih) and good (hasan) in quality. Both the Quran and maqbulah hadiths are accepted by Muslims on the basis of faith. When some experts of UIN Walisongo from various disciplines try to understand the sacred words of these two resources, their understanding continues, reaching the paradigm of unity of science which essentially unites the the normative, social, and natural sciences.The effect of this paradigm has brought up an issue for the author. Is there any hadiths or  Prophetic traditions that can be used as a grand theory in the management disciplines of Islamic educatio .To address this issue, the authors conducted a literature research with the title Development of Islamic Education Management Module. Sources of data were focused on nine books of Hadiths : Sahih al-Bukhari, Sahih al-Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan at-Turmudzi, Sunan an-Nasai, Sunan Ibn Majah, Sunan ad-Darimi, Muwatta Malik, and Musnad Imam Ahmad bin Hanbal in the form of digital data  Lidwa Reader i Software Book 9 Imam Hadith.The findings of the study stated that the meaning of the word Rabb includes: creating, nurturing, maintaining, teaching, educating, and organizing. Thus, in an academic term, the word Rabb implies a manager or leader. Meanwhile, in the concept of comprehensive manager it contains at least 14 nomenclature denotations: planning, responsibility, organization, coordination, system of employee payroll, learning, resources, humanity, principle of making it easier for the manager to the employee, motivated to achieve optimal performance, preventing unproductivity, education participation, institutional costs, monitoring and evaluation system. Each nomenclature has numerous hadiths that could serve as its grand theory. Thus, building elements of Islamic education management science have references of Prophet Muhammad SAW hadits so the final figure that was found was "prophetic educational management.
Islamic Education in Supporting De-radicalization: A Review of Islamic Education in Pondok Pesantren Tiyas Nur Haryani; Muhammad Ikhsanul Amin; Nur Hidayatul Arifah; Arina Mardhiyana Husna
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2581

Abstract

This article present of the result of research about pondok pesantren (Islamic religious boarding school) education in confronting radicalism, focusing in researching the efforts of Pondok Pesantren Darusy Syuhadah in confronting radicalism. Collecting qualitative data through observation, documentation, and purposively sampled interviews. The result shows that pesantrens have a significant role in overcoming radicalism through its management of education model and curricula. Pondok Pesantren Darusy Syuhadah with Salaf education model build teaching and education to create generation of da’i (Islamic missionaries) and teachers of Islamic religion, so the curriculum prioritizes politeness and away from radicalism. AbstrakArtikel ini mempresentasikan hasil penelitian tentang pendidikan pondok pesantren dalam menghadapi radikalisme, memfokuskan pada upaya yang dilakukan pesantren Salaf di Pondok Pesantren Darusy Syuhadah dalam menghadapi radikalisme. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara purposive sampeling. Hasilnya menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran yang signifikan dalam mengatasi radikalisme melalui pengelolaan model pendidikan dan kurikulumnya. Pondok Pesantren Darusy Syuhadah dengan model pendidikan Salaf membangun pengajaran dan pendidikan untuk menciptakan generasi da'i dan guru agama Islam, sehingga kurikulumnya mengutamakan kesantunan dan jauh dari radikalisme. 
The Madrasa Resistance Against Radicalism Ahmad Salim
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.5173

Abstract

The background of this article is based on madrasa resistance to radicalism. The purpose of this study is to see how madrasa resistance to face radicalism. The type of this research is qualitative research and data collection methods with observation and in-depth interviews with selected respondents. This study uses Peter L Berger's theory of the fundamental dialectics of society-externalization, objectification, and internalization. The results showed that madrasa resistance to radicalism with social empowerment through the process of social construction (externalization, objectification, and internalization). The tolerant attitude of the community which is manifested in social humanitarian activities such as genduri, sambatan and kerja bakti is contracted by the madrasa as a subjective reality into objective reality, so that the anti-radicalism attitude in this society can become the norm for the madrasas to be deprived and implemented in the daily life of the madrasa. Abstrak Latar belakang artikel ini didasarkan pada resistensi madrasah terhadap radikalisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana cara madrasah menghadapi radikalisme. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendalam kepada responden terpilih. Penelitian ini menggunakan teori Peter L.Berger tentang dialektika fundamental masyarakat-eksternalisasi, objektifikasi dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah menolak radikalisme dengan pemberdayaan sosial melalui proses konstruksi sosial (eksternalisasi, objektifikasi dan internalisasi). Sikap toleran dari masyarakat yang dimanifestasikan dalam kegiatan sosial kemanusiaan seperti genduri, sambatan dan kerja bakti dikontrak oleh madrasah sebagai realitas subjektif ke dalam realitas objektif, sehingga sikap anti-radikalisme dalam masyarakat ini dapat menjadi norma bagi madrasah untuk dicabut dan diimplementasikan di kehidupan sehari-hari madrasah.
Memahami Pendidikan Islam Fauti Subhan
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.547

Abstract

This article discusses the relationship between Islamic education and various elements of life. The linkage between the theoretical side of Islamic education and the practical side of Islamic education is also presented here. In the study, the theoretical and applied dimensions of Islamic education can be discussed separately, but in practice, these two dimensions are inseparable. In principle, the Islamic education issues cannot be separated from any variety of issues. The Islamic education is always associated with the various elements of life, es-pecially human beings. Human beings can grow and develop properly with Is-lamic education. Conversely, humans (Muslim) also become actors for the de-velopment and the decline of Islamic education. The relationship between Mus-lims and Islamic education just likes a piece of money, which is composed of two different sides, but inseparable one another. In Islamic societies, education be-comes a key of progress.AbstrakTulisan ini membahas tentang keterkaitan antara pendidikan Islam dengan berbagai elemen kehidupan. Keterkaitan antara sisi teoritis pendidikan Islam de-ngan sisi praktis pendidikan Islam juga disampaikan di sini. Secara kajian, di-mensi teoritis dengan aplikatif pendidikan Islam dapat dibahas sendiri-sendiri, tetapi secara praktis, kedua dimensi tersebut tidak bisa lepas satu sama lain. Pada prinsipnya, persoalan pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari beragam per-soalan lainnya. Pendidikan Islam selalu terkait dengan berbagai elemen kehi-dupan, terutama manusia. Melalui pendidikan Islam manusia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, manusia (Muslim) juga menjadi aktor dari maju atau mundurnya pendidikan Islam. Antara umat Islam dan pendidikan Is-lam merupakan dua hal yang dapat diibaratkan seperti sekeping uang, yakni terdiri dari dua sisi yang berbeda tetapi tidak terpisah antara satu dengan lainnya. 
Kebijakan Pembelajaran Terpadu dalam Meningkatkan Minat Konsumen Pendidikan Fatkuroji Fatkuroji
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.591

Abstract

Quality educational services to the challenge of pen-education development in Indonesia. Quality education will produce quality human resources as well. Impact many institutions offer learning system integration. It becomes a policy in response to the needs of consumers in an era of globalization and technology era. Learning is useful in solving the problems facing educational institutions and consumer needs. Learning is expected to meet the complexities of the human personality as the integrity of national education goals. Learning system is expected to improve the intellectual and spiritual competence of learners. This policy should be used as a basis for the development of education in this country.AbstrakPelayanan pendidikan berkualitas menjadi tantangan pengembangan pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Imbasnya banyak lembaga pendidikan menawarkan sistem pembelajaran yang integrasi. Hal ini menjadi kebijakan dalam merespons kebutuhan konsumen di era globalisasi dan era teknologi. Pembelajaran ini berguna dalam memecahkan masalah yang dihadapi lembaga pendidikan dan kebutuhan konsumen. Pembelajaran ini diharapkan menjawab kompleksitas keutuhan kepribadian manusia sebagai tujuan pendidikan nasional. Sistem pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kompetensi intelektual dan spiritual peserta didik. Kebijakan inilah yang harus dijadikan dasar pengembangan pendidikan di negeri ini.
Analisis Manajemen Pemasaran Jasa Lembaga Pendidikan Islam : Pondok Pesantren Amtsilati Darul Falah Bangsri Jepara Mustaqim Mustaqim
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2018): Islamic Education and Peace
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.1.2465

Abstract

The purpose of this study is to find out how the marketing strategy and marketing services and how its implementation in marketing education services MI, MTS, MA in Pondok Pesantren Darul Falah Bangsri Jepara. This research approach is qualitative with analytic descriptive type. The results of this study found that: The leadership of Darul Falah boarding school (boarding school Amtsilati) perform three strategies. first; analyzing the real needs of santri as potential service users in the form of products / books that are really needed. They find it difficult to understand the yellow book. second: compose a book khulasah (summary) Alfiyah which then called Amtsilati. The number of ba'it (Nazam) is 184, which is the "core" of 1000 ba'it Alfiyah book, Third: using amtsitai as branding in permitting Islamic educational institutions with the advantage of easy to understand the science of nahwu and sharaf in a short time.AbstrakTujuan Penelitian ini untuk mengetahui, bagaimana strategi dan teknik pemasaran jasa pendidikan dan bagaimana implementasinya dalam pemasaran jasa pendidikan  MI, MTS, MA di Pondok Pesantren Darul Falah Bangsri Jepara. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan jenis deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Pimpinan pondok pesantren Darul Falah ( pondok pesantren Amtsilati) melakukan tiga strategi.  pertama ; menganalisis kebutuhan riil santri sebagai calon pengguna jasa berupa produk /kitab yang benar-benar dibutuhkan. Mereka mengalami kesulitan untuk memahami kitab kuning. kedua : menyusun buku khulasah (ringkasan) Alfiyah yang kemudian disebut Amtsilati. Jumlah ba'it (Nazam) nya 184, yang merupakan “inti” dari 1000 ba'it kitab Alfiyah,  Ketiga : menggunakan  amtsitai sebagai branding dalam memperkenakan lembaga pendidikan Islam dengan keunggulan berupa mudah memahami ilmu nahwu dan sharaf dalam waktu yang singkat. 

Filter by Year

2012 2025