cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Model of Islamic Religion Education 435 Based on Islam Nusantara on College Umi Zulfa
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2018): Islamic Education and Peace
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.1.2462

Abstract

This paper aims to provide an alternative model of Islamic Religion Education Based on Islam Nusantara on College, that make students able to emerge as wise leaders in the midst of Indonesian society and far from being exclusive. This research used qualitative approach with type of research library.  The result sawn that Islamic Religion Education model of Islam Nusantara in college is built from 435 Islam Nusantara concept that is a model consisting of four (4) character, they are spirit of religious education process. Namely: ruuhuddin (religious spirit), nationalism, ruuhudta'addudiyah (spirit of diversity) and ruuhul insaniyyah (spirit of humanity), built on 3 main pillars:  thought (fikrah), movement (harakah), real action (amaliyyah), and with 5 markers, namely islakhiyyah, tawazunniyah, tatawwuniyah, akhlaqiyah, and tasamuh.. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk memberikan model alternatif Pendidikan Agama Islam Berbasis Islam Nusantara di Perguruan Tinggi, yang membuat siswa mampu tampil sebagai pemimpin yang bijaksana di tengah masyarakat Indonesia dan jauh dari eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis perpustakaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Pendidikan Agama Islam Islam Nusantara di perguruan tinggi dibangun dari 435 konsep Islam Nusantara yaitu model yang terdiri dari empat (4) karakter, yaitu semangat proses pendidikan agama. Yakni: ruuhuddin (semangat agama), nasionalisme, ruuhudta'addudiyah (spirit of diversity) dan ruuhul insaniyyah (semangat kemanusiaan), dibangun di atas 3 pilar utama: pemikiran (fikrah), gerakan (harakah), aksi nyata (amaliyyah), dan dengan 5 penanda, yaitu islakhiyyah, tawazunniyah, tatawwuniyah, akhlaqiyah, dan tasamuh.
Kurikulum Madrasah: Studi Perbandingan Madrasah di Asia Muhammad Nasir
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.524

Abstract

Madrasah is one of the oldest Islamic education institution. At first, the school only develop curriculum with Islamic competences are the main objectives .. Madrasah today has been integrating the Islamic knowledge and sciences. Several countries in Asia both predominantly Muslim and minority seems that they have developed madrasa education institutions as one attractive option for people. Every country has the madrassa who coined according to the characteristics typi-cal of a country, There are significant similarities, all madrassas in various countries have a curriculum that combines religious education in the form of Aquran, Hadith, Fiqh, Tawhid, historical and moral theology and general edu-cation based on demands of each country AbstrakMadrasah merupakan salah lembaga pendidikan Islam tertua. Pada mulanya, ma-drasah hanya mengembangan kurikulum dengan kompetensi keislaman yang menjadi tujuan utama. Madrasah masa kini telah memadukan antara ilmu-ilmu kesilaman, ilmu-ilmu umum dan teknoogi. Beberapa negara di Asia baik yang penduduknya mayoritas muslim maupun yang minoritas telah memgembangkan lembaga pendidikan madrasah sebagai salah satu pilihan menarik buat masyara-katnya. Setiap negara memiliki madrasah yang memiiki ciri khas sesuai dengan karakteristik negara di mana madrasah itu berada, Terdapat persamaan yang penting, semua madrasah di berbagai negara memiliki kurikulum yang mema-dukan antara pendidikan keagamaan berupa Aquran, Hadis, Fiqh, Tauhid, sejarah dan akidah akhlak dan pendidian umum yang menjadi tuntutan negara masing-masing
Sekolah Alam: Paradigma Baru Pendidikan Islam Humanis Rohinah Rohinah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.582

Abstract

This paper describes a new paradigm of Islamic education in the perspective of humanism based on nature school model. This school model has three specific aspects, namely: natural as learning space, nature as media and teaching mate-rials, and natural as learning objects. It is a creativity in building a humanist paradigm of Islamic education. The education system emphasizes awareness to encourage the process of dialogue between teachers and students. Dialogical process can bring an attitude of humility and affection that is open to criticism from the learners. Learners are required critical and questioned again about the unknown by the teacher. This kind of learning led to a harmonious communica-tion between all parties. School of Natural allow the emergence of awareness. This school gives the freedom to create, explore and discover potential, and find the knowledge based on experiences from the world of reality. AbstrakMakalah ini menjelaskan paradigma baru pendidikan Islam dalam perspektif humanisme dengan bertolak pada model sekolah alam. Model sekolah ini memiliki tiga aspek khusus, yakni: alam sebagai ruang belajar, alam sebagai media dan bahan mengajar, serta alam sebagai objek pembelajaran. Pendidikan seperti ini merupakan sebuah kreativitas dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang humanis. Sistem pendidikan ini menekankan penyadaran untuk mendorong adanya proses dialog antara guru dan anak didik. Proses dialogis dapat memunculkan sikap rendah hati dan kasih sayang sehingga terbuka terhadap kritik dari peserta didik. Peserta didik dituntut kritis dan mempertanyakan kembali tentang hal yang belum diketahui oleh sang guru. Pembelajaran semacam ini memunculkan kesadaran siswa dan komunikasi yang harmonis antara semua pihak. Sekolah ini memberikan kebebasan untuk berkreasi, menggali dan menemukan potensi, serta menemukan pengetahuan berbasis pada pengalaman-pengalaman dari dunia realitas.
Analisis Praktik Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat dalam Kegiatan Kreatif Anak Usia Dini : Studi Kasus di TK Pertiwi Ds.Tambah Rejo, Kec. Tunjungan Kab. Blora Uswatun Hasanah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1552

Abstract

This study aims to analyze practices involvement parents and the community in the creative early childhood in kindergarten Pertiwi. This research in a qualitative, that serves to find a meaning, investigate the process, obtain information, and having a deep understanding of an individual as well as groups.Technique data collection uses observation, interviews, and documentation. Data analyzed by using descriptive qualitative. The research results show that the creative done in kindergarten pertiwi is good. Types of creative activity were done in kindergarten to have a partnership with their surroundings school to support activity early childhood.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik pelibatan orang tua dan masyarakat dalam kegiatan kreatif anak usia dini di TK Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang berfungsi untuk menemukan sebuah makna, menyelidiki proses, menggali informasi, serta memperoleh pemahaman yang mendalam dari individu maupun kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisa dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kreatif yang dilakukan di TK Pertiwi sudah baik. Jenis Kegiatan kreatif yang dilakukan di Tk tersebut adalah dengan melakukan kerjasama dengan lingkungan sekitar sekolahan sebagai sarana bermain untuk menunajang kegiatan kreatif anak usia dini. untuk mendapatkan suasana yang bervariasi bagi anak.
Multicultural Value in the Traditional Islamic Boarding School, Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Indonesia Eti Nurhayati; Yayah Nurhidayah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3509

Abstract

Multicultural Education in Islamic Boarding Schools teaches tolerance and openness in carrying out activities of daily living. This research was conducted at the Bina Insan Mulia (BIMA) boarding school using descriptive qualitative methods, as well as data collection techniques by interviewing, observing, documenting studies, and FGDs. The conclusions of this study are: (1) The values of Multicultural Islamic Education implemented at the BIMA Islamic Boarding School are sourced from books / books taught to students / students such as the book of Hadith al-Arba'in Nawawiyah, Safinah al-Najah, Fath al-Qarib , Ta'lim al-Mutaa'llim, Taysir al-Khalaq, and Riyadh al-Saliheen; (2) The application of multicultural values includes openness, humanity, tolerance, mutual assistance, justice, equality, brotherhood. AbstrakPendidikan Multikultural di Pondok pesantren mengajarkan toleransi dan keterbukaan dalam melaksanakan aktifitas hidup sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan FGD. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural yang diterapkan di Pondok pesantren BIMA bersumber dari kitab / buku yang diajarkan kepada murid / Santri seperti kitab Hadits al-Arba'in Nawawiyah, Safinah al-Najah, Fath al-Qarib, Ta'lim al-Mutaa'llim, Taysir al-Khalaq, dan Riyadh al-Shalihin; (2) Penerapan nilai-nilai multikultural tersebut meliputi keterbukaan, kemanusiaan, toleransi, saling membantu, keadilan, kesetaraan, persaudaraan. 
PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MADRASAH ALIYAH DI KUDUS Ihsan Ihsan
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.464

Abstract

Secara politis dan yuridis eksistensi madrasah sebagai lembaga pen-didikan semakin kokoh dengan keluarnya Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 beserta berbagai regulasi turunannya. Satu sisi regulasi tersebut telah menghantarkan madrasah pada posisi setara dan sederajat bahkan sama dengan sekolah umum. Na-mun pada sisi lain kedudukan tersebut menghadapkan madrasah pada tantangan dan dilema yang sulit terutama bila dikaitkan dengan kondisi objektifnya. Dampak secara umum dari status baru tersebut, setidaknya menurut beberapa kalangan tertentu, adalah menurunnya kemampuan/ penguasaan ilmu agama para lulusan madrasah. Fakta ini sulit untuk di-hindarkan karena disamping harus tetap mengajarkan ilmu-ilmu agama, madrasah dituntut juga harus mengajarkan ilmu-ilmu umum sama den-gan sekolah umum. Secara jujur harus diakui, madrasah adalah model pendidikan alternatif karena memiliki nilai plus dibandingkan dengan sekolah, yaitu pendidikan agama Islam yang relatif memadai. Namun keunggulan komperatif tersebut berpeluang hilang manakala problem dan dilema tersebut tidak dicarikan solusi yang tepat.
Islamic Education Marketing Discourse From Maslahah Perspective Sholikah Sholikah; Fatah Syukur; Mahfud Junaedi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.2.7375

Abstract

The marketing paradigm has undergone a change from the rational level to the emotional level, and finally, the shift in the spiritual level. Such discourse results in different marketing strategies, especially the marketing applied by both profit and non-profit organizations. Educational institutions, including non-profit organizations, must have a marketing strategy following the spiritual level shift. One spiritual aspect in the marketing of Islamic education is the level of maslahah (utility) applied to all marketing activities. The purpose of this study is to examine educational marketing from a maslahah perspective. This writing is library research with a qualitative descriptive approach—data sources in the form of references related to the study topic. Data analysis was carried out qualitatively, including data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that the maslahah of Islamic education customers was the main objective of all Islamic education marketing activities.
Madrasah: dari Nizamiyah hingga Pesisiran Jawa Mahfud Junaedi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.572

Abstract

Growth and development in the Coastal Java madrasah in the early twentieth century until now generally spearheaded by scholars/religious leaders who graduated in Islamic centers in the Middle East. At first they established the boarding school, followed by the establishment of madrasah to the coast of Javacan be regarded as children of a boarding school. The educational institutions have bonding formation of madrasah was first built by  Niz{am al-Mulk in Baghdad in 1057, later known as madrasah  Nizamiyah . This school is an educational institution that aims to teach Fiqh Sunni schools. Institutions of higher education has become one of the eleventh century and became the blueprint for the development of similar madrasah in the Islamic world. Historically, madrasah in Java can not be separated from the Middle East, especially the relationshipHaramayn scholars of al-Azhar and Cairo with the students in Java, Indonesia.AbstrakPertumbuhan dan perkembangan madrasah di Pesisir Jawa pada awal abad ke XX hingga kini, umumnya dipelopori oleh para kiai atau tokoh agama yang menamatkan pendidikan di pusat-pusat Islam tersebut. Pada awalnya mereka mendirikan pondok pesantren, lalu diikuti dengan pendirian madrasah, sehinggamadrasah di pesisir Jawa bisa dikatakan sebagai anak-anak pesantren. Lembaga pendidikan ini memiliki ikatan dengan madrasah pertama kali dibangun oleh Niz{am al-Mulk di Baghdad pada tahun 1057, kemudian dikenal dengan madrasahNiz{amiyah. Madrasah ini merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan fikih mazhab Sunni. Lembaga pendidikan tinggi ini ada pada abad kesebelas dan menjadi cetak biru bagi pengembangan madrasah-madrasah serupadi dunia Islam. Secara historis, keberadaan madrasah di Jawa tidak dapat dipisahkan dari hubungan ulama Timur Tengah, khususnya Haramayn dan al- Azhar Kairo dengan para murid di Jawa, Indonesia. 
Signifikansi Brain Based Learning Pendidikan Anak Usia Dini Jazariyah Jazariyah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.982

Abstract

This study based on the reality of learning in the early childhood level and the system has not noticed the potential of the brain learners. The potential and the working system of the brain is very important in early childhood. This paper aims to reveal the importance of brain-based learning in Early Childhood Education (ECD). The problem in this study are what the nature of early childhood education and how to use the potential and work system of the brain in early childhood learning. This study used library research. From the discussion showed that the brain-based learning was important for use in teaching and learning of young children. One of aplication, brain-based learning use quantum learning by optimizing learning with active learning strategies so that potential students can be optimized. This research had contribution to brain based learningAbstrakKajian ini dilatarbelakangi oleh realitas masih adanya pembelajaran di jenjang PAUD yang belum memperhatikan potensi dan system kerja otak peserta didik. Padahal potensi dan system kerja otak sangat penting dalam pembalajaran di PAUD. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya brain based learning pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Rumusan masalah pada kajian ini adalah seperti apa hakikat Pendidikan Anak Usia Dini dan bagaimana penggunaan potensi dan system kerja otak dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode library research Dari hasil pembahasan menunjukkan bahwa brain based learning penting untuk digunakan dalam proses belajar mengajar anak usia dini. Salah satu pelaksanaan pembelajaran berbasis otak ini dapat menggunakan pembelajaran quantum dengan mengoptimalkan pembelajaran dengan strategi pembelajaran aktif sehingga potensi anak didik dapat dioptimalkan. Penelitian ini memiliki kontribusi pada pembelajaran berbasis otak.
The Growth of Learning Enthusiasm at the Emeyodere Muslim Minority Education Institution in West Papua Ismail Suardi Wekke; Fitri Ruaidah; Moh. Wardi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2690

Abstract

The purpose of this study was to find out what factors could trigger the enthusiasm of the Emeyodere foundation students. This study uses a qualitative descriptive research method. The results showed that first, the leadership factor of the foundation, the foundation aim was to elevating the Kokoda tribe from educational backwardness. Second, motivation factor. Third, aid factor, the foundation provides assistance or donations such as books, stationery for every semester, school uniforms for disadvantaged students, and supplementary meals every two weeks.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat memicu semangat peserta didik yayasan Emeyodere. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Faktor kepemimpinan yayasan, yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk mengangkat derajat suku Kokoda dari keterbelakangan pendidikan. Kedua, faktor motivasi, ketiga, faktor bantuan, pihak yayasan memberikan bantuan atau sumbangan berupa buku-buku dan alat tulis pada setiap semester, seragam sekolah bagi peserta didik yang  kurang mampu, dan makanan tambahan setiap dua minggu sekali.

Filter by Year

2012 2025