cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
Juru Sembelih Halal Berbasis Pada Walisongo Halal Research Center (WHRC) Mohamad Solek
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.672 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2431

Abstract

In everyday life, we can’t escape from eating meat, but sometimes we often question about the status of halalness, that is whether it meets the criteria of halal slaughter according syara' or not yet. The effort to realize the halal slaughter is to conduct Halal Slaughter Training marching at the Walisongo Research Center for students of Walisongo State Islamic University of Semarang.The halal slaughterhouses training activities are designed in the form of intensive and continuous training accompanied by expert of the Food and Cosmetics Review Institute (LP POM) of Central Java MUI, experts of the Livestock and Animal Health Service (DISNAKKESWAN) and Walisongo Halal Research Centre (WHRC).The results of this dedication in the implementation of the halal slaughterer training is that students are able to understand the halal slaughtering way (according to Syara’ and MUI Standard) and be able to practice a professional halal slaughterer, while the sustainability of this training is Student/graduate of Walisongo State Islamic University of Semarang as “Profesional Halal Slaughterer” in their regions. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari mengonsumsi daging, namun terkadang kita sering mempertanyakan tentang status kehalalan tersebut yaitu apakah sudah memenuhi kriteria penyembelihan halal sesuai syara’ atau belum. Upaya untuk mewujudkan penyembelihan halal tersebut adalah dengan mengadakan Pelatihan Juru Sembelih Halal berbasis pada Walisongo Halal Research Center (WHRC) bagi mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Kegiatan pelatihan juru sembelih halal tersebut didesain dalam bentuk pelatihan yang dilakukan secara intensif dan kontinu dengan didampingi oleh tenaga ahli Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan (LPPOM) MUI Jawa Tengah, tenaga ahli Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISNAKKESWAN) dan tenaga ahli Walisongo Halal Research Center (WHRC). Hasil kinerja pengabdian dalam pelaksanaan pelatihan juru sembelih halal yaitu Mahasiswa mampu memahami cara menyembelih yang halal (sesuai Syara’ dan Standar MUI) dan mampu mempraktekkan menjadi juru sembelih yang halal profesional, adapun keberlanjutan pelatihan ini adalah Mahasiswa/Alumni UIN Walisongo Semarang sebagai“JuruSembelih Halal yang Profesional” di daerah asalnya masing-masing.
Menanamkan Tiga Simbolisasi Nilai Masjid pada Anak-Anak Yatim dalam Program Santunan Sri Mulyanti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.247 KB) | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4151

Abstract

Juvenile delinquency is increasing so more attention is needed from all people. Teenagers who commit naughty generally come from families with incomplete parents, who do not have a mother or father (orphans). as well as the need to consume healthy and nutritious food, and have not been facilitated to reach access to good and comprehensive education. Therefore, shared responsibility is needed as a form of social care and solidarity to find solutions to juvenile delinquency that comes from families that do not have fathers or mothers. The solution offered is in the form of activities to support orphans to meet the needs of birth, various worship activities in the mosque to hone spiritual intelligence, prayer and worship activities carried out in congregation as well as various activities in the organization of the Mosque Youth Association (IRMAS) as a form of increasing social intelligence, and the activities of cultivating fond of reading in mosque libraries as a form of strengthening intellectual intelligence. Kenakalan remaja semakin marak terjadi sehingga menjadi keprihatinan bersama. Remaja yang berbuat nakal tersebut umumnya berasal dari keluarga anak yatim. Hal ini disebabkan jiwa anak yatim kurang tersirami oleh sentuhan cinta dan kasih setelah ditinggalkan orang tua tercinta, raga anak yatim kurang terpenuhi kebutuhan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta akal pikir dan akal budi anak yatim kurang terfasilitasi untuk menjangkau akses pendidikan yang baik dan komprehensif. Oleh sebab itu, perlu tanggung jawab bersama sebagai bentuk kepedulian dan kesetiakawanan sosial untuk mencarikan solusi terhadap kenakalan remaja yang berasal dari keluarga yatim tersebut. Solusi yang ditawarkan berupa kegiatan santunan anak-anak yatim untuk memenuhi kebutuhan lahir, berbagai kegiatan ibadah di masjid untuk mengasah kecerdasan spiritual, kegiatan salat dan ibadah yang dilakukan secara berjamaah serta berbagai kegiatan dalam wadah organisasi Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) sebagai bentuk peningkatan kecerdasan sosial, dan kegiatan membudayakan gemar membaca di perpustakaan masjid sebagai bentuk penguatan kecerdasan intelektual.
PENGUATAN PERAN LEMBAGA KEAGAMAAN DI KAWASAN WISATA KULINER PANTAI PUNGKRUK MOROREJO MLONGGO JEPARA DALAM PENCEGAHAN HIV/ AIDS DAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Mashudi Mashudi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.751 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.55

Abstract

Berkembangbiaknya penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Jepara tidak lepas dari dampak globalisasi yang meniscayakan pertukaran budaya secara bebas baik lokal maupun interlokal. Atas nama hak asasi manusia, orang dengan leluasa melakukan hubungan seks bebas meski dengan jargon menjadi pemandu hiburan biasa, pemandu karaoke. Kenyataan tersebut yang dalam kurun waktu lima tahunan berkembang pesat di kompleks “wisata kuliner” pantai Pungkruk Desa Mororejo Mlonggo Jepara. Term wisata kuliner berubah wajah menjadi taman hiburan karaoke, dan dari “dalih karaoke” itulah kemudian terjadi “transaksi seks” bebas sehingga pantai ini menjadi pemasok besar penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Jepara, di samping minuman keras dan penyalahgunaan Narkoba.Berdasarkan hasil pendampingan peneliti kepada para pihak di lokasi pengabdian, dipaparkan mulai kalangan LSM, pemerintah, hingga masyarakat umum, menghadapi tantangan penyebaran virus HIV yang dinilai demikian pesat penyebarannya. Virus mematikan yang menyebabkan penyakit Aids yang hingga hari ini belum diketemukan obatnya itu, menjadi perhatian khusus para pemuka agama khususnya di Kabupaten Jepara. Sandaran akhir hanya agama yang menyediakan perangkat nilai-nilai pencegahan, seperti perangkat amar makruf nahi munkar. Jadi tak ada alasan untuk tidak melibatkan peran agama di dalamnya.
Pemberdayaan Perempuan Nelayan Bale Bungo (Oxyeleotriks Marmorata) sebagai Upaya Pengembangan Usaha Produk Oleh-Oleh Khas Wajo An Ras Try Astuti
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.101 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.202.5833

Abstract

This research aims to design an empowerment model that is appropriate to the character of the community in Wajo, South Sulawesi. The focus of this research-based empowerment activity is the development of the business of women fisherman Bale Bungo (oxyeleotris marmorata). This study uses a qualitative approach model with a participatory action research (PAR) method. The research subjects consisted of the head of the sub-district, the village head and the fisherman Women's Community. The data of this study were obtained by observation, interview and documentation techniques. The results of the study are as follows. (1) Identification of community needs through Brainstorming (2) Mapping of Village Potential (3) Planning and increasing the capacity of group members through a series of training and focus group discussions (FGD). Indicators of successful training include increasing knowledge and skills to process Bungo into value-added souvenirs. Fisherman women, as well as the increasing economic income of the surrounding community. In addition, it is expected that in the future there will be a Sustainability of women's empowerment program in developing business products in order to compete and compete at the national and international levels. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain model pemberdayaan yang sesuai dengan karakter masyarakat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Fokus pada kegiatan pemberdayaan berbasis penelitian ini adalah pengembangan usaha perempuan nelayan Bale Bungo (oxyeleotris marmorata) Penelitian  ini  menggunakan model pendekatan kualitatif dengan metode  participatory  action  research  (PAR).Subjek  penelitian  terdiri  dari  kepala kecamatan dan Komunitas Perempuan nelayan.  Data penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Identifikasi kebutuhan masyarakat melalui Brainstorming (2) Pemetaan Potensi (3) Perencanaan dan melakukan peningkatan kapasitas anggota kelompok Melalui serangkaian pelatihan dan focus group discussion (FGD). Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah ikan bungo menjadi produk oleh-oleh yang bernilai tambah ekonomis. Perempuan nelayan, serta meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, diharapkan kedepannya akan ada Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan dalam pengembangan produk usaha agar dapat bersaing dan berkompetisi ditingkat nasional dan international  
PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN INOVASI GURU DALAM MENGEMBANGKAN VIDEO PEMBELAJARAN ONLINE MELALUI PEMBUATAN PORTAL “CHANNEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS UNITY OF SCIENCE Arsini Arsini
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.376 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.749

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk 1) meningkatkan kompetensi profesional dan inovasi guru-guru madrasah di Kota Semarang dalam menyusun media pembelajaran berupa video yang berbasis unity of science, 2) melatih keterampilan guru-guru madrasah di Kota Semarang dalam mengunggah video di situs berbagi video Youtube, 3) Meningkatkan ketersediaan sumber belajar online bagi para peserta didik berupa Portal” Channel pembelajaran sains” yang berisi berbagai video pembelajaran IPA.Subyek dampingan pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru madrasah (MI/MTs/MA) di Kota Semarang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam empat tahap yaitu 1) tahap persiapan, 2)tahap pelatihan, dan 3) tahap evaluasi dan 4) tahap pendampingan. Melalui kegiatan Pelatihan pembuatan Channel pembelajaran sains telah dihasilkan karya peserta pelatihan berupa video pembelajaran yang dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=Ch1Ea2KEMW4feature=youtu.be dan juga di grup Facebook (FB) : “Pelatihan pembuatan video pembelajaran sains online “FITK UIN Walisongo”. Tindaklanjut dari kegiatan ini yaitu berupa pendampingan yang dilakukan secara online melalui e-mail dan grup Facebook yang telah dibuat dan juga secara offline melalui pendampingan ke sekolah dengan tim ahli.
Penguatan Jaringan Komunikasi LDK (Strategi Pemberdayaan Potensi Keberagamaan Warga di Banyumanik) Hasyim Hasanah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.215 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.171.1508

Abstract

This paper describes the strengthening of communication network of Community Da'wah Institution (LDK) as a strategy to empower the potential of religious residents in Banyumanik. This potential empowerment is aimed at the emergence of citizens' religious awareness, through the shifting of communication networks that are taking place in Banyumanik. Subjects consisted of four LDKs and one foundation. The method of devotion uses the principle of Participatory Rural Apraisal (PRA) with the Feminist approach. The results of the mentoring activities indicate that there is still a problem of religious awareness among residents in Banyumanik. Indication of religious awareness problem besides value system, indicated by the absence of consistency of behavior. Efforts are made to reduce the problem of religious awareness
Pendampingan Peningkatan Mutu Madrasah melalui Pembelajaran Aktif dan Manajemen Sekolah Daviq Rizal
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.569 KB) | DOI: 10.21580/dms.2018.182.3037

Abstract

Active, Creative, Effective and Enjoyable Learning (PAKEM) is a contextual learning model that involves at least four main principles in the learning process. First, the interaction process (students interact actively with teachers, fellow students, multimedia, references, environment, etc.). Second, the communication process (students communicate their learning experiences with teachers and other student colleagues through stories, dialogues or through role-play simulations). Third, the reflection process (students rethink the meaning of what they have learned and what they have done). Fourth, the exploration process (students experience directly by involving all their senses through observation, experiment, investigation or interview). PAKEM training is conducted for 2 days and SBM training is conducted for 1 day. After the training, there were mentoring for teachers on the practice of active learning and there was mentoring for SBM to install RKS and RKAS in the madrasas. Training does not mean anything without implementation and follow-up. Penelitian Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) adalah sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya. Pertama, proses interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan siswa, multimedia, referensi, lingkungan, dan sebagainya). Kedua, proses komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-play). Ketiga, proses refleksi (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari dan apa yang mereka telah lakukan). Keempat, proses eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan atau wawancara). Pelatihan PAKEM dilakukan selama 2 hari dan pelatihan MBS dilakukan selama 1 hari. Setelah pelatihan, diadakan pendampingan terhadap guru-guru terhadap praktik pembelajaran aktif dan ada pendampingan MBS untuk pemasangan RKS dan RKAS di madrasah-madrasah tersebut. Pelatihan memang tidak akan ada artinya tanpa pelaksanaan dan tindak lanjut.
Pelatihan Penyusunan Laporan Arus Kas pada Pengajian Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang Aprih Santoso
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.454 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.201.4983

Abstract

The purpose of the PKM is to provide training on the preparation of cash flow reports so that the report can be accounted for and accountable by the management of the Nurul  Islam Perum Graha Mukti Semarang to its members who give infaq as part of their assets to the Nurul I Islam Perum Graha Mukti Semarang. This is as a form of accountability to members of the Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang giving infaq. In preparing the cash flow statement report, it has been regulated in the Financial Accounting Cash Flow Standards Guidelines (PSAK-45) which have been prepared by the Indonesian Institute of Accountants (IAI) as a standard drafting cash flow report, so that the report can be accounted to members of the Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang. This is as a form of accountability to members of the Nurul I Islam Perum Graha Mukti Semarang  and can be read by interested parties in the report. This activity is carried out in the form of training on making cash flow statements. From the results of the PKM evaluation, it was learned that the management of the Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang. This is as a form of accountability to members of the Nurul Iman Perum Graha Mukti Semarang was able to increase their understanding and skills in preparing the cash flow report of the Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang.Laporan akuntansi dibutuhkan untuk mengelola suatu entitas baik berbasis   laba maupun nirlaba. Salah satu manfaat ilmu dari Akuntansi adalah membantu manajemen dalam menyiapkan laporan keuangan. Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan dalam suatu periode yang menggambarkan Kinerja sebuah entitas. Tujuan PKM adalah memberi pelatihan penyusunan laporan arus kas agar laporan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan akuntabel oleh pengurus Pengajian Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang kepada anggotanya yang telah memberi infaq sebagain hartanya ke Pengajian Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang tersebut. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban ke anggota Pengajian Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang pemberi infaq. Dalam  penyusunan  laporan-laporan  arus kas  telah  diatur dalam  Pedoman  Standar  Arus kas kuntansi  Keuangan  (PSAK-45)  yang  telah  disusun  oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai penyusun standar laporan arus kas, supaya laporan tersebut dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota Pengajian Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang. dan dapat dibaca oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan tersebut. Metode PKM berupa pelatihan pembuatan laporan arus kas. Pelatihan menyusun laporan arus kas dalam PKM ini menggunakan pendekatan participatory training, yaitu pendekatan yang menekankan pada partisipasi penuh dari pengurus Pengajian Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang. Dari  hasil  PKM ternyata terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan serta peningkatan ketrampilan tentang penyusunan laporan Arus Kas serta 93 % perserta mampu menyusun laporan arus kas sesuai Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45 bagi pengurus Pengajian Nurul Islam Perum Graha Mukti Semarang.
MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KAWASAN PERUMNAS BUKIT BERINGIN LESTARI, GONDORIYO, NGALIYAN, SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN VETIVER GRASS TECHNOLOGY Raden Arfan Rifqiawan
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.209 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.739

Abstract

This action research is realized by the landslide disaster mitigation activities in the area of Perumnas Bukit Beringin Lestari, Gondoriyo, Ngaliyan Semarang using Vetiver Grass Technology. Implementation of Vetiver Grass Technology carried out with the active participation of citizens. Residents work together to mitigate landslide in their own environment. There are two stages in this activity. The initial stage, the residents asked the Perumnas as the developer to carry out re-installation of gabions and gabion installation at the disaster site. This is done so that subsequent landslides do not occur again. It was followed up a month later by the Perumnas. The next stage is, people install Vetiver Grass Technology in the former disaster areas to rehabilitate the degraded land and protect embankments, gabion, and building houses.
Pendampingan Pembelajaran Berbasis Lesson Study dan Penelitian Tindakan Kelas dalam Rangka Optimalisasi Kinerja Guru Mapel Bahasa Inggris Siti Tarwiyah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 2 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.559 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.162.1098

Abstract

English Language Learning in some schools had not been conducted maximally.  One of the influencing factors was the pedagogic and professional competence of the teachers which had not met the standard as mentioned in the Permendikbud No 16 Year 2007. Lesson Study and Classroom Action was expected to enhance pedagogic and professional competence to meet the process standard and the quality of English teaching learning process in general.  The achievement indicators of this program were: (1) arranging lesson plan based on the requirement of process standard, (2) understanding and implementing contextual learning, (3) creating varied learning activities based on text-based learning, (4) choosing and developing learning media appropriately, (5) developing and delivering learning materials, (6) Arranging instrument and conducting assessment and evaluation, (7) doing reflective teaching, (8) enhancing teaching preparedness, (9) planning a Classroom Action Research.