cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Pengembangan Model Perencanaan Himpunan Data dan Aplikasi Instrumentasi Berbasis Pola Tujuh Belas Plus Indra Kusuma
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.595

Abstract

This paper describes the development of a set of data and planning models based instrumentation applications seventeen plus patterns in BK teachers SMP / MTs in Bondowoso. The results of this study indicate that counselling activity planning model using the approach pattern seventeen plus becomes very necessary. B.K. teachers in SMP/MTs of Bondowoso still do not have a wide range of data that should be held for the provision of counselling services. The teachers feel it is important to have variety of data sets and instrumentation applications for the smooth running of counselling services (score = 3.23). The evaluation of the implementation of set of data and applications instrument was still very low (score = 1.14). The planning model development activities and application instrumentation data set found that B.K. teachers desperately need (score = 4.28). The assessment model development planning activities data set and instrumentation applications that are promoted rated excellent (score = 4.47). Abstrak Makalah ini menjelaskan pengembangan model perencanaan himpunan data dan aplikasi instrumentasi berbasis pola tujuh belas plus pada guru B.K. SMP/MTs di Bondowoso. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model perencanaan kegiatan konseling dengan menggunakan pendekatan pola tujuh belas plus menjadi sangat perlu dilakukan agar implementasinya sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru BK SMP/MTs di Bondowoso masih banyak yang belum memiliki berbagai data untuk penyelenggaraan layanan konseling. Guru-guru tersebut sangat memerlukan himpunan data dan aplikasi instrumentasi untuk kelancaran menjalankan tugasnya (rerata = 3,23). Sementara evaluasi pelaksanaan himpunan data dan aplikasi instrumennya ternyata masih sangat rendah (rerata = 1,14. Guru-guru BK juga sangat membutuhkan (rerata = 4,28). Penilaian pengembangan model perencanaan kegiatan himpunan data dan aplikasi instrumentasi yang dipromosikan dinilai sangat baik (rata = 4,47) 
Fenomenologi Hukuman di Pesantren : Analisis Tata Tertib Santri Pondok Pesantren Daruttaqwa Gresik Muhammad Anas Ma`arif; Ari Kartiko
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2018): Islamic Education and Peace
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.1.1862

Abstract

This study aims to identify and describe the pattern of punishment in Daruttaqwa Gresik Pesantren. This research method uses phenomenological study about the meaning and value of punishment given to santri. The findings of the study indicate that First, the pattern of punishment for the offenders of discipline is with, reprimand and advice, administrative punishment, educational punishment, social punishment, material punishment, physical punishment. Secondly, there are rules for educators who will apply the punishment that is not in a hurry, should not hit when in a state of anger, should avoid sensitive limbs and do not hit the child in under 10 years . Third, in the students is instilled the consciousness in the santri that punishment given to him is a just and educational punishment. By conditioning the three elements above, then punishment will be effective in educating children. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola hukuman di Pesantren Daruttaqwa Gresik. Metode penelitian ini menggunakan studi fenomenologis tentang makna dan nilai hukuman yang diberikan kepada santri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa satu, pola  pemberian hukuman bagi pelanggar tata tertib santri adalah dengan, teguran dan nasehat, hukuman administrasi, hukuman yang mendidik, hukuman bersifat sosial, hukuman materi, hukuman bersifat fisik. Kedua, Terdapat aturan bagi pendidik yang akan menerapkan hukuman antara lain :  tidak terburu-buru, tidak boleh memukul ketika dalam keadaan marah, hendaknya menghindari anggota badan yang peka, dan tidak memukul anak di bawah 10 tahun.. Ketiga, pada diri anak didik ditanamkan kesadaran dalam diri santri bahwa hukuman yang diberikan kepadanya merupakan hukuman yang adil dan mendidik. Dengan mengkondisikan tiga elemen diatas, maka hukuman akan efektif dalam mendidik anak. 
The Problems of Islamic Religious Education Teacher for Curriculum Development in Transmigration Area Rahmat Ryadhush Shalihin; Hendro Widodo
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.4974

Abstract

This paper aims to analyze the problematics of teacher  to develop curriculum Islamic Religious Education . This research used qualitative methods and data were gathered from literature reviews, observations, and in-depth interviews from teacher and student. The data analyzed with reduction, presentation, and conclusion. The results of this research revealed that The problems of Islamic education teachers in transmigration areas can be summarized into five things. They are first, they have to deal with active time management Secondary learning, management documents, such as students daily paper sheets, Learning Perfoming Plan / RPP, and other extra tasks from school and headmaster to the teacher for some training. Third, the lack of teaching materials causes. Fourth, the problem of conditional and competency teachers. Fifth, they have passive studentsKeywords: Islamic education; transmigration era, problem teacher; curriculum developmentAbstrakMakalah ini bertujuan untuk menganalisis problematika guru dalam mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data dikumpulkan dari tinjauan literatur, observasi, dan wawancara mendalam dari guru dan siswa. Data dianalisis dengan reduksi, presentasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa masalah guru pendidikan Islam di daerah transmigrasi dapat diringkas menjadi lima hal. Mereka adalah yang pertama, mereka harus berurusan dengan manajemen waktu aktif Pembelajaran sekunder, dokumen manajemen, seperti kertas harian siswa, Rencana Pembelajaran Perfoming / RPP, dan tugas tambahan lainnya dari sekolah dan kepala sekolah kepada guru untuk beberapa pelatihan. Ketiga, kurangnya bahan ajar menyebabkan. Keempat, masalah guru bersyarat dan kompetensi. Kelima, mereka memiliki siswa pasifKata kunci: pendidikan Islam; era transmigrasi, guru bermasalah; pengembangan kurikulum
Pelaksanaan Terapi Wicara dan Terapi Sensori Integrasi pada Anak Terlambat Bicara Sunanik Sunanik
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.542

Abstract

Abstract The background of this research is the idea that a speech and language disorder is the causes of developmental disorders that are commonly found in children. Such disorder increases rapidly. Some reports put a number of speech and lan-guage disorder in the ranges from 5-10% in school children. This makes the speech delay as the most common disorder in childhood, so that quick treatment and appropriate therapy are highly needed for children with speech delay. The therapies made are speech therapy and sensory integration. The implementation of speech therapy and sensory integration should be given to children as early as possible. Speech therapy and sensory integration in children with speech delay have important role in determining the child's language development and motor skills. Inclusive education is education that puts all learners with special needs in the regular school day. In this kind of education, teachers have full responsi-bility for learners with special needs.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi bahwasanya gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pa-da anak. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5-10% pada anak sekolah. Hal ini menjadikan keterlambatan bicara adalah kelain-an yang paling umum terjadi pada masa anak-anak, sehingga diperlukan pena-nganan yang cepat dan terapi yang sesuai dengan kebutuhan dan tentunya yang terbaik bagi anak-anak terlambat bicara. Di antaranya adalah terapi wicara dan sensori integrasi. Pelaksanaan Terapi wicara dan sensori integrasi hendaknya diberikan kepada anak sedini mungkin. Terapi wicara dan sensori integrasi pada anak terlambat bicara mempunyai peranan penting dan menentukan perkem-bangan bahasa dan motorik anak selanjutnya.
Nilai Profetis Pendidikan Islam untuk Menanggulangi Perdagangan Manusia Moh. Sulhan
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.585

Abstract

Trafficking creates human as commerce object by deception modus, trap, tease, fake appointment, forcing and exploitation, even the violations that insult the human. The Consortium of Indonesia Migrant Labour (KOBUMI) noted that 1-1.5 million from 5 million of Indonesia migrant labours are the victim. American Center for International Labor Solidarity (ACILS) report in 2003 noted that 700.000 to 1 million Indonesia migrant labours who is employable as prostitute. Many of provinces in Indonesia, such as North Sumatra, Riau, Lampung, West Java, Jakarta, Central Java, East Java, West Borneo, East Borneo, North Cele-bes, Bali, and The West Lesser Sundas are the sources of trafficking area. Seeing that trafficking serious problem in Indonesia, it is important to encourage the prevention by adopting many of ethic values as the reinforcement of human re-source and education. Here, Islamic education is important enough to overcome anti-trafficking.AbstrakTrafficking menjadikan manusia sebagai objek perdagangan melalui modus pen-ipuan, jebakan, bujuk rayu, janji palsu, pemaksaan dan eksploitasi serta bentuk-bentuk pelanggaran yang merendahkan martabat manusia. Konsorsium Buruh Migran Indonesia (KOBUMI) mencatat 1-1,5 juta dari 5 juta buruh migran In-donesia adalah korban. American Center for International Labor Solidarity (ACILS) report 2003 mencatat terdapat 700.000 sampai 1 juta buruh migran Indonesia yang dipekerjakan sebagai pekerjaan seksual, penghibur, dan ek-sploitasi kerja lainnya. Banyak propinsi di Indonesia seperti, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Bali dan Nusa Tenggara Barat adalah sumber daerah Trafficking. Melihat demikian serius problem Trafficking di In-donesia, dirasa sangat penting untuk mencari bentuk pencegahan melalui adopsi berbagai nilai etis bagi penguatan sumber daya manusia, penguatan kapasitas dengan pendidikan. Di sini, letak Pendidikan Islam untuk menanggulangi anti Trafficking ini menjadi penting untuk dirumuskan.
Modernisasi Lembaga Pendidikan Pesantren Perspektif Azyumardi Azra Bashori Bashori
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1881

Abstract

The existence of pesantren as an Islamic educational institution that has advantages both from aspects of scientific tradition and the transmission and intensity of Muslims has been threatened by the current globaisasi. Based on literature study, this paper intends to write Azyumardi Azra idea about modernization of pesantren. The result of the research shows that the idea of pesantren modernization should be able to develop a proper appreciation of all the developments that occur in the present and future, so that it can produce a broad-minded scholar, but must retain the main character of producing ulama and tafaqquh fiddien center without carrying the flow of globalization Abstrak Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam terancam oleh adanya arus globaisasi. Berdasar studi pustaka, tulisan ini bermaksud untuk menuliskan gagasan Azyumardi Azra tentang modernisasi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan modernsasi pesantren harus bisa menumbuhkan apresiasi yang sepatutnya terhadap semua perkembangan yang terjadi di masa kini dan mendatang, sehingga dapat memproduksi ulama yang berwawasan luas, namun harus tetap mempertahankan ciri utamanya yaitu memproduksi ulama dan pusat tafaqquh fiddien tanpa terbawa arus globalisasi.
Rekrutmen Tenaga Pendidik dalam Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Jambi K.A. Rahman, Ardiansyah, dan Marwazi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.518

Abstract

The purpose of this research is to know the process of teacher recruitment to improve the quality of Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Jambi. The method used descriptively qualitative. Data  collection used observation, interview, and document study. The result of the research showed that the process of teacher recruitment whice conducted was good. The recruitment activity was began by planning of teacher need that was by analyzing the present teacher need, the announcement of teacher vacancy, the requirement that should be acquired by teacher candidate, using some test in selection section, and deciding teacheracceptance. Researchers suggested the teacher recruitment activity at MAN Insan Cendikia Jambi should be kept, or improved if possible. Especially in the vacancy announcement extended teacher and files relating to the recruitment of teachers should be archived.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses rekrutmen tenaga pendidik dalam peningkatan mutu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Jambi. Metode yang digunakan deskiptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses rekrutmen guru yang dilakukan sudah baik. Kegiatan rekrutmen ini diawalidengan perencanaan kebutuhan guru, pengumuman adanya lowongan guru, persyaratan yang harus dipenuhi calon guru, seleksi dengan berbagai tes, dan penentuan penerimaan guru. Peneliti menyarankan agar kegiatan rekrutmen tenaga pendidik pada MAN Insan Cendekia Jambi di pertahankan, bila perlu ditingkatkan agar lebih baik lagi. Terutama dalam pengumuman lowongan guru diperpanjang dan berkas-berkas yang berkaitan dengan rekrutmen guru sebaiknya diarsipkan.
Teaching Religious Character Education in Pre-School in the Era of Pandemic Mar'atussholihah Kuswandi; Arif Rohman; Disa Hediansah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2021.15.2.8575

Abstract

This study describes the learning process of religious-based character education at TK ABA Berbah, Sleman, during the Covid-19 pandemic. This study incorporates a qualitative research method with a descriptive case study approach. Findings suggest that the school implemented blended learning activities in which lessons are conducted online and offline. Habituation became a key activity during the offline session. The involvement of parents contributed to the success of learning during the pandemic, set an example, and monitor their kids at home. Blended learning provided an increase in the communication's intensity and the relationship between parents, children, and teachers so that teaching and learning religious-based character education can be conducted appropriately amid the Covid-19 pandemic.
Pragmatisasi Pendidikan dalam Dunia Kerja Nurul Malikah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.575

Abstract

Vocational education as a part of the National Education system plays a strategic role for the realization of the skilled national labor. Because each vocational graduates is created to become good human resources, in the sense that when theyhave completed vocational school they able to apply the knowledge. But in fact, the graduates of vocational school is recognized only by itself school and still lack confidence in the business and industrial world. The old model of vocational education has disadvantage, is education model that was conducted unilaterally so that students left behind by the progress of the business/industrial world. Creating creativity and independence of the student is the right answer to avoiddependency and to reduce the unemployment rate. The Awareness of selfdevelopment by enhancing the students' confidence and self-reliance is an important part to prepare for the long-term goal achievement. AbstrakPendidikan kejuruan sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan Nasional, memainkan peran yang sangat strategis bagi terwujudnya angkatan tenaga kerja nasional yang terampil. Karena setiap lulusan SMK memang diciptakan untuk menjadi sumber daya manusia yang siap pakai, dalam arti ketika mereka telah menyelesaikan sekolahnya mereka dapat menerapkan ilmu yang telah merekadapat sewaktu di sekolah. Namun pada kenyataannya, tamatan SMK hanya diakui oleh sekolah sendiri dan masih minimnya kepercayaan dunia usaha dan duniaindustri. Pendidikan kejuruan model lama memiliki kelemahan yaitu, penyelenggaraan pendidikan secara sepihak sehingga anak didik tertinggal oleh kemajuan dunia usaha/dunia industri. Menciptakan kreativitas dan kemandirian siswa, merupakan jawaban tepat untuk menghindari ketergantungan dan dapat mengurangi tingkat pengangguran. Kesadaran mengembangkan diri dengan meningkatkan kepercayaan dan kemandirian siswa, merupakan bagian penting untuk mempersiapkan pencapaian tujuan jangka panjang.
Menyelesaikan Problem Materi Belajar bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus dengan Research and Development in Education Lukman Irfan
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1308

Abstract

This paper discusses the problem of education for children with special needs (difable) related to problems of educational material for them, such as curriculum design, the design of textbooks, learning model, and the design of instructional media. Research conducted by the authors prove that these problems can be solved by using Method Research and Development (R D) in Education. Excellence of R D is a design study that combines theory, experts, and real conditions on the ground so that the results are very good and appropriate. R D also has a very small risk in product development and learning materials for children with special needs, because product trials conducted in stages from small, medium, and then a large scale. Key Word: Education, Difable, R D.AbstrakPaper ini membahas bertujuan menyelesaikan problem pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (difable) terkait dengan problem materi pendidikan bagi mereka, seperti desain kurikulum, desain buku ajar, model pembelajaran, dan desain media pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis membuktikan bahwa problem tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan Metode Research and Development (R D) in Education. Keunggulan R D di antaranya adalah desain penelitian yang menggabungkan antara teori, ahli, dan kondisi riil di lapangan sehingga hasilnya sangat bagus dan tepat. R D juga mempunyai risiko yang sangat kecil dalam pengembangan produk materi belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus, karena uji coba produk dilakukan secara bertahap dari skala kecil, menengah, dan kemudian skala besar.

Filter by Year

2012 2025